{"nodes": [{"key": "JawisN", "attributes": {"label": "JawisN", "x": 791.1816727459948, "y": 973.7884505541658, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.3222, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052014169768276137", "id": "JawisN", "source": "tweet-000004", "content": "gw aja cuma main 2 emiten.\n1 blue chip, 1 lagi saham gorengan buat scalping nyari buat beli seblak ceker lah perhari", "post_id": "2052014169768276137"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 939.9804683428026, "y": 610.6995524297381, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 67.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052014169768276137", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "gw aja cuma main 2 emiten.\n1 blue chip, 1 lagi saham gorengan buat scalping nyari buat beli seblak ceker lah perhari", "post_id": "2052014169768276137"}}, {"key": "Ronsarteins", "attributes": {"label": "Ronsarteins", "x": 149.43600963626736, "y": 386.579321657884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.3222, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052189123793023336", "id": "Ronsarteins", "source": "tweet-000004", "content": "Biasa lur investor saham bercermin sama outflow asing dari banking mereka punya thesis asing tetep stay cuma karena saham komo. Mereka juga kebingungan karena dibanding komoditas sama perbankan market cap emiten dalam sektor manufaktur terlewat jauh.", "post_id": "2052189123793023336"}}, {"key": "farisrachman_1", "attributes": {"label": "farisrachman_1", "x": 339.3400816885364, "y": 941.5445514688449, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 67.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052189123793023336", "id": "farisrachman_1", "source": "tweet-000004", "content": "Biasa lur investor saham bercermin sama outflow asing dari banking mereka punya thesis asing tetep stay cuma karena saham komo. Mereka juga kebingungan karena dibanding komoditas sama perbankan market cap emiten dalam sektor manufaktur terlewat jauh.", "post_id": "2052189123793023336"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 483.5760515796193, "y": 288.4861103765587, "size": 3.02, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.6821, "eigenvector": 0.3226, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "2698805400608688973_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Sebuah kabar gembira datang dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Emiten penambang batu bara ini akan membagikan dividen interim untuk pemegang sahamnya atas kinerja perusahaan sepanjang 2021.\n\nMengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Rabu (3/11/2021), nilai dividen yang akan dibagikan emiten produsen batu bara kalori tinggi ini mencapai Rp1.218 per saham.\n\nKeputusan pembagian dividen ini merujuk kepada Circular Resolutions In Lieu of the Board of Directors of PT Indo Tambangraya Megah Tbk tertanggal 29 Oktober 2021 yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris Perseroan pada tanggal yang sama.\n\n\"Dividen Interim akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date pada tanggal 12 November 2021 dan/atau Pemilik saham perseroan pada sub rekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tanggal 12 November 2021,\" tulis manajemen.\n\nBaca berita selengkapnya di www.idxchannel.com atau cek link bio \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "2698805400608688973_3310659452"}}, {"key": "idxchannel", "attributes": {"label": "idxchannel", "x": 983.6851068356624, "y": 657.8535314760616, "size": 3.01, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.6821, "eigenvector": 0.1994, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3676161255116991034_3310659452", "id": "idxchannel", "source": "instagram-000001", "content": "Emiten nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) menjadi sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah harga sahamnya melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.\n\nSaham NICE tercatat naik signifikan 32,97 persen dalam sepekan, didorong aksi akumulasi saham oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). \n\nBahkan, saham NICE sempat mencetak auto reject atas (ARA) selama dua hari berturut-turut pada 8-9 Juli 2025, dengan lonjakan masing-masing sebesar 24,86 persen dan 24,46 persen.\n\nMenanggapi hal tersebut, manajemen NICE mengatakan tidak mengetahui adanya informasi atau kejadian penting yang menjadi alasan kenaikan harga saham, termasuk keputusan investasi dari pemodal.