{"nodes": [{"key": "rangga_tio12044", "attributes": {"label": "rangga_tio12044", "x": 739.9362513433298, "y": 170.40181150160583, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069898127994437945", "id": "rangga_tio12044", "source": "retweet-000002", "content": "meanwhile habibie pas rupiah melemah & krisis moneter: https://t.co/xsuRc4Yeta", "post_id": "2069898127994437945"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 672.295687648562, "y": 225.28932115965426, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.9104, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069898127994437945", "id": "kalistohenituse", "source": "retweet-000002", "content": "meanwhile habibie pas rupiah melemah & krisis moneter: https://t.co/xsuRc4Yeta", "post_id": "2069898127994437945"}}, {"key": "faassky", "attributes": {"label": "faassky", "x": 21.06266280750557, "y": 607.8885467504477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069604813365764251", "id": "faassky", "source": "retweet-000002", "content": "Kala krisis moneter 1997-98 melanda, Indonesia berada di titik paling rapuh dalam sejarah ekonomi modern. Rupiah anjlo…", "post_id": "2069604813365764251"}}, {"key": "akademicryptoid", "attributes": {"label": "akademicryptoid", "x": 940.1403694416787, "y": 259.25308302126814, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.9104, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069604813365764251", "id": "akademicryptoid", "source": "retweet-000002", "content": "Kala krisis moneter 1997-98 melanda, Indonesia berada di titik paling rapuh dalam sejarah ekonomi modern. Rupiah anjlo…", "post_id": "2069604813365764251"}}, {"key": "K4rynSituluN", "attributes": {"label": "K4rynSituluN", "x": 730.0620589719671, "y": 117.5507105193606, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067401828648825086", "id": "K4rynSituluN", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar yang fluktuatif seperti ini membuat gue penasaran, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar 🤔. Semoga saja pemerintah dan bank sentral bisa segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk stabilisasi ekonomi, biar kita semua bisa bernapas lega lagi 👍.", "post_id": "2067401828648825086"}}, {"key": "merapi_uncover", "attributes": {"label": "merapi_uncover", "x": 830.6856363549249, "y": 939.7821099365106, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 46.6205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067401828648825086", "id": "merapi_uncover", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar yang fluktuatif seperti ini membuat gue penasaran, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar 🤔. Semoga saja pemerintah dan bank sentral bisa segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk stabilisasi ekonomi, biar kita semua bisa bernapas lega lagi 👍.", "post_id": "2067401828648825086"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 908.7095757491744, "y": 637.1512257381298, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069737501829575010", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau mau stabilkan rupiah kran ekspor komoditi unggulan dibuka lebar jgn dipangkas biar devisa hasil ekspornya bisa untuk pemasukan kas negara utk perkuat pondasi keuangan negara. Aturan hasil penjualan ekspor harus kembali ke Indonesia itu jg point penting   menstabilkan rupiah", "post_id": "2069737501829575010"}}, {"key": "Metro_TV", "attributes": {"label": "Metro_TV", "x": 457.5338331488568, "y": 284.1659921159525, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 46.6205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069737501829575010", "id": "Metro_TV", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau mau stabilkan rupiah kran ekspor komoditi unggulan dibuka lebar jgn dipangkas biar devisa hasil ekspornya bisa untuk pemasukan kas negara utk perkuat pondasi keuangan negara. Aturan hasil penjualan ekspor harus kembali ke Indonesia itu jg point penting   menstabilkan rupiah", "post_id": "2069737501829575010"}}, {"key": "jatimtimescom", "attributes": {"label": "jatimtimescom", "x": 969.4256720555001, "y": 4.889163848747602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925804920494833889_1564869394", "id": "jatimtimescom", "source": "instagram-000001", "content": "Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa masih menjadi sorotan. Di tengah polemik tersebut, mantan Direktur Utama PLN sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai persoalan utama yang memicu gangguan pasokan listrik kemungkinan berasal dari tersendatnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.