{"nodes": [{"key": "sugandhibakrie", "attributes": {"label": "sugandhibakrie", "x": 306.4717466091449, "y": 573.1556196943523, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.8089, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052199368707694946", "id": "sugandhibakrie", "source": "tweet-000004", "content": "Kalo utk yg blass aku tdk setuju, sejak kapan  menangani nilai mudah, kalo mudah mengapa rupiah spt kerupuk basah, sdh lah selagi kalian tdk mempu menghasilkan devisa dan neraca perdagangan kita minus , jgn harap rupiah menguat ,\nKalo pun menguat BI intervensi berdarah2", "post_id": "2052199368707694946"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 539.9232674375567, "y": 918.9695761510022, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 88.4465, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052199368707694946", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Kalo utk yg blass aku tdk setuju, sejak kapan  menangani nilai mudah, kalo mudah mengapa rupiah spt kerupuk basah, sdh lah selagi kalian tdk mempu menghasilkan devisa dan neraca perdagangan kita minus , jgn harap rupiah menguat ,\nKalo pun menguat BI intervensi berdarah2", "post_id": "2052199368707694946"}}, {"key": "J0YCELLINE", "attributes": {"label": "J0YCELLINE", "x": 503.030951563845, "y": 497.65689511740254, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.8089, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052064574640423184", "id": "J0YCELLINE", "source": "tweet-000004", "content": "Pengen Indonesia segera pulih kembali, semua2nya murah tanpa ada inflasi, rupiah menguat, kita bisa punya pemimpin yang benar2 memihak rakya kecil.", "post_id": "2052064574640423184"}}, {"key": "rasabersalahhh", "attributes": {"label": "rasabersalahhh", "x": 537.339841633188, "y": 956.6717594311816, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 88.4465, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052064574640423184", "id": "rasabersalahhh", "source": "tweet-000004", "content": "Pengen Indonesia segera pulih kembali, semua2nya murah tanpa ada inflasi, rupiah menguat, kita bisa punya pemimpin yang benar2 memihak rakya kecil.", "post_id": "2052064574640423184"}}, {"key": "rri_sintang", "attributes": {"label": "rri_sintang", "x": 541.0480667702225, "y": 241.4604700112375, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 47.8089, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3891686811401389807_5724644776", "id": "rri_sintang", "source": "instagram-000001", "content": "#Repost  \n——\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan nilai tukar rupiah saat ini. Ini disampaikan Perry di Istana Negara, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026 lalu.\r\n\r\nPerry menjelaskan terdapat dua faktor yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek, yaitu faktor global dan faktor musiman.\r\n\r\n\"Satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi, yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47%. Demikian juga dolar yang menguat,\"\r\n\r\nMeski begitu, Perry meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat. Ini didukung dengan fundamental ekonomi yang kuat\r\n\r\nKlik rri.co.id untuk informasi lebih lanjut. Dengarkan siaran RRI dan dapatkan berita terkini melalui aplikasi RRI Digital di App Store dan Google Play.\r\n\r\n#RRI #RRIPrograma3 #BankIndonesia #PerryWarjiyo Rupiah", "post_id": "3891686811401389807_5724644776"}}, {"key": "rriprograma3", "attributes": {"label": "rriprograma3", "x": 324.67113699246045, "y": 936.1020892234367, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 88.4465, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891686811401389807_5724644776", "id": "rriprograma3", "source": "instagram-000001", "content": "#Repost  \n——\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan nilai tukar rupiah saat ini. Ini disampaikan Perry di Istana Negara, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026 lalu.\r\n\r\nPerry menjelaskan terdapat dua faktor yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek, yaitu faktor global dan faktor musiman.\r\n\r\n\"Satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi, yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47%. Demikian juga dolar yang menguat,\"\r\n\r\nMeski begitu, Perry meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat. Ini didukung dengan fundamental ekonomi yang kuat\r\n\r\nKlik rri.co.id untuk informasi lebih lanjut. Dengarkan siaran RRI dan dapatkan berita terkini melalui aplikasi RRI Digital di App Store dan Google Play.\r\n\r\n#RRI #RRIPrograma3 #BankIndonesia #PerryWarjiyo Rupiah", "post_id": "3891686811401389807_5724644776"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 581.2796955651456, "y": 338.4946806823936, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 318.7232, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3891486426194830019_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka menguat 0,27% ke Rp17.319 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi (7/5/2026), mengikuti penguatan mayoritas mata uang Asia di tengah sentimen positif atas peluang meredanya konflik AS dan Iran.