{"nodes": [{"key": "adepedia", "attributes": {"label": "adepedia", "x": 767.9481243201667, "y": 226.39799623169975, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070053117878804883", "id": "adepedia", "source": "retweet-000002", "content": "Kok tidak ada berita BI apresiasi Pak Purbaya rupiah kembali ke 17.900?????? https://t.co/deOgKkYYwL", "post_id": "2070053117878804883"}}, {"key": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "txtdrbekasi", "x": 600.1754269617608, "y": 985.5003043668959, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 94.431, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2070053117878804883", "id": "txtdrbekasi", "source": "retweet-000002", "content": "Kok tidak ada berita BI apresiasi Pak Purbaya rupiah kembali ke 17.900?????? https://t.co/deOgKkYYwL", "post_id": "2070053117878804883"}}, {"key": "tanganjojo", "attributes": {"label": "tanganjojo", "x": 121.54694697264112, "y": 872.9083855051423, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070041909029142710", "id": "tanganjojo", "source": "retweet-000002", "content": "Kok tidak ada berita BI apresiasi Pak Purbaya rupiah kembali ke 17.900?????? https://t.co/deOgKkYYwL", "post_id": "2070041909029142710"}}, {"key": "gerogerry", "attributes": {"label": "gerogerry", "x": 62.75382320378642, "y": 527.4064398100961, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070050119358308496", "id": "gerogerry", "source": "retweet-000002", "content": "Kok tidak ada berita BI apresiasi Pak Purbaya rupiah kembali ke 17.900?????? https://t.co/deOgKkYYwL", "post_id": "2070050119358308496"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 22.62072080234767, "y": 567.2058314914877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069984470938296773", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat\n\nhttps://t.co/yei1xDUIQA", "post_id": "2069984470938296773"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 36.73136658541054, "y": 648.2676626326432, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 76.7901, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069984470938296773", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat\n\nhttps://t.co/yei1xDUIQA", "post_id": "2069984470938296773"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 92.06206235571469, "y": 967.7953430477222, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 723.3216725964911, "y": 657.5956738794678, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 53.2688, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 358.19458428244997, "y": 799.2988420209075, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 53.2688, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "3310659452", "attributes": {"label": "3310659452", "x": 433.0604232097422, "y": 468.8589551877116, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916096941976532611_3310659452", "id": "3310659452", "source": "instagram-000001", "content": "Bayang-bayang trauma krisis moneter 1998 sering kali muncul di benak publik setiap kali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak. \n\nNamun, pakar menilai bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global dibandingkan dua dekade silam.\n\nEkonom Senior Chatib Basri, menegaskan bahwa publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, pondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.\n\n\"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate,\" ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/chatib-basri-tepis-ekonomi-2026-serupa-krisis-1998\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekonomiindonesia #krisis1998 #ChatibBasri", "post_id": "3916096941976532611_3310659452"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 494.6023419234601, "y": 368.194370518534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 76.7901, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916096941976532611_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bayang-bayang trauma krisis moneter 1998 sering kali muncul di benak publik setiap kali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak. \n\nNamun, pakar menilai bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global dibandingkan dua dekade silam.\n\nEkonom Senior Chatib Basri, menegaskan bahwa publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, pondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.\n\n\"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate,\" ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/chatib-basri-tepis-ekonomi-2026-serupa-krisis-1998\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekonomiindonesia #krisis1998 #ChatibBasri", "post_id": "3916096941976532611_3310659452"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 133.80474101798757, "y": 249.1159997042658, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 752.5307107219664, "y": 58.4298034579831, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.7901, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "attributes": {"label": "@TheFreePressJournal", "x": 936.3185817131355, "y": 788.3507687748273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "@TheFreePressJournal", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "thefreepressjournal", "x": 