{"nodes": [{"key": "AfrinoGera19779", "attributes": {"label": "AfrinoGera19779", "x": 895.9991388542801, "y": 564.8039115956258, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070148850321702923", "id": "AfrinoGera19779", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah mau cek ombak di pasar. Negatif atau positif respon dari pemangkasan MBG, tapi mengingat KDMP masih amburadul dan TKD yang dicut 80 persen masih menyisakan unconfident di kalangan pelaku pasar modal", "post_id": "2070148850321702923"}}, {"key": "GNFI", "attributes": {"label": "GNFI", "x": 561.8048905094718, "y": 949.8229772307469, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070148850321702923", "id": "GNFI", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah mau cek ombak di pasar. Negatif atau positif respon dari pemangkasan MBG, tapi mengingat KDMP masih amburadul dan TKD yang dicut 80 persen masih menyisakan unconfident di kalangan pelaku pasar modal", "post_id": "2070148850321702923"}}, {"key": "1534Yandika", "attributes": {"label": "1534Yandika", "x": 846.7169640438568, "y": 829.1100212486709, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070086059694932359", "id": "1534Yandika", "source": "tweet-000004", "content": "Orang² yg megang fund lokal emang selemah, setolol, se ga berguna itu.\nbiar mampus ampe lembah IHSG dan pensiun aja org² yg ngisi fund lokal itu.\n\nPemerintah kalo bantu buyback lagi sih ga bakal bikin pondasi kokoh & berdaulat market kita, cuma kasih pereda kaya kemarin buyback.", "post_id": "2070086059694932359"}}, {"key": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "SarjanaEksu", "x": 113.25861425285666, "y": 612.8322025638266, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070086059694932359", "id": "SarjanaEksu", "source": "tweet-000004", "content": "Orang² yg megang fund lokal emang selemah, setolol, se ga berguna itu.\nbiar mampus ampe lembah IHSG dan pensiun aja org² yg ngisi fund lokal itu.\n\nPemerintah kalo bantu buyback lagi sih ga bakal bikin pondasi kokoh & berdaulat market kita, cuma kasih pereda kaya kemarin buyback.", "post_id": "2070086059694932359"}}, {"key": "sautjames", "attributes": {"label": "sautjames", "x": 904.8282527199146, "y": 836.5670513445338, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069939311399817346", "id": "sautjames", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau pemerintah ini credible,menurut sy BU tadi bisa diatasi dengan terbitan Bond baru, yg jadi masalah besar nya tidak Investor yg mau beli karena pengelolaan APBN yg amatir dan ugal²an. Terbukti MBG dan Kopdes tidak bisa men generate pajak (revenue) pemerintah.", "post_id": "2069939311399817346"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 457.0691525656607, "y": 570.9795463735993, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069939311399817346", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau pemerintah ini credible,menurut sy BU tadi bisa diatasi dengan terbitan Bond baru, yg jadi masalah besar nya tidak Investor yg mau beli karena pengelolaan APBN yg amatir dan ugal²an. Terbukti MBG dan Kopdes tidak bisa men generate pajak (revenue) pemerintah.", "post_id": "2069939311399817346"}}, {"key": "stobsjr", "attributes": {"label": "stobsjr", "x": 363.45149903522366, "y": 605.0322446881968, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070055920709845053", "id": "stobsjr", "source": "tweet-000004", "content": "Trus bnyk yg marah saat  investor nggak percaya ama pemerintah. Lah pemerintahnya sendiri nggak menempatkan berdasarkan profesionalisme.., pada kemana alumni Fakultas kebumian ITB, UI, Unpad, UGM, dst?", "post_id": "2070055920709845053"}}, {"key": "BudiBukanIntel", "attributes": {"label": "BudiBukanIntel", "x": 687.9339907453397, "y": 412.68873775442296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070055920709845053", "id": "BudiBukanIntel", "source": "tweet-000004", "content": "Trus bnyk yg marah saat  investor nggak percaya ama pemerintah. Lah pemerintahnya sendiri nggak menempatkan berdasarkan profesionalisme.., pada kemana alumni Fakultas kebumian ITB, UI, Unpad, UGM, dst?", "post_id": "2070055920709845053"}}, {"key": "syueb2011", "attributes": {"label": "syueb2011", "x": 11.866263453602643, "y": 188.88420284248065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070157932055187490", "id": "syueb2011", "source": "tweet-000004", "content": "Mereka pikir kunjungan dan pernyataan pejabat bisa meyakinkan investor\n\nSetahun terakhir rupiah terdepresiasi 10%, melebihi fleksibilitas APBN\n\nPemerintah tidak disiplin dalam menjalankan UU 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 https://t.co/abd07vCHlv", "post_id": "2070157932055187490"}}, {"key": "BosPurwa", "attributes": {"label": "BosPurwa", "x": 657.4919635724111, "y": 141.44662020512965, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070157932055187490", "id": "BosPurwa", "source": "tweet-000004", "content": "Mereka pikir kunjungan dan pernyataan pejabat bisa meyakinkan investor\n\nSetahun terakhir rupiah terdepresiasi 10%, melebihi fleksibilitas APBN\n\nPemerintah tidak disiplin dalam menjalankan UU 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 https://t.co/abd07vCHlv", "post_id": "2070157932055187490"}}, {"key": "Adampejalan", "attributes": {"label": "Adampejalan", "x": 618.3579822556046, "y": 828.0407133214139, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070238610037882909", "id": "Adampejalan", "source": "tweet-000004", "content": "Bukannya investor ragu sm saham perbankan tp masih ragu sm kondisi makro indonesia sih, buktinya banyak outflow foreign yang cukup masih bbrp bulan kebelakang..\n\nMau dibenahi?? Boleh colek dl bbrp kebijakan pemerintah yang kurang efektif", "post_id": "2070238610037882909"}}, {"key": "myshawti", "attributes": {"label": "myshawti", "x": 982.4778927423132, "y": 959.9868339916361, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070238610037882909", "id": "myshawti", "source": "tweet-000004", "content": "Bukannya investor ragu sm saham perbankan tp masih ragu sm kondisi makro indonesia sih, buktinya banyak outflow foreign yang cukup masih bbrp bulan kebelakang..\n\nMau dibenahi?? Boleh colek dl bbrp kebijakan pemerintah yang kurang efektif", "post_id": "2070238610037882909"}}, {"key": "quickster71", "attributes": {"label": "quickster71", "x": 673.815439820039, "y": 792.3892438775304, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069866137643536728", "id": "quickster71", "source": "tweet-000004", "content": "Hike rate sudah, beruntun pula. Merayu-rayu investor asing juga sudah.\nYah intinya pemerintah sudah berusahalah, saya kurang tahu detailnya.\nTapi USDIDR malah melanjutkan trend naik 😂\nHanya intervensi JPY yang bisa menyelamatkan USDIDR\n https://t.co/jdqCTXaGxt", "post_id": "2069866137643536728"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 569.6280980639444, "y": 955.9423021030367, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069866137643536728", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Hike rate sudah, beruntun pula. Merayu-rayu investor asing juga sudah.\nYah intinya pemerintah sudah berusahalah, saya kurang tahu detailnya.\nTapi USDIDR malah melanjutkan trend naik 😂\nHanya intervensi JPY yang bisa menyelamatkan USDIDR\n https://t.co/jdqCTXaGxt", "post_id": "2069866137643536728"}}, {"key": "arpuntukindonesia", "attributes": {"label": "arpuntukindonesia", "x": 867.7979679327188, "y": 500.1675587490154, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926464553840124016_74125818852", "id": "arpuntukindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Wamenkomdigi  mendeklarasikan delapan paket kolaborasi DEAL 2026. Gerakan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 ini menjadi wadah gotong royong antara Pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, komunitas, dan pemerintah daerah dalam satu ruang kolaborasi yang menghasilkan aksi nyata ✊🏻🇮🇩", "post_id": "3926464553840124016_74125818852"}}, {"key": "anggarakaprabowo", "attributes": {"label": "anggarakaprabowo", "x": 411.42203436416656, "y": 677.6078992211824, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926464553840124016_74125818852", "id": "anggarakaprabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Wamenkomdigi  mendeklarasikan delapan paket kolaborasi DEAL 2026. Gerakan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 ini menjadi wadah gotong royong antara Pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, komunitas, dan pemerintah daerah dalam satu ruang kolaborasi yang menghasilkan aksi nyata ✊🏻🇮🇩", "post_id": "3926464553840124016_74125818852"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 325.2668745135827, "y": 508.977184721516, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 944.1722969065515, "y": 562.8938082308972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 180.22691414975355, "y": 424.58848235905253, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "media_kaba12", "attributes": {"label": "media_kaba12", "x": 78.74318841307526, "y": 582.1669918902653, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3927105570611787480_3734950122", "id": "media_kaba12", "source": "instagram-000001", "content": "Bukittinggi, KABA12 --- Walie Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, pimpin gotong royong bersama jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi dan mitra, dalam rangka pengamanan serta optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) berupa kawasan Gedung Pasar Banto. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Gedung Pertokoan Pasar Banto, Kamis, (25 /06).\n\nGotong royong dilakukan sebagai langkah awal pengamanan aset daerah setelah berakhirnya kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Dengan berakhirnya perjanjian tersebut, kawasan Gedung Pasar Banto kini sepenuhnya kembali menjadi aset Pemerintah Kota Bukittinggi yang harus dijaga, ditata dan dimanfaatkan secara optimal.\n\nWali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengakui, pemerintah saat ini telah menerima sejumlah penawaran dari investor untuk pengembangan kawasan Pasar Banto. Berbagai konsep telah diajukan, mulai dari pusat perbelanjaan hingga fasilitas hiburan. \n\n\"Namun sebelum proses pemanfaatan dilakukan, pemerintah perlu memastikan kondisi bangunan dalam keadaan baik dan siap digunakan kembali,\" ungkapnya.\n\nWako menambahkan, berdasarkan kondisi yange dilihat langsung di lapangan, bagian dalam gedung dari lantai satu hingga lantai empat memerlukan penataan dan pembersihan secara menyeluruh. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah daerah bersama mitra bergotong royong membersihkan kawasan tersebut agar aset daerah dapat segera dimanfaatkan kembali.\n\n\"Karena aset ini sudah kembali menjadi milik pemerintah, tentu harus  kita rapikan terlebih dahulu. Kondisi di dalam gedung saat ini cukup memprihatinkan dan perlu dibersihkan secara menyeluruh. Ke depan, kita berharap kawasan ini dapat kembali hidup dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Bukittinggi,\" ujarnya.\n•\nPewarta : \n•\nBaca selengkapnya di kaba12.com\n•\n#kaba12 #mediainspirasimasakini", "post_id": "3927105570611787480_3734950122"}}, {"key": "opik_rajobungsu", "attributes": {"label": "opik_rajobungsu", "x": 218.63011796126742, "y": 655.0025039255906, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3927105570611787480_3734950122", "id": "opik_rajobungsu", "source": "instagram-000001", "content": "Bukittinggi, KABA12 --- Walie Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, pimpin gotong royong bersama jajaran Pemerintah Kota Bukittinggi dan mitra, dalam rangka pengamanan serta optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) berupa kawasan Gedung Pasar Banto. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Gedung Pertokoan Pasar Banto, Kamis, (25 /06).