\n\nDahlan mengaku mendapat banyak masukan dari pelaku sektor ketenagalistrikan. Dari informasi yang diterimanya, sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) disebut mengalami penurunan stok batu bara sehingga terpaksa mengurangi kapasitas produksi listrik.\n\n\"Sebetulnya, ini (masalah) lama soal pasokan batu bara ke pembangkit-pembangkit listrik. Kalau harga batu bara naik, dolar AS tinggi, seperti sekarang, para pengusaha batu bara kan semangatnya kirim ke luar negeri. Padahal, batu bara kan produk milik bangsa Indonesia,\" kata Dahlan Iskan, dikutip dari Instagram , Senin (22/6/2026). SingkongIndonesia\n\nMenurut Dahlan Iskan, persoalan pasokan batu bara sebenarnya bukan isu baru. Saat harga komoditas batu bara dunia meningkat dan nilai tukar dolar AS menguat, perusahaan tambang cenderung lebih tertarik menjual ke pasar ekspor karena dinilai lebih menguntungkan.\n\nAkibatnya, pasokan untuk kebutuhan domestik, termasuk pembangkit listrik, disebut ikut terdampak.\n\nDahlan menjelaskan, ketika stok batu bara di pembangkit menipis sementara pasokan baru masih dalam perjalanan, operator pembangkit biasanya melakukan penghematan penggunaan bahan bakar.\n\nLangkah itu dilakukan agar stok yang tersisa dapat bertahan hingga kapal pengangkut batu bara tiba di lokasi pembangkit.\n\n\"Tentu saya tidak ikut-ikut lagi (tidak menjabat sebagai pemangku kepentingan) ya, tetapi saya kan mendapat curhat dari banyak juga para pelaku kelistrikan. Terutama sudah lama sebetulnya bahwa masalah pasok batubara ke pembangkit-pembangkit listrik itu kan agak seret begitu,\" ujarnya.\n\nBerita selengkapnya swipe up story atau kunjungi website www.jatimtimes.com\n\n#kotamalang #infomalang #berita #jawatimur #beritajawatimur #jawatimur #kabupatenmalang #beritamalang #beritajatim #jatimtimes", "post_id": "3925804920494833889_1564869394"}}, {"key": "suarasurabaya", "attributes": {"label": "suarasurabaya", "x": 458.61285686287454, "y": 632.4024259884534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925804920494833889_1564869394", "id": "suarasurabaya", "source": "instagram-000001", "content": "Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa masih menjadi sorotan. Di tengah polemik tersebut, mantan Direktur Utama PLN sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menilai persoalan utama yang memicu gangguan pasokan listrik kemungkinan berasal dari tersendatnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.\n\nDahlan mengaku mendapat banyak masukan dari pelaku sektor ketenagalistrikan. Dari informasi yang diterimanya, sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) disebut mengalami penurunan stok batu bara sehingga terpaksa mengurangi kapasitas produksi listrik.\n\n\"Sebetulnya, ini (masalah) lama soal pasokan batu bara ke pembangkit-pembangkit listrik. Kalau harga batu bara naik, dolar AS tinggi, seperti sekarang, para pengusaha batu bara kan semangatnya kirim ke luar negeri. Padahal, batu bara kan produk milik bangsa Indonesia,\" kata Dahlan Iskan, dikutip dari Instagram , Senin (22/6/2026). SingkongIndonesia\n\nMenurut Dahlan Iskan, persoalan pasokan batu bara sebenarnya bukan isu baru. Saat harga komoditas batu bara dunia meningkat dan nilai tukar dolar AS menguat, perusahaan tambang cenderung lebih tertarik menjual ke pasar ekspor karena dinilai lebih menguntungkan.\n\nAkibatnya, pasokan untuk kebutuhan domestik, termasuk pembangkit listrik, disebut ikut terdampak.\n\nDahlan menjelaskan, ketika stok batu bara di pembangkit menipis sementara pasokan baru masih dalam perjalanan, operator pembangkit biasanya melakukan penghematan penggunaan bahan bakar.\n\nLangkah itu dilakukan agar stok yang tersisa dapat bertahan hingga kapal pengangkut batu bara tiba di lokasi pembangkit.\n\n\"Tentu saya tidak ikut-ikut lagi (tidak menjabat sebagai pemangku kepentingan) ya, tetapi saya kan mendapat curhat dari banyak juga para pelaku kelistrikan. Terutama sudah lama sebetulnya bahwa masalah pasok batubara ke pembangkit-pembangkit listrik itu kan agak seret begitu,\" ujarnya.