{"nodes": [{"key": "k4p3hk41n", "attributes": {"label": "k4p3hk41n", "x": 849.6806987932312, "y": 753.085397081067, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070011497875702065", "id": "k4p3hk41n", "source": "retweet-000002", "content": "🚨 BREAKING NEWS: Rupiah Rp17.949 Per Dolar AS https://t.co/XPusc0Le6T", "post_id": "2070011497875702065"}}, {"key": "CryptoWaveID", "attributes": {"label": "CryptoWaveID", "x": 314.5266013527254, "y": 447.43190183524086, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 42.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2070011497875702065", "id": "CryptoWaveID", "source": "retweet-000002", "content": "🚨 BREAKING NEWS: Rupiah Rp17.949 Per Dolar AS https://t.co/XPusc0Le6T", "post_id": "2070011497875702065"}}, {"key": "yahuuuuuujr", "attributes": {"label": "yahuuuuuujr", "x": 933.9841144308064, "y": 636.4629095667302, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069978893793333507", "id": "yahuuuuuujr", "source": "retweet-000002", "content": "🚨 BREAKING NEWS: Rupiah Rp17.949 Per Dolar AS https://t.co/XPusc0Le6T", "post_id": "2069978893793333507"}}, {"key": "Carang_TV", "attributes": {"label": "Carang_TV", "x": 706.087652824107, "y": 481.88207921192327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069977683283607581", "id": "Carang_TV", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS\n\n#Rupiah #Melemah #Dolar #AS #Berita #Info\n\nhttps://t.co/g1zkE8US74", "post_id": "2069977683283607581"}}, {"key": "dms_ambon", "attributes": {"label": "dms_ambon", "x": 663.834299771281, "y": 961.1002253720069, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 32.9435, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069977683283607581", "id": "dms_ambon", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS\n\n#Rupiah #Melemah #Dolar #AS #Berita #Info\n\nhttps://t.co/g1zkE8US74", "post_id": "2069977683283607581"}}, {"key": "sgrhnyglz", "attributes": {"label": "sgrhnyglz", "x": 519.4193915444785, "y": 64.85534308729946, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2070043144792785104", "id": "sgrhnyglz", "source": "retweet-000002", "content": "Tahu ga kenapa kelihatan enak banget. Yak. Kurs rupiah kita lemah trus jadinya uangnya gede. Semu ga sih ? Ya se…", "post_id": "2070043144792785104"}}, {"key": "masgozali_", "attributes": {"label": "masgozali_", "x": 817.0434091881901, "y": 54.61229695238801, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.6684, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2070043144792785104", "id": "masgozali_", "source": "retweet-000002", "content": "Tahu ga kenapa kelihatan enak banget. Yak. Kurs rupiah kita lemah trus jadinya uangnya gede. Semu ga sih ? Ya se…", "post_id": "2070043144792785104"}}, {"key": "KapudS640", "attributes": {"label": "KapudS640", "x": 46.30284045824151, "y": 924.6664123354573, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.6684, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070043144792785104", "id": "KapudS640", "source": "retweet-000002", "content": "Tahu ga kenapa kelihatan enak banget. Yak. Kurs rupiah kita lemah trus jadinya uangnya gede. Semu ga sih ? Ya se…", "post_id": "2070043144792785104"}}, {"key": "lanangwn", "attributes": {"label": "lanangwn", "x": 156.40905088913382, "y": 140.16644450907535, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070016383459721591", "id": "lanangwn", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah sempat menyentuh Rp18.024 per US dolar kemaren. \n\nDan ntah kenapa, setiap pak Prabowo melakukan pidato pasti ada kejad…", "post_id": "2070016383459721591"}}, {"key": "kokuenba", "attributes": {"label": "kokuenba", "x": 997.5303038451705, "y": 357.6938101262069, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 52.594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2070016383459721591", "id": "kokuenba", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah sempat menyentuh Rp18.024 per US dolar kemaren. \n\nDan ntah kenapa, setiap pak Prabowo melakukan pidato pasti ada kejad…", "post_id": "2070016383459721591"}}, {"key": "foolinsights", "attributes": {"label": "foolinsights", "x": 969.2573474340971, "y": 289.90289260824943, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070018578917851284", "id": "foolinsights", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah sempat menyentuh Rp18.024 per US dolar kemaren. \n\nDan ntah kenapa, setiap pak Prabowo melakukan pidato pasti ada