\n\nGotong royong dilakukan sebagai langkah awal pengamanan aset daerah setelah berakhirnya kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Dengan berakhirnya perjanjian tersebut, kawasan Gedung Pasar Banto kini sepenuhnya kembali menjadi aset Pemerintah Kota Bukittinggi yang harus dijaga, ditata dan dimanfaatkan secara optimal.\n\nWali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengakui, pemerintah saat ini telah menerima sejumlah penawaran dari investor untuk pengembangan kawasan Pasar Banto. Berbagai konsep telah diajukan, mulai dari pusat perbelanjaan hingga fasilitas hiburan. \n\n\"Namun sebelum proses pemanfaatan dilakukan, pemerintah perlu memastikan kondisi bangunan dalam keadaan baik dan siap digunakan kembali,\" ungkapnya.\n\nWako menambahkan, berdasarkan kondisi yange dilihat langsung di lapangan, bagian dalam gedung dari lantai satu hingga lantai empat memerlukan penataan dan pembersihan secara menyeluruh. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah daerah bersama mitra bergotong royong membersihkan kawasan tersebut agar aset daerah dapat segera dimanfaatkan kembali.\n\n\"Karena aset ini sudah kembali menjadi milik pemerintah, tentu harus  kita rapikan terlebih dahulu. Kondisi di dalam gedung saat ini cukup memprihatinkan dan perlu dibersihkan secara menyeluruh. Ke depan, kita berharap kawasan ini dapat kembali hidup dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Bukittinggi,\" ujarnya.\n•\nPewarta : \n•\nBaca selengkapnya di kaba12.com\n•\n#kaba12 #mediainspirasimasakini", "post_id": "3927105570611787480_3734950122"}}, {"key": "awak_lhokseumawe", "attributes": {"label": "awak_lhokseumawe", "x": 496.5470552734077, "y": 139.24321964025654, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "3926426646768078765_10564124446", "id": "awak_lhokseumawe", "source": "instagram-000001", "content": "Banda Aceh - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, memastikan keamanan dan kenyamanan investor yang berinvestasi di Aceh. \n\n“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu setiap investor silahkan ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri,” kata Kapolda Marzuki di Banda Aceh, Selasa malam 23 Juni 2026.\n\nPernyataan Kapolda Marzuki ini menanggapi terkait keamanan investasi yang muncul dalam rapat migas Blok Andaman di Pemerintah Aceh. \n\nRapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, itu berlangsung dalam ruang rapat Sekda Aceh di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Selasa pagi 23 Juni 2026.\n\nRapat itu dihadiri para anggota DPR Aceh, SKPA, Staf Ahli Gubernur Aceh, para guru besar migas, dan para pakar migas. \n\nSeluruh peserta rapat mengapresiasi perjuangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sedang berusaha agar migas dari Blok Andaman diproses di Kek Arun, Lhokseumawe.\n\n“Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi Aceh,” kata Prof Dr Jasman J Maruf, akademisi dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.\n\nPada rapat tersebut, terungkap sejumlah pertemuan Tim PoD (Plan of Development) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman (Blok Andaman) Pemerintah Aceh dengan SKK Migas dan Mubadala Energy.\n\nDalam sejumlah pertemuan itu, pihak Mubadala mempersoalkan keamanan dan kenyaman berinvestasi di daratan Aceh.\n\n“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut,” kata Prof Dr Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh. “Padahal kita sudah jelaskan kondisi keamanan dan kenyaman di Aceh,\" ujarnya.\n\nDi tempat yang sama, Ketua Komisi III DPR Aceh Aisyah Ismail (Kak Iin), mengatakan jika yang menjadi persoalan adalah keamanan dan kenyaman di Aceh itu hanya mencari titik kelemahan saja.\n.\nSelengkapnya di: rri.co.id\n.\nKlinik Kecantikan: 💄🫦 💋👄\nLapangan Mini Soccer: 🏟 ⚽️ \n.\nTeurimoeng Gaseh Rakan ateuh Support Ureung Droen🙏\nJangan lupa like, share, comment,save & Follow Us:\n \n#awaklhokseumawe", "post_id": "3926426646768078765_10564124446"}}, {"key": "delisyaesthetic", "attributes": {"label": "delisyaesthetic", "x": 905.8976920218304, "y": 997.6833863976678, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926426646768078765_10564124446", "id": "delisyaesthetic", "source": "instagram-000001", "content": "Banda Aceh - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, memastikan keamanan dan kenyamanan investor yang berinvestasi di Aceh. \n\n“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu setiap investor silahkan ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri,” kata Kapolda Marzuki di Banda Aceh, Selasa malam 23 Juni 2026.\n\nPernyataan Kapolda Marzuki ini menanggapi terkait keamanan investasi yang muncul dalam rapat migas Blok Andaman di Pemerintah Aceh. \n\nRapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, itu berlangsung dalam ruang rapat Sekda Aceh di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Selasa pagi 23 Juni 2026.\n\nRapat itu dihadiri para anggota DPR Aceh, SKPA, Staf Ahli Gubernur Aceh, para guru besar migas, dan para pakar migas. \n\nSeluruh peserta rapat mengapresiasi perjuangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sedang berusaha agar migas dari Blok Andaman diproses di Kek Arun, Lhokseumawe.\n\n“Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi Aceh,” kata Prof Dr Jasman J Maruf, akademisi dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.\n\nPada rapat tersebut, terungkap sejumlah pertemuan Tim PoD (Plan of Development) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman (Blok Andaman) Pemerintah Aceh dengan SKK Migas dan Mubadala Energy.\n\nDalam sejumlah pertemuan itu, pihak Mubadala mempersoalkan keamanan dan kenyaman berinvestasi di daratan Aceh.\n\n“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut,” kata Prof Dr Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh. “Padahal kita sudah jelaskan kondisi keamanan dan kenyaman di Aceh,\" ujarnya.\n\nDi tempat yang sama, Ketua Komisi III DPR Aceh Aisyah Ismail (Kak Iin), mengatakan jika yang menjadi persoalan adalah keamanan dan kenyaman di Aceh itu hanya mencari titik kelemahan saja.\n.\nSelengkapnya di: rri.co.id\n.\nKlinik Kecantikan: 💄🫦 💋👄\nLapangan Mini Soccer: 🏟 ⚽️ \n.\nTeurimoeng Gaseh Rakan ateuh Support Ureung Droen🙏\nJangan lupa like, share, comment,save & Follow Us:\n \n#awaklhokseumawe", "post_id": "3926426646768078765_10564124446"}}, {"key": "f9minisoccer", "attributes": {"label": "f9minisoccer", "x": 342.6580671103317, "y": 987.8523382348667, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926426646768078765_10564124446", "id": "f9minisoccer", "source": "instagram-000001", "content": "Banda Aceh - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, memastikan keamanan dan kenyamanan investor yang berinvestasi di Aceh. \n\n“Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu setiap investor silahkan ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri,” kata Kapolda Marzuki di Banda Aceh, Selasa malam 23 Juni 2026.\n\nPernyataan Kapolda Marzuki ini menanggapi terkait keamanan investasi yang muncul dalam rapat migas Blok Andaman di Pemerintah Aceh. \n\nRapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, itu berlangsung dalam ruang rapat Sekda Aceh di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Selasa pagi 23 Juni 2026.\n\nRapat itu dihadiri para anggota DPR Aceh, SKPA, Staf Ahli Gubernur Aceh, para guru besar migas, dan para pakar migas. \n\nSeluruh peserta rapat mengapresiasi perjuangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sedang berusaha agar migas dari Blok Andaman diproses di Kek Arun, Lhokseumawe.\n\n“Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi Aceh,” kata Prof Dr Jasman J Maruf, akademisi dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.\n\nPada rapat tersebut, terungkap sejumlah pertemuan Tim PoD (Plan of Development) Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman (Blok Andaman) Pemerintah Aceh dengan SKK Migas dan Mubadala Energy.\n\nDalam sejumlah pertemuan itu, pihak Mubadala mempersoalkan keamanan dan kenyaman berinvestasi di daratan Aceh.\n\n“Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut,” kata Prof Dr Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh. “Padahal kita sudah jelaskan kondisi keamanan dan kenyaman di Aceh,\" ujarnya.\n\nDi tempat yang sama, Ketua Komisi III DPR Aceh Aisyah Ismail (Kak Iin), mengatakan jika yang menjadi persoalan adalah keamanan dan kenyaman di Aceh itu hanya mencari titik kelemahan saja.\n.\nSelengkapnya di: rri.co.id\n.\nKlinik Kecantikan: 💄🫦 💋👄\nLapangan Mini Soccer: 🏟 ⚽️ \n.\nTeurimoeng Gaseh Rakan ateuh Support Ureung Droen🙏\nJangan lupa like, share, comment,save & Follow Us:\n \n#awaklhokseumawe", "post_id": "3926426646768078765_10564124446"}}, {"key": "pikiranrakyat", "attributes": {"label": "pikiranrakyat", "x": 849.7864854183489, "y": 585.8411912429618, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655240941648891156", "id": "pikiranrakyat", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah terus mencari cara untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Salah satu langkah yang kini tengah dipersiapkan adalah membuka peluang eksplorasi terhadap ratusan sumur minyak potensial yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi sekitar 120 sumur minyak yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Sumur-sumur tersebut akan segera ditawarkan melalui mekanisme tender terbuka guna menarik minat investor dan pelaku industri migas. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak nasional atau lifting, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM yang selama ini masih cukup besar. Vidia Elfa Safhira/PRMN Selengkapnya cek link:  #impor #bbm #minyak #prmn ​141712596951090", "post_id": "7655240941648891156"}}, {"key": "lid", "attributes": {"label": "lid", "x": 64.09858144853165, "y": 646.5148583234454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655240941648891156", "id": "lid", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah terus mencari cara untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Salah satu langkah yang kini tengah dipersiapkan adalah membuka peluang eksplorasi terhadap ratusan sumur minyak potensial yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi sekitar 120 sumur minyak yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Sumur-sumur tersebut akan segera ditawarkan melalui mekanisme tender terbuka guna menarik minat investor dan pelaku industri migas. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak nasional atau lifting, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM yang selama ini masih cukup besar. Vidia Elfa Safhira/PRMN Selengkapnya cek link:  #impor #bbm #minyak #prmn ​141712596951090", "post_id": "7655240941648891156"}}, {"key": "radya_pri", "attributes": {"label": "radya_pri", "x": 183.09577338560402, "y": 169.6688418964718, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652214937263328532", "id": "radya_pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Diplomasi Ekonomi Sukses! 🇮🇩🤝🇶🇦 Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka. Pertemuan ini menandai 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara sekaligus memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor. Kabar baiknya, Pemerintah Qatar telah menyiapkan komitmen investasi fantastis sebesar USD 4 Miliar (sekitar Rp65 Triliun) untuk mendukung pembangunan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia. Komitmen ini menjadi bukti kuat tingginya kepercayaan investor internasional terhadap stabilitas politik dan arah kebijakan makroekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Sumber : https://www.tiktok.com/ #Prabowo #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7652214937263328532"}}, {"key": "indofactdaily.id", "attributes": {"label": "indofactdaily.id", "x": 238.6659304669042, "y": 683.825508750599, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652214937263328532", "id": "indofactdaily.