{"nodes": [{"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 362.1992567785055, "y": 631.5414790917979, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 1000.0, "eigenvector": 1000.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3927038872592153932_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Tekanan terhadap pasar saham Indonesia akibat kekhawatiran risiko penurunan status pasar dari emerging market ke frontier market dinilai belum menjadi alasan bagi investor untuk melakukan aksi jual panik.\n\nInvestor justru disarankan melakukan reposisi portofolio secara selektif sambil mencermati perkembangan reformasi pasar modal.\n\nIHSG melemah tajam 3,56 persen ke level 5.883,9 pada Rabu (24/6/2026), seiring nilai tukar rupiah kembali mendekati area Rp18.000 per USD seiring respons negatif investor terhadap hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang masih mempertahankan Indonesia sebagai pasar berkembang (Emerging Market), namun memperpanjang masa evaluasi terkait reformasi pasar.\n\nTekanan jual terutama dipimpin oleh saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).\n\nMenurut analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto, Kamis (25/6/2026), pelemahan tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran pasar terkait potensi penurunan status Indonesia oleh MSCI Inc. menjadi frontier market.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/sentimen-msci-tekan-pasar-investor-disarankan-reposisi-portofolio\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: MNC Media\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #msci #investor #portfolio", "post_id": "3927038872592153932_3310659452"}}], "edges": [{"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}