{"nodes": [{"key": "bernamadotcom", "attributes": {"label": "bernamadotcom", "x": 539.262791566012, "y": 830.8194143033716, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 41.2169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069627422648197438", "id": "bernamadotcom", "source": "retweet-000002", "content": "Ringgit Dibuka Rendah Susulan Data Ekonomi AS Yang Kukuh Sokong Dolar AS \n\n#BernamaBiz #ringgit \n\nhttps://t.co/38KeXwuCxc h…", "post_id": "2069627422648197438"}}, {"key": "BernamaBiz", "attributes": {"label": "BernamaBiz", "x": 510.5265100437132, "y": 287.9159360806204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 58.7341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069627422648197438", "id": "BernamaBiz", "source": "retweet-000002", "content": "Ringgit Dibuka Rendah Susulan Data Ekonomi AS Yang Kukuh Sokong Dolar AS \n\n#BernamaBiz #ringgit \n\nhttps://t.co/38KeXwuCxc h…", "post_id": "2069627422648197438"}}, {"key": "Masmassolo11", "attributes": {"label": "Masmassolo11", "x": 722.2435415030031, "y": 93.61863836774909, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 41.2169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069944930097910026", "id": "Masmassolo11", "source": "tweet-000004", "content": "BPS saja g jujur inflasi akibat MBG. Ekonomi naik itu akibat belaja negara yg berlebihan bukan karena ekonomi menguat.", "post_id": "2069944930097910026"}}, {"key": "Roni34ndri", "attributes": {"label": "Roni34ndri", "x": 439.40514567672176, "y": 287.9923164367177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 58.7341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069944930097910026", "id": "Roni34ndri", "source": "tweet-000004", "content": "BPS saja g jujur inflasi akibat MBG. Ekonomi naik itu akibat belaja negara yg berlebihan bukan karena ekonomi menguat.", "post_id": "2069944930097910026"}}, {"key": "suarawargatxt", "attributes": {"label": "suarawargatxt", "x": 438.01614469317565, "y": 50.822013553383, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 58.7341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069944930097910026", "id": "suarawargatxt", "source": "tweet-000004", "content": "BPS saja g jujur inflasi akibat MBG. Ekonomi naik itu akibat belaja negara yg berlebihan bukan karena ekonomi menguat.", "post_id": "2069944930097910026"}}, {"key": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "x": 583.4002638281647, "y": 423.3676465343018, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.2169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "aJLk6axnwvo", "id": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupee di Bawah Tekanan - Mengapa Mata Uang India Jatuh pada 2026 dan Apa yang Akan Terjadi Selanj...\n\n\nAIE Finance and World News 2026\nDipresentasikan oleh Harsh, podcaster AI dari AIE.\n\nAIE Music LLC, Cincinnati, AS bertanggung jawab atas keakuratan dan nilai faktual konten ini.\n\nMengapa Rupee India melemah secara dramatis pada tahun 2026? Apakah itu hanya karena dolar AS yang kuat, atau ada cerita yang jauh lebih besar di balik penurunan mata uang tersebut?\n\nDalam episode ini, kita akan melihat secara seimbang dan berdasarkan data kekuatan-kekuatan yang mendorong Rupee India ke titik terendah multi-tahun terhadap mata uang global utama. Kita akan meneliti dampak dari kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Asia Barat, arus keluar investor asing, tarif perdagangan AS, defisit perdagangan yang melebar, perbedaan suku bunga antara Federal Reserve AS dan Reserve Bank of India, dan kekuatan dolar AS secara lebih luas.\n\nKita juga akan mengeksplorasi bagaimana pelemahan rupee memengaruhi konsumen sehari-hari melalui inflasi, harga bahan bakar, barang impor, biaya perjalanan, dan pendidikan di luar negeri. Pada saat yang sama, kita membahas potensi manfaat bagi eksportir India, sektor TI, pengiriman uang, dan daya saing jangka panjang.