\n\nBerita selengkapnya swipe up story atau kunjungi website www.jatimtimes.com\n\n#kotamalang #infomalang #berita #jawatimur #beritajawatimur #jawatimur #kabupatenmalang #beritamalang #beritajatim #jatimtimes", "post_id": "3925804920494833889_1564869394"}}, {"key": "emakcrypto", "attributes": {"label": "emakcrypto", "x": 941.2340551745741, "y": 9.304053373851096, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7196267042264206618", "id": "emakcrypto", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI), bank sentral Indonesia, terus menggenjot untuk menghadirkan mata uang digital bank sentral (CBDC) Rupiah Digital. Instrumen yang dianggap mampu menjadi solusi dalam sistem pembayaran digital ini telah menemui babak baru dalam perjalanannya. Setelah merilis whitepaper Proyek Garuda pada 30 November 2022, BI selaku otoritas utama dalam penerbitan CBDC di Tanah Air melanjutkan dengan merilis consultative paper. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendapatkan pandangan menyeluruh dari masyarakat mengenai konsep Rupiah Digital itu sendiri. Bagaimana tanggapan kalian terhadap rencana pengenalan prototipe Rupiah Digital di bulan Juni 2023 oleh Bank Indonesia ini? Follow untuk update informasi dan berita terbaru tentang dunia crypto lainnya 👇🏻  👵🏻  👵🏻  👵🏻 Gabung ke Telegram Channel kita buat update signal setiap hari untuk referensi kalian 😉 (Link di bio) #EmakCrypto #BitcoinIndonesia #CryptoIndonesia #BeritaCrypto #CryptoNews #NFTIndonesia #investasi #investasiindonesia #investasisaham #belajarsaham #belajarcrypto #belajartrading #sahamindonesia #tradingsaham #tradingcrypto #investormuda #analisateknikal #analisasaham #ilmusaham", "post_id": "7196267042264206618"}}, {"key": "EmakCrypto", "attributes": {"label": "EmakCrypto", "x": 214.7264018640951, "y": 442.1421693435439, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7196267042264206618", "id": "EmakCrypto", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI), bank sentral Indonesia, terus menggenjot untuk menghadirkan mata uang digital bank sentral (CBDC) Rupiah Digital. Instrumen yang dianggap mampu menjadi solusi dalam sistem pembayaran digital ini telah menemui babak baru dalam perjalanannya. Setelah merilis whitepaper Proyek Garuda pada 30 November 2022, BI selaku otoritas utama dalam penerbitan CBDC di Tanah Air melanjutkan dengan merilis consultative paper. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendapatkan pandangan menyeluruh dari masyarakat mengenai konsep Rupiah Digital itu sendiri. Bagaimana tanggapan kalian terhadap rencana pengenalan prototipe Rupiah Digital di bulan Juni 2023 oleh Bank Indonesia ini? Follow untuk update informasi dan berita terbaru tentang dunia crypto lainnya 👇🏻  👵🏻  👵🏻  👵🏻 Gabung ke Telegram Channel kita buat update signal setiap hari untuk referensi kalian 😉 (Link di bio) #EmakCrypto #BitcoinIndonesia #CryptoIndonesia #BeritaCrypto #CryptoNews #NFTIndonesia #investasi #investasiindonesia #investasisaham #belajarsaham #belajarcrypto #belajartrading #sahamindonesia #tradingsaham #tradingcrypto #investormuda #analisateknikal #analisasaham #ilmusaham", "post_id": "7196267042264206618"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 937.0685266466292, "y": 218.6826778141572, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "2UffHls30kI", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Alarm Bahaya! Rupiah Anjlok ke Level Terlemah Saat Dolar AS Perkasa | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah terus tertekan dan menembus level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu, seiring penguatan dolar Amerika Serikat di pasar global. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa pertemuan mendatang, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2UffHls30kI"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 417.1220791540776, "y": 813.0573725135644, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3203, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2UffHls30kI", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Alarm Bahaya! Rupiah Anjlok ke Level Terlemah Saat Dolar AS Perkasa | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah terus tertekan dan menembus level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu, seiring penguatan dolar Amerika Serikat di pasar global. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa pertemuan mendatang, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2UffHls30kI"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 574.7331122299769, "y": 367.55667835183027, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3203, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2UffHls30kI", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Alarm Bahaya! Rupiah Anjlok ke Level Terlemah Saat Dolar AS Perkasa | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah terus tertekan dan menembus level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu, seiring penguatan dolar Amerika Serikat di pasar global. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa pertemuan mendatang, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2UffHls30kI"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 231.7752949549834, "y": 411.257381196646, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3203, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2UffHls30kI", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Alarm Bahaya! Rupiah Anjlok ke Level Terlemah Saat Dolar AS Perkasa | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah terus tertekan dan menembus level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu, seiring penguatan dolar Amerika Serikat di pasar global. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa pertemuan mendatang, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2UffHls30kI"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 112.2071963643444, "y": 349.60910839692815, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3203, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2UffHls30kI", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Alarm Bahaya! Rupiah Anjlok ke Level Terlemah Saat Dolar AS Perkasa | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah terus tertekan dan menembus level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu, seiring penguatan dolar Amerika Serikat di pasar global. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa pertemuan mendatang, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2UffHls30kI"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 424.64788663691996, "y": 581.3509582939951, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3203, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2UffHls30kI", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Alarm Bahaya! Rupiah Anjlok ke Level Terlemah Saat Dolar AS Perkasa | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah terus tertekan dan menembus level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu, seiring penguatan dolar Amerika Serikat di pasar global. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa pertemuan mendatang, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2UffHls30kI"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 923.0890900613582, "y": 935.9873406182435, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3203, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2UffHls30kI", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Alarm Bahaya! Rupiah Anjlok ke Level Terlemah Saat Dolar AS Perkasa | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah terus tertekan dan menembus level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu, seiring penguatan dolar Amerika Serikat di pasar global. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan sikap hawkish dan masih membuka peluang kenaikan suku bunga dalam beberapa pertemuan mendatang, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. \n\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2UffHls30kI"}}, {"key": "@adeyulinaaa11", "attributes": {"label": "@adeyulinaaa11", "x": 630.2099509432387, "y": 608.8590691289788, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "g2cK_bE_u6s", "id": "@adeyulinaaa11", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Menguat, Rupiah Melemah: \"Perspektif Uang Dalam Islam\n\nVideo dibuat untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter Keuangan Islam\n\nNama: Ade Yulina Duani\nNim: 0503241062\nKelas: Perbankan Syariah 4 B\nDosen Pengampu: Khaidar Rahmaini Jamila. M.Sc, IBF\n\nSelamat Menonton teman-teman semoga bermanfaat☺️🙌🏻\n\nVideo cinematic by:", "post_id": "g2cK_bE_u6s"}}, {"key": "keliling_cinematic", "attributes": {"label": "keliling_cinematic", "x": 851.017693716225, "y": 751.8573503972927, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "g2cK_bE_u6s", "id": "keliling_cinematic", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Menguat, Rupiah Melemah: \"Perspektif Uang Dalam Islam\n\nVideo dibuat untuk Memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter Keuangan Islam\n\nNama: Ade Yulina Duani\nNim: 0503241062\nKelas: Perbankan Syariah 4 B\nDosen Pengampu: Khaidar Rahmaini Jamila. M.Sc, IBF\n\nSelamat Menonton teman-teman semoga bermanfaat☺️🙌🏻\n\nVideo cinematic by:", "post_id": "g2cK_bE_u6s"}}, {"key": "@platinumPulse-p6y", "attributes": {"label": "@platinumPulse-p6y", "x": 599.6458716753002, "y": 199.11370171329133, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "z8oGqluuLcw", "id": "@platinumPulse-p6y", "source": "youtube-000001", "content": "10 Hal yang Pertama Kali Disadari Orang Amerika Saat Berkunjung ke Jamaika\n\nSetiap tahun, jutaan warga Amerika terbang ke Jamaika dengan harapan liburan pantai yang sederhana. Namun, yang mereka temukan justru salah satu negara dengan kekayaan budaya paling tinggi di dunia — tempat di mana jalanan berada di sisi yang salah, uangnya tampak seperti uang kertas Monopoli, hidangan nasionalnya terbuat dari buah yang secara harfiah dilarang di Amerika Serikat, dan kurang dari satu persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Rastafarian meskipun setiap turis Amerika berasumsi sebaliknya sebelum mereka mendarat.\n\nVideo ini membahas 10 hal yang benar-benar mengejutkan warga Amerika ketika mereka mengunjungi Jamaika untuk pertama kalinya. Mulai dari cabai Scotch bonnet yang membuat jalapeño terasa seperti air, hingga Patois Jamaika yang membuat warga Amerika berbahasa Inggris tidak dapat mengikuti satu percakapan pun, hingga kesenjangan besar antara pengalaman resor all-inclusive yang terencana dan Jamaika yang sebenarnya yang ada di luar gerbang — ini adalah detail yang tidak dipersiapkan oleh blog perjalanan mana pun.\n\nJamaika memiliki luas sekitar Connecticut, dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, namun telah menghasilkan jejak budaya yang jauh lebih besar daripada negara-negara yang lima puluh kali lebih besar. Musiknya dilindungi oleh UNESCO. Pegunungannya merupakan Situs Warisan Dunia. Masakan, bahasa, dan cara hidupnya tidak seperti apa pun yang ditemui orang Amerika di rumah. Dan saat pertama kali mereka mengalaminya secara langsung, kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dan apa yang sebenarnya mereka temukan sangat besar.\n\nIni bukan panduan wisata. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika orang Amerika bertemu dengan Jamaika.\n\n\n🔔 Berlangganan untuk lebih banyak sejarah, geopolitik, dan budaya Karibia:\nhttps://youtube.com/-p6...\n\n📩 Pertanyaan Bisnis: platinumdairycontact\n\n📌 Topik yang Dibahas:\nMengemudi di sebelah kiri di Jamaika, nilai tukar dolar Jamaika, makanan Jamaika dan ackee serta ikan asin, reggae dan UNESCO, bahasa Patois Jamaika, waktu Jamaika dan budaya \"soon come\", Pegunungan Biru dan geografinya, kesalahpahaman tentang Rastafari, budaya pedagang kaki lima, perbedaan resor di dua Jamaika, statistik pariwisata Jamaika, dampak Badai Melissa\n\n🌍 Sumber:\n• Organisasi Kesehatan Dunia — Laporan Status Global tentang Keselamatan Jalan\n• Otoritas Lalu Lintas Pulau Jamaika — Data Kematian di Jalan Raya (2020–2025)\n• UNESCO — Warisan Budaya Tak Benda: Musik Reggae (2018)\n• UNESCO — Dunia Pegunungan Biru dan John Crow Situs Warisan (2015)\n• Dewan Pariwisata Jamaika / Kementerian Pariwisata — Statistik Kedatangan Pengunjung (2019–2025)\n• Institut Statistik Jamaika — Sensus Penduduk (2011)\n• Bank Sentral Jamaika — Data Historis Kurs Valuta Asing\n• Undang-Undang Narkoba Berbahaya (Amandemen), 2015 — Parlemen Jamaika\n\n#Jamaika #OrangAmerikaDiJamaika #PerjalananJamaika #Karibia #MakananJamaika #BudayaJamaika #Reggae #AckeeDanIkanAsap #PerjalananJamaika #KehidupanKaribia #VlogJamaika #KunjungiJamaika #TelukMontego #Negril #BobMarley\n\n---\n\n⚠️ PENAFIAN:\nVideo ini diproduksi hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Semua fakta, statistik, dan klaim yang disajikan didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dari sumber resmi, catatan pemerintah, dan organisasi yang diakui secara internasional seperti yang disebutkan di atas. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan, beberapa angka mungkin telah diperbarui sejak saat penelitian. Konten ini bukan merupakan nasihat perjalanan, hukum, atau keuangan profesional.\nSemua pendapat yang diungkapkan adalah pendapat narator dan tidak mewakili pandangan pemerintah, organisasi, atau lembaga mana pun yang disebutkan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Semua elemen visual dan audio digunakan sesuai dengan prinsip penggunaan wajar untuk tujuan komentar, pendidikan, dan analisis.