{"nodes": [{"key": "infoterkinismr", "attributes": {"label": "infoterkinismr", "x": 350.9021928642416, "y": 509.48824159973935, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 350.8771, "eigenvector": 500.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890151763525374539_2112567395", "id": "infoterkinismr", "source": "instagram-000001", "content": "Senin (4/5), mereka mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim 1. Bukan tanpa sebab, aksi ini jadi bentuk keresahan yang sudah lama terpendam.\n\nPara driver menuntut kejelasan. Mereka meminta agar pendaftaran driver baru dihentikan sementara, karena jumlah mitra yang membludak membuat orderan di lapangan terasa makin sepi—atau istilah mereka, “anyep”.\n\nTak hanya itu, muncul pula keluhan soal program layanan berbayar (slot) yang disebut bisa melancarkan orderan. Para driver merasa, untuk bisa “hidup” dari aplikasi, mereka seperti dipaksa ikut layanan tersebut.\n\nBagi mereka, ini bukan sekadar soal fitur—ini soal penghasilan harian dan keberlangsungan hidup.\nKini, para driver berharap ada langkah nyata dari pihak perusahaan. Karena di balik jaket hijau itu, ada banyak keluarga yang bergantung pada setiap order yang masuk.\n\n🎥:", "post_id": "3890151763525374539_2112567395"}}, {"key": "samarinda_borneo_", "attributes": {"label": "samarinda_borneo_", "x": 307.5311395106516, "y": 581.5173105501121, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 649.1229, "eigenvector": 500.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890151763525374539_2112567395", "id": "samarinda_borneo_", "source": "instagram-000001", "content": "Senin (4/5), mereka mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim 1. Bukan tanpa sebab, aksi ini jadi bentuk keresahan yang sudah lama terpendam.\n\nPara driver menuntut kejelasan. Mereka meminta agar pendaftaran driver baru dihentikan sementara, karena jumlah mitra yang membludak membuat orderan di lapangan terasa makin sepi—atau istilah mereka, “anyep”.\n\nTak hanya itu, muncul pula keluhan soal program layanan berbayar (slot) yang disebut bisa melancarkan orderan. Para driver merasa, untuk bisa “hidup” dari aplikasi, mereka seperti dipaksa ikut layanan tersebut.\n\nBagi mereka, ini bukan sekadar soal fitur—ini soal penghasilan harian dan keberlangsungan hidup.\nKini, para driver berharap ada langkah nyata dari pihak perusahaan. Karena di balik jaket hijau itu, ada banyak keluarga yang bergantung pada setiap order yang masuk.\n\n🎥:", "post_id": "3890151763525374539_2112567395"}}], "edges": [{"key": "infoterkinismr", "source": "infoterkinismr", "target": "samarinda_borneo_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}