{"nodes": [{"key": "mindinpanic", "attributes": {"label": "mindinpanic", "x": 660.7112012321836, "y": 248.1763955458014, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069772220105179408", "id": "mindinpanic", "source": "tweet-000004", "content": "curbing cross-border swaps for domestic funds is basically tightening capital  outflow controls without saying it", "post_id": "2069772220105179408"}}, {"key": "Reuters", "attributes": {"label": "Reuters", "x": 618.7724139278499, "y": 334.22335137054273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.6557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069772220105179408", "id": "Reuters", "source": "tweet-000004", "content": "curbing cross-border swaps for domestic funds is basically tightening capital  outflow controls without saying it", "post_id": "2069772220105179408"}}, {"key": "Samay2Utpann", "attributes": {"label": "Samay2Utpann", "x": 129.2456340366136, "y": 961.4477316912427, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069829195295830347", "id": "Samay2Utpann", "source": "tweet-000004", "content": "This tell that US will raise rates soon..and India ahead of the game by raising rates to stop capital outflow.", "post_id": "2069829195295830347"}}, {"key": "TicTocTick", "attributes": {"label": "TicTocTick", "x": 854.7158358497003, "y": 868.7825681676044, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.6557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069829195295830347", "id": "TicTocTick", "source": "tweet-000004", "content": "This tell that US will raise rates soon..and India ahead of the game by raising rates to stop capital outflow.", "post_id": "2069829195295830347"}}, {"key": "AnalysisFeral", "attributes": {"label": "AnalysisFeral", "x": 413.42701618721543, "y": 700.0926378703559, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069923813060378786", "id": "AnalysisFeral", "source": "tweet-000004", "content": "Probably... not really a capital outflow if the assets simply declined in value. It's more like the capital just disappeared.", "post_id": "2069923813060378786"}}, {"key": "mdudas", "attributes": {"label": "mdudas", "x": 616.4745467319037, "y": 540.74040160663, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.6557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069923813060378786", "id": "mdudas", "source": "tweet-000004", "content": "Probably... not really a capital outflow if the assets simply declined in value. It's more like the capital just disappeared.", "post_id": "2069923813060378786"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 187.4983276619625, "y": 804.2972364084179, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070151561771381089", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Kurangi impor bagus menhemat uang negara. Kalau mengurangi ekspor dan memangkas komoditi ekspor yang menjadi tulang punggung pemasukan devisa negara itu suatu kebodohan. Negara saat ini butuh dana besar utk memperkuat ekonomi Indonesia ditengah nilai tukar rupiah kembali melemah", "post_id": "2070151561771381089"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 930.3757068493217, "y": 486.8234571772966, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 46.7213, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070151561771381089", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Kurangi impor bagus menhemat uang negara. Kalau mengurangi ekspor dan memangkas komoditi ekspor yang menjadi tulang punggung pemasukan devisa negara itu suatu kebodohan. Negara saat ini butuh dana besar utk memperkuat ekonomi Indonesia ditengah nilai tukar rupiah kembali melemah", "post_id": "2070151561771381089"}}, {"key": "herrysaputra111", "attributes": {"label": "herrysaputra111", "x": 402.92492137707615, "y": 105.05292520905351, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070137544084508913", "id": "herrysaputra111", "source": "tweet-000004", "content": "dasar mentri goblok........batubara nya di ekspor ke luar negri goblok.......mumpung rupiah lgi anjlok................\ndungu pangkat  10", "post_id": "2070137544084508913"}}, {"key": "BenksWinarso", "attributes": {"label": "BenksWinarso", "x": 66.09786330510848, "y": 50.13671972386169, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.6557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070137544084508913", "id": "BenksWinarso", "source": "tweet-000004", "content": "dasar mentri goblok........batubara nya di ekspor ke luar negri goblok.......mumpung rupiah lgi anjlok................\ndungu pangkat  10", "post_id": "2070137544084508913"}}, {"key": "Jateng_Twit", "attributes": {"label": "Jateng_Twit", "x": 788.2007680474848, "y": 703.4367709581156, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 46.7213, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070150510867579292", "id": "Jateng_Twit", "source": "tweet-000004", "content": "Itu tandanya keuangan negara tidak baik2 saja kalau ada pernyataan seorang menteri begitu. Saat ini Kas keuangan negara tdk baik2 saja efek tertahannya sumber devisa dr ekspor komoditi unggulan membuat pondasi keuangan Indonesia makim melemah mana rupiah jg melemah nilai tukarnya", "post_id": "2070150510867579292"}}, {"key": "fraksipan_dprri", "attributes": {"label": "fraksipan_dprri", "x": 942.645244301209, "y": 614.589746657388, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3927151408046691085_3525083043", "id": "fraksipan_dprri", "source": "instagram-000001", "content": "Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih  menyoroti pentingnya peran strategis IDSurvey dalam mengawal rantai pasok komoditas strategis nasional, mulai dari proses hulu hingga hilir.