{"nodes": [{"key": "Addsmann", "attributes": {"label": "Addsmann", "x": 660.4466584311803, "y": 804.5314628605425, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.6921, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069779243974967700", "id": "Addsmann", "source": "tweet-000004", "content": "sebenarnya kalau begini terus yang dirugikan adalah dana pensiun, asuransi, reksadana saham, dan segala bentuk instrumen keuangan, baik domestik maupun asing yang diinvestasikan dalam saham maupun indeks kelompok saham di Bursa Efek Indonesia.", "post_id": "2069779243974967700"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 605.4040461481717, "y": 600.7396060326912, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 66.0304, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069779243974967700", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "sebenarnya kalau begini terus yang dirugikan adalah dana pensiun, asuransi, reksadana saham, dan segala bentuk instrumen keuangan, baik domestik maupun asing yang diinvestasikan dalam saham maupun indeks kelompok saham di Bursa Efek Indonesia.", "post_id": "2069779243974967700"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "ArmaZulfikar", "x": 861.647883674493, "y": 46.21256699716891, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.6921, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069707523134030279", "id": "ArmaZulfikar", "source": "tweet-000004", "content": "Ini disebabkan emiten konglo beternak akun yg ternakkan akun ini memainkan frekuensi dan volume transaksi, banyak akun nomine itu kepunyaan konglo. Contoh saham gorengan laku keras ara di luar akal sehat. Besar market cap daripada aset emiten 🤣🤣", "post_id": "2069707523134030279"}}, {"key": "thebabayega_", "attributes": {"label": "thebabayega_", "x": 372.27573460885776, "y": 389.47208643707654, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 66.0304, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069707523134030279", "id": "thebabayega_", "source": "tweet-000004", "content": "Ini disebabkan emiten konglo beternak akun yg ternakkan akun ini memainkan frekuensi dan volume transaksi, banyak akun nomine itu kepunyaan konglo. Contoh saham gorengan laku keras ara di luar akal sehat. Besar market cap daripada aset emiten 🤣🤣", "post_id": "2069707523134030279"}}, {"key": "711ECW", "attributes": {"label": "711ECW", "x": 786.5781706669562, "y": 810.0862354253924, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.6921, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069812136457719910", "id": "711ECW", "source": "tweet-000004", "content": "Fokus ke emiten masing-masing terkait agenda CA kedepannya yang bisa membuat Fundamental perusahaan menjadi bagus, secara gak langsung nantinya harga saham bakal mengikuti kenaikannya.", "post_id": "2069812136457719910"}}, {"key": "ikhwanuddin", "attributes": {"label": "ikhwanuddin", "x": 685.884192573558, "y": 785.7474691612872, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 66.0304, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069812136457719910", "id": "ikhwanuddin", "source": "tweet-000004", "content": "Fokus ke emiten masing-masing terkait agenda CA kedepannya yang bisa membuat Fundamental perusahaan menjadi bagus, secara gak langsung nantinya harga saham bakal mengikuti kenaikannya.", "post_id": "2069812136457719910"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 80.61963738875066, "y": 596.1963772476657, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0733, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3926614181504369607_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Grup Merdeka menggelar RUPST dengan sejumlah keputusan penting. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp300 miliar kepada pemegang saham, seiring keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis emas dan nikel.\n\nSementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) merombak jajaran direksi untuk memperkuat strategi hilirisasi nikel dan mendukung target pertumbuhan jangka panjang. ⚡🔋\n\nKedua emiten juga terus mendorong ekspansi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional guna memperkuat kinerja di tengah tingginya permintaan komoditas dan bahan baku baterai kendaraan listrik. 