{"nodes": [{"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 916.4352838624694, "y": 878.8382860283327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 187.2222, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2070347477132492950", "id": "RagilSemar", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa CDS naik langsung bikin Rupiah keok?\n\n① CDS naik = sinyal risiko naik\n② Investor asing jual SBN & saham\n③ Semua butu…", "post_id": "2070347477132492950"}}, {"key": "MrKazooBitcoin", "attributes": {"label": "MrKazooBitcoin", "x": 825.9339010608774, "y": 389.1160408250403, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 107.6526, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070334565110231550", "id": "MrKazooBitcoin", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia perlu menaikan suku bunga sampai dengan 1000bps", "post_id": "2070334565110231550"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 813.1389936923766, "y": 51.25665375267163, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 290.6624, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2070334565110231550", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia perlu menaikan suku bunga sampai dengan 1000bps", "post_id": "2070334565110231550"}}, {"key": "albreetttt", "attributes": {"label": "albreetttt", "x": 261.7087236094817, "y": 959.8122670343267, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 107.6526, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2070326492308066538", "id": "albreetttt", "source": "tweet-000004", "content": "Gimana itu bi., sekuat apa bi mau tahan rupiah kalo masalah utamanya gak diperbaiki? Kebijakan terbodoh yang pernah ada sih ini.. naikin suku bunga saat ekonomi lesu demi nilai tukar.", "post_id": "2070326492308066538"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 24.061369195087057, "y": 922.3546692687516, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 107.6526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vwg6i25DYoo", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Survei Kelas Menengah Terengah-engah? Peneliti Litbang Kompas Singgung Pertamax-KPR\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Siapa bilang Pertamax hanya digunakan oleh kelas atas? Nyatanya, kelas menengah dan rentan miskin justru berkontribusi besar dalam konsumsi Pertamax, termasuk para pengemudi ojek daring yang saat ini harus putar otak di tengah himpitan efek bola salju ekonomi.\n\nBukan hanya kenaikan harga Pertamax yang kian menghimpit, kelas menengah juga dibebani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Cicilan KPR akan semakin tinggi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.\n\nHasil survei Litbang Kompas merekam tekanan ekonomi paling berat dirasakan oleh kelas menengah. Pendapatan kelompok ini minim, biaya hidup terus naik, dan mereka tidak menerima bantuan sosial.\n\nSimak pembahasannya bersama Peneliti Litbang Kompas, Agustina Purwanti dalam Kompas Bisnis pada Jumat (26/6/2026).\n\n#pertamax #kpr #kelasmenengah #litbangkompas \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vwg6i25DYoo"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 428.17096255687915, "y": 137.8752021974662, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 199.1575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vwg6i25DYoo", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Survei Kelas Menengah Terengah-engah? Peneliti Litbang Kompas Singgung Pertamax-KPR\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Siapa bilang Pertamax hanya digunakan oleh kelas atas? Nyatanya, kelas menengah dan rentan miskin justru berkontribusi besar dalam konsumsi Pertamax, termasuk para pengemudi ojek daring yang saat ini harus putar otak di tengah himpitan efek bola salju ekonomi.\n\nBukan hanya kenaikan harga Pertamax yang kian menghimpit, kelas menengah juga dibebani cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Cicilan KPR akan semakin tinggi setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.\n\nHasil survei Litbang Kompas merekam tekanan ekonomi paling berat dirasakan oleh kelas menengah. Pendapatan kelompok ini minim, biaya hidup terus naik, dan mereka tidak menerima bantuan sosial.\n\nSimak pembahasannya bersama Peneliti Litbang Kompas, Agustina Purwanti dalam Kompas Bisnis pada Jumat (26/6/2026).\n\n#pertamax #kpr #kelasmenengah #litbangkompas \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vwg6i25DYoo"}}], "edges": [{"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RagilSemar", "source": "RagilSemar", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "MrKazooBitcoin", "source": "MrKazooBitcoin", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "albreetttt", "source": "albreetttt", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}