{"nodes": [{"key": "Ciput84725571", "attributes": {"label": "Ciput84725571", "x": 395.87394578298904, "y": 299.8307377868872, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 45.0959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069650393605493103", "id": "Ciput84725571", "source": "retweet-000002", "content": "BI menaikkan BI-Rate menjadi 5,75% sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.\n\nM…", "post_id": "2069650393605493103"}}, {"key": "TirtoID", "attributes": {"label": "TirtoID", "x": 695.3195284956654, "y": 517.6703941443, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 64.2617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069650393605493103", "id": "TirtoID", "source": "retweet-000002", "content": "BI menaikkan BI-Rate menjadi 5,75% sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.\n\nM…", "post_id": "2069650393605493103"}}, {"key": "MikaelDewabrata", "attributes": {"label": "MikaelDewabrata", "x": 803.8564622510321, "y": 227.8331659687237, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 45.0959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069675546796257332", "id": "MikaelDewabrata", "source": "tweet-000004", "content": "\"Dalam keputusan yang disampaikan, penghargaan diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi dan kepemimpinan Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara.\" \nhttps://t.co/ia8LsigmSK", "post_id": "2069675546796257332"}}, {"key": "detikcom", "attributes": {"label": "detikcom", "x": 606.4028336112128, "y": 252.44316865882033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 83.4275, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069675546796257332", "id": "detikcom", "source": "tweet-000004", "content": "\"Dalam keputusan yang disampaikan, penghargaan diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi dan kepemimpinan Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara.\" \nhttps://t.co/ia8LsigmSK", "post_id": "2069675546796257332"}}, {"key": "bank_indonesia_bali", "attributes": {"label": "bank_indonesia_bali", "x": 535.4906620353598, "y": 801.6381947284723, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 300.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3926494131287996866_3318831418", "id": "bank_indonesia_bali", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Semeton Rupiah! 👋\n\n“Di setiap kantong darah, tersimpan harapan, kehidupan, dan cinta untuk sesama.” 🩸❤️\n\n bersinergi dengan Bank Mandiri Kantor Wilayah Region XI Bali dan Nusa Tenggara menggelar kegiatan Donor Darah. Dengan antusiasme yang luar biasa, sebanyak 284 kantong darah berhasil terkumpul dari 348 calon pendonor🤩\n\nBank Indonesia berkomitmen tidak hanya hadir menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam program kemanusiaan untuk kesejahteraan masyarakat✨\n\n#diSetiapMaknaIndonesia #BankIndonesia #BankIndonesiaBali #BIBaliAsikBerprestasi #RahayuRahayuRahayu", "post_id": "3926494131287996866_3318831418"}}, {"key": "kangyayan30", "attributes": {"label": "kangyayan30", "x": 127.92934601797046, "y": 595.4114085696989, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 300.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7633415892881181970", "id": "kangyayan30", "source": "tiktok-000001", "content": "Kaltim daerahnya sekaya itu, kenapa masyarakatnya masih perlu turun ke jalan? Mari kita bedah dari sisi yang jarang dibahas — potensinya dulu. SUMBER DATA BPS Kalimantan Timur, Profil Investasi Kalimantan Timur 2025, Bank Indonesia Kaltim, Kompas.com, dan Niaga.Asia. KALTIM ITU SEBERAPA KAYA SEBETULNYA? PDRB Kalimantan Timur tahun 2024 mencapai Rp858,4 triliun — tertinggi di luar Jawa setelah DKI Jakarta. Ekonomi tumbuh 6,17 persen di 2024, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan 2026 di kisaran 4,5 sampai 5,3 persen. PDRB per kapita warganya Rp212 juta per tahun. IPM-nya 78,79 — tertinggi keempat nasional. Di atas kertas, ini provinsi yang makmur luar biasa. APA SAJA ISI PERUTNYA? PERTAMA — BATU BARA DAN MIGAS. Sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 38,4 persen dari total PDRB senilai Rp329,5 triliun. Kutai Kartanegara dan Kutai Timur adalah dua