📈\n\nSumber: katadata.co.id, 24 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#MDKA #MBMA #Dividen #Nikel #Emas #EVBattery #Hilirisasi #SahamIndonesia #IHSG #mancingsaham", "post_id": "3926614181504369607_52512310886"}}, {"key": "infojabodetabek24_", "attributes": {"label": "infojabodetabek24_", "x": 784.4714328628863, "y": 182.4185391192309, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0733, "eigenvector": 618.0333, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3926007635680694888_35374237903", "id": "infojabodetabek24_", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang tamu hotel di kawasan Sentul melaporkan kerugian setelah mobil Toyota Alphard miliknya yang terparkir di area hotel diduga terkena bola golf hingga menyebabkan kaca kendaraan pecah. \n\nPeristiwa terjadi saat korban menginap di salah satu villa serta dua kamar deluxe dengan nilai pemesanan mencapai belasan juta rupiah per malam.\n\nPasca kejadian, korban melakukan mediasi dengan pihak hotel dan pengelola lapangan golf. \n\nPihak hotel disebut hanya berperan sebagai penghubung antara kedua belah pihak.\n\nKorban mengajukan estimasi biaya penggantian kaca dari bengkel resmi sebesar Rp25–27 juta, namun pihak pengelola golf menolak dengan alasan nilai tersebut terlalu tinggi dan merekomendasikan bengkel lain yang diduga tidak sesuai untuk jenis kendaraan tersebut. \n\nKorban juga mengaku diarahkan untuk menggunakan asuransi pribadi terlebih dahulu sebelum mengajukan klaim kepada pihak terkait.\n\nAkibat proses yang berlarut, korban akhirnya melakukan perbaikan melalui asuransi dengan masa inden sekitar 45 hari. Setelah perbaikan selesai, korban kembali meminta pertanggungjawaban, namun hanya ditawarkan penggantian sebesar Rp300 ribu sesuai nilai own risk (OR) asuransi.\n\nMerasa tidak mendapatkan penyelesaian yang adil, korban menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk mencari kepastian atas kasus tersebut.\n\n.\n.\nsource : vt/user364238917\nvia : IG/\n#onfojabodetabek24_\n\nFollow :", "post_id": "3926007635680694888_35374237903"}}, {"key": "jkt.feed", "attributes": {"label": "jkt.feed", "x": 605.2563066730091, "y": 940.9272932871814, "size": 10.42, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0733, "eigenvector": 381.9656, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926007635680694888_35374237903", "id": "jkt.feed", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang tamu hotel di kawasan Sentul melaporkan kerugian setelah mobil Toyota Alphard miliknya yang terparkir di area hotel diduga terkena bola golf hingga menyebabkan kaca kendaraan pecah. \n\nPeristiwa terjadi saat korban menginap di salah satu villa serta dua kamar deluxe dengan nilai pemesanan mencapai belasan juta rupiah per malam.\n\nPasca kejadian, korban melakukan mediasi dengan pihak hotel dan pengelola lapangan golf. \n\nPihak hotel disebut hanya berperan sebagai penghubung antara kedua belah pihak.\n\nKorban mengajukan estimasi biaya penggantian kaca dari bengkel resmi sebesar Rp25–27 juta, namun pihak pengelola golf menolak dengan alasan nilai tersebut terlalu tinggi dan merekomendasikan bengkel lain yang diduga tidak sesuai untuk jenis kendaraan tersebut. \n\nKorban juga mengaku diarahkan untuk menggunakan asuransi pribadi terlebih dahulu sebelum mengajukan klaim kepada pihak terkait.\n\nAkibat proses yang berlarut, korban akhirnya melakukan perbaikan melalui asuransi dengan masa inden sekitar 45 hari. Setelah perbaikan selesai, korban kembali meminta pertanggungjawaban, namun hanya ditawarkan penggantian sebesar Rp300 ribu sesuai nilai own risk (OR) asuransi.\n\nMerasa tidak mendapatkan penyelesaian yang adil, korban menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk mencari kepastian atas kasus tersebut.\n\n.\n.\nsource : vt/user364238917\nvia : IG/\n#onfojabodetabek24_\n\nFollow :", "post_id": "3926007635680694888_35374237903"}}, {"key": "nexorynstock.id", "attributes": {"label": "nexorynstock.id", "x": 415.9902771354937, "y": 467.5555150365813, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6921, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925494412931760021_56817126886", "id": "nexorynstock.id", "source": "instagram-000001", "content": "🌐 BEI Telusuri Catatan MSCI soal Ketersediaan Bahasa Inggris di Pasar Modal\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) tengah menelusuri catatan dari MSCI yang menyoroti ketersediaan informasi pasar modal Indonesia dalam bahasa Inggris. Isu ini menjadi perhatian karena akses informasi yang jelas dan mudah dipahami merupakan salah satu faktor penting bagi investor global.