{"nodes": [{"key": "Aminuddin001", "attributes": {"label": "Aminuddin001", "x": 27.010379858809387, "y": 614.670432067719, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051809410725679289", "id": "Aminuddin001", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Fahri, pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1 ini perlu diapresiasi, namun kita perlu banyak belajar dari Vietnam yang tumbuh 7,83% di Q1 2026 dimana industri dan konstruksi bertumbuh 8,92%. Menurut Bapak, apa yang perlu dilakukan utk mengakselerasi pertumbuhan spt Vietnam?", "post_id": "2051809410725679289"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 170.5941430039659, "y": 806.2531190393024, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051809410725679289", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Fahri, pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1 ini perlu diapresiasi, namun kita perlu banyak belajar dari Vietnam yang tumbuh 7,83% di Q1 2026 dimana industri dan konstruksi bertumbuh 8,92%. Menurut Bapak, apa yang perlu dilakukan utk mengakselerasi pertumbuhan spt Vietnam?", "post_id": "2051809410725679289"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 562.9195216292056, "y": 347.9844080524095, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890733701206781218_3286401357", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Para pedagang online menghadapi tekanan dari platform marketplace yang menaikkan sejumlah biaya admin, layanan, hingga logistik, yang membuat biaya operasional bengkak, dan menekan margin keuntungan para pedagang.\n\nBila sebelumnya platform marketplace menjadi kanal ekspansi bisnis yang menjanjikan, kini banyak seller mulai mempertanyakan keberlanjutan mereka di sana.\n\nAhmad Ramdhani (28), pedagang pakaian rajut dari Bandung, mengeluhkan biaya logistik yang kompak dibebankan oleh marketplace populer per 1 Mei 2026. Biaya logistik itu mencakup ongkos retur yang harus ditanggung seller bila ada produk yang dikembalikan.\n\nFadhila Maulida, Peneliti Center of Digital Economy and SMEs INDEF, mengatakan bahwa tekanan yang dialami UMKM Indonesia terjadi akibat banyak faktor. Ada faktor daya beli konsumen yang melemah. Kemudian jumlah pedagang online yang melesat kuat tapi permintaan pasar ternyata melambat, sehingga menciptakan kompetisi ekstra ketat di antara pedang.\n\nFaktor berikutnya, kapasitas sebagian UMKM yang ternyata tidak siap menghadapi kompetisi dan belum menjalankan strategi bisnis yang lincah. Terakhir, perusahaan platform marketplace tak lagi dalam posisi 'bakar uang', mereka hendak mempercepat profitabilitas.\n\n“Jadi, yang terjadi sebenarnya kombinasi yang cukup berat, antara permintaan yang tumbuh terbatas, kemudian kompetisi meningkat tajam, kapasitas UMKM yang belum kuat, tetapi biaya terus naik,” kata Fadhila.\n\n📸: Dok. kumparan, ANTARA, Shutterstock, Kemenkop dan UKM, Instagram \n\nBaca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.\n\n📝: newsupdate | update | teknosains | carousel | R061 | E004 | E027 | E038\n\n#bicarafaktalewatberita #kumparan", "post_id": "3890733701206781218_3286401357"}}, {"key": "baelish.kids.", "attributes": {"label": "baelish.kids.", "x": 997.6308687888134, "y": 119.80514757229, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890733701206781218_3286401357", "id": "baelish.kids.", "source": "instagram-000001", "content": "Para pedagang online menghadapi tekanan dari platform marketplace yang menaikkan sejumlah biaya admin, layanan, hingga logistik, yang membuat biaya operasional bengkak, dan menekan margin keuntungan para pedagang.\n\nBila sebelumnya platform marketplace menjadi kanal ekspansi bisnis yang menjanjikan, kini banyak seller mulai mempertanyakan keberlanjutan mereka di sana.\n\nAhmad Ramdhani (28), pedagang pakaian rajut dari Bandung, mengeluhkan biaya logistik yang kompak dibebankan oleh marketplace populer per 1 Mei 2026. Biaya logistik itu mencakup ongkos retur yang harus ditanggung seller bila ada produk yang dikembalikan.\n\nFadhila Maulida, Peneliti Center of Digital Economy and SMEs INDEF, mengatakan bahwa tekanan yang dialami UMKM Indonesia terjadi akibat banyak faktor. Ada faktor daya beli konsumen yang melemah. Kemudian jumlah pedagang online yang melesat kuat tapi permintaan pasar ternyata melambat, sehingga menciptakan kompetisi ekstra ketat di antara pedang.\n\nFaktor berikutnya, kapasitas sebagian UMKM yang ternyata tidak siap menghadapi kompetisi dan belum menjalankan strategi bisnis yang lincah. Terakhir, perusahaan platform marketplace tak lagi dalam posisi 'bakar uang', mereka hendak mempercepat profitabilitas.\n\n“Jadi, yang terjadi sebenarnya kombinasi yang cukup berat, antara permintaan yang tumbuh terbatas, kemudian kompetisi meningkat tajam, kapasitas UMKM yang belum kuat, tetapi biaya terus naik,” kata Fadhila.\n\n📸: Dok. kumparan, ANTARA, Shutterstock, Kemenkop dan UKM, Instagram \n\nBaca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.\n\n📝: newsupdate | update | teknosains | carousel | R061 | E004 | E027 | E038\n\n#bicarafaktalewatberita #kumparan", "post_id": "3890733701206781218_3286401357"}}], "edges": [{"key": "Aminuddin001", "source": "Aminuddin001", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kumparancom", "source": "kumparancom", "target": "baelish.kids.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}