{"nodes": [{"key": "bernamadotcom", "attributes": {"label": "bernamadotcom", "x": 487.7553418313688, "y": 385.2914223205947, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069627422648197438", "id": "bernamadotcom", "source": "retweet-000002", "content": "Ringgit Dibuka Rendah Susulan Data Ekonomi AS Yang Kukuh Sokong Dolar AS \n\n#BernamaBiz #ringgit \n\nhttps://t.co/38KeXwuCxc h…", "post_id": "2069627422648197438"}}, {"key": "BernamaBiz", "attributes": {"label": "BernamaBiz", "x": 2.6569051087084183, "y": 512.8373011976671, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 34.6154, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069627422648197438", "id": "BernamaBiz", "source": "retweet-000002", "content": "Ringgit Dibuka Rendah Susulan Data Ekonomi AS Yang Kukuh Sokong Dolar AS \n\n#BernamaBiz #ringgit \n\nhttps://t.co/38KeXwuCxc h…", "post_id": "2069627422648197438"}}, {"key": "_ayujulianti", "attributes": {"label": "_ayujulianti", "x": 859.7200664783595, "y": 377.81628506192743, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069990112801575158", "id": "_ayujulianti", "source": "retweet-000002", "content": "Halo Semeton Rupiah! KINTAMANI kembali hadir! 👋\n\nSiap uji pengetahuanmu seputar stabilitas harga dan rebut hadiah mena…", "post_id": "2069990112801575158"}}, {"key": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "BI_ProvinsiBali", "x": 659.35755737873, "y": 222.79091224845138, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 34.6154, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069990112801575158", "id": "BI_ProvinsiBali", "source": "retweet-000002", "content": "Halo Semeton Rupiah! KINTAMANI kembali hadir! 👋\n\nSiap uji pengetahuanmu seputar stabilitas harga dan rebut hadiah mena…", "post_id": "2069990112801575158"}}, {"key": "IrawanRommi", "attributes": {"label": "IrawanRommi", "x": 189.38714339376705, "y": 159.45261288264413, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069929332630532573", "id": "IrawanRommi", "source": "retweet-000002", "content": "Ketika isu sengaja diembuskan, investor mulai menarik modal, Rupiah jatuh, IHSG ambruk, dan ekonomi riil akhirnya tergun…", "post_id": "2069929332630532573"}}, {"key": "GARUDAMERAH__", "attributes": {"label": "GARUDAMERAH__", "x": 454.0972303023978, "y": 117.37380134040166, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 34.6154, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069929332630532573", "id": "GARUDAMERAH__", "source": "retweet-000002", "content": "Ketika isu sengaja diembuskan, investor mulai menarik modal, Rupiah jatuh, IHSG ambruk, dan ekonomi riil akhirnya tergun…", "post_id": "2069929332630532573"}}, {"key": "yjwpocaz", "attributes": {"label": "yjwpocaz", "x": 225.8237509552098, "y": 816.7394474927062, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069967365442531663", "id": "yjwpocaz", "source": "tweet-000004", "content": "tdi ada yg beli kaos putih 900r, red hair 800r, kalung 600r😭 in this ekonomi rupiah acak adut..", "post_id": "2069967365442531663"}}, {"key": "bbbrdshwl", "attributes": {"label": "bbbrdshwl", "x": 279.53841643976716, "y": 900.3063340877479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 44.9393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069967365442531663", "id": "bbbrdshwl", "source": "tweet-000004", "content": "tdi ada yg beli kaos putih 900r, red hair 800r, kalung 600r😭 in this ekonomi rupiah acak adut..", "post_id": "2069967365442531663"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 650.8089788559457, "y": 852.1682018916121, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069908230545998100", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Karena ekonomi tumbuh, datanyanyg diambil  dari makin banyaknya WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI apindo dll https://t.co/XaDOQjU7HO", "post_id": "2069908230545998100"}}, {"key": "arifbalikpapan1", "attributes": {"label": "arifbalikpapan1", "x": 724.8951035359778, "y": 