{"nodes": [{"key": "rissaa78863", "attributes": {"label": "rissaa78863", "x": 265.63512635567776, "y": 726.3872367457982, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052273873509396579", "id": "rissaa78863", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai ang…", "post_id": "2052273873509396579"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 528.5180259200189, "y": 860.6063279656373, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 51.7, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2052273873509396579", "id": "KemensetnegRI", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai ang…", "post_id": "2052273873509396579"}}, {"key": "zahrudin194245", "attributes": {"label": "zahrudin194245", "x": 211.94472827981215, "y": 928.7411336173836, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052281511970513062", "id": "zahrudin194245", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai ang…", "post_id": "2052281511970513062"}}, {"key": "Mahartomo28975", "attributes": {"label": "Mahartomo28975", "x": 893.3504364804159, "y": 638.1708801157994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052096886279201139", "id": "Mahartomo28975", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 se…", "post_id": "2052096886279201139"}}, {"key": "kumparan", "attributes": {"label": "kumparan", "x": 547.4683963592666, "y": 807.1527488421375, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 39.8229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052096886279201139", "id": "kumparan", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 se…", "post_id": "2052096886279201139"}}, {"key": "golkarpedia", "attributes": {"label": "golkarpedia", "x": 176.30499396394396, "y": 169.7709512659792, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052229275219353950", "id": "golkarpedia", "source": "retweet-000002", "content": "Menko Perekonomian Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi RI Termasuk Tertinggi di Antara G20\n\nhttps://t.co/TJnKwqugo7", "post_id": "2052229275219353950"}}, {"key": "radaraktual", "attributes": {"label": "radaraktual", "x": 30.53488634848922, "y": 344.401012779934, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 39.8229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052229275219353950", "id": "radaraktual", "source": "retweet-000002", "content": "Menko Perekonomian Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi RI Termasuk Tertinggi di Antara G20\n\nhttps://t.co/TJnKwqugo7", "post_id": "2052229275219353950"}}, {"key": "EtsasBrema", "attributes": {"label": "EtsasBrema", "x": 572.3020225804985, "y": 305.9549402060883, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051938621121519973", "id": "EtsasBrema", "source": "retweet-000002", "content": "Menko Airlangga bilang pertumbuhan ekonomi 5,61 persen diluar ekspektasi. Hm....perlu syukuran ini😉\n\nhttps://t.co/h4O8tAauRS", "post_id": "2051938621121519973"}}, {"key": "unilubis", "attributes": {"label": "unilubis", "x": 427.4113142335383, "y": 56.031812192218645, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 39.8229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051938621121519973", "id": "unilubis", "source": "retweet-000002", "content": "Menko Airlangga bilang pertumbuhan ekonomi 5,61 persen diluar ekspektasi. Hm....perlu syukuran ini😉\n\nhttps://t.co/h4O8tAauRS", "post_id": "2051938621121519973"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 783.6724796639014, "y": 895.6352556001762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3891436358359892669_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji, pemerintah akan membantu dunia usaha. Pemerintah berkomitmen memberikan stimulus fiskal dan menyediakan likuiditas kepada dunia usaha. Bersama Bank Indonesia, pemerintah juga akan menempuh langkah stabilisasi rupiah.\n\n”Walaupun (pertumbuhan ekonomi) bagus, orang masih agak takut karena banyak yang dapat nakut-nakutin, katanya mau (seperti) 1998. Padahal, kan, sudah kita buktikan kita tumbuhnya kencang dan ini akan kita pertahankan,” kata Purbaya pada acara makan siang bersama wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2026).\n\nPurbaya menilai, masih ada sentimen negatif yang membayangi dunia usaha. Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen ia harapkan membuat swasta melihat triwulan II-2026 dengan lebih positif.\n\nPorsi belanja pemerintah, menurut dia, hanya sekitar 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional. Sebanyak 90 persen sisanya berasal dari swasta dan masyarakat. Karena itu, pemerintah berkomitmen mendorong pertumbuhan swasta dan meningkatkan daya beli masyarakat.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Pemerintah Janji Bantu Dunia Usaha\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3891436358359892669_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 241.5478013010348, "y": 182.88111066811285, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 51.7, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891436358359892669_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji, pemerintah akan membantu dunia usaha. Pemerintah berkomitmen memberikan stimulus fiskal dan menyediakan likuiditas kepada dunia usaha. Bersama Bank Indonesia, pemerintah juga akan menempuh langkah stabilisasi rupiah.\n\n”Walaupun (pertumbuhan ekonomi) bagus, orang masih agak takut karena banyak yang dapat nakut-nakutin, katanya mau (seperti) 1998. Padahal, kan, sudah kita buktikan kita tumbuhnya kencang dan ini akan kita pertahankan,” kata Purbaya pada acara makan siang bersama wartawan di Jakarta, Rabu (6/5/2026).\n\nPurbaya menilai, masih ada sentimen negatif yang membayangi dunia usaha. Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen ia harapkan membuat swasta melihat triwulan II-2026 dengan lebih positif.\n\nPorsi belanja pemerintah, menurut dia, hanya sekitar 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional. Sebanyak 90 persen sisanya berasal dari swasta dan masyarakat. Karena itu, pemerintah berkomitmen mendorong pertumbuhan swasta dan meningkatkan daya beli masyarakat.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Pemerintah Janji Bantu Dunia Usaha\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3891436358359892669_1537212147"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 310.4830776608449, "y": 891.5864923158306, "size": 7.42, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 38.9943, "eigenvector": 87.0743, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "3891403048371821582_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perkembangan perekonomian nasional menunjukkan kinerja solid di tengah tantangan dinamika global. Capaian pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal 1/2026 menunjukkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Kedepan, Pemerintah akan terus menjaga stabilitas makroekonomi serta mendorong akselerasi pertumbuhan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan.\n\nSementara Badan Pusat Statistik mencatat, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Q1/2026, utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan Nyepi dan Idul Fitri.\n\nAdapun pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada pengeluaran kelompok restoran dan hotel sebesar 7,38%. Hal ini seiring meningkatnya kegiatan wisata selama liburan, yang tercermin dari peningkatan perjalanan wisatawan nusantara.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Kamis 7 Mei 2026, pukul 10.00 - 10.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3891403048371821582_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 74.07317866148999, "y": 322.0034479930687, "size": 10.25, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.3878, "eigenvector": 142.9154, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3891403048371821582_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perkembangan perekonomian nasional menunjukkan kinerja solid di tengah tantangan dinamika global. Capaian pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal 1/2026 menunjukkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Kedepan, Pemerintah akan terus menjaga stabilitas makroekonomi serta mendorong akselerasi pertumbuhan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan.\n\nSementara Badan Pusat Statistik mencatat, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Q1/2026, utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan Nyepi dan Idul Fitri.\n\nAdapun pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada pengeluaran kelompok restoran dan hotel sebesar 7,38%. Hal ini seiring meningkatnya kegiatan wisata selama liburan, yang tercermin dari peningkatan perjalanan wisatawan nusantara.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Kamis 7 Mei 2026, pukul 10.00 - 10.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3891403048371821582_3310659452"}}, {"key": "rajaincorp", "attributes": {"label": "rajaincorp", "x": 698.3386218054636, "y": 376.53320934218135, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 48.6017, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "7636720535967157511", "id": "rajaincorp", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang mencapai 5,61% bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi yang telah dirancang pemerintah. “Tumbuh 5,61 persen itu bukan tiba-tiba terjadi, tapi itu by desain... dua sampai tiga tahun lagi kita bisa kaya bersama,” ujarnya. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 4,87% (yoy). Hal ini didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap kuat serta surplus neraca perdagangan di tengah ketidakpastian global. Namun secara kuartalan, ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,77%. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh penurunan konsumsi pemerintah di awal tahun serta kontraksi di sektor pertambangan dan pembangunan yang biasanya memuncak di akhir tahun. Meski demikian, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi tetap tinggi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan hingga 8% dalam beberapa tahun ke depan, membuka peluang besar bagi investasi dan ekspansi bisnis di Indonesia. Momentum ini menjadi kesempatan strategis bagi pelaku usaha, termasuk perusahaan asing, untuk masuk dan berkembang di pasar Indonesia. Rajaincorp siap membantu proses legalitas, perizinan, hingga ekspansi bisnis Anda secara profesional dan sesuai regulasi. Hubungi Rajaincorp: WhatsApp: +62 857 1765 2907 Email: (Rjaoperational) Instagram:  TikTok:  Sumber: Kumparan #Rajaincorp #EkonomiIndonesia #Purbaya #UnlockIndonesia   #CapCut", "post_id": "7636720535967157511"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 870.4769804905673, "y": 565.7707428312063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "zeJU11MoEJw", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Pemerintah Optimis Kondisi Ekonomi Indonesia Terjaga, Tetap Waspada Geopolitik Dunia\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan menjelaskan hasil rapat berkala KSSK ke-II tahun 2026 pada Kamis (7/5/2026).\n\nKSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan berada dalam kondisi terjaga pada triwulan I-2026. Namun, KSSK juga mewaspadai dinamika yang terjadi di pasar keuangan global akibat adanya konflik di Timur Tengah.\n\nMenkeu Purbaya juga menilai fundamental ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen. Pemerintah juga akan memberikan stimulus tambahan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua tahun 2026.\n\nVideo: Kementerian Keuangan RI\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "zeJU11MoEJw"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 912.422985082951, "y": 380.1586582923524, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.8229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zeJU11MoEJw", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Pemerintah Optimis Kondisi Ekonomi Indonesia Terjaga, Tetap Waspada Geopolitik Dunia\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan menjelaskan hasil rapat berkala KSSK ke-II tahun 2026 pada Kamis (7/5/2026).\n\nKSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan berada dalam kondisi terjaga pada triwulan I-2026. Namun, KSSK juga mewaspadai dinamika yang terjadi di pasar keuangan global akibat adanya konflik di Timur Tengah.\n\nMenkeu Purbaya juga menilai fundamental ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen. Pemerintah juga akan memberikan stimulus tambahan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua tahun 2026.\n\nVideo: Kementerian Keuangan RI\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "zeJU11MoEJw"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 587.6597823574504, "y": 309.83167070552634, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 236.589, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "wTsVIxSjTRg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global | IDXC UPDATE\n\nKetua KSSK sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal I-2026 meski pasar global dilanda volatilitas akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi risiko eksternal, termasuk potensi lonjakan harga energi dunia. Selain menjaga ketahanan sektor keuangan, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wTsVIxSjTRg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 590.0332640315219, "y": 802.9655093662964, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3393, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wTsVIxSjTRg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global | IDXC UPDATE\n\nKetua KSSK sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal I-2026 meski pasar global dilanda