{"nodes": [{"key": "chikagm18", "attributes": {"label": "chikagm18", "x": 95.62601007588323, "y": 304.3042784309014, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7604703718998609159", "id": "chikagm18", "source": "tiktok-000001", "content": "Amerika Serikat dan Jepang menjadi dua poros penting ketidakpastian global 2026. Di AS, perlambatan pasar tenaga kerja membatasi ruang gerak kebijakan moneter. Sementara Jepang menunjukkan stabilitas politik, namun masih menghadapi tekanan inflasi dan pelemahan mata uang. Memahami dinamika dua ekonomi besar ini penting untuk membaca arah pasar dan risiko global ke depan. 💡Tingkatkan literasi dan pemahaman pasar melalui kelas edukasi keuangan online via Zoom bersama Graha Mandiri 18  Aswin  #ekonomiglobal #marketupdate #gm18 #imperiumstrategy #didimaxjakarta", "post_id": "7604703718998609159"}}, {"key": "Reza", "attributes": {"label": "Reza", "x": 913.1022832522364, "y": 551.4575045899777, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 51.7638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7604703718998609159", "id": "Reza", "source": "tiktok-000001", "content": "Amerika Serikat dan Jepang menjadi dua poros penting ketidakpastian global 2026. Di AS, perlambatan pasar tenaga kerja membatasi ruang gerak kebijakan moneter. Sementara Jepang menunjukkan stabilitas politik, namun masih menghadapi tekanan inflasi dan pelemahan mata uang. Memahami dinamika dua ekonomi besar ini penting untuk membaca arah pasar dan risiko global ke depan. 💡Tingkatkan literasi dan pemahaman pasar melalui kelas edukasi keuangan online via Zoom bersama Graha Mandiri 18  Aswin  #ekonomiglobal #marketupdate #gm18 #imperiumstrategy #didimaxjakarta", "post_id": "7604703718998609159"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 139.3653051093483, "y": 329.44518526188915, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7654946331953253653", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Warning Keras! MSCI Wanti-wanti Risiko Pasar Modal Indonesia Turun Kelas Menjadi Frontier Market Akibat Isu Transparansi 📊 Kelalaian otoritas bursa dalam menuntaskan skandal manipulasi transaksi terstruktur kini berbuah ancaman degradasi sistemik setelah pengumuman resmi MSCI 2026 Market Classification Review menempatkan posisi Indonesia di ujung tanduk dari kelompok Emerging Market menuju pasar terbelakang (Frontier Market). 📄 Berdasarkan dokumen rilis fungsional lembaga penyedia indeks global tersebut, kekhawatiran akut para investor institusional internasional berakar pada tidak transparannya struktur kepemilikan saham emiten serta maraknya indikasi praktik perdagangan semu yang terkoordinasi di lapangan. 📋 Penilaian buruk ini diperparah oleh anjloknya skor kriteria aliran informasi (information flow) yang membatasi kalkulasi jumlah saham beredar (free float) riil masyarakat bawah luar kota sebelum tenggat peninjauan final pada November mendatang. 🔍 Di sisi lain, MSCI tetap mengapresiasi rangkaian reformasi taktis yang tengah digulirkan oleh Self-Regulatory Organization (SRO) bersama  dalam meningkatkan keterbukaan publik. 📉 Langkah pembenahan internal tersebut mencakup kewajiban publikasi profil pemegang saham di atas satu persen, penguatan instrumen pengawasan High Shareholding Concentration (HSC), serta target pemenuhan porsi kepemilikan publik makro minimal sebesar lima belas persen secara obyektif. 📊 Ketua Dewan Komisioner  dituntut bergerak taktis melakukan pembersihan menyeluruh terhadap jaringan mafia goreng saham tanpa tebang pilih agar marwah serta integritas ekosistem investasi nasional tidak hancur akibat arogansi ego sektoral para spekulan rente ekonomi. 🎯 Menurut analisis Anda, mampukah BEI membenahi masalah transparansi sebelum tenggat evaluasi November mendatang demi mencegah sanksi penurunan kelas?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #PasarModalIndonesia #MSCIReview2026 #AncamanFrontierMarket #TransparansiSahamBEI", "post_id": "7654946331953253653"}}, {"key": "IndonesiaStockExchange", "attributes": {"label": "IndonesiaStockExchange", "x": 842.7219569103667, "y": 137.91431681001941, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.8721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654946331953253653", "id": "IndonesiaStockExchange", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Warning Keras! MSCI Wanti-wanti Risiko Pasar Modal Indonesia Turun Kelas Menjadi Frontier Market Akibat Isu Transparansi 📊 Kelalaian otoritas bursa dalam menuntaskan skandal manipulasi transaksi terstruktur kini berbuah ancaman degradasi sistemik setelah pengumuman resmi MSCI 2026 Market Classification Review menempatkan posisi Indonesia di ujung tanduk dari kelompok Emerging Market menuju pasar terbelakang (Frontier Market). 📄 Berdasarkan dokumen rilis fungsional lembaga penyedia indeks global tersebut, kekhawatiran akut para investor institusional internasional berakar pada tidak transparannya struktur kepemilikan saham emiten serta maraknya indikasi praktik perdagangan semu yang terkoordinasi di lapangan. 📋 Penilaian buruk ini diperparah oleh anjloknya skor kriteria aliran informasi (information flow) yang membatasi kalkulasi jumlah saham beredar (free float) riil masyarakat bawah luar kota sebelum tenggat peninjauan final pada November mendatang. 🔍 Di sisi lain, MSCI tetap mengapresiasi rangkaian reformasi taktis yang tengah digulirkan oleh Self-Regulatory Organization (SRO) bersama  dalam meningkatkan keterbukaan publik. 📉 Langkah pembenahan internal tersebut mencakup kewajiban publikasi profil pemegang saham di atas satu persen, penguatan instrumen pengawasan High Shareholding Concentration (HSC), serta target pemenuhan porsi kepemilikan publik makro minimal sebesar lima belas persen secara obyektif. 📊 Ketua Dewan Komisioner  dituntut bergerak taktis melakukan pembersihan menyeluruh terhadap jaringan mafia goreng saham tanpa tebang pilih agar marwah serta integritas ekosistem investasi nasional tidak hancur akibat arogansi ego sektoral para spekulan rente ekonomi. 🎯 Menurut analisis Anda, mampukah BEI membenahi masalah transparansi sebelum tenggat evaluasi November mendatang demi mencegah sanksi penurunan kelas?