{
    "nodes": [
        {
            "key": "gemaposID",
            "attributes": {
                "label": "gemaposID",
                "x": 557.2517634751722,
                "y": 866.6855265995831,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "tweet-000003"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "2004450561656344909",
                "id": "gemaposID",
                "source": "tweet-000003",
                "content": "Viral di media sosial momen haru di Gayo, Aceh, ketika warga menyerahkan durian kepada anggota TNI usai menerima bantuan pascabanjir bandang sebagai bentuk terima kasih. #TNI #Aceh #AcehDarurat"
            }
        },
        {
            "key": "Puspen_TNI",
            "attributes": {
                "label": "Puspen_TNI",
                "x": 707.9271540866331,
                "y": 801.5200898242251,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "tweet-000003"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 15.0757,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "2004450561656344909",
                "id": "Puspen_TNI",
                "source": "tweet-000003",
                "content": "Viral di media sosial momen haru di Gayo, Aceh, ketika warga menyerahkan durian kepada anggota TNI usai menerima bantuan pascabanjir bandang sebagai bentuk terima kasih. #TNI #Aceh #AcehDarurat"
            }
        },
        {
            "key": "grok",
            "attributes": {
                "label": "grok",
                "x": 990.9943574909197,
                "y": 974.0307835355271,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "tweet-000003"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 4,
                    "degree": 4
                },
                "_id": "1998619489823596711",
                "id": "grok",
                "source": "tweet-000003",
                "content": "Ya, video itu tampaknya asli. Di Papua, kendaraan seperti Pajero sering diangkut via helikopter karena medan sulit dan kurangnya jalan darat. Ini umum untuk pengiriman ke daerah terpencil. Sumber: video viral dari anggota TNI dan laporan media."
            }
        },
        {
            "key": "bukancumamanis",
            "attributes": {
                "label": "bukancumamanis",
                "x": 59.1334105585668,
                "y": 804.6267298923864,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "tweet-000003"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8807,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "1998619489823596711",
                "id": "bukancumamanis",
                "source": "tweet-000003",
                "content": "Ya, video itu tampaknya asli. Di Papua, kendaraan seperti Pajero sering diangkut via helikopter karena medan sulit dan kurangnya jalan darat. Ini umum untuk pengiriman ke daerah terpencil. Sumber: video viral dari anggota TNI dan laporan media."
            }
        },
        {
            "key": "Zeefire02",
            "attributes": {
                "label": "Zeefire02",
                "x": 87.36581123404963,
                "y": 139.19568618183953,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "tweet-000003"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8807,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "1998619489823596711",
                "id": "Zeefire02",
                "source": "tweet-000003",
                "content": "Ya, video itu tampaknya asli. Di Papua, kendaraan seperti Pajero sering diangkut via helikopter karena medan sulit dan kurangnya jalan darat. Ini umum untuk pengiriman ke daerah terpencil. Sumber: video viral dari anggota TNI dan laporan media."
            }
        },
        {
            "key": "Artframe111",
            "attributes": {
                "label": "Artframe111",
                "x": 221.6224975355141,
                "y": 675.0383873553845,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "tweet-000003"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8807,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "2002636421299888325",
                "id": "Artframe111",
                "source": "tweet-000003",
                "content": "Berdasarkan pencarian saya, kasus ini viral di media sosial Indonesia, melibatkan pemuda korban tabrakan yang dijadikan tersangka karena pihak penabrak (yang meninggal) dianggap tak lalai, dan ada keterlibatan anggota TNI. Namun, nama hakim spesifik tidak ditemukan di sumber"
            }
        },
        {
            "key": "narkosun",
            "attributes": {
                "label": "narkosun",
                "x": 511.9822421018523,
                "y": 867.7110890633195,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "tweet-000003"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8807,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "2002636421299888325",
                "id": "narkosun",
                "source": "tweet-000003",
                "content": "Berdasarkan pencarian saya, kasus ini viral di media sosial Indonesia, melibatkan pemuda korban tabrakan yang dijadikan tersangka karena pihak penabrak (yang meninggal) dianggap tak lalai, dan ada keterlibatan anggota TNI. Namun, nama hakim spesifik tidak ditemukan di sumber"
            }
        },
        {
            "key": "obrolan.negri",
            "attributes": {
                "label": "obrolan.negri",
                "x": 403.03217332365824,
                "y": 232.5856240457985,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3803106314512457982_47405104492",
                "id": "obrolan.negri",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Beredar video viral sejumlah anggota polisi Polda Sultra mengalami luk4²  usai bentrok4n antara Brimob melawan TNI di Buton Selatan, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.\n\nPeristiwa ini terjadi Lapangan Sepak bola Lakarada Kelurahan Lakarambau Kecamatan Masiri, Kabupaten Buton Selatan. \n\nSebelum kejadian, ada pertandingan penyisihan sepakbola minisoccer antara La Maindo FC vs La Beta FC. \n\nSeusai pertandingan, ratusan prajurit TNI nampak mendatangi anggota Brimob di dalam lapangan. Penonton awalnya mengira, ratusan TNI masuk ke lapangan akan melakukan yel-yel kemenangan. \n\nNamun ternyata langsung bergerak menyerobot penonton, masuk ke tengah lapangan, lalu mulai menyasar dan melakukan pemukul4n terhadap anggota Brimob. \n\nAkibat kejadian ini, sejumlah personel Brimob mengalami luk4². Kalah jumlah dan tak mampu melawan ratusan anggota TNI yang memakai seragam olahraga. \n\nSebanyak 25 orang anggota Brimob memilih kabur. Salah seorang penonton bernama Rahman, membenarkan kejadian ini. Dia mengatakan, beberapa penonton wanita dan anak-anak termasuk dirinya berlarian mengamankan diri karena situasi tidak kondusif. \n\nDalam sejumlah video viral yang beredar, ratusan anggota TNI masuk ke dalam lapangan. Mereka mengejar sejumlah pemain sepak bola yang berasal dari anggota Brimob. \n\nBeberapa pemain sepak bola terkena pukul4n oleh anggota TNI yang menggunakan baju kaos. Beberapa orang lainnya, terlihat menyelamatkan diri usai kena pukul. \n\n\"Memang tadi pertandingannya sangat keras kedua tim. Jadi situasinya panas. Ini pertandingan penyisihan,\" ujar Rahman.\n\n Baca di artikel sumber👇 https://www.liputan6.com/regional/read/6250270/panas-bentrok-tni-dan-brimob-di-lapangan-lakarada-buton-selatan-sejumlah-polisi-luka-luka \n\n📸:tt/"
            }
        },
        {
            "key": "infobuton",
            "attributes": {
                "label": "infobuton",
                "x": 370.4724255245981,
                "y": 598.2693864294858,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 15.0757,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3803106314512457982_47405104492",
                "id": "infobuton",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Beredar video viral sejumlah anggota polisi Polda Sultra mengalami luk4²  usai bentrok4n antara Brimob melawan TNI di Buton Selatan, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 17.30 Wita.\n\nPeristiwa ini terjadi Lapangan Sepak bola Lakarada Kelurahan Lakarambau Kecamatan Masiri, Kabupaten Buton Selatan. \n\nSebelum kejadian, ada pertandingan penyisihan sepakbola minisoccer antara La Maindo FC vs La Beta FC. \n\nSeusai pertandingan, ratusan prajurit TNI nampak mendatangi anggota Brimob di dalam lapangan. Penonton awalnya mengira, ratusan TNI masuk ke lapangan akan melakukan yel-yel kemenangan. \n\nNamun ternyata langsung bergerak menyerobot penonton, masuk ke tengah lapangan, lalu mulai menyasar dan melakukan pemukul4n terhadap anggota Brimob. \n\nAkibat kejadian ini, sejumlah personel Brimob mengalami luk4². Kalah jumlah dan tak mampu melawan ratusan anggota TNI yang memakai seragam olahraga. \n\nSebanyak 25 orang anggota Brimob memilih kabur. Salah seorang penonton bernama Rahman, membenarkan kejadian ini. Dia mengatakan, beberapa penonton wanita dan anak-anak termasuk dirinya berlarian mengamankan diri karena situasi tidak kondusif. \n\nDalam sejumlah video viral yang beredar, ratusan anggota TNI masuk ke dalam lapangan. Mereka mengejar sejumlah pemain sepak bola yang berasal dari anggota Brimob. \n\nBeberapa pemain sepak bola terkena pukul4n oleh anggota TNI yang menggunakan baju kaos. Beberapa orang lainnya, terlihat menyelamatkan diri usai kena pukul. \n\n\"Memang tadi pertandingannya sangat keras kedua tim. Jadi situasinya panas. Ini pertandingan penyisihan,\" ujar Rahman.\n\n Baca di artikel sumber👇 https://www.liputan6.com/regional/read/6250270/panas-bentrok-tni-dan-brimob-di-lapangan-lakarada-buton-selatan-sejumlah-polisi-luka-luka \n\n📸:tt/"
            }
        },
        {
            "key": "sumbarkita.id",
            "attributes": {
                "label": "sumbarkita.id",
                "x": 508.09047968502273,
                "y": 336.4304824011005,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 54.3265,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3803069872486868605_39289871539",
                "id": "sumbarkita.id",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Beredar video viral yang memperlihatkan bentrokan antara ratusan anggota TNI dan personel Brimob Polda Sulawesi Tenggara usai laga minisoccer di Lapangan Lakarada, Kelurahan Lakarambau, Kecamatan Masiri, Kabupaten Buton Selatan, Minggu (4/1/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 Wita dan menyita perhatian publik di media sosial.\n\nSebelum insiden terjadi, laga penyisihan minisoccer mempertemukan La Maindo FC dan La Beta FC. Seusai pertandingan, situasi di dalam lapangan mendadak memanas ketika sejumlah anggota TNI memasuki area lapangan dan berhadapan dengan personel Brimob. Kericuhan pun tidak terhindarkan, membuat penonton panik dan berlarian menjauh dari lokasi kejadian.\n\nAkibat bentrokan tersebut, sejumlah personel Brimob dilaporkan mengalami luka-luka. Beberapa saksi mata menyebutkan kondisi di lapangan sempat tidak kondusif, termasuk bagi penonton perempuan dan anak-anak. Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi perhatian aparat dan pihak terkait.\n.\n.\nKunjungi www.sumbarkita.id untuk baca berita dan informasi menarik seputar Sumatera Barat.\n.\nTag  jika ada informasi menarik di sekitar sanak.\n=================================\n#Sumbarkita #KabarMinang \n#Sumbar #SumateraBarat \n#BeritaTerkini #UpdateTerkini #BeritaNasional"
            }
        },
        {
            "key": "kabarnegricom",
            "attributes": {
                "label": "kabarnegricom",
                "x": 631.5959960115453,
                "y": 707.8440433889738,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 54.3265,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3803161555350292267_73270340280",
                "id": "kabarnegricom",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Bentrokan Brimob-TNI di Buton Selatan: Dari Pertandingan Sepakbola Menjadi Adegan Kekerasan\n \nMinggu (4/1/2026) sekitar pukul 17.30 Wita, suasana yang semula dipenuhi kegembiraan penonton di Lapangan Sepak Bola Lakarada, Kelurahan Lakarambau, Kecamatan Masiri, Kabupaten Buton Selatan, tiba-tiba berubah menjadi kacau balau. Sebelum kejadian, lapangan menjadi tempat pertandingan penyisihan minisoccer antara La Maindo FC dan La Beta FC—pertandingan yang, menurut penonton, berjalan dengan suasana yang cukup panas akibat ketegangan antar kedua tim.\n \nSetelah pertandingan berakhir, ratusan prajurit TNI tampak mendatangi area lapangan di mana anggota Brimob berada. Awalnya, penonton mengira mereka akan melakukan yel-yel kemenangan, namun harapan itu cepat sirna. Tanpa peringatan, ratusan orang itu menyerobot barisan penonton, menembus ke tengah lapangan, dan langsung menyasar serta melakukan pemukulan terhadap anggota Brimob. Adegan kekerasan itu membuat penonton terkejut dan panik; salah seorang penonton, Rahman, mengaku dia beserta beberapa wanita dan anak-anak berlarian kacau untuk menyelamatkan diri, takut terjebak dalam kekacauan.\n \nAkibat serangan itu, sejumlah personel Brimob mengalami luka-luka. Terjebak dalam situasi kalah jumlah dan tidak mampu melawan ratusan anggota TNI yang memakai seragam olahraga (baju kaos), sebanyak 25 orang anggota Brimob terpaksa memilih kabur. Beberapa video viral yang beredar di media sosial menggambarkan gambaran nyata kejadian: ratusan TNI mengejar pemain sepakbola yang merupakan anggota Brimob, beberapa di antaranya terkena pukulan dan terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan tergesa-gesa.\n \n“Memang tadi pertandingannya sangat keras kedua tim. Jadi situasinya panas. Ini pertandingan penyisihan,” ujar Rahman, yang menyaksikan kejadian secara langsung, menyoroti bahwa ketegangan sudah ada sebelum bentrokan pecah. Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab akar masalah dan tindakan selanjutnya yang akan diambil."
