{"nodes": [{"key": "Sukauang99", "attributes": {"label": "Sukauang99", "x": 367.31282257333055, "y": 830.1162683233766, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.4194, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070172986834137506", "id": "Sukauang99", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia has announced that all tourist transactions must be settled in rupiah.\n\nWith this, BI has reaffirmed that t…", "post_id": "2070172986834137506"}}, {"key": "steve_hanke", "attributes": {"label": "steve_hanke", "x": 734.5516278571273, "y": 523.1297814723159, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 80.5791, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2070172986834137506", "id": "steve_hanke", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia has announced that all tourist transactions must be settled in rupiah.\n\nWith this, BI has reaffirmed that t…", "post_id": "2070172986834137506"}}, {"key": "Erlang48", "attributes": {"label": "Erlang48", "x": 217.1466781460485, "y": 297.6476206297867, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.4194, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069593101719728312", "id": "Erlang48", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia has announced that all tourist transactions must be settled in rupiah.\n\nWith this, BI has reaffirmed that t…", "post_id": "2069593101719728312"}}, {"key": "arainakasuga", "attributes": {"label": "arainakasuga", "x": 498.5565977074681, "y": 292.63912720789284, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.4194, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069769828517519867", "id": "arainakasuga", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia has announced that all tourist transactions must be settled in rupiah.\n\nWith this, BI has reaffirmed that t…", "post_id": "2069769828517519867"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 426.5312058007287, "y": 745.5399289001778, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 65.5259, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "2069997463071801828", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Hai, #SobatRupiah.😊Kalau kamu ragu dengan keaslian uang Rupiah, kamu bisa membawanya ke bank umum atau Kantor Bank Indonesia terdekat untuk dilakukan klarifikasi. Layanan klarifikasi uang Rupiah yang diragukan keasliannya di Bank Indonesia tersedia setiap Selasa dan Kamis, pukul", "post_id": "2069997463071801828"}}, {"key": "ajgjlzfvck", "attributes": {"label": "ajgjlzfvck", "x": 816.277272580063, "y": 466.31416978919526, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.9851, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069997463071801828", "id": "ajgjlzfvck", "source": "tweet-000004", "content": "Hai, #SobatRupiah.😊Kalau kamu ragu dengan keaslian uang Rupiah, kamu bisa membawanya ke bank umum atau Kantor Bank Indonesia terdekat untuk dilakukan klarifikasi. Layanan klarifikasi uang Rupiah yang diragukan keasliannya di Bank Indonesia tersedia setiap Selasa dan Kamis, pukul", "post_id": "2069997463071801828"}}, {"key": "vivhins", "attributes": {"label": "vivhins", "x": 351.03435520095127, "y": 163.82212166148526, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.9851, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069997463071801828", "id": "vivhins", "source": "tweet-000004", "content": "Hai, #SobatRupiah.😊Kalau kamu ragu dengan keaslian uang Rupiah, kamu bisa membawanya ke bank umum atau Kantor Bank Indonesia terdekat untuk dilakukan klarifikasi. Layanan klarifikasi uang Rupiah yang diragukan keasliannya di Bank Indonesia tersedia setiap Selasa dan Kamis, pukul", "post_id": "2069997463071801828"}}, {"key": "peruri_id", "attributes": {"label": "peruri_id", "x": 333.3798848056958, "y": 86.39749369955408, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.9851, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069997463071801828", "id": "peruri_id", "source": "tweet-000004", "content": "Hai, #SobatRupiah.