{"nodes": [{"key": "kppndumai", "attributes": {"label": "kppndumai", "x": 260.81120162871076, "y": 45.77513680225809, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 116.959, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925701601574115099_2483398870", "id": "kppndumai", "source": "instagram-000001", "content": "Punya rumah impian sekarang bukan cuma angan-angan, Sobat Intress! \n\nLewat alokasi Investasi Pemerintah dari APBN, mewujudkan rumah pertama jadi jauh lebih terjangkau. Dana APBN ini dikelola secara sinergis oleh BP Tapera dan disalurkan melalui mitra Perbankan lewat skema KPR Subsidi FLPP. Kolaborasi inilah yang bikin kamu bisa punya hunian layak dengan cicilan yang super ringan dan aman.\n\nTak hanya itu, investasi ini juga membawa dampak berlipat (multiplier effect) bagi ekonomi. Mulai dari membuka lapangan kerja baru bagi pekerja bangunan, hingga menghidupkan industri bahan bangunan lokal. Dari satu kebijakan, banyak roda ekonomi yang ikut bergerak!\n\nNah, apakah ada di antara Sobat Intress yang targetnya punya rumah pertama tahun ini? Yuk, cerita atau tanya-tanya di kolom komentar! 👇\n \n#APBNKita #IndonesianTreasury #FLPP #InvestasiPemerintah \n\nRepost", "post_id": "3925701601574115099_2483398870"}}, {"key": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "ditjenperbendaharaan", "x": 892.5679122682951, "y": 181.79937810741288, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 216.3743, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925701601574115099_2483398870", "id": "ditjenperbendaharaan", "source": "instagram-000001", "content": "Punya rumah impian sekarang bukan cuma angan-angan, Sobat Intress! \n\nLewat alokasi Investasi Pemerintah dari APBN, mewujudkan rumah pertama jadi jauh lebih terjangkau. Dana APBN ini dikelola secara sinergis oleh BP Tapera dan disalurkan melalui mitra Perbankan lewat skema KPR Subsidi FLPP. Kolaborasi inilah yang bikin kamu bisa punya hunian layak dengan cicilan yang super ringan dan aman.\n\nTak hanya itu, investasi ini juga membawa dampak berlipat (multiplier effect) bagi ekonomi. Mulai dari membuka lapangan kerja baru bagi pekerja bangunan, hingga menghidupkan industri bahan bangunan lokal. Dari satu kebijakan, banyak roda ekonomi yang ikut bergerak!\n\nNah, apakah ada di antara Sobat Intress yang targetnya punya rumah pertama tahun ini? Yuk, cerita atau tanya-tanya di kolom komentar! 👇\n \n#APBNKita #IndonesianTreasury #FLPP #InvestasiPemerintah \n\nRepost", "post_id": "3925701601574115099_2483398870"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 312.0573388767366, "y": 663.2104541553359, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 116.959, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1445965447565649", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Kabar Gembira bagi MBR, Bunga KPR Subsidi Tetap 5 Persen meski BI Rate Naik #Beritasatu: Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi untuk rumah tapak akan tetap berada di angka 5 persen. Kebijakan ini diambil guna menjaga keterjangkauan akses hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), di tengah kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate.\n\nMenteri PKP, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kepastian cicilan yang terjangkau. Selain bunga yang tetap, pemerintah juga menyetujui skema tenor atau jangka waktu kredit hingga 40 tahun.\n\nLangkah ini diharapkan dapat mempermudah perbankan dalam menjalankan pembiayaan rumah subsidi serta membantu pemerintah mencapai target penyediaan hunian nasional. Sebanyak 350.000 kuota telah disiapkan dengan koordinasi bersama pihak perbankan, pengembang, dan BP Tapera.