\n\nMSCI menilai masih terdapat beberapa aspek keterbukaan informasi yang perlu ditingkatkan agar investor asing dapat mengakses informasi emiten dan pasar Indonesia dengan lebih mudah. Menanggapi hal tersebut, BEI akan melakukan klarifikasi dan evaluasi lebih lanjut terkait catatan yang diberikan.\n\n📌 Meski demikian, Indonesia masih mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam penilaian MSCI. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tetap memiliki daya tarik di mata investor global.\n\n💡 Yang perlu diperhatikan investor:\n• Transparansi informasi pasar\n• Arus dana investor asing\n• Kepercayaan investor global\n• Perkembangan regulasi pasar modal\n\nMenurut kamu, apakah peningkatan layanan informasi berbahasa Inggris dapat membuat pasar saham Indonesia lebih menarik bagi investor asing?\n\n👇 Tulis pendapatmu di kolom komentar!\n\n—\n📊 Follow  untuk update pasar modal, berita saham, analisis, dan insight investasi setiap hari.\n\n#IHSG #BEI #MSCI #PasarModal #SahamIndonesia #Investasi #StockMarket #InvestorSaham #TradingSaham #BursaEfekIndonesia #FinancialNews #MarketUpdate #NexorynStock #InvestasiIndonesia #SahamHariIni", "post_id": "3925494412931760021_56817126886"}}, {"key": "nexorynstock", "attributes": {"label": "nexorynstock", "x": 722.162080024409, "y": 736.3223387999146, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 66.0304, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925494412931760021_56817126886", "id": "nexorynstock", "source": "instagram-000001", "content": "🌐 BEI Telusuri Catatan MSCI soal Ketersediaan Bahasa Inggris di Pasar Modal\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) tengah menelusuri catatan dari MSCI yang menyoroti ketersediaan informasi pasar modal Indonesia dalam bahasa Inggris. Isu ini menjadi perhatian karena akses informasi yang jelas dan mudah dipahami merupakan salah satu faktor penting bagi investor global.\n\nMSCI menilai masih terdapat beberapa aspek keterbukaan informasi yang perlu ditingkatkan agar investor asing dapat mengakses informasi emiten dan pasar Indonesia dengan lebih mudah. Menanggapi hal tersebut, BEI akan melakukan klarifikasi dan evaluasi lebih lanjut terkait catatan yang diberikan.\n\n📌 Meski demikian, Indonesia masih mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam penilaian MSCI. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tetap memiliki daya tarik di mata investor global.\n\n💡 Yang perlu diperhatikan investor:\n• Transparansi informasi pasar\n• Arus dana investor asing\n• Kepercayaan investor global\n• Perkembangan regulasi pasar modal\n\nMenurut kamu, apakah peningkatan layanan informasi berbahasa Inggris dapat membuat pasar saham Indonesia lebih menarik bagi investor asing?\n\n👇 Tulis pendapatmu di kolom komentar!\n\n—\n📊 Follow  untuk update pasar modal, berita saham, analisis, dan insight investasi setiap hari.\n\n#IHSG #BEI #MSCI #PasarModal #SahamIndonesia #Investasi #StockMarket #InvestorSaham #TradingSaham #BursaEfekIndonesia #FinancialNews #MarketUpdate #NexorynStock #InvestasiIndonesia #SahamHariIni", "post_id": "3925494412931760021_56817126886"}}, {"key": "avenirreseach.id", "attributes": {"label": "avenirreseach.id", "x": 224.65582008646555, "y": 933.4410079418311, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6921, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650713886135553287", "id": "avenirreseach.id", "source": "tiktok-000001", "content": "SMGR mulai memperkuat cerita bisnisnya dari sekadar produsen semen domestik menjadi pemain ekspor semen khusus dengan basis fasilitas terintegrasi di Tuban. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui SIG meresmikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas pasar internasional, terutama ke Amerika Serikat, di tengah tantangan kelebihan kapasitas industri semen domestik. Aset kuncinya bukan cuma dermaga. Fasilitas ekspor ini memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun, terminal hingga 50.000 DWT, tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam. Secara operasional, ini membuat proses pengiriman semen curah dari pabrik ke kapal menjadi lebih efisien. Untuk 2026, SIG menargetkan ekspor 450 ribu metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat secara bertahap. Ekspor ini dilakukan melalui kerja sama strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan Taiheiyo Cement Corporation dari Jepang. Avenir view: tesis SMGR menarik karena ekspor bisa menjadi salah satu jalan keluar dari tekanan oversupply semen domestik. Jika fasilitas Tuban mampu meningkatkan utilisasi produksi, memperluas pasar ekspor, dan menjaga margin produk khusus, maka kontribusinya bisa menjadi growth engine baru di luar pasar domestik. Namun, market tetap perlu melihat kualitas eksekusinya. Kuncinya bukan cuma kapasitas dermaga besar, tapi realisasi volume ekspor, harga jual semen khusus, biaya logistik, permintaan dari pasar AS, stabilitas kontrak, dan kemampuan SIG menjaga margin di tengah biaya energi serta kompetisi global. Baca insight emiten dan aksi korporasi lainnya di researchavenir.com Ikuti  untuk update pasar dan emiten harian. Disclaimer: Konten edukasi, bukan rekomendasi beli/jual saham tertentu. #AvenirResearch #SMGR #SemenIndonesia #EksporSemen #SahamIndonesia", "post_id": "7650713886135553287"}}, {"key": "avenir.research", "attributes": {"label": "avenir.research", "x": 703.6702982594225, "y": 86.8753144205574, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 66.0304, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650713886135553287", "id": "avenir.research", "source": "tiktok-000001", "content": "SMGR mulai memperkuat cerita bisnisnya dari sekadar produsen semen domestik menjadi pemain ekspor semen khusus dengan basis fasilitas terintegrasi di Tuban. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui SIG meresmikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas pasar internasional, terutama ke Amerika Serikat, di tengah tantangan kelebihan kapasitas industri semen domestik. Aset kuncinya bukan cuma dermaga. Fasilitas ekspor ini memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun, terminal hingga 50.000 DWT, tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam. Secara operasional, ini membuat proses pengiriman semen curah dari pabrik ke kapal menjadi lebih efisien. Untuk 2026, SIG menargetkan ekspor 450 ribu metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat secara bertahap. Ekspor ini dilakukan melalui kerja sama strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan Taiheiyo Cement Corporation dari Jepang. Avenir view: tesis SMGR menarik karena ekspor bisa menjadi salah satu jalan keluar dari tekanan oversupply semen domestik. Jika fasilitas Tuban mampu meningkatkan utilisasi produksi, memperluas pasar ekspor, dan menjaga margin produk khusus, maka kontribusinya bisa menjadi growth engine baru di luar pasar domestik. Namun, market tetap perlu melihat kualitas eksekusinya. Kuncinya bukan cuma kapasitas dermaga besar, tapi realisasi volume ekspor, harga jual semen khusus, biaya logistik, permintaan dari pasar AS, stabilitas kontrak, dan kemampuan SIG menjaga margin di tengah biaya energi serta kompetisi global. Baca insight emiten dan aksi korporasi lainnya di researchavenir.com Ikuti  untuk update pasar dan emiten harian. Disclaimer: Konten edukasi, bukan rekomendasi beli/jual saham tertentu. #AvenirResearch #SMGR #SemenIndonesia #EksporSemen #SahamIndonesia", "post_id": "7650713886135553287"}}, {"key": "@theinvestor", "attributes": {"label": "@theinvestor", "x": 416.70769005961415, "y": 100.41533661521352, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6921, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "A--R6RUneuw", "id": "@theinvestor", "source": "youtube-000001", "content": "BEGINI CARA PILIH SAHAM YANG TEPAT\n\n🚀 VIM Open Class : sahamundervalue.id/vim-open-class\n\nDi tengah IHSG yang sempat jatuh hampir 30%, ada satu saham di portofolio The Investor yang justru bergerak berlawanan arah — dan sampai sekarang masih mencatat floating profit +25%.\nSaham itu MARK. Di video ini, kita bedah langsung ada apa di balik MARK — story bisnisnya, kinerjanya, dan kenapa saham ini bisa tetap kuat di tengah market yang volatile.