{"nodes": [{"key": "apatheia888", "attributes": {"label": "apatheia888", "x": 732.7681641526885, "y": 637.0284748087453, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069974853885866096", "id": "apatheia888", "source": "tweet-000004", "content": "Berarti masalah struktural ekonominya belum tersentuh, yang dilakuin sekarang dari segi fiskal dan moneter cuma menambal kebocoran kapal.", "post_id": "2069974853885866096"}}, {"key": "bengsharksol", "attributes": {"label": "bengsharksol", "x": 503.3821704047534, "y": 626.61158753691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.6965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069974853885866096", "id": "bengsharksol", "source": "tweet-000004", "content": "Berarti masalah struktural ekonominya belum tersentuh, yang dilakuin sekarang dari segi fiskal dan moneter cuma menambal kebocoran kapal.", "post_id": "2069974853885866096"}}, {"key": "Flawes9", "attributes": {"label": "Flawes9", "x": 306.5937734150398, "y": 417.69775100647456, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070027668935041144", "id": "Flawes9", "source": "tweet-000004", "content": "Berat beban? Emang pemerintah mau mengevaluasi kinerja mereka? Rupiah turun, pabrik kabur, bbm naik, ihsg turun, apbn boros. Mereka kan nyuruh rakyat ngewajarin, terus apa beban beratnya pemerintah wkwkwk. Yg berat mah yg keluhannya dibales \"ndasmu\" wkwk", "post_id": "2070027668935041144"}}, {"key": "Milantoon", "attributes": {"label": "Milantoon", "x": 228.6513252879916, "y": 299.8030907376839, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.6965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070027668935041144", "id": "Milantoon", "source": "tweet-000004", "content": "Berat beban? Emang pemerintah mau mengevaluasi kinerja mereka? Rupiah turun, pabrik kabur, bbm naik, ihsg turun, apbn boros. Mereka kan nyuruh rakyat ngewajarin, terus apa beban beratnya pemerintah wkwkwk. Yg berat mah yg keluhannya dibales \"ndasmu\" wkwk", "post_id": "2070027668935041144"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "ArmaZulfikar", "x": 631.9749346193094, "y": 627.204301604099, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069946385521353186", "id": "ArmaZulfikar", "source": "tweet-000004", "content": "Fiskal bagus tapi moneter di kerjain asing.. itulah yg terjadi, mengapa begitu?? Karena warga seluruh dunia menyembah dollar AS yg nilai intrinsiknya bermodalkan kentut..!! 🤣. Inilah yg di sebut yajuj majuj..!!", "post_id": "2069946385521353186"}}, {"key": "djoniecash2", "attributes": {"label": "djoniecash2", "x": 436.4003056282295, "y": 838.1716890108305, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.05, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069946385521353186", "id": "djoniecash2", "source": "tweet-000004", "content": "Fiskal bagus tapi moneter di kerjain asing.. itulah yg terjadi, mengapa begitu?? Karena warga seluruh dunia menyembah dollar AS yg nilai intrinsiknya bermodalkan kentut..!! 🤣. Inilah yg di sebut yajuj majuj..!!", "post_id": "2069946385521353186"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 295.62154829469733, "y": 264.03082997309815, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.05, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069946385521353186", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Fiskal bagus tapi moneter di kerjain asing.. itulah yg terjadi, mengapa begitu?? Karena warga seluruh dunia menyembah dollar AS yg nilai intrinsiknya bermodalkan kentut..!! 🤣. Inilah yg di sebut yajuj majuj..!!", "post_id": "2069946385521353186"}}, {"key": "LeonardusLitik", "attributes": {"label": "LeonardusLitik", "x": 228.38917538539727, "y": 734.2427733298559, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069979609706463730", "id": "LeonardusLitik", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan pikir prabowo bodoh, prabowo sudah jelas tahu soal ini, tetapi mbg, kopdes tetap jalan. Dan beli senjata malah nambah. Menteri yang jaga defisit di ganti. Moneter di intervensi lewat keponakan. Danantara dipakai buat financial engineering.\n\nHe is not stupid and playing", "post_id": "2069979609706463730"}}, {"key": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "abulmuzaffar10", "x": 997.6855848473823, "y": 820.6431726471545, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.6965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069979609706463730", "id": "abulmuzaffar10", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan pikir prabowo bodoh, prabowo sudah jelas tahu soal ini, tetapi mbg, kopdes tetap jalan. Dan beli senjata malah nambah. Menteri yang jaga defisit di ganti. Moneter di intervensi lewat keponakan. Danantara dipakai buat financial engineering.