{"nodes": [{"key": "AzmyaSabin40596", "attributes": {"label": "AzmyaSabin40596", "x": 51.835631275504724, "y": 321.77553010822703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 83.5073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070442905223999991", "id": "AzmyaSabin40596", "source": "retweet-000002", "content": "[BREAKING] Demi Menjaga Nilai Rupiah, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga 25 bps ke 5,75%\n\nBank Indonesia resmi menaikka…", "post_id": "2070442905223999991"}}, {"key": "ahmdadhan_", "attributes": {"label": "ahmdadhan_", "x": 480.28304689807965, "y": 509.6681732050341, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 118.9979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2070442905223999991", "id": "ahmdadhan_", "source": "retweet-000002", "content": "[BREAKING] Demi Menjaga Nilai Rupiah, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga 25 bps ke 5,75%\n\nBank Indonesia resmi menaikka…", "post_id": "2070442905223999991"}}, {"key": "albreetttt", "attributes": {"label": "albreetttt", "x": 422.08739804070495, "y": 743.3376058886283, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 83.5073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070326492308066538", "id": "albreetttt", "source": "tweet-000004", "content": "Gimana itu bi., sekuat apa bi mau tahan rupiah kalo masalah utamanya gak diperbaiki? Kebijakan terbodoh yang pernah ada sih ini.. naikin suku bunga saat ekonomi lesu demi nilai tukar.", "post_id": "2070326492308066538"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 610.3999710352275, "y": 648.1312519207188, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 154.4886, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070326492308066538", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Gimana itu bi., sekuat apa bi mau tahan rupiah kalo masalah utamanya gak diperbaiki? Kebijakan terbodoh yang pernah ada sih ini.. naikin suku bunga saat ekonomi lesu demi nilai tukar.", "post_id": "2070326492308066538"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 306.2794070217589, "y": 348.77159740179576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 83.5073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tMdI0E3etSg", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "WADUH! BI Terlambat Menaikan Suku Bunga, Negara Rugi 100 Triliun & Rupiah Tembus 18.000?!\n\nWADUH! Bank Indonesia (BI) dinilai terlambat mengambil tindakan hingga membuat biaya penyesuaian ekonomi kita semakin mahal. Nilai tukar Rupiah merosot tajam hingga menembus level 18.000 per Dollar AS!\n\nMerespons hal ini, BI langsung menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebanyak 3 kali dengan total kenaikan 100 basis poin (1%) sejak Mei 2026. Namun, langkah ini dinilai publik sebagai bentuk kepanikan yang reaktif, bukan langkah antisipatif yang matang.\n\nMengapa kebijakan moneter ini disebut terlambat? Apa dampak mengerikannya bagi kantong masyarakat dan kas negara?\nSimak analisis tajam dan kritis mengenai tren perang suku bunga global, pandangan para ekonom dari CELIOS, ISEI, hingga UNDIP selengkapnya di video  kali ini!\n\nBagaimana pendapat Anda tentang kebijakan Bank Indonesia saat ini? Apakah bauran moneter ini bisa menyelamatkan ekonomi kita atau justru memperdalam pelemahan? Tulis analisis dan opini Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #Rupiah18000 #sukubungabi  #birate  #ekonomiindonesia  #bankindonesia  #krisisekonomi  #krisisekonomi  #hardnews  #FiskalNegara #DayaBeliMasyarakat #rupiah #beritaekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "tMdI0E3etSg"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 589.897430740417, "y": 122.89344238942479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 154.4886, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tMdI0E3etSg", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "WADUH! BI Terlambat Menaikan Suku Bunga, Negara Rugi 100 Triliun & Rupiah Tembus 18.000?!\n\nWADUH! Bank Indonesia (BI) dinilai terlambat mengambil tindakan hingga membuat biaya penyesuaian ekonomi kita semakin mahal. Nilai tukar Rupiah merosot tajam hingga menembus level 18.000 per Dollar AS!\n\nMerespons hal ini, BI langsung menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebanyak 3 kali dengan total kenaikan 100 basis poin (1%) sejak Mei 2026. Namun, langkah ini dinilai publik sebagai bentuk kepanikan yang reaktif, bukan langkah antisipatif yang matang.\n\nMengapa kebijakan moneter ini disebut terlambat? Apa dampak mengerikannya bagi kantong masyarakat dan kas negara?\nSimak analisis tajam dan kritis mengenai tren perang suku bunga global, pandangan para ekonom dari CELIOS, ISEI, hingga UNDIP selengkapnya di video  kali ini!\n\nBagaimana pendapat Anda tentang kebijakan Bank Indonesia saat ini? Apakah bauran moneter ini bisa menyelamatkan ekonomi kita atau justru memperdalam pelemahan? Tulis analisis dan opini Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #Rupiah18000 #sukubungabi  #birate  #ekonomiindonesia  #bankindonesia  #krisisekonomi  #krisisekonomi  #hardnews  #FiskalNegara #DayaBeliMasyarakat #rupiah #beritaekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "tMdI0E3etSg"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "attributes": {"label": "@MetrotvjatengDiy", "x": 658.9363624634458, "y": 727.6629844984296, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 83.5073, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "kD3hDQuVaY0", "id": "@MetrotvjatengDiy", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "kD3hDQuVaY0"}}, {"key": "metrotv_jateng_diy", "attributes": {"label": "metrotv_jateng_diy", "x": 823.0023210216314, "y": 539.3475864421882, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 118.9979, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kD3hDQuVaY0", "id": "metrotv_jateng_diy", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "kD3hDQuVaY0"}}, {"key": "metrotvjateng", "attributes": {"label": "metrotvjateng", "x": 332.4946232676497, "y": 464.73451268051116, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 118.9979, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kD3hDQuVaY0", "id": "metrotvjateng", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "kD3hDQuVaY0"}}], "edges": [{"key": "AzmyaSabin40596", "source": "AzmyaSabin40596", "target": "ahmdadhan_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AzmyaSabin40596", "source": "AzmyaSabin40596", "target": "ahmdadhan_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "albreetttt", "source": "albreetttt", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "source": "@MetrotvjatengDiy", "target": "metrotv_jateng_diy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "source": "@MetrotvjatengDiy", "target": "metrotvjateng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}