{"nodes": [{"key": "glennhafiz", "attributes": {"label": "glennhafiz", "x": 410.75104154128917, "y": 67.05900206739469, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070097770879295489", "id": "glennhafiz", "source": "tweet-000004", "content": "Mic penurun nilai tukar rupiah 😐", "post_id": "2070097770879295489"}}, {"key": "raymondchins", "attributes": {"label": "raymondchins", "x": 467.93735242532864, "y": 837.2458190640888, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070097770879295489", "id": "raymondchins", "source": "tweet-000004", "content": "Mic penurun nilai tukar rupiah 😐", "post_id": "2070097770879295489"}}, {"key": "MyPaijoKun", "attributes": {"label": "MyPaijoKun", "x": 518.3027769253194, "y": 872.7201255328723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070042185903612344", "id": "MyPaijoKun", "source": "tweet-000004", "content": "Anjlok bgt kyk nilai tukar rupiah ya kak", "post_id": "2070042185903612344"}}, {"key": "alyyyspace", "attributes": {"label": "alyyyspace", "x": 30.654479448838924, "y": 240.01121939581728, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070042185903612344", "id": "alyyyspace", "source": "tweet-000004", "content": "Anjlok bgt kyk nilai tukar rupiah ya kak", "post_id": "2070042185903612344"}}, {"key": "5rick", "attributes": {"label": "5rick", "x": 137.4839883719321, "y": 47.285547104151334, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070155412691886211", "id": "5rick", "source": "tweet-000004", "content": "harus tetap bersyukur gaji naik job desk tambah dan nilai tukar rupiah tinggi", "post_id": "2070155412691886211"}}, {"key": "ladychoco14", "attributes": {"label": "ladychoco14", "x": 549.0516609230082, "y": 731.6539341535341, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070155412691886211", "id": "ladychoco14", "source": "tweet-000004", "content": "harus tetap bersyukur gaji naik job desk tambah dan nilai tukar rupiah tinggi", "post_id": "2070155412691886211"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 316.4782025597528, "y": 167.09108844978837, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069984470938296773", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat\n\nhttps://t.co/yei1xDUIQA", "post_id": "2069984470938296773"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 316.53282958432385, "y": 578.9803689423482, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069984470938296773", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat\n\nhttps://t.co/yei1xDUIQA", "post_id": "2069984470938296773"}}, {"key": "ari_aditya", "attributes": {"label": "ari_aditya", "x": 439.710397102674, "y": 418.0059867456597, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2070108253204418600", "id": "ari_aditya", "source": "tweet-000004", "content": "evaluasi kualitas kerja luhut di tengah harga barang yg semakin tinggi, nilai tukar sangat tinggi & antrian pertalite yang sangat panjang sehingga membuat masyarakat kurang produktif! Tuntut kapan rupiah menguat?\nPerlu ada evaluasi untuk pejabat \n https://t.co/T2bPLMelH8", "post_id": "2070108253204418600"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 48.27766575322134, "y": 378.31916245873487, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070108253204418600", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "evaluasi kualitas kerja luhut di tengah harga barang yg semakin tinggi, nilai tukar sangat tinggi & antrian pertalite yang sangat panjang sehingga membuat masyarakat kurang produktif! Tuntut kapan rupiah menguat?\nPerlu ada evaluasi untuk pejabat \n https://t.co/T2bPLMelH8", "post_id": "2070108253204418600"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 726.0213749532768, "y": 314.38977439194593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.6989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2070108253204418600", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "evaluasi kualitas kerja luhut di tengah harga barang yg semakin tinggi, nilai tukar sangat tinggi & antrian pertalite yang sangat panjang sehingga membuat masyarakat kurang produktif! Tuntut kapan rupiah menguat?\nPerlu ada evaluasi untuk pejabat \n https://t.co/T2bPLMelH8", "post_id": "2070108253204418600"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 554.0698491983309, "y": 697.1880328770445, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070108253204418600", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "evaluasi kualitas kerja luhut di tengah harga barang yg semakin tinggi, nilai tukar sangat tinggi & antrian pertalite yang sangat panjang sehingga membuat masyarakat kurang produktif! Tuntut kapan rupiah menguat?\nPerlu ada evaluasi untuk pejabat \n https://t.co/T2bPLMelH8", "post_id": "2070108253204418600"}}, {"key": "pecintareybahan", "attributes": {"label": "pecintareybahan", "x": 109.83060877527917, "y": 254.64500430888458, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070083102219943990", "id": "pecintareybahan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar tidak bergerak hanya karena satu program. Namun, program dengan kebutuhan fiskal yang besar seperti MBG dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kesinambungan fiskal (fiscal sustainability). Jika persepsi risiko fiskal meningkat, sentimen investor terhadap aset rupiah", "post_id": "2070083102219943990"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 890.9191258994274, "y": 575.0069030512764, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070083102219943990", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar tidak bergerak hanya karena satu program. Namun, program dengan kebutuhan fiskal yang besar seperti MBG dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kesinambungan fiskal (fiscal sustainability). Jika persepsi risiko fiskal meningkat, sentimen investor terhadap aset