\n\nMenurutnya, sebagai lembaga yang berperan dalam pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, IDSurvey memiliki posisi penting untuk memperkuat tata kelola perdagangan serta meminimalkan potensi kebocoran yang nilainya dapat mencapai belasan ribu triliun rupiah.\n\nAbdul Hakim juga menekankan perlunya sinergi antara IDSurvey dan Kementerian Perdagangan, khususnya dalam proses verifikasi ekspor dan impor. Ia menilai penyelarasan data antara negara asal ekspor dan data impor Indonesia menjadi langkah penting untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan akuntabilitas perdagangan nasional.\n\n“IDSurvey bisa menjadi portal untuk memastikan data ekspor dari negara mitra dan data impor Indonesia benar-benar selaras, sehingga tata kelola perdagangan semakin baik dan potensi penyimpangan dapat ditekan,” ujar Abdul Hakim Bafagih.\n\n#idsurvey #ekspor #impor #fyp", "post_id": "3927151408046691085_3525083043"}}, {"key": "abdulhakimbafagih", "attributes": {"label": "abdulhakimbafagih", "x": 281.79747441412826, "y": 694.4877975386752, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 60.6557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3927151408046691085_3525083043", "id": "abdulhakimbafagih", "source": "instagram-000001", "content": "Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Hakim Bafagih  menyoroti pentingnya peran strategis IDSurvey dalam mengawal rantai pasok komoditas strategis nasional, mulai dari proses hulu hingga hilir.\n\nMenurutnya, sebagai lembaga yang berperan dalam pengujian, inspeksi, dan sertifikasi, IDSurvey memiliki posisi penting untuk memperkuat tata kelola perdagangan serta meminimalkan potensi kebocoran yang nilainya dapat mencapai belasan ribu triliun rupiah.\n\nAbdul Hakim juga menekankan perlunya sinergi antara IDSurvey dan Kementerian Perdagangan, khususnya dalam proses verifikasi ekspor dan impor. Ia menilai penyelarasan data antara negara asal ekspor dan data impor Indonesia menjadi langkah penting untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan akuntabilitas perdagangan nasional.\n\n“IDSurvey bisa menjadi portal untuk memastikan data ekspor dari negara mitra dan data impor Indonesia benar-benar selaras, sehingga tata kelola perdagangan semakin baik dan potensi penyimpangan dapat ditekan,” ujar Abdul Hakim Bafagih.\n\n#idsurvey #ekspor #impor #fyp", "post_id": "3927151408046691085_3525083043"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "attributes": {"label": "kompastv.indonesia", "x": 164.70945136460236, "y": 635.9468191000852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "kompastv.indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "newsorhoax", "attributes": {"label": "newsorhoax", "x": 886.0894160323169, "y": 11.149422808652165, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 60.6557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "newsorhoax", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "bangsaid.pri", "attributes": {"label": "bangsaid.pri", "x": 41.82850529790139, "y": 516.047661412296, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655265755193167124", "id": "bangsaid.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar Bahagia dari Sektor Pertanian Indonesia! 🌾🇮🇩 Kabar membanggakan datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Kesejahteraan para petani kita tercatat mengalami peningkatan yang luar biasa! Berdasarkan data terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) sukses menyentuh angka 127%—menjadi pencapaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Gak cuma itu, pertumbuhan ekonomi sektor pertanian juga melesat hingga 5,74%, sebuah rekor tertinggi dalam 25 tahun belakangan. Berkat kerja keras para petani dan nelayan di seluruh pelosok negeri, ekspor pertanian kita naik sebesar 166 triliun rupiah, sementara angka impor beras medium berkurang hingga 41 triliun rupiah karena Indonesia tidak melakukan impor lagi. Hal ini memberikan total keuntungan bagi para petani kita hingga mencapai 200 triliun rupiah! 🙌✨ Sumber : https://www.tiktok.com/ #Prabowo #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7655265755193167124"}}, {"key": "kabar.hangat", "attributes": {"label": "kabar.hangat", "x": 559.0333306916108, "y": 323.74709375208346, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 60.6557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655265755193167124", "id": "kabar.hangat", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar Bahagia dari Sektor Pertanian Indonesia! 