{"nodes": [{"key": "cirebonwarta_", "attributes": {"label": "cirebonwarta_", "x": 209.99594678579382, "y": 428.47648343735744, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 103.0928, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "3891169732094225303_14087608753", "id": "cirebonwarta_", "source": "instagram-000001", "content": "KUNINGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk \"Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas\" di Universitas Kuningan (UNIKU), Rabu (6/5/26).\n\nSebanyak 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dibekali pemahaman untuk menghadapi ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, hingga investasi bodong.\n\nKegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Dr. Shohibul Imam, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, dan Rektor UNIKU Dr. Anna Fitri Hindriana.\n\nDikatakan Agus bahwa Data SNLIK 2025 menunjukkan literasi keuangan mahasiswa baru mencapai 40,49%, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66,64%.\n\nMaka dari itu, Mahasiswa diajarkan mengenali ciri-ciri investasi ilegal dan bahaya judi online yang merusak finansial serta mental.\n\nOJK mendorong mahasiswa menjadi agent of change yang kritis terhadap risiko digital dan bijak dalam mengelola keuangan.\n\nKepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa edukasi ini bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.\n\n \"Mahasiswa jangan sampai menjadi korban\n ataupun pelaku praktik keuangan ilegal. OJK hadir untuk memastikan generasi muda mampu membedakan layanan keuangan legal dan yang merugikan,\" ujarnya.\n\nSementara itu, Dian Rahmat Yanuar, Bupati Kuningan turut mengapresiasi langkah aktif OJK dalam melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang kian masif. \n\nMelalui sinergi antara regulator, pemerintah, dan akademisi, diharapkan generasi muda Kuningan siap menjadi penggerak ekonomi yang cerdas dan mandiri menuju Indonesia Emas 2045.\n\n    #ojk#ojkcirebon#uniku #kuningan", "post_id": "3891169732094225303_14087608753"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 9.80707244215251, "y": 907.5148044056483, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 125.0, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891169732094225303_14087608753", "id": "ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "KUNINGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk \"Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas\" di Universitas Kuningan (UNIKU), Rabu (6/5/26).\n\nSebanyak 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dibekali pemahaman untuk menghadapi ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, hingga investasi bodong.\n\nKegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Dr. Shohibul Imam, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, dan Rektor UNIKU Dr. Anna Fitri Hindriana.\n\nDikatakan Agus bahwa Data SNLIK 2025 menunjukkan literasi keuangan mahasiswa baru mencapai 40,49%, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66,64%.\n\nMaka dari itu, Mahasiswa diajarkan mengenali ciri-ciri investasi ilegal dan bahaya judi online yang merusak finansial serta mental.\n\nOJK mendorong mahasiswa menjadi agent of change yang kritis terhadap risiko digital dan bijak dalam mengelola keuangan.\n\nKepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa edukasi ini bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.\n\n \"Mahasiswa jangan sampai menjadi korban\n ataupun pelaku praktik keuangan ilegal. OJK hadir untuk memastikan generasi muda mampu membedakan layanan keuangan legal dan yang merugikan,\" ujarnya.\n\nSementara itu, Dian Rahmat Yanuar, Bupati Kuningan turut mengapresiasi langkah aktif OJK dalam melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang kian masif. \n\nMelalui sinergi antara regulator, pemerintah, dan akademisi, diharapkan generasi muda Kuningan siap menjadi penggerak ekonomi yang cerdas dan mandiri menuju Indonesia Emas 2045.\n\n    #ojk#ojkcirebon#uniku #kuningan", "post_id": "3891169732094225303_14087608753"}}, {"key": "ojk_cirebon", "attributes": {"label": "ojk_cirebon", "x": 186.39866505159654, "y": 411.36641089474324, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 125.0, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891169732094225303_14087608753", "id": "ojk_cirebon", "source": "instagram-000001", "content": "KUNINGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk \"Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas\" di Universitas Kuningan (UNIKU), Rabu (6/5/26).