{"nodes": [{"key": "iman.adinugraha.o", "attributes": {"label": "iman.adinugraha.o", "x": 965.4927884916909, "y": 194.00355313535744, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 206.1855, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7634728186667912468", "id": "iman.adinugraha.o", "source": "tiktok-000001", "content": "SUKABUMI – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan serta perlindungan menyeluruh bagi para pekerja di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. “Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 untuk seluruh pekerja di Indonesia. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam membangun bangsa,” ujar Iman pada Jumat (1/5). Menurutnya, momentum May Day bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi terhadap kondisi buruh di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan era digitalisasi dan transformasi industri. Ia menilai, saat ini banyak pekerja yang masih menghadapi ketidakpastian kerja, minimnya jaminan sosial, serta perlindungan hukum yang belum optimal. “Pemerintah harus hadir memastikan bahwa setiap pekerja, baik di sektor formal maupun informal, mendapatkan hak yang layak. Termasuk pekerja digital seperti ojek online dan freelancer yang hingga kini masih membutuhkan payung hukum yang kuat,” ujarnya. Ia juga mendorong adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, pekerja Indonesia diharapkan mampu bersaing di tengah persaingan global yang semakin ketat. Selain itu, Iman menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Ia menilai, dialog yang konstruktif dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan tanpa harus berujung konflik. “May Day harus menjadi momentum memperkuat solidaritas dan memperjuangkan keadilan bagi pekerja. Negara harus memastikan tidak ada buruh yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya. sumber: radarjabar.com #partaidemokrat #sorotan   DEMOKRAT KAB SUKABUMI", "post_id": "7634728186667912468"}}, {"key": "IMANsukabumi", "attributes": {"label": "IMANsukabumi", "x": 148.8894968637453, "y": 309.9710412186919, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 264.6048, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634728186667912468", "id": "IMANsukabumi", "source": "tiktok-000001", "content": "SUKABUMI – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan serta perlindungan menyeluruh bagi para pekerja di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. “Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 untuk seluruh pekerja di Indonesia. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam membangun bangsa,” ujar Iman pada Jumat (1/5). Menurutnya, momentum May Day bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi terhadap kondisi buruh di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan era digitalisasi dan transformasi industri. Ia menilai, saat ini banyak pekerja yang masih menghadapi ketidakpastian kerja, minimnya jaminan sosial, serta perlindungan hukum yang belum optimal. “Pemerintah harus hadir memastikan bahwa setiap pekerja, baik di sektor formal maupun informal, mendapatkan hak yang layak. Termasuk pekerja digital seperti ojek online dan freelancer yang hingga kini masih membutuhkan payung hukum yang kuat,” ujarnya. Ia juga mendorong adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, pekerja Indonesia diharapkan mampu bersaing di tengah persaingan global yang semakin ketat. Selain itu, Iman menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Ia menilai, dialog yang konstruktif dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan tanpa harus berujung konflik. “May Day harus menjadi momentum memperkuat solidaritas dan memperjuangkan keadilan bagi pekerja. Negara harus memastikan tidak ada buruh yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya. sumber: radarjabar.com #partaidemokrat #sorotan   DEMOKRAT KAB SUKABUMI", "post_id": "7634728186667912468"}}, {"key": "DPC", "attributes": {"label": "DPC", "x": 435.38501119426274, "y": 22.144550313277556, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 264.6048, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634728186667912468", "id": "DPC", "source": "tiktok-000001", "content": "SUKABUMI – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan serta perlindungan menyeluruh bagi para pekerja di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. “Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 untuk seluruh pekerja di Indonesia. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam membangun bangsa,” ujar Iman pada Jumat (1/5). Menurutnya, momentum May Day bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi terhadap kondisi buruh di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan era digitalisasi dan transformasi industri. Ia menilai, saat ini banyak pekerja yang masih menghadapi ketidakpastian kerja, minimnya jaminan sosial, serta perlindungan hukum yang belum optimal. “Pemerintah harus hadir memastikan bahwa setiap pekerja, baik di sektor formal maupun informal, mendapatkan hak yang layak. Termasuk pekerja digital seperti ojek online dan freelancer yang hingga kini masih membutuhkan payung hukum yang kuat,” ujarnya. Ia juga mendorong adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, pekerja Indonesia diharapkan mampu bersaing di tengah persaingan global yang semakin ketat. Selain itu, Iman menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Ia menilai, dialog yang konstruktif dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan tanpa harus berujung konflik. “May Day harus menjadi momentum memperkuat solidaritas dan memperjuangkan keadilan bagi pekerja. Negara harus memastikan tidak ada buruh yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya. sumber: radarjabar.com #partaidemokrat #sorotan   DEMOKRAT KAB SUKABUMI", "post_id": "7634728186667912468"}}, {"key": "fpd_dpr", "attributes": {"label": "fpd_dpr", "x": 549.9283269559775, "y": 549.0764577757104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 264.6048, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634728186667912468", "id": "fpd_dpr", "source": "tiktok-000001", "content": "SUKABUMI – Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan serta perlindungan menyeluruh bagi para pekerja di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. “Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 untuk seluruh pekerja di Indonesia. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam membangun bangsa,” ujar Iman pada Jumat (1/5). Menurutnya, momentum May Day bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga refleksi terhadap kondisi buruh di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan era digitalisasi dan transformasi industri. Ia menilai, saat ini banyak pekerja yang masih menghadapi ketidakpastian kerja, minimnya jaminan sosial, serta perlindungan hukum yang belum optimal. “Pemerintah harus hadir memastikan bahwa setiap pekerja, baik di sektor formal maupun informal, mendapatkan hak yang layak. Termasuk pekerja digital seperti ojek online dan freelancer yang hingga kini masih membutuhkan payung hukum yang kuat,” ujarnya. Ia juga mendorong adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan demikian, pekerja Indonesia diharapkan mampu bersaing di tengah persaingan global yang semakin ketat. Selain itu, Iman menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Ia menilai, dialog yang konstruktif dapat menjadi solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan tanpa harus berujung konflik. “May Day harus menjadi momentum memperkuat solidaritas dan memperjuangkan keadilan bagi pekerja. Negara harus memastikan tidak ada buruh yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya. sumber: radarjabar.com #partaidemokrat #sorotan   DEMOKRAT KAB SUKABUMI", "post_id": "7634728186667912468"}}], "edges": [{"key": "iman.adinugraha.o", "source": "iman.adinugraha.o", "target": "IMANsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iman.adinugraha.o", "source": "iman.adinugraha.o", "target": "DPC", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iman.adinugraha.o", "source": "iman.adinugraha.o", "target": "fpd_dpr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}