\n\n#BeritaSatu #KPRSubsidi #RumahSubsidi #MaruararSirait #BungaKPR #EkonomiIndonesia #ProgramPrabowo #HunianTerjangkau #SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1445965447565649"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 284.2754953168054, "y": 997.5198943262324, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 216.3743, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1445965447565649", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Kabar Gembira bagi MBR, Bunga KPR Subsidi Tetap 5 Persen meski BI Rate Naik #Beritasatu: Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi untuk rumah tapak akan tetap berada di angka 5 persen. Kebijakan ini diambil guna menjaga keterjangkauan akses hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), di tengah kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate.\n\nMenteri PKP, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kepastian cicilan yang terjangkau. Selain bunga yang tetap, pemerintah juga menyetujui skema tenor atau jangka waktu kredit hingga 40 tahun.\n\nLangkah ini diharapkan dapat mempermudah perbankan dalam menjalankan pembiayaan rumah subsidi serta membantu pemerintah mencapai target penyediaan hunian nasional. Sebanyak 350.000 kuota telah disiapkan dengan koordinasi bersama pihak perbankan, pengembang, dan BP Tapera.\n\n#BeritaSatu #KPRSubsidi #RumahSubsidi #MaruararSirait #BungaKPR #EkonomiIndonesia #ProgramPrabowo #HunianTerjangkau #SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1445965447565649"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 670.4255377222776, "y": 908.4846548385289, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 116.959, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8sOYQeNj8sQ", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "SIAPA JUARA PERBANKAN 2026? BCA vs Mandiri vs BRI vs BNI Siapa Paling Kuat? | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Profitabilitas & Pertumbuhan (Growth)\n08:59 Penyaluran Kredit & Kualitas Aset\n17:19 Likuiditas & Efisiensi Pendanaan\n24:22 Rasio Efisiensi & Permodalan\n31:25 Kesimpulan\n\nSiapakah bank yang tumbuh paling ekspansif, menguasai dana murah, dan memiliki ketahanan risiko terbaik di tengah ketatnya likuiditas pasar? Simak analisis mendalamnya di bawah ini!\n\n🌟 1. Bank Mandiri (BMRI)\nBank Mandiri mencatatkan kinerja finansial paling optimal dan seimbang dengan lompatan efisiensi yang luar biasa di berbagai lini bisnisnya:\nPertumbuhan Laba Tertinggi (+18,64%): BMRI sukses memimpin pertumbuhan laba bersih di antara empat bank besar dengan kenaikan mencapai Rp23,32 triliun (naik dari Rp19,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu).\nEkspansi Kredit yang Sangat Kuat (+20,64%): Penyaluran kredit Bank Mandiri melesat melampaui angka psikologis penting, menyentuh Rp1.579,94 triliun per akhir Mei 2026.\nTurnaround Efisiensi Digital: Keberhasilan integrasi platform digital Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri sukses memotong biaya operasional fisik kantor cabang. BMRI berhasil menurunkan Beban Tenaga Kerja sebesar -10,67% (menjadi Rp7,15 triliun) dan rasio BOPO bank-only membaik ke level 58,00% per Maret 2026.\nKualitas Kredit Superior: Terlepas dari ekspansi kredit yang kencang, Beban Impairment (CKPN) di laba rugi justru turun signifikan sebesar -15,83% menjadi Rp3,21 triliun, membuktikan kualitas manajemen risiko yang prima.\n\n🏰 2. Bank Central Asia (BBCA)\nRaja Efisiensi Dana Murah (CASA 85,11%): BBCA memimpin pasar dengan rasio CASA fantastis mencapai 85,11% per Mei 2026, didorong oleh dana murah CASA sebesar Rp1.089 triliun (85,2% dari total DPK per Maret 2026).\nLaba Nominal Terbesar: BCA tetap menjadi pencetak laba bersih nominal terbesar di Indonesia senilai Rp25,68 triliun.\nLikuiditas Paling Aman (LDR 77,11%): BCA menerapkan pertumbuhan kredit konservatif-selektif sebesar +4,85% (mencapai Rp969,10 triliun) demi memitigasi risiko ekonomi global, sehingga LDR melandai ke level 77,11%.\nKapasitas Permodalan Terbaik: Rasio CAR diestimasi berada di level premium ~29,5%. Struktur permodalan ini sangat sehat karena disokong oleh akumulasi Saldo Laba Ditahan historis sebesar Rp253,48 triliun.