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Diplomasi Ekonomi Sukses! 🇮🇩🤝🇶🇦 Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan dari Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka. Pertemuan ini menandai 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara sekaligus memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor. Kabar baiknya, Pemerintah Qatar telah menyiapkan komitmen investasi fantastis sebesar USD 4 Miliar (sekitar Rp65 Triliun) untuk mendukung pembangunan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia. Komitmen ini menjadi bukti kuat tingginya kepercayaan investor internasional terhadap stabilitas politik dan arah kebijakan makroekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Sumber : https://www.tiktok.com/ #Prabowo #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7652214937263328532"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 185.94517862324778, "y": 582.750125386365, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 218.9812831709972, "y": 661.4703184871249, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "redaksi.centralpers", "attributes": {"label": "redaksi.centralpers", "x": 80.5527969048112, "y": 837.6271636919295, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7468300878647151877", "id": "redaksi.centralpers", "source": "tiktok-000001", "content": "Refocusing anggaran yg dilakukan oleh pemerintah kabupaten Cilacap dpt berdampak pd berbagai sektor, salah satu potensi dampak negatif adalah terhentinya kemitraan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dg media massa. Padahal, kemitraan ini memiliki peran penting dlm penyebaran informasi dan sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat. Salah satu media online yg mengajukan kemitraan adalah media Centralpers.press, namun hingga saat ini blm mendapatkan respon. Media tersebut memiliki jurnalis yg cukup berkompeten dan aktif menayangkan artikel maupun berita di wilayah Kab. Cilacap serta menjalankan tugasnya berupa sosial control, sosial support, social participation dan social responsibility melalui karya tulis. Dihubungi via media sosial WhatsApp, kepala Diskominfo kabupaten Cilacap mengatakan bahwa tahun ini, Diskominfo kabupaten Cilacap masih menunggu refocusing. Terkait kerjasama beliau akan menyampaikan kpd salah satu petugas, ungkapnya pada Rabu, (05/02/2025). Disisi lain, petugas yg dimaksud kepala Diskominfo kabupaten Cilacap tdk pernah merespon komunikasi dg awak media Centralpers.press, bahkan ketika ditemui di kantor, petugas tersebut td berada dikantornya. Hal tsb tentu dpt menimbulkan potensi kerugian bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Cilacap terkait kerjasama dengan media massa. Potensi Kerugian yg memungkinkan timbul berupa : 1. Kurangnya Diseminasi Informasi Tanpa kemitraan dengan media yg memiliki jurnalis berkompeten, informasi terkait program dan kebijakan pemerintah kabupaten Cilacap akan sulit tersampaikan secara luas kpd masyarakat. Hal ini dpt mengakibatkan kurangnya pemahaman publik terhadap program-program tsb. 2. Menurunnya Kepercayaan Publik Media massa dg jurnalis berkompeten memiliki peran cukup besar sbg watchdog atau pengawas jalannya pemerintahan. Tanpa adanya hubungan yg baik dg media tsb, pemerintah Kab. Cilacap dpt dianggap tdk transparan dan akuntabel, yg pd akhirnya dpt menurunkan kepercayaan publik. 3. Sulitnya Menangani Isu-isu Strategis Dalam era digital saat ini, media massa yg memiliki jurnalis berkompeten dpt berperan penting dlm membentuk opini publik terkait isu-isu strategis. Jika Diskominfo Kab. Cilacap tdk bs bermitra dg media tsb, akan sulit bagi pemerintah daerah utk mengkomunikasikan dan mengelola isu-isu penting yg berkembang di masyarakat. 4. Terhambatnya Pembangunan Informasi yg tdk tersampaikan dgn baik dpt menghambat proses pembangunan Kab. Cilacap. Misalnya, jika informasi terkait potensi investasi atau pariwisata tdk tersampaikan dg baik, investor dan wisatawan akan enggan datang ke daerah tsb. 5. Kerugian Finansial Meskipun refocusing bertujuan utk efisiensi anggaran, namun pd akhirnya, dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten dpt menimbulkan kerugian finansial yg lebih besar bagi daerah. Misalnya, jika promosi pariwisata terhambat, potensi pendapatan daerah dari sektor ini juga akan menurun. Meskipun refocusing anggaran tdk terhindarkan, Diskominfo Kab. Cilacap perlu mencari cara utk memitigasi dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten. Walaupun media sosial dan website resmi semua instansi di Kab. Cilacap aktif dan menayangkan informasi secara update, namun jangkauan media sosial tdk seluas media massa konvensional serta informasi di website instansi jarang dishare kpd masyarakat. Begitu pula konferensi pers ataupun kegiatan yg dilakukan hanya dihadiri oleh beberapa awak media dan tdk semua menayangkan informasi. Refocusing anggaran seharusnya tdk berdampak pd terhentinya kemitraan dg media massa, apalagi media yg memiliki jurnalis berkompeten. Tdk terjalinnya kemitraan dgn media tsb dpt menimbulkan kerugian yg signifikan bagi Diskominfo Kab. Cilacap. Link berita terkait, klik tautan : https://centralpers.press/kerugian-diskominfo-kabupaten-cilacap-akibat-tidak-bermitra-dengan-media-berkompeten-karena-refocusing/  (AHY)   Desa  Subianto", "post_id": "7468300878647151877"}}, {"key": "Eman", "attributes": {"label": "Eman", "x": 627.1476574975441, "y": 958.9153052113417, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7468300878647151877", "id": "Eman", "source": "tiktok-000001", "content": "Refocusing anggaran yg dilakukan oleh pemerintah kabupaten Cilacap dpt berdampak pd berbagai sektor, salah satu potensi dampak negatif adalah terhentinya kemitraan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dg media massa. Padahal, kemitraan ini memiliki peran penting dlm penyebaran informasi dan sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat. Salah satu media online yg mengajukan kemitraan adalah media Centralpers.press, namun hingga saat ini blm mendapatkan respon. Media tersebut memiliki jurnalis yg cukup berkompeten dan aktif menayangkan artikel maupun berita di wilayah Kab. Cilacap serta menjalankan tugasnya berupa sosial control, sosial support, social participation dan social responsibility melalui karya tulis. Dihubungi via media sosial WhatsApp, kepala Diskominfo kabupaten Cilacap mengatakan bahwa tahun ini, Diskominfo kabupaten Cilacap masih menunggu refocusing. Terkait kerjasama beliau akan menyampaikan kpd salah satu petugas, ungkapnya pada Rabu, (05/02/2025). Disisi lain, petugas yg dimaksud kepala Diskominfo kabupaten Cilacap tdk pernah merespon komunikasi dg awak media Centralpers.press, bahkan ketika ditemui di kantor, petugas tersebut td berada dikantornya. Hal tsb tentu dpt menimbulkan potensi kerugian bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Cilacap terkait kerjasama dengan media massa. Potensi Kerugian yg memungkinkan timbul berupa : 1. Kurangnya Diseminasi Informasi Tanpa kemitraan dengan media yg memiliki jurnalis berkompeten, informasi terkait program dan kebijakan pemerintah kabupaten Cilacap akan sulit tersampaikan secara luas kpd masyarakat. Hal ini dpt mengakibatkan kurangnya pemahaman publik terhadap program-program tsb. 2. Menurunnya Kepercayaan Publik Media massa dg jurnalis berkompeten memiliki peran cukup besar sbg watchdog atau pengawas jalannya pemerintahan. Tanpa adanya hubungan yg baik dg media tsb, pemerintah Kab. Cilacap dpt dianggap tdk transparan dan akuntabel, yg pd akhirnya dpt menurunkan kepercayaan publik. 3. Sulitnya Menangani Isu-isu Strategis Dalam era digital saat ini, media massa yg memiliki jurnalis berkompeten dpt berperan penting dlm membentuk opini publik terkait isu-isu strategis. Jika Diskominfo Kab. Cilacap tdk bs bermitra dg media tsb, akan sulit bagi pemerintah daerah utk mengkomunikasikan dan mengelola isu-isu penting yg berkembang di masyarakat. 4. Terhambatnya Pembangunan Informasi yg tdk tersampaikan dgn baik dpt menghambat proses pembangunan Kab. Cilacap. Misalnya, jika informasi terkait potensi investasi atau pariwisata tdk tersampaikan dg baik, investor dan wisatawan akan enggan datang ke daerah tsb. 5. Kerugian Finansial Meskipun refocusing bertujuan utk efisiensi anggaran, namun pd akhirnya, dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten dpt menimbulkan kerugian finansial yg lebih besar bagi daerah. Misalnya, jika promosi pariwisata terhambat, potensi pendapatan daerah dari sektor ini juga akan menurun. Meskipun refocusing anggaran tdk terhindarkan, Diskominfo Kab. Cilacap perlu mencari cara utk memitigasi dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten. Walaupun media sosial dan website resmi semua instansi di Kab. Cilacap aktif dan menayangkan informasi secara update, namun jangkauan media sosial tdk seluas media massa konvensional serta informasi di website instansi jarang dishare kpd masyarakat. Begitu pula konferensi pers ataupun kegiatan yg dilakukan hanya dihadiri oleh beberapa awak media dan tdk semua menayangkan informasi. Refocusing anggaran seharusnya tdk berdampak pd terhentinya kemitraan dg media massa, apalagi media yg memiliki jurnalis berkompeten. Tdk terjalinnya kemitraan dgn media tsb dpt menimbulkan kerugian yg signifikan bagi Diskominfo Kab. Cilacap. Link berita terkait, klik tautan : https://centralpers.press/kerugian-diskominfo-kabupaten-cilacap-akibat-tidak-bermitra-dengan-media-berkompeten-karena-refocusing/  (AHY)   Desa  Subianto", "post_id": "7468300878647151877"}}, {"key": "AgusYudhoyono", "attributes": {"label": "AgusYudhoyono", "x": 832.678258287773, "y": 834.6111034090574, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7468300878647151877", "id": "AgusYudhoyono", "source": "tiktok-000001", "content": "Refocusing anggaran yg dilakukan oleh pemerintah kabupaten Cilacap dpt berdampak pd berbagai sektor, salah satu potensi dampak negatif adalah terhentinya kemitraan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dg media massa. Padahal, kemitraan ini memiliki peran penting dlm penyebaran informasi dan sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat. Salah satu media online yg mengajukan kemitraan adalah media Centralpers.press, namun hingga saat ini blm mendapatkan respon. Media tersebut memiliki jurnalis yg cukup berkompeten dan aktif menayangkan artikel maupun berita di wilayah Kab. Cilacap serta menjalankan tugasnya berupa sosial control, sosial support, social participation dan social responsibility melalui karya tulis. Dihubungi via media sosial WhatsApp, kepala Diskominfo kabupaten Cilacap mengatakan bahwa tahun ini, Diskominfo kabupaten Cilacap masih menunggu refocusing. Terkait kerjasama beliau akan menyampaikan kpd salah satu petugas, ungkapnya pada Rabu, (05/02/2025). Disisi lain, petugas yg dimaksud kepala Diskominfo kabupaten Cilacap tdk pernah merespon komunikasi dg awak media Centralpers.press, bahkan ketika ditemui di kantor, petugas tersebut td berada dikantornya. Hal tsb tentu dpt menimbulkan potensi kerugian bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Cilacap terkait kerjasama dengan media massa. Potensi Kerugian yg memungkinkan timbul berupa : 1. Kurangnya Diseminasi Informasi Tanpa kemitraan dengan media yg memiliki jurnalis berkompeten, informasi terkait program dan kebijakan pemerintah kabupaten Cilacap akan sulit tersampaikan secara luas kpd masyarakat. Hal ini dpt mengakibatkan kurangnya pemahaman publik terhadap program-program tsb. 2. Menurunnya Kepercayaan Publik Media massa dg jurnalis berkompeten memiliki peran cukup besar sbg watchdog atau pengawas jalannya pemerintahan. Tanpa adanya hubungan yg baik dg media tsb, pemerintah Kab. Cilacap dpt dianggap tdk transparan dan akuntabel, yg pd akhirnya dpt menurunkan kepercayaan publik. 