613.8176533808269, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 44.9393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069908230545998100", "id": "arifbalikpapan1", "source": "tweet-000004", "content": "Karena ekonomi tumbuh, datanyanyg diambil  dari makin banyaknya WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI apindo dll https://t.co/XaDOQjU7HO", "post_id": "2069908230545998100"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 280.3257527280896, "y": 83.69138567017353, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 161.9421, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3927011601178735059_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.965/US$ pada perdagangan Kamis pagi (25/6/2026). Pelemahan dipicu penguatan dolar AS di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun.\n\nDari domestik, sentimen negatif datang dari penundaan keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia yang memicu tekanan di pasar keuangan. Sementara itu, IHSG berbalik menguat 0,84% ke level 5.933 pada pukul 09.15 WIB setelah sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3927011601178735059_51748745734"}}, {"key": "sultrakini_", "attributes": {"label": "sultrakini_", "x": 336.3000674219765, "y": 379.9568258431333, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3926463014169938022_6891860360", "id": "sultrakini_", "source": "instagram-000001", "content": "Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (BEM FHIL UHO) menggelar aksi konsolidasi akbar di Bundaran Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa (23/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam sekitar pukul 21.30 WITA tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah.\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa mengangkat beberapa isu strategis, mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.\n\nKoordinator aksi, Perdi, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, berbagai program pemerintah perlu mendapat pengawasan dan evaluasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.\n\nIa menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta terbatasnya kesempatan kerja disebut menjadi persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.\n\n“Negara harus memastikan kesejahteraan masyarakat dan kebijakan ekonomi yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Perdi usai kegiatan.\n\nSelain menyoroti kondisi ekonomi, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Mereka menilai tujuan program tersebut untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.\n\nNamun demikian, BEM FHIL UHO berpandangan bahwa pelaksanaan MBG perlu terus dievaluasi agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi penerima program. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan akuntabel.\n\nBaca selengkapnya di  atau klik link di bio.\n\n#uho #demonstrasimahasiswa #mbg #sultrakini #inilahsulawesitenggara", "post_id": "3926463014169938022_6891860360"}}, {"key": "sultrakini.com", "attributes": {"label": "sultrakini.com", "x": 264.68256085860276, "y": 323.5978854585063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3926463014169938022_6891860360", "id": "sultrakini.com", "source": "instagram-000001", "content": "Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (BEM FHIL UHO) menggelar aksi konsolidasi akbar di Bundaran Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa (23/6/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam sekitar pukul 21.30 WITA tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah.\n\nDalam aksi tersebut, mahasiswa mengangkat beberapa isu strategis, mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.\n\nKoordinator aksi, Perdi, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, berbagai program pemerintah perlu mendapat pengawasan dan evaluasi agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.\n\nIa menilai kondisi ekonomi nasional saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta terbatasnya kesempatan kerja disebut menjadi persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.