{"nodes": [{"key": "AzmyaSabin40596", "attributes": {"label": "AzmyaSabin40596", "x": 908.7129098459505, "y": 660.7603860834924, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2070442905223999991", "id": "AzmyaSabin40596", "source": "retweet-000002", "content": "[BREAKING] Demi Menjaga Nilai Rupiah, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga 25 bps ke 5,75%\n\nBank Indonesia resmi menaikka…", "post_id": "2070442905223999991"}}, {"key": "ahmdadhan_", "attributes": {"label": "ahmdadhan_", "x": 976.1155350002635, "y": 482.5840294794791, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 103.0741, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2070442905223999991", "id": "ahmdadhan_", "source": "retweet-000002", "content": "[BREAKING] Demi Menjaga Nilai Rupiah, Bank Indonesia Naikkan Lagi Suku Bunga 25 bps ke 5,75%\n\nBank Indonesia resmi menaikka…", "post_id": "2070442905223999991"}}, {"key": "MrKazooBitcoin", "attributes": {"label": "MrKazooBitcoin", "x": 145.2847599876389, "y": 120.79329267934314, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070334565110231550", "id": "MrKazooBitcoin", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia perlu menaikan suku bunga sampai dengan 1000bps", "post_id": "2070334565110231550"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 674.1221915680236, "y": 274.1532693763999, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 133.8156, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2070334565110231550", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia perlu menaikan suku bunga sampai dengan 1000bps", "post_id": "2070334565110231550"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 666.3328692913964, "y": 183.85406629779732, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tMdI0E3etSg", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "WADUH! BI Terlambat Menaikan Suku Bunga, Negara Rugi 100 Triliun & Rupiah Tembus 18.000?!\n\nWADUH! Bank Indonesia (BI) dinilai terlambat mengambil tindakan hingga membuat biaya penyesuaian ekonomi kita semakin mahal. Nilai tukar Rupiah merosot tajam hingga menembus level 18.000 per Dollar AS!\n\nMerespons hal ini, BI langsung menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebanyak 3 kali dengan total kenaikan 100 basis poin (1%) sejak Mei 2026. Namun, langkah ini dinilai publik sebagai bentuk kepanikan yang reaktif, bukan langkah antisipatif yang matang.\n\nMengapa kebijakan moneter ini disebut terlambat? Apa dampak mengerikannya bagi kantong masyarakat dan kas negara?\nSimak analisis tajam dan kritis mengenai tren perang suku bunga global, pandangan para ekonom dari CELIOS, ISEI, hingga UNDIP selengkapnya di video  kali ini!\n\nBagaimana pendapat Anda tentang kebijakan Bank Indonesia saat ini? Apakah bauran moneter ini bisa menyelamatkan ekonomi kita atau justru memperdalam pelemahan? Tulis analisis dan opini Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #Rupiah18000 #sukubungabi  #birate  #ekonomiindonesia  #bankindonesia  #krisisekonomi  #krisisekonomi  #hardnews  #FiskalNegara #DayaBeliMasyarakat #rupiah #beritaekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "tMdI0E3etSg"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 781.3055369573616, "y": 942.9737128500487, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 133.8156, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tMdI0E3etSg", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "WADUH! BI Terlambat Menaikan Suku Bunga, Negara Rugi 100 Triliun & Rupiah Tembus 18.000?!\n\nWADUH! Bank Indonesia (BI) dinilai terlambat mengambil tindakan hingga membuat biaya penyesuaian ekonomi kita semakin mahal. Nilai tukar Rupiah merosot tajam hingga menembus level 18.000 per Dollar AS!\n\nMerespons hal ini, BI langsung menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebanyak 3 kali dengan total kenaikan 100 basis poin (1%) sejak Mei 2026. Namun, langkah ini dinilai publik sebagai bentuk kepanikan yang reaktif, bukan langkah antisipatif yang matang.\n\nMengapa kebijakan moneter ini disebut terlambat? Apa dampak mengerikannya bagi kantong masyarakat dan kas negara?\nSimak analisis tajam dan kritis mengenai tren perang suku bunga global, pandangan para ekonom dari CELIOS, ISEI, hingga UNDIP selengkapnya di video  kali ini!\n\nBagaimana pendapat Anda tentang kebijakan Bank Indonesia saat ini? Apakah bauran moneter ini bisa menyelamatkan ekonomi kita atau justru memperdalam pelemahan? Tulis analisis dan opini Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #Rupiah18000 #sukubungabi  #birate  #ekonomiindonesia  #bankindonesia  #krisisekonomi  #krisisekonomi  #hardnews  #FiskalNegara #DayaBeliMasyarakat #rupiah #beritaekonomi \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "tMdI0E3etSg"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 174.35967922877182, "y": 481.3303516822182, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vwg6i25DYoo", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Survei Kelas Menengah Terengah-engah? Peneliti Litbang Kompas Singgung Pertamax-KPR\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Siapa bilang Pertamax hanya digunakan oleh kelas atas? Nyatanya, kelas menengah dan rentan miskin justru berkontribusi besar dalam konsumsi Pertamax, termasuk para pengemudi ojek daring yang saat ini harus putar otak di tengah himpitan efek bola salju ekonomi.