\n\n© Platinum Dairy. Semua hak dilindungi undang-undang.", "post_id": "z8oGqluuLcw"}}, {"key": "platinumPulse", "attributes": {"label": "platinumPulse", "x": 331.6048573587261, "y": 368.27901063597443, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z8oGqluuLcw", "id": "platinumPulse", "source": "youtube-000001", "content": "10 Hal yang Pertama Kali Disadari Orang Amerika Saat Berkunjung ke Jamaika\n\nSetiap tahun, jutaan warga Amerika terbang ke Jamaika dengan harapan liburan pantai yang sederhana. Namun, yang mereka temukan justru salah satu negara dengan kekayaan budaya paling tinggi di dunia — tempat di mana jalanan berada di sisi yang salah, uangnya tampak seperti uang kertas Monopoli, hidangan nasionalnya terbuat dari buah yang secara harfiah dilarang di Amerika Serikat, dan kurang dari satu persen penduduknya mengidentifikasi diri sebagai Rastafarian meskipun setiap turis Amerika berasumsi sebaliknya sebelum mereka mendarat.\n\nVideo ini membahas 10 hal yang benar-benar mengejutkan warga Amerika ketika mereka mengunjungi Jamaika untuk pertama kalinya. Mulai dari cabai Scotch bonnet yang membuat jalapeño terasa seperti air, hingga Patois Jamaika yang membuat warga Amerika berbahasa Inggris tidak dapat mengikuti satu percakapan pun, hingga kesenjangan besar antara pengalaman resor all-inclusive yang terencana dan Jamaika yang sebenarnya yang ada di luar gerbang — ini adalah detail yang tidak dipersiapkan oleh blog perjalanan mana pun.\n\nJamaika memiliki luas sekitar Connecticut, dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, namun telah menghasilkan jejak budaya yang jauh lebih besar daripada negara-negara yang lima puluh kali lebih besar. Musiknya dilindungi oleh UNESCO. Pegunungannya merupakan Situs Warisan Dunia. Masakan, bahasa, dan cara hidupnya tidak seperti apa pun yang ditemui orang Amerika di rumah. Dan saat pertama kali mereka mengalaminya secara langsung, kesenjangan antara apa yang mereka harapkan dan apa yang sebenarnya mereka temukan sangat besar.\n\nIni bukan panduan wisata. Inilah yang sebenarnya terjadi ketika orang Amerika bertemu dengan Jamaika.\n\n\n🔔 Berlangganan untuk lebih banyak sejarah, geopolitik, dan budaya Karibia:\nhttps://youtube.com/-p6...\n\n📩 Pertanyaan Bisnis: platinumdairycontact\n\n📌 Topik yang Dibahas:\nMengemudi di sebelah kiri di Jamaika, nilai tukar dolar Jamaika, makanan Jamaika dan ackee serta ikan asin, reggae dan UNESCO, bahasa Patois Jamaika, waktu Jamaika dan budaya \"soon come\", Pegunungan Biru dan geografinya, kesalahpahaman tentang Rastafari, budaya pedagang kaki lima, perbedaan resor di dua Jamaika, statistik pariwisata Jamaika, dampak Badai Melissa\n\n🌍 Sumber:\n• Organisasi Kesehatan Dunia — Laporan Status Global tentang Keselamatan Jalan\n• Otoritas Lalu Lintas Pulau Jamaika — Data Kematian di Jalan Raya (2020–2025)\n• UNESCO — Warisan Budaya Tak Benda: Musik Reggae (2018)\n• UNESCO — Dunia Pegunungan Biru dan John Crow Situs Warisan (2015)\n• Dewan Pariwisata Jamaika / Kementerian Pariwisata — Statistik Kedatangan Pengunjung (2019–2025)\n• Institut Statistik Jamaika — Sensus Penduduk (2011)\n• Bank Sentral Jamaika — Data Historis Kurs Valuta Asing\n• Undang-Undang Narkoba Berbahaya (Amandemen), 2015 — Parlemen Jamaika\n\n#Jamaika #OrangAmerikaDiJamaika #PerjalananJamaika #Karibia #MakananJamaika #BudayaJamaika #Reggae #AckeeDanIkanAsap #PerjalananJamaika #KehidupanKaribia #VlogJamaika #KunjungiJamaika #TelukMontego #Negril #BobMarley\n\n---\n\n⚠️ PENAFIAN:\nVideo ini diproduksi hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Semua fakta, statistik, dan klaim yang disajikan didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dari sumber resmi, catatan pemerintah, dan organisasi yang diakui secara internasional seperti yang disebutkan di atas. Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratan, beberapa angka mungkin telah diperbarui sejak saat penelitian. Konten ini bukan merupakan nasihat perjalanan, hukum, atau keuangan profesional.\nSemua pendapat yang diungkapkan adalah pendapat narator dan tidak mewakili pandangan pemerintah, organisasi, atau lembaga mana pun yang disebutkan. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Semua elemen visual dan audio digunakan sesuai dengan prinsip penggunaan wajar untuk tujuan komentar, pendidikan, dan analisis.