            }
        },
        {
            "key": "antaranewsbengkulu",
            "attributes": {
                "label": "antaranewsbengkulu",
                "x": 885.2688068274275,
                "y": 43.0221697976303,
                "size": 3.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3803348802309607462_4359563828",
                "id": "antaranewsbengkulu",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan informasi tentang aksi pertikaian antara anggota TNI AD dan Brimob Polri di lapangan sepak bola wilayah Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (4/1).\n\nDonny angkat bicara setelah sebelumnya video penyerangan tersebut viral di beberapa akun media sosial, salah satunya di akun instagram \n\nSaat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, Donny menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika kedua belah pihak bertanding dalam kompetisi sepak bola yang digelar di sana.\n\n\"Jadi, setelah pertandingan berakhir imbang 0-0, sempat terjadi momen saling ejek antar suporter, yang kemudian memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan,\" kata Donny.\n\nAksi saling ejek pun itu memicu terjadinya pertikaian antara kedua belah pihak yang tidak berangsur lama.\n\nDonny melanjutkan, komandan dari ke dua belau pihak langsung turun tangan untuk menenangkan para personelnya agar tidak terjadi aksi kekerasan lebih lanjut.\n\n\"Danyonif TP 871/Lamaindo bersama Danramil setempat langsung berkoordinasi dengan Danyon Brimob Batauga untuk menenangkan personel dan memastikan situasi tetap terkendali,\" tambah Donny.\n\nDalam waktu singkat, kondisi di lokasi kembali kondusif dan personel dari kedua belah pihak pulang ke asrama masing-masing. Donny melanjutkan tidak ada keributan lanjutan yang terjadi antara kedua belah pihak.\n\nMasing-masing komandan pasukan pun sudah bertemu dan memastikan permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.\n\nDonny menegaskan, peristiwa ini tidak akan memperenggang hubungan antara TNI dan Polri yang selama ini sudah terjalin dengan baik.\n\n\"Kami menegaskan bahwa hubungan dan sinergi TNI–Polri tetap solid. Kegiatan olahraga justru menjadi sarana membangun kebersamaan, dan kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan kegiatan serupa dapat berjalan lebih tertib dan terkendali,\" tutup dia."
            }
        },
        {
            "key": "Infobutonraya",
            "attributes": {
                "label": "Infobutonraya",
                "x": 25.47544203679475,
                "y": 585.6824959442905,
                "size": 3.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 15.0757,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3803348802309607462_4359563828",
                "id": "Infobutonraya",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan informasi tentang aksi pertikaian antara anggota TNI AD dan Brimob Polri di lapangan sepak bola wilayah Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (4/1).\n\nDonny angkat bicara setelah sebelumnya video penyerangan tersebut viral di beberapa akun media sosial, salah satunya di akun instagram \n\nSaat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, Donny menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika kedua belah pihak bertanding dalam kompetisi sepak bola yang digelar di sana.\n\n\"Jadi, setelah pertandingan berakhir imbang 0-0, sempat terjadi momen saling ejek antar suporter, yang kemudian memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan,\" kata Donny.\n\nAksi saling ejek pun itu memicu terjadinya pertikaian antara kedua belah pihak yang tidak berangsur lama.\n\nDonny melanjutkan, komandan dari ke dua belau pihak langsung turun tangan untuk menenangkan para personelnya agar tidak terjadi aksi kekerasan lebih lanjut.\n\n\"Danyonif TP 871/Lamaindo bersama Danramil setempat langsung berkoordinasi dengan Danyon Brimob Batauga untuk menenangkan personel dan memastikan situasi tetap terkendali,\" tambah Donny.\n\nDalam waktu singkat, kondisi di lokasi kembali kondusif dan personel dari kedua belah pihak pulang ke asrama masing-masing. Donny melanjutkan tidak ada keributan lanjutan yang terjadi antara kedua belah pihak.\n\nMasing-masing komandan pasukan pun sudah bertemu dan memastikan permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.\n\nDonny menegaskan, peristiwa ini tidak akan memperenggang hubungan antara TNI dan Polri yang selama ini sudah terjalin dengan baik.\n\n\"Kami menegaskan bahwa hubungan dan sinergi TNI–Polri tetap solid. Kegiatan olahraga justru menjadi sarana membangun kebersamaan, dan kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan kegiatan serupa dapat berjalan lebih tertib dan terkendali,\" tutup dia."
            }
        },
        {
            "key": "palembang.berejo",
            "attributes": {
                "label": "palembang.berejo",
                "x": 786.7321105801323,
                "y": 947.1989735659487,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3804494825698461302_47812173910",
                "id": "palembang.berejo",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Video Kejadian di Akun Khusus Kejadian Sensitif \n.\n\nSebuah kejadian pembac*kan terjadi di wilayah Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Seorang pria membacok karyawan PT Adaro di lokasi pembangunan jalan hauling, Senin 5 Januari 2026.\n\nPeristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di lokasi pembuatan jalan hauling baru milik PT\nAdaro (MIP).\n\nPelaku diketahui bernama Badir, warga setempat. Diduga pelaku tidak menerima lahannya digunakan sebagai jalan hauling karena belum ada izin lahan maupun kesepakatan dengan pihak perusahaan.\n\nMeski begitu, aktivitas pembuatan jalan hauling tetap berjalan.\n\nNamun video yang ditampilkan itu merupakan pembacokan pelaku kedua kali, di hadapan anggota TNI dan Polri yang sejatinya hendak memberikan pengamanan bagi karyawan PT Adaro yang sedang melakukan pengerjaan pembangunan jalan pengangkutan batu bara.\n\nSebelumnya, Badir sudah membac*k satu karyawan Adaro di lokasi kejadian.\n\nBerikut penjelasan lengkapnya. Badir terlihat mendatangi lokasi dan berusaha menghentikan pekerjaan dengan membawa senjata tajam jenis parang.\n\nSeorang karyawan PT Adaro (MIP) bernama Efriko, bersama dua rekannya, sempat mencoba menenangkan pelaku.\n\nNamun situasi justru memanas hingga Badir diduga melakukan pembacokan terhadap Efriko (korban pertama) dan mengenai bagian leher dan kepala.\n\nMelihat kondisi yang tidak lagi kondusif, rekan korban menghubungi Kasatpam PT DKP MIP, Zaldi Nurhansa, untuk meminta bantuan pengamanan.\n\nInformasi tersebut diteruskan kepada Supervisor PT DKP MIP serta BKO TNI/Polri, yang kemudian langsung menuju lokasi kejadian.\n\nSetibanya di lokasi, aparat keamanan berupaya\nmengamankan situasi. Namun kembali pelaku melakukan perlawanan dan diduga membac*k Supervisor PT DKP MIP, Harkoni, hingga mengalami luka pada bagian rahang (dagu).\n\nArtikel:\nhttps://www.infosumsel.id/netizen/36216526160/sengketa-lahan-pembangunan-jalan-hauling-di-muara-enim-berujung-maut-pelaku-bac*k-karyawan-pt-adaro-di-hadapan-anggota-polisi-dan-tni"
            }
        },
        {
            "key": "palembangterupdate",
            "attributes": {
                "label": "palembangterupdate",
                "x": 796.8687826456787,
                "y": 258.41074523067454,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 15.0757,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3804494825698461302_47812173910",
                "id": "palembangterupdate",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Video Kejadian di Akun Khusus Kejadian Sensitif \n.\n\nSebuah kejadian pembac*kan terjadi di wilayah Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Seorang pria membacok karyawan PT Adaro di lokasi pembangunan jalan hauling, Senin 5 Januari 2026.\n\nPeristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di lokasi pembuatan jalan hauling baru milik PT\nAdaro (MIP).\n\nPelaku diketahui bernama Badir, warga setempat. Diduga pelaku tidak menerima lahannya digunakan sebagai jalan hauling karena belum ada izin lahan maupun kesepakatan dengan pihak perusahaan.\n\nMeski begitu, aktivitas pembuatan jalan hauling tetap berjalan.\n\nNamun video yang ditampilkan itu merupakan pembacokan pelaku kedua kali, di hadapan anggota TNI dan Polri yang sejatinya hendak memberikan pengamanan bagi karyawan PT Adaro yang sedang melakukan pengerjaan pembangunan jalan pengangkutan batu bara.\n\nSebelumnya, Badir sudah membac*k satu karyawan Adaro di lokasi kejadian.\n\nBerikut penjelasan lengkapnya. Badir terlihat mendatangi lokasi dan berusaha menghentikan pekerjaan dengan membawa senjata tajam jenis parang.\n\nSeorang karyawan PT Adaro (MIP) bernama Efriko, bersama dua rekannya, sempat mencoba menenangkan pelaku.\n\nNamun situasi justru memanas hingga Badir diduga melakukan pembacokan terhadap Efriko (korban pertama) dan mengenai bagian leher dan kepala.\n\nMelihat kondisi yang tidak lagi kondusif, rekan korban menghubungi Kasatpam PT DKP MIP, Zaldi Nurhansa, untuk meminta bantuan pengamanan.\n\nInformasi tersebut diteruskan kepada Supervisor PT DKP MIP serta BKO TNI/Polri, yang kemudian langsung menuju lokasi kejadian.\n\nSetibanya di lokasi, aparat keamanan berupaya\nmengamankan situasi. Namun kembali pelaku melakukan perlawanan dan diduga membac*k Supervisor PT DKP MIP, Harkoni, hingga mengalami luka pada bagian rahang (dagu).\n\nArtikel:\nhttps://www.infosumsel.id/netizen/36216526160/sengketa-lahan-pembangunan-jalan-hauling-di-muara-enim-berujung-maut-pelaku-bac*k-karyawan-pt-adaro-di-hadapan-anggota-polisi-dan-tni"
            }
        },
        {
            "key": "lbj_jakarta",
            "attributes": {
                "label": "lbj_jakarta",
                "x": 548.6462500725116,
                "y": 396.72230219055115,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 54.3265,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3798611335555789925_47574322172",
                "id": "lbj_jakarta",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Seorang supir bajaj mengalami kecelakaan di Jalan Akses Marunda, Jakarta Utara. Bajaj yang dikendarainya terjepit di antara dua truk kontainer. Senin, (29/12/2025) sekitar pukul 18:00 WIB\n\nDiduga kecelakaan terjadi akibat rem kontainer blong sehingga menabrak bajaj hingga ringsek. Beruntung, anggota TNI dan pengguna jalan segera membantu evakuasi supir bajaj.\n\nSetelah proses evakuasi yang cukup lama, supir berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat, meski menderita luka serius. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.\n\nBaca selengkapnya di https://lensaberitajakarta.com/ atau klik tautan di bio.\n.\n.\n.\n\nUntuk share info di  kirim melalui DM / mention story\n\nSource sekitaran_jakut"
            }
        },
        {
            "key": "update.aceh",
            "attributes": {
                "label": "update.aceh",
                "x": 801.8761590701083,
                "y": 639.2900787680043,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3798123676696702341_13304923764",
                "id": "update.aceh",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Aksi pemukulan dilakukan oknum prajurit TNI terhadap sejumlah warga di Aceh Utara saat razia bendera bulan bintang beredar di media sosial. Kodam Iskandar Muda (IM) menyebutkan kejadian itu terjadi karena salah paham.\n\nDilihat detikSumut, Jumat (26/12/2025), razia gabungan itu digelar TNI-Polri di jembatan Krueng Mane, Aceh, Kamis 25 Desember malam. Kendaraan yang melintas diperiksa dan orang-orang di mobil bak terbuka diminta turun.\n\nPetugas mengecek kendaraan dan menyita bendera bulan bintang. Razia digelar setelah adanya konvoi warga pembawa bantuan dari Pidie yang ikut membawa bendera bulan bintang.\n\nDalam razia itu, sejumlah anggota TNI dan Polri terlihat membawa senjata laras panjang. Beberapa warga dipukul hingga ditendang. Bahkan ada yang mengalami luka di kepala. Video pemukulan itu viral di media sosial.\n\n\"Itu salah paham, saling memaafkan, sudah selesai dan damai,\" kata Kapendam Iskandar Muda Kolonel T Mustafa Kamal saat dimintai konfirmasi detikSumut.\n\nMenurutnya, situasi saat ini aman dan damai. \"TNI fokus membantu penanggulangan bencana alam,\" jelasnya.\n\nMustafa juga meneruskan video pernyataan ketua rombongan konvoi, Azilul Nazirna Tiro yang menyebut insiden itu terjadi akibat kesalahpahaman. Kejadian itu disebut di luar dugaan.\n\n\"Kita mengakui ini keteledoran kita bersama, kita anggap permasalahan ini selesai,\" jelas Azilul.\n•\n•\nStalking & Follow :\n\n\nHastag #beritaviral #tni #polri #fyp #aceh"
            }
        },
        {
            "key": "toko_masitaly",
            "attributes": {
                "label": "toko_masitaly",
                "x": 313.25843920378315,
                "y": 582.3471962349006,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 15.0757,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3798123676696702341_13304923764",
                "id": "toko_masitaly",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Aksi pemukulan dilakukan oknum prajurit TNI terhadap sejumlah warga di Aceh Utara saat razia bendera bulan bintang beredar di media sosial. Kodam Iskandar Muda (IM) menyebutkan kejadian itu terjadi karena salah paham.\n\nDilihat detikSumut, Jumat (26/12/2025), razia gabungan itu digelar TNI-Polri di jembatan Krueng Mane, Aceh, Kamis 25 Desember malam. Kendaraan yang melintas diperiksa dan orang-orang di mobil bak terbuka diminta turun.\n\nPetugas mengecek kendaraan dan menyita bendera bulan bintang. Razia digelar setelah adanya konvoi warga pembawa bantuan dari Pidie yang ikut membawa bendera bulan bintang.\n\nDalam razia itu, sejumlah anggota TNI dan Polri terlihat membawa senjata laras panjang. Beberapa warga dipukul hingga ditendang. Bahkan ada yang mengalami luka di kepala. Video pemukulan itu viral di media sosial.\n\n\"Itu salah paham, saling memaafkan, sudah selesai dan damai,\" kata Kapendam Iskandar Muda Kolonel T Mustafa Kamal saat dimintai konfirmasi detikSumut.\n\nMenurutnya, situasi saat ini aman dan damai. \"TNI fokus membantu penanggulangan bencana alam,\" jelasnya.\n\nMustafa juga meneruskan video pernyataan ketua rombongan konvoi, Azilul Nazirna Tiro yang menyebut insiden itu terjadi akibat kesalahpahaman. Kejadian itu disebut di luar dugaan.\n\n\"Kita mengakui ini keteledoran kita bersama, kita anggap permasalahan ini selesai,\" jelas Azilul.\n•\n•\nStalking & Follow :\n\n\nHastag #beritaviral #tni #polri #fyp #aceh"
            }
        },
        {
            "key": "acehbesarnow",
            "attributes": {
                "label": "acehbesarnow",