\n\nDengan mengacu pada riset ekonomi, data bank sentral, dan analisis pasar, video ini menjelaskan risiko utama, peluang, dan skenario masa depan yang dihadapi ekonomi India dan rupee di tahun-tahun mendatang.\n\nBaik Anda seorang investor, mahasiswa, pemilik bisnis, pembuat kebijakan, atau sekadar tertarik pada ekonomi global, episode ini memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami tentang salah satu kisah keuangan terpenting tahun 2026.\n\n📊 Topik yang Dibahas:\n\nMengapa Rupee India jatuh pada tahun 2026\nHarga minyak dan depresiasi mata uang\nArus keluar investor asing (FPI)\nKebijakan Federal Reserve AS vs RBI\nTarif AS dan ekspor India\nDefisit perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan\nInflasi dan dampaknya terhadap konsumen\nIntervensi RBI dan cadangan devisa\nPrakiraan masa depan untuk USD-INR\nSkenario bullish, dasar, dan bearish\n\n#IndianRupee #INR #RupeeCrisis #IndianEconomy #USDINR #CurrencyMarkets #Economics #Finance #GlobalEconomy #India2026 #Inflation #OilPrices #RBI #FederalReserve #StockMarket #Investing #EconomicAnalysis #DefisitPerdagangan #DefisitNeracaTransaksi #Forex #ValutaAsing", "post_id": "aJLk6axnwvo"}}, {"key": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "x": 531.3314198982024, "y": 955.0055634052285, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.2512, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aJLk6axnwvo", "id": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupee di Bawah Tekanan - Mengapa Mata Uang India Jatuh pada 2026 dan Apa yang Akan Terjadi Selanj...\n\n\nAIE Finance and World News 2026\nDipresentasikan oleh Harsh, podcaster AI dari AIE.\n\nAIE Music LLC, Cincinnati, AS bertanggung jawab atas keakuratan dan nilai faktual konten ini.\n\nMengapa Rupee India melemah secara dramatis pada tahun 2026? Apakah itu hanya karena dolar AS yang kuat, atau ada cerita yang jauh lebih besar di balik penurunan mata uang tersebut?\n\nDalam episode ini, kita akan melihat secara seimbang dan berdasarkan data kekuatan-kekuatan yang mendorong Rupee India ke titik terendah multi-tahun terhadap mata uang global utama. Kita akan meneliti dampak dari kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Asia Barat, arus keluar investor asing, tarif perdagangan AS, defisit perdagangan yang melebar, perbedaan suku bunga antara Federal Reserve AS dan Reserve Bank of India, dan kekuatan dolar AS secara lebih luas.\n\nKita juga akan mengeksplorasi bagaimana pelemahan rupee memengaruhi konsumen sehari-hari melalui inflasi, harga bahan bakar, barang impor, biaya perjalanan, dan pendidikan di luar negeri. Pada saat yang sama, kita membahas potensi manfaat bagi eksportir India, sektor TI, pengiriman uang, dan daya saing jangka panjang.\n\nDengan mengacu pada riset ekonomi, data bank sentral, dan analisis pasar, video ini menjelaskan risiko utama, peluang, dan skenario masa depan yang dihadapi ekonomi India dan rupee di tahun-tahun mendatang.\n\nBaik Anda seorang investor, mahasiswa, pemilik bisnis, pembuat kebijakan, atau sekadar tertarik pada ekonomi global, episode ini memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami tentang salah satu kisah keuangan terpenting tahun 2026.