\n\nSebanyak 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dibekali pemahaman untuk menghadapi ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, hingga investasi bodong.\n\nKegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Dr. Shohibul Imam, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, dan Rektor UNIKU Dr. Anna Fitri Hindriana.\n\nDikatakan Agus bahwa Data SNLIK 2025 menunjukkan literasi keuangan mahasiswa baru mencapai 40,49%, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66,64%.\n\nMaka dari itu, Mahasiswa diajarkan mengenali ciri-ciri investasi ilegal dan bahaya judi online yang merusak finansial serta mental.\n\nOJK mendorong mahasiswa menjadi agent of change yang kritis terhadap risiko digital dan bijak dalam mengelola keuangan.\n\nKepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa edukasi ini bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.\n\n \"Mahasiswa jangan sampai menjadi korban\n ataupun pelaku praktik keuangan ilegal. OJK hadir untuk memastikan generasi muda mampu membedakan layanan keuangan legal dan yang merugikan,\" ujarnya.\n\nSementara itu, Dian Rahmat Yanuar, Bupati Kuningan turut mengapresiasi langkah aktif OJK dalam melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang kian masif. \n\nMelalui sinergi antara regulator, pemerintah, dan akademisi, diharapkan generasi muda Kuningan siap menjadi penggerak ekonomi yang cerdas dan mandiri menuju Indonesia Emas 2045.\n\n    #ojk#ojkcirebon#uniku #kuningan", "post_id": "3891169732094225303_14087608753"}}, {"key": "fkip_uniku", "attributes": {"label": "fkip_uniku", "x": 680.8807476182907, "y": 755.232693773134, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 125.0, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891169732094225303_14087608753", "id": "fkip_uniku", "source": "instagram-000001", "content": "KUNINGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk \"Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas\" di Universitas Kuningan (UNIKU), Rabu (6/5/26).\n\nSebanyak 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dibekali pemahaman untuk menghadapi ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, hingga investasi bodong.\n\nKegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Dr. Shohibul Imam, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, dan Rektor UNIKU Dr. Anna Fitri Hindriana.\n\nDikatakan Agus bahwa Data SNLIK 2025 menunjukkan literasi keuangan mahasiswa baru mencapai 40,49%, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66,64%.\n\nMaka dari itu, Mahasiswa diajarkan mengenali ciri-ciri investasi ilegal dan bahaya judi online yang merusak finansial serta mental.\n\nOJK mendorong mahasiswa menjadi agent of change yang kritis terhadap risiko digital dan bijak dalam mengelola keuangan.\n\nKepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa edukasi ini bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.\n\n \"Mahasiswa jangan sampai menjadi korban\n ataupun pelaku praktik keuangan ilegal. OJK hadir untuk memastikan generasi muda mampu membedakan layanan keuangan legal dan yang merugikan,\" ujarnya.\n\nSementara itu, Dian Rahmat Yanuar, Bupati Kuningan turut mengapresiasi langkah aktif OJK dalam melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang kian masif. \n\nMelalui sinergi antara regulator, pemerintah, dan akademisi, diharapkan generasi muda Kuningan siap menjadi penggerak ekonomi yang cerdas dan mandiri menuju Indonesia Emas 2045.\n\n    #ojk#ojkcirebon#uniku #kuningan", "post_id": "3891169732094225303_14087608753"}}, {"key": "prokompimkabkuningan", "attributes": {"label": "prokompimkabkuningan", "x": 80.72442420134507, "y": 4.11118988569803, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 125.0, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891169732094225303_14087608753", "id": "prokompimkabkuningan", "source": "instagram-000001", "content": "KUNINGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan edukasi keuangan bertajuk \"Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas\" di Universitas Kuningan (UNIKU), Rabu (6/5/26).\n\nSebanyak 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dibekali pemahaman untuk menghadapi ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, hingga investasi bodong.