                "x": 190.38164805377644,
                "y": 386.54756646834545,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 2,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3796115173108080284_6529515775",
                "id": "acehbesarnow",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah menyebutkan insiden kerusuhan yang terjadi di kawasan Jembatan Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis kemarin terjadi akibat miskomunikasi di lapangan.\n\nInsiden antara warga dan aparat keamanan diduga menyebabkan beberapa warga terluka dan harus dilarikan ke Puskesmas setempat.\n\n“Baik, tadi malam ada kejadian miskomunikasi saja. Namun dari kedua pihak sudah bersepakat untuk tetap menjaga keadaan kondusif dan membantu masyarakat menyelesaikan persoalan banjir ini,” kata Marzuki Alibasyah kepada media usai peringatan 21 tahun tsunami Aceh, Jumat (26/12/2025).\n\nKapolda menekankan bahwa saat ini fokus utama aparat gabungan TNI-Polri adalah memastikan situasi keamanan tetap terkendali serta mempercepat penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah terdampak.\n\nSebelumnya diberitakan, seorang warga Kabupaten Bireuen bernama Hermansyah (35) mengaku menjadi korban pemukulan oleh oknum anggota TNI saat melintas di kawasan Jembatan Krueng Mane sekitar pukul 21.30 WIB.\n\nHermansyah, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika dirinya bersama rombongan relawan dari berbagai daerah sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan bagi korban banjir.\n\nMenurut penuturannya, ia mengendarai mobil pikap jenis Panther yang mengangkut bantuan kemanusiaan. Saat tiba di lokasi, kendaraan mereka dihentikan oleh aparat gabungan TNI dan Polri yang tengah melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas akibat kemacetan.\n\n“Karena kondisi macet dan melihat kendaraan lain sedang dirazia, saya turun dari mobil. Tiba-tiba saya didatangi beberapa pria berpakaian loreng dan bersenjata lengkap. Salah satu dari mereka memukul kepala saya menggunakan popor senjata,” ujar Hermansyah kepada Bithe.co.\n\nAkibat kejadian tersebut, Hermansyah mengalami luka di bagian kepala hingga berdarah. Ia kemudian dibawa oleh rekan satu rombongan ke Puskesmas Muara Batu untuk mendapatkan perawatan medis.\n\nSumber: bithe.co\n\nMakan siang & malam di \nAqiqah praktis di"
            }
        },
        {
            "key": "rm_karikambing.ktr",
            "attributes": {
                "label": "rm_karikambing.ktr",
                "x": 328.02323808727016,
                "y": 87.21490729044345,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.6124,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3796115173108080284_6529515775",
                "id": "rm_karikambing.ktr",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah menyebutkan insiden kerusuhan yang terjadi di kawasan Jembatan Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis kemarin terjadi akibat miskomunikasi di lapangan.\n\nInsiden antara warga dan aparat keamanan diduga menyebabkan beberapa warga terluka dan harus dilarikan ke Puskesmas setempat.\n\n“Baik, tadi malam ada kejadian miskomunikasi saja. Namun dari kedua pihak sudah bersepakat untuk tetap menjaga keadaan kondusif dan membantu masyarakat menyelesaikan persoalan banjir ini,” kata Marzuki Alibasyah kepada media usai peringatan 21 tahun tsunami Aceh, Jumat (26/12/2025).\n\nKapolda menekankan bahwa saat ini fokus utama aparat gabungan TNI-Polri adalah memastikan situasi keamanan tetap terkendali serta mempercepat penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah terdampak.\n\nSebelumnya diberitakan, seorang warga Kabupaten Bireuen bernama Hermansyah (35) mengaku menjadi korban pemukulan oleh oknum anggota TNI saat melintas di kawasan Jembatan Krueng Mane sekitar pukul 21.30 WIB.\n\nHermansyah, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika dirinya bersama rombongan relawan dari berbagai daerah sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan bagi korban banjir.\n\nMenurut penuturannya, ia mengendarai mobil pikap jenis Panther yang mengangkut bantuan kemanusiaan. Saat tiba di lokasi, kendaraan mereka dihentikan oleh aparat gabungan TNI dan Polri yang tengah melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas akibat kemacetan.\n\n“Karena kondisi macet dan melihat kendaraan lain sedang dirazia, saya turun dari mobil. Tiba-tiba saya didatangi beberapa pria berpakaian loreng dan bersenjata lengkap. Salah satu dari mereka memukul kepala saya menggunakan popor senjata,” ujar Hermansyah kepada Bithe.co.\n\nAkibat kejadian tersebut, Hermansyah mengalami luka di bagian kepala hingga berdarah. Ia kemudian dibawa oleh rekan satu rombongan ke Puskesmas Muara Batu untuk mendapatkan perawatan medis.\n\nSumber: bithe.co\n\nMakan siang & malam di \nAqiqah praktis di"
            }
        },
        {
            "key": "kutaraja_aqiqah_official_new",
            "attributes": {
                "label": "kutaraja_aqiqah_official_new",
                "x": 717.2865295800043,
                "y": 244.24538911408555,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.6124,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3796115173108080284_6529515775",
                "id": "kutaraja_aqiqah_official_new",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah menyebutkan insiden kerusuhan yang terjadi di kawasan Jembatan Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis kemarin terjadi akibat miskomunikasi di lapangan.\n\nInsiden antara warga dan aparat keamanan diduga menyebabkan beberapa warga terluka dan harus dilarikan ke Puskesmas setempat.\n\n“Baik, tadi malam ada kejadian miskomunikasi saja. Namun dari kedua pihak sudah bersepakat untuk tetap menjaga keadaan kondusif dan membantu masyarakat menyelesaikan persoalan banjir ini,” kata Marzuki Alibasyah kepada media usai peringatan 21 tahun tsunami Aceh, Jumat (26/12/2025).\n\nKapolda menekankan bahwa saat ini fokus utama aparat gabungan TNI-Polri adalah memastikan situasi keamanan tetap terkendali serta mempercepat penanganan dampak banjir di sejumlah wilayah terdampak.\n\nSebelumnya diberitakan, seorang warga Kabupaten Bireuen bernama Hermansyah (35) mengaku menjadi korban pemukulan oleh oknum anggota TNI saat melintas di kawasan Jembatan Krueng Mane sekitar pukul 21.30 WIB.\n\nHermansyah, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika dirinya bersama rombongan relawan dari berbagai daerah sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan bagi korban banjir.\n\nMenurut penuturannya, ia mengendarai mobil pikap jenis Panther yang mengangkut bantuan kemanusiaan. Saat tiba di lokasi, kendaraan mereka dihentikan oleh aparat gabungan TNI dan Polri yang tengah melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas akibat kemacetan.\n\n“Karena kondisi macet dan melihat kendaraan lain sedang dirazia, saya turun dari mobil. Tiba-tiba saya didatangi beberapa pria berpakaian loreng dan bersenjata lengkap. Salah satu dari mereka memukul kepala saya menggunakan popor senjata,” ujar Hermansyah kepada Bithe.co.\n\nAkibat kejadian tersebut, Hermansyah mengalami luka di bagian kepala hingga berdarah. Ia kemudian dibawa oleh rekan satu rombongan ke Puskesmas Muara Batu untuk mendapatkan perawatan medis.\n\nSumber: bithe.co\n\nMakan siang & malam di \nAqiqah praktis di"
            }
        },
        {
            "key": "medantalkviral",
            "attributes": {
                "label": "medantalkviral",
                "x": 107.38480701050868,
                "y": 595.4206945243376,
                "size": 3.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 54.3265,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3792496694601710902_5670036147",
                "id": "medantalkviral",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Detik-Detik Anggota TNI Selamatkan Warga Saat Banjir di Aceh Timur\n\nAksi cepat anggota TNI Yonif TP 853 Bawar Reje Bur saat menolong warga yang terbawa arus banjir di Aceh Timur.\n\nVideo ini disebut direkam saat banjir beberapa waktu lalu dan baru diunggah setelah ponsel perekam sempat terendam air.\n\nBerdasarkan keterangan saksi, saat itu arus cukup deras dan anggota TNI dengan sigap langsung membantu proses penyelamatan warga.\n\n📹: Dokumentasi warga\n\nUtk Berita & video Viral follow \n#berita #viral #viralreels #viralvideos #MedanTalkViral"
            }
        },
        {
            "key": "medankinian",
            "attributes": {
                "label": "medankinian",
                "x": 885.4978263554407,
                "y": 71.80365043121462,
                "size": 3.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 54.3265,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3792492780552643003_44313029437",
                "id": "medankinian",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Detik-Detik Anggota TNI Selamatkan Warga Saat Banjir di Aceh Timur\n\nAksi cepat anggota TNI Yonif TP 853 Bawar Reje Bur saat menolong warga yang terbawa arus banjir di Aceh Timur.\n\nVideo ini disebut direkam saat banjir beberapa waktu lalu dan baru diunggah setelah ponsel perekam sempat terendam air.\n\nBerdasarkan keterangan saksi, saat itu arus cukup deras dan anggota TNI dengan sigap langsung membantu proses penyelamatan warga.\n\n📹: Dokumentasi warga\n\nBerita & info Viral follow \n#berita #viral #viralreels #viralvideos #medankinian"
            }
        },
        {
            "key": "medsosaceh",
            "attributes": {
                "label": "medsosaceh",
                "x": 797.6636259507735,
                "y": 176.22208479554192,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 4,
                    "degree": 4
                },
                "_id": "3793016390055699412_485996142",
                "id": "medsosaceh",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Utara, mengeluarkan pernyataan keras mengecam serangkaian tindakan oknum TNI yang dinilai arogan di Kabupaten Pidie Jaya, serta menyayangkan sikap Komandan Korem (Danrem) terkait insiden penjarahan logistik bantuan banjir di Aceh Utara.\n\n​Ketua JASA Aceh Utara, Muchlis Sayed Adnan, menilai bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya melukai hati rakyat, tetapi juga berpotensi menciptakan stabilitas keamanan yang rapuh dan memicu konflik besar di tengah situasi masyarakat yang sedang berduka akibat bencana banjir.\n\nTerkait insiden yang terjadi di Pidie Jaya, JASA menilai sikap oknum aparat yang mempertontonkan kekuasaan di hadapan warga sipil adalah kemunduran bagi perdamaian Aceh.\n​”Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi dan sikap arogan yang ditunjukkan oknum TNI di Pidie Jaya. Seharusnya aparat hadir sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, terutama saat warga sedang kesulitan, bukan justru menunjukkan kekuatan yang memicu trauma masa lalu,” ujar Muchlis dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).\n​​Selain itu, JASA juga menyoroti kasus dugaan penjarahan logistik di Aceh Utara yang melibatkan oknum aparat.\n\nJASA menyatakan kekecewaannya terhadap respons Danrem yang dinilai tidak tegas dan cenderung defensif dalam menangani kasus tersebut.\n\n​”Logistik itu hak rakyat yang sedang tertimpa musibah. Jika benar terjadi penjarahan oleh oknum, ini adalah pelanggaran moral yang sangat berat. Kami mengecam sikap Danrem yang seolah-olah membiarkan masalah ini tanpa evaluasi mendalam. Ini bukan sekadar urusan perut, tapi urusan kemanusiaan dan etika institusi,” lanjut pernyataan tersebut.\n\n​JASA mengingatkan semua pihak bahwa Aceh saat ini berada dalam kondisi sensitif akibat bencana banjir yang meluas. Ketegangan antara masyarakat dan aparat hanya akan memperburuk situasi.\n\n​\n​\n\nSelengkapnya di Asnapost\n\nSponsor: \n\n🚘 Tumbuh Kembang Bersama  \n\n🚖 Salon Mobil Pertama di Idi Rayeuk  \n\n☕ Nikmati Kopi Sambil Berwakaf  \n\n🏪  No.1 Supplier Bahan Makanan & Minuman"
            }
        },
        {
            "key": "duniabarusa",
            "attributes": {
                "label": "duniabarusa",
                "x": 436.6204711108529,
                "y": 135.89623231184868,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8807,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3793016390055699412_485996142",
                "id": "duniabarusa",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Utara, mengeluarkan pernyataan keras mengecam serangkaian tindakan oknum TNI yang dinilai arogan di Kabupaten Pidie Jaya, serta menyayangkan sikap Komandan Korem (Danrem) terkait insiden penjarahan logistik bantuan banjir di Aceh Utara.\n\n​Ketua JASA Aceh Utara, Muchlis Sayed Adnan, menilai bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya melukai hati rakyat, tetapi juga berpotensi menciptakan stabilitas keamanan yang rapuh dan memicu konflik besar di tengah situasi masyarakat yang sedang berduka akibat bencana banjir.\n\nTerkait insiden yang terjadi di Pidie Jaya, JASA menilai sikap oknum aparat yang mempertontonkan kekuasaan di hadapan warga sipil adalah kemunduran bagi perdamaian Aceh.\n​”Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi dan sikap arogan yang ditunjukkan oknum TNI di Pidie Jaya. Seharusnya aparat hadir sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, terutama saat warga sedang kesulitan, bukan justru menunjukkan kekuatan yang memicu trauma masa lalu,” ujar Muchlis dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).\n​​Selain itu, JASA juga menyoroti kasus dugaan penjarahan logistik di Aceh Utara yang melibatkan oknum aparat.\n\nJASA menyatakan kekecewaannya terhadap respons Danrem yang dinilai tidak tegas dan cenderung defensif dalam menangani kasus tersebut.\n\n​”Logistik itu hak rakyat yang sedang tertimpa musibah. Jika benar terjadi penjarahan oleh oknum, ini adalah pelanggaran moral yang sangat berat. Kami mengecam sikap Danrem yang seolah-olah membiarkan masalah ini tanpa evaluasi mendalam. Ini bukan sekadar urusan perut, tapi urusan kemanusiaan dan etika institusi,” lanjut pernyataan tersebut.\n\n​JASA mengingatkan semua pihak bahwa Aceh saat ini berada dalam kondisi sensitif akibat bencana banjir yang meluas. Ketegangan antara masyarakat dan aparat hanya akan memperburuk situasi.\n\n​\n​\n\nSelengkapnya di Asnapost\n\nSponsor: \n\n🚘 Tumbuh Kembang Bersama  \n\n🚖 Salon Mobil Pertama di Idi Rayeuk  \n\n☕ Nikmati Kopi Sambil Berwakaf  \n\n🏪  No.1 Supplier Bahan Makanan & Minuman"
            }
        },
        {
            "key": "88royals.coating",
            "attributes": {
                "label": "88royals.coating",
                "x": 695.330770594059,
                "y": 188.53721142841107,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8807,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3793016390055699412_485996142",
