{"nodes": [{"key": "dhie3187", "attributes": {"label": "dhie3187", "x": 141.94729571068166, "y": 137.2773430569072, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 91.638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069579301117440442", "id": "dhie3187", "source": "retweet-000002", "content": "📢 Saatnya Mengasah Kemampuan Riset dan Memperluas Perspektif di Dunia Perbankan!\n\nLembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali men…", "post_id": "2069579301117440442"}}, {"key": "lps_idic", "attributes": {"label": "lps_idic", "x": 150.600365192886, "y": 731.1820933608916, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 130.5842, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069579301117440442", "id": "lps_idic", "source": "retweet-000002", "content": "📢 Saatnya Mengasah Kemampuan Riset dan Memperluas Perspektif di Dunia Perbankan!\n\nLembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali men…", "post_id": "2069579301117440442"}}, {"key": "ari_aditya", "attributes": {"label": "ari_aditya", "x": 792.5859147207193, "y": 240.87992365963007, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 91.638, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2069662267738825047", "id": "ari_aditya", "source": "tweet-000004", "content": "Pak  \nBUMN sangat banyak,sebaiknya dimerger saja terutama perbankan BUMN seperti Bank Mandiri dimerger dgn Bank BTN agar Indonesia memiliki bank besar dgn kapital sangat tinggi&kualitas sangat baik yg melayani banyak KPR untuk tingkatkan perekonomian", "post_id": "2069662267738825047"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 145.45800410694653, "y": 951.1157083663885, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 111.1111, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069662267738825047", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Pak  \nBUMN sangat banyak,sebaiknya dimerger saja terutama perbankan BUMN seperti Bank Mandiri dimerger dgn Bank BTN agar Indonesia memiliki bank besar dgn kapital sangat tinggi&kualitas sangat baik yg melayani banyak KPR untuk tingkatkan perekonomian", "post_id": "2069662267738825047"}}, {"key": "business", "attributes": {"label": "business", "x": 308.8200312946641, "y": 151.3634174006404, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 111.1111, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069662267738825047", "id": "business", "source": "tweet-000004", "content": "Pak  \nBUMN sangat banyak,sebaiknya dimerger saja terutama perbankan BUMN seperti Bank Mandiri dimerger dgn Bank BTN agar Indonesia memiliki bank besar dgn kapital sangat tinggi&kualitas sangat baik yg melayani banyak KPR untuk tingkatkan perekonomian", "post_id": "2069662267738825047"}}, {"key": "Bisniscom", "attributes": {"label": "Bisniscom", "x": 686.6377855001454, "y": 183.9228501194804, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 111.1111, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069662267738825047", "id": "Bisniscom", "source": "tweet-000004", "content": "Pak  \nBUMN sangat banyak,sebaiknya dimerger saja terutama perbankan BUMN seperti Bank Mandiri dimerger dgn Bank BTN agar Indonesia memiliki bank besar dgn kapital sangat tinggi&kualitas sangat baik yg melayani banyak KPR untuk tingkatkan perekonomian", "post_id": "2069662267738825047"}}, {"key": "mikemayasari", "attributes": {"label": "mikemayasari", "x": 638.3454764685861, "y": 667.4632833538876, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 91.638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7651151212858903829", "id": "mikemayasari", "source": "tiktok-000001", "content": "💡 KOK DI BANK SYARIAH ADA DENDA? Banyak yang bertanya, bukankah dalam syariah dilarang mengambil keuntungan dari keterlambatan pembayaran? Lalu mengapa ada denda? Yuk pahami faktanya! 