{"nodes": [{"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 645.4511755607735, "y": 743.340197764748, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 539.0825, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3927038872592153932_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Tekanan terhadap pasar saham Indonesia akibat kekhawatiran risiko penurunan status pasar dari emerging market ke frontier market dinilai belum menjadi alasan bagi investor untuk melakukan aksi jual panik.\n\nInvestor justru disarankan melakukan reposisi portofolio secara selektif sambil mencermati perkembangan reformasi pasar modal.\n\nIHSG melemah tajam 3,56 persen ke level 5.883,9 pada Rabu (24/6/2026), seiring nilai tukar rupiah kembali mendekati area Rp18.000 per USD seiring respons negatif investor terhadap hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang masih mempertahankan Indonesia sebagai pasar berkembang (Emerging Market), namun memperpanjang masa evaluasi terkait reformasi pasar.\n\nTekanan jual terutama dipimpin oleh saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).\n\nMenurut analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto, Kamis (25/6/2026), pelemahan tersebut tidak terlepas dari kekhawatiran pasar terkait potensi penurunan status Indonesia oleh MSCI Inc. menjadi frontier market.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/sentimen-msci-tekan-pasar-investor-disarankan-reposisi-portofolio\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: MNC Media\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #msci #investor #portfolio", "post_id": "3927038872592153932_3310659452"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 977.5790847891602, "y": 802.4572745170094, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.8627, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8sOYQeNj8sQ", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "SIAPA JUARA PERBANKAN 2026? BCA vs Mandiri vs BRI vs BNI Siapa Paling Kuat? | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Profitabilitas & Pertumbuhan (Growth)\n08:59 Penyaluran Kredit & Kualitas Aset\n17:19 Likuiditas & Efisiensi Pendanaan\n24:22 Rasio Efisiensi & Permodalan\n31:25 Kesimpulan\n\nSiapakah bank yang tumbuh paling ekspansif, menguasai dana murah, dan memiliki ketahanan risiko terbaik di tengah ketatnya likuiditas pasar? Simak analisis mendalamnya di bawah ini!\n\n🌟 1. Bank Mandiri (BMRI)\nBank Mandiri mencatatkan kinerja finansial paling optimal dan seimbang dengan lompatan efisiensi yang luar biasa di berbagai lini bisnisnya:\nPertumbuhan Laba Tertinggi (+18,64%): BMRI sukses memimpin pertumbuhan laba bersih di antara empat bank besar dengan kenaikan mencapai Rp23,32 triliun (naik dari Rp19,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu).\nEkspansi Kredit yang Sangat Kuat (+20,64%): Penyaluran kredit Bank Mandiri melesat melampaui angka psikologis penting, menyentuh Rp1.579,94 triliun per akhir Mei 2026.\nTurnaround Efisiensi Digital: Keberhasilan integrasi platform digital Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri sukses memotong biaya operasional fisik kantor cabang. BMRI berhasil menurunkan Beban Tenaga Kerja sebesar -10,67% (menjadi Rp7,15 triliun) dan rasio BOPO bank-only membaik ke level 58,00% per Maret 2026.\nKualitas Kredit Superior: Terlepas dari ekspansi kredit yang kencang, Beban Impairment (CKPN) di laba rugi justru turun signifikan sebesar -15,83% menjadi Rp3,21 triliun, membuktikan kualitas manajemen risiko yang prima.