\n\n“Negara harus memastikan kesejahteraan masyarakat dan kebijakan ekonomi yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Perdi usai kegiatan.\n\nSelain menyoroti kondisi ekonomi, mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Mereka menilai tujuan program tersebut untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.\n\nNamun demikian, BEM FHIL UHO berpandangan bahwa pelaksanaan MBG perlu terus dievaluasi agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi penerima program. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan akuntabel.\n\nBaca selengkapnya di  atau klik link di bio.\n\n#uho #demonstrasimahasiswa #mbg #sultrakini #inilahsulawesitenggara", "post_id": "3926463014169938022_6891860360"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "@yonhapnewstv23", "x": 953.1681437598398, "y": 651.1157178959999, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "@yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}, {"key": "docu", "attributes": {"label": "docu", "x": 6.759506258057546, "y": 694.2168632020861, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6154, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "docu", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}, {"key": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "yonhapnewstv23", "x": 290.68198082422435, "y": 716.3193247764365, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6154, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P1XZfg9EUwc", "id": "yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minuman dan Makanan Terus Melonjak… Inflasi Pangan Kembali 'Goyah' / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nKenaikan harga terus berlanjut di seluruh industri makanan, mulai dari minuman hingga makan di luar.\n\nDengan nilai tukar yang tinggi, kenaikan harga minyak internasional, dan meningkatnya beban biaya bahan baku, kekhawatiran tentang harga makanan kembali muncul.\n\nLaporan oleh Reporter Han Ji-yi.\n\n[Reporter]\n\nMinuman berkarbonasi dan produk kopi yang dipajang di rak minuman di sebuah supermarket.\n\nBaru-baru ini, berita tentang kenaikan harga terus berdatangan di industri makanan dan minuman.\n\nMulai tanggal 26, Lotte Chilsung Beverage akan menaikkan harga pabrik untuk 44 item di 12 merek, termasuk Chilsung Cider dan Pepsi-Cola, rata-rata sebesar 5,3% untuk pertama kalinya dalam dua tahun.\n\nMega MGC Coffee menaikkan harga tiga jenis Kopi Halmega masing-masing sebesar 200 won, dan Ediya Coffee juga menaikkan harga beberapa produk hingga 15,2%.\n\nIndustri restoran pun tidak terkecuali.\n\nBorn Korea menaikkan harga menu rata-rata 11% di 11 merek, termasuk Yeokjeon Udon, Hanshin Pocha, dan Rolling Pasta, sementara Dongdaemun Yeopgi Tteokbokki memutuskan untuk menaikkan harga semua produknya sekitar 7% untuk pertama kalinya dalam 17 tahun.\n\nGoobne Chicken juga menghadapi kontroversi terkait apa yang disebut \"shrinkflation,\" praktik mengurangi ukuran porsi tanpa menaikkan harga, seperti dengan mengurangi berat beberapa menu ayam tanpa tulang.\n\nIndustri menjelaskan bahwa beban biaya telah mencapai batasnya karena kenaikan harga minyak internasional, nilai tukar, dan biaya bahan baku.\n\nFaktanya, harga aluminium internasional telah naik sekitar 50% dibandingkan tahun lalu, dan harga nafta, bahan baku untuk plastik, telah meningkat lebih dari 60%.\n\nPara ahli khawatir bahwa jika ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan nilai tukar yang tinggi terus berlanjut, bahkan perusahaan yang saat ini bertahan pun mungkin mulai menyesuaikan harga, yang berpotensi meningkatkan beban harga pangan di paruh kedua tahun ini. [Lee Eun-hee / Profesor Emeritus, Departemen Studi Konsumen, Universitas Inha] \"Ada faktor yang berkontribusi terhadap inflasi akibat tingginya harga bensin. Sebagian besar bahan makanan di negara kita diimpor. Terlihat bahwa nilai tukar yang tinggi memberikan tekanan signifikan pada kenaikan harga pangan.