😊Kalau kamu ragu dengan keaslian uang Rupiah, kamu bisa membawanya ke bank umum atau Kantor Bank Indonesia terdekat untuk dilakukan klarifikasi. Layanan klarifikasi uang Rupiah yang diragukan keasliannya di Bank Indonesia tersedia setiap Selasa dan Kamis, pukul", "post_id": "2069997463071801828"}}, {"key": "bank_indonesia_purwokerto", "attributes": {"label": "bank_indonesia_purwokerto", "x": 304.0326670172281, "y": 206.95335416054584, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3927235485659975529_3077101271", "id": "bank_indonesia_purwokerto", "source": "instagram-000001", "content": "Saatnya Quiz MENDOAN-BITO✨\n\nyuk #SobatRupiah tulis jawaban pertanyaaan #QuizMendoanBITO edisi 24 Juni 2026\n\nAkan ada 3 pemenang beruntung yang akan mendapatkan hadiah menarik.\n\nBerikut Syarat dan Ketentuannya:\n1. Pastikan Sobat Rupiah sudah follow instagram  dan \n2. Like dan Share postingan ini ke story SobatRupiah\n3. Tulis jawaban pada kolom komentar dan mention 3 teman Sobat Rupiah\n4. Sertakan Tagar #Mendoan #BankIndonesiaPurwokerto\n5. Follow akun sosial media Bank Indonesia Purwokerto (Instagram, YouTube, dan X) untuk link sosial media bisa di akses di bio ya Sobat Rupiah\n6. Tiga pemenang beruntung akan diumumkan pada tanggal 1 Juli 2026\n7. Hadiah berupa souvenir yang dapat diambil langsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto (tidak dapat dikirim)\n\n#DisetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3927235485659975529_3077101271"}}, {"key": "perpustakaanbipwt", "attributes": {"label": "perpustakaanbipwt", "x": 228.46074894764212, "y": 123.78974600389114, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3927235485659975529_3077101271", "id": "perpustakaanbipwt", "source": "instagram-000001", "content": "Saatnya Quiz MENDOAN-BITO✨\n\nyuk #SobatRupiah tulis jawaban pertanyaaan #QuizMendoanBITO edisi 24 Juni 2026\n\nAkan ada 3 pemenang beruntung yang akan mendapatkan hadiah menarik.\n\nBerikut Syarat dan Ketentuannya:\n1. Pastikan Sobat Rupiah sudah follow instagram  dan \n2. Like dan Share postingan ini ke story SobatRupiah\n3. Tulis jawaban pada kolom komentar dan mention 3 teman Sobat Rupiah\n4. Sertakan Tagar #Mendoan #BankIndonesiaPurwokerto\n5. Follow akun sosial media Bank Indonesia Purwokerto (Instagram, YouTube, dan X) untuk link sosial media bisa di akses di bio ya Sobat Rupiah\n6. Tiga pemenang beruntung akan diumumkan pada tanggal 1 Juli 2026\n7. Hadiah berupa souvenir yang dapat diambil langsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto (tidak dapat dikirim)\n\n#DisetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3927235485659975529_3077101271"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 51.44942965586308, "y": 796.5698452318821, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.4194, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926203691879516204_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%, apa lagi langkah kebijakan BI dalam memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah?\n.\n#SobatRupiah, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, bahwa selain memperkuat respons kebijakan, Bank Indonesia juga terus memperluas kerja sama internasional, termasuk mendorong penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT).\n.\nLangkah tersebut diperkuat dengan sinergi erat bersama Pemerintah, untuk menjaga keyakinan pasar terhadap resiliensi ekonomi Indonesia.\n.\nYuk, ketahui informasi lengkapnya dengan simak videonya!😊\n\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3926203691879516204_3117095536"}}, {"key": "bank_indonesia_pematangsiantar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_pematangsiantar", "x": 711.7953669162536, "y": 604.9241167201825, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 49.4224, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "3927146324110327745_3177534439", "id": "bank_indonesia_pematangsiantar", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 KUBIS TIME! 🎉\n\nYuk uji pengetahuanmu tentang Rupiah dan menangkan hadiah menarik 🎁✨\n\nJawab pertanyaan kuis pada postingan ini dan ikuti langkahnya:\n\n1. Follow Instagram  \n2. Like 3 postingan terakhir \n3. Tulis jawaban + tag 5 teman di kolom komentar\n4. Sertakan domisili (contoh: Siantar, Simalungun, Batubara, dst)\n5. Gunakan hashtag #kubis\n6. Share postingan ini ke Instagram Story kamu\n\n📅 Periode kuis: sampai 02 Juli 2026\n🎁 Hadiah dapat kami ambil langsung ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar\n\nKhusus berdomisili di wilayah kerja KPw Bank Indonesia Pematangsiantar (Pematangsiantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan).\n\nJangan lewatkan kesempatanmu! Yuk ikut KUBIS TIME dan jadilah pemenangnya 🤩✨\n\n#CBPRupiah #BankIndonesia #diSetiapMaknaIndonesia\n#KubisTime", "post_id": "3927146324110327745_3177534439"}}, {"key": "cbp_qris_peka_pematangsiantar", "attributes": {"label": "cbp_qris_peka_pematangsiantar", "x": 134.6474713528506, "y": 776.1197582892702, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 49.4224, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3927146324110327745_3177534439", "id": "cbp_qris_peka_pematangsiantar", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 KUBIS TIME! 🎉\n\nYuk uji pengetahuanmu tentang Rupiah dan menangkan hadiah menarik 🎁✨\n\nJawab pertanyaan kuis pada postingan ini dan ikuti langkahnya:\n\n1. Follow Instagram  \n2. Like 3 postingan terakhir \n3. Tulis jawaban + tag 5 teman di kolom komentar\n4. Sertakan domisili (contoh: Siantar, Simalungun, Batubara, dst)\n5. Gunakan hashtag #kubis\n6. Share postingan ini ke Instagram Story kamu\n\n📅 Periode kuis: sampai 02 Juli 2026\n🎁 Hadiah dapat kami ambil langsung ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar\n\nKhusus berdomisili di wilayah kerja KPw Bank Indonesia Pematangsiantar (Pematangsiantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan).\n\nJangan lewatkan kesempatanmu! Yuk ikut KUBIS TIME dan jadilah pemenangnya 🤩✨\n\n#CBPRupiah #BankIndonesia #diSetiapMaknaIndonesia\n#KubisTime", "post_id": "3927146324110327745_3177534439"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 220.03264435003754, "y": 268.86205109080987, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.4194, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 90.9166112172477, "y": 947.7704592921667, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4549, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 541.290697737095, "y": 459.092174509013, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4549, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "attributes": {"label": "kompastv.indonesia", "x": 865.2648211967721, "y": 602.5366382779235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 35.4194, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "kompastv.indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "newsorhoax", "attributes": {"label": "newsorhoax", "x": 946.8433132039622, "y": 290.29648253219233, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 65.5259, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "newsorhoax", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 19.297509066609763, "y": 240.71334061142025, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.4194, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 772.5338432704713, "y": 436.5006655221656, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 65.5259, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}], "edges": [{"key": "Sukauang99", "source": "Sukauang99", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Sukauang99", "source": "Sukauang99", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Erlang48", "source": "Erlang48", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Erlang48", "source": "Erlang48", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "arainakasuga", "source": "arainakasuga", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "arainakasuga", "source": "arainakasuga", "target": "steve_hanke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "ajgjlzfvck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "vivhins", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "peruri_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_purwokerto", "source": "bank_indonesia_purwokerto", "target": "bank_indonesia_purwokerto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_purwokerto", "source": "bank_indonesia_purwokerto", "target": "perpustakaanbipwt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_pematangsiantar", "source": "bank_indonesia_pematangsiantar", "target": "bank_indonesia_pematangsiantar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_pematangsiantar", "source": "bank_indonesia_pematangsiantar", "target": "cbp_qris_peka_pematangsiantar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_pematangsiantar", "source": "bank_indonesia_pematangsiantar", "target": "cbp_qris_peka_pematangsiantar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "source": "kompastv.indonesia", "target": "newsorhoax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}