volatilitas akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi risiko eksternal, termasuk potensi lonjakan harga energi dunia. Selain menjaga ketahanan sektor keuangan, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wTsVIxSjTRg"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 561.0526357156301, "y": 465.9676951236231, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3393, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wTsVIxSjTRg", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global | IDXC UPDATE\n\nKetua KSSK sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal I-2026 meski pasar global dilanda volatilitas akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi risiko eksternal, termasuk potensi lonjakan harga energi dunia. Selain menjaga ketahanan sektor keuangan, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wTsVIxSjTRg"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 230.57679283574106, "y": 834.6248280559096, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3393, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wTsVIxSjTRg", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global | IDXC UPDATE\n\nKetua KSSK sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal I-2026 meski pasar global dilanda volatilitas akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi risiko eksternal, termasuk potensi lonjakan harga energi dunia. Selain menjaga ketahanan sektor keuangan, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wTsVIxSjTRg"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 111.35000369252424, "y": 459.48290196865594, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3393, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wTsVIxSjTRg", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global | IDXC UPDATE\n\nKetua KSSK sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal I-2026 meski pasar global dilanda volatilitas akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi risiko eksternal, termasuk potensi lonjakan harga energi dunia. Selain menjaga ketahanan sektor keuangan, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wTsVIxSjTRg"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 376.15343698572923, "y": 232.06228055523414, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.3393, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wTsVIxSjTRg", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "KSSK Pastikan Sistem Keuangan RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global | IDXC UPDATE\n\nKetua KSSK sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang kuartal I-2026 meski pasar global dilanda volatilitas akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK, dan LPS terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi risiko eksternal, termasuk potensi lonjakan harga energi dunia. Selain menjaga ketahanan sektor keuangan, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wTsVIxSjTRg"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 28.626811787760055, "y": 757.9647062255218, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "qiWlxza7fkc", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bahas Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026 Meski Pertumbuhan Ekonomi Tinggi\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\n#pertumbuhanekonomi #phk #bisnis #ekonomi \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "qiWlxza7fkc"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 470.6794746115154, "y": 491.5667669218408, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.7, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qiWlxza7fkc", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bahas Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026 Meski Pertumbuhan Ekonomi Tinggi\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\n#pertumbuhanekonomi #phk #bisnis #ekonomi \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "qiWlxza7fkc"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 87.62581274338544, "y": 801.3997319627314, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "dN21IO55EzM", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "FULL Analis Kebijakan Ekonomi Bicara Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "dN21IO55EzM"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 578.541776275771, "y": 838.920961025392, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.8229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "dN21IO55EzM", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "FULL Analis Kebijakan Ekonomi Bicara Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "dN21IO55EzM"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 798.2676255779378, "y": 253.99002967738838, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.9459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "42ocjs42hqM", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analis Kebijakan Ekonomi Bicara Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\nContent Creator: Shinta Millenia\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "42ocjs42hqM"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 434.1252950846465, "y": 493.39287128896393, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.7, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "42ocjs42hqM", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analis Kebijakan Ekonomi Bicara Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\nContent Creator: Shinta Millenia\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "42ocjs42hqM"}}], "edges": [{"key": "rissaa78863", "source": "rissaa78863", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rissaa78863", "source": "rissaa78863", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "zahrudin194245", "source": "zahrudin194245", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "zahrudin194245", "source": "zahrudin194245", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Mahartomo28975", "source": "Mahartomo28975", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Mahartomo28975", "source": "Mahartomo28975", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "golkarpedia", "source": "golkarpedia", "target": "radaraktual", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "golkarpedia", "source": "golkarpedia", "target": "radaraktual", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EtsasBrema", "source": "EtsasBrema", "target": "unilubis", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EtsasBrema", "source": "EtsasBrema", "target": "unilubis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "rajaincorp", "source": "rajaincorp", "target": "rajaincorp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rajaincorp", "source": "rajaincorp", "target": "rajaincorp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}