{"nodes": [{"key": "Kimberley_PS08", "attributes": {"label": "Kimberley_PS08", "x": 347.2100703727916, "y": 53.73825744697835, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051812188508307598", "id": "Kimberley_PS08", "source": "retweet-000002", "content": "kenapa ya para buzzer anies bin yaman dan buzzer SOROS ngamuk krn data pertumbuhan ekonomi RI Q-1 2026  sangat baik 5.61%\n\nap…", "post_id": "2051812188508307598"}}, {"key": "ongen_id", "attributes": {"label": "ongen_id", "x": 759.171211608047, "y": 605.8366055946527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 31.6556, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051812188508307598", "id": "ongen_id", "source": "retweet-000002", "content": "kenapa ya para buzzer anies bin yaman dan buzzer SOROS ngamuk krn data pertumbuhan ekonomi RI Q-1 2026  sangat baik 5.61%\n\nap…", "post_id": "2051812188508307598"}}, {"key": "da4tyotyas", "attributes": {"label": "da4tyotyas", "x": 919.2425819087372, "y": 941.4871723694008, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051865382785560899", "id": "da4tyotyas", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy... https://t.co/rrg2HfOZK0", "post_id": "2051865382785560899"}}, {"key": "bps_statistics", "attributes": {"label": "bps_statistics", "x": 14.514519770197133, "y": 924.5463852332645, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 59.9791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051865382785560899", "id": "bps_statistics", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy... https://t.co/rrg2HfOZK0", "post_id": "2051865382785560899"}}, {"key": "Aminuddin001", "attributes": {"label": "Aminuddin001", "x": 279.8542142731083, "y": 233.82392771555294, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051809410725679289", "id": "Aminuddin001", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Fahri, pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1 ini perlu diapresiasi, namun kita perlu banyak belajar dari Vietnam yang tumbuh 7,83% di Q1 2026 dimana industri dan konstruksi bertumbuh 8,92%. Menurut Bapak, apa yang perlu dilakukan utk mengakselerasi pertumbuhan spt Vietnam?", "post_id": "2051809410725679289"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 340.2525030452461, "y": 327.9545123436016, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 41.0968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051809410725679289", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Pak Fahri, pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1 ini perlu diapresiasi, namun kita perlu banyak belajar dari Vietnam yang tumbuh 7,83% di Q1 2026 dimana industri dan konstruksi bertumbuh 8,92%. Menurut Bapak, apa yang perlu dilakukan utk mengakselerasi pertumbuhan spt Vietnam?", "post_id": "2051809410725679289"}}, {"key": "KPembuang25484", "attributes": {"label": "KPembuang25484", "x": 490.28868066447586, "y": 744.758845507512, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051849638156931086", "id": "KPembuang25484", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan tertinggi pasca COVID-19. https://t.co/bsQ7ldSWiE", "post_id": "2051849638156931086"}}, {"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 552.6458943807099, "y": 150.55797148470785, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051820841093288235", "id": "eddesign_", "source": "tweet-000004", "content": "YA, anggaran jumbo MBG (proyeksi Rp335 T, 2026) ngerek banget angka Belanja Pemerintah dlm komponen PDB. Tapi menurut  Indef dampaknya hanya 0,06% pada 2025 (yg 2026 belum rilis). \n\nStabilitas GDP saat ini memang sangat bergantung pada besarnya injeksi dana pemerintah, bukan dari", "post_id": "2051820841093288235"}}, {"key": "Heyitsveen", "attributes": {"label": "Heyitsveen", "x": 292.53933034166835, "y": 879.8695958427619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 41.0968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051820841093288235", "id": "Heyitsveen", "source": "tweet-000004", "content": "YA, anggaran jumbo MBG (proyeksi Rp335 T, 2026) ngerek banget angka Belanja Pemerintah dlm komponen PDB. Tapi menurut  Indef dampaknya hanya 0,06% pada 2025 (yg 2026 belum rilis). \n\nStabilitas GDP saat ini memang sangat bergantung pada besarnya injeksi dana pemerintah, bukan dari", "post_id": "2051820841093288235"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 231.64960919475286, "y": 586.2942207849039, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 148.0952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890140359829862647_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 4,9–5,7% meski menghadapi pelemahan ekonomi global. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan didorong oleh permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga saat Idulfitri, peningkatan belanja pemerintah, serta investasi yang tetap kuat.\n\nKe depan, BI dan Pemerintah akan memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan, termasuk melalui stimulus domestik, penciptaan lapangan kerja, dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta sistem pembayaran.