{"nodes": [{"key": "adepedia", "attributes": {"label": "adepedia", "x": 725.5416508620852, "y": 80.65633104697967, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 68.7679, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070053117878804883", "id": "adepedia", "source": "retweet-000002", "content": "Kok tidak ada berita BI apresiasi Pak Purbaya rupiah kembali ke 17.900?????? https://t.co/deOgKkYYwL", "post_id": "2070053117878804883"}}, {"key": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "txtdrbekasi", "x": 229.34122480495134, "y": 138.7509263471004, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 156.4471, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2070053117878804883", "id": "txtdrbekasi", "source": "retweet-000002", "content": "Kok tidak ada berita BI apresiasi Pak Purbaya rupiah kembali ke 17.900?????? https://t.co/deOgKkYYwL", "post_id": "2070053117878804883"}}, {"key": "tanganjojo", "attributes": {"label": "tanganjojo", "x": 605.2036917027882, "y": 732.7375613659228, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 68.7679, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070041909029142710", "id": "tanganjojo", "source": "retweet-000002", "content": "Kok tidak ada berita BI apresiasi Pak Purbaya rupiah kembali ke 17.900?????? https://t.co/deOgKkYYwL", "post_id": "2070041909029142710"}}, {"key": "gerogerry", "attributes": {"label": "gerogerry", "x": 766.4735990928543, "y": 124.11504695977615, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 68.7679, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070050119358308496", "id": "gerogerry", "source": "retweet-000002", "content": "Kok tidak ada berita BI apresiasi Pak Purbaya rupiah kembali ke 17.900?????? https://t.co/deOgKkYYwL", "post_id": "2070050119358308496"}}, {"key": "Flawes9", "attributes": {"label": "Flawes9", "x": 200.74504044907303, "y": 249.70417149542047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 68.7679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070027668935041144", "id": "Flawes9", "source": "tweet-000004", "content": "Berat beban? Emang pemerintah mau mengevaluasi kinerja mereka? Rupiah turun, pabrik kabur, bbm naik, ihsg turun, apbn boros. Mereka kan nyuruh rakyat ngewajarin, terus apa beban beratnya pemerintah wkwkwk. Yg berat mah yg keluhannya dibales \"ndasmu\" wkwk", "post_id": "2070027668935041144"}}, {"key": "Milantoon", "attributes": {"label": "Milantoon", "x": 108.04343352681278, "y": 887.7711755729597, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 127.2207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070027668935041144", "id": "Milantoon", "source": "tweet-000004", "content": "Berat beban? Emang pemerintah mau mengevaluasi kinerja mereka? Rupiah turun, pabrik kabur, bbm naik, ihsg turun, apbn boros. Mereka kan nyuruh rakyat ngewajarin, terus apa beban beratnya pemerintah wkwkwk. Yg berat mah yg keluhannya dibales \"ndasmu\" wkwk", "post_id": "2070027668935041144"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 936.2406116021149, "y": 263.60687286407006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 68.7679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069895048297386329", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Gpp menguras APBN Demi cita2 PKI, PDI-P PKS GOLKAR NASDEM DEMOKRAT DLL yakni mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI dll https://t.co/vDEsDNbXp9", "post_id": "2069895048297386329"}}, {"key": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "regar_op0sisi", "x": 957.5371989318434, "y": 74.80461095718182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 127.2207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069895048297386329", "id": "regar_op0sisi", "source": "tweet-000004", "content": "Gpp menguras APBN Demi cita2 PKI, PDI-P PKS GOLKAR NASDEM DEMOKRAT DLL yakni mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri tambang emas nikel dll ribuan trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dpt fee dilanjutkan memiskinkan pengusaha KADIN HIPMI dll https://t.co/vDEsDNbXp9", "post_id": "2069895048297386329"}}, {"key": "77879013289", "attributes": {"label": "77879013289", "x": 620.5073791641919, "y": 325.6260341724353, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 68.7679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "77879013289", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 849.5147950698383, "y": 689.2962773163231, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 88.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 455.83663749347824, "y": 540.6883913881463, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 88.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916180567561753091_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah sikap optimis Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Senior sekaligus mantan Menkeu, Chatib Basri, justru melemparkan \"bom\" analisis yang mengejutkan. Dalam Grab Business Forum (9/6/2026), Chatib menegaskan bahwa keoknya Rupiah hingga menembus level Rp18.000-an bukan karena perang di Timur Tengah, melainkan akibat ambruknya kepercayaan (confidence) investor global terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.\n\nLewat data ilmiah Granger Causality Test, Chatib membongkar bahwa kenaikan Credit Default Swap (CDS) - instrumen pengukur risiko gagal bayar suatu negara - mampu menjelaskan 23% dari pelemahan Rupiah. Faktanya, grafik risiko fiskal RI sudah memburuk jauh sebelum konflik geopolitik Iran-Israel memanas. Para investor global dilanda kecemasan (anxiety) akut mengenai keberlanjutan defisit anggaran belanja pemerintah ke depan. Analisis menohok ini menjadi alarm keras bagi pasar; jika pemerintah gagal memulihkan kepercayaaan pasar terhadap keberlanjutan anggaran negara, amunisi naik suku bunga dari Bank Indonesia pun dinilai hanya akan menjadi obat pereda nyeri sementara!\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\n#ChatibBasri #Purbaya #PurbayaYudhiSadewa #KrisisFiskal #IHSG", "post_id": "3916180567561753091_77879013289"}}], "edges": [{"key": "adepedia", "source": "adepedia", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "adepedia", "source": "adepedia", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "tanganjojo", "source": "tanganjojo", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "tanganjojo", "source": "tanganjojo", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gerogerry", "source": "gerogerry", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gerogerry", "source": "gerogerry", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flawes9", "source": "Flawes9", "target": "Milantoon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "77879013289", "source": "77879013289", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}