\n\n📊 Topik yang Dibahas:\n\nMengapa Rupee India jatuh pada tahun 2026\nHarga minyak dan depresiasi mata uang\nArus keluar investor asing (FPI)\nKebijakan Federal Reserve AS vs RBI\nTarif AS dan ekspor India\nDefisit perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan\nInflasi dan dampaknya terhadap konsumen\nIntervensi RBI dan cadangan devisa\nPrakiraan masa depan untuk USD-INR\nSkenario bullish, dasar, dan bearish\n\n#IndianRupee #INR #RupeeCrisis #IndianEconomy #USDINR #CurrencyMarkets #Economics #Finance #GlobalEconomy #India2026 #Inflation #OilPrices #RBI #FederalReserve #StockMarket #Investing #EconomicAnalysis #DefisitPerdagangan #DefisitNeracaTransaksi #Forex #ValutaAsing", "post_id": "aJLk6axnwvo"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 67.09603876105629, "y": 483.5660776760732, "size": 13.86, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.2169, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "or6k0HFM7Is", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Turun ke Level Terendah Lebih dari 7 Bulan Tertekan Dolar AS | MILENOMICS\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas spot melemah 2,71 persen ke USD3.999,50 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "or6k0HFM7Is"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 257.8720332865286, "y": 970.6224380834691, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.0608, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "or6k0HFM7Is", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Turun ke Level Terendah Lebih dari 7 Bulan Tertekan Dolar AS | MILENOMICS\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas spot melemah 2,71 persen ke USD3.999,50 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "or6k0HFM7Is"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 909.2340307980762, "y": 482.89272386209035, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.0608, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "or6k0HFM7Is", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Turun ke Level Terendah Lebih dari 7 Bulan Tertekan Dolar AS | MILENOMICS\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas spot melemah 2,71 persen ke USD3.999,50 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "or6k0HFM7Is"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 928.2362404977179, "y": 171.89505358160096, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.0608, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "or6k0HFM7Is", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Turun ke Level Terendah Lebih dari 7 Bulan Tertekan Dolar AS | MILENOMICS\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas spot melemah 2,71 persen ke USD3.999,50 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "or6k0HFM7Is"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 994.5957998503944, "y": 82.93968905185223, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.0608, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "or6k0HFM7Is", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Turun ke Level Terendah Lebih dari 7 Bulan Tertekan Dolar AS | MILENOMICS\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas spot melemah 2,71 persen ke USD3.999,50 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "or6k0HFM7Is"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 115.75984585978149, "y": 521.5749344013113, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.0608, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "or6k0HFM7Is", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Turun ke Level Terendah Lebih dari 7 Bulan Tertekan Dolar AS | MILENOMICS\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas spot melemah 2,71 persen ke USD3.999,50 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "or6k0HFM7Is"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 771.5201445319334, "y": 233.54935082500904, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.2169, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "kk-JpP5OTz4", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Turun ke Level Terendah Lebih dari 7 Bulan Tertekan Dolar AS | IDXC UPDATE\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas spot melemah 2,71 persen ke USD3.999,50 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kk-JpP5OTz4"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 322.23171901644963, "y": 87.02075018613264, "size": 9.3, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.2218, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kk-JpP5OTz4", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Turun ke Level Terendah Lebih dari 7 Bulan Tertekan Dolar AS | IDXC UPDATE\n\nHarga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Emas spot melemah 2,71 persen ke USD3.999,50 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kk-JpP5OTz4"}}, {"key": "@AcaraInfografis", "attributes": {"label": "@AcaraInfografis", "x": 996.0930003730613, "y": 988.0609640676516, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.2169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "XRYfzPoD9WU", "id": "@AcaraInfografis", "source": "youtube-000001", "content": "Bukan Inflasi yang Harus Kamu Perhatikan, Tapi Generasi Baby Boomer\n\nPernah penasaran kenapa suku bunga tinggi malah bikin para boomer makin kaya? Video ini mengupas tuntas rahasia di balik kebijakan The Fed, peran demografi, hingga kenapa anak muda makin susah punya rumah! Dijamin bikin kamu ternganga dan mikir ulang soal ekonomi. Yuk, subscribe channel ini dan tulis di kolom komentar bagian mana yang paling bikin kamu kaget! #ekonomi #inflasi #generasi #keuangan #edukasi\n\n👉 Channel ini dibuat dalam kerja sama dengan    /    dan dilokalkan ke bahasa Anda oleh https://www.linguana.com\n\n0:00 - Pendahuluan dan Kritik Kebijakan Suku Bunga\n0:41 - Suku Bunga Tinggi dan Distribusi Kekayaan\n3:25 - Aset, Generasi Boomer, dan Ketimpangan\n6:18 - Saluran Pendapatan Bunga dan Dampaknya\n8:04 - Paradoks Kemewahan dan Konsumsi Boomer\n11:19 - Pembeli Tunai di Pasar Properti\n13:26 - Menurunnya Porsi Pendapatan Tenaga Kerja dan Jebakan Warisan\n16:56 - Tembok Demografi dan Penutup", "post_id": "XRYfzPoD9WU"}}, {"key": "theinfographicsshow", "attributes": {"label": "theinfographicsshow", "x": 601.4497249521299, "y": 223.4514726932415, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.2512, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XRYfzPoD9WU", "id": "theinfographicsshow", "source": "youtube-000001", "content": "Bukan Inflasi yang Harus Kamu Perhatikan, Tapi Generasi Baby Boomer\n\nPernah penasaran kenapa suku bunga tinggi malah bikin para boomer makin kaya? Video ini mengupas tuntas rahasia di balik kebijakan The Fed, peran demografi, hingga kenapa anak muda makin susah punya rumah! Dijamin bikin kamu ternganga dan mikir ulang soal ekonomi. Yuk, subscribe channel ini dan tulis di kolom komentar bagian mana yang paling bikin kamu kaget! #ekonomi #inflasi #generasi #keuangan #edukasi\n\n👉 Channel ini dibuat dalam kerja sama dengan    /    dan dilokalkan ke bahasa Anda oleh https://www.linguana.com\n\n0:00 - Pendahuluan dan Kritik Kebijakan Suku Bunga\n0:41 - Suku Bunga Tinggi dan Distribusi Kekayaan\n3:25 - Aset, Generasi Boomer, dan Ketimpangan\n6:18 - Saluran Pendapatan Bunga dan Dampaknya\n8:04 - Paradoks Kemewahan dan Konsumsi Boomer\n11:19 - Pembeli Tunai di Pasar Properti\n13:26 - Menurunnya Porsi Pendapatan Tenaga Kerja dan Jebakan Warisan\n16:56 - Tembok Demografi dan Penutup", "post_id": "XRYfzPoD9WU"}}, {"key": "@StratChronicles", "attributes": {"label": "@StratChronicles", "x": 303.3505527110395, "y": 283.25021101733404, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.2169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "v98ihGtNSMQ", "id": "@StratChronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Kanadevia: Titik Cekik Geopolitik Mutlak Hidrogen Hijau\n\nIni adalah Dekonstruksi Klinis dari Eksorsisme