👇 ✅ Denda dalam perbankan syariah bertujuan untuk mendisiplinkan nasabah yang mampu tetapi sengaja menunda pembayaran. ✅ Besaran denda harus disepakati sejak awal dan dicantumkan dalam akad sehingga tidak ada unsur ketidakjelasan (gharar). ✅ Dana hasil denda tidak diakui sebagai keuntungan bank, melainkan dialokasikan untuk dana sosial dan kebajikan sesuai ketentuan syariah. Prinsip ini sejalan dengan Fatwa DSN-MUI dan bertujuan menjaga keadilan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap akad yang telah disepakati bersama. 📖 \"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu...\" (QS. Al-Maidah: 1) Mari tingkatkan literasi keuangan syariah agar semakin bijak dalam mengelola keuangan. 🌱 #LiterasiKeuanganSyariah #BankSyariah #KeuanganSyariah #EdukasiKeuangan #OJK       Jasa Keuangan  Uangmu OJK", "post_id": "7651151212858903829"}}, {"key": "Otoritas", "attributes": {"label": "Otoritas", "x": 467.10819225676505, "y": 691.4755678245423, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 130.5842, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651151212858903829", "id": "Otoritas", "source": "tiktok-000001", "content": "💡 KOK DI BANK SYARIAH ADA DENDA? Banyak yang bertanya, bukankah dalam syariah dilarang mengambil keuntungan dari keterlambatan pembayaran? Lalu mengapa ada denda? Yuk pahami faktanya! 👇 ✅ Denda dalam perbankan syariah bertujuan untuk mendisiplinkan nasabah yang mampu tetapi sengaja menunda pembayaran. ✅ Besaran denda harus disepakati sejak awal dan dicantumkan dalam akad sehingga tidak ada unsur ketidakjelasan (gharar). ✅ Dana hasil denda tidak diakui sebagai keuntungan bank, melainkan dialokasikan untuk dana sosial dan kebajikan sesuai ketentuan syariah. Prinsip ini sejalan dengan Fatwa DSN-MUI dan bertujuan menjaga keadilan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap akad yang telah disepakati bersama. 📖 \"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu...\" (QS. Al-Maidah: 1) Mari tingkatkan literasi keuangan syariah agar semakin bijak dalam mengelola keuangan. 🌱 #LiterasiKeuanganSyariah #BankSyariah #KeuanganSyariah #EdukasiKeuangan #OJK       Jasa Keuangan  Uangmu OJK", "post_id": "7651151212858903829"}}, {"key": "Sikapi", "attributes": {"label": "Sikapi", "x": 866.6720497534911, "y": 368.27898415779924, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 130.5842, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651151212858903829", "id": "Sikapi", "source": "tiktok-000001", "content": "💡 KOK DI BANK SYARIAH ADA DENDA? Banyak yang bertanya, bukankah dalam syariah dilarang mengambil keuntungan dari keterlambatan pembayaran? Lalu mengapa ada denda? Yuk pahami faktanya! 👇 ✅ Denda dalam perbankan syariah bertujuan untuk mendisiplinkan nasabah yang mampu tetapi sengaja menunda pembayaran. ✅ Besaran denda harus disepakati sejak awal dan dicantumkan dalam akad sehingga tidak ada unsur ketidakjelasan (gharar). ✅ Dana hasil denda tidak diakui sebagai keuntungan bank, melainkan dialokasikan untuk dana sosial dan kebajikan sesuai ketentuan syariah. Prinsip ini sejalan dengan Fatwa DSN-MUI dan bertujuan menjaga keadilan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap akad yang telah disepakati bersama. 📖 \"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu...\" (QS. Al-Maidah: 1) Mari tingkatkan literasi keuangan syariah agar semakin bijak dalam mengelola keuangan. 🌱 #LiterasiKeuanganSyariah #BankSyariah #KeuanganSyariah #EdukasiKeuangan #OJK       Jasa Keuangan  Uangmu OJK", "post_id": "7651151212858903829"}}], "edges": [{"key": "dhie3187", "source": "dhie3187", "target": "lps_idic", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "dhie3187", "source": "dhie3187", "target": "lps_idic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "business", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "Bisniscom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mikemayasari", "source": "mikemayasari", "target": "Otoritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mikemayasari", "source": "mikemayasari", "target": "Sikapi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}