🌾🇮🇩 Kabar membanggakan datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Kesejahteraan para petani kita tercatat mengalami peningkatan yang luar biasa! Berdasarkan data terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) sukses menyentuh angka 127%—menjadi pencapaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Gak cuma itu, pertumbuhan ekonomi sektor pertanian juga melesat hingga 5,74%, sebuah rekor tertinggi dalam 25 tahun belakangan. Berkat kerja keras para petani dan nelayan di seluruh pelosok negeri, ekspor pertanian kita naik sebesar 166 triliun rupiah, sementara angka impor beras medium berkurang hingga 41 triliun rupiah karena Indonesia tidak melakukan impor lagi. Hal ini memberikan total keuntungan bagi para petani kita hingga mencapai 200 triliun rupiah! 🙌✨ Sumber : https://www.tiktok.com/ #Prabowo #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7655265755193167124"}}, {"key": "infowargarepublik", "attributes": {"label": "infowargarepublik", "x": 637.6600864739592, "y": 897.6993977865925, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7596959639162424594", "id": "infowargarepublik", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD Provinsi Bali menggelar Sidang Paripurna ke-23 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 pada Senin (19/1/2026) dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Sidang di Gedung Wiswa Sabha Utama tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, pimpinan dan anggota DPRD. Empat fraksi menyampaikan sikapnya, yakni PDIP, Gerindra-PSI, Golkar, dan Demokrat-NasDem. Secara umum seluruh fraksi mendukung penguatan permodalan BPD Bali, namun disertai sejumlah catatan terkait transparansi, dasar hukum, hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat. Fraksi PDIP menilai penyertaan modal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dan memperluas pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM. PDIP menegaskan kebijakan ini harus berorientasi hasil, dilakukan secara terbuka, serta diawasi ketat agar benar-benar menjadi investasi publik yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali. Sementara itu Fraksi Gerindra-PSI lebih banyak menyoroti aspek teknis hukum. Mereka menilai penggunaan frasa “penambahan penyertaan modal” kurang tepat secara normatif dan mempertanyakan relevansi sejumlah dasar hukum yang digunakan. Fraksi ini juga mengingatkan pentingnya perlindungan pemegang saham minoritas, pemenuhan asas publisitas pada inbreng aset tanah, serta kejelasan mekanisme pengawasan oleh gubernur.  Fraksi Gerindra-PSI mengapresiasi kinerja BPD Bali, namun mengingatkan risiko fraud internal dan perlunya sistem promosi berbasis merit. Fraksi Golkar menekankan bahwa penyertaan modal tidak sekadar mempertahankan komposisi saham Pemprov Bali di tengah penambahan modal kabupaten/kota, tetapi harus memberi nilai tambah terukur. Golkar meminta indikator kinerja yang jelas, evaluasi berkala, dan pengelolaan risiko—terutama bila penyertaan berasal dari pemindahtanganan aset strategis. Fraksi ini juga mengusulkan keringanan cost of money bagi sektor usaha yang memiliki multiplier effect tinggi. Adapun Fraksi Demokrat-NasDem mengapresiasi kebijakan Gubernur terkait skema pembayaran sewa aset tanah Nusa Dua oleh PT Bali Destinasi Lestari senilai Rp850 miliar dengan metode pembayaran di muka. Dana tersebut dinilai tepat digunakan untuk penyertaan modal BPD Bali karena diproyeksikan menghasilkan dividen sekitar Rp75 miliar per tahun. Demokrat-NasDem memberi catatan agar pasal raperda dipertegas mengenai sumber dana penyertaan sebesar Rp300 miliar agar tidak menimbulkan kerancuan. Di luar isu perbankan, Demokrat-NasDem juga meminta Pemprov meningkatkan koordinasi penanganan sampah dan dampak cuaca ekstrem guna mencegah banjir. Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Koster menjelaskan penyertaan modal bertujuan memperkuat daya saing BPD Bali di tengah konsolidasi industri perbankan nasional. Bank daerah diharapkan tetap menjadi motor pembiayaan pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Sidang paripurna akan dilanjutkan dengan tanggapan pemerintah serta pembahasan lebih mendalam sebelum raperda ini ditetapkan menjadi Perda. DPRD menegaskan bahwa setiap rupiah dana daerah yang disertakan harus dikelola profesional, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bali.  Butuh layanan Cargo, Logistik, Ekspor & Impor yang dapat diandalkan?  