555.4816137196349, "y": 727.4053295393309, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "thefreepressjournal", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "TheFreePress...", "x": 547.7107874337783, "y": 425.60176268216674, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "TheFreePress...", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 339.44313045339436, "y": 450.5074455706987, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.5081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Cg4emuH8Krg", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bakom RI Respons soal Ketua BEM FH UBK Terima Rp20 Juta: Tidak Ada Pengondisian Demo\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Komunikasi Pemerintah membantah isu pengondisian atau intervensi aksi demo mahasiswa yang mengkritisi kebijakan dan program prioritas.\n\nHal itu menyusul pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno yang menerima uang Rp20 juta untuk memindahkan lokasi demo dari Istana ke kompleks parlemen.\n\nPLT Deputi Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana menegaskan pemerintah tidak mengkondisikan atau mengintervensi unjuk rasa mahasiswa.\n\nPemerintah menghargai setiap pendapat masyarakat, baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan dan program kerja pemerintah.\n\nMenurutnya, pemerintah saat ini fokus membenahi tata kelola, khususnya program Makan Bergizi Gratis.\n\nKetua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Jakarta, Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp20 juta untuk memindahkan aksi demonstrasi mahasiswa UBK dari Istana Negara ke Gedung DPR RI.\n\nHal itu terungkap sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno tampak menginterogasi Muhammad Abdimaludin soal dugaan penerimaan uang di aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Bung Karno.\n\nAbdi pun mengaku uang dua puluh juta rupiah sudah dibagi-bagi ke sejumlah pihak.\n\nTujuan pemberian uang itu adalah agar BEM Mahasiswa FH UBK yang dipimpinnya memindahkan titik demonstrasi dari Istana Negara ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat.\n\nAbdi dan kawan-kawan sempat diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Kantor Wakil Presiden Jakarta pada aksi demo Senin (15/6/2026) lalu.\n\n#ubk #suap #demo #unjukrasa #bakomri \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "Cg4emuH8Krg"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 758.4828568047197, "y": 82.33778293608096, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.7901, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Cg4emuH8Krg", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bakom RI Respons soal Ketua BEM FH UBK Terima Rp20 Juta: Tidak Ada Pengondisian Demo\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Komunikasi Pemerintah membantah isu pengondisian atau intervensi aksi demo mahasiswa yang mengkritisi kebijakan dan program prioritas.\n\nHal itu menyusul pengakuan mahasiswa Universitas Bung Karno yang menerima uang Rp20 juta untuk memindahkan lokasi demo dari Istana ke kompleks parlemen.\n\nPLT Deputi Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana menegaskan pemerintah tidak mengkondisikan atau mengintervensi unjuk rasa mahasiswa.\n\nPemerintah menghargai setiap pendapat masyarakat, baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan dan program kerja pemerintah.\n\nMenurutnya, pemerintah saat ini fokus membenahi tata kelola, khususnya program Makan Bergizi Gratis.\n\nKetua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Jakarta, Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp20 juta untuk memindahkan aksi demonstrasi mahasiswa UBK dari Istana Negara ke Gedung DPR RI.\n\nHal itu terungkap sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno tampak menginterogasi Muhammad Abdimaludin soal dugaan penerimaan uang di aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Bung Karno.\n\nAbdi pun mengaku uang dua puluh juta rupiah sudah dibagi-bagi ke sejumlah pihak.\n\nTujuan pemberian uang itu adalah agar BEM Mahasiswa FH UBK yang dipimpinnya memindahkan titik demonstrasi dari Istana Negara ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat.\n\nAbdi dan kawan-kawan sempat diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Kantor Wakil Presiden Jakarta pada aksi demo Senin (15/6/2026) lalu.\n\n#ubk #suap #demo #unjukrasa #bakomri \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "Cg4emuH8Krg"}}], "edges": [{"key": "adepedia", "source": "adepedia", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "adepedia", "source": "adepedia", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "tanganjojo", "source": "tanganjojo", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "tanganjojo", "source": "tanganjojo", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gerogerry", "source": "gerogerry", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gerogerry", "source": "gerogerry", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "3310659452", "source": "3310659452", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}