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #PasarModalIndonesia #MSCIReview2026 #AncamanFrontierMarket #TransparansiSahamBEI", "post_id": "7654946331953253653"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 771.5903794623723, "y": 365.422906242981, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.8721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654946331953253653", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Warning Keras! MSCI Wanti-wanti Risiko Pasar Modal Indonesia Turun Kelas Menjadi Frontier Market Akibat Isu Transparansi 📊 Kelalaian otoritas bursa dalam menuntaskan skandal manipulasi transaksi terstruktur kini berbuah ancaman degradasi sistemik setelah pengumuman resmi MSCI 2026 Market Classification Review menempatkan posisi Indonesia di ujung tanduk dari kelompok Emerging Market menuju pasar terbelakang (Frontier Market). 📄 Berdasarkan dokumen rilis fungsional lembaga penyedia indeks global tersebut, kekhawatiran akut para investor institusional internasional berakar pada tidak transparannya struktur kepemilikan saham emiten serta maraknya indikasi praktik perdagangan semu yang terkoordinasi di lapangan. 📋 Penilaian buruk ini diperparah oleh anjloknya skor kriteria aliran informasi (information flow) yang membatasi kalkulasi jumlah saham beredar (free float) riil masyarakat bawah luar kota sebelum tenggat peninjauan final pada November mendatang. 🔍 Di sisi lain, MSCI tetap mengapresiasi rangkaian reformasi taktis yang tengah digulirkan oleh Self-Regulatory Organization (SRO) bersama  dalam meningkatkan keterbukaan publik. 📉 Langkah pembenahan internal tersebut mencakup kewajiban publikasi profil pemegang saham di atas satu persen, penguatan instrumen pengawasan High Shareholding Concentration (HSC), serta target pemenuhan porsi kepemilikan publik makro minimal sebesar lima belas persen secara obyektif. 📊 Ketua Dewan Komisioner  dituntut bergerak taktis melakukan pembersihan menyeluruh terhadap jaringan mafia goreng saham tanpa tebang pilih agar marwah serta integritas ekosistem investasi nasional tidak hancur akibat arogansi ego sektoral para spekulan rente ekonomi. 🎯 Menurut analisis Anda, mampukah BEI membenahi masalah transparansi sebelum tenggat evaluasi November mendatang demi mencegah sanksi penurunan kelas?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #PasarModalIndonesia #MSCIReview2026 #AncamanFrontierMarket #TransparansiSahamBEI", "post_id": "7654946331953253653"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 809.1383774791901, "y": 986.1892769218372, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "HK0v3n1TsBY", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Trump Tiba-Tiba Bilang ‘I’m The Boss’ Bikin Tertawa Pemimpin Negara KTT G7 2026\n\nPRANCIS, KOMPAS.TV - Para pemimpin dalam KTT G7 berkumpul untuk melakukan pembicaraan informal menjelang sesi mengenai ketidakseimbangan ekonomi global pada Rabu (18/6/2026).\n\nDalam momen itu, Presiden AS Donald Trump mencuri perhatian saat tiba-tiba bilang “I’m the boss” sesaat setelah tiba di ruangan rapat.\n\nSontan celetukan Trump tersebut membuat tertawa para pemimpin KTT G7 2026 yang berada di ruangan.\n\nDalam diskusi tersebut, para pemimpin negara berfokus pada ketegangan perdagangan, kebijakan nilai tukar, kenaikan biaya energi, serta kekhawatiran atas pertumbuhan global yang tidak merata.\n\nPara pemimpin juga bertukar pandangan mengenai penguatan kerja sama ekonomi dan menjaga stabilitas di pasar keuangan internasional.\n\nVideo Editor: Joshua\nProduser: Theo Reza\n\n#trump #g7 #prancis\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "HK0v3n1TsBY"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 744.3064387430736, "y": 480.1376124143379, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.7638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HK0v3n1TsBY", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Trump Tiba-Tiba Bilang ‘I’m The Boss’ Bikin Tertawa Pemimpin Negara KTT G7 2026\n\nPRANCIS, KOMPAS.TV - Para pemimpin dalam KTT G7 berkumpul untuk melakukan pembicaraan informal menjelang sesi mengenai ketidakseimbangan ekonomi global pada Rabu (18/6/2026).\n\nDalam momen itu, Presiden AS Donald Trump mencuri perhatian saat tiba-tiba bilang “I’m the boss” sesaat setelah tiba di ruangan rapat.\n\nSontan celetukan Trump tersebut membuat tertawa para pemimpin KTT G7 2026 yang berada di ruangan.\n\nDalam diskusi tersebut, para pemimpin negara berfokus pada ketegangan perdagangan, kebijakan nilai tukar, kenaikan biaya energi, serta kekhawatiran atas pertumbuhan global yang tidak merata.\n\nPara pemimpin juga bertukar pandangan mengenai penguatan kerja sama ekonomi dan menjaga stabilitas di pasar keuangan internasional.\n\nVideo Editor: Joshua\nProduser: Theo Reza\n\n#trump #g7 #prancis\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "HK0v3n1TsBY"}}, {"key": "@GeoMoneyTV", "attributes": {"label": "@GeoMoneyTV", "x": 368.81111141624024, "y": 963.5214747250593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "69VC5zck344", "id": "@GeoMoneyTV", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Energi Rahasia yang Bisa Mengubah Kekuatan Global | GeoMoney TV\n\nRusia adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, namun menghadapi kekurangan bahan bakar di dalam negeri sementara mengekspor sejumlah besar minyak mentah ke luar negeri. Dalam video ini, kita akan membahas bagaimana serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kilang minyak Rusia mengganggu sistem energi negara tersebut, mengapa kapasitas penyulingan lebih penting daripada produksi minyak saja, dan bagaimana serangan ini menciptakan tekanan ekonomi dan militer baru. Kita juga akan meneliti peran sanksi, armada bayangan, harga minyak global, dan keputusan kebijakan Barat untuk memahami bagaimana energi, uang, dan kekuasaan bergeser dalam salah satu konflik geopolitik terpenting di dunia.