                "id": "88royals.coating",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Utara, mengeluarkan pernyataan keras mengecam serangkaian tindakan oknum TNI yang dinilai arogan di Kabupaten Pidie Jaya, serta menyayangkan sikap Komandan Korem (Danrem) terkait insiden penjarahan logistik bantuan banjir di Aceh Utara.\n\n​Ketua JASA Aceh Utara, Muchlis Sayed Adnan, menilai bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya melukai hati rakyat, tetapi juga berpotensi menciptakan stabilitas keamanan yang rapuh dan memicu konflik besar di tengah situasi masyarakat yang sedang berduka akibat bencana banjir.\n\nTerkait insiden yang terjadi di Pidie Jaya, JASA menilai sikap oknum aparat yang mempertontonkan kekuasaan di hadapan warga sipil adalah kemunduran bagi perdamaian Aceh.\n​”Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi dan sikap arogan yang ditunjukkan oknum TNI di Pidie Jaya. Seharusnya aparat hadir sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, terutama saat warga sedang kesulitan, bukan justru menunjukkan kekuatan yang memicu trauma masa lalu,” ujar Muchlis dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).\n​​Selain itu, JASA juga menyoroti kasus dugaan penjarahan logistik di Aceh Utara yang melibatkan oknum aparat.\n\nJASA menyatakan kekecewaannya terhadap respons Danrem yang dinilai tidak tegas dan cenderung defensif dalam menangani kasus tersebut.\n\n​”Logistik itu hak rakyat yang sedang tertimpa musibah. Jika benar terjadi penjarahan oleh oknum, ini adalah pelanggaran moral yang sangat berat. Kami mengecam sikap Danrem yang seolah-olah membiarkan masalah ini tanpa evaluasi mendalam. Ini bukan sekadar urusan perut, tapi urusan kemanusiaan dan etika institusi,” lanjut pernyataan tersebut.\n\n​JASA mengingatkan semua pihak bahwa Aceh saat ini berada dalam kondisi sensitif akibat bencana banjir yang meluas. Ketegangan antara masyarakat dan aparat hanya akan memperburuk situasi.\n\n​\n​\n\nSelengkapnya di Asnapost\n\nSponsor: \n\n🚘 Tumbuh Kembang Bersama  \n\n🚖 Salon Mobil Pertama di Idi Rayeuk  \n\n☕ Nikmati Kopi Sambil Berwakaf  \n\n🏪  No.1 Supplier Bahan Makanan & Minuman"
            }
        },
        {
            "key": "kafaroastery",
            "attributes": {
                "label": "kafaroastery",
                "x": 849.1378192381917,
                "y": 209.86296736616507,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8807,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3793016390055699412_485996142",
                "id": "kafaroastery",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Utara, mengeluarkan pernyataan keras mengecam serangkaian tindakan oknum TNI yang dinilai arogan di Kabupaten Pidie Jaya, serta menyayangkan sikap Komandan Korem (Danrem) terkait insiden penjarahan logistik bantuan banjir di Aceh Utara.\n\n​Ketua JASA Aceh Utara, Muchlis Sayed Adnan, menilai bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya melukai hati rakyat, tetapi juga berpotensi menciptakan stabilitas keamanan yang rapuh dan memicu konflik besar di tengah situasi masyarakat yang sedang berduka akibat bencana banjir.\n\nTerkait insiden yang terjadi di Pidie Jaya, JASA menilai sikap oknum aparat yang mempertontonkan kekuasaan di hadapan warga sipil adalah kemunduran bagi perdamaian Aceh.\n​”Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi dan sikap arogan yang ditunjukkan oknum TNI di Pidie Jaya. Seharusnya aparat hadir sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, terutama saat warga sedang kesulitan, bukan justru menunjukkan kekuatan yang memicu trauma masa lalu,” ujar Muchlis dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).\n​​Selain itu, JASA juga menyoroti kasus dugaan penjarahan logistik di Aceh Utara yang melibatkan oknum aparat.\n\nJASA menyatakan kekecewaannya terhadap respons Danrem yang dinilai tidak tegas dan cenderung defensif dalam menangani kasus tersebut.\n\n​”Logistik itu hak rakyat yang sedang tertimpa musibah. Jika benar terjadi penjarahan oleh oknum, ini adalah pelanggaran moral yang sangat berat. Kami mengecam sikap Danrem yang seolah-olah membiarkan masalah ini tanpa evaluasi mendalam. Ini bukan sekadar urusan perut, tapi urusan kemanusiaan dan etika institusi,” lanjut pernyataan tersebut.\n\n​JASA mengingatkan semua pihak bahwa Aceh saat ini berada dalam kondisi sensitif akibat bencana banjir yang meluas. Ketegangan antara masyarakat dan aparat hanya akan memperburuk situasi.\n\n​\n​\n\nSelengkapnya di Asnapost\n\nSponsor: \n\n🚘 Tumbuh Kembang Bersama  \n\n🚖 Salon Mobil Pertama di Idi Rayeuk  \n\n☕ Nikmati Kopi Sambil Berwakaf  \n\n🏪  No.1 Supplier Bahan Makanan & Minuman"
            }
        },
        {
            "key": "merdekasupply",
            "attributes": {
                "label": "merdekasupply",
                "x": 656.8537081968453,
                "y": 346.73022063055356,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8807,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3793016390055699412_485996142",
                "id": "merdekasupply",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh Utara, mengeluarkan pernyataan keras mengecam serangkaian tindakan oknum TNI yang dinilai arogan di Kabupaten Pidie Jaya, serta menyayangkan sikap Komandan Korem (Danrem) terkait insiden penjarahan logistik bantuan banjir di Aceh Utara.\n\n​Ketua JASA Aceh Utara, Muchlis Sayed Adnan, menilai bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya melukai hati rakyat, tetapi juga berpotensi menciptakan stabilitas keamanan yang rapuh dan memicu konflik besar di tengah situasi masyarakat yang sedang berduka akibat bencana banjir.\n\nTerkait insiden yang terjadi di Pidie Jaya, JASA menilai sikap oknum aparat yang mempertontonkan kekuasaan di hadapan warga sipil adalah kemunduran bagi perdamaian Aceh.\n​”Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi dan sikap arogan yang ditunjukkan oknum TNI di Pidie Jaya. Seharusnya aparat hadir sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, terutama saat warga sedang kesulitan, bukan justru menunjukkan kekuatan yang memicu trauma masa lalu,” ujar Muchlis dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).\n​​Selain itu, JASA juga menyoroti kasus dugaan penjarahan logistik di Aceh Utara yang melibatkan oknum aparat.\n\nJASA menyatakan kekecewaannya terhadap respons Danrem yang dinilai tidak tegas dan cenderung defensif dalam menangani kasus tersebut.\n\n​”Logistik itu hak rakyat yang sedang tertimpa musibah. Jika benar terjadi penjarahan oleh oknum, ini adalah pelanggaran moral yang sangat berat. Kami mengecam sikap Danrem yang seolah-olah membiarkan masalah ini tanpa evaluasi mendalam. Ini bukan sekadar urusan perut, tapi urusan kemanusiaan dan etika institusi,” lanjut pernyataan tersebut.\n\n​JASA mengingatkan semua pihak bahwa Aceh saat ini berada dalam kondisi sensitif akibat bencana banjir yang meluas. Ketegangan antara masyarakat dan aparat hanya akan memperburuk situasi.\n\n​\n​\n\nSelengkapnya di Asnapost\n\nSponsor: \n\n🚘 Tumbuh Kembang Bersama  \n\n🚖 Salon Mobil Pertama di Idi Rayeuk  \n\n☕ Nikmati Kopi Sambil Berwakaf  \n\n🏪  No.1 Supplier Bahan Makanan & Minuman"
            }
        },
        {
            "key": "kaba_nagari",
            "attributes": {
                "label": "kaba_nagari",
                "x": 509.5014479191959,
                "y": 416.3132814482713,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 2,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3794097018869309258_42002250789",
                "id": "kaba_nagari",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Banjir susulan kembali melanda Batu Busuk sekira Pukul ± 21.30 WIB, Selasa (23/12/25) malam. \n\nDimana air tampak besar dan cukub deras, saat ini Anggota TNI sedang melakukan Evakuasi warga ketempat yang lebih aman\n\nSemoga air tidak bertambah besar..Aamin\n\nVideo bg  \nVia"
            }
        },
        {
            "key": "aldo_toco",
            "attributes": {
                "label": "aldo_toco",
                "x": 263.41393592105476,
                "y": 372.3565904258294,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.6124,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794097018869309258_42002250789",
                "id": "aldo_toco",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Banjir susulan kembali melanda Batu Busuk sekira Pukul ± 21.30 WIB, Selasa (23/12/25) malam. \n\nDimana air tampak besar dan cukub deras, saat ini Anggota TNI sedang melakukan Evakuasi warga ketempat yang lebih aman\n\nSemoga air tidak bertambah besar..Aamin\n\nVideo bg  \nVia"
            }
        },
        {
            "key": "info_lintassumbar",
            "attributes": {
                "label": "info_lintassumbar",
                "x": 574.8651056146043,
                "y": 196.65577774012576,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.6124,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794097018869309258_42002250789",
                "id": "info_lintassumbar",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Banjir susulan kembali melanda Batu Busuk sekira Pukul ± 21.30 WIB, Selasa (23/12/25) malam. \n\nDimana air tampak besar dan cukub deras, saat ini Anggota TNI sedang melakukan Evakuasi warga ketempat yang lebih aman\n\nSemoga air tidak bertambah besar..Aamin\n\nVideo bg  \nVia"
            }
        },
        {
            "key": "borobudur_news",
            "attributes": {
                "label": "borobudur_news",
                "x": 365.74132328205746,
                "y": 956.4368326488724,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3789335842536414691_10172202088",
                "id": "borobudur_news",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "🚨 Viral! Korban Kecelakaan Justru Jadi Tersangka\n\nKasus kecelakaan lalu lintas ini menuai sorotan tajam publik usai videonya viral di media sosial TikTok yang diunggah akun  Pasalnya, seorang korban tabrakan justru ditetapkan sebagai tersangka, sementara pengendara yang menabraknya meninggal dunia.\n\nPeristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di sebuah jalan kampung yang sempit, menanjak, dan berkelok, tanpa kamera pengawas. Korban mengendarai sepeda motor bersama temannya dengan kecepatan sekitar 30–35 km/jam, berada di belakang sebuah mobil milik oknum TNI. Tiba-tiba, mobil tersebut membanting setir ke kiri tanpa aba-aba.\n\nDi saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang sebelumnya sudah bersenggolan dengan mobil hingga kehilangan kendali. Motor itu kemudian menabrak dan menyerempet korban yang berada di jalurnya, hingga menyebabkan pengendara dari arah berlawanan meninggal dunia.\n\nNamun, keluarga korban mempertanyakan rasa keadilan. Korban justru diproses hukum dan dipenjara, sementara pengemudi mobil hanya berstatus saksi. Dalam persidangan, kesaksian pengemudi mobil tentang tabrakan adu banteng dibantah keluarga korban karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi kerusakan kendaraan. Keluarga juga menyoroti mobil yang rusak tidak dijadikan barang bukti, berbeda dengan dua sepeda motor yang diamankan.\n\nPublik berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara objektif, transparan, dan adil, agar kebenaran benar-benar terungkap.\n\n📰 Sumber artikel: topfive_id\n\n#Borobudurnews #KasusViral #KecelakaanLaluLintas #KorbanJadiTersangka #CariKeadilan #Hukum #PenegakanHukum #ViralMedsos #TikTokViral #SuaraRakyat"
            }
        },
        {
            "key": "az_zahra0609.",
            "attributes": {
                "label": "az_zahra0609.",
                "x": 244.66451710608084,
                "y": 65.18893600108078,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 15.0757,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3789335842536414691_10172202088",
                "id": "az_zahra0609.",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "🚨 Viral! Korban Kecelakaan Justru Jadi Tersangka\n\nKasus kecelakaan lalu lintas ini menuai sorotan tajam publik usai videonya viral di media sosial TikTok yang diunggah akun  Pasalnya, seorang korban tabrakan justru ditetapkan sebagai tersangka, sementara pengendara yang menabraknya meninggal dunia.\n\nPeristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di sebuah jalan kampung yang sempit, menanjak, dan berkelok, tanpa kamera pengawas. Korban mengendarai sepeda motor bersama temannya dengan kecepatan sekitar 30–35 km/jam, berada di belakang sebuah mobil milik oknum TNI. Tiba-tiba, mobil tersebut membanting setir ke kiri tanpa aba-aba.\n\nDi saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang sebelumnya sudah bersenggolan dengan mobil hingga kehilangan kendali. Motor itu kemudian menabrak dan menyerempet korban yang berada di jalurnya, hingga menyebabkan pengendara dari arah berlawanan meninggal dunia.\n\nNamun, keluarga korban mempertanyakan rasa keadilan. Korban justru diproses hukum dan dipenjara, sementara pengemudi mobil hanya berstatus saksi. Dalam persidangan, kesaksian pengemudi mobil tentang tabrakan adu banteng dibantah keluarga korban karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi kerusakan kendaraan. Keluarga juga menyoroti mobil yang rusak tidak dijadikan barang bukti, berbeda dengan dua sepeda motor yang diamankan.\n\nPublik berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara objektif, transparan, dan adil, agar kebenaran benar-benar terungkap.\n\n📰 Sumber artikel: topfive_id\n\n#Borobudurnews #KasusViral #KecelakaanLaluLintas #KorbanJadiTersangka #CariKeadilan #Hukum #PenegakanHukum #ViralMedsos #TikTokViral #SuaraRakyat"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "attributes": {
                "label": "idntimes.video",
                "x": 7.893401612952711,
                "y": 991.2361923450749,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 9,
                    "degree": 9
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "idntimes.video",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "IDNTimes",
            "attributes": {
                "label": "IDNTimes",
                "x": 677.2282486448636,
                "y": 910.9080778897668,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "IDNTimes",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "IDNTimes.Korea",
            "attributes": {
                "label": "IDNTimes.Korea",
                "x": 460.96118527825456,
                "y": 532.1587981749458,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "IDNTimes.Korea",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "IDNTimes.Community",
            "attributes": {
                "label": "IDNTimes.Community",
                "x": 957.4566194934919,