rupiah", "post_id": "2070083102219943990"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 778.4960175755559, "y": 484.94609478309394, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070151561771381089", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Kurangi impor bagus menhemat uang negara. Kalau mengurangi ekspor dan memangkas komoditi ekspor yang menjadi tulang punggung pemasukan devisa negara itu suatu kebodohan. Negara saat ini butuh dana besar utk memperkuat ekonomi Indonesia ditengah nilai tukar rupiah kembali melemah", "post_id": "2070151561771381089"}}, {"key": "3310659452", "attributes": {"label": "3310659452", "x": 893.2842279118867, "y": 349.4723084067281, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916096941976532611_3310659452", "id": "3310659452", "source": "instagram-000001", "content": "Bayang-bayang trauma krisis moneter 1998 sering kali muncul di benak publik setiap kali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak. \n\nNamun, pakar menilai bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global dibandingkan dua dekade silam.\n\nEkonom Senior Chatib Basri, menegaskan bahwa publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, pondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.\n\n\"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate,\" ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/chatib-basri-tepis-ekonomi-2026-serupa-krisis-1998\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekonomiindonesia #krisis1998 #ChatibBasri", "post_id": "3916096941976532611_3310659452"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 218.65883460868818, "y": 955.0162172985388, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 194.8193, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3916096941976532611_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bayang-bayang trauma krisis moneter 1998 sering kali muncul di benak publik setiap kali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami gejolak. \n\nNamun, pakar menilai bahwa struktur ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami transformasi besar yang membuatnya jauh lebih siap menghadapi tekanan pasar global dibandingkan dua dekade silam.\n\nEkonom Senior Chatib Basri, menegaskan bahwa publik tidak perlu terjebak dalam romantisme ketakutan masa lalu karena sistem keuangan nasional sudah jauh lebih dewasa. Menurutnya, pondasi utama yang membedakan situasi saat ini dengan masa lalu terletak pada mekanisme nilai tukar yang kini bersifat dinamis dan fleksibel.\n\n\"Sama enggak '98 dengan 2026? The answer is no karena yang membedakan paling besar adalah flexible exchange rate,\" ujar Chatib dalam Grab Business Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (9/6/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/chatib-basri-tepis-ekonomi-2026-serupa-krisis-1998\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekonomiindonesia #krisis1998 #ChatibBasri", "post_id": "3916096941976532611_3310659452"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 920.2270741732386, "y": 993.1680142183454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926203691879516204_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%, apa lagi langkah kebijakan BI dalam memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah?\n.\n#SobatRupiah, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, bahwa selain memperkuat respons kebijakan, Bank Indonesia juga terus memperluas kerja sama internasional, termasuk mendorong penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT).\n.\nLangkah tersebut diperkuat dengan sinergi erat bersama Pemerintah, untuk menjaga keyakinan pasar terhadap resiliensi ekonomi Indonesia.\n.\nYuk, ketahui informasi lengkapnya dengan simak videonya!😊\n\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3926203691879516204_3117095536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 261.41161280420835, "y": 152.7036664508429, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926203691879516204_3117095536", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nBI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75%, apa lagi langkah kebijakan BI dalam memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah?\n.\n#SobatRupiah, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2026, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, bahwa selain memperkuat respons kebijakan, Bank Indonesia juga terus memperluas kerja sama internasional, termasuk mendorong penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT).\n.\nLangkah tersebut diperkuat dengan sinergi erat bersama Pemerintah, untuk menjaga keyakinan pasar terhadap resiliensi ekonomi Indonesia.\n.\nYuk, ketahui informasi lengkapnya dengan simak videonya!😊\n\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3926203691879516204_3117095536"}}, {"key": "sultrakini_", "attributes": {"label": "sultrakini_", "x": 925.020029357493, "y": 577.4964043097733, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926463014169938022_6891860360", "id": "sultrakini_", "source": "instagram-000001", "content": "Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (BEM FHIL UHO) menggelar aksi konsolidasi akbar di Bundaran Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa (23/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam sekitar pukul 21.30 WITA tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah.\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa mengangkat beberapa isu strategis, mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.\n\nKoordinator aksi, Perdi, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, berbagai program pemerintah perlu mendapat pengawasan dan evaluasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.\n\nIa menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta terbatasnya kesempatan kerja disebut menjadi persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.