\n\n✨Tetap terupdate dengan Platform Intelijen GeoMoney✨\nhttps://www.geomoneytv.com\n\n🍁 Tentang GeoMoney TV 🍁\nKami menguraikan bagaimana uang, sumber daya, dan keputusan kebijakan menggeser kekuasaan global. Dari bank sentral hingga sanksi, jalur energi hingga perang dagang — setiap episode mengikuti satu pertanyaan:\n“Ke mana kekuatan dan uang berpindah, dan mengapa itu penting?”\n\nKisah-kisah kami menghubungkan:\n💰 Moneter & Makro — Inflasi, utang, mata uang, dan kebijakan bank sentral.\n\n🛰️ Geopolitik & Keamanan — Sanksi, aliansi, dan blok global baru.\n\n⚙️ Perdagangan & Sumber Daya — Rantai pasokan, titik hambatan, dan pengaruh manufaktur.\n\n⚡ Energi & Teknologi — Minyak, energi terbarukan, AI, dan perebutan kekuasaan infrastruktur.\n\n₿ Mata Uang Digital (Selektif) — Hanya ketika kripto bersinggungan dengan pergeseran makro global.\n\n✨ 𝐉𝐨𝐢𝐧 𝗚𝗲𝗼𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗧𝗩 ✨\n   /   \n\n🎥𝑶𝒕𝒉𝒆𝒓 𝑽𝒊𝒅𝒆𝒐𝒔🎥\n📌 Jebakan $35 Triliun: Bagaimana Kekuatan Asing Diam-diam Mengendalikan Amerika | GeoMoney TV\n🔗    • The $35 Trillion Trap: How Foreign Powers ...  \n📌 BRICS vs Dolar: Revolusi Keuangan Mengejutkan yang Tidak Dapat Anda Abaikan | GeoMoney TV\n🔗   • BRICS vs Dollar: The Shocking Financial Re...  \n\nTerima kasih telah menonton: Perang Energi Rahasia yang Dapat Membentuk Kembali Kekuatan Global | GeoMoney TV\n\n#russia #ukrainewar #russiaoil #oilmarket #geopolitics #globaleconomy #energymarket\n\nPencarian Terkait:\nmengapa russia mengimpor bensin\nkekurangan bahan bakar russia 2026\nukraina menyerang kilang minyak russia\ncara kerja kilang minyak russia\nmengapa russia mengekspor minyak tetapi kekurangan bahan bakar\nstrategi drone ukraina dijelaskan\nkekurangan bahan bakar russia dijelaskan\nanalisis ekspor minyak russia", "post_id": "69VC5zck344"}}, {"key": "geomoneytv", "attributes": {"label": "geomoneytv", "x": 201.76996725650187, "y": 721.9301366633514, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.7638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "69VC5zck344", "id": "geomoneytv", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Energi Rahasia yang Bisa Mengubah Kekuatan Global | GeoMoney TV\n\nRusia adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, namun menghadapi kekurangan bahan bakar di dalam negeri sementara mengekspor sejumlah besar minyak mentah ke luar negeri. Dalam video ini, kita akan membahas bagaimana serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap kilang minyak Rusia mengganggu sistem energi negara tersebut, mengapa kapasitas penyulingan lebih penting daripada produksi minyak saja, dan bagaimana serangan ini menciptakan tekanan ekonomi dan militer baru. Kita juga akan meneliti peran sanksi, armada bayangan, harga minyak global, dan keputusan kebijakan Barat untuk memahami bagaimana energi, uang, dan kekuasaan bergeser dalam salah satu konflik geopolitik terpenting di dunia.\n\n✨Tetap terupdate dengan Platform Intelijen GeoMoney✨\nhttps://www.geomoneytv.com\n\n🍁 Tentang GeoMoney TV 🍁\nKami menguraikan bagaimana uang, sumber daya, dan keputusan kebijakan menggeser kekuasaan global. Dari bank sentral hingga sanksi, jalur energi hingga perang dagang — setiap episode mengikuti satu pertanyaan:\n“Ke mana kekuatan dan uang berpindah, dan mengapa itu penting?”\n\nKisah-kisah kami menghubungkan:\n💰 Moneter & Makro — Inflasi, utang, mata uang, dan kebijakan bank sentral.\n\n🛰️ Geopolitik & Keamanan — Sanksi, aliansi, dan blok global baru.\n\n⚙️ Perdagangan & Sumber Daya — Rantai pasokan, titik hambatan, dan pengaruh manufaktur.\n\n⚡ Energi & Teknologi — Minyak, energi terbarukan, AI, dan perebutan kekuasaan infrastruktur.\n\n₿ Mata Uang Digital (Selektif) — Hanya ketika kripto bersinggungan dengan pergeseran makro global.\n\n✨ 𝐉𝐨𝐢𝐧 𝗚𝗲𝗼𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗧𝗩 ✨\n   /   \n\n🎥𝑶𝒕𝒉𝒆𝒓 𝑽𝒊𝒅𝒆𝒐𝒔🎥\n📌 Jebakan $35 Triliun: Bagaimana Kekuatan Asing Diam-diam Mengendalikan Amerika | GeoMoney TV\n🔗    • The $35 Trillion Trap: How Foreign Powers ...  \n📌 BRICS vs Dolar: Revolusi Keuangan Mengejutkan yang Tidak Dapat Anda Abaikan | GeoMoney TV\n🔗   • BRICS vs Dollar: The Shocking Financial Re...  \n\nTerima kasih telah menonton: Perang Energi Rahasia yang Dapat Membentuk Kembali Kekuatan Global | GeoMoney TV\n\n#russia #ukrainewar #russiaoil #oilmarket #geopolitics #globaleconomy #energymarket\n\nPencarian Terkait:\nmengapa russia mengimpor bensin\nkekurangan bahan bakar russia 2026\nukraina menyerang kilang minyak russia\ncara kerja kilang minyak russia\nmengapa russia mengekspor minyak tetapi kekurangan bahan bakar\nstrategi drone ukraina dijelaskan\nkekurangan bahan bakar russia dijelaskan\nanalisis ekspor minyak russia", "post_id": "69VC5zck344"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 348.6948570205333, "y": 661.9847472733446, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "r9C_7BVmQrg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "AS Kendalikan Aset Iran Bernilai Rp1.870 Triliun, Hanya Bisa Beli Barang Amerika  | IDXC UPDATE\n\nAset Iran senilai sekitar Rp1.870 triliun dikabarkan berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan pembatasan penggunaan yang ketat, termasuk hanya dapat dimanfaatkan untuk pembelian barang tertentu dari AS. Benarkah kebijakan ini menjadi bentuk tekanan ekonomi terhadap Teheran?                                                                                       #idxcupdate #asvsiran #iranwar \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "r9C_7BVmQrg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 623.750309491276, "y": 62.42924754615231, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.6792, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "r9C_7BVmQrg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "AS Kendalikan Aset Iran Bernilai Rp1.870 Triliun, Hanya Bisa Beli Barang Amerika  | IDXC UPDATE\n\nAset Iran senilai sekitar Rp1.870 triliun dikabarkan berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan pembatasan penggunaan yang ketat, termasuk hanya dapat dimanfaatkan untuk pembelian barang tertentu dari AS. Benarkah kebijakan ini menjadi bentuk tekanan ekonomi terhadap Teheran?                                                                                       #idxcupdate #asvsiran #iranwar \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "r9C_7BVmQrg"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 860.6155172493868, "y": 856.4531827742221, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.6792, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "r9C_7BVmQrg", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "AS Kendalikan Aset Iran Bernilai Rp1.870 Triliun, Hanya Bisa Beli Barang Amerika  | IDXC UPDATE\n\nAset Iran senilai sekitar Rp1.870 triliun dikabarkan berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan pembatasan penggunaan yang ketat, termasuk hanya dapat dimanfaatkan untuk pembelian barang tertentu dari AS. Benarkah kebijakan ini menjadi bentuk tekanan ekonomi terhadap Teheran?                                                                                       #idxcupdate #asvsiran #iranwar \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "r9C_7BVmQrg"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 681.5513299422371, "y": 560.5335709635863, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.6792, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "r9C_7BVmQrg", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "AS Kendalikan Aset Iran Bernilai Rp1.870 Triliun, Hanya Bisa Beli Barang Amerika  | IDXC UPDATE\n\nAset Iran senilai sekitar Rp1.870 triliun dikabarkan berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan pembatasan penggunaan yang ketat, termasuk hanya dapat dimanfaatkan untuk pembelian barang tertentu dari AS. Benarkah kebijakan ini menjadi bentuk tekanan ekonomi terhadap Teheran?                                                                                       #idxcupdate #asvsiran #iranwar \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "r9C_7BVmQrg"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 893.8574486854561, "y": 847.137199404273, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.6792, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "r9C_7BVmQrg", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "AS Kendalikan Aset Iran Bernilai Rp1.870 Triliun, Hanya Bisa Beli Barang Amerika  | IDXC UPDATE\n\nAset Iran senilai sekitar Rp1.870 triliun dikabarkan berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan pembatasan penggunaan yang ketat, termasuk hanya dapat dimanfaatkan untuk pembelian barang tertentu dari AS. Benarkah kebijakan ini menjadi bentuk tekanan ekonomi terhadap Teheran?                                                                                       #idxcupdate #asvsiran #iranwar \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "r9C_7BVmQrg"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 496.61746005100105, "y": 840.361526534918, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.6792, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "r9C_7BVmQrg", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "AS Kendalikan Aset Iran Bernilai Rp1.870 Triliun, Hanya Bisa Beli Barang Amerika  | IDXC UPDATE\n\nAset Iran senilai sekitar Rp1.870 triliun dikabarkan berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan pembatasan penggunaan yang ketat, termasuk hanya dapat dimanfaatkan untuk pembelian barang tertentu dari AS. Benarkah kebijakan ini menjadi bentuk tekanan ekonomi terhadap Teheran?                                                                                       #idxcupdate #asvsiran #iranwar \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "r9C_7BVmQrg"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 828.5174260507778, "y": 335.4248470115143, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.6792, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "r9C_7BVmQrg", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "AS Kendalikan Aset Iran Bernilai Rp1.870 Triliun, Hanya Bisa Beli Barang Amerika  | IDXC UPDATE\n\nAset Iran senilai sekitar Rp1.870 triliun dikabarkan berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan pembatasan penggunaan yang ketat, termasuk hanya dapat dimanfaatkan untuk pembelian barang tertentu dari AS. Benarkah kebijakan ini menjadi bentuk tekanan ekonomi terhadap Teheran?                                                                                       #idxcupdate #asvsiran #iranwar \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "r9C_7BVmQrg"}}, {"key": "@markets", "attributes": {"label": "@markets", "x": 9.771805053521376, "y": 94.18138362993855, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "49DeXkw2ZJA", "id": "@markets", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Stabil Mendekati $4.000 Saat Pedagang Menimbang Prospek Suku Bunga\n\nHarga emas stabil setelah rilis data ekonomi AS, karena para pedagang sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.\n\nSuki Cooper, Kepala Global: Riset Komoditas di Standard Chartered Bank, membahas pandangannya tentang sektor logam mulia dan mengapa bank sentral membeli emas di tengah penurunan harga.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "49DeXkw2ZJA"}}, {"key": "bloombergbusi...", "attributes": {"label": "bloombergbusi...", "x": 130.69840119806898, "y": 73.05861400532665, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9443, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "49DeXkw2ZJA", "id": "bloombergbusi...", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Stabil Mendekati $4.000 Saat Pedagang Menimbang Prospek Suku Bunga\n\nHarga emas stabil setelah rilis data ekonomi AS, karena para pedagang sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.\n\nSuki Cooper, Kepala Global: Riset Komoditas di Standard Chartered Bank, membahas pandangannya tentang sektor logam mulia dan mengapa bank sentral membeli emas di tengah penurunan harga.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "49DeXkw2ZJA"}}, {"key": "bloombergtechnology", "attributes": {"label": "bloombergtechnology", "x": 29.24845236692908, "y": 405.86468357304574, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9443, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "49DeXkw2ZJA", "id": "bloombergtechnology", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Stabil Mendekati $4.000 Saat Pedagang Menimbang Prospek Suku Bunga\n\nHarga emas stabil setelah rilis data ekonomi AS, karena para pedagang sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.