                "y": 832.153116776066,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "IDNTimes.Community",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "IDNTimes.Hype",
            "attributes": {
                "label": "IDNTimes.Hype",
                "x": 653.3376178526418,
                "y": 777.7951965132432,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "IDNTimes.Hype",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "Duniaku_com",
            "attributes": {
                "label": "Duniaku_com",
                "x": 459.08638701385837,
                "y": 93.14286589255327,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "Duniaku_com",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "Popbela_com",
            "attributes": {
                "label": "Popbela_com",
                "x": 688.6842978925716,
                "y": 326.6010412996315,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "Popbela_com",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "Popbela.Beauty",
            "attributes": {
                "label": "Popbela.Beauty",
                "x": 248.0852303164317,
                "y": 427.7436461268979,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "Popbela.Beauty",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "Popmama_com",
            "attributes": {
                "label": "Popmama_com",
                "x": 699.2297328740094,
                "y": 275.2819674122079,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "Popmama_com",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "Yummy.idn",
            "attributes": {
                "label": "Yummy.idn",
                "x": 429.66118938485454,
                "y": 125.17430542306252,
                "size": 15.0,
                "color": "#3EC764",
                "sentiment": "positif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.9186,
                    "eigenvector": 100.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3794493598608619054_2089700769",
                "id": "Yummy.idn",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Penampakan Uang Rp6 Triliun Bakal Diserahkan Satgas PKH ke Pemerintah\n\nSatuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) akan menyerahkan uang Rp6 triliun lebih hasil penyelamatan keuangan negara ke Pemerintah pada hari ini (24/12/2025).\n\nPantauan IDN Times di Gedung Bundar Kejagung pada pukul 12.00 WIB, terlihat tumpukan uang dengan pecahan Rp100 ribu disusun setinggi lebih dari satu meter memenuhi lobi gedung.\n\nUang tersebut diturunkan dari mobil boks dan dibawa menggunakan troli oleh anggota TNI. Uang tersebut kemudian disusun di lobi gedung.\n\nSaat menyusun, petugas bahkan harus menaiki dan berjalan di tumpukan uang. Pada pukul 12.30 WIB, lokasi dilakukan sterilisasi oleh Paspampres.\n\nBerdasarkan undangan yang diterima, seremonial penyerahan uang ini akan digelar pukul 15.00 WIB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir di lokasi.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending"
            }
        },
        {
            "key": "voidotid",
            "attributes": {
                "label": "voidotid",
                "x": 326.4136525229224,
                "y": 698.4659755539313,
                "size": 3.0,
                "color": "#B3B6C6",
                "sentiment": "netral",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 2,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3793008987621901896_22428115212",
                "id": "voidotid",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Acara diskusi dan bedah buku \"Reset Indonesia\" yang dijadwalkan digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, pada Sabtu malam, 20 Desember 2025 terpaksa batal terselenggara, usai dibubarkan aparat dan perangkat pemerintah setempat. \n\nSaat acara itu akan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, tiba-tiba camat, kepala desa, sekretaris desa, anggota TNI, dan anggota polisi mendatangi lokasi lantas memerintahkan agar acara tersebut dihentikan dengan alasan tidak ada izin. Padahal, panitia kegiatan sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Polsek Madiun. Dalam acara bedah buku tersebut juga hadir tim lengkap dari penulis. \n\nBuku \"Reset Indonesia\" merupakan kumpulan tulisan jurnalistik kritis tentang persoalan struktural bangsa yang ditulis oleh empat jurnalis lintas generasi, yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu, berdasarkan perjalanan ekspedisi panjang. --rm--\n\n📽  ,"
            }
        },
        {
            "key": "dandhy_laksono",
            "attributes": {
                "label": "dandhy_laksono",
                "x": 798.84551578056,
                "y": 847.2560003238779,
                "size": 3.0,
                "color": "#B3B6C6",
                "sentiment": "netral",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.6124,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3793008987621901896_22428115212",
                "id": "dandhy_laksono",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Acara diskusi dan bedah buku \"Reset Indonesia\" yang dijadwalkan digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, pada Sabtu malam, 20 Desember 2025 terpaksa batal terselenggara, usai dibubarkan aparat dan perangkat pemerintah setempat. \n\nSaat acara itu akan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, tiba-tiba camat, kepala desa, sekretaris desa, anggota TNI, dan anggota polisi mendatangi lokasi lantas memerintahkan agar acara tersebut dihentikan dengan alasan tidak ada izin. Padahal, panitia kegiatan sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Polsek Madiun. Dalam acara bedah buku tersebut juga hadir tim lengkap dari penulis. \n\nBuku \"Reset Indonesia\" merupakan kumpulan tulisan jurnalistik kritis tentang persoalan struktural bangsa yang ditulis oleh empat jurnalis lintas generasi, yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu, berdasarkan perjalanan ekspedisi panjang. --rm--\n\n📽  ,"
            }
        },
        {
            "key": "farid.gaban",
            "attributes": {
                "label": "farid.gaban",
                "x": 409.08717846168594,
                "y": 314.3125361920465,
                "size": 3.0,
                "color": "#B3B6C6",
                "sentiment": "netral",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.6124,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3793008987621901896_22428115212",
                "id": "farid.gaban",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Acara diskusi dan bedah buku \"Reset Indonesia\" yang dijadwalkan digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, pada Sabtu malam, 20 Desember 2025 terpaksa batal terselenggara, usai dibubarkan aparat dan perangkat pemerintah setempat. \n\nSaat acara itu akan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, tiba-tiba camat, kepala desa, sekretaris desa, anggota TNI, dan anggota polisi mendatangi lokasi lantas memerintahkan agar acara tersebut dihentikan dengan alasan tidak ada izin. Padahal, panitia kegiatan sudah memberikan surat pemberitahuan kepada Polsek Madiun. Dalam acara bedah buku tersebut juga hadir tim lengkap dari penulis. \n\nBuku \"Reset Indonesia\" merupakan kumpulan tulisan jurnalistik kritis tentang persoalan struktural bangsa yang ditulis oleh empat jurnalis lintas generasi, yakni Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu, berdasarkan perjalanan ekspedisi panjang. --rm--\n\n📽  ,"
            }
        },
        {
            "key": "kanal_idn",
            "attributes": {
                "label": "kanal_idn",
                "x": 247.89365002840324,
                "y": 170.79671742275636,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 3,
                    "degree": 3
                },
                "_id": "3788019637654096737_70232122951",
                "id": "kanal_idn",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "KETAPANG -Kasus penyerangan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal China terhadap satu warga sipil dan lima anggota TNI di area dekat perusahaan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) masih didalami. \n\nKapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan klarifikasi ke pihak-pihak terkait.\n\n\"Sementara masih kami klarifikasi terlebih dulu dengan pihak-pihak terkait untuk berita tersebut,\" jelas Harris, Senin (15/12/2025).\n\nBerdasarkan informasi di lapangan, penyerangan ini bermula dari dugaan kelancangan empat WN China menerbangkan drone di atas area PT SRM. \n\nPada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 15.30 WIB, warga sipil yang menjadi anggota pengamanan di PT SRM atas nama Iwan sedang melaksanakan tugas jaga.\n\nIwan kemudian melihat ada aktivitas penerbangan drone di sekitar PT SRM. Iwan pun langsung melakukan pengejaran ke titik pilot drone itu. Saat bersamaan, ada lima anggota TNI di lokasi dekat pos jaga. Lima anggota TNI ini memang sedang dalam kegiatan Latihan Dalam Satuan (LDS) di PT SRM.\n\nLima anggota TNI ikut melakukan pengejaran tanpa perbekalan s3nj4ta alias tangan kosong bersama Iwan. Mereka menggunakan satu mobil milik perusahaan dan sepeda motor milik karyawan PT SRM.\n\nKemudian, pada pukul 15.40 WIB, sekitar 300 meter dari pintu PT SRM, Iwan dan anggota TNI mendapati empat orang WN China. Salah satu dari mereka sedang menerbangkan drone.\n\nSaat Iwan dan TNI turun dari kendaraan, tiba-tiba datang 11 WN China lainnya. Mereka terlihat membawa empat bilah s4j dan airsoft gun serta alat setrum.\n\nPara WN China ini langsung melakukan penyerangan terhadap enam anggota menggunakan s4j Mobil dan motor yang digunakan turut dirusak. Karena kalah jumlah dan menghindari benturan, Iwan dan anggota TNI langsung berlari menuju area perusahaan.\n\nAkibat kejadian ini, pihak perusahaan mengalami kerugian berupa kerusakan berat pada mobil dan sepeda motor milik PT SRM. Satu s4j milik WN China juga dapat diamankan anggota pengamanan. Begitu juga kendaraan yang dirusak turut diamankan sebagai barang bukti. (detik.com)\n\n#wna\n#tni\n#china #kalbar #kanalidn"
            }
        },
        {
            "key": "m",
            "attributes": {
                "label": "m",
                "x": 751.4782169343307,
                "y": 338.77543313688676,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 10.4579,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 2,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3788019637654096737_70232122951",
                "id": "m",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "KETAPANG -Kasus penyerangan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal China terhadap satu warga sipil dan lima anggota TNI di area dekat perusahaan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) masih didalami. \n\nKapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan klarifikasi ke pihak-pihak terkait.\n\n\"Sementara masih kami klarifikasi terlebih dulu dengan pihak-pihak terkait untuk berita tersebut,\" jelas Harris, Senin (15/12/2025).\n\nBerdasarkan informasi di lapangan, penyerangan ini bermula dari dugaan kelancangan empat WN China menerbangkan drone di atas area PT SRM. \n\nPada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 15.30 WIB, warga sipil yang menjadi anggota pengamanan di PT SRM atas nama Iwan sedang melaksanakan tugas jaga.\n\nIwan kemudian melihat ada aktivitas penerbangan drone di sekitar PT SRM. Iwan pun langsung melakukan pengejaran ke titik pilot drone itu. Saat bersamaan, ada lima anggota TNI di lokasi dekat pos jaga. Lima anggota TNI ini memang sedang dalam kegiatan Latihan Dalam Satuan (LDS) di PT SRM.\n\nLima anggota TNI ikut melakukan pengejaran tanpa perbekalan s3nj4ta alias tangan kosong bersama Iwan. Mereka menggunakan satu mobil milik perusahaan dan sepeda motor milik karyawan PT SRM.\n\nKemudian, pada pukul 15.40 WIB, sekitar 300 meter dari pintu PT SRM, Iwan dan anggota TNI mendapati empat orang WN China. Salah satu dari mereka sedang menerbangkan drone.\n\nSaat Iwan dan TNI turun dari kendaraan, tiba-tiba datang 11 WN China lainnya. Mereka terlihat membawa empat bilah s4j dan airsoft gun serta alat setrum.\n\nPara WN China ini langsung melakukan penyerangan terhadap enam anggota menggunakan s4j Mobil dan motor yang digunakan turut dirusak. Karena kalah jumlah dan menghindari benturan, Iwan dan anggota TNI langsung berlari menuju area perusahaan.\n\nAkibat kejadian ini, pihak perusahaan mengalami kerugian berupa kerusakan berat pada mobil dan sepeda motor milik PT SRM. Satu s4j milik WN China juga dapat diamankan anggota pengamanan. Begitu juga kendaraan yang dirusak turut diamankan sebagai barang bukti. (detik.com)\n\n#wna\n#tni\n#china #kalbar #kanalidn"
            }
        },
        {
            "key": "m.",
            "attributes": {
                "label": "m.",
                "x": 448.32637525379096,
                "y": 378.32293482840305,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 10.4579,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3788019637654096737_70232122951",
                "id": "m.",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "KETAPANG -Kasus penyerangan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal China terhadap satu warga sipil dan lima anggota TNI di area dekat perusahaan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) masih didalami. \n\nKapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan klarifikasi ke pihak-pihak terkait.\n\n\"Sementara masih kami klarifikasi terlebih dulu dengan pihak-pihak terkait untuk berita tersebut,\" jelas Harris, Senin (15/12/2025).\n\nBerdasarkan informasi di lapangan, penyerangan ini bermula dari dugaan kelancangan empat WN China menerbangkan drone di atas area PT SRM. \n\nPada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 15.30 WIB, warga sipil yang menjadi anggota pengamanan di PT SRM atas nama Iwan sedang melaksanakan tugas jaga.\n\nIwan kemudian melihat ada aktivitas penerbangan drone di sekitar PT SRM. Iwan pun langsung melakukan pengejaran ke titik pilot drone itu. Saat bersamaan, ada lima anggota TNI di lokasi dekat pos jaga. Lima anggota TNI ini memang sedang dalam kegiatan Latihan Dalam Satuan (LDS) di PT SRM.\n\nLima anggota TNI ikut melakukan pengejaran tanpa perbekalan s3nj4ta alias tangan kosong bersama Iwan. Mereka menggunakan satu mobil milik perusahaan dan sepeda motor milik karyawan PT SRM.\n\nKemudian, pada pukul 15.40 WIB, sekitar 300 meter dari pintu PT SRM, Iwan dan anggota TNI mendapati empat orang WN China. Salah satu dari mereka sedang menerbangkan drone.\n\nSaat Iwan dan TNI turun dari kendaraan, tiba-tiba datang 11 WN China lainnya. Mereka terlihat membawa empat bilah s4j dan airsoft gun serta alat setrum.\n\nPara WN China ini langsung melakukan penyerangan terhadap enam anggota menggunakan s4j Mobil dan motor yang digunakan turut dirusak. Karena kalah jumlah dan menghindari benturan, Iwan dan anggota TNI langsung berlari menuju area perusahaan.\n\nAkibat kejadian ini, pihak perusahaan mengalami kerugian berupa kerusakan berat pada mobil dan sepeda motor milik PT SRM. Satu s4j milik WN China juga dapat diamankan anggota pengamanan. Begitu juga kendaraan yang dirusak turut diamankan sebagai barang bukti. (detik.com)\n\n#wna\n#tni\n#china #kalbar #kanalidn"