Identitas. Kami mengabaikan narasi ritel lingkungan standar untuk menganalisis kelangsungan hidup yang brutal dan penuh perhitungan dari raksasa industri berat. Selama beberapa dekade, raksasa maritim Jepang menderita akibat perang harga yang kejam, margin keuntungan mereka hancur oleh modal yang didukung negara dari Tiongkok dan Korea Selatan. Di kuburan industri berat ini, satu entitas melakukan amputasi tanpa ampun terhadap warisannya sendiri. Pada tahun 2024, Hitachi Zosen secara resmi meninggalkan kebanggaan pembuatan kapal selama seabad, menghapus namanya sepenuhnya untuk muncul sebagai Kanadevia.\n\nDalam uraian ini, kami melakukan perluasan tiga lapis ke dalam Anatomi Amputasi Korporasi. Kami mendekonstruksi bagaimana tim peneliti yang nakal pada tahun 1974 dengan gigih mempertahankan elektrolisis air Membran Pertukaran Proton (PEM) melawan mandat eksekutif, secara efektif melindungi pusat kekuatan super hijau masa depan dengan membiarkan badan pembuatan kapal warisan itu mati. Kami menganalisis fisika terapan ekonomi hidrogen—di mana kerapuhan hidrogen mengancam untuk mengubah infrastruktur industri standar menjadi kaca rapuh—dan bagaimana Kanadevia mengerahkan setengah abad rekayasa \"seni gelap\" laut dalam dan kedirgantaraan untuk mencapai integritas tumpukan sel tanpa kebocoran yang sempurna di bawah tekanan 30 bar yang sangat besar.\n\nPembaruan Strategis:\n\"Kesuksesan masa lalu Anda, identitas perusahaan Anda sendiri, kemungkinan besar adalah jangkar terberat yang menyeret Anda ke dasar.\"\n\nMenguraikan Arsitektur Mega-Kanade 5-Megawatt dan bagaimana arsitektur tersebut secara sistematis memberantas titik kegagalan modular untuk mendorong efisiensi termodinamika hingga batas matematis absolutnya.\n\n🔗    /   \n\nCap waktu:\n0:00 Kuburan Industri Berat: Amputasi Terencana Hitachi Zosen\n0:38 Pergeseran Paradigma $1 Triliun: Memposisikan Diri sebagai Titik Cengkeraman Infrastruktur yang Tak Dapat Ditawar\n1:11 Para Penjahat 1974: Melestarikan Penelitian PEM Melawan Mandat Eksekutif\n1:42 Restrukturisasi Tiga Tingkat: Reorientasi Teknis, Ekonomi, dan Geopolitik\n2:44 Guncangan Fundamental: Kendala Subatomik dan Penggetasan Hidrogen\n3:21 Garis Dasar Operasional 30 Bar: Menghindari Penguapan Fasilitas yang Bencana\n4:18 Pengetahuan Tersirat: Menggunakan Kembali Seni Gelap Kapal Selam dan Pengelasan Presisi Tingkat Atom\n5:00 Menginternalisasi Skala: Singularitas 5 Megawatt Membongkar Saingan Modular Barat\n6:02 Perang Regulasi: Bagaimana Aturan RFNBO Uni Eropa Bertindak sebagai Saklar Pemutus Geoekonomi untuk China\n7:22 Keseimbangan 2026: Mengungkap Titik Lemah PEM yang Bencana\n7:58 Paparan Berlebihan Iridium: Mengapa Benteng yang Tak Tergoyahkan Menjadi Sandera Ekstraksi Afrika Selatan\n8:41 Paradoks Strategis: Dapatkah Kanadevia Melampaui Volatilitas Sumber Daya Sebelum Perusahaan Rintisan Anion Tiba?\n\nAnalisis Video:\nKami menganalisis persenjataan kebijakan iklim global sebagai penghalang non-tarif proteksionis. Kami membedah aturan korelasi temporal RFNBO Uni Eropa, yang mengharuskan produksi hidrogen untuk disinkronkan setiap jam dengan lonjakan energi terbarukan. Mandat ini secara efektif bertindak sebagai saklar pemutus geoekonomi untuk sistem alkali China yang lambat yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk meningkat. Karena teknologi PEM Kanadevia memberikan kecepatan start-up instan di bawah satu detik, langkah-langkah catur tingkat negara bagian ini—termasuk Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS (IRA)—secara efektif memberi mereka kemenangan regulasi total, secara hukum mengunci infrastruktur warisan asing yang disubsidi.