\n\nBaca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/bursa-soroti-kenaikan-saham-adhi-kartiko-nice-ini-penjelasan-manajemen\n\nAtau klik link di Bio: \n\nFoto: istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3676161255116991034_3310659452"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 282.2708786127616, "y": 179.03860184262555, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3222, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890776316458946574_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "Rilis kinerja Q1/2026 Sterling Infrastructure membuat harga-nya naik lebih dari 50% dalam semalam.\n\nKenaikan tajam ini bisa menjadi indikasi, bahwa pasar mulai menghargai AI infrastructure plays secara serius. \n\nTidak adanya AI-Hyperscalers maupun Big-Techs di BEI, tidak harus membuat BEI rendah diri. \n\nListrik adalah mata uang masa depan. Di Indonesia, mata uang ini dicetak oleh sejumlah emiten sektor energi, seperti PGEO - yang labanya tumbuh 40% di Q1/2026.\n\nPick ‘n shovel opportunity dari mata rantai transformasi AI ini tidak hanya berasal dari sektor energi saja. Banyak emiten BEI lainnya yang berada pada mata rantai ini. \n\nPariah-nya BEI saat ini menjadi blessing in disguise. Turunnya harga saham, membuat margin of safety emiten BEI menjadi lebih tinggi.\n\nKarena di BEI belum ada ETF dengan thema ini, Anda dapat membuat keranjang sendiri (Jika ada perusahaan sekuritas yang tertarik membuat ETF ini, silahkan menghubungi Admin di IG )\n\nIni bukan taruhan pada adopsi AI. Ini taruhan pada siapa yang mencetak, menyalurkan, dan menampung mata uang masa depan — listrik, dan mata rantai transformasi AI — dengan tetap disiplin, bahwa hanya bisnis yang baik pada harga yang baik yang masuk keranjang. Sisanya, harus tunggu.\n\nPelajaran sebenarnya bukan “beli yang paling tematik” — melainkan mengidentifikasi mata uang masa depan, lalu membeli pencetak mata uang itu di harga yang masuk akal.\n\nMemo ini merupakan memo edukasi, bukan rekomendasi. Anda harus mau melakukan kajian sendiri. DYOR. \n\nSetiap nama dalam Basket Aktif maupun Watchlist harus dianalisis ulang secara individual sebelum dieksekusi.\n\nPosting lengkap 8 halaman sudah di-post di website jsportfolio.id", "post_id": "3890776316458946574_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "jsportfolio.id", "x": 705.7526148897455, "y": 96.97017812069086, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 67.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890776316458946574_9022830818", "id": "jsportfolio.id", "source": "instagram-000001", "content": "Rilis kinerja Q1/2026 Sterling Infrastructure membuat harga-nya naik lebih dari 50% dalam semalam.\n\nKenaikan tajam ini bisa menjadi indikasi, bahwa pasar mulai menghargai AI infrastructure plays secara serius. \n\nTidak adanya AI-Hyperscalers maupun Big-Techs di BEI, tidak harus membuat BEI rendah diri. \n\nListrik adalah mata uang masa depan. Di Indonesia, mata uang ini dicetak oleh sejumlah emiten sektor energi, seperti PGEO - yang labanya tumbuh 40% di Q1/2026.\n\nPick ‘n shovel opportunity dari mata rantai transformasi AI ini tidak hanya berasal dari sektor energi saja. Banyak emiten BEI lainnya yang berada pada mata rantai ini. \n\nPariah-nya BEI saat ini menjadi blessing in disguise. Turunnya harga saham, membuat margin of safety emiten BEI menjadi lebih tinggi.\n\nKarena di BEI belum ada ETF dengan thema ini, Anda dapat membuat keranjang sendiri (Jika ada perusahaan sekuritas yang tertarik membuat ETF ini, silahkan menghubungi Admin di IG )\n\nIni bukan taruhan pada adopsi AI. Ini taruhan pada siapa yang mencetak, menyalurkan, dan menampung mata uang masa depan — listrik, dan mata rantai transformasi AI — dengan tetap disiplin, bahwa hanya bisnis yang baik pada harga yang baik yang masuk keranjang. Sisanya, harus tunggu.\n\nPelajaran sebenarnya bukan “beli yang paling tematik” — melainkan mengidentifikasi mata uang masa depan, lalu membeli pencetak mata uang itu di harga yang masuk akal.\n\nMemo ini merupakan memo edukasi, bukan rekomendasi. Anda harus mau melakukan kajian sendiri. DYOR. \n\nSetiap nama dalam Basket Aktif maupun Watchlist harus dianalisis ulang secara individual sebelum dieksekusi.\n\nPosting lengkap 8 halaman sudah di-post di website jsportfolio.id", "post_id": "3890776316458946574_9022830818"}}, {"key": "stockreviewid", "attributes": {"label": "stockreviewid", "x": 941.6992268890077, "y": 664.4732811752299, "size": 3.02, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.6821, "eigenvector": 0.3226, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "7259669153047399681", "id": "stockreviewid", "source": "tiktok-000001", "content": "Joss! Suami Nikita Willy Dapat Rp10,5M dari BIRD Emiten taxi PT Blue Bird Tbk (BIRD), Jumat, (21/7/1023) melakukan pembayaran dividen tunai dengan total Rp 180,15 miliar atau Rp 72 per saham. Pembagian dividen tersebut juga masuk ke Indra Priawan Djokosoetono, suami Nikita Willy, yang kini menjabat sebagai pengendali perseroan. Melansir keterbukaan informasi BEI Per 30 Juni, Indra Priawan Djokosoetono memegang 5,8% saham BIRD.  