\n\nHe is not stupid and playing", "post_id": "2069979609706463730"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 88.29693171050212, "y": 135.20803194613518, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069895048297386329", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Gpp menguras APBN Demi cita2 PKI, PDI-P PKS GOLKAR NASDEM DEMOKRAT DLL yakni mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI dll https://t.co/vDEsDNbXp9", "post_id": "2069895048297386329"}}, {"key": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "regar_op0sisi", "x": 141.96307305707856, "y": 177.99352869368246, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.6965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069895048297386329", "id": "regar_op0sisi", "source": "tweet-000004", "content": "Gpp menguras APBN Demi cita2 PKI, PDI-P PKS GOLKAR NASDEM DEMOKRAT DLL yakni mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI dll https://t.co/vDEsDNbXp9", "post_id": "2069895048297386329"}}, {"key": "Antokajaaa", "attributes": {"label": "Antokajaaa", "x": 543.4345741355144, "y": 861.6967819452635, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070012547982647311", "id": "Antokajaaa", "source": "tweet-000004", "content": "Ini presiden kita? Anjay.. pilihan rakyat kita mantap 🤣\n\n1. Kasih uang 100 milih presiden\n2. Kasih 100 ikut demo lanjutkan mbg\n3. Kasih 300 jt, pura” BEM mahasiswa\n\nInikah rakyat kita? Dg 100 rb yg kalian terima, harga bbm naik, harga pangan naik, rupiah menurun, emas naik dll🥴", "post_id": "2070012547982647311"}}, {"key": "Qu3en_Bakery", "attributes": {"label": "Qu3en_Bakery", "x": 115.53223674870827, "y": 675.8741333880547, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 50.6965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070012547982647311", "id": "Qu3en_Bakery", "source": "tweet-000004", "content": "Ini presiden kita? Anjay.. pilihan rakyat kita mantap 🤣\n\n1. Kasih uang 100 milih presiden\n2. Kasih 100 ikut demo lanjutkan mbg\n3. Kasih 300 jt, pura” BEM mahasiswa\n\nInikah rakyat kita? Dg 100 rb yg kalian terima, harga bbm naik, harga pangan naik, rupiah menurun, emas naik dll🥴", "post_id": "2070012547982647311"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 541.6572991178725, "y": 777.1374907319711, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 892.8802038813686, "y": 545.1581631676797, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1678, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 46.71814139541253, "y": 147.46012092907668, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1678, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 76.061109612376, "y": 349.33360735257367, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 729.6441806695076, "y": 611.225639199269, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 50.6965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 923.0508116819329, "y": 225.36033157212677, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ab6u-9mDbBk", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Raghuram Rajan Tentang Rupiah yang Melemah: Kejutan Sementara atau Tanda Bahaya yang Lebih Besar?...\n\nDalam percakapan eksklusif dengan Ayesha Faridi, mantan Gubernur RBI Raghuram Rajan membahas tekanan yang semakin meningkat pada rupee India di tengah arus keluar investor asing, kenaikan harga minyak mentah, dan kekhawatiran seputar defisit neraca transaksi berjalan.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #businessnews #raghuramrajan #rupee #indianeconomy #rbi #currency #fpi #crudeoil #economy\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "Ab6u-9mDbBk"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 234.09126140880443, "y": 964.079536787544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 50.6965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ab6u-9mDbBk", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Raghuram Rajan Tentang Rupiah yang Melemah: Kejutan Sementara atau Tanda Bahaya yang Lebih Besar?...\n\nDalam percakapan eksklusif dengan Ayesha Faridi, mantan Gubernur RBI Raghuram Rajan membahas tekanan yang semakin meningkat pada rupee India di tengah arus keluar investor asing, kenaikan harga minyak mentah, dan kekhawatiran seputar defisit neraca transaksi berjalan.