\n\n© Platinum Dairy. Semua hak dilindungi undang-undang.", "post_id": "z8oGqluuLcw"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 457.801815643001, "y": 589.3916396624179, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "tJjUbZEXZOU", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Digital India Capai 180 Juta Transaksi: RBI Ungkap Langkah Besar Berikutnya | Sanjay Malhotra\n\nGubernur RBI membagikan perkembangan terbaru proyek Rupee Digital India dan mengungkapkan bagaimana inisiatif Mata Uang Digital Bank Sentral negara tersebut berkembang.\n\nDengan lebih dari satu crore pengguna, hampir 18 crore transaksi, dan nilai transaksi lebih dari ₹38.000 crore yang telah diproses, eksperimen CBDC India memasuki fase baru yang berfokus pada interoperabilitas, pembayaran pemerintah, dan transaksi lintas batas.\n\nBisakah Rupee Digital menjadi evolusi selanjutnya dari UPI dan mengubah pembayaran global? Saksikan percakapan lengkapnya untuk memahami masa depan uang di India.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #businessnews #digitalrupee #cbdc #rbi #upi #fintech #digitalpayments #indianeconomy #centralbank\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "tJjUbZEXZOU"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 734.7653920911209, "y": 861.8898247659517, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.9104, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "tJjUbZEXZOU", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Digital India Capai 180 Juta Transaksi: RBI Ungkap Langkah Besar Berikutnya | Sanjay Malhotra\n\nGubernur RBI membagikan perkembangan terbaru proyek Rupee Digital India dan mengungkapkan bagaimana inisiatif Mata Uang Digital Bank Sentral negara tersebut berkembang.\n\nDengan lebih dari satu crore pengguna, hampir 18 crore transaksi, dan nilai transaksi lebih dari ₹38.000 crore yang telah diproses, eksperimen CBDC India memasuki fase baru yang berfokus pada interoperabilitas, pembayaran pemerintah, dan transaksi lintas batas.\n\nBisakah Rupee Digital menjadi evolusi selanjutnya dari UPI dan mengubah pembayaran global? Saksikan percakapan lengkapnya untuk memahami masa depan uang di India.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #businessnews #digitalrupee #cbdc #rbi #upi #fintech #digitalpayments #indianeconomy #centralbank\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "tJjUbZEXZOU"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 134.97389228599954, "y": 584.8834558650715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "i9PcUIOyPw0", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mentan Amran Ungkap Sektor Pertanian RI Pecahkan Berbagai Rekor\n\nGaruda Tv - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa sektor pertanian Indonesia mencatatkan berbagai capaian penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah indikator menunjukkan peningkatan signifikan, mulai dari produksi pangan, kesejahteraan petani, hingga pertumbuhan ekonomi sektor pertanian.\n\n\"FAO mengumumkan bahwa produksi kita berada di peringkat keempat dunia, mencapai 38 juta ton. Pengumuman tersebut berasal dari FAO,\" ujar Andi Amran.\n\nSelain peningkatan produksi, indikator kesejahteraan petani yang diukur melalui Nilai Tukar Petani (NTP) juga mencatatkan kinerja positif. NTP Indonesia mencapai angka 127, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam kurun waktu 34 tahun terakhir.\n\nSementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74 persen. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi sektor pertanian dalam 25 tahun terakhir.\n\nMenurut Andi Amran, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para petani, nelayan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian nasional.\n\nDi sisi perdagangan internasional, pemerintah juga mencatat perkembangan positif melalui peningkatan kinerja ekspor komoditas pertanian dan pengendalian impor sejumlah komoditas strategis. Upaya tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.