\n\nSuki Cooper, Kepala Global: Riset Komoditas di Standard Chartered Bank, membahas pandangannya tentang sektor logam mulia dan mengapa bank sentral membeli emas di tengah penurunan harga.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "49DeXkw2ZJA"}}, {"key": "business", "attributes": {"label": "business", "x": 247.037690808499, "y": 117.55844294493045, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9443, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "49DeXkw2ZJA", "id": "business", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Stabil Mendekati $4.000 Saat Pedagang Menimbang Prospek Suku Bunga\n\nHarga emas stabil setelah rilis data ekonomi AS, karena para pedagang sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.\n\nSuki Cooper, Kepala Global: Riset Komoditas di Standard Chartered Bank, membahas pandangannya tentang sektor logam mulia dan mengapa bank sentral membeli emas di tengah penurunan harga.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "49DeXkw2ZJA"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 642.9091232735509, "y": 381.42093399938136, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9443, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "49DeXkw2ZJA", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Stabil Mendekati $4.000 Saat Pedagang Menimbang Prospek Suku Bunga\n\nHarga emas stabil setelah rilis data ekonomi AS, karena para pedagang sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.\n\nSuki Cooper, Kepala Global: Riset Komoditas di Standard Chartered Bank, membahas pandangannya tentang sektor logam mulia dan mengapa bank sentral membeli emas di tengah penurunan harga.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "49DeXkw2ZJA"}}, {"key": "bloomberg_espanol", "attributes": {"label": "bloomberg_espanol", "x": 325.71043933216635, "y": 781.8031466306974, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9443, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "49DeXkw2ZJA", "id": "bloomberg_espanol", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Stabil Mendekati $4.000 Saat Pedagang Menimbang Prospek Suku Bunga\n\nHarga emas stabil setelah rilis data ekonomi AS, karena para pedagang sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.\n\nSuki Cooper, Kepala Global: Riset Komoditas di Standard Chartered Bank, membahas pandangannya tentang sektor logam mulia dan mengapa bank sentral membeli emas di tengah penurunan harga.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "49DeXkw2ZJA"}}, {"key": "bloombergpodcasts", "attributes": {"label": "bloombergpodcasts", "x": 583.897446049165, "y": 688.6220713252287, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9443, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "49DeXkw2ZJA", "id": "bloombergpodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Stabil Mendekati $4.000 Saat Pedagang Menimbang Prospek Suku Bunga\n\nHarga emas stabil setelah rilis data ekonomi AS, karena para pedagang sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.\n\nSuki Cooper, Kepala Global: Riset Komoditas di Standard Chartered Bank, membahas pandangannya tentang sektor logam mulia dan mengapa bank sentral membeli emas di tengah penurunan harga.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "49DeXkw2ZJA"}}, {"key": "@MiriamWickertsheim", "attributes": {"label": "@MiriamWickertsheim", "x": 922.330535036117, "y": 577.030469836413, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uC4yLlKXx44", "id": "@MiriamWickertsheim", "source": "youtube-000001", "content": "Masterplan Baja Tiongkok\n\nAnda mungkin mengira industri baja dan bijih besi sudah mapan dan stabil... namun, ini adalah topik HANGAT bagi Tiongkok pada tahun 2026.\n\nTiongkok mengimpor, memproduksi, dan menjual banyak produk bijih besi/baja.\n\nChina memproduksi lebih dari 53% stok global, namun sangat bergantung pada impor melalui jalur laut, sehingga basis industrinya yang besar sangat rentan terhadap guncangan harga eksternal dan, yang lebih buruk, terhadap negara lain.\n\nSeiring meningkatnya gesekan perdagangan internasional dengan Australia menerapkan pajak besar-besaran sebesar 82% pada baja Tiongkok, dan pemogokan berisiko tinggi di Guinea sempat mengganggu proyek bijih besi Simandou, Tiongkok mengambil tindakan.\n\nHari ini, kita akan melihat lebih dekat \"Scret War\" milik Tiongkok. Kami menganalisis bagaimana Beijing secara signifikan bergerak dari seorang pekerja profesional yang patuh kepada pemerintah. 𝗿𝘂𝗹𝗲-𝗺𝗮𝗸𝗲𝗿 oleh 𝗰𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝘇𝗶𝗻𝗴 𝗽𝘂𝗿𝗰𝗵𝗮𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗽𝗼𝘄𝗲𝗿 di bawah CMRG, memperluas armada logistik maritimnya, dan membangun rantai pasokan alternatif di seluruh Afrika.\n\n⏱️ 𝗧𝗶𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮𝗺𝗽𝘀\n00:00 Tarif bijih besi global, pemogokan, dan 𝗕𝗲𝗶𝗷𝗶𝗻𝗴'𝘀 𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝗰𝗲 𝗱𝗶𝗹𝗲𝗺𝗺𝗮\n03:46 𝘀𝘁𝗲𝗲𝗹 𝗽𝗿𝗼𝗱𝘂𝗰𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗰𝗮𝗽𝗮𝗰𝗶𝘁𝘆 𝘃𝘀 𝘀𝗹𝗼𝘄𝗶𝗻𝗴 𝗱𝗼𝗺𝗲𝘀𝘁𝗶𝗰 𝗱𝗲𝗺𝗮𝗻𝗱\n07:10 Margin rantai nilai baja global: Raksasa pertambangan vs pabrik industri\n08:18 Kerentanan ganda: Bagaimana 𝗔𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝗮 𝗮𝗻𝗱 𝗕𝗿𝗮𝘇𝗶𝗹 mendominasi pasokan melalui laut\n11:33 Pengadaan terpusat: 𝗛𝗼𝘄 𝗖𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗲𝗿𝗮𝗹 𝗥𝗲𝘀𝗼𝘂𝗿𝗰𝗲𝘀 𝗚𝗿𝗼𝘂𝗽 (𝗖𝗠𝗥𝗚) 𝗰𝗵𝗮𝗻𝗴𝗲𝘀 𝗽𝗿𝗶𝗰𝗶𝗻𝗴 𝗳𝗼𝗿𝗲𝘃𝗲𝗿\n15:57 Deposit bijih besi Simandou di Guinea: Kebijakan asuransi Beijing terhadap Barat\n17:55 Penyedia layanan transportasi skala besar (Valemax dan Gauibamaz): Meningkatkan skala logistik pengiriman untuk memangkas biaya transportasi\n19:24 Stok emas 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶𝘁𝗶𝗼𝗻: Tungku Busur Listrik (EAF) dan permintaan logam bekas\n\nTopik yang Dibahas:\n• Kelemahan struktural Tiongkok dan kerentanan strukturalnya\n• 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝘇𝗲𝗱 𝗽𝘂𝗿𝗰𝗵𝗮𝘀𝗶𝗻𝗴 𝘃𝗶𝗮 𝘁𝗵𝗲 𝗖𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗲𝗿𝗮𝗹 𝗥𝗲𝘀𝗼𝘂𝗿𝗰𝗲𝘀 𝗚𝗿𝗼𝘂𝗽 (𝗖𝗠𝗥𝗚)\n• Signifikansi geopolitik proyek 𝗦𝗶𝗺𝗮𝗻𝗱𝗼𝘂 di Guinea\n• Massive bulk Operator, logistik pengiriman, dan peralihan ke baja ramah lingkungan\n\nBerlangganan untuk analisis lebih lanjut tentang ekonomi Tiongkok, lingkungan bisnis, kebijakan industri, dan geopolitik:\n\n\n\nUntuk pertanyaan rekrutmen dan bisnis di Tiongkok: m.wickertsheim (at) directhr.cn\n\nTonton Selanjutnya:\n   • Is China's CIPS the end of SWIFT?  \n   • Your Nuclear Reactor may soon be \"Made in ...  \n   • The Battle for China's Sky  \n   • From \"Made in China\" to \"Rules Made BY China\"  \n   • China: Between Soft Power and Propaganda  \n   • China ends the Price War era  \n\n#ekonomicina #bijihbesi #baja #cina #miriamwickertsheim", "post_id": "uC4yLlKXx44"}}, {"key": "MiriamWickertsheim", "attributes": {"label": "MiriamWickertsheim", "x": 299.29204443154146, "y": 116.5893926129693, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.7638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uC4yLlKXx44", "id": "MiriamWickertsheim", "source": "youtube-000001", "content": "Masterplan Baja Tiongkok\n\nAnda mungkin mengira industri baja dan bijih besi sudah mapan dan stabil... namun, ini adalah topik HANGAT bagi Tiongkok pada tahun 2026.\n\nTiongkok mengimpor, memproduksi, dan menjual banyak produk bijih besi/baja.\n\nChina memproduksi lebih dari 53% stok global, namun sangat bergantung pada impor melalui jalur laut, sehingga basis industrinya yang besar sangat rentan terhadap guncangan harga eksternal dan, yang lebih buruk, terhadap negara lain.\n\nSeiring meningkatnya gesekan perdagangan internasional dengan Australia menerapkan pajak besar-besaran sebesar 82% pada baja Tiongkok, dan pemogokan berisiko tinggi di Guinea sempat mengganggu proyek bijih besi Simandou, Tiongkok mengambil tindakan.\n\nHari ini, kita akan melihat lebih dekat \"Scret War\" milik Tiongkok. Kami menganalisis bagaimana Beijing secara signifikan bergerak dari seorang pekerja profesional yang patuh kepada pemerintah. 𝗿𝘂𝗹𝗲-𝗺𝗮𝗸𝗲𝗿 oleh 𝗰𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝘇𝗶𝗻𝗴 𝗽𝘂𝗿𝗰𝗵𝗮𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗽𝗼𝘄𝗲𝗿 di bawah CMRG, memperluas armada logistik maritimnya, dan membangun rantai pasokan alternatif di seluruh Afrika.\n\n⏱️ 𝗧𝗶𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮𝗺𝗽𝘀\n00:00 Tarif bijih besi global, pemogokan, dan 𝗕𝗲𝗶𝗷𝗶𝗻𝗴'𝘀 𝗱𝗲𝗽𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝗰𝗲 𝗱𝗶𝗹𝗲𝗺𝗺𝗮\n03:46 𝘀𝘁𝗲𝗲𝗹 𝗽𝗿𝗼𝗱𝘂𝗰𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗰𝗮𝗽𝗮𝗰𝗶𝘁𝘆 𝘃𝘀 𝘀𝗹𝗼𝘄𝗶𝗻𝗴 𝗱𝗼𝗺𝗲𝘀𝘁𝗶𝗰 𝗱𝗲𝗺𝗮𝗻𝗱\n07:10 Margin rantai nilai baja global: Raksasa pertambangan vs pabrik industri\n08:18 Kerentanan ganda: Bagaimana 𝗔𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝗮 𝗮𝗻𝗱 𝗕𝗿𝗮𝘇𝗶𝗹 mendominasi pasokan melalui laut\n11:33 Pengadaan terpusat: 𝗛𝗼𝘄 𝗖𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗲𝗿𝗮𝗹 𝗥𝗲𝘀𝗼𝘂𝗿𝗰𝗲𝘀 𝗚𝗿𝗼𝘂𝗽 (𝗖𝗠𝗥𝗚) 𝗰𝗵𝗮𝗻𝗴𝗲𝘀 𝗽𝗿𝗶𝗰𝗶𝗻𝗴 𝗳𝗼𝗿𝗲𝘃𝗲𝗿\n15:57 Deposit bijih besi Simandou di Guinea: Kebijakan asuransi Beijing terhadap Barat\n17:55 Penyedia layanan transportasi skala besar (Valemax dan Gauibamaz): Meningkatkan skala logistik pengiriman untuk memangkas biaya transportasi\n19:24 Stok emas 𝘁𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶𝘁𝗶𝗼𝗻: Tungku Busur Listrik (EAF) dan permintaan logam bekas\n\nTopik yang Dibahas:\n• Kelemahan struktural Tiongkok dan kerentanan strukturalnya\n• 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝘇𝗲𝗱 𝗽𝘂𝗿𝗰𝗵𝗮𝘀𝗶𝗻𝗴 𝘃𝗶𝗮 𝘁𝗵𝗲 𝗖𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗠𝗶𝗻𝗲𝗿𝗮𝗹 𝗥𝗲𝘀𝗼𝘂𝗿𝗰𝗲𝘀 𝗚𝗿𝗼𝘂𝗽 (𝗖𝗠𝗥𝗚)\n• Signifikansi geopolitik proyek 𝗦𝗶𝗺𝗮𝗻𝗱𝗼𝘂 di Guinea\n• Massive bulk Operator, logistik pengiriman, dan peralihan ke baja ramah lingkungan\n\nBerlangganan untuk analisis lebih lanjut tentang ekonomi Tiongkok, lingkungan bisnis, kebijakan industri, dan geopolitik:\n\n\n\nUntuk pertanyaan rekrutmen dan bisnis di Tiongkok: m.wickertsheim (at) directhr.cn\n\nTonton Selanjutnya:\n   • Is China's CIPS the end of SWIFT?  \n   • Your Nuclear Reactor may soon be \"Made in ...  \n   • The Battle for China's Sky  \n   • From \"Made in China\" to \"Rules Made BY China\"  \n   • China: Between Soft Power and Propaganda  \n   • China ends the Price War era  \n\n#ekonomicina #bijihbesi #baja #cina #miriamwickertsheim", "post_id": "uC4yLlKXx44"}}, {"key": "@Firstpost", "attributes": {"label": "@Firstpost", "x": 34.940905375858144, "y": 333.5067332852639, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LUHbxOA1pW0", "id": "@Firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Gen Z Berpenghasilan Lebih Besar dari Milenial, Tapi Mengapa Mereka Masih Kesulitan? | FP Explains\n\nGenerasi Z menghasilkan pendapatan lebih tinggi daripada generasi milenial pada usia yang sama, menurut data baru dari Resolution Foundation Inggris. Upah mingguan riil untuk pekerja muda yang lahir di akhir tahun 1990-an 12% lebih tinggi daripada generasi milenial, didorong oleh pasar tenaga kerja pasca-pandemi yang kuat dan kenaikan upah minimum. Pekerja bergaji rendah mengalami peningkatan pendapatan riil sebesar 36% antara tahun 2012 dan 2025. Namun, inflasi yang melonjak, biaya perumahan, dan ketidakpastian ekonomi mengikis banyak dari peningkatan tersebut. Sekitar 40% dari Generasi Z dan milenial masih hidup dari gaji ke gaji, sementara banyak yang menunda keputusan besar dalam hidup. Upah yang lebih tinggi mungkin meningkat, tetapi keterjangkauan tetap menjadi tantangan utama.\n\n--------------------------------------------\n\nGenerasi Z | Pekerjaan Generasi Z | Generasi Z | Karier Generasi Z | Pekerjaan Milenial | Firstpost | Berita Langsung | Berita Dunia | Berita Terbaru | Berita Global | Berita Internasional | Berita | Berita Terkini\n\n#generationz #genzjobs #genz #genzcareer #millenials #firstpostlive #firstpost #newslive #worldnews #latestnews #globalnews #news #internationalnews #trendingnews\n\nFirstpost adalah situs berita dan media India. Dapatkan semua opini tajam, analisis mendalam, dan cerita visual lainnya yang penting bagi Anda dan dunia di sini, di saluran ini.