3. Sulitnya Menangani Isu-isu Strategis Dalam era digital saat ini, media massa yg memiliki jurnalis berkompeten dpt berperan penting dlm membentuk opini publik terkait isu-isu strategis. Jika Diskominfo Kab. Cilacap tdk bs bermitra dg media tsb, akan sulit bagi pemerintah daerah utk mengkomunikasikan dan mengelola isu-isu penting yg berkembang di masyarakat. 4. Terhambatnya Pembangunan Informasi yg tdk tersampaikan dgn baik dpt menghambat proses pembangunan Kab. Cilacap. Misalnya, jika informasi terkait potensi investasi atau pariwisata tdk tersampaikan dg baik, investor dan wisatawan akan enggan datang ke daerah tsb. 5. Kerugian Finansial Meskipun refocusing bertujuan utk efisiensi anggaran, namun pd akhirnya, dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten dpt menimbulkan kerugian finansial yg lebih besar bagi daerah. Misalnya, jika promosi pariwisata terhambat, potensi pendapatan daerah dari sektor ini juga akan menurun. Meskipun refocusing anggaran tdk terhindarkan, Diskominfo Kab. Cilacap perlu mencari cara utk memitigasi dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten. Walaupun media sosial dan website resmi semua instansi di Kab. Cilacap aktif dan menayangkan informasi secara update, namun jangkauan media sosial tdk seluas media massa konvensional serta informasi di website instansi jarang dishare kpd masyarakat. Begitu pula konferensi pers ataupun kegiatan yg dilakukan hanya dihadiri oleh beberapa awak media dan tdk semua menayangkan informasi. Refocusing anggaran seharusnya tdk berdampak pd terhentinya kemitraan dg media massa, apalagi media yg memiliki jurnalis berkompeten. Tdk terjalinnya kemitraan dgn media tsb dpt menimbulkan kerugian yg signifikan bagi Diskominfo Kab. Cilacap. Link berita terkait, klik tautan : https://centralpers.press/kerugian-diskominfo-kabupaten-cilacap-akibat-tidak-bermitra-dengan-media-berkompeten-karena-refocusing/  (AHY)   Desa  Subianto", "post_id": "7468300878647151877"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 171.1052809028769, "y": 985.5883133955889, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7468300878647151877", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "Refocusing anggaran yg dilakukan oleh pemerintah kabupaten Cilacap dpt berdampak pd berbagai sektor, salah satu potensi dampak negatif adalah terhentinya kemitraan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dg media massa. Padahal, kemitraan ini memiliki peran penting dlm penyebaran informasi dan sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat. Salah satu media online yg mengajukan kemitraan adalah media Centralpers.press, namun hingga saat ini blm mendapatkan respon. Media tersebut memiliki jurnalis yg cukup berkompeten dan aktif menayangkan artikel maupun berita di wilayah Kab. Cilacap serta menjalankan tugasnya berupa sosial control, sosial support, social participation dan social responsibility melalui karya tulis. Dihubungi via media sosial WhatsApp, kepala Diskominfo kabupaten Cilacap mengatakan bahwa tahun ini, Diskominfo kabupaten Cilacap masih menunggu refocusing. Terkait kerjasama beliau akan menyampaikan kpd salah satu petugas, ungkapnya pada Rabu, (05/02/2025). Disisi lain, petugas yg dimaksud kepala Diskominfo kabupaten Cilacap tdk pernah merespon komunikasi dg awak media Centralpers.press, bahkan ketika ditemui di kantor, petugas tersebut td berada dikantornya. Hal tsb tentu dpt menimbulkan potensi kerugian bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Cilacap terkait kerjasama dengan media massa. Potensi Kerugian yg memungkinkan timbul berupa : 1. Kurangnya Diseminasi Informasi Tanpa kemitraan dengan media yg memiliki jurnalis berkompeten, informasi terkait program dan kebijakan pemerintah kabupaten Cilacap akan sulit tersampaikan secara luas kpd masyarakat. Hal ini dpt mengakibatkan kurangnya pemahaman publik terhadap program-program tsb. 2. Menurunnya Kepercayaan Publik Media massa dg jurnalis berkompeten memiliki peran cukup besar sbg watchdog atau pengawas jalannya pemerintahan. Tanpa adanya hubungan yg baik dg media tsb, pemerintah Kab. Cilacap dpt dianggap tdk transparan dan akuntabel, yg pd akhirnya dpt menurunkan kepercayaan publik. 3. Sulitnya Menangani Isu-isu Strategis Dalam era digital saat ini, media massa yg memiliki jurnalis berkompeten dpt berperan penting dlm membentuk opini publik terkait isu-isu strategis. Jika Diskominfo Kab. Cilacap tdk bs bermitra dg media tsb, akan sulit bagi pemerintah daerah utk mengkomunikasikan dan mengelola isu-isu penting yg berkembang di masyarakat. 4. Terhambatnya Pembangunan Informasi yg tdk tersampaikan dgn baik dpt menghambat proses pembangunan Kab. Cilacap. Misalnya, jika informasi terkait potensi investasi atau pariwisata tdk tersampaikan dg baik, investor dan wisatawan akan enggan datang ke daerah tsb. 5. Kerugian Finansial Meskipun refocusing bertujuan utk efisiensi anggaran, namun pd akhirnya, dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten dpt menimbulkan kerugian finansial yg lebih besar bagi daerah. Misalnya, jika promosi pariwisata terhambat, potensi pendapatan daerah dari sektor ini juga akan menurun. Meskipun refocusing anggaran tdk terhindarkan, Diskominfo Kab. Cilacap perlu mencari cara utk memitigasi dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten. Walaupun media sosial dan website resmi semua instansi di Kab. Cilacap aktif dan menayangkan informasi secara update, namun jangkauan media sosial tdk seluas media massa konvensional serta informasi di website instansi jarang dishare kpd masyarakat. Begitu pula konferensi pers ataupun kegiatan yg dilakukan hanya dihadiri oleh beberapa awak media dan tdk semua menayangkan informasi. Refocusing anggaran seharusnya tdk berdampak pd terhentinya kemitraan dg media massa, apalagi media yg memiliki jurnalis berkompeten. Tdk terjalinnya kemitraan dgn media tsb dpt menimbulkan kerugian yg signifikan bagi Diskominfo Kab. Cilacap. Link berita terkait, klik tautan : https://centralpers.press/kerugian-diskominfo-kabupaten-cilacap-akibat-tidak-bermitra-dengan-media-berkompeten-karena-refocusing/  (AHY)   Desa  Subianto", "post_id": "7468300878647151877"}}, {"key": "Kanal", "attributes": {"label": "Kanal", "x": 110.59299511516207, "y": 771.7553653772709, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7468300878647151877", "id": "Kanal", "source": "tiktok-000001", "content": "Refocusing anggaran yg dilakukan oleh pemerintah kabupaten Cilacap dpt berdampak pd berbagai sektor, salah satu potensi dampak negatif adalah terhentinya kemitraan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dg media massa. Padahal, kemitraan ini memiliki peran penting dlm penyebaran informasi dan sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat. Salah satu media online yg mengajukan kemitraan adalah media Centralpers.press, namun hingga saat ini blm mendapatkan respon. Media tersebut memiliki jurnalis yg cukup berkompeten dan aktif menayangkan artikel maupun berita di wilayah Kab. Cilacap serta menjalankan tugasnya berupa sosial control, sosial support, social participation dan social responsibility melalui karya tulis. Dihubungi via media sosial WhatsApp, kepala Diskominfo kabupaten Cilacap mengatakan bahwa tahun ini, Diskominfo kabupaten Cilacap masih menunggu refocusing. Terkait kerjasama beliau akan menyampaikan kpd salah satu petugas, ungkapnya pada Rabu, (05/02/2025). Disisi lain, petugas yg dimaksud kepala Diskominfo kabupaten Cilacap tdk pernah merespon komunikasi dg awak media Centralpers.press, bahkan ketika ditemui di kantor, petugas tersebut td berada dikantornya. Hal tsb tentu dpt menimbulkan potensi kerugian bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Cilacap terkait kerjasama dengan media massa. Potensi Kerugian yg memungkinkan timbul berupa : 1. Kurangnya Diseminasi Informasi Tanpa kemitraan dengan media yg memiliki jurnalis berkompeten, informasi terkait program dan kebijakan pemerintah kabupaten Cilacap akan sulit tersampaikan secara luas kpd masyarakat. Hal ini dpt mengakibatkan kurangnya pemahaman publik terhadap program-program tsb. 2. Menurunnya Kepercayaan Publik Media massa dg jurnalis berkompeten memiliki peran cukup besar sbg watchdog atau pengawas jalannya pemerintahan. Tanpa adanya hubungan yg baik dg media tsb, pemerintah Kab. Cilacap dpt dianggap tdk transparan dan akuntabel, yg pd akhirnya dpt menurunkan kepercayaan publik. 3. Sulitnya Menangani Isu-isu Strategis Dalam era digital saat ini, media massa yg memiliki jurnalis berkompeten dpt berperan penting dlm membentuk opini publik terkait isu-isu strategis. Jika Diskominfo Kab. Cilacap tdk bs bermitra dg media tsb, akan sulit bagi pemerintah daerah utk mengkomunikasikan dan mengelola isu-isu penting yg berkembang di masyarakat. 4. Terhambatnya Pembangunan Informasi yg tdk tersampaikan dgn baik dpt menghambat proses pembangunan Kab. Cilacap. Misalnya, jika informasi terkait potensi investasi atau pariwisata tdk tersampaikan dg baik, investor dan wisatawan akan enggan datang ke daerah tsb. 5. Kerugian Finansial Meskipun refocusing bertujuan utk efisiensi anggaran, namun pd akhirnya, dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten dpt menimbulkan kerugian finansial yg lebih besar bagi daerah. Misalnya, jika promosi pariwisata terhambat, potensi pendapatan daerah dari sektor ini juga akan menurun. Meskipun refocusing anggaran tdk terhindarkan, Diskominfo Kab. Cilacap perlu mencari cara utk memitigasi dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten. Walaupun media sosial dan website resmi semua instansi di Kab. Cilacap aktif dan menayangkan informasi secara update, namun jangkauan media sosial tdk seluas media massa konvensional serta informasi di website instansi jarang dishare kpd masyarakat. Begitu pula konferensi pers ataupun kegiatan yg dilakukan hanya dihadiri oleh beberapa awak media dan tdk semua menayangkan informasi. Refocusing anggaran seharusnya tdk berdampak pd terhentinya kemitraan dg media massa, apalagi media yg memiliki jurnalis berkompeten. Tdk terjalinnya kemitraan dgn media tsb dpt menimbulkan kerugian yg signifikan bagi Diskominfo Kab. Cilacap. Link berita terkait, klik tautan : https://centralpers.press/kerugian-diskominfo-kabupaten-cilacap-akibat-tidak-bermitra-dengan-media-berkompeten-karena-refocusing/  (AHY)   Desa  Subianto", "post_id": "7468300878647151877"}}, {"key": "Prabowo", "attributes": {"label": "Prabowo", "x": 105.60860942340699, "y": 787.9127191139311, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7468300878647151877", "id": "Prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Refocusing anggaran yg dilakukan oleh pemerintah kabupaten Cilacap dpt berdampak pd berbagai sektor, salah satu potensi dampak negatif adalah terhentinya kemitraan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dg media massa. Padahal, kemitraan ini memiliki peran penting dlm penyebaran informasi dan sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat. Salah satu media online yg mengajukan kemitraan adalah media Centralpers.press, namun hingga saat ini blm mendapatkan respon. Media tersebut memiliki jurnalis yg cukup berkompeten dan aktif menayangkan artikel maupun berita di wilayah Kab. Cilacap serta menjalankan tugasnya berupa sosial control, sosial support, social participation dan social responsibility melalui karya tulis. Dihubungi via media sosial WhatsApp, kepala Diskominfo kabupaten Cilacap mengatakan bahwa tahun ini, Diskominfo kabupaten Cilacap masih menunggu refocusing. Terkait kerjasama beliau akan menyampaikan kpd salah satu petugas, ungkapnya pada Rabu, (05/02/2025). Disisi lain, petugas yg dimaksud kepala Diskominfo kabupaten Cilacap tdk pernah merespon komunikasi dg awak media Centralpers.press, bahkan ketika ditemui di kantor, petugas tersebut td berada dikantornya. Hal tsb tentu dpt menimbulkan potensi kerugian bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Cilacap terkait kerjasama dengan media massa. Potensi Kerugian yg memungkinkan timbul berupa : 1. Kurangnya Diseminasi Informasi Tanpa kemitraan dengan media yg memiliki jurnalis berkompeten, informasi terkait program dan kebijakan pemerintah kabupaten Cilacap akan sulit tersampaikan secara luas kpd masyarakat. Hal ini dpt mengakibatkan kurangnya pemahaman publik terhadap program-program tsb. 2. Menurunnya Kepercayaan Publik Media massa dg jurnalis berkompeten memiliki peran cukup besar sbg watchdog atau pengawas jalannya pemerintahan. Tanpa adanya hubungan yg baik dg media tsb, pemerintah Kab. Cilacap dpt dianggap tdk transparan dan akuntabel, yg pd akhirnya dpt menurunkan kepercayaan publik. 