\"\n\nKarena tekanan kenaikan harga menyebar ke seluruh industri, ketidakstabilan harga pangan diperkirakan akan berlanjut untuk sementara waktu.\n\nIni adalah Han Ji-yi dari Yonhap News TV.\n\n[Penyuntingan Video: Song Ah-hae]\n\n[Grafis: Lee Eun-byeol]\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal berita Korea: Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "P1XZfg9EUwc"}}, {"key": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "x": 246.8395906997446, "y": 108.74655748296058, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "aJLk6axnwvo", "id": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupee di Bawah Tekanan - Mengapa Mata Uang India Jatuh pada 2026 dan Apa yang Akan Terjadi Selanj...\n\n\nAIE Finance and World News 2026\nDipresentasikan oleh Harsh, podcaster AI dari AIE.\n\nAIE Music LLC, Cincinnati, AS bertanggung jawab atas keakuratan dan nilai faktual konten ini.\n\nMengapa Rupee India melemah secara dramatis pada tahun 2026? Apakah itu hanya karena dolar AS yang kuat, atau ada cerita yang jauh lebih besar di balik penurunan mata uang tersebut?\n\nDalam episode ini, kita akan melihat secara seimbang dan berdasarkan data kekuatan-kekuatan yang mendorong Rupee India ke titik terendah multi-tahun terhadap mata uang global utama. Kita akan meneliti dampak dari kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Asia Barat, arus keluar investor asing, tarif perdagangan AS, defisit perdagangan yang melebar, perbedaan suku bunga antara Federal Reserve AS dan Reserve Bank of India, dan kekuatan dolar AS secara lebih luas.\n\nKita juga akan mengeksplorasi bagaimana pelemahan rupee memengaruhi konsumen sehari-hari melalui inflasi, harga bahan bakar, barang impor, biaya perjalanan, dan pendidikan di luar negeri. Pada saat yang sama, kita membahas potensi manfaat bagi eksportir India, sektor TI, pengiriman uang, dan daya saing jangka panjang.\n\nDengan mengacu pada riset ekonomi, data bank sentral, dan analisis pasar, video ini menjelaskan risiko utama, peluang, dan skenario masa depan yang dihadapi ekonomi India dan rupee di tahun-tahun mendatang.\n\nBaik Anda seorang investor, mahasiswa, pemilik bisnis, pembuat kebijakan, atau sekadar tertarik pada ekonomi global, episode ini memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami tentang salah satu kisah keuangan terpenting tahun 2026.\n\n📊 Topik yang Dibahas:\n\nMengapa Rupee India jatuh pada tahun 2026\nHarga minyak dan depresiasi mata uang\nArus keluar investor asing (FPI)\nKebijakan Federal Reserve AS vs RBI\nTarif AS dan ekspor India\nDefisit perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan\nInflasi dan dampaknya terhadap konsumen\nIntervensi RBI dan cadangan devisa\nPrakiraan masa depan untuk USD-INR\nSkenario bullish, dasar, dan bearish\n\n#IndianRupee #INR #RupeeCrisis #IndianEconomy #USDINR #CurrencyMarkets #Economics #Finance #GlobalEconomy #India2026 #Inflation #OilPrices #RBI #FederalReserve #StockMarket #Investing #EconomicAnalysis #DefisitPerdagangan #DefisitNeracaTransaksi #Forex #ValutaAsing", "post_id": "aJLk6axnwvo"}}, {"key": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "x": 908.6932751217096, "y": 739.757368511242, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aJLk6axnwvo", "id": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupee di Bawah Tekanan - Mengapa Mata Uang India Jatuh pada 2026 dan Apa yang Akan Terjadi Selanj...\n\n\nAIE Finance and World News 2026\nDipresentasikan oleh Harsh, podcaster AI dari AIE.\n\nAIE Music LLC, Cincinnati, AS bertanggung jawab atas keakuratan dan nilai faktual konten ini.\n\nMengapa Rupee India melemah secara dramatis pada tahun 2026? Apakah itu hanya karena dolar AS yang kuat, atau ada cerita yang jauh lebih besar di balik penurunan mata uang tersebut?