            }
        },
        {
            "key": "suaraketapang",
            "attributes": {
                "label": "suaraketapang",
                "x": 308.7505164681701,
                "y": 490.7547314367034,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 14.1722,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 2,
                    "out_degree": 2,
                    "degree": 4
                },
                "_id": "3787871075892966602_61466369209",
                "id": "suaraketapang",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Follow  jadi paham informasi lokal\n\nSebanyak 15 warga negara asing (WNA) asal China diduga terlibat aksi penyerangan terhadap petugas keamanan di kawasan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (14/12/2025) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan kendaraan perusahaan dan melibatkan anggota TNI yang berada di lokasi. \n\nChief Security PT SRM, Imran Kurniawan, membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa berlangsung di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, sekitar pukul 15.40 WIB.\n\n“Dalam kejadian itu, satu unit mobil dan satu sepeda motor milik perusahaan mengalami kerusakan berat akibat aksi penyerangan oleh WN China,” ujar Imran saat dikonfirmasi wartawan, Minggu.\n\nMenurut Imran, kejadian bermula ketika petugas pengamanan sipil PT SRM mendeteksi aktivitas penerbangan drone di sekitar area perusahaan sekitar pukul 15.30 WIB. Lima anggota TNI yang tengah melaksanakan latihan dasar satuan (LDS) di lokasi turut membantu pengejaran terhadap operator drone tersebut.\n\nBaca sampai tuntas di link IG stories / bio"
            }
        },
        {
            "key": "awak_lhokseumawe",
            "attributes": {
                "label": "awak_lhokseumawe",
                "x": 112.43152191426775,
                "y": 349.37683550260755,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 54.3265,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3788599453801202420_10564124446",
                "id": "awak_lhokseumawe",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "AWL: Seorang jurnalis Kompas TV, Davi Abdullah, mengaku mengalami intimidasi dan pemaksaan penghapusan karya jurnalistik oleh sejumlah anggota TNI saat meliput di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), kamis (11/12/25).\n\nPeristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.05 WIB ketika Davi tiba di posko bersama reporter Kompas TV, Mutia. Saat itu, ia sedang menyiapkan kebutuhan siaran langsung dan mengambil gambar untuk keperluan insert live.\n\nMenurut penuturan Davi, ia melihat sekelompok warga negara asing (WNA) turun dari sebuah mobil Innova dengan membawa koper. Mereka mengenakan pakaian berlogo Malaysia dan tampak berasal dari etnis Tionghoa dan India.\n\nDavi kemudian mendekat untuk merekam aktivitas tersebut. Tak lama berselang, sejumlah anggota TNI dan seseorang yang mengaku intelijen menghampiri para WNA, meminta menunjukkan dokumen perjalanan. Dalam rombongan itu, terdapat tiga orang yang mengaku sebagai staf khusus Gubernur Aceh.\n\nMereka menjelaskan bahwa WNA tersebut hendak menuju Aceh Tamiang bersama rombongan gubernur untuk menyalurkan bantuan.\n.\n📸: Dokumentasi KKJ Aceh\n.\nSelengkapnya di: fokusinspirasi.com\n.\n \n#awaklhokseumawe"
            }
        },
        {
            "key": "mediaindonesia",
            "attributes": {
                "label": "mediaindonesia",
                "x": 770.894963235856,
                "y": 576.465904830726,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 2,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3788940439786216813_1535047760",
                "id": "mediaindonesia",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "PENYELUNDUPAN sumber daya alam ke luar negeri yang diduga turut dibekingi aparat nakal dari unsur TNI dan Polri membuat Presiden Prabowo Subianto semakin gerah. Beberapa kali peringatannya rupanya kurang ampuh, sehingga Prabowo kembali mengungkit masalah yang sama di Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12), di Istana Negara, Jakarta.\n\nKepala Negara mengaku mendapat laporan yang mengungkapkan keterlibatan sejumlah pejabat serta anggota TNI dan Polri dalam aktivitas penyelundupan dan kegiatan ilegal.\n\nSaksikan selengkapnya dalam Editorial Media Indonesia, Tekuk Beking Mafia Tambang, bersama Anggota Dewan Redaksi Media Group, Indra Maulana  \n\nLive Rabu, 17 Desember 2025 pukul 07.05 WIB di"
            }
        },
        {
            "key": "indramaulana.10",
            "attributes": {
                "label": "indramaulana.10",
                "x": 462.74123423923373,
                "y": 119.87300846626292,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.6124,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3788940439786216813_1535047760",
                "id": "indramaulana.10",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "PENYELUNDUPAN sumber daya alam ke luar negeri yang diduga turut dibekingi aparat nakal dari unsur TNI dan Polri membuat Presiden Prabowo Subianto semakin gerah. Beberapa kali peringatannya rupanya kurang ampuh, sehingga Prabowo kembali mengungkit masalah yang sama di Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12), di Istana Negara, Jakarta.\n\nKepala Negara mengaku mendapat laporan yang mengungkapkan keterlibatan sejumlah pejabat serta anggota TNI dan Polri dalam aktivitas penyelundupan dan kegiatan ilegal.\n\nSaksikan selengkapnya dalam Editorial Media Indonesia, Tekuk Beking Mafia Tambang, bersama Anggota Dewan Redaksi Media Group, Indra Maulana  \n\nLive Rabu, 17 Desember 2025 pukul 07.05 WIB di"
            }
        },
        {
            "key": "metrotv",
            "attributes": {
                "label": "metrotv",
                "x": 510.27689438121314,
                "y": 289.0107312741114,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.6124,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3788940439786216813_1535047760",
                "id": "metrotv",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "PENYELUNDUPAN sumber daya alam ke luar negeri yang diduga turut dibekingi aparat nakal dari unsur TNI dan Polri membuat Presiden Prabowo Subianto semakin gerah. Beberapa kali peringatannya rupanya kurang ampuh, sehingga Prabowo kembali mengungkit masalah yang sama di Sidang Kabinet Paripurna, Senin (15/12), di Istana Negara, Jakarta.\n\nKepala Negara mengaku mendapat laporan yang mengungkapkan keterlibatan sejumlah pejabat serta anggota TNI dan Polri dalam aktivitas penyelundupan dan kegiatan ilegal.\n\nSaksikan selengkapnya dalam Editorial Media Indonesia, Tekuk Beking Mafia Tambang, bersama Anggota Dewan Redaksi Media Group, Indra Maulana  \n\nLive Rabu, 17 Desember 2025 pukul 07.05 WIB di"
            }
        },
        {
            "key": "hariharijogja",
            "attributes": {
                "label": "hariharijogja",
                "x": 446.8615742695108,
                "y": 598.5772421867489,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 11.3707,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 3,
                    "out_degree": 3,
                    "degree": 6
                },
                "_id": "3787966694036718698_70801425161",
                "id": "hariharijogja",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Keselamatan Jurnalis mengecam dugaan intimidasi sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI terhadap jurnalis Kompas TV Aceh, Davi Abdullah. Dalam keterangannya, KKJ menduga sejumlah prajurit telah merampas dan menghapus karya jurnalistik Davi ketika bertugas di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, pada Kamis, 11 Desember 2025.\n\nKKJ pun menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan keterangan dari Davi. Semula, Davi sedang bersiap untuk melakukan siaran langsung pada pukul 10.05 WIB. Davi bertanggung jawab atas kebutuhan visual sehingga ia mengambil gambar dengan merekam area dan aktivitas di sekitar Lanud Sultan Iskandar Muda.\n\nSetelah itu, Davi mengaku seorang anggota TNI Angkatan Udara mendatanginya dan meminta untuk menghapus rekaman video tersebut. Davi menolak dengan mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah kerja-kerja jurnalistik di ruang publik. Davi teguh meski ia mengklaim mendapat hardikan. Ketika merasa terpojok, Davi berkata tidak akan menyiarkan rekaman video tadi.\n\n“Rekaman audio visual sebanyak dua file berdurasi empat menit yang sebelumnya direkam oleh Davi pun dihapus,” ujar KKJ. Setelah memastikan rekaman tersebut lenyap, kata KKJ, Fransisco mengembalikan handphone itu kepada Davi sambil mengucapkan kalimat bernada mengancam.\n\n“Pihak Kompas TV dan TNI Sudah bertemu dan meyakini semua hanya kesalahpahaman saja, bukan intimidasi dan perampasan seperti yang diberitakan,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Freddy Ardianzah saat dihubungi pada Sabtu, 13 Desember 2025.\n\n—————————————————————\n\n\n\n—————————————————————\nsumber: Tempo\n\n#newsupdate #aceh #jurnalis"
            }
        },
        {
            "key": "mojokertokota.kita",
            "attributes": {
                "label": "mojokertokota.kita",
                "x": 581.2728379020175,
                "y": 690.6607688298039,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8181,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 5,
                    "degree": 6
                },
                "_id": "3788288089040017657_46986283893",
                "id": "mojokertokota.kita",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Seorang pria bersama temannya mengendarai sepeda motor sekitar pukul 18.00 WIB untuk pulang ke rumah melalui jalan kampung yang sempit, menanjak, dan berkelok, tanpa kamera pengawas. Saat itu, pria tersebut berada di belakang sebuah mobil milik oknum TNI dengan jarak sekitar tiga meter dan kecepatan sekitar 30–35 km/jam. Karena kondisi jalan dan terhalang mobil di depannya, ia tidak dapat melihat situasi di depan secara jelas.\n\nSecara tiba-tiba, mobil di depannya membanting setir ke kiri tanpa aba-aba. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang sebelumnya sudah bersenggolan dengan mobil tersebut hingga kehilangan kendali. Motor itu kemudian menabrak dan menyerempet pria yang berada di belakang mobil, meski pria tersebut tetap berada di jalurnya. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor dari arah berlawanan meninggal dunia.\n\nNamun, keluarga korban merasa keadilan tidak ditegakkan. Pria yang menjadi korban justru dilaporkan dan dipenjara, sementara pengemudi mobil hanya dijadikan saksi. Dalam persidangan, pengemudi mobil bersaksi bahwa terjadi tabrakan adu banteng, yang dibantah keluarga korban karena kerusakan motor tidak sesuai dengan klaim tersebut. Keluarga korban juga mempertanyakan mengapa hanya dua sepeda motor yang dijadikan barang bukti, sementara mobil yang mengalami kerusakan dilepaskan. Keluarga korban mengaku sangat kecewa karena merasa tidak diberi ruang untuk membela diri, meski pria tersebut sejatinya adalah korban dalam peristiwa ini.\n\nSupport by\n☑️ Ingin cari perumahan di Mojosari cek \n☑️ Ingin renovasi atau bangun rumah \n☑️ Ingin Jual atau Beli Properti \n☑️ Ingin Kopi Hitam. Pekat. Jujur \n.\nmojokertokota.kita\n☑ Informasi tentang mojokerto\n☑ Endorse dan Paid Promote\n☑ Konsultasi Digital Marketing, social media management dan advertising\nHubungi 0822.5512.1667\n.\nfollow \n.\n#mojokerto #mojokertokotakita #mkk"
            }
        },
        {
            "key": "azarinepremium",
            "attributes": {
                "label": "azarinepremium",
                "x": 549.7100806143155,
                "y": 324.1234981335541,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8181,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3788288089040017657_46986283893",
                "id": "azarinepremium",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Seorang pria bersama temannya mengendarai sepeda motor sekitar pukul 18.00 WIB untuk pulang ke rumah melalui jalan kampung yang sempit, menanjak, dan berkelok, tanpa kamera pengawas. Saat itu, pria tersebut berada di belakang sebuah mobil milik oknum TNI dengan jarak sekitar tiga meter dan kecepatan sekitar 30–35 km/jam. Karena kondisi jalan dan terhalang mobil di depannya, ia tidak dapat melihat situasi di depan secara jelas.\n\nSecara tiba-tiba, mobil di depannya membanting setir ke kiri tanpa aba-aba. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang sebelumnya sudah bersenggolan dengan mobil tersebut hingga kehilangan kendali. Motor itu kemudian menabrak dan menyerempet pria yang berada di belakang mobil, meski pria tersebut tetap berada di jalurnya. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor dari arah berlawanan meninggal dunia.\n\nNamun, keluarga korban merasa keadilan tidak ditegakkan. Pria yang menjadi korban justru dilaporkan dan dipenjara, sementara pengemudi mobil hanya dijadikan saksi. Dalam persidangan, pengemudi mobil bersaksi bahwa terjadi tabrakan adu banteng, yang dibantah keluarga korban karena kerusakan motor tidak sesuai dengan klaim tersebut. Keluarga korban juga mempertanyakan mengapa hanya dua sepeda motor yang dijadikan barang bukti, sementara mobil yang mengalami kerusakan dilepaskan. Keluarga korban mengaku sangat kecewa karena merasa tidak diberi ruang untuk membela diri, meski pria tersebut sejatinya adalah korban dalam peristiwa ini.\n\nSupport by\n☑️ Ingin cari perumahan di Mojosari cek \n☑️ Ingin renovasi atau bangun rumah \n☑️ Ingin Jual atau Beli Properti \n☑️ Ingin Kopi Hitam. Pekat. Jujur \n.\nmojokertokota.kita\n☑ Informasi tentang mojokerto\n☑ Endorse dan Paid Promote\n☑ Konsultasi Digital Marketing, social media management dan advertising\nHubungi 0822.5512.1667\n.\nfollow \n.\n#mojokerto #mojokertokotakita #mkk"
            }
        },
        {
            "key": "renovasimojokerto",
            "attributes": {
                "label": "renovasimojokerto",
                "x": 56.575726636276634,
                "y": 117.00885051432186,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8181,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3788288089040017657_46986283893",