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #businessnews #raghuramrajan #rupee #indianeconomy #rbi #currency #fpi #crudeoil #economy\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "Ab6u-9mDbBk"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "attributes": {"label": "@PenjagaHarapan", "x": 490.6821242743191, "y": 449.23269994460424, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OHsArGnkxJk", "id": "@PenjagaHarapan", "source": "youtube-000001", "content": "Productive Hangout Eps. 19 - Revolusi Ekonomi Desa atau Program Ambisius?\n\n🏡 Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program besar yang digadang-gadang mampu mengubah struktur ekonomi desa di Indonesia. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, tetapi sebagai agen distribusi utama barang subsidi seperti LPG, beras, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya adalah memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di masyarakat jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga LPG yang seharusnya Rp16.000 sering ditemukan di lapangan mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 akibat rantai distribusi yang panjang dan spekulasi pasar.\n\n📊 Lebih jauh, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alat reformasi struktural ekonomi, dengan potensi omset yang sangat besar dari pengelolaan subsidi negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Sistem ini berbasis koperasi dengan prinsip satu orang satu suara, di mana masyarakat menjadi pemilik langsung dan keuntungan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, digitalisasi sistem distribusi, dashboard pengawasan, serta integrasi dengan BUMN seperti Agrinas Pangan Nusantara menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan efisiensi. Program ini juga disebut sebagai upaya melawan dominasi monopoli dan duopoli ritel besar yang selama ini menguasai pasar.\n\n\n\n#koperasidesamerahputih #EkonomiDesa #SubsidiPangan #LPGSubsidi #EkonomiRakyat #IndonesiaDalamBeritaHarapan #PenjagaHarapan #UMKM #Prabowo #KoperasiIndonesia\n\nNarasumber:\nSuroto - Pengamat Koperasi Indonesia (  / suroto.bravo  )\n\nModerator:\nAnggi Wahyuda, Founder Gotong Royong Dong (  / anggiwahyuda  )\nI Putu Arya Aditia Utama, Direktur Eksekutif Warga Muda (  / aryaaditiautama  )\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "OHsArGnkxJk"}}, {"key": "penjagaha...", "attributes": {"label": "penjagaha...", "x": 802.0745824778164, "y": 925.8423487873872, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 50.6965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OHsArGnkxJk", "id": "penjagaha...", "source": "youtube-000001", "content": "Productive Hangout Eps. 19 - Revolusi Ekonomi Desa atau Program Ambisius?\n\n🏡 Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program besar yang digadang-gadang mampu mengubah struktur ekonomi desa di Indonesia. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, tetapi sebagai agen distribusi utama barang subsidi seperti LPG, beras, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya adalah memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di masyarakat jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga LPG yang seharusnya Rp16.000 sering ditemukan di lapangan mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 akibat rantai distribusi yang panjang dan spekulasi pasar.\n\n📊 Lebih jauh, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alat reformasi struktural ekonomi, dengan potensi omset yang sangat besar dari pengelolaan subsidi negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Sistem ini berbasis koperasi dengan prinsip satu orang satu suara, di mana masyarakat menjadi pemilik langsung dan keuntungan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, digitalisasi sistem distribusi, dashboard pengawasan, serta integrasi dengan BUMN seperti Agrinas Pangan Nusantara menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan efisiensi. Program ini juga disebut sebagai upaya melawan dominasi monopoli dan duopoli ritel besar yang selama ini menguasai pasar.