\n\nJoin Channel Telegram The Investor: https://t.me/theinvestor_id\n\nDapatkan EBOOK WATCHLIST STOCKS GRATIS di sini:\nhttps://theinvestor.id/free-ebook-wat...\n\nHalo.....para pecinta dunia saham.\nPada Channel ini saya ingin berbagi informasi mengenai perkembangan emiten di pasar saham.\nSelain membahas emiten dan saham, saya juga ingin berbagi informasi seputar teknik menganalisa saham dengan melihat sisi fundamental dan berita-berita terupdate mengenai pasar saham.\n\nPastikan Temen - temen sekalian mengikuti terus channel saya.\n\nDISCLAIMER:\nPerlu saya sampaikan kalo Informasi tentang dunia saham ini saya sharingkan dengan itikad baik dan HANYA untuk tujuan informasi umum saja.\n\nSetiap tindakan/keputusan yang diambil berdasarkan informasi ini adalah TETAP tanggung jawab pribadi.\n\nSalam Passive Income ^^\n------------\nIkuti program online course VALUE INVESTING MASTERY: \n\nhttps://theinvestor.id/valueinvesting...\n\nuntuk pemesanan EBOOK : \n\nhttps://theinvestor.id/ebook-watchlis...\n\n• • •\nFollow IG The Investor:   / theinvestor_id  \nlike FB The Investor:   / erose.theinvestor  \n-\nSponsored by : Verose Batik\nInstagram :", "post_id": "A--R6RUneuw"}}, {"key": "batiksolo_laweyan", "attributes": {"label": "batiksolo_laweyan", "x": 940.2171102227775, "y": 705.410399964743, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 66.0304, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "A--R6RUneuw", "id": "batiksolo_laweyan", "source": "youtube-000001", "content": "BEGINI CARA PILIH SAHAM YANG TEPAT\n\n🚀 VIM Open Class : sahamundervalue.id/vim-open-class\n\nDi tengah IHSG yang sempat jatuh hampir 30%, ada satu saham di portofolio The Investor yang justru bergerak berlawanan arah — dan sampai sekarang masih mencatat floating profit +25%.\nSaham itu MARK. Di video ini, kita bedah langsung ada apa di balik MARK — story bisnisnya, kinerjanya, dan kenapa saham ini bisa tetap kuat di tengah market yang volatile.\n\nJoin Channel Telegram The Investor: https://t.me/theinvestor_id\n\nDapatkan EBOOK WATCHLIST STOCKS GRATIS di sini:\nhttps://theinvestor.id/free-ebook-wat...\n\nHalo.....para pecinta dunia saham.\nPada Channel ini saya ingin berbagi informasi mengenai perkembangan emiten di pasar saham.\nSelain membahas emiten dan saham, saya juga ingin berbagi informasi seputar teknik menganalisa saham dengan melihat sisi fundamental dan berita-berita terupdate mengenai pasar saham.\n\nPastikan Temen - temen sekalian mengikuti terus channel saya.\n\nDISCLAIMER:\nPerlu saya sampaikan kalo Informasi tentang dunia saham ini saya sharingkan dengan itikad baik dan HANYA untuk tujuan informasi umum saja.\n\nSetiap tindakan/keputusan yang diambil berdasarkan informasi ini adalah TETAP tanggung jawab pribadi.\n\nSalam Passive Income ^^\n------------\nIkuti program online course VALUE INVESTING MASTERY: \n\nhttps://theinvestor.id/valueinvesting...\n\nuntuk pemesanan EBOOK : \n\nhttps://theinvestor.id/ebook-watchlis...\n\n• • •\nFollow IG The Investor:   / theinvestor_id  \nlike FB The Investor:   / erose.theinvestor  \n-\nSponsored by : Verose Batik\nInstagram :", "post_id": "A--R6RUneuw"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 550.9334983488576, "y": 421.1979668162801, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6921, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "t_MJYga-E9w", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Analisa Fundamental Bandarmologi 6 IPO Terbaru IHSG! JELI PRDL EMMI JECX BACH RANS | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Profil, Skala Bisnis, dan Skala Organisasi\n07:16 Struktur IPO dan Rencana Penggunaan Dana\n15:29 Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance) dan Manajemen\n25:05 Kinerja Keuangan dan Valuasi\n33:07 Peringkat Daya Tarik Investasi (Dari 6 Emiten)\n43:05 Peringkat secara Bandarmologi dan Kesimpulan Akhir\n\nSelamat datang di Wawasan Cerdas, tempatnya para investor pintar membedah fakta di balik layar pasar modal! 🚀\n\nDi video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan anatomi 6 perusahaan yang sedang melakukan Initial Public Offering (IPO), dengan fokus utama pada perbandingan ekstrem antara PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Apakah saham populer yang sering dibicarakan ritel selalu menguntungkan, atau justru hanya jebakan bandar? Tonton sampai habis untuk menyelamatkan uang Anda!