Sebagai pengendali, Indra secara rinci menggenggam 145.744.700 saham. Jika dihitung dari jumlah saham yang beredar sebanyak 2,5 miliar saham, maka pembagian dividen per saham Rp 72 per saham dan dividen yield sebesar 3,41%. Besaran dividen yang mengalir ke kantong Indra adalah sebesar Rp10,49 miliar. Tante dari suami Nikita Willy, Mintarsih, mengaku berhak atas sebagian saham BIRD juga. Mintarsih merasa masih punya hak di perusahaan keluarga itu. Pihak Mintarsih masih menunggu itikad baik dari keluarga Indra Priawan untuk membagikan saham miliknya sebelum ia melaporkan perkara ini ke polisi. Website:\tstockreview.id Youtube:\t Twitter:\t Instagram:\t Facebook: \tStockReview.id TikTok:\t\tstockreviewid Telegram: \tt.me/StockReview_id #dividen  #saham  #bluebird  #bird  #investor  #idx  #stockmarket  #stockreviewid", "post_id": "7259669153047399681"}}, {"key": "StockreviewI", "attributes": {"label": "StockreviewI", "x": 952.9555493270756, "y": 248.77941563353556, "size": 3.01, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.6821, "eigenvector": 0.1994, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7259669153047399681", "id": "StockreviewI", "source": "tiktok-000001", "content": "Joss! Suami Nikita Willy Dapat Rp10,5M dari BIRD Emiten taxi PT Blue Bird Tbk (BIRD), Jumat, (21/7/1023) melakukan pembayaran dividen tunai dengan total Rp 180,15 miliar atau Rp 72 per saham. Pembagian dividen tersebut juga masuk ke Indra Priawan Djokosoetono, suami Nikita Willy, yang kini menjabat sebagai pengendali perseroan. Melansir keterbukaan informasi BEI Per 30 Juni, Indra Priawan Djokosoetono memegang 5,8% saham BIRD.  Sebagai pengendali, Indra secara rinci menggenggam 145.744.700 saham. Jika dihitung dari jumlah saham yang beredar sebanyak 2,5 miliar saham, maka pembagian dividen per saham Rp 72 per saham dan dividen yield sebesar 3,41%. Besaran dividen yang mengalir ke kantong Indra adalah sebesar Rp10,49 miliar. Tante dari suami Nikita Willy, Mintarsih, mengaku berhak atas sebagian saham BIRD juga. Mintarsih merasa masih punya hak di perusahaan keluarga itu. Pihak Mintarsih masih menunggu itikad baik dari keluarga Indra Priawan untuk membagikan saham miliknya sebelum ia melaporkan perkara ini ke polisi. Website:\tstockreview.id Youtube:\t Twitter:\t Instagram:\t Facebook: \tStockReview.id TikTok:\t\tstockreviewid Telegram: \tt.me/StockReview_id #dividen  #saham  #bluebird  #bird  #investor  #idx  #stockmarket  #stockreviewid", "post_id": "7259669153047399681"}}, {"key": "cingvestor", "attributes": {"label": "cingvestor", "x": 766.9756027429416, "y": 584.3192957582086, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3222, "eigenvector": 249.739, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7520128666458737925", "id": "cingvestor", "source": "tiktok-000001", "content": "📊 10 SAHAM TERBAIK VERSI ROE Q1 2025 RoE alias Return on Equity adalah salah satu rasio penting yang nunjukkin seberapa efisien perusahaan muterin modal jadi laba. Makin tinggi RoE, makin “cuan maksimal” dari tiap rupiah modal pemilik. Tapi jangan lupa — tinggi doang gak cukup. Tetap harus dicek faktor lain juga: margin, utang, growth, dan timing masuk! Nah ini dia 10 emiten dengan RoE rata-rata 5 tahun tertinggi (dengan PER < 30 & market cap > Rp 2T). Yang mana jagoan kamu? 💬 Tulis di komentar ya! 📌 Follow  — 1 hari 1 ilmu saham! ⚠️ Konten ini bukan ajakan jual/beli. DYOR. — 📦 Dipersembahkan oleh:  #sahamindonesia #investasisaham #roesaham #cuansaham   #sekolahinvestor #belajarsaham #investormuda   #sahamcuan #dividen #growsaham #valuestock #fundamentalsaham   #amrt #lppf #mark #itmg #ptba #sido #smsm #abmm #ssms #ades   #cingvestor #meatimeid", "post_id": "7520128666458737925"}}, {"key": "Cingvestor", "attributes": {"label": "Cingvestor", "x": 900.9558067636293, "y": 367.1713115969443, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6134, "eigenvector": 249.739, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7520128666458737925", "id": "Cingvestor", "source": "tiktok-000001", "content": "📊 10 SAHAM TERBAIK VERSI ROE Q1 2025 RoE alias Return on Equity adalah salah satu rasio penting yang nunjukkin seberapa efisien perusahaan muterin modal jadi laba. Makin tinggi RoE, makin “cuan maksimal” dari tiap rupiah modal pemilik. Tapi jangan lupa — tinggi doang gak cukup. Tetap harus dicek faktor lain juga: margin, utang, growth, dan timing masuk! Nah ini dia 10 emiten dengan RoE rata-rata 5 tahun tertinggi (dengan PER < 30 & market cap > Rp 2T). Yang mana jagoan kamu? 