\n\n“Negara harus memastikan kesejahteraan masyarakat dan kebijakan ekonomi yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Perdi usai kegiatan.\n\nSelain menyoroti kondisi ekonomi, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Mereka menilai tujuan program tersebut untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.\n\nNamun demikian, BEM FHIL UHO berpandangan bahwa pelaksanaan MBG perlu terus dievaluasi agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi penerima program. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan akuntabel.\n\nBaca selengkapnya di  atau klik link di bio.\n\n#uho #demonstrasimahasiswa #mbg #sultrakini #inilahsulawesitenggara", "post_id": "3926463014169938022_6891860360"}}, {"key": "sultrakini.com", "attributes": {"label": "sultrakini.com", "x": 347.27448609655374, "y": 836.7333551718942, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926463014169938022_6891860360", "id": "sultrakini.com", "source": "instagram-000001", "content": "Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (BEM FHIL UHO) menggelar aksi konsolidasi akbar di Bundaran Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa (23/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam sekitar pukul 21.30 WITA tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah.\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa mengangkat beberapa isu strategis, mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.\n\nKoordinator aksi, Perdi, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, berbagai program pemerintah perlu mendapat pengawasan dan evaluasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.\n\nIa menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta terbatasnya kesempatan kerja disebut menjadi persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.\n\n“Negara harus memastikan kesejahteraan masyarakat dan kebijakan ekonomi yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Perdi usai kegiatan.\n\nSelain menyoroti kondisi ekonomi, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Mereka menilai tujuan program tersebut untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.\n\nNamun demikian, BEM FHIL UHO berpandangan bahwa pelaksanaan MBG perlu terus dievaluasi agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi penerima program. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan akuntabel.\n\nBaca selengkapnya di  atau klik link di bio.\n\n#uho #demonstrasimahasiswa #mbg #sultrakini #inilahsulawesitenggara", "post_id": "3926463014169938022_6891860360"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 817.2606298612895, "y": 441.69730509646024, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 5.428912746260894, "y": 593.3699157525853, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "attributes": {"label": "kompastv.indonesia", "x": 502.1324269436057, "y": 209.43182477640732, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "kompastv.indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "newsorhoax", "attributes": {"label": "newsorhoax", "x": 146.81636581948044, "y": 710.9536639621389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "newsorhoax", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "bangsaid.pri", "attributes": {"label": "bangsaid.pri", "x": 956.0864235316134, "y": 60.36764027754249, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655265755193167124", "id": "bangsaid.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar Bahagia dari Sektor Pertanian Indonesia! 🌾🇮🇩 Kabar membanggakan datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Kesejahteraan para petani kita tercatat mengalami peningkatan yang luar biasa! Berdasarkan data terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) sukses menyentuh angka 127%—menjadi pencapaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Gak cuma itu, pertumbuhan ekonomi sektor pertanian juga melesat hingga 5,74%, sebuah rekor tertinggi dalam 25 tahun belakangan. Berkat kerja keras para petani dan nelayan di seluruh pelosok negeri, ekspor pertanian kita naik sebesar 166 triliun rupiah, sementara angka impor beras medium berkurang hingga 41 triliun rupiah karena Indonesia tidak melakukan impor lagi. Hal ini memberikan total keuntungan bagi para petani kita hingga mencapai 200 triliun rupiah! 🙌✨ Sumber : https://www.tiktok.com/ #Prabowo #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7655265755193167124"}}, {"key": "kabar.hangat", "attributes": {"label": "kabar.hangat", "x": 640.3911463632188, "y": 435.45186571123094, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655265755193167124", "id": "kabar.hangat", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar Bahagia dari Sektor Pertanian Indonesia! 🌾🇮🇩 Kabar membanggakan datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Kesejahteraan para petani kita tercatat mengalami peningkatan yang luar biasa! Berdasarkan data terbaru, Nilai Tukar Petani (NTP) sukses menyentuh angka 127%—menjadi pencapaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Gak cuma itu, pertumbuhan ekonomi sektor pertanian juga melesat hingga 5,74%, sebuah rekor tertinggi dalam 25 tahun belakangan. Berkat kerja keras para petani dan nelayan di seluruh pelosok negeri, ekspor pertanian kita naik sebesar 166 triliun rupiah, sementara angka impor beras medium berkurang hingga 41 triliun rupiah karena Indonesia tidak melakukan impor lagi. Hal ini memberikan total keuntungan bagi para petani kita hingga mencapai 200 triliun rupiah! 