\n\nTerakhir, kita menghadapi Cacat Sistemik dalam Matriks: Kerentanan Iridium. Lingkungan operasional yang sangat asam dari tumpukan PEM membutuhkan katalis platinum dan iridium yang sangat langka untuk mencegah degradasi langsung. Sekitar 80% pasokan iridium global terkonsentrasi di satu yurisdiksi geografis: Kompleks Batuan Beku Bushveld di Afrika Selatan. Kami mengungkap paradoks strategis yang dihadapi investor institusional: Kanadevia telah menukar ketergantungan pada manufaktur Tiongkok yang disubsidi dengan paparan mendalam terhadap jaringan ekstraksi sumber daya Afrika yang dilanda pemogokan pertambangan, volatilitas tenaga kerja, dan kegagalan jaringan listrik yang bergilir.\n\nLanjutkan perjalanan:\n   • Video  \n   • The Hokkaido Sanctuary: Why Nvidia is Bett...  \n   • 14,000km, 0.1 Seconds: Hitachi’s Geopoliti...  \n   • The Iron Chokepoint: How Nippon Steel Weap...  \n   • The $8.5 Trillion Vacuum: Why Tesla Optimu...  \n   • The Hardware Giants: Mastery of Global Man...  \n   • Tech & Strategy: Decoding the Digital Hege...  \n\nTagar:\n#Kanadevia #HitachiZosen #EkonomiHidrogen #HidrogenHijau #ElektroliserPEME #StrategiBisnis #Investasi #RestrukturisasiPerusahaan #Metalurgi #KerapuhanHidrogen #Geopolitik #PerangRegulasi #KeunggulanRantaiPasokan #EkonomiTeknologi\n\nPenafian:\nAnalisis ini hanya untuk tujuan informasi d...", "post_id": "v98ihGtNSMQ"}}, {"key": "stratchronicles", "attributes": {"label": "stratchronicles", "x": 30.488717713049617, "y": 182.24990238453444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.2512, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "v98ihGtNSMQ", "id": "stratchronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Kanadevia: Titik Cekik Geopolitik Mutlak Hidrogen Hijau\n\nIni adalah Dekonstruksi Klinis dari Eksorsisme Identitas. Kami mengabaikan narasi ritel lingkungan standar untuk menganalisis kelangsungan hidup yang brutal dan penuh perhitungan dari raksasa industri berat. Selama beberapa dekade, raksasa maritim Jepang menderita akibat perang harga yang kejam, margin keuntungan mereka hancur oleh modal yang didukung negara dari Tiongkok dan Korea Selatan. Di kuburan industri berat ini, satu entitas melakukan amputasi tanpa ampun terhadap warisannya sendiri. Pada tahun 2024, Hitachi Zosen secara resmi meninggalkan kebanggaan pembuatan kapal selama seabad, menghapus namanya sepenuhnya untuk muncul sebagai Kanadevia.\n\nDalam uraian ini, kami melakukan perluasan tiga lapis ke dalam Anatomi Amputasi Korporasi. Kami mendekonstruksi bagaimana tim peneliti yang nakal pada tahun 1974 dengan gigih mempertahankan elektrolisis air Membran Pertukaran Proton (PEM) melawan mandat eksekutif, secara efektif melindungi pusat kekuatan super hijau masa depan dengan membiarkan badan pembuatan kapal warisan itu mati. Kami menganalisis fisika terapan ekonomi hidrogen—di mana kerapuhan hidrogen mengancam untuk mengubah infrastruktur industri standar menjadi kaca rapuh—dan bagaimana Kanadevia mengerahkan setengah abad rekayasa \"seni gelap\" laut dalam dan kedirgantaraan untuk mencapai integritas tumpukan sel tanpa kebocoran yang sempurna di bawah tekanan 30 bar yang sangat besar.\n\nPembaruan Strategis:\n\"Kesuksesan masa lalu Anda, identitas perusahaan Anda sendiri, kemungkinan besar adalah jangkar terberat yang menyeret Anda ke dasar.\"\n\nMenguraikan Arsitektur Mega-Kanade 5-Megawatt dan bagaimana arsitektur tersebut secara sistematis memberantas titik kegagalan modular untuk mendorong efisiensi termodinamika hingga batas matematis absolutnya.