{"nodes": [{"key": "fsaidhamzah", "attributes": {"label": "fsaidhamzah", "x": 236.73004660053087, "y": 401.7824594389986, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.3348, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051831450283172246", "id": "fsaidhamzah", "source": "tweet-000004", "content": "jika memang pertumbuhan ekonomi itu benar, karena banyak investor asing, Rupiah tidak akan masuk Mata Uang terlemah di dunia\nhttps://t.co/BkHNpEXDqt", "post_id": "2051831450283172246"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 469.6468322935334, "y": 407.3268652056271, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 63.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051831450283172246", "id": "RagilSemar", "source": "tweet-000004", "content": "jika memang pertumbuhan ekonomi itu benar, karena banyak investor asing, Rupiah tidak akan masuk Mata Uang terlemah di dunia\nhttps://t.co/BkHNpEXDqt", "post_id": "2051831450283172246"}}, {"key": "PandaMerahku", "attributes": {"label": "PandaMerahku", "x": 94.91506730680999, "y": 708.7462590034079, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.3348, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051811203903844791", "id": "PandaMerahku", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "Shinichi_El", "attributes": {"label": "Shinichi_El", "x": 329.93285435394534, "y": 311.9494644570474, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 48.9271, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051811203903844791", "id": "Shinichi_El", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "1998ur_", "attributes": {"label": "1998ur_", "x": 700.1009062257966, "y": 569.1054173404742, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 48.9271, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051811203903844791", "id": "1998ur_", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "konohaberjuang", "attributes": {"label": "konohaberjuang", "x": 436.05032738412064, "y": 577.435664708165, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.3348, "eigenvector": 249.9997, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051820678782054690", "id": "konohaberjuang", "source": "tweet-000004", "content": "Korupsi gila2an jarang ada proses tegas, uang hanya berputar deras di kalangan elit, MBG menguras APBN gila2an, daya beli turun drastis, tukar rupiah thd dolar lemah banget. Hanya saja disuguhi pertumbuhan ekonomi 5,6% sudah sombong amat ini? Hahahaha", "post_id": "2051820678782054690"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 283.9918709387178, "y": 241.83974996312074, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 618.025, "eigenvector": 499.9995, "in_degree": 3, "out_degree": 1, "degree": 4}, "_id": "2051820678782054690", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Korupsi gila2an jarang ada proses tegas, uang hanya berputar deras di kalangan elit, MBG menguras APBN gila2an, daya beli turun drastis, tukar rupiah thd dolar lemah banget. Hanya saja disuguhi pertumbuhan ekonomi 5,6% sudah sombong amat ini? Hahahaha", "post_id": "2051820678782054690"}}, {"key": "Dani97aza", "attributes": {"label": "Dani97aza", "x": 570.9683319540201, "y": 850.0027099783334, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.3348, "eigenvector": 249.9997, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051782048495677907", "id": "Dani97aza", "source": "tweet-000004", "content": "Purbaya lupa bin pikun, kalau dia itu Raja PALAK Resmi Negara, kebanyakan makan duit Haram dari Palak, makanya sombong bin angkuh ngomong kalau tidak sulit memperbaiki Rupiah.\nGak bakalan menguat dgn menyusahkan Rakyat !!", "post_id": "2051782048495677907"}}, {"key": "PemkoMedan", "attributes": {"label": "PemkoMedan", "x": 6.720255646844309, "y": 938.9429440196598, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 34.3348, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "342550162479718_1373666511452414", "id": "PemkoMedan", "source": "facebook-000001", "content": "Pemko Medan menegaskan komitmen membangun kota berbasis data. Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan di Balai Kota, Selasa (5/5/2026).\n\nRico menekankan pentingnya data sebagai alat strategis, bukan sekadar angka, untuk menjaga stabilitas dan arah pertumbuhan ekonomi. Ia mendorong BPS berperan sebagai sistem peringatan dini (warning system), khususnya dalam memprediksi kenaikan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi.\n\nSelain itu, Rico juga meminta sinergi antara BPS dan DPMPTSP untuk memetakan perkembangan investasi secara real-time guna mengidentifikasi sektor unggulan di Medan.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "342550162479718_1373666511452414"}}, {"key": "pemko.medan", "attributes": {"label": "pemko.medan", "x": 572.7748636678342, "y": 896.0168102073245, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 48.9271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "342550162479718_1373666511452414", "id": "pemko.medan", "source": "facebook-000001", "content": "Pemko Medan menegaskan komitmen membangun kota berbasis data. Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan di Balai Kota, Selasa (5/5/2026).\n\nRico menekankan pentingnya data sebagai alat strategis, bukan sekadar angka, untuk menjaga stabilitas dan arah pertumbuhan ekonomi. Ia mendorong BPS berperan sebagai sistem peringatan dini (warning system), khususnya dalam memprediksi kenaikan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi.\n\nSelain itu, Rico juga meminta sinergi antara BPS dan DPMPTSP untuk memetakan perkembangan investasi secara real-time guna mengidentifikasi sektor unggulan di Medan.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "342550162479718_1373666511452414"}}], "edges": [{"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "Shinichi_El", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "1998ur_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "konohaberjuang", "source": "konohaberjuang", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dani97aza", "source": "Dani97aza", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "PemkoMedan", "source": "PemkoMedan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "PemkoMedan", "source": "PemkoMedan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}]}