\n\nDalam episode ini, kita akan melihat secara seimbang dan berdasarkan data kekuatan-kekuatan yang mendorong Rupee India ke titik terendah multi-tahun terhadap mata uang global utama. Kita akan meneliti dampak dari kenaikan harga minyak, ketegangan geopolitik di Asia Barat, arus keluar investor asing, tarif perdagangan AS, defisit perdagangan yang melebar, perbedaan suku bunga antara Federal Reserve AS dan Reserve Bank of India, dan kekuatan dolar AS secara lebih luas.\n\nKita juga akan mengeksplorasi bagaimana pelemahan rupee memengaruhi konsumen sehari-hari melalui inflasi, harga bahan bakar, barang impor, biaya perjalanan, dan pendidikan di luar negeri. Pada saat yang sama, kita membahas potensi manfaat bagi eksportir India, sektor TI, pengiriman uang, dan daya saing jangka panjang.\n\nDengan mengacu pada riset ekonomi, data bank sentral, dan analisis pasar, video ini menjelaskan risiko utama, peluang, dan skenario masa depan yang dihadapi ekonomi India dan rupee di tahun-tahun mendatang.\n\nBaik Anda seorang investor, mahasiswa, pemilik bisnis, pembuat kebijakan, atau sekadar tertarik pada ekonomi global, episode ini memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami tentang salah satu kisah keuangan terpenting tahun 2026.\n\n📊 Topik yang Dibahas:\n\nMengapa Rupee India jatuh pada tahun 2026\nHarga minyak dan depresiasi mata uang\nArus keluar investor asing (FPI)\nKebijakan Federal Reserve AS vs RBI\nTarif AS dan ekspor India\nDefisit perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan\nInflasi dan dampaknya terhadap konsumen\nIntervensi RBI dan cadangan devisa\nPrakiraan masa depan untuk USD-INR\nSkenario bullish, dasar, dan bearish\n\n#IndianRupee #INR #RupeeCrisis #IndianEconomy #USDINR #CurrencyMarkets #Economics #Finance #GlobalEconomy #India2026 #Inflation #OilPrices #RBI #FederalReserve #StockMarket #Investing #EconomicAnalysis #DefisitPerdagangan #DefisitNeracaTransaksi #Forex #ValutaAsing", "post_id": "aJLk6axnwvo"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 871.5716924418413, "y": 106.15898810693936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ab6u-9mDbBk", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Raghuram Rajan Tentang Rupiah yang Melemah: Kejutan Sementara atau Tanda Bahaya yang Lebih Besar?...\n\nDalam percakapan eksklusif dengan Ayesha Faridi, mantan Gubernur RBI Raghuram Rajan membahas tekanan yang semakin meningkat pada rupee India di tengah arus keluar investor asing, kenaikan harga minyak mentah, dan kekhawatiran seputar defisit neraca transaksi berjalan.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #businessnews #raghuramrajan #rupee #indianeconomy #rbi #currency #fpi #crudeoil #economy\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "Ab6u-9mDbBk"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 623.9830637251463, "y": 656.1487799635372, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ab6u-9mDbBk", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Raghuram Rajan Tentang Rupiah yang Melemah: Kejutan Sementara atau Tanda Bahaya yang Lebih Besar?...\n\nDalam percakapan eksklusif dengan Ayesha Faridi, mantan Gubernur RBI Raghuram Rajan membahas tekanan yang semakin meningkat pada rupee India di tengah arus keluar investor asing, kenaikan harga minyak mentah, dan kekhawatiran seputar defisit neraca transaksi berjalan.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #businessnews #raghuramrajan #rupee #indianeconomy #rbi #currency #fpi #crudeoil #economy\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "Ab6u-9mDbBk"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "attributes": {"label": "@PenjagaHarapan", "x": 483.2069884340088, "y": 390.2118850768005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OHsArGnkxJk", "id": "@PenjagaHarapan", "source": "youtube-000001", "content": "Productive Hangout Eps. 19 - Revolusi Ekonomi Desa atau Program Ambisius?\n\n🏡 Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program besar yang digadang-gadang mampu mengubah struktur ekonomi desa di Indonesia. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, tetapi sebagai agen distribusi utama barang subsidi seperti LPG, beras, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya adalah memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di masyarakat jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga LPG yang seharusnya Rp16.000 sering ditemukan di lapangan mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 akibat rantai distribusi yang panjang dan spekulasi pasar.\n\n📊 Lebih jauh, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alat reformasi struktural ekonomi, dengan potensi omset yang sangat besar dari pengelolaan subsidi negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Sistem ini berbasis koperasi dengan prinsip satu orang satu suara, di mana masyarakat menjadi pemilik langsung dan keuntungan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, digitalisasi sistem distribusi, dashboard pengawasan, serta integrasi dengan BUMN seperti Agrinas Pangan Nusantara menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan efisiensi. Program ini juga disebut sebagai upaya melawan dominasi monopoli dan duopoli ritel besar yang selama ini menguasai pasar.\n\n\n\n#koperasidesamerahputih #EkonomiDesa #SubsidiPangan #LPGSubsidi #EkonomiRakyat #IndonesiaDalamBeritaHarapan #PenjagaHarapan #UMKM #Prabowo #KoperasiIndonesia\n\nNarasumber:\nSuroto - Pengamat Koperasi Indonesia (  / suroto.bravo  )\n\nModerator:\nAnggi Wahyuda, Founder Gotong Royong Dong (  / anggiwahyuda  )\nI Putu Arya Aditia Utama, Direktur Eksekutif Warga Muda (  / aryaaditiautama  )\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "OHsArGnkxJk"}}, {"key": "penjagaha...", "attributes": {"label": "penjagaha...", "x": 723.7453765661782, "y": 830.3531266012424, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.9393, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OHsArGnkxJk", "id": "penjagaha...", "source": "youtube-000001", "content": "Productive Hangout Eps. 19 - Revolusi Ekonomi Desa atau Program Ambisius?\n\n🏡 Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu program besar yang digadang-gadang mampu mengubah struktur ekonomi desa di Indonesia. Dalam diskusi ini, dibahas bagaimana koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga ekonomi biasa, tetapi sebagai agen distribusi utama barang subsidi seperti LPG, beras, pupuk, hingga kebutuhan pokok lainnya. Tujuannya adalah memangkas rantai distribusi panjang yang selama ini membuat harga di masyarakat jauh lebih mahal dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah. Contohnya, harga LPG yang seharusnya Rp16.000 sering ditemukan di lapangan mencapai Rp25.000 hingga Rp45.000 akibat rantai distribusi yang panjang dan spekulasi pasar.\n\n📊 Lebih jauh, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi alat reformasi struktural ekonomi, dengan potensi omset yang sangat besar dari pengelolaan subsidi negara yang mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah. Sistem ini berbasis koperasi dengan prinsip satu orang satu suara, di mana masyarakat menjadi pemilik langsung dan keuntungan dikembalikan kepada rakyat. Selain itu, digitalisasi sistem distribusi, dashboard pengawasan, serta integrasi dengan BUMN seperti Agrinas Pangan Nusantara menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi dan efisiensi. Program ini juga disebut sebagai upaya melawan dominasi monopoli dan duopoli ritel besar yang selama ini menguasai pasar.\n\n\n\n#koperasidesamerahputih #EkonomiDesa #SubsidiPangan #LPGSubsidi #EkonomiRakyat #IndonesiaDalamBeritaHarapan #PenjagaHarapan #UMKM #Prabowo #KoperasiIndonesia\n\nNarasumber:\nSuroto - Pengamat Koperasi Indonesia (  / suroto.bravo  )\n\nModerator:\nAnggi Wahyuda, Founder Gotong Royong Dong (  / anggiwahyuda  )\nI Putu Arya Aditia Utama, Direktur Eksekutif Warga Muda (  / aryaaditiautama  )\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "OHsArGnkxJk"}}, {"key": "@Talkback_ID", "attributes": {"label": "@Talkback_ID", "x": 218.74842666148675, "y": 