\n\nPenguatan rupiah juga diikuti meningkatnya minat investor di pasar Surat Utang Negara (SUN) yang terlihat dari turunnya imbal hasil mayoritas tenor obligasi pemerintah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#Rupiah #NilaiTukarRupiah #BloombergTechnoz", "post_id": "3891486426194830019_51748745734"}}, {"key": "barengahmadmuzani", "attributes": {"label": "barengahmadmuzani", "x": 18.99107885646023, "y": 73.81078796211793, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 47.8089, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7595138630046289173", "id": "barengahmadmuzani", "source": "tiktok-000001", "content": "Menerima Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono di kantor MPR RI kemarin. Sambil sarapan kami berdiskusi mengenai sinkronisasi anggaran dan program MPR RI seperti Empat Pilar Kebangsaan dan penyerapannya selama ini. Selain itu kami juga berdiskusi tentang penggunaan uang negara yang harus berlandaskan konstitusi dan Pasal 33 UUD 1945. Sesuai arahan serta penegasan Bapak Presiden  bahwa setiap sen uang negara yang digunakan harus bermanfaat dan benar-benar untuk kepentingan rakyat. Prinsip efisien penting dilaksanakan untuk menghindari penggunaan anggaran negara yang sifatnya seremonial. Ini demi mencapai target pemerintah untuk menghilangkan kemiskinan ekstrim pada tahun 2029. #ketuamprri #mpr", "post_id": "7595138630046289173"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 791.7321813733163, "y": 321.6164175483889, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 88.4465, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595138630046289173", "id": "prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Menerima Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono di kantor MPR RI kemarin. Sambil sarapan kami berdiskusi mengenai sinkronisasi anggaran dan program MPR RI seperti Empat Pilar Kebangsaan dan penyerapannya selama ini. Selain itu kami juga berdiskusi tentang penggunaan uang negara yang harus berlandaskan konstitusi dan Pasal 33 UUD 1945. Sesuai arahan serta penegasan Bapak Presiden  bahwa setiap sen uang negara yang digunakan harus bermanfaat dan benar-benar untuk kepentingan rakyat. Prinsip efisien penting dilaksanakan untuk menghindari penggunaan anggaran negara yang sifatnya seremonial. Ini demi mencapai target pemerintah untuk menghilangkan kemiskinan ekstrim pada tahun 2029. #ketuamprri #mpr", "post_id": "7595138630046289173"}}, {"key": "@inilah_com", "attributes": {"label": "@inilah_com", "x": 325.26589020677875, "y": 971.9956364614882, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.8089, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PfdhHP8Z5ks", "id": "@inilah_com", "source": "youtube-000001", "content": "DOLAR NAIK, RUPIAH MELEMAH—EKONOMI INDONESIA MALAH TUMBUH 5,61%? PURBAYA: PARA PERAMAL RESESI KECELE\n\nDolar Amerika terus menguat, rupiah melemah, dan harga-harga mulai terasa naik di masyarakat. Tapi di sisi lain, BPS justru mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 mencapai 5,61%.\nLalu publik mulai bertanya:\n\nkalau ekonomi benar-benar tumbuh, kenapa banyak masyarakat masih merasa berat?\n\nGubernur BI menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi faktor global dan musiman. Sementara pemerintah dan pengusaha menilai program seperti MBG, koperasi desa, hingga proyek 3 juta rumah mulai menggerakkan ekonomi nasional.\n\nBahkan Purbaya juga menyindir para peramal resesi yang dinilai “kecele” melihat hasil ekonomi Indonesia saat ini.\n\nTapi pertanyaannya:\napakah pertumbuhan ekonomi ini sudah benar-benar dirasakan masyarakat bawah dan kelas menengah?\n\nSimak selengkapnya di program Jurnalisik di youtube inilah.com.\n=====\nWebsite       : https://www.inilah.com/ \nInstagram   :   / inilah_com  \nX                  :   / inilahdotcom   \nFacebook   :   / inilahmedia   \nYouTube     :    /   \nTiktok         :   / inilahcom   \n\n#Dolar #RupiahLemah #Purbaya #BI #MBG #PertumbuhanEkonomi #TitikTengah #TitikCerah #Jurnalisik", "post_id": "PfdhHP8Z5ks"}}, {"key": "inilah_com", "attributes": {"label": "inilah_com", "x": 504.8621734455886, "y": 928.4813011308692, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 88.4465, "eigenvector": 90.9091, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PfdhHP8Z5ks", "id": "inilah_com", "source": "youtube-000001", "content": "DOLAR NAIK, RUPIAH MELEMAH—EKONOMI INDONESIA MALAH TUMBUH 5,61%? PURBAYA: PARA PERAMAL RESESI KECELE\n\nDolar Amerika terus menguat, rupiah melemah, dan harga-harga mulai terasa naik di masyarakat. Tapi di sisi lain, BPS justru mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 mencapai 5,61%.\nLalu publik mulai bertanya:\n\nkalau ekonomi benar-benar tumbuh, kenapa banyak masyarakat masih merasa berat?\n\nGubernur BI menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi faktor global dan musiman. Sementara pemerintah dan pengusaha menilai program seperti MBG, koperasi desa, hingga proyek 3 juta rumah mulai menggerakkan ekonomi nasional.\n\nBahkan Purbaya juga menyindir para peramal resesi yang dinilai “kecele” melihat hasil ekonomi Indonesia saat ini.\n\nTapi pertanyaannya:\napakah pertumbuhan ekonomi ini sudah benar-benar dirasakan masyarakat bawah dan kelas menengah?\n\nSimak selengkapnya di program Jurnalisik di youtube inilah.com.\n=====\nWebsite       : https://www.inilah.com/ \nInstagram   :   / inilah_com  \nX                  :   / inilahdotcom   \nFacebook   :   / inilahmedia   \nYouTube     :    /   \nTiktok         :   / inilahcom   \n\n#Dolar #RupiahLemah #Purbaya #BI #MBG #PertumbuhanEkonomi #TitikTengah #TitikCerah #Jurnalisik", "post_id": "PfdhHP8Z5ks"}}], "edges": [{"key": "sugandhibakrie", "source": "sugandhibakrie", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "J0YCELLINE", "source": "J0YCELLINE", "target": "rasabersalahhh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rri_sintang", "source": "rri_sintang", "target": "rriprograma3", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "barengahmadmuzani", "source": "barengahmadmuzani", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@inilah_com", "source": "@inilah_com", "target": "inilah_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}