kejad…", "post_id": "2070018578917851284"}}, {"key": "Keeentutt", "attributes": {"label": "Keeentutt", "x": 741.2023143202015, "y": 6.7396162180930475, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070046812187263328", "id": "Keeentutt", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah sempat menyentuh Rp18.024 per US dolar kemaren. \n\nDan ntah kenapa, setiap pak Prabowo melakukan pidato pasti ada kejad…", "post_id": "2070046812187263328"}}, {"key": "kotajakartaselatan", "attributes": {"label": "kotajakartaselatan", "x": 866.5902896938773, "y": 364.5253359832401, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3927046211706329156_2092583533", "id": "kotajakartaselatan", "source": "instagram-000001", "content": "Pilah sampah dari rumah, emang untungnya apa sih? 🤔\n\nSelain bikin lingkungan lebih bersih dan sehat, ternyata pilah sampah juga bisa jadi cuan, lho! Sampah yang dipilah dengan benar bisa disetorkan ke bank sampah RW dan ditukarkan menjadi rupiah. Setelah itu, sampah akan diolah menjadi berbagai produk bernilai jual, bahkan menjadi kompos yang bermanfaat. RW 01 Kelurahan Karet Kuningan sudah membuktikannya nih! Sekarang, yuk giliran kamu! ✨\n\n📹🎨 \n📝\n\n#dkijakarta #pemkotjaksel #komposting #pilahsampah #jakartaselatan", "post_id": "3927046211706329156_2092583533"}}, {"key": "gilangakhyar", "attributes": {"label": "gilangakhyar", "x": 711.7462310323883, "y": 990.9325284501822, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9435, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3927046211706329156_2092583533", "id": "gilangakhyar", "source": "instagram-000001", "content": "Pilah sampah dari rumah, emang untungnya apa sih? 🤔\n\nSelain bikin lingkungan lebih bersih dan sehat, ternyata pilah sampah juga bisa jadi cuan, lho! Sampah yang dipilah dengan benar bisa disetorkan ke bank sampah RW dan ditukarkan menjadi rupiah. Setelah itu, sampah akan diolah menjadi berbagai produk bernilai jual, bahkan menjadi kompos yang bermanfaat. RW 01 Kelurahan Karet Kuningan sudah membuktikannya nih! Sekarang, yuk giliran kamu! ✨\n\n📹🎨 \n📝\n\n#dkijakarta #pemkotjaksel #komposting #pilahsampah #jakartaselatan", "post_id": "3927046211706329156_2092583533"}}, {"key": "widakrn", "attributes": {"label": "widakrn", "x": 199.5944425271825, "y": 506.8554388740316, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.9435, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3927046211706329156_2092583533", "id": "widakrn", "source": "instagram-000001", "content": "Pilah sampah dari rumah, emang untungnya apa sih? 🤔\n\nSelain bikin lingkungan lebih bersih dan sehat, ternyata pilah sampah juga bisa jadi cuan, lho! Sampah yang dipilah dengan benar bisa disetorkan ke bank sampah RW dan ditukarkan menjadi rupiah. Setelah itu, sampah akan diolah menjadi berbagai produk bernilai jual, bahkan menjadi kompos yang bermanfaat. RW 01 Kelurahan Karet Kuningan sudah membuktikannya nih! Sekarang, yuk giliran kamu! ✨\n\n📹🎨 \n📝\n\n#dkijakarta #pemkotjaksel #komposting #pilahsampah #jakartaselatan", "post_id": "3927046211706329156_2092583533"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 612.2370386039896, "y": 451.37275908803196, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 154.1204, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3927011601178735059_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.965/US$ pada perdagangan Kamis pagi (25/6/2026). Pelemahan dipicu penguatan dolar AS di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun.\n\nDari domestik, sentimen negatif datang dari penundaan keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia yang memicu tekanan di pasar keuangan. Sementara itu, IHSG berbalik menguat 0,84% ke level 5.933 pada pukul 09.15 WIB setelah sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3927011601178735059_51748745734"}}, {"key": "3310659452", "attributes": {"label": "3310659452", "x": 688.0590403364695, "y": 495.7800776420278, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916096941976532611_3310659452", "id": "3310659452", "source": "instagram-000001", "content": "Bayang-bayang trauma krisis moneter 1998 sering kali muncul di benak publik setiap kali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak. \n\nNamun, pakar menilai bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global dibandingkan dua dekade silam.\n\nEkonom Senior Chatib Basri, menegaskan bahwa publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, pondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.