💬 Tulis di komentar ya! 📌 Follow  — 1 hari 1 ilmu saham! ⚠️ Konten ini bukan ajakan jual/beli. DYOR. — 📦 Dipersembahkan oleh:  #sahamindonesia #investasisaham #roesaham #cuansaham   #sekolahinvestor #belajarsaham #investormuda   #sahamcuan #dividen #growsaham #valuestock #fundamentalsaham   #amrt #lppf #mark #itmg #ptba #sido #smsm #abmm #ssms #ades   #cingvestor #meatimeid", "post_id": "7520128666458737925"}}, {"key": "MeatimeID", "attributes": {"label": "MeatimeID", "x": 29.03694655706268, "y": 358.8600969964487, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6134, "eigenvector": 249.739, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7520128666458737925", "id": "MeatimeID", "source": "tiktok-000001", "content": "📊 10 SAHAM TERBAIK VERSI ROE Q1 2025 RoE alias Return on Equity adalah salah satu rasio penting yang nunjukkin seberapa efisien perusahaan muterin modal jadi laba. Makin tinggi RoE, makin “cuan maksimal” dari tiap rupiah modal pemilik. Tapi jangan lupa — tinggi doang gak cukup. Tetap harus dicek faktor lain juga: margin, utang, growth, dan timing masuk! Nah ini dia 10 emiten dengan RoE rata-rata 5 tahun tertinggi (dengan PER < 30 & market cap > Rp 2T). Yang mana jagoan kamu? 💬 Tulis di komentar ya! 📌 Follow  — 1 hari 1 ilmu saham! ⚠️ Konten ini bukan ajakan jual/beli. DYOR. — 📦 Dipersembahkan oleh:  #sahamindonesia #investasisaham #roesaham #cuansaham   #sekolahinvestor #belajarsaham #investormuda   #sahamcuan #dividen #growsaham #valuestock #fundamentalsaham   #amrt #lppf #mark #itmg #ptba #sido #smsm #abmm #ssms #ades   #cingvestor #meatimeid", "post_id": "7520128666458737925"}}, {"key": "mynameisrio26", "attributes": {"label": "mynameisrio26", "x": 752.6926927131676, "y": 227.82283204411846, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3222, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636937545560902930", "id": "mynameisrio26", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (menyentuh level >Rp17.400 pada Mei 2026) berdampak signifikan, terutama kenaikan harga barang impor/bahan baku (imported inflation), beban biaya produksi industri manufaktur membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta risiko PHK. Kondisi ini juga menekan margin laba emiten di pasar modal dan meningkatkan potensi inflasi.  Dampak Utama Rupiah Melemah: Lonjakan Harga Barang Impor & Bahan Baku: Biaya impor barang konsumsi, elektronik, obat-obatan, dan bahan baku industri menjadi lebih mahal, langsung meningkatkan harga jual di pasar. Inflasi (Cost-Push Inflation): Kenaikan biaya bahan baku impor memicu kenaikan harga produk jadi (konsumen) secara umum, menyebabkan inflasi. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Nilai riil pendapatan masyarakat menurun, membuat kemampuan belanja berkurang karena harga barang kebutuhan pokok dan non-pokok naik. Tekanan pada Sektor Industri & Manufaktur: Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor mengalami kenaikan biaya operasional, yang seringkali menyebabkan pengurangan margin laba atau pemotongan produksi. Beban Utang Luar Negeri Membengkak: Perusahaan atau pemerintah yang memiliki utang dalam Dolar AS harus membayar lebih banyak dalam Rupiah. Sentimen Negatif di Pasar Modal: Saham emiten berbasis impor cenderung tertekan, memengaruhi aliran modal asing dan kepercayaan investor. Sektor yang Diuntungkan: Eksportir (contoh: komoditas, sawit) berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke Rupiah.  Strategi Menghadapi: Masyarakat disarankan menghemat, beralih ke produk lokal, dan mempertimbangkan instrumen investasi aman seperti emas. Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi melalui bauran kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs.   #rupiahmelemah #usdollar #inflasi #beritaviral #fyp", "post_id": "7636937545560902930"}}, {"key": "bamhardy", "attributes": {"label": "bamhardy", "x": 719.9659542239903, "y": 509.7885645208915, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 67.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636937545560902930", "id": "bamhardy", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (menyentuh level >Rp17.400 pada Mei 2026) berdampak signifikan, terutama kenaikan harga barang impor/bahan baku (imported inflation), beban biaya produksi industri manufaktur membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta risiko PHK. Kondisi ini juga menekan margin laba emiten di pasar modal dan meningkatkan potensi inflasi.  