                "id": "renovasimojokerto",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Seorang pria bersama temannya mengendarai sepeda motor sekitar pukul 18.00 WIB untuk pulang ke rumah melalui jalan kampung yang sempit, menanjak, dan berkelok, tanpa kamera pengawas. Saat itu, pria tersebut berada di belakang sebuah mobil milik oknum TNI dengan jarak sekitar tiga meter dan kecepatan sekitar 30–35 km/jam. Karena kondisi jalan dan terhalang mobil di depannya, ia tidak dapat melihat situasi di depan secara jelas.\n\nSecara tiba-tiba, mobil di depannya membanting setir ke kiri tanpa aba-aba. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang sebelumnya sudah bersenggolan dengan mobil tersebut hingga kehilangan kendali. Motor itu kemudian menabrak dan menyerempet pria yang berada di belakang mobil, meski pria tersebut tetap berada di jalurnya. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor dari arah berlawanan meninggal dunia.\n\nNamun, keluarga korban merasa keadilan tidak ditegakkan. Pria yang menjadi korban justru dilaporkan dan dipenjara, sementara pengemudi mobil hanya dijadikan saksi. Dalam persidangan, pengemudi mobil bersaksi bahwa terjadi tabrakan adu banteng, yang dibantah keluarga korban karena kerusakan motor tidak sesuai dengan klaim tersebut. Keluarga korban juga mempertanyakan mengapa hanya dua sepeda motor yang dijadikan barang bukti, sementara mobil yang mengalami kerusakan dilepaskan. Keluarga korban mengaku sangat kecewa karena merasa tidak diberi ruang untuk membela diri, meski pria tersebut sejatinya adalah korban dalam peristiwa ini.\n\nSupport by\n☑️ Ingin cari perumahan di Mojosari cek \n☑️ Ingin renovasi atau bangun rumah \n☑️ Ingin Jual atau Beli Properti \n☑️ Ingin Kopi Hitam. Pekat. Jujur \n.\nmojokertokota.kita\n☑ Informasi tentang mojokerto\n☑ Endorse dan Paid Promote\n☑ Konsultasi Digital Marketing, social media management dan advertising\nHubungi 0822.5512.1667\n.\nfollow \n.\n#mojokerto #mojokertokotakita #mkk"
            }
        },
        {
            "key": "mojokertoproperti",
            "attributes": {
                "label": "mojokertoproperti",
                "x": 589.2717585031263,
                "y": 36.22239103352376,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8181,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3788288089040017657_46986283893",
                "id": "mojokertoproperti",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Seorang pria bersama temannya mengendarai sepeda motor sekitar pukul 18.00 WIB untuk pulang ke rumah melalui jalan kampung yang sempit, menanjak, dan berkelok, tanpa kamera pengawas. Saat itu, pria tersebut berada di belakang sebuah mobil milik oknum TNI dengan jarak sekitar tiga meter dan kecepatan sekitar 30–35 km/jam. Karena kondisi jalan dan terhalang mobil di depannya, ia tidak dapat melihat situasi di depan secara jelas.\n\nSecara tiba-tiba, mobil di depannya membanting setir ke kiri tanpa aba-aba. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang sebelumnya sudah bersenggolan dengan mobil tersebut hingga kehilangan kendali. Motor itu kemudian menabrak dan menyerempet pria yang berada di belakang mobil, meski pria tersebut tetap berada di jalurnya. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor dari arah berlawanan meninggal dunia.\n\nNamun, keluarga korban merasa keadilan tidak ditegakkan. Pria yang menjadi korban justru dilaporkan dan dipenjara, sementara pengemudi mobil hanya dijadikan saksi. Dalam persidangan, pengemudi mobil bersaksi bahwa terjadi tabrakan adu banteng, yang dibantah keluarga korban karena kerusakan motor tidak sesuai dengan klaim tersebut. Keluarga korban juga mempertanyakan mengapa hanya dua sepeda motor yang dijadikan barang bukti, sementara mobil yang mengalami kerusakan dilepaskan. Keluarga korban mengaku sangat kecewa karena merasa tidak diberi ruang untuk membela diri, meski pria tersebut sejatinya adalah korban dalam peristiwa ini.\n\nSupport by\n☑️ Ingin cari perumahan di Mojosari cek \n☑️ Ingin renovasi atau bangun rumah \n☑️ Ingin Jual atau Beli Properti \n☑️ Ingin Kopi Hitam. Pekat. Jujur \n.\nmojokertokota.kita\n☑ Informasi tentang mojokerto\n☑ Endorse dan Paid Promote\n☑ Konsultasi Digital Marketing, social media management dan advertising\nHubungi 0822.5512.1667\n.\nfollow \n.\n#mojokerto #mojokertokotakita #mkk"
            }
        },
        {
            "key": "kopihitampolos",
            "attributes": {
                "label": "kopihitampolos",
                "x": 732.2507553002578,
                "y": 480.23508217899524,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 9.8181,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3788288089040017657_46986283893",
                "id": "kopihitampolos",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Seorang pria bersama temannya mengendarai sepeda motor sekitar pukul 18.00 WIB untuk pulang ke rumah melalui jalan kampung yang sempit, menanjak, dan berkelok, tanpa kamera pengawas. Saat itu, pria tersebut berada di belakang sebuah mobil milik oknum TNI dengan jarak sekitar tiga meter dan kecepatan sekitar 30–35 km/jam. Karena kondisi jalan dan terhalang mobil di depannya, ia tidak dapat melihat situasi di depan secara jelas.\n\nSecara tiba-tiba, mobil di depannya membanting setir ke kiri tanpa aba-aba. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang sebelumnya sudah bersenggolan dengan mobil tersebut hingga kehilangan kendali. Motor itu kemudian menabrak dan menyerempet pria yang berada di belakang mobil, meski pria tersebut tetap berada di jalurnya. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor dari arah berlawanan meninggal dunia.\n\nNamun, keluarga korban merasa keadilan tidak ditegakkan. Pria yang menjadi korban justru dilaporkan dan dipenjara, sementara pengemudi mobil hanya dijadikan saksi. Dalam persidangan, pengemudi mobil bersaksi bahwa terjadi tabrakan adu banteng, yang dibantah keluarga korban karena kerusakan motor tidak sesuai dengan klaim tersebut. Keluarga korban juga mempertanyakan mengapa hanya dua sepeda motor yang dijadikan barang bukti, sementara mobil yang mengalami kerusakan dilepaskan. Keluarga korban mengaku sangat kecewa karena merasa tidak diberi ruang untuk membela diri, meski pria tersebut sejatinya adalah korban dalam peristiwa ini.\n\nSupport by\n☑️ Ingin cari perumahan di Mojosari cek \n☑️ Ingin renovasi atau bangun rumah \n☑️ Ingin Jual atau Beli Properti \n☑️ Ingin Kopi Hitam. Pekat. Jujur \n.\nmojokertokota.kita\n☑ Informasi tentang mojokerto\n☑ Endorse dan Paid Promote\n☑ Konsultasi Digital Marketing, social media management dan advertising\nHubungi 0822.5512.1667\n.\nfollow \n.\n#mojokerto #mojokertokotakita #mkk"
            }
        },
        {
            "key": "tauinfo.idn",
            "attributes": {
                "label": "tauinfo.idn",
                "x": 259.070964835855,
                "y": 985.709196305787,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 54.3265,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3787267950815281866_73323135282",
                "id": "tauinfo.idn",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Aceh mengecam tindakan aparat TNI yang merampas ponsel serta menghapus rekaman kerja jurnalis Kompas TV Aceh, Davi Abdullah, saat bertugas di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Kamis (11/12/2025).\n\nInsiden tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis sekaligus pelanggaran serius terhadap kebebasan pers.\n\nPeristiwa itu terjadi saat Davi dan tim hendak melakukan siaran langsung sekitar pukul 10.05 WIB di area posko terpadu penanganan bencana.\n\nSelaku yang bertanggung jawab atas kebutuhan visual dari siaran langsung tersebut, Davi pun segera melakukan pengambilan gambar dengan cara menyoroti area atau aktivitas yang sedang berlangsung di sekitaran Lanud SIM.\n\nSaat sedang melakukan pengambilan gambar, tampak beberapa orang asing yang turun dari sebuah mobil, dengan sebagian menggunakan atribut menyerupai bendera Malaysia.\n\nDavi yang awalnya cukup berjarak dengan rombongan tersebut pun memutuskan untuk mendekat agar visual yang didapatnya lebih jelas. Saat itu, sejumlah anggota TNI bersama orang yang mengaku intelijen datang menghampiri warga negara asing (WNA) yang sedang direkam oleh Davi.\n\nMereka sempat bersitegang dengan rombongan tersebut yang menurut Davi berkaitan dengan dokumen resmi perihal kedatangan para WNA tersebut. Di dalam rombongan terdapat tiga orang yang mengaku staf khusus gubernur, yang berusaha menjelaskan bahwa rombongan WNA tersebut bertujuan ke Aceh Tamiang bersama iring-iringan Gubernur Aceh untuk membantu penyintas banjir di sana.\n..\nLANJUT KOLOM KOMENTAR\n-\nJangan lupa follow akun instagram  untuk terus update informasi terkini dan beragam. \n“Suara Lokal, Dampak Nasional”\n#harustau #viral #tni #tniprima"
            }
        },
        {
            "key": "imparsial",
            "attributes": {
                "label": "imparsial",
                "x": 184.8479515376079,
                "y": 393.37756503308043,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3785913198919766221_2994968390",
                "id": "imparsial",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "UNDANGAN DISKUSI PUBLIK\n\nMemperingati Hari HAM 2025\n\n“Kekerasan Militer dan Urgensi Reformasi Peradilan Militer”\n\nPeringatan Hari HAM menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen negara dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak asasi setiap warga negara tanpa terkecuali. Namun, dalam konteks Indonesia, masih terdapat sejumlah persoalan serius yang menghambat terwujudnya negara hukum yang menghormati HAM secara penuh. Salah satunya adalah belum tuntasnya agenda reformasi peradilan militer.\n\nHingga kini, seluruh tindak pidana yang dilakukan anggota TNI tetap diadili di peradilan militer yang tertutup dan tidak dapat diawasi secara transparan oleh publik. Kasus pembunuhan MHS yang hanya berujung hukuman 9 bulan kurungan, serta pembunuhan jurnalis Rico Pasaribu beserta keluarganya hingga kini dalangnya belum diadili, menunjukkan bagaimana pelanggaran serius terhadap HAM kerap tidak direspons dengan mekanisme hukum yang setara dan adil. Situasi ini menegaskan bahwa reformasi peradilan militer di Indonesia merupakan prasyarat fundamental untuk memastikan perlindungan HAM dan supremasi hukum di Indonesia\n\nDalam rangka membaca fenomena dan persoalan tersebut, Imparsial mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam Diskusi Publik yang akan menghadirkan narasumber:\n\n1. Lenny Damanik (Keluarga Korban) \n2. Eva Meliani Pasaribu (Keluarga Korban)\n3. ⁠Irvan Saputra (Direktur LBH Medan)\n4. Yahya Ihyaroza (KontraS)\n5. Hussein Ahmad (Wakil Direktur Imparsial)\n6. Dr. Muktiono, S.H., M.Phil (Dosen FH UB)\n\nKegiatan ini akan diselenggarakan pada:\n\nHari, tanggal: Sabtu, 13 Desember 2025\nPukul: 14.00-16.00 WIB\nTempat: Sadjoe Cafe and Resto\n\nLive streaming: YouTube \n\nDemikian undangan ini kami sampaikan.\n\nHormat kami,\n\nArdi Manto Adiputra\nDirektur"
            }
        },
        {
            "key": "Imparsial",
            "attributes": {
                "label": "Imparsial",
                "x": 564.4680661187954,
                "y": 531.0096420096111,
                "size": 3.0,
                "color": "#ED3E3E",
                "sentiment": "negatif",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 15.0757,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3785913198919766221_2994968390",
                "id": "Imparsial",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "UNDANGAN DISKUSI PUBLIK\n\nMemperingati Hari HAM 2025\n\n“Kekerasan Militer dan Urgensi Reformasi Peradilan Militer”\n\nPeringatan Hari HAM menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen negara dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak asasi setiap warga negara tanpa terkecuali. Namun, dalam konteks Indonesia, masih terdapat sejumlah persoalan serius yang menghambat terwujudnya negara hukum yang menghormati HAM secara penuh. Salah satunya adalah belum tuntasnya agenda reformasi peradilan militer.\n\nHingga kini, seluruh tindak pidana yang dilakukan anggota TNI tetap diadili di peradilan militer yang tertutup dan tidak dapat diawasi secara transparan oleh publik. Kasus pembunuhan MHS yang hanya berujung hukuman 9 bulan kurungan, serta pembunuhan jurnalis Rico Pasaribu beserta keluarganya hingga kini dalangnya belum diadili, menunjukkan bagaimana pelanggaran serius terhadap HAM kerap tidak direspons dengan mekanisme hukum yang setara dan adil. Situasi ini menegaskan bahwa reformasi peradilan militer di Indonesia merupakan prasyarat fundamental untuk memastikan perlindungan HAM dan supremasi hukum di Indonesia\n\nDalam rangka membaca fenomena dan persoalan tersebut, Imparsial mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam Diskusi Publik yang akan menghadirkan narasumber:\n\n1. Lenny Damanik (Keluarga Korban) \n2. Eva Meliani Pasaribu (Keluarga Korban)\n3. ⁠Irvan Saputra (Direktur LBH Medan)\n4. Yahya Ihyaroza (KontraS)\n5. Hussein Ahmad (Wakil Direktur Imparsial)\n6. Dr. Muktiono, S.H., M.Phil (Dosen FH UB)\n\nKegiatan ini akan diselenggarakan pada:\n\nHari, tanggal: Sabtu, 13 Desember 2025\nPukul: 14.00-16.00 WIB\nTempat: Sadjoe Cafe and Resto\n\nLive streaming: YouTube \n\nDemikian undangan ini kami sampaikan.\n\nHormat kami,\n\nArdi Manto Adiputra\nDirektur"
            }
        },
        {
            "key": "halopendidikan",
            "attributes": {
                "label": "halopendidikan",
                "x": 585.207944867656,
                "y": 587.5202909199187,
                "size": 3.0,
                "color": "#B3B6C6",
                "sentiment": "netral",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 8.149,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 0,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3787957343112830620_69948283371",