\n\n🔗    /   \n\nCap waktu:\n0:00 Kuburan Industri Berat: Amputasi Terencana Hitachi Zosen\n0:38 Pergeseran Paradigma $1 Triliun: Memposisikan Diri sebagai Titik Cengkeraman Infrastruktur yang Tak Dapat Ditawar\n1:11 Para Penjahat 1974: Melestarikan Penelitian PEM Melawan Mandat Eksekutif\n1:42 Restrukturisasi Tiga Tingkat: Reorientasi Teknis, Ekonomi, dan Geopolitik\n2:44 Guncangan Fundamental: Kendala Subatomik dan Penggetasan Hidrogen\n3:21 Garis Dasar Operasional 30 Bar: Menghindari Penguapan Fasilitas yang Bencana\n4:18 Pengetahuan Tersirat: Menggunakan Kembali Seni Gelap Kapal Selam dan Pengelasan Presisi Tingkat Atom\n5:00 Menginternalisasi Skala: Singularitas 5 Megawatt Membongkar Saingan Modular Barat\n6:02 Perang Regulasi: Bagaimana Aturan RFNBO Uni Eropa Bertindak sebagai Saklar Pemutus Geoekonomi untuk China\n7:22 Keseimbangan 2026: Mengungkap Titik Lemah PEM yang Bencana\n7:58 Paparan Berlebihan Iridium: Mengapa Benteng yang Tak Tergoyahkan Menjadi Sandera Ekstraksi Afrika Selatan\n8:41 Paradoks Strategis: Dapatkah Kanadevia Melampaui Volatilitas Sumber Daya Sebelum Perusahaan Rintisan Anion Tiba?\n\nAnalisis Video:\nKami menganalisis persenjataan kebijakan iklim global sebagai penghalang non-tarif proteksionis. Kami membedah aturan korelasi temporal RFNBO Uni Eropa, yang mengharuskan produksi hidrogen untuk disinkronkan setiap jam dengan lonjakan energi terbarukan. Mandat ini secara efektif bertindak sebagai saklar pemutus geoekonomi untuk sistem alkali China yang lambat yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk meningkat. Karena teknologi PEM Kanadevia memberikan kecepatan start-up instan di bawah satu detik, langkah-langkah catur tingkat negara bagian ini—termasuk Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS (IRA)—secara efektif memberi mereka kemenangan regulasi total, secara hukum mengunci infrastruktur warisan asing yang disubsidi.\n\nTerakhir, kita menghadapi Cacat Sistemik dalam Matriks: Kerentanan Iridium. Lingkungan operasional yang sangat asam dari tumpukan PEM membutuhkan katalis platinum dan iridium yang sangat langka untuk mencegah degradasi langsung. Sekitar 80% pasokan iridium global terkonsentrasi di satu yurisdiksi geografis: Kompleks Batuan Beku Bushveld di Afrika Selatan. Kami mengungkap paradoks strategis yang dihadapi investor institusional: Kanadevia telah menukar ketergantungan pada manufaktur Tiongkok yang disubsidi dengan paparan mendalam terhadap jaringan ekstraksi sumber daya Afrika yang dilanda pemogokan pertambangan, volatilitas tenaga kerja, dan kegagalan jaringan listrik yang bergilir.\n\nLanjutkan perjalanan:\n   • Video  \n   • The Hokkaido Sanctuary: Why Nvidia is Bett...  \n   • 14,000km, 0.1 Seconds: Hitachi’s Geopoliti...  \n   • The Iron Chokepoint: How Nippon Steel Weap...  \n   • The $8.5 Trillion Vacuum: Why Tesla Optimu...  \n   • The Hardware Giants: Mastery of Global Man...  \n   • Tech & Strategy: Decoding the Digital Hege...  \n\nTagar:\n#Kanadevia #HitachiZosen #EkonomiHidrogen #HidrogenHijau #ElektroliserPEME #StrategiBisnis #Investasi #RestrukturisasiPerusahaan #Metalurgi #KerapuhanHidrogen #Geopolitik #PerangRegulasi #KeunggulanRantaiPasokan #EkonomiTeknologi\n\nPenafian:\nAnalisis ini hanya untuk tujuan informasi d...", "post_id": "v98ihGtNSMQ"}}], "edges": [{"key": "bernamadotcom", "source": "bernamadotcom", "target": "BernamaBiz", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bernamadotcom", "source": "bernamadotcom", "target": "BernamaBiz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Masmassolo11", "source": "Masmassolo11", "target": "Roni34ndri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Masmassolo11", "source": "Masmassolo11", "target": "suarawargatxt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "target": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@AcaraInfografis", "source": "@AcaraInfografis", "target": "theinfographicsshow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@StratChronicles", "source": "@StratChronicles", "target": "stratchronicles", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}