\n\n\"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate,\" ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/chatib-basri-tepis-ekonomi-2026-serupa-krisis-1998\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekonomiindonesia #krisis1998 #ChatibBasri", "post_id": "3916096941976532611_3310659452"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 163.44415511668686, "y": 32.07852835904146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916096941976532611_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bayang-bayang trauma krisis moneter 1998 sering kali muncul di benak publik setiap kali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak. \n\nNamun, pakar menilai bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global dibandingkan dua dekade silam.\n\nEkonom Senior Chatib Basri, menegaskan bahwa publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, pondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.\n\n\"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate,\" ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/chatib-basri-tepis-ekonomi-2026-serupa-krisis-1998\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekonomiindonesia #krisis1998 #ChatibBasri", "post_id": "3916096941976532611_3310659452"}}, {"key": "@APHDChannel", "attributes": {"label": "@APHDChannel", "x": 164.72920440114314, "y": 775.7585201735471, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8TZEKUqLV8s", "id": "@APHDChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Rupiah Menjadi Mata Wang Paling Lemah Di Asia?\n\n❤️ Sertai Membership APHD:\n   /   \n\n🎬 Members-Only Videos:\n   • Members-only videos  \n\nTerima kasih atas sokongan anda\n\n━━━━━━━━━━━━━━\n\nIndonesia masih merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.\n\nPertumbuhan ekonomi kekal melebihi 5%, eksport masih kukuh dan rizab asing berada pada paras yang selesa. Namun di sebalik angka-angka tersebut, pasaran mula menunjukkan kebimbangan.\n\nRupiah jatuh ke paras terendah dalam beberapa tahun, pelabur asing mula menjual aset mereka, manakala persoalan mula timbul mengenai hala tuju ekonomi di bawah Presiden Prabowo Subianto.\n\nDalam video ini:\n\n• Kenapa rupiah semakin lemah.\n• Mengapa pelabur mula menjual aset Indonesia.\n• Peranan program makan percuma bernilai berbilion dolar.\n• Apa itu Danantara dan kenapa ia menjadi perhatian pasaran.\n• Risiko yang sedang diperhatikan oleh IMF dan pelabur antarabangsa.\n• Hubungan antara harga komoditi dan ekonomi Indonesia.\n• Adakah Indonesia sedang mengulangi krisis 1998?\n• Kenapa keyakinan pasaran sangat penting kepada sesebuah ekonomi.\n\nIndonesia masih mempunyai banyak kekuatan ekonomi. Namun persoalan yang sedang diperhatikan oleh pasaran ialah sama ada negara ini mampu mengekalkan keyakinan pelabur dalam tempoh yang semakin mencabar.\n\n#Indonesia #Prabowo #Rupiah #EkonomiIndonesia #ASEAN #Geopolitik #APHD", "post_id": "8TZEKUqLV8s"}}, {"key": "aphdchannel", "attributes": {"label": "aphdchannel", "x": 259.28542089927697, "y": 503.2242092934187, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8TZEKUqLV8s", "id": "aphdchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Rupiah Menjadi Mata Wang Paling Lemah Di Asia?\n\n❤️ Sertai Membership APHD:\n   /   \n\n🎬 Members-Only Videos:\n   • Members-only videos  \n\nTerima kasih atas sokongan anda\n\n━━━━━━━━━━━━━━\n\nIndonesia masih merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.\n\nPertumbuhan ekonomi kekal melebihi 5%, eksport masih kukuh dan rizab asing berada pada paras yang selesa. Namun di sebalik angka-angka tersebut, pasaran mula menunjukkan kebimbangan.\n\nRupiah jatuh ke paras terendah dalam beberapa tahun, pelabur asing mula menjual aset mereka, manakala persoalan mula timbul mengenai hala tuju ekonomi di bawah Presiden Prabowo Subianto.\n\nDalam video ini:\n\n• Kenapa rupiah semakin lemah.\n• Mengapa pelabur mula menjual aset Indonesia.\n• Peranan program makan percuma bernilai berbilion dolar.\n• Apa itu Danantara dan kenapa ia menjadi perhatian pasaran.\n• Risiko yang sedang diperhatikan oleh IMF dan pelabur antarabangsa.\n• Hubungan antara harga komoditi dan ekonomi Indonesia.\n• Adakah Indonesia sedang mengulangi krisis 1998?\n• Kenapa keyakinan pasaran sangat penting kepada sesebuah ekonomi.