\n\nPemerintah berharap berbagai capaian tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan produksi, modernisasi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung guna mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#menteripertanian #kabinetmerahputih #AndiAmranSulaiman #mentan  #PertanianIndonesia #swasembadapangan  #ketahananpangan  #petaniindonesia  #ProduksiPangan  #ekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "i9PcUIOyPw0"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 28.218579793847788, "y": 462.87053936004884, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "i9PcUIOyPw0", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mentan Amran Ungkap Sektor Pertanian RI Pecahkan Berbagai Rekor\n\nGaruda Tv - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa sektor pertanian Indonesia mencatatkan berbagai capaian penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah indikator menunjukkan peningkatan signifikan, mulai dari produksi pangan, kesejahteraan petani, hingga pertumbuhan ekonomi sektor pertanian.\n\n\"FAO mengumumkan bahwa produksi kita berada di peringkat keempat dunia, mencapai 38 juta ton. Pengumuman tersebut berasal dari FAO,\" ujar Andi Amran.\n\nSelain peningkatan produksi, indikator kesejahteraan petani yang diukur melalui Nilai Tukar Petani (NTP) juga mencatatkan kinerja positif. NTP Indonesia mencapai angka 127, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam kurun waktu 34 tahun terakhir.\n\nSementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74 persen. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi sektor pertanian dalam 25 tahun terakhir.\n\nMenurut Andi Amran, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para petani, nelayan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian nasional.\n\nDi sisi perdagangan internasional, pemerintah juga mencatat perkembangan positif melalui peningkatan kinerja ekspor komoditas pertanian dan pengendalian impor sejumlah komoditas strategis. Upaya tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.\n\nPemerintah berharap berbagai capaian tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan produksi, modernisasi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung guna mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#menteripertanian #kabinetmerahputih #AndiAmranSulaiman #mentan  #PertanianIndonesia #swasembadapangan  #ketahananpangan  #petaniindonesia  #ProduksiPangan  #ekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "i9PcUIOyPw0"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 927.9308839335574, "y": 189.84424216240836, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 124.34771652023413, "y": 214.26743095576128, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 898.8403325033629, "y": 754.643023818308, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 35.25790867892387, "y": 105.0633321197233, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2002, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "tE1mI9Mw69k", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Mengamuk Hancurkan Isu Sell Indonesia | SPECIAL TALK\n\nAnalisis taktis di balik runtuhnya sentimen negatif asing lewat intervensi moneter cerdas Bank Indonesia yang sukses memicu rebound pasar modal nasional.                                                                                                                #specialtalk  #rupiah #rupiahbangkit \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "tE1mI9Mw69k"}}], "edges": [{"key": "rangga_tio12044", "source": "rangga_tio12044", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rangga_tio12044", "source": "rangga_tio12044", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "faassky", "source": "faassky", "target": "akademicryptoid", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "faassky", "source": "faassky", "target": "akademicryptoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "K4rynSituluN", "source": "K4rynSituluN", "target": "merapi_uncover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "Metro_TV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jatimtimescom", "source": "jatimtimescom", "target": "suarasurabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "emakcrypto", "source": "emakcrypto", "target": "EmakCrypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "emakcrypto", "source": "emakcrypto", "target": "EmakCrypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "emakcrypto", "source": "emakcrypto", "target": "EmakCrypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@adeyulinaaa11", "source": "@adeyulinaaa11", "target": "keliling_cinematic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@platinumPulse-p6y", "source": "@platinumPulse-p6y", "target": "platinumPulse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}