236.71783038488513, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "@Talkback_ID", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ariasantoso", "attributes": {"label": "ariasantoso", "x": 700.7669695466021, "y": 771.410130031074, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6154, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ariasantoso", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "ardinaglenda", "x": 524.8393436484082, "y": 39.59553695470752, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6154, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QJiWBiEEpPA", "id": "ardinaglenda", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Nggak Benar-Benar Kabur? Aria Santoso: Ada Taktik Advanced yang Ritel Belum Paham | Talkback\n\nDi kala pasar modal Indonesia dipenuhi oleh extreme fear dan noise digital yang luar biasa membingungkan, sering kali investor ritel dibuat bingung akan fakta atau hoax belaka. Di  episode TalkBack kali ini, Aria Santoso (President Director CSA Institute & Pemegang CFTe) hadir untuk membongkar jeroan teknikal bursa kita dan melakukan debunking atas segala rumor serta hoax yang sengaja disebar untuk memperbesar ketakutan ritel. Mulai dari skenario worst case vs bullish IHSG, rumor penarikan total dana asing, maraknya oknum yang jualan teori palsu demi exit liquidity, hingga isu Indonesia turun kelas ke Frontier Market.\n\nTonton video ini sampai habis agar kamu ngga lagi menjadi weak hands yang gampang digebrak oleh manipulasi psikologis pasar!\n\n01:23 Opening & Perkenalan Aria Santoso\n01:58 Sentimen Damai Iran & AS di Mata Market\n04:11 Perbedaan Krisis '98, 2008, Pandemi, dan Market 2026\n07:06 Pantulan IHSG Terkini: Apakah Akan Sustain?\n08:48 Variabel Utama Penyebab IHSG Drop Signifikan\n09:53 Level Support Krusial dan Psikologis IHSG (6.000 vs 5.000)\n11:10 Faktor Penggerak IHSG Kembali Tembus Angka 6.000\n11:53 Respons Pemerintah Terhadap Kepanikan Pelemahan Rupiah\n13:43 Prediksi IHSG Akhir Tahun (Skenario Bear, Base, & Bullish)\n16:02 Potensi Bubble AI & Dampak Krisis Global ke Indonesia\n18:06 Tanggapan Tentang Regulasi Pasar Modal Pemerintah\n19:45 Mitos atau Fakta: Dana Asing Benar-Benar Kabur dari Saham RI?\n26:24 Strategi Tekanan Institusi/Negara Asing Terhadap Market Indo\n28:47 Benarkah Pelemahan Rupiah Merupakan Strategi Negara?\n31:09 Isu Penurunan Level RI dari Emerging Market ke Frontier\n32:35 Cara Mengontrol Emosi dan Kepanikan (Fear) di Market\n35:09 Fenomena Hoaks, Pom-pom, dan Jebakan Exit Liquidity\n38:45 Salah Kaprah Retail Membaca Indikator Overbought & Oversold\n40:26 Tips Memilih Sumber Belajar Saham yang Tepat\n43:36 3 Indikator Teknikal Klasik yang Sulit Dimanipulasi (Volume, Price Action, Relative Strength)\n46:26 On The Mind On The Mic: Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini\n48:46 Closing\n\nNarasumber: Aria Santoso ()\n\nDukung terus Talkback dengan cara: \n✅ Subscribe Channel Talkback\n✅ Like, Comment, dan Share video ini ke teman investor lainnya!\n\nHost:\nArdina Glenda ()\n\nCollaboration: \nWA 08222 06 99930 (Management)\n\nFinancial Disclaimer:\nKonten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan perintah jual atau beli instrumen keuangan apa pun. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan Anda melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.\n\n#Talkback #Saham #AriaSantoso #CSAInstitute #MSCI #Investasi #Trading #IHSG", "post_id": "QJiWBiEEpPA"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 228.3973256974967, "y": 411.50120959511, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 967.4078871449674, "y": 357.11332700378017, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6154, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "VNYU58vgjBQ", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi 25 Juni 2026\n\n1. Pasutri Pengedar Narkoba di Tulang Bawang Diringkus Polisi\n2. WNA Jerman Dijambret, Ponsel 25 Juta Rupiah Raib\n3. Kabur Saat Ditangkap, Komandan Batalyon KKB Tewas di Dor\n4. Enam Anggota Geng Motor Ditangkap Usai Tewaskan