3. Sulitnya Menangani Isu-isu Strategis Dalam era digital saat ini, media massa yg memiliki jurnalis berkompeten dpt berperan penting dlm membentuk opini publik terkait isu-isu strategis. Jika Diskominfo Kab. Cilacap tdk bs bermitra dg media tsb, akan sulit bagi pemerintah daerah utk mengkomunikasikan dan mengelola isu-isu penting yg berkembang di masyarakat. 4. Terhambatnya Pembangunan Informasi yg tdk tersampaikan dgn baik dpt menghambat proses pembangunan Kab. Cilacap. Misalnya, jika informasi terkait potensi investasi atau pariwisata tdk tersampaikan dg baik, investor dan wisatawan akan enggan datang ke daerah tsb. 5. Kerugian Finansial Meskipun refocusing bertujuan utk efisiensi anggaran, namun pd akhirnya, dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten dpt menimbulkan kerugian finansial yg lebih besar bagi daerah. Misalnya, jika promosi pariwisata terhambat, potensi pendapatan daerah dari sektor ini juga akan menurun. Meskipun refocusing anggaran tdk terhindarkan, Diskominfo Kab. Cilacap perlu mencari cara utk memitigasi dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten. Walaupun media sosial dan website resmi semua instansi di Kab. Cilacap aktif dan menayangkan informasi secara update, namun jangkauan media sosial tdk seluas media massa konvensional serta informasi di website instansi jarang dishare kpd masyarakat. Begitu pula konferensi pers ataupun kegiatan yg dilakukan hanya dihadiri oleh beberapa awak media dan tdk semua menayangkan informasi. Refocusing anggaran seharusnya tdk berdampak pd terhentinya kemitraan dg media massa, apalagi media yg memiliki jurnalis berkompeten. Tdk terjalinnya kemitraan dgn media tsb dpt menimbulkan kerugian yg signifikan bagi Diskominfo Kab. Cilacap. Link berita terkait, klik tautan : https://centralpers.press/kerugian-diskominfo-kabupaten-cilacap-akibat-tidak-bermitra-dengan-media-berkompeten-karena-refocusing/  (AHY)   Desa  Subianto", "post_id": "7468300878647151877"}}, {"key": "KemendesPDT", "attributes": {"label": "KemendesPDT", "x": 104.41279695132333, "y": 891.5567879133168, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7468300878647151877", "id": "KemendesPDT", "source": "tiktok-000001", "content": "Refocusing anggaran yg dilakukan oleh pemerintah kabupaten Cilacap dpt berdampak pd berbagai sektor, salah satu potensi dampak negatif adalah terhentinya kemitraan antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dg media massa. Padahal, kemitraan ini memiliki peran penting dlm penyebaran informasi dan sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat. Salah satu media online yg mengajukan kemitraan adalah media Centralpers.press, namun hingga saat ini blm mendapatkan respon. Media tersebut memiliki jurnalis yg cukup berkompeten dan aktif menayangkan artikel maupun berita di wilayah Kab. Cilacap serta menjalankan tugasnya berupa sosial control, sosial support, social participation dan social responsibility melalui karya tulis. Dihubungi via media sosial WhatsApp, kepala Diskominfo kabupaten Cilacap mengatakan bahwa tahun ini, Diskominfo kabupaten Cilacap masih menunggu refocusing. Terkait kerjasama beliau akan menyampaikan kpd salah satu petugas, ungkapnya pada Rabu, (05/02/2025). Disisi lain, petugas yg dimaksud kepala Diskominfo kabupaten Cilacap tdk pernah merespon komunikasi dg awak media Centralpers.press, bahkan ketika ditemui di kantor, petugas tersebut td berada dikantornya. Hal tsb tentu dpt menimbulkan potensi kerugian bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Cilacap terkait kerjasama dengan media massa. Potensi Kerugian yg memungkinkan timbul berupa : 1. Kurangnya Diseminasi Informasi Tanpa kemitraan dengan media yg memiliki jurnalis berkompeten, informasi terkait program dan kebijakan pemerintah kabupaten Cilacap akan sulit tersampaikan secara luas kpd masyarakat. Hal ini dpt mengakibatkan kurangnya pemahaman publik terhadap program-program tsb. 2. Menurunnya Kepercayaan Publik Media massa dg jurnalis berkompeten memiliki peran cukup besar sbg watchdog atau pengawas jalannya pemerintahan. Tanpa adanya hubungan yg baik dg media tsb, pemerintah Kab. Cilacap dpt dianggap tdk transparan dan akuntabel, yg pd akhirnya dpt menurunkan kepercayaan publik. 3. Sulitnya Menangani Isu-isu Strategis Dalam era digital saat ini, media massa yg memiliki jurnalis berkompeten dpt berperan penting dlm membentuk opini publik terkait isu-isu strategis. Jika Diskominfo Kab. Cilacap tdk bs bermitra dg media tsb, akan sulit bagi pemerintah daerah utk mengkomunikasikan dan mengelola isu-isu penting yg berkembang di masyarakat. 4. Terhambatnya Pembangunan Informasi yg tdk tersampaikan dgn baik dpt menghambat proses pembangunan Kab. Cilacap. Misalnya, jika informasi terkait potensi investasi atau pariwisata tdk tersampaikan dg baik, investor dan wisatawan akan enggan datang ke daerah tsb. 5. Kerugian Finansial Meskipun refocusing bertujuan utk efisiensi anggaran, namun pd akhirnya, dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten dpt menimbulkan kerugian finansial yg lebih besar bagi daerah. Misalnya, jika promosi pariwisata terhambat, potensi pendapatan daerah dari sektor ini juga akan menurun. Meskipun refocusing anggaran tdk terhindarkan, Diskominfo Kab. Cilacap perlu mencari cara utk memitigasi dampak negatif dari tdk bermitra dg media yg memiliki jurnalis berkompeten. Walaupun media sosial dan website resmi semua instansi di Kab. Cilacap aktif dan menayangkan informasi secara update, namun jangkauan media sosial tdk seluas media massa konvensional serta informasi di website instansi jarang dishare kpd masyarakat. Begitu pula konferensi pers ataupun kegiatan yg dilakukan hanya dihadiri oleh beberapa awak media dan tdk semua menayangkan informasi. Refocusing anggaran seharusnya tdk berdampak pd terhentinya kemitraan dg media massa, apalagi media yg memiliki jurnalis berkompeten. Tdk terjalinnya kemitraan dgn media tsb dpt menimbulkan kerugian yg signifikan bagi Diskominfo Kab. Cilacap. Link berita terkait, klik tautan : https://centralpers.press/kerugian-diskominfo-kabupaten-cilacap-akibat-tidak-bermitra-dengan-media-berkompeten-karena-refocusing/  (AHY)   Desa  Subianto", "post_id": "7468300878647151877"}}, {"key": "farel_store34", "attributes": {"label": "farel_store34", "x": 801.5142394368434, "y": 258.5505572454383, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7582448826594774293", "id": "farel_store34", "source": "tiktok-000001", "content": "Penjelasan ⬇️⬇️ Pemkot Tangsel punya dana ±50 miliar untuk urusan TPA Cipeucang. Pertanyaan: Lebih baik dipakai buat pembebasan lahan atau bangun PLTSa? Aku bantu analisis dua-duanya: 🔍 1. Pembebasan Lahan TPA (Expand TPA Cipeucang) ✔️ Kelebihan Cepat dilaksanakan → tinggal beli lahan dan perpanjang masa pakai TPA. Cocok kalau volume sampah makin naik setiap hari. Biaya lebih pasti dibanding proyek teknologi. Bisa jadi solusi darurat jangka pendek (1–5 tahun). ❌ Kekurangan Hanya menunda masalah → sampah tetap numpuk. Butuh lahan lagi di masa depan (Tangsel lahannya terbatas). Tidak ada manfaat energi (listrik). Tidak mengurangi emisi metana dari gunungan sampah. ⚡ 2. Membangun PLTSa (Waste-to-Energy) ✔️ Kelebihan Mengolah sampah sekaligus menghasilkan listrik. Mengurangi timbunan sampah secara drastis. Jangka panjang lebih efisien (10–30 tahun). Mengurangi kebutuhan lahan TPA baru. ❌ Kekurangan 50 miliar belum cukup buat bangun PLTSa full. 👉 Biasanya butuh 300–1200 miliar, tergantung kapasitas. Proses pembangunannya lama (2–5 tahun). Perlu teknologi tinggi + operator yang terlatih. Perlu sistem pengendalian emisi yang ketat. 🧠 Analisis Paling Masuk Akal 👉 Kalau tujuan jangka pendek: Pembebasan lahan lebih realistis, karena dana 50 miliar memang pas untuk itu. 👉 Kalau tujuan jangka panjang: PLTSa jauh lebih menguntungkan, tapi butuh: Kerja sama pusat, provinsi, atau investor swasta Pendanaan tambahan Sistem pengelolaan sampah yang lebih rapi Jadi pilihan terbaik adalah kombinasi strategi: Jangka pendek: tambah lahan biar TPA nggak krisis. Jangka panjang: siapkan masterplan PLTSa (simulasi biaya, lokasi, mitra, AMDAL). Ini paling realistis dipakai pemerintah kota mana pun, termasuk Tangsel.  Warga  Saga Ichsan   Life    #tpa #cipeucang #sampah #PLTSa #pembangkitlistrik", "post_id": "7582448826594774293"}}, {"key": "Opini", "attributes": {"label": "Opini", "x": 12.026287432934657, "y": 416.8337151264024, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7582448826594774293", "id": "Opini", "source": "tiktok-000001", "content": "Penjelasan ⬇️⬇️ Pemkot Tangsel punya dana ±50 miliar untuk urusan TPA Cipeucang. Pertanyaan: Lebih baik dipakai buat pembebasan lahan atau bangun PLTSa? Aku bantu analisis dua-duanya: 🔍 1. Pembebasan Lahan TPA (Expand TPA Cipeucang) ✔️ Kelebihan Cepat dilaksanakan → tinggal beli lahan dan perpanjang masa pakai TPA. Cocok kalau volume sampah makin naik setiap hari. Biaya lebih pasti dibanding proyek teknologi. Bisa jadi solusi darurat jangka pendek (1–5 tahun). ❌ Kekurangan Hanya menunda masalah → sampah tetap numpuk. Butuh lahan lagi di masa depan (Tangsel lahannya terbatas). Tidak ada manfaat energi (listrik). Tidak mengurangi emisi metana dari gunungan sampah. ⚡ 2. Membangun PLTSa (Waste-to-Energy) ✔️ Kelebihan Mengolah sampah sekaligus menghasilkan listrik. Mengurangi timbunan sampah secara drastis. Jangka panjang lebih efisien (10–30 tahun). Mengurangi kebutuhan lahan TPA baru. ❌ Kekurangan 50 miliar belum cukup buat bangun PLTSa full. 👉 Biasanya butuh 300–1200 miliar, tergantung kapasitas. Proses pembangunannya lama (2–5 tahun). Perlu teknologi tinggi + operator yang terlatih. Perlu sistem pengendalian emisi yang ketat. 🧠 Analisis Paling Masuk Akal 👉 Kalau tujuan jangka pendek: Pembebasan lahan lebih realistis, karena dana 50 miliar memang pas untuk itu. 👉 Kalau tujuan jangka panjang: PLTSa jauh lebih menguntungkan, tapi butuh: Kerja sama pusat, provinsi, atau investor swasta Pendanaan tambahan Sistem pengelolaan sampah yang lebih rapi Jadi pilihan terbaik adalah kombinasi strategi: Jangka pendek: tambah lahan biar TPA nggak krisis. Jangka panjang: siapkan masterplan PLTSa (simulasi biaya, lokasi, mitra, AMDAL). Ini paling realistis dipakai pemerintah kota mana pun, termasuk Tangsel.  Warga  Saga Ichsan   Life    #tpa #cipeucang #sampah #PLTSa #pembangkitlistrik", "post_id": "7582448826594774293"}}, {"key": "Pilar", "attributes": {"label": "Pilar", "x": 133.69267347935343, "y": 791.2756084993143, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7582448826594774293", "id": "Pilar", "source": "tiktok-000001", "content": "Penjelasan ⬇️⬇️ Pemkot Tangsel punya dana ±50 miliar untuk urusan TPA Cipeucang. Pertanyaan: Lebih baik dipakai buat pembebasan lahan atau bangun PLTSa? Aku bantu analisis dua-duanya: 🔍 1. Pembebasan Lahan TPA (Expand TPA Cipeucang) ✔️ Kelebihan Cepat dilaksanakan → tinggal beli lahan dan perpanjang masa pakai TPA. Cocok kalau volume sampah makin naik setiap hari. Biaya lebih pasti dibanding proyek teknologi. Bisa jadi solusi darurat jangka pendek (1–5 tahun). ❌ Kekurangan Hanya menunda masalah → sampah tetap numpuk. Butuh lahan lagi di masa depan (Tangsel lahannya terbatas). Tidak ada manfaat energi (listrik). Tidak mengurangi emisi metana dari gunungan sampah. ⚡ 2. Membangun PLTSa (Waste-to-Energy) ✔️ Kelebihan Mengolah sampah sekaligus menghasilkan listrik. Mengurangi timbunan sampah secara drastis. Jangka panjang lebih efisien (10–30 tahun). Mengurangi kebutuhan lahan TPA baru. ❌ Kekurangan 50 miliar belum cukup buat bangun PLTSa full. 