Hanya di   Andalan untuk semua layanan Cargo & Logistik anda  #infowarga #beritahariini #semetonbali #bali #fypシ", "post_id": "7596959639162424594"}}, {"key": "andalandayaabadi_", "attributes": {"label": "andalandayaabadi_", "x": 140.55547733175345, "y": 498.50765670529387, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 60.6557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7596959639162424594", "id": "andalandayaabadi_", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD Provinsi Bali menggelar Sidang Paripurna ke-23 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 pada Senin (19/1/2026) dengan agenda pandangan umum fraksi terhadap Raperda Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Sidang di Gedung Wiswa Sabha Utama tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, pimpinan dan anggota DPRD. Empat fraksi menyampaikan sikapnya, yakni PDIP, Gerindra-PSI, Golkar, dan Demokrat-NasDem. Secara umum seluruh fraksi mendukung penguatan permodalan BPD Bali, namun disertai sejumlah catatan terkait transparansi, dasar hukum, hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat. Fraksi PDIP menilai penyertaan modal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dan memperluas pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM. PDIP menegaskan kebijakan ini harus berorientasi hasil, dilakukan secara terbuka, serta diawasi ketat agar benar-benar menjadi investasi publik yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali. Sementara itu Fraksi Gerindra-PSI lebih banyak menyoroti aspek teknis hukum. Mereka menilai penggunaan frasa “penambahan penyertaan modal” kurang tepat secara normatif dan mempertanyakan relevansi sejumlah dasar hukum yang digunakan. Fraksi ini juga mengingatkan pentingnya perlindungan pemegang saham minoritas, pemenuhan asas publisitas pada inbreng aset tanah, serta kejelasan mekanisme pengawasan oleh gubernur.  Fraksi Gerindra-PSI mengapresiasi kinerja BPD Bali, namun mengingatkan risiko fraud internal dan perlunya sistem promosi berbasis merit. Fraksi Golkar menekankan bahwa penyertaan modal tidak sekadar mempertahankan komposisi saham Pemprov Bali di tengah penambahan modal kabupaten/kota, tetapi harus memberi nilai tambah terukur. Golkar meminta indikator kinerja yang jelas, evaluasi berkala, dan pengelolaan risiko—terutama bila penyertaan berasal dari pemindahtanganan aset strategis. Fraksi ini juga mengusulkan keringanan cost of money bagi sektor usaha yang memiliki multiplier effect tinggi. Adapun Fraksi Demokrat-NasDem mengapresiasi kebijakan Gubernur terkait skema pembayaran sewa aset tanah Nusa Dua oleh PT Bali Destinasi Lestari senilai Rp850 miliar dengan metode pembayaran di muka. Dana tersebut dinilai tepat digunakan untuk penyertaan modal BPD Bali karena diproyeksikan menghasilkan dividen sekitar Rp75 miliar per tahun. Demokrat-NasDem memberi catatan agar pasal raperda dipertegas mengenai sumber dana penyertaan sebesar Rp300 miliar agar tidak menimbulkan kerancuan. Di luar isu perbankan, Demokrat-NasDem juga meminta Pemprov meningkatkan koordinasi penanganan sampah dan dampak cuaca ekstrem guna mencegah banjir. Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Koster menjelaskan penyertaan modal bertujuan memperkuat daya saing BPD Bali di tengah konsolidasi industri perbankan nasional. Bank daerah diharapkan tetap menjadi motor pembiayaan pembangunan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Sidang paripurna akan dilanjutkan dengan tanggapan pemerintah serta pembahasan lebih mendalam sebelum raperda ini ditetapkan menjadi Perda. DPRD menegaskan bahwa setiap rupiah dana daerah yang disertakan harus dikelola profesional, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bali.  Butuh layanan Cargo, Logistik, Ekspor & Impor yang dapat diandalkan?  Hanya di   Andalan untuk semua layanan Cargo & Logistik anda  #infowarga #beritahariini #semetonbali #bali #fypシ", "post_id": "7596959639162424594"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "@yonhapnewstv23", "x": 542.575208395892, "y": 225.11370369262463, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7869, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "@yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}, {"key": "docu", "attributes": {"label": "docu", "x": 980.3006324609124, "y": 954.4699088049744, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.7213, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "docu", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}, {"key": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "yonhapnewstv23", "x": 517.4007717987465, "y": 427.7384229474961, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.7213, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}], "edges": [{"key": "mindinpanic", "source": "mindinpanic", "target": "Reuters", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Samay2Utpann", "source": "Samay2Utpann", "target": "TicTocTick", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AnalysisFeral", "source": "AnalysisFeral", "target": "mdudas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "herrysaputra111", "source": "herrysaputra111", "target": "BenksWinarso", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "Jateng_Twit", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fraksipan_dprri", "source": "fraksipan_dprri", "target": "abdulhakimbafagih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "source": "kompastv.indonesia", "target": "newsorhoax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bangsaid.pri", "source": "bangsaid.pri", "target": "kabar.hangat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infowargarepublik", "source": "infowargarepublik", "target": "andalandayaabadi_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "docu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}