Dampak Utama Rupiah Melemah: Lonjakan Harga Barang Impor & Bahan Baku: Biaya impor barang konsumsi, elektronik, obat-obatan, dan bahan baku industri menjadi lebih mahal, langsung meningkatkan harga jual di pasar. Inflasi (Cost-Push Inflation): Kenaikan biaya bahan baku impor memicu kenaikan harga produk jadi (konsumen) secara umum, menyebabkan inflasi. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Nilai riil pendapatan masyarakat menurun, membuat kemampuan belanja berkurang karena harga barang kebutuhan pokok dan non-pokok naik. Tekanan pada Sektor Industri & Manufaktur: Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor mengalami kenaikan biaya operasional, yang seringkali menyebabkan pengurangan margin laba atau pemotongan produksi. Beban Utang Luar Negeri Membengkak: Perusahaan atau pemerintah yang memiliki utang dalam Dolar AS harus membayar lebih banyak dalam Rupiah. Sentimen Negatif di Pasar Modal: Saham emiten berbasis impor cenderung tertekan, memengaruhi aliran modal asing dan kepercayaan investor. Sektor yang Diuntungkan: Eksportir (contoh: komoditas, sawit) berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke Rupiah.  Strategi Menghadapi: Masyarakat disarankan menghemat, beralih ke produk lokal, dan mempertimbangkan instrumen investasi aman seperti emas. Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi melalui bauran kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs.   #rupiahmelemah #usdollar #inflasi #beritaviral #fyp", "post_id": "7636937545560902930"}}, {"key": "meatimeID", "attributes": {"label": "meatimeID", "x": 536.3346351576997, "y": 803.771483179721, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6134, "eigenvector": 249.739, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7512327680902188294", "id": "meatimeID", "source": "tiktok-000001", "content": "📊 10 Saham dengan Net Profit Margin Tertinggi di Q1 2025! NPM alias Net Profit Margin bisa bantu kamu mengukur efisiensi cuan sebuah perusahaan. Makin tinggi? Makin efisien bisnisnya 💼💰 Dari bank besar, industri sawit, kertas, sampai properti industri — ini dia daftar 10 emiten paling efisien dalam mengubah penjualan jadi laba bersih! Follow juga  atas dukungannya ke Cingvestor! ➡️ Swipe sampai habis & tulis saham favoritmu di kolom komentar! #DisclaimerOn #DoYourOwnResearch #InvestasiCerdas #SekolahInvestor #SahamIndonesia #AnalisaFundamental #NetProfitMargin #NPM #BelajarSaham #CuanBarengCingvestor #SahamEfisien #BBCA #BMRI #CITA #DMAS #LSIP #TUGU #JRPT #TKIM #BNGA #BBNI #InvestasiPemula #StockEducation #KontenEdukasi #CuanSetiapHari #MeatimeBrisCat #MeatimeID #MakananKucingMatang #KerjaCingvestorKerja", "post_id": "7512327680902188294"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 113.57147945277868, "y": 49.49780482652055, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3222, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CZxzG_e6IxI", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Ubah Kebijakan Short Selling Ditunda & Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS!\n\nHalo sobat investor, selamat datang di channel Wawasan Cerdas!\n\n00:06 Rem Darurat OJK\nPernahkah kalian menyadari bahwa bursa saham kita sedang melewati fase yang sangat menantang, di mana IHSG sempat anjlok parah hingga kisaran 17,98% hingga 19% sejak awal tahun menuju awal Mei 2026? Tekanan ini memicu eksodus modal asing (capital outflow) besar-besaran, yang menarik dana hingga Rp48,95 triliun dari pasar saham kita! Di tengah kepanikan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpaksa menekan \"rem darurat\" dengan memperpanjang masa berlaku kebijakan stabilitas pasar hingga 14 September 2026. Langkah krusial ini mencakup penundaan implementasi fasilitas pembiayaan short-selling dan pemberian izin bagi emiten untuk melakukan buyback saham tanpa perlu menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).\n\n06:29 Kupas Regulasi OJK\nVideo kali ini di channel Wawasan Cerdas akan membongkar tuntas rahasia di balik layar kebijakan krisis ini! Keputusan darurat regulator ini ternyata dipicu oleh perfect storm atau badai sempurna yang menghantam bursa: eskalasi geopolitik di Selat Hormuz yang mengancam inflasi global, pelarian modal asing masif yang menekan Rupiah, serta sentimen teknikal dari status penangguhan (freeze) dan rebalancing indeks MSCI yang sangat membebani saham-saham raksasa penggerak indeks.