👉 Biasanya butuh 300–1200 miliar, tergantung kapasitas. Proses pembangunannya lama (2–5 tahun). Perlu teknologi tinggi + operator yang terlatih. Perlu sistem pengendalian emisi yang ketat. 🧠 Analisis Paling Masuk Akal 👉 Kalau tujuan jangka pendek: Pembebasan lahan lebih realistis, karena dana 50 miliar memang pas untuk itu. 👉 Kalau tujuan jangka panjang: PLTSa jauh lebih menguntungkan, tapi butuh: Kerja sama pusat, provinsi, atau investor swasta Pendanaan tambahan Sistem pengelolaan sampah yang lebih rapi Jadi pilihan terbaik adalah kombinasi strategi: Jangka pendek: tambah lahan biar TPA nggak krisis. Jangka panjang: siapkan masterplan PLTSa (simulasi biaya, lokasi, mitra, AMDAL). Ini paling realistis dipakai pemerintah kota mana pun, termasuk Tangsel.  Warga  Saga Ichsan   Life    #tpa #cipeucang #sampah #PLTSa #pembangkitlistrik", "post_id": "7582448826594774293"}}, {"key": "humaskotatangsel", "attributes": {"label": "humaskotatangsel", "x": 846.3606927297438, "y": 503.45842747568446, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7582448826594774293", "id": "humaskotatangsel", "source": "tiktok-000001", "content": "Penjelasan ⬇️⬇️ Pemkot Tangsel punya dana ±50 miliar untuk urusan TPA Cipeucang. Pertanyaan: Lebih baik dipakai buat pembebasan lahan atau bangun PLTSa? Aku bantu analisis dua-duanya: 🔍 1. Pembebasan Lahan TPA (Expand TPA Cipeucang) ✔️ Kelebihan Cepat dilaksanakan → tinggal beli lahan dan perpanjang masa pakai TPA. Cocok kalau volume sampah makin naik setiap hari. Biaya lebih pasti dibanding proyek teknologi. Bisa jadi solusi darurat jangka pendek (1–5 tahun). ❌ Kekurangan Hanya menunda masalah → sampah tetap numpuk. Butuh lahan lagi di masa depan (Tangsel lahannya terbatas). Tidak ada manfaat energi (listrik). Tidak mengurangi emisi metana dari gunungan sampah. ⚡ 2. Membangun PLTSa (Waste-to-Energy) ✔️ Kelebihan Mengolah sampah sekaligus menghasilkan listrik. Mengurangi timbunan sampah secara drastis. Jangka panjang lebih efisien (10–30 tahun). Mengurangi kebutuhan lahan TPA baru. ❌ Kekurangan 50 miliar belum cukup buat bangun PLTSa full. 👉 Biasanya butuh 300–1200 miliar, tergantung kapasitas. Proses pembangunannya lama (2–5 tahun). Perlu teknologi tinggi + operator yang terlatih. Perlu sistem pengendalian emisi yang ketat. 🧠 Analisis Paling Masuk Akal 👉 Kalau tujuan jangka pendek: Pembebasan lahan lebih realistis, karena dana 50 miliar memang pas untuk itu. 👉 Kalau tujuan jangka panjang: PLTSa jauh lebih menguntungkan, tapi butuh: Kerja sama pusat, provinsi, atau investor swasta Pendanaan tambahan Sistem pengelolaan sampah yang lebih rapi Jadi pilihan terbaik adalah kombinasi strategi: Jangka pendek: tambah lahan biar TPA nggak krisis. Jangka panjang: siapkan masterplan PLTSa (simulasi biaya, lokasi, mitra, AMDAL). Ini paling realistis dipakai pemerintah kota mana pun, termasuk Tangsel.  Warga  Saga Ichsan   Life    #tpa #cipeucang #sampah #PLTSa #pembangkitlistrik", "post_id": "7582448826594774293"}}, {"key": "Tangsel", "attributes": {"label": "Tangsel", "x": 15.336872660197564, "y": 610.4122365134499, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7582448826594774293", "id": "Tangsel", "source": "tiktok-000001", "content": "Penjelasan ⬇️⬇️ Pemkot Tangsel punya dana ±50 miliar untuk urusan TPA Cipeucang. Pertanyaan: Lebih baik dipakai buat pembebasan lahan atau bangun PLTSa? Aku bantu analisis dua-duanya: 🔍 1. Pembebasan Lahan TPA (Expand TPA Cipeucang) ✔️ Kelebihan Cepat dilaksanakan → tinggal beli lahan dan perpanjang masa pakai TPA. Cocok kalau volume sampah makin naik setiap hari. Biaya lebih pasti dibanding proyek teknologi. Bisa jadi solusi darurat jangka pendek (1–5 tahun). ❌ Kekurangan Hanya menunda masalah → sampah tetap numpuk. Butuh lahan lagi di masa depan (Tangsel lahannya terbatas). Tidak ada manfaat energi (listrik). Tidak mengurangi emisi metana dari gunungan sampah. ⚡ 2. Membangun PLTSa (Waste-to-Energy) ✔️ Kelebihan Mengolah sampah sekaligus menghasilkan listrik. Mengurangi timbunan sampah secara drastis. Jangka panjang lebih efisien (10–30 tahun). Mengurangi kebutuhan lahan TPA baru. ❌ Kekurangan 50 miliar belum cukup buat bangun PLTSa full. 👉 Biasanya butuh 300–1200 miliar, tergantung kapasitas. Proses pembangunannya lama (2–5 tahun). Perlu teknologi tinggi + operator yang terlatih. Perlu sistem pengendalian emisi yang ketat. 🧠 Analisis Paling Masuk Akal 👉 Kalau tujuan jangka pendek: Pembebasan lahan lebih realistis, karena dana 50 miliar memang pas untuk itu. 👉 Kalau tujuan jangka panjang: PLTSa jauh lebih menguntungkan, tapi butuh: Kerja sama pusat, provinsi, atau investor swasta Pendanaan tambahan Sistem pengelolaan sampah yang lebih rapi Jadi pilihan terbaik adalah kombinasi strategi: Jangka pendek: tambah lahan biar TPA nggak krisis. Jangka panjang: siapkan masterplan PLTSa (simulasi biaya, lokasi, mitra, AMDAL). Ini paling realistis dipakai pemerintah kota mana pun, termasuk Tangsel.  Warga  Saga Ichsan   Life    #tpa #cipeucang #sampah #PLTSa #pembangkitlistrik", "post_id": "7582448826594774293"}}, {"key": "Media.tangselife", "attributes": {"label": "Media.tangselife", "x": 773.8253685687902, "y": 995.8199948539976, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7582448826594774293", "id": "Media.tangselife", "source": "tiktok-000001", "content": "Penjelasan ⬇️⬇️ Pemkot Tangsel punya dana ±50 miliar untuk urusan TPA Cipeucang. Pertanyaan: Lebih baik dipakai buat pembebasan lahan atau bangun PLTSa? Aku bantu analisis dua-duanya: 🔍 1. Pembebasan Lahan TPA (Expand TPA Cipeucang) ✔️ Kelebihan Cepat dilaksanakan → tinggal beli lahan dan perpanjang masa pakai TPA. Cocok kalau volume sampah makin naik setiap hari. Biaya lebih pasti dibanding proyek teknologi. Bisa jadi solusi darurat jangka pendek (1–5 tahun). ❌ Kekurangan Hanya menunda masalah → sampah tetap numpuk. Butuh lahan lagi di masa depan (Tangsel lahannya terbatas). Tidak ada manfaat energi (listrik). Tidak mengurangi emisi metana dari gunungan sampah. ⚡ 2. Membangun PLTSa (Waste-to-Energy) ✔️ Kelebihan Mengolah sampah sekaligus menghasilkan listrik. Mengurangi timbunan sampah secara drastis. Jangka panjang lebih efisien (10–30 tahun). Mengurangi kebutuhan lahan TPA baru. ❌ Kekurangan 50 miliar belum cukup buat bangun PLTSa full. 👉 Biasanya butuh 300–1200 miliar, tergantung kapasitas. Proses pembangunannya lama (2–5 tahun). Perlu teknologi tinggi + operator yang terlatih. Perlu sistem pengendalian emisi yang ketat. 🧠 Analisis Paling Masuk Akal 👉 Kalau tujuan jangka pendek: Pembebasan lahan lebih realistis, karena dana 50 miliar memang pas untuk itu. 👉 Kalau tujuan jangka panjang: PLTSa jauh lebih menguntungkan, tapi butuh: Kerja sama pusat, provinsi, atau investor swasta Pendanaan tambahan Sistem pengelolaan sampah yang lebih rapi Jadi pilihan terbaik adalah kombinasi strategi: Jangka pendek: tambah lahan biar TPA nggak krisis. Jangka panjang: siapkan masterplan PLTSa (simulasi biaya, lokasi, mitra, AMDAL). Ini paling realistis dipakai pemerintah kota mana pun, termasuk Tangsel.  Warga  Saga Ichsan   Life    #tpa #cipeucang #sampah #PLTSa #pembangkitlistrik", "post_id": "7582448826594774293"}}, {"key": "benyamindavnie_official", "attributes": {"label": "benyamindavnie_official", "x": 647.9725618795313, "y": 354.1799039055654, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8456, "eigenvector": 71.4252, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7582448826594774293", "id": "benyamindavnie_official", "source": "tiktok-000001", "content": "Penjelasan ⬇️⬇️ Pemkot Tangsel punya dana ±50 miliar untuk urusan TPA Cipeucang. Pertanyaan: Lebih baik dipakai buat pembebasan lahan atau bangun PLTSa? Aku bantu analisis dua-duanya: 🔍 1. Pembebasan Lahan TPA (Expand TPA Cipeucang) ✔️ Kelebihan Cepat dilaksanakan → tinggal beli lahan dan perpanjang masa pakai TPA. Cocok kalau volume sampah makin naik setiap hari. Biaya lebih pasti dibanding proyek teknologi. Bisa jadi solusi darurat jangka pendek (1–5 tahun). ❌ Kekurangan Hanya menunda masalah → sampah tetap numpuk. Butuh lahan lagi di masa depan (Tangsel lahannya terbatas). Tidak ada manfaat energi (listrik). Tidak mengurangi emisi metana dari gunungan sampah. ⚡ 2. Membangun PLTSa (Waste-to-Energy) ✔️ Kelebihan Mengolah sampah sekaligus menghasilkan listrik. Mengurangi timbunan sampah secara drastis. Jangka panjang lebih efisien (10–30 tahun). Mengurangi kebutuhan lahan TPA baru. ❌ Kekurangan 50 miliar belum cukup buat bangun PLTSa full. 👉 Biasanya butuh 300–1200 miliar, tergantung kapasitas. Proses pembangunannya lama (2–5 tahun). Perlu teknologi tinggi + operator yang terlatih. Perlu sistem pengendalian emisi yang ketat. 🧠 Analisis Paling Masuk Akal 👉 Kalau tujuan jangka pendek: Pembebasan lahan lebih realistis, karena dana 50 miliar memang pas untuk itu. 👉 Kalau tujuan jangka panjang: PLTSa jauh lebih menguntungkan, tapi butuh: Kerja sama pusat, provinsi, atau investor swasta Pendanaan tambahan Sistem pengelolaan sampah yang lebih rapi Jadi pilihan terbaik adalah kombinasi strategi: Jangka pendek: tambah lahan biar TPA nggak krisis. Jangka panjang: siapkan masterplan PLTSa (simulasi biaya, lokasi, mitra, AMDAL). Ini paling realistis dipakai pemerintah kota mana pun, termasuk Tangsel.  Warga  Saga Ichsan   Life    #tpa #cipeucang #sampah #PLTSa #pembangkitlistrik", "post_id": "7582448826594774293"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 147.0597072844867, "y": 799.8770253318522, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 520.9219649317702, "y": 671.8439726594247, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Q3uRJhRnUXc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Rupiah dan Inflasi, Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,75 Persen\n\nBANDUNG, KOMPAS.TV - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Juni 2026 menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah.\n\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 1718 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility juga naik 25 basis poin menjadi 4,75 persen, sementara suku bunga Lending Facility meningkat menjadi 6,50 persen.\n\nBank Indonesia menjelaskan, langkah tersebut merupakan kebijakan lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta sebagai langkah pre-emptive guna menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,51 persen.\n\nDi sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Per 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.730 per dolar Amerika Serikat atau menguat 0,76 persen dibandingkan posisi akhir Mei 2026.\n\nPenguatan rupiah didukung berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk peningkatan intensitas intervensi di pasar valuta asing melalui pasar NDF luar negeri (offshore), transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.\n\nSelain itu, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memitigasi dampak ketidakpastian global, termasuk pengaruh konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional.\n\nSinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pembiayaan yang mendukung program prioritas pemerintah.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "Q3uRJhRnUXc"}}, {"key": "@F-Killa", "attributes": {"label": "@F-Killa", "x": 18.99245531566274, "y": 538.9346586651719, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "KqaWIW7eBJE", "id": "@F-Killa", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya Korea Gagal Masuk Indeks Negara Maju MSCI\n\n-Killa\n\nPasar Saham Korea Selatan Gagal Terdaftar sebagai Lokasi Pengamatan untuk Indeks Pasar Berkembang MSCI\n\nhttps://imnews.imbc.com/news/2026/wor...