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /   \n\nIkuti Firstpost di Situs Web:\nhttps://www.firstpost.com\n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost   \n\nIkuti Pos Pertama di Facebook:\n  / firstpostin   \n\nIkuti Firstpost di X:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "LUHbxOA1pW0"}}, {"key": "firstpost", "attributes": {"label": "firstpost", "x": 523.3048913783973, "y": 568.9482276927328, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.7638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LUHbxOA1pW0", "id": "firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Gen Z Berpenghasilan Lebih Besar dari Milenial, Tapi Mengapa Mereka Masih Kesulitan? | FP Explains\n\nGenerasi Z menghasilkan pendapatan lebih tinggi daripada generasi milenial pada usia yang sama, menurut data baru dari Resolution Foundation Inggris. Upah mingguan riil untuk pekerja muda yang lahir di akhir tahun 1990-an 12% lebih tinggi daripada generasi milenial, didorong oleh pasar tenaga kerja pasca-pandemi yang kuat dan kenaikan upah minimum. Pekerja bergaji rendah mengalami peningkatan pendapatan riil sebesar 36% antara tahun 2012 dan 2025. Namun, inflasi yang melonjak, biaya perumahan, dan ketidakpastian ekonomi mengikis banyak dari peningkatan tersebut. Sekitar 40% dari Generasi Z dan milenial masih hidup dari gaji ke gaji, sementara banyak yang menunda keputusan besar dalam hidup. Upah yang lebih tinggi mungkin meningkat, tetapi keterjangkauan tetap menjadi tantangan utama.\n\n--------------------------------------------\n\nGenerasi Z | Pekerjaan Generasi Z | Generasi Z | Karier Generasi Z | Pekerjaan Milenial | Firstpost | Berita Langsung | Berita Dunia | Berita Terbaru | Berita Global | Berita Internasional | Berita | Berita Terkini\n\n#generationz #genzjobs #genz #genzcareer #millenials #firstpostlive #firstpost #newslive #worldnews #latestnews #globalnews #news #internationalnews #trendingnews\n\nFirstpost adalah situs berita dan media India. Dapatkan semua opini tajam, analisis mendalam, dan cerita visual lainnya yang penting bagi Anda dan dunia di sini, di saluran ini.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /   \n\nIkuti Firstpost di Situs Web:\nhttps://www.firstpost.com\n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost   \n\nIkuti Pos Pertama di Facebook:\n  / firstpostin   \n\nIkuti Firstpost di X:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "LUHbxOA1pW0"}}, {"key": "@GZT", "attributes": {"label": "@GZT", "x": 95.59079278654747, "y": 108.81806045624221, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7J-p8WwDBsM", "id": "@GZT", "source": "youtube-000001", "content": "Bagaimana ibu kota Moskow dihantam: Ahli strategi militer menjelaskan di layar\n\nKetegangan antara Ukraina dan Rusia terus meningkat melampaui garis perbatasan, menargetkan pusat-pusat strategis dan koridor energi. Pada 18 Juni 2026, operasi drone massal Ukraina yang secara langsung menargetkan Moskow membuka babak baru dalam literatur militer modern.\n\nKetidakmampuan taktis doktrin pertahanan udara tradisional dan rudal anti-pesawat yang diluncurkan dari bahu (MANPADS) melawan kawanan drone kamikaze generasi baru memerlukan penilaian ulang keseimbangan militer global dan investasi industri pertahanan.\n\nPergeseran radikal di medan perang ini jelas menunjukkan pengabaian total Ukraina terhadap konsep pertahanan statisnya yang telah lama ada, beralih ke strategi \"Serangan Balik\" dan ofensif mendalam. Kilang minyak Rusia, fasilitas gas alam, dan jalur pipa yang ditargetkan tidak hanya bertujuan untuk melumpuhkan rantai pasokan militer tetapi juga untuk secara langsung melemahkan pendapatan energi Federasi Rusia, jalur ekonomi terpentingnya di pasar global.\n\nBagian analisis khusus ini akan membahas: Kami meneliti data militer terbaru dari garis depan, bagaimana teknologi UAV otonom melumpuhkan sistem peperangan elektronik, dan titik-titik nodal geografis pada papan tulis interaktif dalam semua dimensinya. Skenario ofensif berlapis yang berkembang di sepanjang poros Kharkiv, jantung industri Ukraina; Odessa, pusat infrastruktur gandum dan logistiknya; dan Kyiv, basis komando dan kendali utama, dianalisis dengan bantuan peta geografis.\n\nTujuannya adalah untuk sepenuhnya memutus koneksi Ukraina ke Laut Hitam dan mengubah negara itu menjadi negara yang terkurung daratan, khususnya dengan menargetkan infrastruktur pelabuhan di Odessa.\n\nEditor Konten Khusus GZT, Sinan Bakioğlu, mengajukan pertanyaan. Ahli Strategi Militer, Profesor Madya Dr. Kemal Olçar, membahas peta militer terbaru dari garis depan, taktik peperangan elektronik, dan langkah-langkah baru para pihak secara detail di papan tulis interaktif. Saksikan video kami untuk semua ini dan banyak lagi.\n\n00:00 - 00:57 Bagaimana Ukraina menyerang Rusia?\n\n00:57 - 03:03 Platform militer apa yang digunakan Ukraina untuk menyerang fasilitas minyak Rusia? 03:03 - 06:26 Bagaimana Rusia membela diri terhadap serangan Ukraina?\n06:26 - 08:49 Model drone apa yang digunakan Ukraina dalam serangannya?\n08:49 - 10:39 Bagaimana Ukraina dapat melakukan operasi dengan 200 drone sekaligus?\n10:39 - 14:13 Apakah Ukraina mengubah taktik? Mengapa fasilitas minyak menjadi sasaran?\n\n14:13 - 20:04 Bagaimana Rusia akan menanggapi Ukraina?\n\nGabung GZT untuk menikmati hak istimewa eksklusif:\n   /   \n\nSukai video ini! Berlangganan untuk video baru: https://bit.ly/3oO5zRn\n\nUnduh aplikasi seluler 'GZT' kami untuk menerima notifikasi berita instan di ponsel Anda!\n\nPenjelasan Editor:    • Editör Anlatıyor  \n10/ON:    • 10/ON  \nIntelijen GZT:    • GZT İstihbarat  \nProfil GZT:    • Profil  \nTentara Modern:    • Modern Ordular  \nPenjelasan Pakar:    • Uzman Anlatıyor  \nInventaris:    • Envanter  \nTurkestan Timur:    • Doğu Türkistan'da Neler Oluyor?  \n\n🔎 HUBUNGI KAMI:\nSitus web kami: https://www.gzt.com/\nAplikasi GZT Android: https://play.google.com/store/apps/de...\nAplikasi GZT iOS: https://apps.apple.com/tr/app/gzt/id1...