{"nodes": [{"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 704.1266312295614, "y": 931.5240320658036, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 49.9169, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051872649635389446", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": ", setiap pembelian saham atas suatu emiten tertentu, apakah akan mempengaruhi perusahaan itu?", "post_id": "2051872649635389446"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 241.97001744444535, "y": 182.2017392919092, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 71.1316, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051872649635389446", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": ", setiap pembelian saham atas suatu emiten tertentu, apakah akan mempengaruhi perusahaan itu?", "post_id": "2051872649635389446"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 559.6136510409102, "y": 92.29778792981746, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 71.1316, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051872649635389446", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": ", setiap pembelian saham atas suatu emiten tertentu, apakah akan mempengaruhi perusahaan itu?", "post_id": "2051872649635389446"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 757.8548619826198, "y": 110.38028296161195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 332.7783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890418720158206096_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "BRPT membuka tahun 2026 dengan lonjakan kinerja yang impresif.\n\nLaba bersih melonjak hingga Rp1,5 triliun, ditopang kuat oleh bisnis petrokimia, performa refinery Singapura, serta ekspansi strategis melalui akuisisi jaringan SPBU Esso.\n\nTransformasi BRPT kini semakin jelas dari pemain petrokimia tradisional menjadi grup energi terintegrasi yang menggabungkan refinery, retail fuel, hingga renewable energy.\n\nDi tengah volatilitas global dan risiko geopolitik, BRPT menunjukkan bahwa diversifikasi dan eksekusi strategis mampu menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.\n\nApakah ini awal fase re-rating baru bagi BRPT?\n\n💬 Menurut kamu, BRPT masih menarik untuk investasi jangka menengah-panjang?\n❤️ Like, share, dan tag investor lain\n📌 Follow  untuk insight saham, analisa emiten, dan market update harian\n\n#BRPT #BaritoPacific #TPIA #BREN #sahamindonesia", "post_id": "3890418720158206096_8368743173"}}, {"key": "sorot.clip", "attributes": {"label": "sorot.clip", "x": 156.41979806355766, "y": 398.79044608440785, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 49.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636421208136830229", "id": "sorot.clip", "source": "tiktok-000001", "content": "1. Commodity Boom dalam Saham (Pasar Bullish) Ketika harga komoditas global naik, saham-saham di sektor terkait biasanya akan memimpin kenaikan pasar. Peningkatan Margin Keuntungan: Perusahaan tambang atau perkebunan memiliki biaya operasional yang cenderung tetap, namun harga jual produk mereka melonjak. Hal ini membuat laba bersih perusahaan naik berlipat ganda. Dividen Jumbo: Karena keuntungan yang melimpah, perusahaan seringkali membagikan dividen yang sangat besar kepada pemegang saham. Ini menarik minat investor ritel dan institusi. Efek Sektoral: Tidak hanya perusahaan tambang, perusahaan pendukungnya (seperti jasa alat berat, logistik pelayaran, dan infrastruktur energi) juga akan ikut mengalami kenaikan harga saham. Contoh Sektor: Saham Batubara, Nikel, Minyak & Gas, serta CPO (Kelapa Sawit). 2. Commodity Downturn dalam Saham (Pasar Bearish) Saat harga komoditas jatuh, tekanan pada emiten (perusahaan) di bursa saham menjadi sangat berat. Penurunan Laba & Kerugian: Pendapatan turun drastis sementara biaya perawatan alat dan gaji karyawan tetap berjalan. Investor mulai melakukan aksi jual (panic selling) karena takut kinerja keuangan perusahaan memburuk. Sentimen Negatif Sektoral: Analis biasanya akan menurunkan rating saham-saham tersebut, yang menyebabkan aliran modal keluar (outflow) dari sektor komoditas ke sektor yang lebih aman (seperti perbankan atau konsumsi). Efek ke Indeks Saham: Jika harga komoditas turun secara sistemik, indeks harga saham gabungan bisa ikut tertekan karena sektor komoditas memiliki bobot kapitalisasi pasar yang cukup besar. #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay #investasi    BZ-2026-00E179", "post_id": "7636421208136830229"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 244.92260946699417, "y": 364.04695359843265, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.3463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636421208136830229", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "1. Commodity Boom dalam Saham (Pasar Bullish) Ketika harga komoditas global naik, saham-saham di sektor terkait biasanya akan memimpin kenaikan pasar. Peningkatan Margin Keuntungan: Perusahaan tambang atau perkebunan memiliki biaya operasional yang cenderung tetap, namun harga jual produk mereka melonjak. Hal ini membuat laba bersih perusahaan naik berlipat ganda. Dividen Jumbo: Karena keuntungan yang melimpah, perusahaan seringkali membagikan dividen yang sangat besar kepada pemegang saham. Ini menarik minat investor ritel dan institusi. Efek Sektoral: Tidak hanya perusahaan tambang, perusahaan pendukungnya (seperti jasa alat berat, logistik pelayaran, dan infrastruktur energi) juga akan ikut mengalami kenaikan harga saham. Contoh Sektor: Saham Batubara, Nikel, Minyak & Gas, serta CPO (Kelapa Sawit). 2. Commodity Downturn dalam Saham (Pasar Bearish) Saat harga komoditas jatuh, tekanan pada emiten (perusahaan) di bursa saham menjadi sangat berat. Penurunan Laba & Kerugian: Pendapatan turun drastis sementara biaya perawatan alat dan gaji karyawan tetap berjalan. Investor mulai melakukan aksi jual (panic selling) karena takut kinerja keuangan perusahaan memburuk. Sentimen Negatif Sektoral: Analis biasanya akan menurunkan rating saham-saham tersebut, yang menyebabkan aliran modal keluar (outflow) dari sektor komoditas ke sektor yang lebih aman (seperti perbankan atau konsumsi). Efek ke Indeks Saham: Jika harga komoditas turun secara sistemik, indeks harga saham gabungan bisa ikut tertekan karena sektor komoditas memiliki bobot kapitalisasi pasar yang cukup besar. #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay #investasi    BZ-2026-00E179", "post_id": "7636421208136830229"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 746.8259147476605, "y": 190.92004401346375, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 332.7783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7631034545264954642", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Ironis banget! Baru seminggu dilantik, Ketua Ombudsman malah kena ciduk gara-gara kasus dugaan suap tambang nikel. 😱⚖️ Langkah tegas Kejagung ini jadi bukti nyata kalau pemerintah lagi gencar \"bersih-bersih\" tata kelola nikel nasional dari praktik \"surat sakti\" dan pelicin. Terus, dengan adanya skandal besar ini, gimana dampaknya ke sektor saham nikel di bursa? Apakah justru jadi katalis positif buat emiten yang taat aturan? Langsung aja geser carousel di atas buat cek ulasan dampaknya ke market! 👉 Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #SahamNikel #KorupsiTambang #InvestasiSaham #TumbuhKaya #GoodCorporateGovernance", "post_id": "7631034545264954642"}}], "edges": [{"key": "OniDewono", "source": "OniDewono", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "OniDewono", "source": "OniDewono", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sorot.clip", "source": "sorot.clip", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}