{"nodes": [{"key": "Carang_TV", "attributes": {"label": "Carang_TV", "x": 795.8343247159245, "y": 235.23395766574785, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 39.6957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069977683283607581", "id": "Carang_TV", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS\n\n#Rupiah #Melemah #Dolar #AS #Berita #Info\n\nhttps://t.co/g1zkE8US74", "post_id": "2069977683283607581"}}, {"key": "dms_ambon", "attributes": {"label": "dms_ambon", "x": 805.1875001430184, "y": 488.22383284722173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 56.5664, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069977683283607581", "id": "dms_ambon", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Melemah ke Rp17.967 per Dolar AS\n\n#Rupiah #Melemah #Dolar #AS #Berita #Info\n\nhttps://t.co/g1zkE8US74", "post_id": "2069977683283607581"}}, {"key": "jldarmosby", "attributes": {"label": "jldarmosby", "x": 327.7957712586146, "y": 619.5120518506398, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.6957, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069931482798600264", "id": "jldarmosby", "source": "tweet-000004", "content": "BI udah naikin suku bunga berkali2 kok masih melemah jg rupiah 😅", "post_id": "2069931482798600264"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 191.87180034319474, "y": 475.49985948828197, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 107.1786, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069931482798600264", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "BI udah naikin suku bunga berkali2 kok masih melemah jg rupiah 😅", "post_id": "2069931482798600264"}}, {"key": "RikiGween", "attributes": {"label": "RikiGween", "x": 435.5126576813357, "y": 988.1579725305658, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.6957, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069946323705778334", "id": "RikiGween", "source": "tweet-000004", "content": "Suku bunga udh dinaikkan masih tetap melemah rupiah nya,fix sih ini negara porak poranda melebihi 98,dan mungkin akan jd yg terburuk,Sdh berakhir sepertinya", "post_id": "2069946323705778334"}}, {"key": "diplomatsehat", "attributes": {"label": "diplomatsehat", "x": 488.56438078235055, "y": 424.0150688568282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.6957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070030273182679550", "id": "diplomatsehat", "source": "tweet-000004", "content": "Bener di IHSG juga masih akan sideways\n\nNgeliat\n- Perdamaian US & Iran masih belum menemukan titik tengah\n- MSCI masih ada ancaman ke bursa indonesia ke Frontier Market\n- Rupiah melemah\n- Suku Bunga Global\n- Take profit Asing setelah 1 minggu kemarin bullish \n\nAda faktor lainnya", "post_id": "2070030273182679550"}}, {"key": "saptaipb", "attributes": {"label": "saptaipb", "x": 506.85027251227456, "y": 970.2629470299287, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 73.4372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070030273182679550", "id": "saptaipb", "source": "tweet-000004", "content": "Bener di IHSG juga masih akan sideways\n\nNgeliat\n- Perdamaian US & Iran masih belum menemukan titik tengah\n- MSCI masih ada ancaman ke bursa indonesia ke Frontier Market\n- Rupiah melemah\n- Suku Bunga Global\n- Take profit Asing setelah 1 minggu kemarin bullish \n\nAda faktor lainnya", "post_id": "2070030273182679550"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 427.77637829721493, "y": 141.19189347996908, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.6957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069984470938296773", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat\n\nhttps://t.co/yei1xDUIQA", "post_id": "2069984470938296773"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 264.57567504747936, "y": 676.1153485965277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 73.4372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069984470938296773", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat\n\nhttps://t.co/yei1xDUIQA", "post_id": "2069984470938296773"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 239.70588400360106, "y": 496.9451195714397, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 264.6362, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3927011601178735059_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,12% ke Rp17.965/US$ pada perdagangan Kamis pagi (25/6/2026). Pelemahan dipicu penguatan dolar AS di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun.\n\nDari domestik, sentimen negatif datang dari penundaan keputusan MSCI terkait status pasar Indonesia yang memicu tekanan di pasar keuangan. Sementara itu, IHSG berbalik menguat 0,84% ke level 5.933 pada pukul 09.15 WIB setelah sempat bergerak fluktuatif di awal perdagangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #ihsg #saham #bloombergtechnoz", "post_id": "3927011601178735059_51748745734"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 599.1635325805286, "y": 827.8559902039301, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.6957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 792.5730618463461, "y": 605.686257001306, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 73.4372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655286081704725781", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "TITIK KRITIS! 📉 Rupiah Tertekan Konflik Global, Level Rp18.000 per Dolar AS Sudah di Depan Mata! 💸🌍 ​Kondisi pasar finansial dalam negeri lagi mengalami ketegangan serius, guys. Berdasarkan data perdagangan hari Kamis (25/6), nilai tukar Rupiah diproyeksikan bakal bergerak melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.020 per Dolar AS. Jika tren negatif ini terus berlanjut, mata uang kita dipastikan bakal menembus level psikologis baru di angka Rp18.000! ​Biar paham situasinya, ini dia dalang di balik pelemahan dan harapan penyelamatnya: ​💥 Faktor Eksternal (Biang Kerok): Pelemahan tajam ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini bikin investor global panik dan ramai-ramai memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven), walhasil mata uang negara berkembang seperti Rupiah jadi kena imbasnya. ​🛡️ Stimulus Rp26,34 Triliun: Untungnya, pasar domestik masih dapet angin segar. Pemerintah dilaporkan sudah menyiapkan dana stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk memperkuat pondasi ekonomi dalam negeri. ​⏳ Keputusan Krusial MSCI: Kabar baik lainnya, MSCI memutuskan untuk menunda evaluasi pasar Indonesia hingga November 2026. Langkah penundaan ini dinilai sangat membantu dalam menjaga stabilitas dan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar kita. ​Kesimpulannya? Meskipun tekanan eksternal dari konflik luar negeri lagi kuat-kuatnya, kombinasi stimulus pemerintah dan keputusan MSCI diharapkan bisa jadi benteng pertahanan biar Rupiah gak makin ambles lebih dalam lagi. ​Rupiah tertekan konflik geopolitik luar negeri hingga bayang-bayang Rp18.000 mulai nyata... Menurut kalian, apakah dana stimulus Rp26,34 triliun dari pemerintah ini bakal cukup ampuh buat nahan gempuran dolar? Tulis analisis kalian di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #dolar #indonesia", "post_id": "7655286081704725781"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "attributes": {"label": "kompastv.indonesia", "x": 658.4684860947344, "y": 760.439653077715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.6957, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "kompastv.indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}, {"key": "newsorhoax", "attributes": {"label": "newsorhoax", "x": 707.9097124193656, "y": 996.8205457213083, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 73.4372, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7655320394181774613", "id": "newsorhoax", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah lagi melemah, terus muncul narasi di media sosial yang bilang kalau Bank Indonesia sengaja bikin rupiah turun supaya ekspor naik dan investor asing masuk. Tapi, bener nggak sih?! Setelah ditelusuri, narasi itu ternyata berasal dari potongan video podcast yang dibagikan tanpa konteks utuh. Dalam video aslinya, tidak ada pernyataan bahwa Bank Indonesia sengaja melemahkan rupiah. Faktanya, Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor. Makanya, penting banget buat nggak langsung percaya sama potongan video yang lewat di timeline. Cek dulu konteks lengkap dan sumber aslinya sebelum ikut menyimpulkan atau membagikan. Kalau pertama kali lihat video itu, kalian langsung percaya gak?  #NewsorHoaxKompasTV", "post_id": "7655320394181774613"}}], "edges": [{"key": "Carang_TV", "source": "Carang_TV", "target": "dms_ambon", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Carang_TV", "source": "Carang_TV", "target": "dms_ambon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "jldarmosby", "source": "jldarmosby", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RikiGween", "source": "RikiGween", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "diplomatsehat", "source": "diplomatsehat", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kompastv.indonesia", "source": "kompastv.indonesia", "target": "newsorhoax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}