\n\nAplikasi GZT Huawei: https://onelink.to/htmuff\n\nInstagram:   / gzt  \nFacebook:   / gzt  \nX (Twitter):   / gztcom  \nTiktok:   / gzt  \nThreads: https://www.threads.net/\nWhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Va7E...\nTelegram: https://t.me/gztcom\n\nHalo, selamat datang di GZT, 'Media Sosial Berita'! Anda berada di saluran YouTube GZT, contoh unik jurnalisme digital di Turki. Di saluran ini, Anda dapat menemukan konten khusus dan wawancara terkait peristiwa terkini. Jangan lupa berlangganan saluran kami, di mana Anda dapat menemukan konten di berbagai bidang mulai dari sejarah hingga politik, sains hingga seni, dan ikuti kami di platform media sosial lainnya!\n\nSatu video baru setiap hari 🙌\n\nTerima kasih telah menonton!", "post_id": "7J-p8WwDBsM"}}, {"key": "gzt", "attributes": {"label": "gzt", "x": 915.8905539310525, "y": 269.9504187684357, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.8721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7J-p8WwDBsM", "id": "gzt", "source": "youtube-000001", "content": "Bagaimana ibu kota Moskow dihantam: Ahli strategi militer menjelaskan di layar\n\nKetegangan antara Ukraina dan Rusia terus meningkat melampaui garis perbatasan, menargetkan pusat-pusat strategis dan koridor energi. Pada 18 Juni 2026, operasi drone massal Ukraina yang secara langsung menargetkan Moskow membuka babak baru dalam literatur militer modern.\n\nKetidakmampuan taktis doktrin pertahanan udara tradisional dan rudal anti-pesawat yang diluncurkan dari bahu (MANPADS) melawan kawanan drone kamikaze generasi baru memerlukan penilaian ulang keseimbangan militer global dan investasi industri pertahanan.\n\nPergeseran radikal di medan perang ini jelas menunjukkan pengabaian total Ukraina terhadap konsep pertahanan statisnya yang telah lama ada, beralih ke strategi \"Serangan Balik\" dan ofensif mendalam. Kilang minyak Rusia, fasilitas gas alam, dan jalur pipa yang ditargetkan tidak hanya bertujuan untuk melumpuhkan rantai pasokan militer tetapi juga untuk secara langsung melemahkan pendapatan energi Federasi Rusia, jalur ekonomi terpentingnya di pasar global.\n\nBagian analisis khusus ini akan membahas: Kami meneliti data militer terbaru dari garis depan, bagaimana teknologi UAV otonom melumpuhkan sistem peperangan elektronik, dan titik-titik nodal geografis pada papan tulis interaktif dalam semua dimensinya. Skenario ofensif berlapis yang berkembang di sepanjang poros Kharkiv, jantung industri Ukraina; Odessa, pusat infrastruktur gandum dan logistiknya; dan Kyiv, basis komando dan kendali utama, dianalisis dengan bantuan peta geografis.\n\nTujuannya adalah untuk sepenuhnya memutus koneksi Ukraina ke Laut Hitam dan mengubah negara itu menjadi negara yang terkurung daratan, khususnya dengan menargetkan infrastruktur pelabuhan di Odessa.\n\nEditor Konten Khusus GZT, Sinan Bakioğlu, mengajukan pertanyaan. Ahli Strategi Militer, Profesor Madya Dr. Kemal Olçar, membahas peta militer terbaru dari garis depan, taktik peperangan elektronik, dan langkah-langkah baru para pihak secara detail di papan tulis interaktif. Saksikan video kami untuk semua ini dan banyak lagi.\n\n00:00 - 00:57 Bagaimana Ukraina menyerang Rusia?\n\n00:57 - 03:03 Platform militer apa yang digunakan Ukraina untuk menyerang fasilitas minyak Rusia? 03:03 - 06:26 Bagaimana Rusia membela diri terhadap serangan Ukraina?\n06:26 - 08:49 Model drone apa yang digunakan Ukraina dalam serangannya?\n08:49 - 10:39 Bagaimana Ukraina dapat melakukan operasi dengan 200 drone sekaligus?\n10:39 - 14:13 Apakah Ukraina mengubah taktik? Mengapa fasilitas minyak menjadi sasaran?\n\n14:13 - 20:04 Bagaimana Rusia akan menanggapi Ukraina?\n\nGabung GZT untuk menikmati hak istimewa eksklusif:\n   /   \n\nSukai video ini! Berlangganan untuk video baru: https://bit.ly/3oO5zRn\n\nUnduh aplikasi seluler 'GZT' kami untuk menerima notifikasi berita instan di ponsel Anda!\n\nPenjelasan Editor:    • Editör Anlatıyor  \n10/ON:    • 10/ON  \nIntelijen GZT:    • GZT İstihbarat  \nProfil GZT:    • Profil  \nTentara Modern:    • Modern Ordular  \nPenjelasan Pakar:    • Uzman Anlatıyor  \nInventaris:    • Envanter  \nTurkestan Timur:    • Doğu Türkistan'da Neler Oluyor?  \n\n🔎 HUBUNGI KAMI:\nSitus web kami: https://www.gzt.com/\nAplikasi GZT Android: https://play.google.com/store/apps/de...\nAplikasi GZT iOS: https://apps.apple.com/tr/app/gzt/id1...\n\nAplikasi GZT Huawei: https://onelink.to/htmuff\n\nInstagram:   / gzt  \nFacebook:   / gzt  \nX (Twitter):   / gztcom  \nTiktok:   / gzt  \nThreads: https://www.threads.net/\nWhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Va7E...\nTelegram: https://t.me/gztcom\n\nHalo, selamat datang di GZT, 'Media Sosial Berita'! Anda berada di saluran YouTube GZT, contoh unik jurnalisme digital di Turki. Di saluran ini, Anda dapat menemukan konten khusus dan wawancara terkait peristiwa terkini. Jangan lupa berlangganan saluran kami, di mana Anda dapat menemukan konten di berbagai bidang mulai dari sejarah hingga politik, sains hingga seni, dan ikuti kami di platform media sosial lainnya!\n\nSatu video baru setiap hari 🙌\n\nTerima kasih telah menonton!", "post_id": "7J-p8WwDBsM"}}], "edges": [{"key": "chikagm18", "source": "chikagm18", "target": "Reza", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "IndonesiaStockExchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GeoMoneyTV", "source": "@GeoMoneyTV", "target": "geomoneytv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergbusi...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergtechnology", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "business", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloomberg_espanol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergpodcasts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MiriamWickertsheim", "source": "@MiriamWickertsheim", "target": "MiriamWickertsheim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Firstpost", "source": "@Firstpost", "target": "firstpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GZT", "source": "@GZT", "target": "gzt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GZT", "source": "@GZT", "target": "gzt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}