{"nodes": [{"key": "marcheladisastra", "attributes": {"label": "marcheladisastra", "x": 414.66554224846976, "y": 44.91378362545873, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 259.7402, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636403085723847957", "id": "marcheladisastra", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "karmeda_seragam", "attributes": {"label": "karmeda_seragam", "x": 469.67797819774006, "y": 195.137140449675, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 370.1299, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636403085723847957", "id": "karmeda_seragam", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "madisastra", "attributes": {"label": "madisastra", "x": 179.34627309530327, "y": 536.8599956023038, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 370.1299, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636403085723847957", "id": "madisastra", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}], "edges": [{"key": "marcheladisastra", "source": "marcheladisastra", "target": "karmeda_seragam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "marcheladisastra", "source": "marcheladisastra", "target": "madisastra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}