\n\n\n\n#koperasidesamerahputih #EkonomiDesa #SubsidiPangan #LPGSubsidi #EkonomiRakyat #IndonesiaDalamBeritaHarapan #PenjagaHarapan #UMKM #Prabowo #KoperasiIndonesia\n\nNarasumber:\nSuroto - Pengamat Koperasi Indonesia (  / suroto.bravo  )\n\nModerator:\nAnggi Wahyuda, Founder Gotong Royong Dong (  / anggiwahyuda  )\nI Putu Arya Aditia Utama, Direktur Eksekutif Warga Muda (  / aryaaditiautama  )\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "OHsArGnkxJk"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "attributes": {"label": "@TheFreePressJournal", "x": 979.5665581339073, "y": 333.8391973939957, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "@TheFreePressJournal", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "thefreepressjournal", "x": 962.387247428729, "y": 99.08569705957892, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.05, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "thefreepressjournal", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "TheFreePress...", "x": 407.0476607361966, "y": 341.52350336731496, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.05, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_YI0S_cbGjk", "id": "TheFreePress...", "source": "youtube-000001", "content": "Hujan Mumbai 2026 & Banjir | Cerita yang Sama Setiap Tahun | Miliaran Rupiah Dihabiskan untuk Pen...\n\nHujan lebat sekali lagi menyebabkan genangan air, kemacetan lalu lintas, dan gangguan di beberapa bagian Mumbai, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan kota menghadapi musim hujan.\n\nMeskipun miliaran rupiah telah dihabiskan untuk pengerukan saluran air, langkah-langkah mitigasi banjir, dan stasiun pompa, daerah-daerah seperti Kings Circle, Sion, dan Gandhi Market mengalami banjir setelah hujan lebat.\n\nFPJ mengunjungi lokasi yang terkena dampak dan berbicara dengan warga dan pemilik toko, banyak di antaranya melaporkan air hujan masuk ke toko mereka dan mempertanyakan efektivitas langkah-langkah pemerintah kota yang dilakukan sebelum musim hujan.\n\nDengan usulan anggaran sebesar ₹80.952,56 crore dari BMC untuk tahun fiskal 2026-2027, warga bertanya-tanya apakah dana yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur dan pengendalian banjir membuahkan hasil di lapangan.\n\nSaksikan laporan lapangan FPJ ini untuk melihat reaksi dari warga dan gambaran nyata kesiapan Mumbai menghadapi musim hujan.\n\n#HujanMumbai #BanjirMumbai #CuacaMumbai #MusimHujan2026 #GenanganAir #BeritaMumbai #BMC #KingsCircle #Sion #PasarGandhi #InformasiLaluLintas #BeritaMaharashtra #BeritaTerbaru #PeringatanHujan #FPJ\n\nSelamat datang di The Free Press Journal – Berita Terpercaya Sejak 1928\nMenyajikan jurnalisme yang andal, tidak bias, dan mendalam selama lebih dari 96 tahun. Tetap terinformasi dengan berita terkini, politik, bisnis, hiburan, olahraga, kesehatan, dan banyak lagi—langsung dari salah satu harian berbahasa Inggris tertua dan paling dihormati di Mumbai.\n\n📲 Berlangganan untuk berita nyata, kisah nyata, dan dampak nyata.\n\n#FreePressJournal #FPJ #BeritaTerbaru #BeritaIndia #JurnalismeTerpercaya\n\nBerlangganan Saluran Kami:\nSitus web: https://www.freepressjournal.in\nTautan Media Sosial\nFacebook:   / freepressjournal  \nYouTube:    /   \nYouTube Shorts: https://www.youtube.com/\nTwitter: https://x.com/fpjindia\nInstagram:   / freepressjournal  \nTelegram: https://t.me/freepressjournal\nIkuti Saluran Free Press Journal di WhatsApp\nE-Paper Free Press Journal Kini Tersedia di Ponsel & Tablet Android Anda Tanpa Biaya untuk Mengunduh Aplikasi: https://www.freepressjournal.in/get-apps", "post_id": "_YI0S_cbGjk"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 981.8761971290186, "y": 57.437307929207094, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 682.7663190538899, "y": 74.42609712864446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.05, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}], "edges": [{"key": "apatheia888", "source": "apatheia888", "target": "bengsharksol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Flawes9", "source": "Flawes9", "target": "Milantoon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "source": "ArmaZulfikar", "target": "djoniecash2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "source": "ArmaZulfikar", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "LeonardusLitik", "source": "LeonardusLitik", "target": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Antokajaaa", "source": "Antokajaaa", "target": "Qu3en_Bakery", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "source": "@PenjagaHarapan", "target": "penjagaha...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "thefreepressjournal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TheFreePressJournal", "source": "@TheFreePressJournal", "target": "TheFreePress...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}