{"nodes": [{"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 236.8393099023387, "y": 15.952973057390407, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 1000.0, "eigenvector": 1000.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890384454627779999_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini,  perbaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit.\n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).\n\n\"Tapi itu bukan kerjaan saya, kerjaan bank sentral,\" imbuh dia.\n\nSebelumnya, rupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat, Selasa (5/5/2026).\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami banyak negara seiring penguatan dollar AS.\n\nMenurut dia, pelemahan rupiah saat ini juga dipengaruhi faktor musiman, terutama meningkatnya kebutuhan valuta asing menjelang musim ibadah haji serta pembayaran dividen pada kuartal kedua.\n\nPenulis: Adhyasta Dirgantara\nEditor: Ardito Ramadhan \n\n~J #Purbaya #Rupiah #Ekonomi", "post_id": "3890384454627779999_297782118"}}], "edges": [{"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}