\n\nDiskusi tentang Perancangan Ulang Sistem Keuangan Dimulai dengan Serius?… Kim Yong-bum: “Kita Harus Berani Memperluas Kerangka Peringkat Kredit yang Usang”\n\nhttps://news.kbs.co.kr/news/pc/view/v...\n\nPemerintah: \"Reformasi Pasar Modal Berlanjut... Inklusi dalam Indeks Pasar Berkembang MSCI Akan Terjadi Secara Alami\"\n\nhttps://www.kgnews.co.kr/news/article...\n\nKRX Mendeteksi 76 Dugaan Pelanggaran Penjualan Pendek Setelah Memperkenalkan NSDS dan Memberitahu Lembaga Keuangan Pihak Berwenang\n\nhttps://biz.chosun.com/stock/stock_ge...\n\n\"Membutuhkan Waktu yang Sangat Lama untuk Menjelaskan Penjualan Pendek Ilegal\"... Perusahaan Sekuritas Menyerukan 'Perbaikan Lebih Lanjut' pada Sistem Penjualan Pendek\n\nhttps://www.investchosun.com/site/dat...\n\nKorea mempertahankan tatanan pasar yang adil dan transparan melalui sistem pencegahan tiga lapis terhadap penjualan pendek tanpa jaminan yang paling ketat dan tegas dibandingkan dengan negara lain di dunia.\n\nhttps://m.blog.naver.com/blogfsc/2242...\n\n[Eksklusif] Investasi 2 Miliar Won di Sistem... Investor Institusional Luar Negeri Juga Berpartisipasi dalam Komputerisasi Penjualan Pendek\n\nhttps://www.mt.co.kr/stock/2025/03/02...\n\n#KOSPIOutlook #PenjualanPendekIlegal #ManipulasiHargaSaham", "post_id": "KqaWIW7eBJE"}}, {"key": "F", "attributes": {"label": "F", "x": 975.9855055102281, "y": 36.70845108543108, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KqaWIW7eBJE", "id": "F", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya Korea Gagal Masuk Indeks Negara Maju MSCI\n\n-Killa\n\nPasar Saham Korea Selatan Gagal Terdaftar sebagai Lokasi Pengamatan untuk Indeks Pasar Berkembang MSCI\n\nhttps://imnews.imbc.com/news/2026/wor...\n\nDiskusi tentang Perancangan Ulang Sistem Keuangan Dimulai dengan Serius?… Kim Yong-bum: “Kita Harus Berani Memperluas Kerangka Peringkat Kredit yang Usang”\n\nhttps://news.kbs.co.kr/news/pc/view/v...\n\nPemerintah: \"Reformasi Pasar Modal Berlanjut... Inklusi dalam Indeks Pasar Berkembang MSCI Akan Terjadi Secara Alami\"\n\nhttps://www.kgnews.co.kr/news/article...\n\nKRX Mendeteksi 76 Dugaan Pelanggaran Penjualan Pendek Setelah Memperkenalkan NSDS dan Memberitahu Lembaga Keuangan Pihak Berwenang\n\nhttps://biz.chosun.com/stock/stock_ge...\n\n\"Membutuhkan Waktu yang Sangat Lama untuk Menjelaskan Penjualan Pendek Ilegal\"... Perusahaan Sekuritas Menyerukan 'Perbaikan Lebih Lanjut' pada Sistem Penjualan Pendek\n\nhttps://www.investchosun.com/site/dat...\n\nKorea mempertahankan tatanan pasar yang adil dan transparan melalui sistem pencegahan tiga lapis terhadap penjualan pendek tanpa jaminan yang paling ketat dan tegas dibandingkan dengan negara lain di dunia.\n\nhttps://m.blog.naver.com/blogfsc/2242...\n\n[Eksklusif] Investasi 2 Miliar Won di Sistem... Investor Institusional Luar Negeri Juga Berpartisipasi dalam Komputerisasi Penjualan Pendek\n\nhttps://www.mt.co.kr/stock/2025/03/02...\n\n#KOSPIOutlook #PenjualanPendekIlegal #ManipulasiHargaSaham", "post_id": "KqaWIW7eBJE"}}, {"key": "@Talkback_ID", "attributes": {"label": "@Talkback_ID", "x": 289.9200588692203, "y": 242.2677212842561, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "@Talkback_ID", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ariasantoso", "attributes": {"label": "ariasantoso", "x": 830.5492534918781, "y": 510.8842810965508, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5299, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ariasantoso", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "ardinaglenda", "x": 45.45168082271411, "y": 9.349007119510254, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5299, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ardinaglenda", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 321.315416263774, "y": 284.7032219168807, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sj71M-A4GFs", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "SBN Rupiah Disebut Sepi Peminat, Ekonom Wijayanto Samirin: Investor Khawatir Risiko Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyoroti minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah. Menurutnya, kekhawatiran terhadap risiko nilai tukar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investor.\n\n\"Karena berhutang SBN dalam rupiah itu sudah enggak laku, enggak ada yang minat. Mereka khawatir dengan risiko rupiahnya sehingga pemerintah menerbitkan surat utang di luar negeri,\" kata Wijayanto.\n\nIa menilai kondisi tersebut perlu dicermati karena berkaitan dengan strategi pembiayaan pemerintah dan kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan domestik.\n\n#WijayantoSamirin #UniversitasParamadina #EkonomiIndonesia #APBN #SBN #UtangLuarNegeri #Pandabond #Investor #FiskalIndonesia #TuturUpdate #TuturNews #BeritaEkonomi #IndonesiaHariIni #KebijakanEkonomi #SuratUtangNegara #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "sj71M-A4GFs"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 387.47916671361173, "y": 236.592003789289, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0564, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sj71M-A4GFs", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "SBN Rupiah Disebut Sepi Peminat, Ekonom Wijayanto Samirin: Investor Khawatir Risiko Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyoroti minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah. Menurutnya, kekhawatiran terhadap risiko nilai tukar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investor.\n\n\"Karena berhutang SBN dalam rupiah itu sudah enggak laku, enggak ada yang minat. Mereka khawatir dengan risiko rupiahnya sehingga pemerintah menerbitkan surat utang di luar negeri,\" kata Wijayanto.\n\nIa menilai kondisi tersebut perlu dicermati karena berkaitan dengan strategi pembiayaan pemerintah dan kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan domestik.\n\n#WijayantoSamirin #UniversitasParamadina #EkonomiIndonesia #APBN #SBN #UtangLuarNegeri #Pandabond #Investor #FiskalIndonesia #TuturUpdate #TuturNews #BeritaEkonomi #IndonesiaHariIni #KebijakanEkonomi #SuratUtangNegara #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "sj71M-A4GFs"}}, {"key": "@NoPriorsPodcast", "attributes": {"label": "@NoPriorsPodcast", "x": 679.5714216532183, "y": 628.5952320842298, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0034, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "asCgCv2XB4s", "id": "@NoPriorsPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Merekayasa Ulang Rantai Pasokan Semikonduktor bersama CEO Intel Lip-Bu Tan\n\nDi usia 66 tahun, alih-alih menuju masa pensiun, mantan CEO Cadence dan investor legendaris Lip Bu Tan memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersulit di bidang teknologi: membalikkan keadaan Intel. Elad Gil dan Sarah Guo duduk bersama CEO Intel Lip Bu Tan untuk membahas mengapa ia menerima pekerjaan itu dan seperti apa sebenarnya \"menyelamatkan\" Intel. Tan menjelaskan bagaimana pengalamannya dalam budaya startup memengaruhi keputusannya untuk mendorong budaya Intel menuju pengambilan keputusan yang lebih cepat, fokus pada kepuasan pelanggan, dan akuntabilitas insinyur. Ia juga membahas strateginya untuk memperkuat neraca Intel dengan menerima investasi dari Nvidia milik Jensen Huang, Softbank, dan pemerintah AS. Tan juga berbagi peta jalan produknya yang berpusat pada CPU untuk AI dan inferensi agen, kolaborasi dengan Elon Musk di Terafab, kerangka investasinya untuk semikonduktor, dan pandangannya tentang bagaimana AI membentuk kembali desain dan operasi di, seperti yang ia sebut, perusahaan teknologi 'warisan spreadsheet'.\n\nDaftar untuk podcast baru setiap minggu. Kirimkan umpan balik ke show-priors.com\nIkuti kami di Twitter:  |  |  |  | \n\nBab:\n00:00 – Pembukaan\n01:01 – Pengenalan Lip Bu Tan\n01:24 – Mengapa Lip Bu Mengambil Alih Kepemimpinan di Intel\n03:00 – Memperbaiki Budaya\n04:08 – Visi 10 Tahun Intel\n07:57 – Bekerja dengan Elon Musk di Terafab\n09:59 – Pergeseran Rantai Pasokan untuk Semikonduktor\n15:34 – Batasan Skalabilitas dan Pengemasan\n18:30 – Batasan Fisik untuk Rekayasa dan Desain\n20:33 – Tantangan dalam Investasi Semikonduktor\n26:29 – Pelajaran dari Cadence\n28:02 – Skalabilitas dan Keputusan Investasi\n32:03 – Memikirkan Kembali Tim di Era AI\n34:31 – Kebijakan Industri dan Pendanaan\n37:25 – Apa yang Disalahpahami Investor Tentang Intel\n41:10 – Di Mana Komputasi Akan Berada\n44:59 – Kesimpulan", "post_id": "asCgCv2XB4s"}}, {"key": "NoPriorsPod", "attributes": {"label": "NoPriorsPod", "x": 833.857037257714, "y": 643.8216759634882, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.214, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "asCgCv2XB4s", "id": "NoPriorsPod", "source": "youtube-000001", "content": "Merekayasa Ulang Rantai Pasokan Semikonduktor bersama CEO Intel Lip-Bu Tan\n\nDi usia 66 tahun, alih-alih menuju masa pensiun, mantan CEO Cadence dan investor legendaris Lip Bu Tan memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersulit di bidang teknologi: membalikkan keadaan Intel. Elad Gil dan Sarah Guo duduk bersama CEO Intel Lip Bu Tan untuk membahas mengapa ia menerima pekerjaan itu dan seperti apa sebenarnya \"menyelamatkan\" Intel. Tan menjelaskan bagaimana pengalamannya dalam budaya startup memengaruhi keputusannya untuk mendorong budaya Intel menuju pengambilan keputusan yang lebih cepat, fokus pada kepuasan pelanggan, dan akuntabilitas insinyur. Ia juga membahas strateginya untuk memperkuat neraca Intel dengan menerima investasi dari Nvidia milik Jensen Huang, Softbank, dan pemerintah AS. Tan juga berbagi peta jalan produknya yang berpusat pada CPU untuk AI dan inferensi agen, kolaborasi dengan Elon Musk di Terafab, kerangka investasinya untuk semikonduktor, dan pandangannya tentang bagaimana AI membentuk kembali desain dan operasi di, seperti yang ia sebut, perusahaan teknologi 'warisan spreadsheet'.\n\nDaftar untuk podcast baru setiap minggu. Kirimkan umpan balik ke show-priors.com\nIkuti kami di Twitter:  |  |  |  | \n\nBab:\n00:00 – Pembukaan\n01:01 – Pengenalan Lip Bu Tan\n01:24 – Mengapa Lip Bu Mengambil Alih Kepemimpinan di Intel\n03:00 – Memperbaiki Budaya\n04:08 – Visi 10 Tahun Intel\n07:57 – Bekerja dengan Elon Musk di Terafab\n09:59 – Pergeseran Rantai Pasokan untuk Semikonduktor\n15:34 – Batasan Skalabilitas dan Pengemasan\n18:30 – Batasan Fisik untuk Rekayasa dan Desain\n20:33 – Tantangan dalam Investasi Semikonduktor\n26:29 – Pelajaran dari Cadence\n28:02 – Skalabilitas dan Keputusan Investasi\n32:03 – Memikirkan Kembali Tim di Era AI\n34:31 – Kebijakan Industri dan Pendanaan\n37:25 – Apa yang Disalahpahami Investor Tentang Intel\n41:10 – Di Mana Komputasi Akan Berada\n44:59 – Kesimpulan", "post_id": "asCgCv2XB4s"}}, {"key": "Saranormous", "attributes": {"label": "Saranormous", "x": 3.5532963168207754, "y": 809.7460089716053, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.214, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "asCgCv2XB4s", "id": "Saranormous", "source": "youtube-000001", "content": "Merekayasa Ulang Rantai Pasokan Semikonduktor bersama CEO Intel Lip-Bu Tan\n\nDi usia 66 tahun, alih-alih menuju masa pensiun, mantan CEO Cadence dan investor legendaris Lip Bu Tan memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersulit di bidang teknologi: membalikkan keadaan Intel. Elad Gil dan Sarah Guo duduk bersama CEO Intel Lip Bu Tan untuk membahas mengapa ia menerima pekerjaan itu dan seperti apa sebenarnya \"menyelamatkan\" Intel. Tan menjelaskan bagaimana pengalamannya dalam budaya startup memengaruhi keputusannya untuk mendorong budaya Intel menuju pengambilan keputusan yang lebih cepat, fokus pada kepuasan pelanggan, dan akuntabilitas insinyur. Ia juga membahas strateginya untuk memperkuat neraca Intel dengan menerima investasi dari Nvidia milik Jensen Huang, Softbank, dan pemerintah AS. Tan juga berbagi peta jalan produknya yang berpusat pada CPU untuk AI dan inferensi agen, kolaborasi dengan Elon Musk di Terafab, kerangka investasinya untuk semikonduktor, dan pandangannya tentang bagaimana AI membentuk kembali desain dan operasi di, seperti yang ia sebut, perusahaan teknologi 'warisan spreadsheet'.