\n\nKegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Dr. Shohibul Imam, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, dan Rektor UNIKU Dr. Anna Fitri Hindriana.\n\nDikatakan Agus bahwa Data SNLIK 2025 menunjukkan literasi keuangan mahasiswa baru mencapai 40,49%, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66,64%.\n\nMaka dari itu, Mahasiswa diajarkan mengenali ciri-ciri investasi ilegal dan bahaya judi online yang merusak finansial serta mental.\n\nOJK mendorong mahasiswa menjadi agent of change yang kritis terhadap risiko digital dan bijak dalam mengelola keuangan.\n\nKepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa edukasi ini bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.\n\n \"Mahasiswa jangan sampai menjadi korban\n ataupun pelaku praktik keuangan ilegal. OJK hadir untuk memastikan generasi muda mampu membedakan layanan keuangan legal dan yang merugikan,\" ujarnya.\n\nSementara itu, Dian Rahmat Yanuar, Bupati Kuningan turut mengapresiasi langkah aktif OJK dalam melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang kian masif. \n\nMelalui sinergi antara regulator, pemerintah, dan akademisi, diharapkan generasi muda Kuningan siap menjadi penggerak ekonomi yang cerdas dan mandiri menuju Indonesia Emas 2045.\n\n    #ojk#ojkcirebon#uniku #kuningan", "post_id": "3891169732094225303_14087608753"}}, {"key": "user2766431892645", "attributes": {"label": "user2766431892645", "x": 152.48532238262, "y": 393.11460478023287, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 103.0928, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7441432588025220407", "id": "user2766431892645", "source": "tiktok-000001", "content": "Penagihan secara brutal tidak hanya dilakukan para DC dri pinjol ilegal semata, para pinjol legal yg katanya di bawah naungan  Jasa Keuangan ✔️ pun kerap melakukan hal serupa. Jika sudah seperti itu, yg menjadi pertanyaan sekarang adalah sudah benarkah kinerja OJK ini? mau sampai kapan masyarakat hidup dlm tekanan dan ketakutan dgn DC pinjol. Stop lakukan  pinjol! Stop bayar jika kalian tidak mampu lagi alias galbay kan saja! #pinjol #pinjolkejam #pinjollegal", "post_id": "7441432588025220407"}}, {"key": "Otoritas", "attributes": {"label": "Otoritas", "x": 502.0477633834578, "y": 521.3681646228201, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 146.9072, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7441432588025220407", "id": "Otoritas", "source": "tiktok-000001", "content": "Penagihan secara brutal tidak hanya dilakukan para DC dri pinjol ilegal semata, para pinjol legal yg katanya di bawah naungan  Jasa Keuangan ✔️ pun kerap melakukan hal serupa. Jika sudah seperti itu, yg menjadi pertanyaan sekarang adalah sudah benarkah kinerja OJK ini? mau sampai kapan masyarakat hidup dlm tekanan dan ketakutan dgn DC pinjol. Stop lakukan  pinjol! Stop bayar jika kalian tidak mampu lagi alias galbay kan saja! #pinjol #pinjolkejam #pinjollegal", "post_id": "7441432588025220407"}}, {"key": "ojkIndonesia", "attributes": {"label": "ojkIndonesia", "x": 353.66619320034243, "y": 146.06590961813316, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 146.9072, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7441432588025220407", "id": "ojkIndonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Penagihan secara brutal tidak hanya dilakukan para DC dri pinjol ilegal semata, para pinjol legal yg katanya di bawah naungan  Jasa Keuangan ✔️ pun kerap melakukan hal serupa. Jika sudah seperti itu, yg menjadi pertanyaan sekarang adalah sudah benarkah kinerja OJK ini? mau sampai kapan masyarakat hidup dlm tekanan dan ketakutan dgn DC pinjol. Stop lakukan  pinjol! Stop bayar jika kalian tidak mampu lagi alias galbay kan saja! #pinjol #pinjolkejam #pinjollegal", "post_id": "7441432588025220407"}}], "edges": [{"key": "cirebonwarta_", "source": "cirebonwarta_", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cirebonwarta_", "source": "cirebonwarta_", "target": "ojk_cirebon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cirebonwarta_", "source": "cirebonwarta_", "target": "fkip_uniku", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cirebonwarta_", "source": "cirebonwarta_", "target": "prokompimkabkuningan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "user2766431892645", "source": "user2766431892645", "target": "Otoritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user2766431892645", "source": "user2766431892645", "target": "ojkIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}