\n\nUntuk berita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/bankindonesia\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#BankIndonesia\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3890140359829862647_282076797"}}, {"key": "pemko.medan", "attributes": {"label": "pemko.medan", "x": 262.6122457929948, "y": 240.7390318974083, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 55.0533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 2, "degree": 6}, "_id": "3890309397855942166_4012256370", "id": "pemko.medan", "source": "instagram-000001", "content": "Pemko Medan menegaskan komitmen membangun kota berbasis data. Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan di Balai Kota, Selasa (5/5/2026).\n\nRico menekankan pentingnya data sebagai alat strategis, bukan sekadar angka, untuk menjaga stabilitas dan arah pertumbuhan ekonomi. Ia mendorong BPS berperan sebagai sistem peringatan dini (warning system), khususnya dalam memprediksi kenaikan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi.\n\nSelain itu, Rico juga meminta sinergi antara BPS dan DPMPTSP untuk memetakan perkembangan investasi secara real-time guna mengidentifikasi sektor unggulan di Medan.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "3890309397855942166_4012256370"}}, {"key": "PemkoMedan", "attributes": {"label": "PemkoMedan", "x": 468.6739849003428, "y": 650.411355999648, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "342550162479718_1373666511452414", "id": "PemkoMedan", "source": "facebook-000001", "content": "Pemko Medan menegaskan komitmen membangun kota berbasis data. Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan di Balai Kota, Selasa (5/5/2026).\n\nRico menekankan pentingnya data sebagai alat strategis, bukan sekadar angka, untuk menjaga stabilitas dan arah pertumbuhan ekonomi. Ia mendorong BPS berperan sebagai sistem peringatan dini (warning system), khususnya dalam memprediksi kenaikan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi.\n\nSelain itu, Rico juga meminta sinergi antara BPS dan DPMPTSP untuk memetakan perkembangan investasi secara real-time guna mengidentifikasi sektor unggulan di Medan.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "342550162479718_1373666511452414"}}, {"key": "@SolusiBCA", "attributes": {"label": "@SolusiBCA", "x": 590.1513878731116, "y": 941.5904101795616, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "@SolusiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "GoodLifeBCA", "x": 183.7339358416721, "y": 736.8852273560412, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5748, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "GoodLifeBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "XpresiBCA", "x": 892.4748749254987, "y": 975.300352756959, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5748, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "XpresiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "BankBCA", "attributes": {"label": "BankBCA", "x": 676.0018080444142, "y": 562.5901445237682, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5748, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "BankBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "KartuKreditBCA", "x": 112.96815117690484, "y": 736.2055893755323, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5748, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "KartuKreditBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "HaloBCA", "attributes": {"label": "HaloBCA", "x": 40.954359672319974, "y": 852.3508033602407, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5748, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "HaloBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "LifeAtBCA", "x": 504.802390496516, "y": 518.0125482771014, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.5748, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "LifeAtBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 664.190376913027, "y": 170.50769170159808, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "VPY_uGHEYd4", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, BPS Ungkap Faktor Pendorong | Liputan 6\n\nBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan kinerja ekonomi nasional yang tetap solid di tengah dinamika global. \n\nSejumlah faktor mendorong pertumbuhan, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi, hingga ekspor. Pemerintah optimistis tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun. Bagaimana rincian data dan sektor penyumbangnya? Simak laporan lengkapnya dalam video ini.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VPY_uGHEYd4"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 434.39614979368105, "y": 199.4558709690568, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VPY_uGHEYd4", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, BPS Ungkap Faktor Pendorong | Liputan 6\n\nBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan kinerja ekonomi nasional yang tetap solid di tengah dinamika global. \n\nSejumlah faktor mendorong pertumbuhan, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi, hingga ekspor. Pemerintah optimistis tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun. Bagaimana rincian data dan sektor penyumbangnya? Simak laporan lengkapnya dalam video ini.