kabupaten penghasil batubara terbesar. Lifting minyak dan gas dari wilayah Kalsul sepanjang 2024 mencapai 96–99 persen dari target APBN. Kilang RDMP Balikpapan sedang diupgrade dengan tambahan kapasitas 50 ribu barel per hari yang ditargetkan selesai triwulan III-2026. KEDUA — NIKEL DAN MINERAL BARU. BPS Kaltim mencatat mulai beroperasinya smelter nikel baru di Kabupaten Kutai Kartanegara pada 2024. Juga pabrik amonium nitrat di Bontang dan Kutai Kartanegara. Kawasan industri KIPI Maloy dan Kariangau Industrial Estate mulai menarik investor untuk pengolahan minyak, gas, dan nikel. KETIGA — ENERGI TERBARUKAN YANG BELUM DISENTUH. Ini yang banyak orang belum tahu. Potensi energi primer Kaltim dari semua sumber mencapai 400 gigawatt. Tenaga air saja punya potensi 17.861 MW. Tenaga surya 850 MW. Bioenergi 63 juta ton. Pemprov bahkan sudah menarik 15 investor untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah di Balikpapan. KEEMPAT — IKN SEBAGAI KATALIS BARU. Ibu Kota Nusantara ada di Penajam Paser Utara, Kaltim. Anggaran pembangunan IKN yang sudah terealisasi mencapai Rp39,6 triliun hingga akhir 2024. Ini mendorong sektor konstruksi, hotel, penerbangan, wisata, dan jasa di Samarinda dan Balikpapan ikut tumbuh. KELIMA — PERKEBUNAN DAN PANGAN. Luas perkebunan Kaltim mencapai 1,1 juta hektare dengan produksi 5,87 juta ton, mayoritas kelapa sawit. Sektor pertanian juga menjadi penyerap tenaga kerja terbesar walaupun kontribusi PDRB-nya relatif kecil. PARADOKS YANG NYATA Dengan semua kekayaan ini, muncul paradoks yang sudah lama ada. Sektor tambang menyerap hanya 8,5 persen angkatan kerja. Pendapatan besar dari sumber daya alam belum otomatis menetes ke bawah. Dana Bagi Hasil dari pertambangan justru turun saat harga batubara koreksi, artinya APBD daerah ikut naik turun mengikuti harga komoditas global yang tidak bisa dikendalikan. Inilah akar kenapa 2.000 orang bisa turun ke jalan mempertanyakan Rp 25 miliar untuk renovasi rumah jabatan — bukan karena daerahnya miskin, tapi karena distribusi manfaatnya yang dipertanyakan. SINGKATNYA KANG Kaltim itu seperti sawah yang tanahnya subur banget — bisa ditanami apa saja dan hasilnya luar biasa. Tapi kalau petaninya nggak dapat bagian yang adil dari hasil panen, ya wajar kalau mereka protes ke pemilik lahan. Potensinya ada. Yang perlu dibenahi adalah siapa yang menikmati dan bagaimana tata kelolanya. Demo 21 April itu bukan tanda Kaltim gagal — itu tanda rakyatnya sudah cukup sadar untuk meminta bagian yang semestinya. Dan itu sebenarnya sinyal bagus bagi investor: masyarakatnya kritis, artinya tata kelola ke depan akan diawasi lebih ketat. Akang kalau punya modal dan mau ikut masuk ke potensi Kaltim, sektor mana yang paling menarik menurut Akang — energi terbarukan, hilirisasi mineral, atau agribisnis? Komen di bawah atau langsung DM ya! Gambar dibuat dengan bantuan AI. Kang Yayan Praktisi salah satu Lembaga Keuangan Syariah BUMN serta Pemerhati investasi, keuangan dan Business Continuity Tiktok", "post_id": "7633415892881181970"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 246.77284193998318, "y": 980.9245489539524, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.0959, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 62.44312523240181, "y": 591.2665856120893, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 57.8731, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 463.85359423253925, "y": 470.0452192352402, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 57.8731, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}], "edges": [{"key": "Ciput84725571", "source": "Ciput84725571", "target": "TirtoID", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ciput84725571", "source": "Ciput84725571", "target": "TirtoID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MikaelDewabrata", "source": "MikaelDewabrata", "target": "detikcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_bali", "source": "bank_indonesia_bali", "target": "bank_indonesia_bali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kangyayan30", "source": "kangyayan30", "target": "kangyayan30", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}