\n\n15:26 Resiko Buyback Tanpa RUPS\nNamun, benarkah kebijakan ini sepenuhnya menguntungkan investor ritel, atau justru menyimpan bahaya terselubung? Kami akan membedah pisau bermata dua di balik pelonggaran bursa ini. Buyback tanpa RUPS memang bisa memberikan fleksibilitas untuk menyelamatkan momentum kejatuhan harga saham secara instan, namun kebijakan ini sangat berisiko memicu penggerusan arus kas bebas internal (cash depletion). Kas yang seharusnya krusial untuk ketahanan operasional, pelunasan utang, dan ekspansi bisnis justru dibakar habis demi menopang harga di bursa. Lebih mengejutkan lagi, kebijakan tanpa RUPS ini secara tidak langsung mem-bypass proses demokrasi korporasi dan mereduksi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) karena menghilangkan hak suara pemegang saham minoritas.\n\n22:32 Pil Pahit Intervensi Reulasi OJK\nAWAS JEBAKAN FOMO SAHAM! Saat emiten menggunakan kas perusahaan untuk memasang antrean beli yang tebal, institusi asing yang panik justru menjadikan buyback ini sebagai exit strategy atau karpet merah likuiditas untuk membuang saham mereka dengan nyaman di harga atas. Uang kas emiten pada akhirnya justru berpindah ke tangan asing, sementara investor ritel yang termakan judul berita FOMO sering kali malah nyangkut dan terjebak. Selain itu, penundaan short-selling secara terus-menerus terbukti dapat memicu bias optimisme semu, merusak kompas pembentukan harga wajar (price discovery), dan mengeringkan likuiditas bursa secara keseluruhan.\n\n30:46 Jebakan Gadai Saham\nDi akhir video, kita juga mengungkap potensi manipulasi moral hazard yang gelap. Uang perusahaan rawan dipakai murni untuk memborong saham guna menjaga nilai jaminan saham (share-pledging atau REPO) milik 'bos besar' demi menghindari paksaan jual (forced sell) akibat ancaman margin call dari perbankan.\n\nPastikan kalian menyimak penjelasan utuh ini agar menjadi investor yang rasional dan tidak mudah terjebak dalam fluktuasi pasar yang sedang terdistorsi. Jangan lupa untuk SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, tekan tombol like, dan bagikan video edukasi finansial ini agar makin banyak investor ritel yang melek strategi bandar! Tulis pendapat atau curhat kalian di kolom komentar, emiten mana yang sedang kalian incar untuk diserok atau justru dihindari saat ini?\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtag: #IHSG #WawasanCerdas #InvestasiSaham #OJK #KrisisEkonomi #BuybackSaham #TradingSaham #PasarModal #SahamPemula #SahamARB #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #ShortSelling #AnalisaSaham #BelajarSaham #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "CZxzG_e6IxI"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 819.6376374142453, "y": 901.5859611754915, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CZxzG_e6IxI", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Ubah Kebijakan Short Selling Ditunda & Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS!\n\nHalo sobat investor, selamat datang di channel Wawasan Cerdas!\n\n00:06 Rem Darurat OJK\nPernahkah kalian menyadari bahwa bursa saham kita sedang melewati fase yang sangat menantang, di mana IHSG sempat anjlok parah hingga kisaran 17,98% hingga 19% sejak awal tahun menuju awal Mei 2026? Tekanan ini memicu eksodus modal asing (capital outflow) besar-besaran, yang menarik dana hingga Rp48,95 triliun dari pasar saham kita! Di tengah kepanikan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpaksa menekan \"rem darurat\" dengan memperpanjang masa berlaku kebijakan stabilitas pasar hingga 14 September 2026. Langkah krusial ini mencakup penundaan implementasi fasilitas pembiayaan short-selling dan pemberian izin bagi emiten untuk melakukan buyback saham tanpa perlu menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).\n\n06:29 Kupas Regulasi OJK\nVideo kali ini di channel Wawasan Cerdas akan membongkar tuntas rahasia di balik layar kebijakan krisis ini! Keputusan darurat regulator ini ternyata dipicu oleh perfect storm atau badai sempurna yang menghantam bursa: eskalasi geopolitik di Selat Hormuz yang mengancam inflasi global, pelarian modal asing masif yang menekan Rupiah, serta sentimen teknikal dari status penangguhan (freeze) dan rebalancing indeks MSCI yang sangat membebani saham-saham raksasa penggerak indeks.\n\n15:26 Resiko Buyback Tanpa RUPS\nNamun, benarkah kebijakan ini sepenuhnya menguntungkan investor ritel, atau justru menyimpan bahaya terselubung? Kami akan membedah pisau bermata dua di balik pelonggaran bursa ini. Buyback tanpa RUPS memang bisa memberikan fleksibilitas untuk menyelamatkan momentum kejatuhan harga saham secara instan, namun kebijakan ini sangat berisiko memicu penggerusan arus kas bebas internal (cash depletion). Kas yang seharusnya krusial untuk ketahanan operasional, pelunasan utang, dan ekspansi bisnis justru dibakar habis demi menopang harga di bursa. Lebih mengejutkan lagi, kebijakan tanpa RUPS ini secara tidak langsung mem-bypass proses demokrasi korporasi dan mereduksi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) karena menghilangkan hak suara pemegang saham minoritas.