\n\nIndonesia masih mempunyai banyak kekuatan ekonomi. Namun persoalan yang sedang diperhatikan oleh pasaran ialah sama ada negara ini mampu mengekalkan keyakinan pelabur dalam tempoh yang semakin mencabar.\n\n#Indonesia #Prabowo #Rupiah #EkonomiIndonesia #ASEAN #Geopolitik #APHD", "post_id": "8TZEKUqLV8s"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 58.379222774356364, "y": 887.5626502221992, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 925.5643471365653, "y": 544.7639964137865, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 172.13542983327912, "y": 293.3844367324695, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 92.57156624763907, "y": 645.671948224799, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5218, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 51.80526722343104, "y": 167.87080282787093, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7969, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 297.1411673182335, "y": 84.79187550153699, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7969, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 366.17956999588296, "y": 58.46340459297006, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7969, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 1.5343117102591952, "y": 940.8431368122408, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7969, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 763.7478453058097, "y": 768.7199531648411, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7969, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 544.2099935931784, "y": 393.96622535783774, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1182, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "1egNFKcryNM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Risiko Pasar, Simak Sederet Saham Pilihan | MILENOMICS\n\nGejolak harga minyak global dan menguatnya dolar AS berpotensi menekan pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui pelemahan nilai tukar dan kenaikan suku bunga. Sucor Sekuritas menilai sektor energi dan logam masih menarik di tengah kondisi tersebut, dengan saham pilihan utama yakni TPIA, AMMN, PGAS, ANTM, dan ADRO. Sebaliknya, sektor domestik seperti perbankan, properti, ritel, otomotif, dan semen dinilai lebih rentan terdampak oleh pelemahan rupiah serta suku bunga yang lebih tinggi.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1egNFKcryNM"}}], "edges": [{"key": "k4p3hk41n", "source": "k4p3hk41n", "target": "CryptoWaveID", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "k4p3hk41n", "source": "k4p3hk41n", "target": "CryptoWaveID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yahuuuuuujr", "source": "yahuuuuuujr", "target": "CryptoWaveID", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yahuuuuuujr", "source": "yahuuuuuujr", "target": "CryptoWaveID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Carang_TV", "source": "Carang_TV", "target": "dms_ambon", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Carang_TV", "source": "Carang_TV", "target": "dms_ambon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sgrhnyglz", "source": "sgrhnyglz", "target": "masgozali_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sgrhnyglz", "source": "sgrhnyglz", "target": "masgozali_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sgrhnyglz", "source": "sgrhnyglz", "target": "KapudS640", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "lanangwn", "source": "lanangwn", "target": "kokuenba", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "lanangwn", "source": "lanangwn", "target": "kokuenba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "foolinsights", "source": "foolinsights", "target": "kokuenba", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "foolinsights", "source": "foolinsights", "target": "kokuenba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Keeentutt", "source": "Keeentutt", "target": "kokuenba", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Keeentutt", "source": "Keeentutt", "target": "kokuenba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kotajakartaselatan", "source": "kotajakartaselatan", "target": "gilangakhyar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kotajakartaselatan", "source": "kotajakartaselatan", "target": "widakrn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "3310659452", "source": "3310659452", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@APHDChannel", "source": "@APHDChannel", "target": "aphdchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}