\n\n🔍 Apa yang Kita Bahas di Video Ini? Pasar modal kembali diramaikan oleh kehadiran RANS yang mewakili bisnis \"Aset Lunak\" berupa popularitas figur. RANS mengincar dana IPO super besar, yakni Rp429,25 miliar, yang hampir setara dengan total aset perusahaannya sendiri. Sayangnya, di balik narasi ekspansi ekstrem seperti konser dan wahana Cipungland, laba RANS ternyata sedang anjlok 41,60%, beban gaji karyawannya menyedot 75,1% dari laba bersih, dan terdapat risiko kebocoran dana ke vendor CV milik keluarga. Valuasinya pun sangat mahal dengan Price to Earnings Ratio (PER) menembus 28,3x.\n\nSebagai antitesisnya, kita membedah \"Raksasa Tersembunyi\" yakni BACH yang terafiliasi dengan ekosistem konglomerasi Grup Djarum. BACH adalah mesin pencetak uang riil dengan pendapatan Rp1,73 triliun dan laba meroket 97,54%, namun anehnya ditawarkan dengan harga \"diskon\" (PER hanya 13,1x). Selain itu, kita juga mengupas tuntas saham lain seperti PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang menjadi \"Hidden Gem\" paling murah dengan PER 12,3x, hingga PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang sarat akan red flag karena hampir 45% labanya tersedot untuk gaji jajaran direksi keluarganya sendiri.\n\n⚠️ Kupas Tuntas Bandarmologi & Pergerakan Bandar Analisis fundamental saja tidak cukup! Wawasan Cerdas juga membongkar mekanika pasar dan motif Ultimate Beneficial Owner (UBO) di balik 6 emiten ini. Anda wajib tahu bahwa RANS dan JELI (INACO) berpotensi menjadi \"FOMO Trap\", di mana atensi publik yang masif justru dimanfaatkan big money (bandar) untuk melakukan distribusi atau guyuran barang di hari pertama. Hati-hati juga dengan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang mematok harga super mahal, karena di dalamnya terdapat aksi cashing out di mana uang publik sebesar Rp227,72 miliar justru masuk ke kantong pemilik lama, bukan untuk perusahaan.\n\nSebaliknya, saham industrial seperti BACH dengan free float kecil (15,06%) memiliki potensi dikunci arah atas (ARA) oleh grup pengendali karena ritel tidak banyak yang tahu.\n\nSiapakah pemenang investasi sebenarnya? Apakah Anda masuk tim pemburu momentum trading, atau value investor jangka panjang?\n\n💡 Jangan lupa untuk klik tombol LIKE jika analisis ini membantu Anda, SUBSCRIBE ke channel Wawasan Cerdas agar tidak ketinggalan insight investasi tajam lainnya, dan bagikan pendapat Anda di kolom KOMENTAR! Saham IPO mana yang menurut Anda paling cuan?\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi dan analisis berdasarkan data prospektus. Segala keputusan investasi (jual/beli) berada di tangan Anda sendiri.\n\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamIPO #AnalisisFundamental #Bandarmologi #SahamRANS\n🏷️ Hashtag (Untuk Disisipkan di Deskripsi atau Kolom Komentar)\n#WawasanCerdas #SahamIPO #Bandarmologi #SahamRANS #InvestasiSaham #AnalisisSaham #ValueInvesting #TradingSaham #IHSG #RaffiAhmad #SahamPemula #BursaEfekIndonesia #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "t_MJYga-E9w"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 911.8873320327494, "y": 610.7539524041609, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 66.0304, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t_MJYga-E9w", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Analisa Fundamental Bandarmologi 6 IPO Terbaru IHSG! JELI PRDL EMMI JECX BACH RANS | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Profil, Skala Bisnis, dan Skala Organisasi\n07:16 Struktur IPO dan Rencana Penggunaan Dana\n15:29 Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance) dan Manajemen\n25:05 Kinerja Keuangan dan Valuasi\n33:07 Peringkat Daya Tarik Investasi (Dari 6 Emiten)\n43:05 Peringkat secara Bandarmologi dan Kesimpulan Akhir\n\nSelamat datang di Wawasan Cerdas, tempatnya para investor pintar membedah fakta di balik layar pasar modal! 🚀\n\nDi video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan anatomi 6 perusahaan yang sedang melakukan Initial Public Offering (IPO), dengan fokus utama pada perbandingan ekstrem antara PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Apakah saham populer yang sering dibicarakan ritel selalu menguntungkan, atau justru hanya jebakan bandar? Tonton sampai habis untuk menyelamatkan uang Anda!