{"nodes": [{"key": "x_yulee", "attributes": {"label": "x_yulee", "x": 358.7913640296521, "y": 869.0951846647448, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 149.2537, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051670868389200206", "id": "x_yulee", "source": "retweet-000002", "content": "bukti nyata kalau perbankan syariah makin solid, dividen bsi cair rp1,51 triliun jadi 44% buat apresiasi para pemegang s…", "post_id": "2051670868389200206"}}, {"key": "Nita_Cantik21", "attributes": {"label": "Nita_Cantik21", "x": 278.2208369210265, "y": 207.8480810963673, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 276.1195, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2051670868389200206", "id": "Nita_Cantik21", "source": "retweet-000002", "content": "bukti nyata kalau perbankan syariah makin solid, dividen bsi cair rp1,51 triliun jadi 44% buat apresiasi para pemegang s…", "post_id": "2051670868389200206"}}, {"key": "pusmiaww_", "attributes": {"label": "pusmiaww_", "x": 487.4104358042308, "y": 809.2030940665835, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 149.2537, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051672660900446307", "id": "pusmiaww_", "source": "retweet-000002", "content": "bukti nyata kalau perbankan syariah makin solid, dividen bsi cair rp1,51 triliun jadi 44% buat apresiasi para pemegang s…", "post_id": "2051672660900446307"}}, {"key": "sorot.clip", "attributes": {"label": "sorot.clip", "x": 29.771196940311828, "y": 498.33588526765004, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 149.2537, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636421208136830229", "id": "sorot.clip", "source": "tiktok-000001", "content": "1. Commodity Boom dalam Saham (Pasar Bullish) Ketika harga komoditas global naik, saham-saham di sektor terkait biasanya akan memimpin kenaikan pasar. Peningkatan Margin Keuntungan: Perusahaan tambang atau perkebunan memiliki biaya operasional yang cenderung tetap, namun harga jual produk mereka melonjak. Hal ini membuat laba bersih perusahaan naik berlipat ganda. Dividen Jumbo: Karena keuntungan yang melimpah, perusahaan seringkali membagikan dividen yang sangat besar kepada pemegang saham. Ini menarik minat investor ritel dan institusi. Efek Sektoral: Tidak hanya perusahaan tambang, perusahaan pendukungnya (seperti jasa alat berat, logistik pelayaran, dan infrastruktur energi) juga akan ikut mengalami kenaikan harga saham. Contoh Sektor: Saham Batubara, Nikel, Minyak & Gas, serta CPO (Kelapa Sawit). 2. Commodity Downturn dalam Saham (Pasar Bearish) Saat harga komoditas jatuh, tekanan pada emiten (perusahaan) di bursa saham menjadi sangat berat. Penurunan Laba & Kerugian: Pendapatan turun drastis sementara biaya perawatan alat dan gaji karyawan tetap berjalan. Investor mulai melakukan aksi jual (panic selling) karena takut kinerja keuangan perusahaan memburuk. Sentimen Negatif Sektoral: Analis biasanya akan menurunkan rating saham-saham tersebut, yang menyebabkan aliran modal keluar (outflow) dari sektor komoditas ke sektor yang lebih aman (seperti perbankan atau konsumsi). Efek ke Indeks Saham: Jika harga komoditas turun secara sistemik, indeks harga saham gabungan bisa ikut tertekan karena sektor komoditas memiliki bobot kapitalisasi pasar yang cukup besar. #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay #investasi    BZ-2026-00E179", "post_id": "7636421208136830229"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 66.541015672546, "y": 311.48976698985933, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 276.1195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636421208136830229", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "1. Commodity Boom dalam Saham (Pasar Bullish) Ketika harga komoditas global naik, saham-saham di sektor terkait biasanya akan memimpin kenaikan pasar. Peningkatan Margin Keuntungan: Perusahaan tambang atau perkebunan memiliki biaya operasional yang cenderung tetap, namun harga jual produk mereka melonjak. Hal ini membuat laba bersih perusahaan naik berlipat ganda. Dividen Jumbo: Karena keuntungan yang melimpah, perusahaan seringkali membagikan dividen yang sangat besar kepada pemegang saham. Ini menarik minat investor ritel dan institusi. Efek Sektoral: Tidak hanya perusahaan tambang, perusahaan pendukungnya (seperti jasa alat berat, logistik pelayaran, dan infrastruktur energi) juga akan ikut mengalami kenaikan harga saham. Contoh Sektor: Saham Batubara, Nikel, Minyak & Gas, serta CPO (Kelapa Sawit). 2. Commodity Downturn dalam Saham (Pasar Bearish) Saat harga komoditas jatuh, tekanan pada emiten (perusahaan) di bursa saham menjadi sangat berat. Penurunan Laba & Kerugian: Pendapatan turun drastis sementara biaya perawatan alat dan gaji karyawan tetap berjalan. Investor mulai melakukan aksi jual (panic selling) karena takut kinerja keuangan perusahaan memburuk. Sentimen Negatif Sektoral: Analis biasanya akan menurunkan rating saham-saham tersebut, yang menyebabkan aliran modal keluar (outflow) dari sektor komoditas ke sektor yang lebih aman (seperti perbankan atau konsumsi). Efek ke Indeks Saham: Jika harga komoditas turun secara sistemik, indeks harga saham gabungan bisa ikut tertekan karena sektor komoditas memiliki bobot kapitalisasi pasar yang cukup besar. #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay #investasi    BZ-2026-00E179", "post_id": "7636421208136830229"}}], "edges": [{"key": "x_yulee", "source": "x_yulee", "target": "Nita_Cantik21", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "x_yulee", "source": "x_yulee", "target": "Nita_Cantik21", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pusmiaww_", "source": "pusmiaww_", "target": "Nita_Cantik21", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pusmiaww_", "source": "pusmiaww_", "target": "Nita_Cantik21", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "sorot.clip", "source": "sorot.clip", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}