🙌✨ Sumber : https://www.tiktok.com/ #Prabowo #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7655265755193167124"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 43.999681646734516, "y": 594.5882606133856, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 321.3223243730612, "y": 305.4901872776786, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 913.1414771245232, "y": 552.0441673091204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sj71M-A4GFs", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "SBN Rupiah Disebut Sepi Peminat, Ekonom Wijayanto Samirin: Investor Khawatir Risiko Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyoroti minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah. Menurutnya, kekhawatiran terhadap risiko nilai tukar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investor.\n\n\"Karena berhutang SBN dalam rupiah itu sudah enggak laku, enggak ada yang minat. Mereka khawatir dengan risiko rupiahnya sehingga pemerintah menerbitkan surat utang di luar negeri,\" kata Wijayanto.\n\nIa menilai kondisi tersebut perlu dicermati karena berkaitan dengan strategi pembiayaan pemerintah dan kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan domestik.\n\n#WijayantoSamirin #UniversitasParamadina #EkonomiIndonesia #APBN #SBN #UtangLuarNegeri #Pandabond #Investor #FiskalIndonesia #TuturUpdate #TuturNews #BeritaEkonomi #IndonesiaHariIni #KebijakanEkonomi #SuratUtangNegara #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "sj71M-A4GFs"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 308.2153424235795, "y": 705.0566523105945, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sj71M-A4GFs", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "SBN Rupiah Disebut Sepi Peminat, Ekonom Wijayanto Samirin: Investor Khawatir Risiko Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyoroti minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah. Menurutnya, kekhawatiran terhadap risiko nilai tukar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investor.\n\n\"Karena berhutang SBN dalam rupiah itu sudah enggak laku, enggak ada yang minat. Mereka khawatir dengan risiko rupiahnya sehingga pemerintah menerbitkan surat utang di luar negeri,\" kata Wijayanto.\n\nIa menilai kondisi tersebut perlu dicermati karena berkaitan dengan strategi pembiayaan pemerintah dan kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan domestik.\n\n#WijayantoSamirin #UniversitasParamadina #EkonomiIndonesia #APBN #SBN #UtangLuarNegeri #Pandabond #Investor #FiskalIndonesia #TuturUpdate #TuturNews #BeritaEkonomi #IndonesiaHariIni #KebijakanEkonomi #SuratUtangNegara #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "sj71M-A4GFs"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 240.08458089052442, "y": 807.0466036755911, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 349.6580093162238, "y": 827.9799050981924, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7554, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 520.6332448838425, "y": 5.273193563357315, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9932, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 17.815917190070362, "y": 504.2511703602076, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9932, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 218.8815110488721, "y": 493.93927851496557, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9932, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 317.28299050039874, "y": 407.0281012132756, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9932, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 399.9016703296038, "y": 542.6975222597575, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.9932, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "UwO0WpM553k", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Tanpa Sabotase IMF, Rupiah Disebut Harusnya Bisa Setara Dengan DOlar AS | THE EDITORIAL\n\nseorang ekonom senior AS, Stve Hanke, mencuri perhatian publik nasional lantaran menyebut bahwa nilai tukar rupiah harusnya bisa setara dengan dolar AS, bila sejak 1998 lalu menerapkan sistem keuangan Currency Board, yang dulu pernah diajukannya pada Presiden RI kedua, Soeharto. sayang, saat itu ada campur tangan IMF untuk menghalangi rencana tersebut. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "UwO0WpM553k"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 79.84690271571671, "y": 700.0637004078619, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7963, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "1egNFKcryNM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Risiko Pasar, Simak Sederet Saham Pilihan | MILENOMICS\n\nGejolak harga minyak global dan menguatnya dolar AS berpotensi menekan pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui pelemahan nilai tukar dan kenaikan suku bunga. Sucor Sekuritas menilai sektor energi dan logam masih menarik di tengah kondisi tersebut, dengan saham pilihan utama yakni TPIA, AMMN, PGAS, ANTM, dan ADRO. Sebaliknya, sektor domestik seperti perbankan, properti, ritel, otomotif, dan semen dinilai lebih rentan terdampak oleh pelemahan rupiah serta suku bunga yang lebih tinggi.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1egNFKcryNM"}}], "edges": [{"key": "glennhafiz", "source": "glennhafiz", "target": "raymondchins", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MyPaijoKun", "source": "MyPaijoKun", "target": "alyyyspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "5rick", "source": "5rick", "target": "ladychoco14", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ari_aditya", "source": "ari_aditya", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pecintareybahan", "source": "pecintareybahan", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "3310659452", "source": "3310659452", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sultrakini_", "source": "sultrakini_", "target": "sultrakini.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "source": "kompastv.indonesia", "target": "newsorhoax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bangsaid.pri", "source": "bangsaid.pri", "target": "kabar.hangat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}