\n\n🏰 2. Bank Central Asia (BBCA)\nRaja Efisiensi Dana Murah (CASA 85,11%): BBCA memimpin pasar dengan rasio CASA fantastis mencapai 85,11% per Mei 2026, didorong oleh dana murah CASA sebesar Rp1.089 triliun (85,2% dari total DPK per Maret 2026).\nLaba Nominal Terbesar: BCA tetap menjadi pencetak laba bersih nominal terbesar di Indonesia senilai Rp25,68 triliun.\nLikuiditas Paling Aman (LDR 77,11%): BCA menerapkan pertumbuhan kredit konservatif-selektif sebesar +4,85% (mencapai Rp969,10 triliun) demi memitigasi risiko ekonomi global, sehingga LDR melandai ke level 77,11%.\nKapasitas Permodalan Terbaik: Rasio CAR diestimasi berada di level premium ~29,5%. Struktur permodalan ini sangat sehat karena disokong oleh akumulasi Saldo Laba Ditahan historis sebesar Rp253,48 triliun.\n\n💰 3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)\nKekuatan Ekuitas Terbesar: BBRI menguasai basis modal terbesar dengan Total Ekuitas mencapai Rp287,67 triliun per akhir Mei 2026, dipertahankan dengan kokoh meski telah membagikan dividen jumbo historis senilai Rp52,10 triliun.\nPertumbuhan Laba yang Kokoh (+9,53%): Laba bersih terkumpul hingga Rp20,42 triliun, dengan raihan Pendapatan Bunga Bersih (NII) terbesar secara nominal industri mencapai Rp48,51 triliun.\nApresiasi Biaya Dana: BBRI sukses menekan biaya dana (Cost of Fund) secara spektakuler dari 3,0% (Q1 2025) menjadi 2,30% (Q1 2026), berkat keberhasilan memangkas deposito berjangka sebesar -8,82% dan menaikkan rasio CASA ke level 70,63%. Langkah ini berhasil menghemat Beban Bunga hingga -14,38% YoY.\nBumper Cadangan Risiko Tertebal: Menanggung karakteristik risiko UMKM, BRI mengalokasikan Beban Impairment sebesar Rp19,06 triliun dengan menimbun CKPN terbesar senilai Rp75,50 triliun (rasio CKPN/Kredit 5,33%).\n\n🚀 4. Bank Negara Indonesia (BBNI)\nPertumbuhan Kredit Tercepat (+24,55%): Kredit BNI melonjak sangat tajam dari Rp755,45 triliun menjadi Rp940,88 triliun.\nPertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Tertinggi (+33,15%): Total simpanan nasabah meroket pesat menjadi Rp1.063,92 triliun. Akselerasi ini didorong oleh adopsi platform digital terbaru wondr by BNI dan BNIdirect yang memperkuat penguasaan CASA hingga mencapai Rp731,6 triliun per Maret 2026 (+26,6% YoY).\nPelonggaran Likuiditas yang Sehat: Berkat ledakan DPK, rasio LDR BNI berhasil dilonggarkan dari posisi ketat 94,55% (Mei 2025) menjadi jauh lebih aman di level 88,43% per Mei 2026.\nCadangan Risiko Konservatif: BNI menaikkan Beban Impairment (provisi) secara signifikan sebesar +30,56% YoY menjadi Rp3,72 triliun .\n\n\nBagaimana pengaruh perubahan performa finansial empat bank raksasa ini terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan potensi dividen saham KBMI 4 di masa mendatang? Mari kita diskusikan di kolom komentar!\n\nJangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas untuk mendapatkan analisis fundamental saham dan ekonomi paling tajam serta tepercaya!\n\nDisclaimer: Konten ini sama sekali tidak mengandung ajakan, paksaan, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu.\n\n\n#WawasanCerdas #AnalisisSaham #SahamKBMI4 #SahamBBCA #SahamBMRI #SahamBBRI #SahamBBNI #IHSG #InvestasiSaham #AnalisisPerbankan #DividenSaham #LaporanKeuangan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "8sOYQeNj8sQ"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 917.5159710036872, "y": 194.00499718807262, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.5961, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8sOYQeNj8sQ", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "SIAPA JUARA PERBANKAN 2026? BCA vs Mandiri vs BRI vs BNI Siapa Paling Kuat? | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Profitabilitas & Pertumbuhan (Growth)\n08:59 Penyaluran Kredit & Kualitas Aset\n17:19 Likuiditas & Efisiensi Pendanaan\n24:22 Rasio Efisiensi & Permodalan\n31:25 Kesimpulan\n\nSiapakah bank yang tumbuh paling ekspansif, menguasai dana murah, dan memiliki ketahanan risiko terbaik di tengah ketatnya likuiditas pasar? Simak analisis mendalamnya di bawah ini!\n\n🌟 1. Bank Mandiri (BMRI)\nBank Mandiri mencatatkan kinerja finansial paling optimal dan seimbang dengan lompatan efisiensi yang luar biasa di berbagai lini bisnisnya:\nPertumbuhan Laba Tertinggi (+18,64%): BMRI sukses memimpin pertumbuhan laba bersih di antara empat bank besar dengan kenaikan mencapai Rp23,32 triliun (naik dari Rp19,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu).\nEkspansi Kredit yang Sangat Kuat (+20,64%): Penyaluran kredit Bank Mandiri melesat melampaui angka psikologis penting, menyentuh Rp1.579,94 triliun per akhir Mei 2026.\nTurnaround Efisiensi Digital: Keberhasilan integrasi platform digital Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri sukses memotong biaya operasional fisik kantor cabang. BMRI berhasil menurunkan Beban Tenaga Kerja sebesar -10,67% (menjadi Rp7,15 triliun) dan rasio BOPO bank-only membaik ke level 58,00% per Maret 2026.\nKualitas Kredit Superior: Terlepas dari ekspansi kredit yang kencang, Beban Impairment (CKPN) di laba rugi justru turun signifikan sebesar -15,83% menjadi Rp3,21 triliun, membuktikan kualitas manajemen risiko yang prima.\n\n🏰 2. Bank Central Asia (BBCA)\nRaja Efisiensi Dana Murah (CASA 85,11%): BBCA memimpin pasar dengan rasio CASA fantastis mencapai 85,11% per Mei 2026, didorong oleh dana murah CASA sebesar Rp1.089 triliun (85,2% dari total DPK per Maret 2026).\nLaba Nominal Terbesar: BCA tetap menjadi pencetak laba bersih nominal terbesar di Indonesia senilai Rp25,68 triliun.\nLikuiditas Paling Aman (LDR 77,11%): BCA menerapkan pertumbuhan kredit konservatif-selektif sebesar +4,85% (mencapai Rp969,10 triliun) demi memitigasi risiko ekonomi global, sehingga LDR melandai ke level 77,11%.\nKapasitas Permodalan Terbaik: Rasio CAR diestimasi berada di level premium ~29,5%. Struktur permodalan ini sangat sehat karena disokong oleh akumulasi Saldo Laba Ditahan historis sebesar Rp253,48 triliun.\n\n💰 3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)\nKekuatan Ekuitas Terbesar: BBRI menguasai basis modal terbesar dengan Total Ekuitas mencapai Rp287,67 triliun per akhir Mei 2026, dipertahankan dengan kokoh meski telah membagikan dividen jumbo historis senilai Rp52,10 triliun.\nPertumbuhan Laba yang Kokoh (+9,53%): Laba bersih terkumpul hingga Rp20,42 triliun, dengan raihan Pendapatan Bunga Bersih (NII) terbesar secara nominal industri mencapai Rp48,51 triliun.\nApresiasi Biaya Dana: BBRI sukses menekan biaya dana (Cost of Fund) secara spektakuler dari 3,0% (Q1 2025) menjadi 2,30% (Q1 2026), berkat keberhasilan memangkas deposito berjangka sebesar -8,82% dan menaikkan rasio CASA ke level 70,63%. Langkah ini berhasil menghemat Beban Bunga hingga -14,38% YoY.\nBumper Cadangan Risiko Tertebal: Menanggung karakteristik risiko UMKM, BRI mengalokasikan Beban Impairment sebesar Rp19,06 triliun dengan menimbun CKPN terbesar senilai Rp75,50 triliun (rasio CKPN/Kredit 5,33%).\n\n🚀 4. Bank Negara Indonesia (BBNI)\nPertumbuhan Kredit Tercepat (+24,55%): Kredit BNI melonjak sangat tajam dari Rp755,45 triliun menjadi Rp940,88 triliun.\nPertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Tertinggi (+33,15%): Total simpanan nasabah meroket pesat menjadi Rp1.063,92 triliun. Akselerasi ini didorong oleh adopsi platform digital terbaru wondr by BNI dan BNIdirect yang memperkuat penguasaan CASA hingga mencapai Rp731,6 triliun per Maret 2026 (+26,6% YoY).\nPelonggaran Likuiditas yang Sehat: Berkat ledakan DPK, rasio LDR BNI berhasil dilonggarkan dari posisi ketat 94,55% (Mei 2025) menjadi jauh lebih aman di level 88,43% per Mei 2026.\nCadangan Risiko Konservatif: BNI menaikkan Beban Impairment (provisi) secara signifikan sebesar +30,56% YoY menjadi Rp3,72 triliun .\n\n\nBagaimana pengaruh perubahan performa finansial empat bank raksasa ini terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan potensi dividen saham KBMI 4 di masa mendatang? Mari kita diskusikan di kolom komentar!\n\nJangan lupa untuk klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas untuk mendapatkan analisis fundamental saham dan ekonomi paling tajam serta tepercaya!\n\nDisclaimer: Konten ini sama sekali tidak mengandung ajakan, paksaan, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu.\n\n\n#WawasanCerdas #AnalisisSaham #SahamKBMI4 #SahamBBCA #SahamBMRI #SahamBBRI #SahamBBNI #IHSG #InvestasiSaham #AnalisisPerbankan #DividenSaham #LaporanKeuangan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "8sOYQeNj8sQ"}}, {"key": "@AnalisisLaporanKeuangan", "attributes": {"label": "@AnalisisLaporanKeuangan", "x": 710.0878812585801, "y": 851.9724378273885, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.8627, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lpJN_iJKzMg", "id": "@AnalisisLaporanKeuangan", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA 2026 Q1 Overvalued? DY 4,9% . PBV 4,9x . PER 12x\n\nBBCA 2026 Q1 Overvalued? DY 4,9% . PBV 4,9x . PER 12x\n\n.\n\nPanduan Lengkap Prinsip Investasi Saham dan Strategi DCA Versi Analisis Laporan Keuangan oleh Edwin\n   • Panduan Lengkap Prinsip Investasi Saham da...  \n\n.\n\nAnalisis Laporan Keuangan oleh Edwin\nNetral. Rasional. Profesional.\nFinancial Statement Enthusiast | Investor Since 2016\n\n.\n\nFor business inquiries:\nWhatsApp (Edwin): +62-821-2424-0040\nInstagram DM: \nEmail: analisislaporankeuangansaham\n\n.\n\n⚠️ Disclaimer ⚠️\n• Seluruh isi analisis bertujuan untuk edukasi dan informasi umum, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu.\n• Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.\n• Analisis laporan keuangan yang disajikan dalam video ini hanya merupakan sebagian kecil dari analisis fundamental perusahaan. Faktor-faktor lain seperti prospek industri, kondisi ekonomi, strategi bisnis, kualitas manajemen, risiko usaha, dan berbagai aspek lainnya perlu dianalisis secara mandiri oleh masing-masing investor.\n• Video ini tidak membahas maupun memprediksi pergerakan harga saham. Harga saham pada akhirnya ditentukan oleh mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik fundamental maupun non-fundamental.\n• Metode valuasi yang digunakan dalam video ini hanya menggunakan rasio PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earnings Ratio) sebagai pendekatan sederhana. Metode tersebut bukan satu-satunya cara untuk menilai nilai wajar suatu perusahaan.\n• Jika Anda memiliki metode valuasi lain yang dianggap lebih sesuai, lebih lengkap, atau lebih akurat untuk perusahaan yang dibahas, silakan digunakan dan dihitung secara mandiri.