{"nodes": [{"key": "J0YCELLINE", "attributes": {"label": "J0YCELLINE", "x": 909.0475175147586, "y": 279.19281649196137, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 116.959, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052064574640423184", "id": "J0YCELLINE", "source": "tweet-000004", "content": "Pengen Indonesia segera pulih kembali, semua2nya murah tanpa ada inflasi, rupiah menguat, kita bisa punya pemimpin yang benar2 memihak rakya kecil.", "post_id": "2052064574640423184"}}, {"key": "rasabersalahhh", "attributes": {"label": "rasabersalahhh", "x": 82.70285587756221, "y": 975.3526524217956, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 216.3743, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052064574640423184", "id": "rasabersalahhh", "source": "tweet-000004", "content": "Pengen Indonesia segera pulih kembali, semua2nya murah tanpa ada inflasi, rupiah menguat, kita bisa punya pemimpin yang benar2 memihak rakya kecil.", "post_id": "2052064574640423184"}}, {"key": "jerkdumbass", "attributes": {"label": "jerkdumbass", "x": 448.32692006574314, "y": 970.4715170420856, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 116.959, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052189891963011186", "id": "jerkdumbass", "source": "tweet-000004", "content": "setuju bang, justru menurut gue dengan kritik yang kritislah bentuk kontribusi kecil untuk perubahan. kalau cuma jadi silent major gak ada kritik apapun? yaudah aja ppn naik, kurs dolar naik, rupiah melemah, leluasa banget tuh pemerintah buat kebijakan seenaknya.", "post_id": "2052189891963011186"}}, {"key": "pandji", "attributes": {"label": "pandji", "x": 503.06686397958913, "y": 546.2492684932344, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 216.3743, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052189891963011186", "id": "pandji", "source": "tweet-000004", "content": "setuju bang, justru menurut gue dengan kritik yang kritislah bentuk kontribusi kecil untuk perubahan. kalau cuma jadi silent major gak ada kritik apapun? yaudah aja ppn naik, kurs dolar naik, rupiah melemah, leluasa banget tuh pemerintah buat kebijakan seenaknya.", "post_id": "2052189891963011186"}}, {"key": "mynameisrio26", "attributes": {"label": "mynameisrio26", "x": 185.65382008634035, "y": 755.9833564461014, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 116.959, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636937545560902930", "id": "mynameisrio26", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (menyentuh level >Rp17.400 pada Mei 2026) berdampak signifikan, terutama kenaikan harga barang impor/bahan baku (imported inflation), beban biaya produksi industri manufaktur membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta risiko PHK. Kondisi ini juga menekan margin laba emiten di pasar modal dan meningkatkan potensi inflasi.  Dampak Utama Rupiah Melemah: Lonjakan Harga Barang Impor & Bahan Baku: Biaya impor barang konsumsi, elektronik, obat-obatan, dan bahan baku industri menjadi lebih mahal, langsung meningkatkan harga jual di pasar. Inflasi (Cost-Push Inflation): Kenaikan biaya bahan baku impor memicu kenaikan harga produk jadi (konsumen) secara umum, menyebabkan inflasi. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Nilai riil pendapatan masyarakat menurun, membuat kemampuan belanja berkurang karena harga barang kebutuhan pokok dan non-pokok naik. Tekanan pada Sektor Industri & Manufaktur: Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor mengalami kenaikan biaya operasional, yang seringkali menyebabkan pengurangan margin laba atau pemotongan produksi. Beban Utang Luar Negeri Membengkak: Perusahaan atau pemerintah yang memiliki utang dalam Dolar AS harus membayar lebih banyak dalam Rupiah. Sentimen Negatif di Pasar Modal: Saham emiten berbasis impor cenderung tertekan, memengaruhi aliran modal asing dan kepercayaan investor. Sektor yang Diuntungkan: Eksportir (contoh: komoditas, sawit) berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke Rupiah.  Strategi Menghadapi: Masyarakat disarankan menghemat, beralih ke produk lokal, dan mempertimbangkan instrumen investasi aman seperti emas. Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi melalui bauran kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs.   #rupiahmelemah #usdollar #inflasi #beritaviral #fyp", "post_id": "7636937545560902930"}}, {"key": "bamhardy", "attributes": {"label": "bamhardy", "x": 638.6365057321246, "y": 779.9923757790262, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 216.3743, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636937545560902930", "id": "bamhardy", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (menyentuh level >Rp17.400 pada Mei 2026) berdampak signifikan, terutama kenaikan harga barang impor/bahan baku (imported inflation), beban biaya produksi industri manufaktur membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta risiko PHK. Kondisi ini juga menekan margin laba emiten di pasar modal dan meningkatkan potensi inflasi.  Dampak Utama Rupiah Melemah: Lonjakan Harga Barang Impor & Bahan Baku: Biaya impor barang konsumsi, elektronik, obat-obatan, dan bahan baku industri menjadi lebih mahal, langsung meningkatkan harga jual di pasar. Inflasi (Cost-Push Inflation): Kenaikan biaya bahan baku impor memicu kenaikan harga produk jadi (konsumen) secara umum, menyebabkan inflasi. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Nilai riil pendapatan masyarakat menurun, membuat kemampuan belanja berkurang karena harga barang kebutuhan pokok dan non-pokok naik. Tekanan pada Sektor Industri & Manufaktur: Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor mengalami kenaikan biaya operasional, yang seringkali menyebabkan pengurangan margin laba atau pemotongan produksi. Beban Utang Luar Negeri Membengkak: Perusahaan atau pemerintah yang memiliki utang dalam Dolar AS harus membayar lebih banyak dalam Rupiah. Sentimen Negatif di Pasar Modal: Saham emiten berbasis impor cenderung tertekan, memengaruhi aliran modal asing dan kepercayaan investor. Sektor yang Diuntungkan: Eksportir (contoh: komoditas, sawit) berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke Rupiah.  Strategi Menghadapi: Masyarakat disarankan menghemat, beralih ke produk lokal, dan mempertimbangkan instrumen investasi aman seperti emas. Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi melalui bauran kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs.   #rupiahmelemah #usdollar #inflasi #beritaviral #fyp", "post_id": "7636937545560902930"}}], "edges": [{"key": "J0YCELLINE", "source": "J0YCELLINE", "target": "rasabersalahhh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jerkdumbass", "source": "jerkdumbass", "target": "pandji", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mynameisrio26", "source": "mynameisrio26", "target": "bamhardy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}