\n\n22:32 Pil Pahit Intervensi Reulasi OJK\nAWAS JEBAKAN FOMO SAHAM! Saat emiten menggunakan kas perusahaan untuk memasang antrean beli yang tebal, institusi asing yang panik justru menjadikan buyback ini sebagai exit strategy atau karpet merah likuiditas untuk membuang saham mereka dengan nyaman di harga atas. Uang kas emiten pada akhirnya justru berpindah ke tangan asing, sementara investor ritel yang termakan judul berita FOMO sering kali malah nyangkut dan terjebak. Selain itu, penundaan short-selling secara terus-menerus terbukti dapat memicu bias optimisme semu, merusak kompas pembentukan harga wajar (price discovery), dan mengeringkan likuiditas bursa secara keseluruhan.\n\n30:46 Jebakan Gadai Saham\nDi akhir video, kita juga mengungkap potensi manipulasi moral hazard yang gelap. Uang perusahaan rawan dipakai murni untuk memborong saham guna menjaga nilai jaminan saham (share-pledging atau REPO) milik 'bos besar' demi menghindari paksaan jual (forced sell) akibat ancaman margin call dari perbankan.\n\nPastikan kalian menyimak penjelasan utuh ini agar menjadi investor yang rasional dan tidak mudah terjebak dalam fluktuasi pasar yang sedang terdistorsi. Jangan lupa untuk SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, tekan tombol like, dan bagikan video edukasi finansial ini agar makin banyak investor ritel yang melek strategi bandar! Tulis pendapat atau curhat kalian di kolom komentar, emiten mana yang sedang kalian incar untuk diserok atau justru dihindari saat ini?\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nHashtag: #IHSG #WawasanCerdas #InvestasiSaham #OJK #KrisisEkonomi #BuybackSaham #TradingSaham #PasarModal #SahamPemula #SahamARB #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #ShortSelling #AnalisaSaham #BelajarSaham #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "CZxzG_e6IxI"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "@tradingsahamfirman", "x": 115.66016396028922, "y": 599.8070394872639, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3222, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "QNgRHG9xP1Q", "id": "@tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "SIAP SIAP SAHAM BUMI BAKAL TERBANG? KETIKA AS DAN IRAN DAMAI? SIAP SIAP GINI STRATEGINYA!\n\n#sahambumi\n#sahambumiresources\n#sahambumi2023\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\nDAN PILIH LEVEL TERTINGGI AGAR BISA MENDAPATKAN MANFAAT KEUNTUNGAN LEBIH TINGGI \nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nWEBSITE KAMI :\nwww.firmanhappy.com\nSaham emiten grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki potensi untuk menguat ke level resistance (batas atas). Begini teknisnya agar pemodal dapat memaksimalkan cuan di saham BUMI.\nHead of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam catatannya untuk perdagangan Rabu (6/5/2026), target terdekat saham BUMI di harga Rp 234-Rp 240.\nSecara teknikal, BNI Sekuritas menyatakan harga saham BUMI memiliki area beli di Rp 226-Rp 230.\nmeyakini kesepakatan damai dengan Iran semakin dekat. AS kini menunggu respons terbaru dari pemerintah Iran.\nDilansir AFP, Rabu (6/5/2026), laporan media AS, Axios, pada hari ini waktu setempat menyebutkan kedua negara sudah masuk ke tahap akhir kesepakatan nota kesepahaman yang berisi satu halaman untuk mengakhiri perang. Nota itu juga berisi kerangka kerja untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci.\nLaporan dari Axios yang mengutip sumber dari dua pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut akan melibatkan komitmen Iran untuk moratorium pengayaan nuklir dan persetujuan Amerika Serikat untuk melepaskan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan.\n\nsource\nhttps://news.detik.com/internasional/...\nhttps://investor.id/market/438061/pel...