\n\n💰 3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)\nKekuatan Ekuitas Terbesar: BBRI menguasai basis modal terbesar dengan Total Ekuitas mencapai Rp287,67 triliun per akhir Mei 2026, dipertahankan dengan kokoh meski telah membagikan dividen jumbo historis senilai Rp52,10 triliun.\nPertumbuhan Laba yang Kokoh (+9,53%): Laba bersih terkumpul hingga Rp20,42 triliun, dengan raihan Pendapatan Bunga Bersih (NII) terbesar secara nominal industri mencapai Rp48,51 triliun.\nApresiasi Biaya Dana: BBRI sukses menekan biaya dana (Cost of Fund) secara spektakuler dari 3,0% (Q1 2025) menjadi 2,30% (Q1 2026), berkat keberhasilan memangkas deposito berjangka sebesar -8,82% dan menaikkan rasio CASA ke level 70,63%. Langkah ini berhasil menghemat Beban Bunga hingga -14,38% YoY.\nBumper Cadangan Risiko Tertebal: Menanggung karakteristik risiko UMKM, BRI mengalokasikan Beban Impairment sebesar Rp19,06 triliun dengan menimbun CKPN terbesar senilai Rp75,50 triliun (rasio CKPN/Kredit 5,33%).\n\n🚀 4. Bank Negara Indonesia (BBNI)\nPertumbuhan Kredit Tercepat (+24,55%): Kredit BNI melonjak sangat tajam dari Rp755,45 triliun menjadi Rp940,88 triliun.\nPertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Tertinggi (+33,15%): Total simpanan nasabah meroket pesat menjadi Rp1.063,92 triliun. Akselerasi ini didorong oleh adopsi platform digital terbaru wondr by BNI dan BNIdirect yang memperkuat penguasaan CASA hingga mencapai Rp731,6 triliun per Maret 2026 (+26,6% YoY).\nPelonggaran Likuiditas yang Sehat: Berkat ledakan DPK, rasio LDR BNI berhasil dilonggarkan dari posisi ketat 94,55% (Mei 2025) menjadi jauh lebih aman di level 88,43% per Mei 2026.\nCadangan Risiko Konservatif: BNI menaikkan Beban Impairment (provisi) secara signifikan sebesar +30,56% YoY menjadi Rp3,72 triliun .\n\n\nBagaimana pengaruh perubahan performa finansial empat bank raksasa ini terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan potensi dividen saham KBMI 4 di masa mendatang? Mari kita diskusikan di kolom komentar!\n\nJangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas untuk mendapatkan analisis fundamental saham dan ekonomi paling tajam serta tepercaya!\n\nDisclaimer: Konten ini sama sekali tidak mengandung ajakan, paksaan, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu.\n\n\n#WawasanCerdas #AnalisisSaham #SahamKBMI4 #SahamBBCA #SahamBMRI #SahamBBRI #SahamBBNI #IHSG #InvestasiSaham #AnalisisPerbankan #DividenSaham #LaporanKeuangan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "8sOYQeNj8sQ"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 295.3923095565567, "y": 152.6188821299278, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 216.3743, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8sOYQeNj8sQ", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "SIAPA JUARA PERBANKAN 2026? BCA vs Mandiri vs BRI vs BNI Siapa Paling Kuat? | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Profitabilitas & Pertumbuhan (Growth)\n08:59 Penyaluran Kredit & Kualitas Aset\n17:19 Likuiditas & Efisiensi Pendanaan\n24:22 Rasio Efisiensi & Permodalan\n31:25 Kesimpulan\n\nSiapakah bank yang tumbuh paling ekspansif, menguasai dana murah, dan memiliki ketahanan risiko terbaik di tengah ketatnya likuiditas pasar? Simak analisis mendalamnya di bawah ini!\n\n🌟 1. Bank Mandiri (BMRI)\nBank Mandiri mencatatkan kinerja finansial paling optimal dan seimbang dengan lompatan efisiensi yang luar biasa di berbagai lini bisnisnya:\nPertumbuhan Laba Tertinggi (+18,64%): BMRI sukses memimpin pertumbuhan laba bersih di antara empat bank besar dengan kenaikan mencapai Rp23,32 triliun (naik dari Rp19,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu).\nEkspansi Kredit yang Sangat Kuat (+20,64%): Penyaluran kredit Bank Mandiri melesat melampaui angka psikologis penting, menyentuh Rp1.579,94 triliun per akhir Mei 2026.