\n• Valuasi saham bersifat subjektif dan relatif. Nilai wajar yang diperoleh dapat berbeda antara satu investor dengan investor lainnya, tergantung asumsi, metode, tingkat risiko, dan ekspektasi masing-masing.\n\n.\n\nLink template Excel v4.2 saya bisa Anda download di sini:\nhttps://docs.google.com/spreadsheets/...\nPassword: alkedwin\n\n.\n\n#SahamBBCA #AnalisisLaporanKeuangan #AnalisisSaham \n#AnalisisFundamentalSaham #ValueInvesting #InvestasiSaham \n#EdukasiSaham #BelajarSaham #AnalisisEmiten \n#StrategiInvestasiSaham #SahamUndervalue #SahamIndonesia \n#IndonesiaStockExchange #BursaEfekIndonesia #IDX", "post_id": "lpJN_iJKzMg"}}, {"key": "analisislaporankeuangan", "attributes": {"label": "analisislaporankeuangan", "x": 151.41134908019805, "y": 890.848430887266, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.5961, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lpJN_iJKzMg", "id": "analisislaporankeuangan", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA 2026 Q1 Overvalued? DY 4,9% . PBV 4,9x . PER 12x\n\nBBCA 2026 Q1 Overvalued? DY 4,9% . PBV 4,9x . PER 12x\n\n.\n\nPanduan Lengkap Prinsip Investasi Saham dan Strategi DCA Versi Analisis Laporan Keuangan oleh Edwin\n   • Panduan Lengkap Prinsip Investasi Saham da...  \n\n.\n\nAnalisis Laporan Keuangan oleh Edwin\nNetral. Rasional. Profesional.\nFinancial Statement Enthusiast | Investor Since 2016\n\n.\n\nFor business inquiries:\nWhatsApp (Edwin): +62-821-2424-0040\nInstagram DM: \nEmail: analisislaporankeuangansaham\n\n.\n\n⚠️ Disclaimer ⚠️\n• Seluruh isi analisis bertujuan untuk edukasi dan informasi umum, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu.\n• Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.\n• Analisis laporan keuangan yang disajikan dalam video ini hanya merupakan sebagian kecil dari analisis fundamental perusahaan. Faktor-faktor lain seperti prospek industri, kondisi ekonomi, strategi bisnis, kualitas manajemen, risiko usaha, dan berbagai aspek lainnya perlu dianalisis secara mandiri oleh masing-masing investor.\n• Video ini tidak membahas maupun memprediksi pergerakan harga saham. Harga saham pada akhirnya ditentukan oleh mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik fundamental maupun non-fundamental.\n• Metode valuasi yang digunakan dalam video ini hanya menggunakan rasio PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earnings Ratio) sebagai pendekatan sederhana. Metode tersebut bukan satu-satunya cara untuk menilai nilai wajar suatu perusahaan.\n• Jika Anda memiliki metode valuasi lain yang dianggap lebih sesuai, lebih lengkap, atau lebih akurat untuk perusahaan yang dibahas, silakan digunakan dan dihitung secara mandiri.\n• Valuasi saham bersifat subjektif dan relatif. Nilai wajar yang diperoleh dapat berbeda antara satu investor dengan investor lainnya, tergantung asumsi, metode, tingkat risiko, dan ekspektasi masing-masing.\n\n.\n\nLink template Excel v4.2 saya bisa Anda download di sini:\nhttps://docs.google.com/spreadsheets/...\nPassword: alkedwin\n\n.\n\n#SahamBBCA #AnalisisLaporanKeuangan #AnalisisSaham \n#AnalisisFundamentalSaham #ValueInvesting #InvestasiSaham \n#EdukasiSaham #BelajarSaham #AnalisisEmiten \n#StrategiInvestasiSaham #SahamUndervalue #SahamIndonesia \n#IndonesiaStockExchange #BursaEfekIndonesia #IDX", "post_id": "lpJN_iJKzMg"}}], "edges": [{"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@AnalisisLaporanKeuangan", "source": "@AnalisisLaporanKeuangan", "target": "analisislaporankeuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}