\n\n🔍 Apa yang Kita Bahas di Video Ini? Pasar modal kembali diramaikan oleh kehadiran RANS yang mewakili bisnis \"Aset Lunak\" berupa popularitas figur. RANS mengincar dana IPO super besar, yakni Rp429,25 miliar, yang hampir setara dengan total aset perusahaannya sendiri. Sayangnya, di balik narasi ekspansi ekstrem seperti konser dan wahana Cipungland, laba RANS ternyata sedang anjlok 41,60%, beban gaji karyawannya menyedot 75,1% dari laba bersih, dan terdapat risiko kebocoran dana ke vendor CV milik keluarga. Valuasinya pun sangat mahal dengan Price to Earnings Ratio (PER) menembus 28,3x.\n\nSebagai antitesisnya, kita membedah \"Raksasa Tersembunyi\" yakni BACH yang terafiliasi dengan ekosistem konglomerasi Grup Djarum. BACH adalah mesin pencetak uang riil dengan pendapatan Rp1,73 triliun dan laba meroket 97,54%, namun anehnya ditawarkan dengan harga \"diskon\" (PER hanya 13,1x). Selain itu, kita juga mengupas tuntas saham lain seperti PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang menjadi \"Hidden Gem\" paling murah dengan PER 12,3x, hingga PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang sarat akan red flag karena hampir 45% labanya tersedot untuk gaji jajaran direksi keluarganya sendiri.\n\n⚠️ Kupas Tuntas Bandarmologi & Pergerakan Bandar Analisis fundamental saja tidak cukup! Wawasan Cerdas juga membongkar mekanika pasar dan motif Ultimate Beneficial Owner (UBO) di balik 6 emiten ini. Anda wajib tahu bahwa RANS dan JELI (INACO) berpotensi menjadi \"FOMO Trap\", di mana atensi publik yang masif justru dimanfaatkan big money (bandar) untuk melakukan distribusi atau guyuran barang di hari pertama. Hati-hati juga dengan saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang mematok harga super mahal, karena di dalamnya terdapat aksi cashing out di mana uang publik sebesar Rp227,72 miliar justru masuk ke kantong pemilik lama, bukan untuk perusahaan.\n\nSebaliknya, saham industrial seperti BACH dengan free float kecil (15,06%) memiliki potensi dikunci arah atas (ARA) oleh grup pengendali karena ritel tidak banyak yang tahu.\n\nSiapakah pemenang investasi sebenarnya? Apakah Anda masuk tim pemburu momentum trading, atau value investor jangka panjang?\n\n💡 Jangan lupa untuk klik tombol LIKE jika analisis ini membantu Anda, SUBSCRIBE ke channel Wawasan Cerdas agar tidak ketinggalan insight investasi tajam lainnya, dan bagikan pendapat Anda di kolom KOMENTAR! Saham IPO mana yang menurut Anda paling cuan?\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi dan analisis berdasarkan data prospektus. Segala keputusan investasi (jual/beli) berada di tangan Anda sendiri.\n\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamIPO #AnalisisFundamental #Bandarmologi #SahamRANS\n🏷️ Hashtag (Untuk Disisipkan di Deskripsi atau Kolom Komentar)\n#WawasanCerdas #SahamIPO #Bandarmologi #SahamRANS #InvestasiSaham #AnalisisSaham #ValueInvesting #TradingSaham #IHSG #RaffiAhmad #SahamPemula #BursaEfekIndonesia #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "t_MJYga-E9w"}}, {"key": "@BusinessToday", "attributes": {"label": "@BusinessToday", "x": 591.9500027617005, "y": 780.7857376642434, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6921, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lPZ-i8nOKpo", "id": "@BusinessToday", "source": "youtube-000001", "content": "GST Apakah Reformasi Pajak Terbesar di India Akhirnya Matang? | Survei Deloitte Mengungkap Sem...\n\nSembilan tahun setelah reformasi pajak paling ambisius di India, di mana posisi GST sebenarnya? Sakshi Batra dari Business Today TV berbincang dengan Mahesh Jaising, Partner & National Indirect Tax Leader di Deloitte India, untuk menguraikan survei GST yang penting — survei paling komprehensif tentang perjalanan pajak tidak langsung di India. Dari kepercayaan bisnis yang tinggi hingga meningkatnya litigasi, dari keringanan UMKM hingga impian struktur tarif tunggal, percakapan ini mencakup semuanya. Apa yang menghambat GST 2.0? Apakah penundaan pengembalian dana mencekik modal kerja? Dapatkah AI dan GSTN 2.0 akhirnya memperbaiki kepatuhan? Dan apa yang harus diprioritaskan pemerintah selanjutnya? Semua jawaban, semua data, semua wawasan — ada di sini.