\n\nBukan hanya kenaikan harga Pertamax yang kian menghimpit, kelas menengah juga dibebani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Cicilan KPR akan semakin tinggi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.\n\nHasil survei Litbang Kompas merekam tekanan ekonomi paling berat dirasakan oleh kelas menengah. Pendapatan kelompok ini minim, biaya hidup terus naik, dan mereka tidak menerima bantuan sosial.\n\nSimak pembahasannya bersama Peneliti Litbang Kompas, Agustina Purwanti dalam Kompas Bisnis pada Jumat (26/6/2026).\n\n#pertamax #kpr #kelasmenengah #litbangkompas \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vwg6i25DYoo"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 809.3862506544036, "y": 938.4298412768271, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 133.8156, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vwg6i25DYoo", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Survei Kelas Menengah Terengah-engah? Peneliti Litbang Kompas Singgung Pertamax-KPR\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Siapa bilang Pertamax hanya digunakan oleh kelas atas? Nyatanya, kelas menengah dan rentan miskin justru berkontribusi besar dalam konsumsi Pertamax, termasuk para pengemudi ojek daring yang saat ini harus putar otak di tengah himpitan efek bola salju ekonomi.\n\nBukan hanya kenaikan harga Pertamax yang kian menghimpit, kelas menengah juga dibebani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Cicilan KPR akan semakin tinggi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.\n\nHasil survei Litbang Kompas merekam tekanan ekonomi paling berat dirasakan oleh kelas menengah. Pendapatan kelompok ini minim, biaya hidup terus naik, dan mereka tidak menerima bantuan sosial.\n\nSimak pembahasannya bersama Peneliti Litbang Kompas, Agustina Purwanti dalam Kompas Bisnis pada Jumat (26/6/2026).\n\n#pertamax #kpr #kelasmenengah #litbangkompas \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vwg6i25DYoo"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 152.87302842869943, "y": 655.1702988071805, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 72.3327, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "WHIF_JNsJ5g", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Survei Tunjukkan Kelas Menengah Terengah-engah, Peneliti Litbang Kompas Soroti Harga Pertamax& KPR\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Siapa bilang Pertamax hanya digunakan oleh kelas atas? Nyatanya, kelas menengah dan rentan miskin justru berkontribusi besar dalam konsumsi Pertamax, termasuk para pengemudi ojek daring yang saat ini harus putar otak di tengah himpitan efek bola salju ekonomi.\n\nBukan hanya kenaikan harga Pertamax yang kian menghimpit, kelas menengah juga dibebani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Cicilan KPR akan semakin tinggi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.\n\nHasil survei Litbang Kompas merekam tekanan ekonomi paling berat dirasakan oleh kelas menengah. Pendapatan kelompok ini minim, biaya hidup terus naik, dan mereka tidak menerima bantuan sosial.\n\nSimak pembahasannya bersama Peneliti Litbang Kompas, Agustina Purwanti dalam Kompas Bisnis pada Jumat (26/6/2026).\n\n#pertamax #kpr #kelasmenengah #litbangkompas \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "WHIF_JNsJ5g"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 736.9891290652192, "y": 938.5071637507277, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 133.8156, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "WHIF_JNsJ5g", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Survei Tunjukkan Kelas Menengah Terengah-engah, Peneliti Litbang Kompas Soroti Harga Pertamax& KPR\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Siapa bilang Pertamax hanya digunakan oleh kelas atas? Nyatanya, kelas menengah dan rentan miskin justru berkontribusi besar dalam konsumsi Pertamax, termasuk para pengemudi ojek daring yang saat ini harus putar otak di tengah himpitan efek bola salju ekonomi.\n\nBukan hanya kenaikan harga Pertamax yang kian menghimpit, kelas menengah juga dibebani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Cicilan KPR akan semakin tinggi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.\n\nHasil survei Litbang Kompas merekam tekanan ekonomi paling berat dirasakan oleh kelas menengah. Pendapatan kelompok ini minim, biaya hidup terus naik, dan mereka tidak menerima bantuan sosial.\n\nSimak pembahasannya bersama Peneliti Litbang Kompas, Agustina Purwanti dalam Kompas Bisnis pada Jumat (26/6/2026).\n\n#pertamax #kpr #kelasmenengah #litbangkompas \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "WHIF_JNsJ5g"}}], "edges": [{"key": "AzmyaSabin40596", "source": "AzmyaSabin40596", "target": "ahmdadhan_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AzmyaSabin40596", "source": "AzmyaSabin40596", "target": "ahmdadhan_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MrKazooBitcoin", "source": "MrKazooBitcoin", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}