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VPY_uGHEYd4"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 803.8371751825275, "y": 844.0192225393944, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VPY_uGHEYd4", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, BPS Ungkap Faktor Pendorong | Liputan 6\n\nBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan kinerja ekonomi nasional yang tetap solid di tengah dinamika global. \n\nSejumlah faktor mendorong pertumbuhan, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi, hingga ekspor. Pemerintah optimistis tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun. Bagaimana rincian data dan sektor penyumbangnya? Simak laporan lengkapnya dalam video ini.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VPY_uGHEYd4"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 767.0461233525987, "y": 424.68022731349697, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VPY_uGHEYd4", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, BPS Ungkap Faktor Pendorong | Liputan 6\n\nBadan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan kinerja ekonomi nasional yang tetap solid di tengah dinamika global. \n\nSejumlah faktor mendorong pertumbuhan, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi, hingga ekspor. Pemerintah optimistis tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun. Bagaimana rincian data dan sektor penyumbangnya? Simak laporan lengkapnya dalam video ini.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VPY_uGHEYd4"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 956.2028688512952, "y": 300.4036984654991, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "L6rWr3ha4u0", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "L6rWr3ha4u0"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 609.2916414759093, "y": 722.7933531885283, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.3615, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L6rWr3ha4u0", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "L6rWr3ha4u0"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 429.0768885560886, "y": 812.4417772156182, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.3615, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "L6rWr3ha4u0", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "L6rWr3ha4u0"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 986.8334622816596, "y": 816.9801441430332, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.3615, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L6rWr3ha4u0", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "L6rWr3ha4u0"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 389.1423056291014, "y": 878.2679827827369, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.3615, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L6rWr3ha4u0", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "L6rWr3ha4u0"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 866.5676275719762, "y": 421.058783121261, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.3615, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L6rWr3ha4u0", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "L6rWr3ha4u0"}}, {"key": "@WealthEmpir", "attributes": {"label": "@WealthEmpir", "x": 601.7879579632352, "y": 637.2659441382197, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6AblD46ak5E", "id": "@WealthEmpir", "source": "youtube-000001", "content": "Penemuan Minyak di Guyana Merupakan yang Terbesar yang Pernah Ada di Karibia!\n\nGuyana telah menemukan cadangan minyak terbesar dalam sejarah Karibia—dan hal ini mengubah industri energi global lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.\n\nDengan lebih dari 11 miliar barel minyak yang ditemukan di Blok Stabroek, lepas pantai Guyana, negara kecil ini telah menjadi salah satu produsen minyak dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dipimpin oleh ExxonMobil, bersama dengan mitra Hess dan CNOOC, produksi meningkat pesat menuju lebih dari 1 juta barel per hari.\n\nNamun di balik berita utama terdapat kisah yang lebih dalam.\n\nSiapa sebenarnya yang diuntungkan dari ledakan minyak ini? Bagaimana Perjanjian Bagi Hasil Produksi 2016 memengaruhi kekayaan jangka panjang Guyana? Dan peran apa yang dimainkan Amerika Serikat seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela terkait wilayah Essequibo?\n\nDalam video ini, kami akan membahas:\n\n• Penemuan yang mengubah Karibia selamanya\n• Angka sebenarnya di balik kekayaan minyak Guyana\n\n• Kebenaran tentang kontrak minyak dan pembagian pendapatan\n• Pengaruh AS vs kedaulatan Guyana\n\n• Risiko, peluang, dan masa depan ledakan minyak ini\n\nTidak ada sensasi. Tidak ada konspirasi. Hanya fakta terverifikasi dari laporan resmi, lembaga global, dan data energi.\n\nJika Anda peduli tentang energi global, geopolitik, dan transformasi ekonomi, ini adalah kisah yang perlu Anda pahami.\n\n👉 Berlangganan untuk lebih banyak pembahasan mendalam tentang ekonomi global dan kisah sumber daya tersembunyi.\n\nhttps://youtube.com/?si=p...