Remaja\n5. Motor Masuk Waduk Kalimati, Dua Pengendara Meninggal Dunia\n6. Gagal Menyalip! Pemotor Tewas Terlindas Truk, di Garut\n7. Siswi SMAN 6 Tewas Akibat Kabel Menjuntai\n8. Pelaku Penganiayaan dan Penyekapan Wanita di Bandung, Ditangkap\n9. Dedi Mulyadi Apresiasi Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat\n10. Kakak Korban Penyekapan Minta Mata Tersangka Sebagai Gantinya\n11. Kemenkes Akan Tanggung Pengobatan Wanita yang Disekap di Bandung\n12. Menteri PPPA Prihatin atas Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung\n13. Prabowo Minta Himbara Proaktif Jemput Bola ke Pelaku UMKM\n14. KSP Cek Kesiapan Distribusi BBM di Plumpang\n15. Pemerintah Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 RI\n16. BP BUMN Kawal Penguatan Pembiayaan Bagi Pelaku Usaha Kecil\n17. Komisi IX DPR Respon Temuan Ratusan Titik SPPG Fiktif\n18. Jampidsus Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp131,5 Triliun\n19. Prabowo Soroti Besarnya Kebocoran Kekayaan Nasional\n20. BNPP Survei Jalur Tidak Resmi di Belu\n21. Aplikator Resmi Berlakukan Tarif Ojol 8 Persen pada 1 Juli\n22. DPR Respon Penyebab Gaji Guru Belum Naik Signifikan\n23. Pemerintah Perluas Program Magang Nasional\n24. DKI Jakarta Siap Dukung Sarana dan Venue PON 2028\n25. Motor Listrik BGN Dihibahkan Kepada Guru Honorer\n26. Luhut Pastikan Program MBG Berjalan Efektif dan Efisien\n27. Aliansi Masyarakat Jakarta Kembali Dukung Program MBG\n28. Dewan Ekonomi Dorong Pengembangan Industri Vaksin\n29. Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda\n30. Ratusan Siswa Jadi Angkatan Pertama SMA Unggul Garuda\n31. Kodam Jaya Perkuat Sinergi Bersama Insan Media\n32. TNI AD Kirim Dukungan Air Bersih dan Listrik ke Papua\n33. Yadnya Kasada: Doa dan Persembahan di Lereng Kawah Bromo\n34. Pacu Jawi: Lumpur, Adrenalin, dan Warisan Minangkabau\n35. Dieng Siap Sambut Liburan Sekolah\n36. Wisata Religi, Napak Tilas Perang Badar\n37. Destinasi Kuliner, Kambing Bakar Madu dan Bakso Mang Udin\n38. Calon Pengantin Perempuan di India, Dalangi Pembunuhan Tunangannya\n39. PBB Evakuasi 11 Ribu Pelaut Terdampak Krisis Hormuz\n40. London Siaga Merah, Hadapi Gelombang Panas Ekstrem\n41. Dampak Gelombang Panas, Menara Eiffel Tutup Lebih Awal\n42. Perpustakaan di Tengah Wilayah Perang\n43. Gurita Cherry Jagokan Korea Selatan di Piala Dunia\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaNasional #Kriminal #Kriminal #Internasional #PialaDunia2026 \nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VNYU58vgjBQ"}}], "edges": [{"key": "bernamadotcom", "source": "bernamadotcom", "target": "BernamaBiz", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bernamadotcom", "source": "bernamadotcom", "target": "BernamaBiz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "_ayujulianti", "source": "_ayujulianti", "target": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "_ayujulianti", "source": "_ayujulianti", "target": "BI_ProvinsiBali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "IrawanRommi", "source": "IrawanRommi", "target": "GARUDAMERAH__", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "IrawanRommi", "source": "IrawanRommi", "target": "GARUDAMERAH__", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yjwpocaz", "source": "yjwpocaz", "target": "bbbrdshwl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "arifbalikpapan1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sultrakini_", "source": "sultrakini_", "target": "sultrakini.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "docu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "source": "@A.I.IndiaEntertainmentchannel", "target": "A.I.IndiaEntertainmentchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "source": "@PenjagaHarapan", "target": "penjagaha...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ariasantoso", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Talkback_ID", "source": "@Talkback_ID", "target": "ardinaglenda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}