                "id": "halopendidikan",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Jember melakukan pengeledahan ke SDN Curahnongko 02 di Kecamatan Tempurejo, Jember, Kamis (11/12/2025).\n\nPengeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020-2024 yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri setempat.\n\nPantau di lapangan, Tim penyidik tiba sekitar pukul 12.00 Wib dan langsung melakukan penggeledahan ke sejumlah ruangan diantaranya ruang kerja kepala sekolah, ruang guru dan sejumlah ruang lain.\n\nKedatangan tim penyidik kejaksaan sempat mengejutkan pihak sekolah. Sejumlah guru bahkan tidak menyangka kehadiran tim penyidik kejaksaan didampingi anggota TNI untuk melakukan pengeledahan atas rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi yang tengah diusut.\n\nUpaya Pengeledahan juga disaksikan langsung oleh perangkat desa yakni Kepala Desa Curahnongko. Tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen terkait alokasi dana BOS termasuk aliran keuangan dari bendahara sekolah.\n\nKepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Ivan Praditya Putra SH,MH membenarkan pihaknya kini tengah fokus untuk mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi alokasi anggaran BOS 2020-2024 tersebut.\n\n\"Pengeledahan hari ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang telah kita lakukan untuk mencari serta melengkapi barang bukti, dugaan korupsi BOS saat ini sudah masuk tahap penyidikan,\" tegas Ivan kepada RRI disela upaya pengeledahan di SDN Curahnongko 2, Kamis (11/12/2025).\n\nDari pengeledahan yang berlangsung selama 2 jam, penyidik pidana khusus mengamankan barang bukti s banyak 2 box berisi dokumen-dokumen, kwitansi, stempel dan juga sejumlah barang bukti lainnya.\n\n\"Untuk proses penyidikan dugaan korupsi BOS ini kita sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk memberikan keterangan, bagaimana mekanisme perkarannya nanti kita sampaikan lebih lanjut,\" tegasnya.\n\nPemilik Video :  \n\n#halopendidikan #pendidikan #pungli #kejaksaan #korupsi #jember #jemberhits #jatim #jawatimur #curahnongko"
            }
        },
        {
            "key": "rri_jember",
            "attributes": {
                "label": "rri_jember",
                "x": 289.8856738619446,
                "y": 176.7974240472986,
                "size": 3.0,
                "color": "#B3B6C6",
                "sentiment": "netral",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 15.0757,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 1,
                    "degree": 2
                },
                "_id": "3787957343112830620_69948283371",
                "id": "rri_jember",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Jember melakukan pengeledahan ke SDN Curahnongko 02 di Kecamatan Tempurejo, Jember, Kamis (11/12/2025).\n\nPengeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020-2024 yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri setempat.\n\nPantau di lapangan, Tim penyidik tiba sekitar pukul 12.00 Wib dan langsung melakukan penggeledahan ke sejumlah ruangan diantaranya ruang kerja kepala sekolah, ruang guru dan sejumlah ruang lain.\n\nKedatangan tim penyidik kejaksaan sempat mengejutkan pihak sekolah. Sejumlah guru bahkan tidak menyangka kehadiran tim penyidik kejaksaan didampingi anggota TNI untuk melakukan pengeledahan atas rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi yang tengah diusut.\n\nUpaya Pengeledahan juga disaksikan langsung oleh perangkat desa yakni Kepala Desa Curahnongko. Tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen terkait alokasi dana BOS termasuk aliran keuangan dari bendahara sekolah.\n\nKepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Ivan Praditya Putra SH,MH membenarkan pihaknya kini tengah fokus untuk mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi alokasi anggaran BOS 2020-2024 tersebut.\n\n\"Pengeledahan hari ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang telah kita lakukan untuk mencari serta melengkapi barang bukti, dugaan korupsi BOS saat ini sudah masuk tahap penyidikan,\" tegas Ivan kepada RRI disela upaya pengeledahan di SDN Curahnongko 2, Kamis (11/12/2025).\n\nDari pengeledahan yang berlangsung selama 2 jam, penyidik pidana khusus mengamankan barang bukti s banyak 2 box berisi dokumen-dokumen, kwitansi, stempel dan juga sejumlah barang bukti lainnya.\n\n\"Untuk proses penyidikan dugaan korupsi BOS ini kita sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk memberikan keterangan, bagaimana mekanisme perkarannya nanti kita sampaikan lebih lanjut,\" tegasnya.\n\nPemilik Video :  \n\n#halopendidikan #pendidikan #pungli #kejaksaan #korupsi #jember #jemberhits #jatim #jawatimur #curahnongko"
            }
        },
        {
            "key": "anggi_widyart",
            "attributes": {
                "label": "anggi_widyart",
                "x": 400.60978110837976,
                "y": 480.7138383261663,
                "size": 3.0,
                "color": "#B3B6C6",
                "sentiment": "netral",
                "labels": [
                    "instagram-000001"
                ],
                "scores": {
                    "pagerank": 20.9634,
                    "eigenvector": 0.0,
                    "in_degree": 1,
                    "out_degree": 0,
                    "degree": 1
                },
                "_id": "3786333454481980470_3196710893",
                "id": "anggi_widyart",
                "source": "instagram-000001",
                "content": "Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Jember melakukan pengeledahan ke SDN Curahnongko 02 di Kecamatan Tempurejo, Jember, Kamis (11/12/2025). Pengeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020-2024 yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri setempat.\n\nPantau di lapangan, Tim penyidik tiba sekitar pukul 12.00 Wib dan langsung melakukan penggeledahan ke sejumlah ruangan diantaranya ruang kerja kepala sekolah, ruang guru dan sejumlah ruang lain. \n\nKedatangan tim penyidik kejaksaan sempat mengejutkan pihak sekolah. Sejumlah guru bahkan tidak menyangka kehadiran tim penyidik kejaksaan didampingi anggota TNI untuk melakukan pengeledahan atas rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi yang tengah diusut. \n\nUpaya Pengeledahan juga disaksikan langsung oleh perangkat desa yakni Kepala Desa Curahnongko. Tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen terkait alokasi dana BOS termasuk aliran keuangan dari bendahara sekolah.\n\nKepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Ivan Praditya Putra SH,MH membenarkan pihaknya kini tengah fokus untuk mendalami penyidikan kasus dugaan korupsi alokasi anggaran BOS 2020-2024 tersebut.\n\n\"Pengeledahan hari ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang telah kita lakukan untuk mencari serta melengkapi barang bukti, dugaan korupsi BOS saat ini sudah masuk tahap penyidikan,\" tegas Ivan kepada RRI disela upaya pengeledahan di SDN Curahnongko 2, Kamis (11/12/2025).\n\nDari pengeledahan yang berlangsung selama 2 jam, penyidik pidana khusus mengamankan barang bukti s banyak 2 box berisi dokumen-dokumen, kwitansi, stempel dan juga sejumlah barang bukti lainnya.\n\n\"Untuk proses penyidikan dugaan korupsi BOS ini kita sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk memberikan keterangan, bagaimana mekanisme perkarannya nanti kita sampaikan lebih lanjut,\" tegasnya.\n\nUsai melakukan pengeledahan dan menyita dokumen penting terkait anggaran Dana BOS di SDN Curahnongko 2, Tim penyidik bergerak menuju kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Tempurejo guna mencari barang bukti lainnya. \n\nReporter :  \n#KitaIndonesiaRRI #kitaindonesiarri"
            }
        }
    ],
    "edges": [
        {
            "key": "gemaposID",
            "source": "gemaposID",
            "target": "Puspen_TNI",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "tweet-000003"
            }
        },
        {
            "key": "grok",
            "source": "grok",
            "target": "bukancumamanis",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "tweet-000003"
            }
        },
        {
            "key": "grok",
            "source": "grok",
            "target": "Zeefire02",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "tweet-000003"
            }
        },
        {
            "key": "grok",
            "source": "grok",
            "target": "Artframe111",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "tweet-000003"
            }
        },
        {
            "key": "grok",
            "source": "grok",
            "target": "narkosun",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "tweet-000003"
            }
        },
        {
            "key": "obrolan.negri",
            "source": "obrolan.negri",
            "target": "infobuton",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "sumbarkita.id",
            "source": "sumbarkita.id",
            "target": "sumbarkita.id",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "kabarnegricom",
            "source": "kabarnegricom",
            "target": "kabarnegricom",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "antaranewsbengkulu",
            "source": "antaranewsbengkulu",
            "target": "Infobutonraya",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "palembang.berejo",
            "source": "palembang.berejo",
            "target": "palembangterupdate",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "lbj_jakarta",
            "source": "lbj_jakarta",
            "target": "lbj_jakarta",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "update.aceh",
            "source": "update.aceh",
            "target": "toko_masitaly",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "acehbesarnow",
            "source": "acehbesarnow",
            "target": "rm_karikambing.ktr",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "acehbesarnow",
            "source": "acehbesarnow",
            "target": "kutaraja_aqiqah_official_new",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "medantalkviral",
            "source": "medantalkviral",
            "target": "medantalkviral",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "medankinian",
            "source": "medankinian",
            "target": "medankinian",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "medsosaceh",
            "source": "medsosaceh",
            "target": "duniabarusa",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "medsosaceh",
            "source": "medsosaceh",
            "target": "88royals.coating",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "medsosaceh",
            "source": "medsosaceh",
            "target": "kafaroastery",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "medsosaceh",
            "source": "medsosaceh",
            "target": "merdekasupply",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "kaba_nagari",
            "source": "kaba_nagari",
            "target": "aldo_toco",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "kaba_nagari",
            "source": "kaba_nagari",
            "target": "info_lintassumbar",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "borobudur_news",
            "source": "borobudur_news",
            "target": "az_zahra0609.",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "IDNTimes",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "IDNTimes.Korea",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "IDNTimes.Community",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "IDNTimes.Hype",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "Duniaku_com",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "Popbela_com",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "Popbela.Beauty",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "Popmama_com",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "idntimes.video",
            "source": "idntimes.video",
            "target": "Yummy.idn",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "voidotid",
            "source": "voidotid",
            "target": "dandhy_laksono",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "voidotid",
            "source": "voidotid",
            "target": "farid.gaban",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "kanal_idn",
            "source": "kanal_idn",
            "target": "m",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "kanal_idn",
            "source": "kanal_idn",
            "target": "m.",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "kanal_idn",
            "source": "kanal_idn",
            "target": "m",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "suaraketapang",
            "source": "suaraketapang",
            "target": "suaraketapang",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "suaraketapang",
            "source": "suaraketapang",
            "target": "suaraketapang",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "awak_lhokseumawe",
            "source": "awak_lhokseumawe",
            "target": "awak_lhokseumawe",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "mediaindonesia",
            "source": "mediaindonesia",
            "target": "indramaulana.10",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "mediaindonesia",
            "source": "mediaindonesia",
            "target": "metrotv",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "hariharijogja",
            "source": "hariharijogja",
            "target": "hariharijogja",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "hariharijogja",
            "source": "hariharijogja",
            "target": "hariharijogja",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "hariharijogja",
            "source": "hariharijogja",
            "target": "hariharijogja",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "mojokertokota.kita",
            "source": "mojokertokota.kita",
            "target": "azarinepremium",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "mojokertokota.kita",
            "source": "mojokertokota.kita",
            "target": "renovasimojokerto",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "mojokertokota.kita",
            "source": "mojokertokota.kita",
            "target": "mojokertoproperti",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "mojokertokota.kita",
            "source": "mojokertokota.kita",
            "target": "kopihitampolos",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "mojokertokota.kita",
            "source": "mojokertokota.kita",
            "target": "mojokertokota.kita",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "tauinfo.idn",
            "source": "tauinfo.idn",
            "target": "tauinfo.idn",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "imparsial",
            "source": "imparsial",
            "target": "Imparsial",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "halopendidikan",
            "source": "halopendidikan",
            "target": "rri_jember",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        },
        {
            "key": "rri_jember",
            "source": "rri_jember",
            "target": "anggi_widyart",
            "attributes": {
                "label": "mention",
                "type": "mention",
                "source": "instagram-000001"
            }
        }
    ]
}