\n\n#BisnisHariIni #GST #PajakTidakLangsung #ReformasiPajak #DeloitteIndia #DewanGSTC #EkonomiIndia #Perpajakan #BeritaBisnis #UMKM #GSTN #ReformasiEkonomi #GST20 #KebijakanPajak #PertumbuhanIndia #ModalKerja #PerpajakanDigital #BisnisIndia\n-----------------------\nTerima kasih telah menonton! Jangan lupa untuk Like | Komentar | Bagikan\n-----------------------\nTentang saluran ini\nTonton kami untuk berita dan pandangan terbaik tentang bisnis, pasar saham, mata uang kripto, teknologi konsumen, dunia real estat, emas batangan, otomotif, perusahaan rintisan dan unicorn, serta keuangan pribadi. Business Today TV juga akan memberikan semua yang perlu Anda ketahui tentang reksa dana, asuransi, pinjaman, dan rencana pensiun, dan lain-lain.\n\nIkuti kami di:\nSitus web: https://www.businesstoday.in\nWhatsApp: whatsapp.com/channel/0029Va4Hd309hXFCqY62yD2I\nFacebook:   / businesstoday  \nX:   / business_today  \nInstagram:   / business_today", "post_id": "lPZ-i8nOKpo"}}, {"key": "9", "attributes": {"label": "9", "x": 273.31535969000595, "y": 558.9865695018764, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 66.0304, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lPZ-i8nOKpo", "id": "9", "source": "youtube-000001", "content": "GST Apakah Reformasi Pajak Terbesar di India Akhirnya Matang? | Survei Deloitte Mengungkap Sem...\n\nSembilan tahun setelah reformasi pajak paling ambisius di India, di mana posisi GST sebenarnya? Sakshi Batra dari Business Today TV berbincang dengan Mahesh Jaising, Partner & National Indirect Tax Leader di Deloitte India, untuk menguraikan survei GST yang penting — survei paling komprehensif tentang perjalanan pajak tidak langsung di India. Dari kepercayaan bisnis yang tinggi hingga meningkatnya litigasi, dari keringanan UMKM hingga impian struktur tarif tunggal, percakapan ini mencakup semuanya. Apa yang menghambat GST 2.0? Apakah penundaan pengembalian dana mencekik modal kerja? Dapatkah AI dan GSTN 2.0 akhirnya memperbaiki kepatuhan? Dan apa yang harus diprioritaskan pemerintah selanjutnya? Semua jawaban, semua data, semua wawasan — ada di sini.\n\n#BisnisHariIni #GST #PajakTidakLangsung #ReformasiPajak #DeloitteIndia #DewanGSTC #EkonomiIndia #Perpajakan #BeritaBisnis #UMKM #GSTN #ReformasiEkonomi #GST20 #KebijakanPajak #PertumbuhanIndia #ModalKerja #PerpajakanDigital #BisnisIndia\n-----------------------\nTerima kasih telah menonton! Jangan lupa untuk Like | Komentar | Bagikan\n-----------------------\nTentang saluran ini\nTonton kami untuk berita dan pandangan terbaik tentang bisnis, pasar saham, mata uang kripto, teknologi konsumen, dunia real estat, emas batangan, otomotif, perusahaan rintisan dan unicorn, serta keuangan pribadi. Business Today TV juga akan memberikan semua yang perlu Anda ketahui tentang reksa dana, asuransi, pinjaman, dan rencana pensiun, dan lain-lain.\n\nIkuti kami di:\nSitus web: https://www.businesstoday.in\nWhatsApp: whatsapp.com/channel/0029Va4Hd309hXFCqY62yD2I\nFacebook:   / businesstoday  \nX:   / business_today  \nInstagram:   / business_today", "post_id": "lPZ-i8nOKpo"}}], "edges": [{"key": "Addsmann", "source": "Addsmann", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "source": "ArmaZulfikar", "target": "thebabayega_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "711ECW", "source": "711ECW", "target": "ikhwanuddin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infojabodetabek24_", "source": "infojabodetabek24_", "target": "jkt.feed", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infojabodetabek24_", "source": "infojabodetabek24_", "target": "infojabodetabek24_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nexorynstock.id", "source": "nexorynstock.id", "target": "nexorynstock", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "avenirreseach.id", "source": "avenirreseach.id", "target": "avenir.research", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@theinvestor", "source": "@theinvestor", "target": "batiksolo_laweyan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BusinessToday", "source": "@BusinessToday", "target": "9", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}