\n\nPenemuan minyak Guyana, minyak Guyana 2026, blok Stabroek Guyana, ExxonMobil Guyana, ledakan minyak Guyana, penemuan minyak Karibia, penemuan minyak terbesar Karibia, ekonomi minyak Guyana, produksi minyak Guyana, sengketa Venezuela-Guyana, konflik minyak Essequibo, geopolitik minyak Karibia, sumber daya alam Guyana, pengeboran lepas pantai Guyana, pasar minyak global\n\nGuyana, minyak Guyana, penemuan minyak, ExxonMobil, blok Stabroek, minyak Karibia, ledakan minyak, ekonomi Guyana, sengketa Venezuela, Essequibo, pengeboran lepas pantai, energi global, geopolitik minyak, sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi\n\n#GuyanaOil #OilDiscovery #ExxonMobil #StabroekBlock #CaribbeanOil #OilBoom #EnergyGeopolitics #VenezuelaGuyana #Essequibo #OffshoreDrilling #EnergiGlobal #NegaraPetro #SumberDayaAlam #TransformasiEkonomi #EkonomiMinyak\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Semua informasi didasarkan pada laporan yang tersedia untuk umum, publikasi pemerintah, dan sumber internasional terpercaya pada tahun 2026. Angka dan proyeksi dapat berubah dari waktu ke waktu karena faktor pasar, politik, atau operasional. Konten ini bukan merupakan nasihat keuangan, hukum, atau investasi.", "post_id": "6AblD46ak5E"}}, {"key": "wealthempir", "attributes": {"label": "wealthempir", "x": 555.9515644767847, "y": 530.3867495330576, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.0968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6AblD46ak5E", "id": "wealthempir", "source": "youtube-000001", "content": "Penemuan Minyak di Guyana Merupakan yang Terbesar yang Pernah Ada di Karibia!\n\nGuyana telah menemukan cadangan minyak terbesar dalam sejarah Karibia—dan hal ini mengubah industri energi global lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.\n\nDengan lebih dari 11 miliar barel minyak yang ditemukan di Blok Stabroek, lepas pantai Guyana, negara kecil ini telah menjadi salah satu produsen minyak dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dipimpin oleh ExxonMobil, bersama dengan mitra Hess dan CNOOC, produksi meningkat pesat menuju lebih dari 1 juta barel per hari.\n\nNamun di balik berita utama terdapat kisah yang lebih dalam.\n\nSiapa sebenarnya yang diuntungkan dari ledakan minyak ini? Bagaimana Perjanjian Bagi Hasil Produksi 2016 memengaruhi kekayaan jangka panjang Guyana? Dan peran apa yang dimainkan Amerika Serikat seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela terkait wilayah Essequibo?\n\nDalam video ini, kami akan membahas:\n\n• Penemuan yang mengubah Karibia selamanya\n• Angka sebenarnya di balik kekayaan minyak Guyana\n\n• Kebenaran tentang kontrak minyak dan pembagian pendapatan\n• Pengaruh AS vs kedaulatan Guyana\n\n• Risiko, peluang, dan masa depan ledakan minyak ini\n\nTidak ada sensasi. Tidak ada konspirasi. Hanya fakta terverifikasi dari laporan resmi, lembaga global, dan data energi.\n\nJika Anda peduli tentang energi global, geopolitik, dan transformasi ekonomi, ini adalah kisah yang perlu Anda pahami.\n\n👉 Berlangganan untuk lebih banyak pembahasan mendalam tentang ekonomi global dan kisah sumber daya tersembunyi.\n\nhttps://youtube.com/?si=p...\n\nPenemuan minyak Guyana, minyak Guyana 2026, blok Stabroek Guyana, ExxonMobil Guyana, ledakan minyak Guyana, penemuan minyak Karibia, penemuan minyak terbesar Karibia, ekonomi minyak Guyana, produksi minyak Guyana, sengketa Venezuela-Guyana, konflik minyak Essequibo, geopolitik minyak Karibia, sumber daya alam Guyana, pengeboran lepas pantai Guyana, pasar minyak global\n\nGuyana, minyak Guyana, penemuan minyak, ExxonMobil, blok Stabroek, minyak Karibia, ledakan minyak, ekonomi Guyana, sengketa Venezuela, Essequibo, pengeboran lepas pantai, energi global, geopolitik minyak, sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi\n\n#GuyanaOil #OilDiscovery #ExxonMobil #StabroekBlock #CaribbeanOil #OilBoom #EnergyGeopolitics #VenezuelaGuyana #Essequibo #OffshoreDrilling #EnergiGlobal #NegaraPetro #SumberDayaAlam #TransformasiEkonomi #EkonomiMinyak\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Semua informasi didasarkan pada laporan yang tersedia untuk umum, publikasi pemerintah, dan sumber internasional terpercaya pada tahun 2026. Angka dan proyeksi dapat berubah dari waktu ke waktu karena faktor pasar, politik, atau operasional. Konten ini bukan merupakan nasihat keuangan, hukum, atau investasi.", "post_id": "6AblD46ak5E"}}], "edges": [{"key": "Kimberley_PS08", "source": "Kimberley_PS08", "target": "ongen_id", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kimberley_PS08", "source": "Kimberley_PS08", "target": "ongen_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "da4tyotyas", "source": "da4tyotyas", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Aminuddin001", "source": "Aminuddin001", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KPembuang25484", "source": "KPembuang25484", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "Heyitsveen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemko.medan", "source": "pemko.medan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemko.medan", "source": "pemko.medan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "PemkoMedan", "source": "PemkoMedan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "PemkoMedan", "source": "PemkoMedan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "HaloBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@WealthEmpir", "source": "@WealthEmpir", "target": "wealthempir", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}