{"nodes": [{"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 555.6322947683973, "y": 415.55711342385825, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 129.8701, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3890321027227027159_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Cuma di Jakarta yang tetap mendapat pembebasan pajak dan ganjil genap kendaraan listrik.\n\nPemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kendaraan listrik berbasis baterai tetap bebas dari aturan ganjil genap sebagai upaya mendorong mobilitas rendah emisi. Kebijakan ini merupakan komitmen pengurangan emisi dan penguatan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan. \n\n“Kami mempertahankan kebijakan bebas ganjil genap bagi kendaraan listrik berbasis baterai,\" urai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Jakarta, Selasa (5/5). \n\nSelain itu, Pemprov DKI juga mempertahankan insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menjelaskan kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus menekan emisi.\n\nKebijakan daerah ini hadir di tengah terbitnya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang memasukkan kendaraan listrik sebagai objek pajak. Meski demikian, pemerintah pusat tetap memberi ruang bagi daerah untuk memberikan insentif, sehingga besaran pajak bisa nol rupiah tergantung kebijakan masing-masing wilayah.\n\nSimak berita selengkapnya hanya di Validnews.id.\n\n \n\n#mobillistrik #ganjilgenap #dkijakarta #infojakarta #pajakmotor", "post_id": "3890321027227027159_5593726572"}}, {"key": "dkijakarta", "attributes": {"label": "dkijakarta", "x": 76.170008312194, "y": 977.403860807399, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 185.065, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890321027227027159_5593726572", "id": "dkijakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Cuma di Jakarta yang tetap mendapat pembebasan pajak dan ganjil genap kendaraan listrik.\n\nPemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kendaraan listrik berbasis baterai tetap bebas dari aturan ganjil genap sebagai upaya mendorong mobilitas rendah emisi. Kebijakan ini merupakan komitmen pengurangan emisi dan penguatan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan. \n\n“Kami mempertahankan kebijakan bebas ganjil genap bagi kendaraan listrik berbasis baterai,\" urai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Jakarta, Selasa (5/5). \n\nSelain itu, Pemprov DKI juga mempertahankan insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menjelaskan kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus menekan emisi.\n\nKebijakan daerah ini hadir di tengah terbitnya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang memasukkan kendaraan listrik sebagai objek pajak. Meski demikian, pemerintah pusat tetap memberi ruang bagi daerah untuk memberikan insentif, sehingga besaran pajak bisa nol rupiah tergantung kebijakan masing-masing wilayah.\n\nSimak berita selengkapnya hanya di Validnews.id.\n\n \n\n#mobillistrik #ganjilgenap #dkijakarta #infojakarta #pajakmotor", "post_id": "3890321027227027159_5593726572"}}, {"key": "dishubdkijakarta", "attributes": {"label": "dishubdkijakarta", "x": 203.41495821000143, "y": 483.79404849976225, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 185.065, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890321027227027159_5593726572", "id": "dishubdkijakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Cuma di Jakarta yang tetap mendapat pembebasan pajak dan ganjil genap kendaraan listrik.\n\nPemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kendaraan listrik berbasis baterai tetap bebas dari aturan ganjil genap sebagai upaya mendorong mobilitas rendah emisi. Kebijakan ini merupakan komitmen pengurangan emisi dan penguatan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan. \n\n“Kami mempertahankan kebijakan bebas ganjil genap bagi kendaraan listrik berbasis baterai,\" urai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo di Jakarta, Selasa (5/5). \n\nSelain itu, Pemprov DKI juga mempertahankan insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menjelaskan kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus menekan emisi.\n\nKebijakan daerah ini hadir di tengah terbitnya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 yang memasukkan kendaraan listrik sebagai objek pajak. Meski demikian, pemerintah pusat tetap memberi ruang bagi daerah untuk memberikan insentif, sehingga besaran pajak bisa nol rupiah tergantung kebijakan masing-masing wilayah.\n\nSimak berita selengkapnya hanya di Validnews.id.\n\n \n\n#mobillistrik #ganjilgenap #dkijakarta #infojakarta #pajakmotor", "post_id": "3890321027227027159_5593726572"}}, {"key": "marcheladisastra", "attributes": {"label": "marcheladisastra", "x": 172.70164361124708, "y": 244.83548830623215, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 129.8701, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636403085723847957", "id": "marcheladisastra", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "karmeda_seragam", "attributes": {"label": "karmeda_seragam", "x": 867.1019622164217, "y": 557.816455593001, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 185.065, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636403085723847957", "id": "karmeda_seragam", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "madisastra", "attributes": {"label": "madisastra", "x": 911.0234733838817, "y": 9.520029748274595, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 185.065, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636403085723847957", "id": "madisastra", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}], "edges": [{"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "dkijakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "dishubdkijakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "marcheladisastra", "source": "marcheladisastra", "target": "karmeda_seragam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "marcheladisastra", "source": "marcheladisastra", "target": "madisastra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}