\n\nDaftar untuk podcast baru setiap minggu. Kirimkan umpan balik ke show-priors.com\nIkuti kami di Twitter:  |  |  |  | \n\nBab:\n00:00 – Pembukaan\n01:01 – Pengenalan Lip Bu Tan\n01:24 – Mengapa Lip Bu Mengambil Alih Kepemimpinan di Intel\n03:00 – Memperbaiki Budaya\n04:08 – Visi 10 Tahun Intel\n07:57 – Bekerja dengan Elon Musk di Terafab\n09:59 – Pergeseran Rantai Pasokan untuk Semikonduktor\n15:34 – Batasan Skalabilitas dan Pengemasan\n18:30 – Batasan Fisik untuk Rekayasa dan Desain\n20:33 – Tantangan dalam Investasi Semikonduktor\n26:29 – Pelajaran dari Cadence\n28:02 – Skalabilitas dan Keputusan Investasi\n32:03 – Memikirkan Kembali Tim di Era AI\n34:31 – Kebijakan Industri dan Pendanaan\n37:25 – Apa yang Disalahpahami Investor Tentang Intel\n41:10 – Di Mana Komputasi Akan Berada\n44:59 – Kesimpulan", "post_id": "asCgCv2XB4s"}}, {"key": "EladGil", "attributes": {"label": "EladGil", "x": 649.0641621364867, "y": 715.691160851229, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.214, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "asCgCv2XB4s", "id": "EladGil", "source": "youtube-000001", "content": "Merekayasa Ulang Rantai Pasokan Semikonduktor bersama CEO Intel Lip-Bu Tan\n\nDi usia 66 tahun, alih-alih menuju masa pensiun, mantan CEO Cadence dan investor legendaris Lip Bu Tan memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersulit di bidang teknologi: membalikkan keadaan Intel. Elad Gil dan Sarah Guo duduk bersama CEO Intel Lip Bu Tan untuk membahas mengapa ia menerima pekerjaan itu dan seperti apa sebenarnya \"menyelamatkan\" Intel. Tan menjelaskan bagaimana pengalamannya dalam budaya startup memengaruhi keputusannya untuk mendorong budaya Intel menuju pengambilan keputusan yang lebih cepat, fokus pada kepuasan pelanggan, dan akuntabilitas insinyur. Ia juga membahas strateginya untuk memperkuat neraca Intel dengan menerima investasi dari Nvidia milik Jensen Huang, Softbank, dan pemerintah AS. Tan juga berbagi peta jalan produknya yang berpusat pada CPU untuk AI dan inferensi agen, kolaborasi dengan Elon Musk di Terafab, kerangka investasinya untuk semikonduktor, dan pandangannya tentang bagaimana AI membentuk kembali desain dan operasi di, seperti yang ia sebut, perusahaan teknologi 'warisan spreadsheet'.\n\nDaftar untuk podcast baru setiap minggu. Kirimkan umpan balik ke show-priors.com\nIkuti kami di Twitter:  |  |  |  | \n\nBab:\n00:00 – Pembukaan\n01:01 – Pengenalan Lip Bu Tan\n01:24 – Mengapa Lip Bu Mengambil Alih Kepemimpinan di Intel\n03:00 – Memperbaiki Budaya\n04:08 – Visi 10 Tahun Intel\n07:57 – Bekerja dengan Elon Musk di Terafab\n09:59 – Pergeseran Rantai Pasokan untuk Semikonduktor\n15:34 – Batasan Skalabilitas dan Pengemasan\n18:30 – Batasan Fisik untuk Rekayasa dan Desain\n20:33 – Tantangan dalam Investasi Semikonduktor\n26:29 – Pelajaran dari Cadence\n28:02 – Skalabilitas dan Keputusan Investasi\n32:03 – Memikirkan Kembali Tim di Era AI\n34:31 – Kebijakan Industri dan Pendanaan\n37:25 – Apa yang Disalahpahami Investor Tentang Intel\n41:10 – Di Mana Komputasi Akan Berada\n44:59 – Kesimpulan", "post_id": "asCgCv2XB4s"}}, {"key": "LipBuTan1", "attributes": {"label": "LipBuTan1", "x": 603.8606280977365, "y": 639.3414877378657, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.214, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "asCgCv2XB4s", "id": "LipBuTan1", "source": "youtube-000001", "content": "Merekayasa Ulang Rantai Pasokan Semikonduktor bersama CEO Intel Lip-Bu Tan\n\nDi usia 66 tahun, alih-alih menuju masa pensiun, mantan CEO Cadence dan investor legendaris Lip Bu Tan memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersulit di bidang teknologi: membalikkan keadaan Intel. Elad Gil dan Sarah Guo duduk bersama CEO Intel Lip Bu Tan untuk membahas mengapa ia menerima pekerjaan itu dan seperti apa sebenarnya \"menyelamatkan\" Intel. Tan menjelaskan bagaimana pengalamannya dalam budaya startup memengaruhi keputusannya untuk mendorong budaya Intel menuju pengambilan keputusan yang lebih cepat, fokus pada kepuasan pelanggan, dan akuntabilitas insinyur. Ia juga membahas strateginya untuk memperkuat neraca Intel dengan menerima investasi dari Nvidia milik Jensen Huang, Softbank, dan pemerintah AS. Tan juga berbagi peta jalan produknya yang berpusat pada CPU untuk AI dan inferensi agen, kolaborasi dengan Elon Musk di Terafab, kerangka investasinya untuk semikonduktor, dan pandangannya tentang bagaimana AI membentuk kembali desain dan operasi di, seperti yang ia sebut, perusahaan teknologi 'warisan spreadsheet'.\n\nDaftar untuk podcast baru setiap minggu. Kirimkan umpan balik ke show-priors.com\nIkuti kami di Twitter:  |  |  |  | \n\nBab:\n00:00 – Pembukaan\n01:01 – Pengenalan Lip Bu Tan\n01:24 – Mengapa Lip Bu Mengambil Alih Kepemimpinan di Intel\n03:00 – Memperbaiki Budaya\n04:08 – Visi 10 Tahun Intel\n07:57 – Bekerja dengan Elon Musk di Terafab\n09:59 – Pergeseran Rantai Pasokan untuk Semikonduktor\n15:34 – Batasan Skalabilitas dan Pengemasan\n18:30 – Batasan Fisik untuk Rekayasa dan Desain\n20:33 – Tantangan dalam Investasi Semikonduktor\n26:29 – Pelajaran dari Cadence\n28:02 – Skalabilitas dan Keputusan Investasi\n32:03 – Memikirkan Kembali Tim di Era AI\n34:31 – Kebijakan Industri dan Pendanaan\n37:25 – Apa yang Disalahpahami Investor Tentang Intel\n41:10 – Di Mana Komputasi Akan Berada\n44:59 – Kesimpulan", "post_id": "asCgCv2XB4s"}}, {"key": "intel", "attributes": {"label": "intel", "x": 277.9685770894401, "y": 209.90937443940228, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.214, "eigenvector": 0.0078, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "asCgCv2XB4s", "id": "intel", "source": "youtube-000001", "content": "Merekayasa Ulang Rantai Pasokan Semikonduktor bersama CEO Intel Lip-Bu Tan\n\nDi usia 66 tahun, alih-alih menuju masa pensiun, mantan CEO Cadence dan investor legendaris Lip Bu Tan memutuskan untuk mengambil pekerjaan tersulit di bidang teknologi: membalikkan keadaan Intel. Elad Gil dan Sarah Guo duduk bersama CEO Intel Lip Bu Tan untuk membahas mengapa ia menerima pekerjaan itu dan seperti apa sebenarnya \"menyelamatkan\" Intel. Tan menjelaskan bagaimana pengalamannya dalam budaya startup memengaruhi keputusannya untuk mendorong budaya Intel menuju pengambilan keputusan yang lebih cepat, fokus pada kepuasan pelanggan, dan akuntabilitas insinyur. Ia juga membahas strateginya untuk memperkuat neraca Intel dengan menerima investasi dari Nvidia milik Jensen Huang, Softbank, dan pemerintah AS. Tan juga berbagi peta jalan produknya yang berpusat pada CPU untuk AI dan inferensi agen, kolaborasi dengan Elon Musk di Terafab, kerangka investasinya untuk semikonduktor, dan pandangannya tentang bagaimana AI membentuk kembali desain dan operasi di, seperti yang ia sebut, perusahaan teknologi 'warisan spreadsheet'.\n\nDaftar untuk podcast baru setiap minggu. Kirimkan umpan balik ke show-priors.com\nIkuti kami di Twitter:  |  |  |  | \n\nBab:\n00:00 – Pembukaan\n01:01 – Pengenalan Lip Bu Tan\n01:24 – Mengapa Lip Bu Mengambil Alih Kepemimpinan di Intel\n03:00 – Memperbaiki Budaya\n04:08 – Visi 10 Tahun Intel\n07:57 – Bekerja dengan Elon Musk di Terafab\n09:59 – Pergeseran Rantai Pasokan untuk Semikonduktor\n15:34 – Batasan Skalabilitas dan Pengemasan\n18:30 – Batasan Fisik untuk Rekayasa dan Desain\n20:33 – Tantangan dalam Investasi Semikonduktor\n26:29 – Pelajaran dari Cadence\n28:02 – Skalabilitas dan Keputusan Investasi\n32:03 – Memikirkan Kembali Tim di Era AI\n34:31 – Kebijakan Industri dan Pendanaan\n37:25 – Apa yang Disalahpahami Investor Tentang Intel\n41:10 – Di Mana Komputasi Akan Berada\n44:59 – Kesimpulan", "post_id": "asCgCv2XB4s"}}], "edges": [{"key": "AfrinoGera19779", "source": "AfrinoGera19779", "target": "GNFI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "1534Yandika", "source": "1534Yandika", "target": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sautjames", "source": "sautjames", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "stobsjr", "source": "stobsjr", "target": "BudiBukanIntel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "BosPurwa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Adampejalan", "source": "Adampejalan", "target": "myshawti", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "quickster71", "source": "quickster71", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "arpuntukindonesia", "source": "arpuntukindonesia", "target": "anggarakaprabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "media_kaba12", "source": "media_kaba12", "target": "opik_rajobungsu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "awak_lhokseumawe", "source": "awak_lhokseumawe", "target": "delisyaesthetic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "awak_lhokseumawe", "source": "awak_lhokseumawe", "target": "f9minisoccer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "awak_lhokseumawe", "source": "awak_lhokseumawe", "target": "awak_lhokseumawe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pikiranrakyat", "source": "pikiranrakyat", "target": "lid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "radya_pri", "source": "radya_pri", "target": "indofactdaily.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "redaksi.centralpers", "source": "redaksi.centralpers", "target": "Eman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "redaksi.centralpers", "source": "redaksi.centralpers", "target": "AgusYudhoyono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "redaksi.centralpers", "source": "redaksi.centralpers", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "redaksi.centralpers", "source": "redaksi.centralpers", "target": "Kanal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "redaksi.centralpers", "source": "redaksi.centralpers", "target": "Prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "redaksi.centralpers", "source": "redaksi.centralpers", "target": "KemendesPDT", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farel_store34", "source": "farel_store34", "target": "Opini", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farel_store34", "source": "farel_store34", "target": "Pilar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farel_store34", "source": "farel_store34", "target": "humaskotatangsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farel_store34", "source": "farel_store34", "target": "Tangsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farel_store34", "source": "farel_store34", "target": "Media.tangselife", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farel_store34", "source": "farel_store34", "target": "benyamindavnie_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@F-Killa", "source": "@F-Killa", "target": "F", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ariasantoso", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NoPriorsPodcast", "source": "@NoPriorsPodcast", "target": "NoPriorsPod", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NoPriorsPodcast", "source": "@NoPriorsPodcast", "target": "Saranormous", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NoPriorsPodcast", "source": "@NoPriorsPodcast", "target": "EladGil", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NoPriorsPodcast", "source": "@NoPriorsPodcast", "target": "LipBuTan1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NoPriorsPodcast", "source": "@NoPriorsPodcast", "target": "intel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}