\nsaham bumi besok,\nsaham bumi lo kheng hong,\nsaham bumi terbaru,\nsaham bumi waktunya,\nsaham bumi turun terus,\nsaham bumi private placement,\nsaham bumi berita,\n\n#sahambumi  #bumi   #analisasahambumi\n#BUMI #SahamBUMI #BumiResources #UpdateSaham #InvestorBUMI\n#IHSG #SahamHariIni #InvestasiSaham #PasarModal #TradingSaham #CuanSaham #belajarsahamdiajaib \n#AksiKorporasi #KepemilikanSaham #BeritaEkonomi #AnalisaSaham #StockMarketIndonesia\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE DAN GRUP TELEGRAM ADA DIATAS ( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\nsaham,investasi saham,analisa saham,belajar saham,saham pemula,rekomendasi saham,nabung saham,trading saham,bursa saham,saham hari ini,saham profit,beli saham,tips saham,saham untuk pemula,analisa saham hari ini,cara main saham,tutorial saham,indikator saham,saham isat,saham asii,saham bbri,saham bmri,saham inkp,saham admr,saham goto,saham fren,ilmu saham,saham medc,saham sido,bandarmologi saham,analisa saham besok,saham ajaib", "post_id": "QNgRHG9xP1Q"}}, {"key": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "tradingsahamfirman", "x": 793.7828403359632, "y": 208.93793380159974, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QNgRHG9xP1Q", "id": "tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "SIAP SIAP SAHAM BUMI BAKAL TERBANG? KETIKA AS DAN IRAN DAMAI? SIAP SIAP GINI STRATEGINYA!\n\n#sahambumi\n#sahambumiresources\n#sahambumi2023\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\nDAN PILIH LEVEL TERTINGGI AGAR BISA MENDAPATKAN MANFAAT KEUNTUNGAN LEBIH TINGGI \nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nWEBSITE KAMI :\nwww.firmanhappy.com\nSaham emiten grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki potensi untuk menguat ke level resistance (batas atas). Begini teknisnya agar pemodal dapat memaksimalkan cuan di saham BUMI.\nHead of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam catatannya untuk perdagangan Rabu (6/5/2026), target terdekat saham BUMI di harga Rp 234-Rp 240.\nSecara teknikal, BNI Sekuritas menyatakan harga saham BUMI memiliki area beli di Rp 226-Rp 230.\nmeyakini kesepakatan damai dengan Iran semakin dekat. AS kini menunggu respons terbaru dari pemerintah Iran.\nDilansir AFP, Rabu (6/5/2026), laporan media AS, Axios, pada hari ini waktu setempat menyebutkan kedua negara sudah masuk ke tahap akhir kesepakatan nota kesepahaman yang berisi satu halaman untuk mengakhiri perang. Nota itu juga berisi kerangka kerja untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci.\nLaporan dari Axios yang mengutip sumber dari dua pejabat AS mengatakan kesepakatan tersebut akan melibatkan komitmen Iran untuk moratorium pengayaan nuklir dan persetujuan Amerika Serikat untuk melepaskan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan.\n\nsource\nhttps://news.detik.com/internasional/...\nhttps://investor.id/market/438061/pel...\nsaham bumi besok,\nsaham bumi lo kheng hong,\nsaham bumi terbaru,\nsaham bumi waktunya,\nsaham bumi turun terus,\nsaham bumi private placement,\nsaham bumi berita,\n\n#sahambumi  #bumi   #analisasahambumi\n#BUMI #SahamBUMI #BumiResources #UpdateSaham #InvestorBUMI\n#IHSG #SahamHariIni #InvestasiSaham #PasarModal #TradingSaham #CuanSaham #belajarsahamdiajaib \n#AksiKorporasi #KepemilikanSaham #BeritaEkonomi #AnalisaSaham #StockMarketIndonesia\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE DAN GRUP TELEGRAM ADA DIATAS ( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\nsaham,investasi saham,analisa saham,belajar saham,saham pemula,rekomendasi saham,nabung saham,trading saham,bursa saham,saham hari ini,saham profit,beli saham,tips saham,saham untuk pemula,analisa saham hari ini,cara main saham,tutorial saham,indikator saham,saham isat,saham asii,saham bbri,saham bmri,saham inkp,saham admr,saham goto,saham fren,ilmu saham,saham medc,saham sido,bandarmologi saham,analisa saham besok,saham ajaib", "post_id": "QNgRHG9xP1Q"}}], "edges": [{"key": "JawisN", "source": "JawisN", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Ronsarteins", "source": "Ronsarteins", "target": "farisrachman_1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idxchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "stockreviewid", "source": "stockreviewid", "target": "stockreviewid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stockreviewid", "source": "stockreviewid", "target": "StockreviewI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stockreviewid", "source": "stockreviewid", "target": "stockreviewid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cingvestor", "source": "cingvestor", "target": "Cingvestor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cingvestor", "source": "cingvestor", "target": "MeatimeID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mynameisrio26", "source": "mynameisrio26", "target": "bamhardy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cingvestor", "source": "cingvestor", "target": "meatimeID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "source": "@tradingsahamfirman", "target": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}