\nTurnaround Efisiensi Digital: Keberhasilan integrasi platform digital Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri sukses memotong biaya operasional fisik kantor cabang. BMRI berhasil menurunkan Beban Tenaga Kerja sebesar -10,67% (menjadi Rp7,15 triliun) dan rasio BOPO bank-only membaik ke level 58,00% per Maret 2026.\nKualitas Kredit Superior: Terlepas dari ekspansi kredit yang kencang, Beban Impairment (CKPN) di laba rugi justru turun signifikan sebesar -15,83% menjadi Rp3,21 triliun, membuktikan kualitas manajemen risiko yang prima.\n\n🏰 2. Bank Central Asia (BBCA)\nRaja Efisiensi Dana Murah (CASA 85,11%): BBCA memimpin pasar dengan rasio CASA fantastis mencapai 85,11% per Mei 2026, didorong oleh dana murah CASA sebesar Rp1.089 triliun (85,2% dari total DPK per Maret 2026).\nLaba Nominal Terbesar: BCA tetap menjadi pencetak laba bersih nominal terbesar di Indonesia senilai Rp25,68 triliun.\nLikuiditas Paling Aman (LDR 77,11%): BCA menerapkan pertumbuhan kredit konservatif-selektif sebesar +4,85% (mencapai Rp969,10 triliun) demi memitigasi risiko ekonomi global, sehingga LDR melandai ke level 77,11%.\nKapasitas Permodalan Terbaik: Rasio CAR diestimasi berada di level premium ~29,5%. Struktur permodalan ini sangat sehat karena disokong oleh akumulasi Saldo Laba Ditahan historis sebesar Rp253,48 triliun.\n\n💰 3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)\nKekuatan Ekuitas Terbesar: BBRI menguasai basis modal terbesar dengan Total Ekuitas mencapai Rp287,67 triliun per akhir Mei 2026, dipertahankan dengan kokoh meski telah membagikan dividen jumbo historis senilai Rp52,10 triliun.\nPertumbuhan Laba yang Kokoh (+9,53%): Laba bersih terkumpul hingga Rp20,42 triliun, dengan raihan Pendapatan Bunga Bersih (NII) terbesar secara nominal industri mencapai Rp48,51 triliun.\nApresiasi Biaya Dana: BBRI sukses menekan biaya dana (Cost of Fund) secara spektakuler dari 3,0% (Q1 2025) menjadi 2,30% (Q1 2026), berkat keberhasilan memangkas deposito berjangka sebesar -8,82% dan menaikkan rasio CASA ke level 70,63%. Langkah ini berhasil menghemat Beban Bunga hingga -14,38% YoY.\nBumper Cadangan Risiko Tertebal: Menanggung karakteristik risiko UMKM, BRI mengalokasikan Beban Impairment sebesar Rp19,06 triliun dengan menimbun CKPN terbesar senilai Rp75,50 triliun (rasio CKPN/Kredit 5,33%).\n\n🚀 4. Bank Negara Indonesia (BBNI)\nPertumbuhan Kredit Tercepat (+24,55%): Kredit BNI melonjak sangat tajam dari Rp755,45 triliun menjadi Rp940,88 triliun.\nPertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Tertinggi (+33,15%): Total simpanan nasabah meroket pesat menjadi Rp1.063,92 triliun. Akselerasi ini didorong oleh adopsi platform digital terbaru wondr by BNI dan BNIdirect yang memperkuat penguasaan CASA hingga mencapai Rp731,6 triliun per Maret 2026 (+26,6% YoY).\nPelonggaran Likuiditas yang Sehat: Berkat ledakan DPK, rasio LDR BNI berhasil dilonggarkan dari posisi ketat 94,55% (Mei 2025) menjadi jauh lebih aman di level 88,43% per Mei 2026.\nCadangan Risiko Konservatif: BNI menaikkan Beban Impairment (provisi) secara signifikan sebesar +30,56% YoY menjadi Rp3,72 triliun .\n\n\nBagaimana pengaruh perubahan performa finansial empat bank raksasa ini terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan potensi dividen saham KBMI 4 di masa mendatang? Mari kita diskusikan di kolom komentar!\n\nJangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas untuk mendapatkan analisis fundamental saham dan ekonomi paling tajam serta tepercaya!\n\nDisclaimer: Konten ini sama sekali tidak mengandung ajakan, paksaan, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu.\n\n\n#WawasanCerdas #AnalisisSaham #SahamKBMI4 #SahamBBCA #SahamBMRI #SahamBBRI #SahamBBNI #IHSG #InvestasiSaham #AnalisisPerbankan #DividenSaham #LaporanKeuangan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "8sOYQeNj8sQ"}}], "edges": [{"key": "kppndumai", "source": "kppndumai", "target": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}