{"nodes": [{"key": "infoSumbar", "attributes": {"label": "infoSumbar", "x": 750.0901039623766, "y": 857.696731785222, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 255.7526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "2051900693079056498", "id": "infoSumbar", "source": "tweet-000004", "content": "232.315 Pekerja di Padang Belum Terlindungi BPJS, Walikota Fadly Amran Cari Solusi dengan Pimpinan Dunia Usaha via  https://t.co/1m0aAoedyC\n\n#infosumbar", "post_id": "2051900693079056498"}}, {"key": "indiainmedan", "attributes": {"label": "indiainmedan", "x": 284.57748726141716, "y": 59.77004276267828, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.3633, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "2052211979021091231", "id": "indiainmedan", "source": "tweet-000004", "content": "ECLGS 5.0 menjadi langkah penting Kabinet Persatuan untuk mendukung dunia usaha, menjaga lapangan kerja, rantai pasok & ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. #CabinetDecisions", "post_id": "2052211979021091231"}}, {"key": "PMOIndia", "attributes": {"label": "PMOIndia", "x": 202.8330086764677, "y": 176.82765217702502, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.0217, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052211979021091231", "id": "PMOIndia", "source": "tweet-000004", "content": "ECLGS 5.0 menjadi langkah penting Kabinet Persatuan untuk mendukung dunia usaha, menjaga lapangan kerja, rantai pasok & ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. #CabinetDecisions", "post_id": "2052211979021091231"}}, {"key": "narendramodi", "attributes": {"label": "narendramodi", "x": 696.7078056452738, "y": 975.9279243140948, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.0217, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052211979021091231", "id": "narendramodi", "source": "tweet-000004", "content": "ECLGS 5.0 menjadi langkah penting Kabinet Persatuan untuk mendukung dunia usaha, menjaga lapangan kerja, rantai pasok & ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. #CabinetDecisions", "post_id": "2052211979021091231"}}, {"key": "MEAIndia", "attributes": {"label": "MEAIndia", "x": 562.6323498397262, "y": 234.82259539133554, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.0217, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052211979021091231", "id": "MEAIndia", "source": "tweet-000004", "content": "ECLGS 5.0 menjadi langkah penting Kabinet Persatuan untuk mendukung dunia usaha, menjaga lapangan kerja, rantai pasok & ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. #CabinetDecisions", "post_id": "2052211979021091231"}}, {"key": "DrSJaishankar", "attributes": {"label": "DrSJaishankar", "x": 510.6585118207253, "y": 163.34852432067203, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.0217, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052211979021091231", "id": "DrSJaishankar", "source": "tweet-000004", "content": "ECLGS 5.0 menjadi langkah penting Kabinet Persatuan untuk mendukung dunia usaha, menjaga lapangan kerja, rantai pasok & ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. #CabinetDecisions", "post_id": "2052211979021091231"}}, {"key": "IndianDiplomacy", "attributes": {"label": "IndianDiplomacy", "x": 100.50949707519064, "y": 363.7010579723613, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.0217, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052211979021091231", "id": "IndianDiplomacy", "source": "tweet-000004", "content": "ECLGS 5.0 menjadi langkah penting Kabinet Persatuan untuk mendukung dunia usaha, menjaga lapangan kerja, rantai pasok & ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. #CabinetDecisions", "post_id": "2052211979021091231"}}, {"key": "IndianEmbJkt", "attributes": {"label": "IndianEmbJkt", "x": 460.6789876525331, "y": 806.8002448817699, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.0217, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052211979021091231", "id": "IndianEmbJkt", "source": "tweet-000004", "content": "ECLGS 5.0 menjadi langkah penting Kabinet Persatuan untuk mendukung dunia usaha, menjaga lapangan kerja, rantai pasok & ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. #CabinetDecisions", "post_id": "2052211979021091231"}}, {"key": "cgibali", "attributes": {"label": "cgibali", "x": 525.854101355185, "y": 136.2274961879668, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.0217, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052211979021091231", "id": "cgibali", "source": "tweet-000004", "content": "ECLGS 5.0 menjadi langkah penting Kabinet Persatuan untuk mendukung dunia usaha, menjaga lapangan kerja, rantai pasok & ketahanan ekonomi di tengah tantangan global. #CabinetDecisions", "post_id": "2052211979021091231"}}, {"key": "kotajakartatimur", "attributes": {"label": "kotajakartatimur", "x": 131.7913323204123, "y": 377.24517506940913, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 38.3633, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3890210043081459586_5339984848", "id": "kotajakartatimur", "source": "instagram-000001", "content": "Hi #SobatJaktim\n\nSosialisasi advokasi dukungan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun digelar di Ruang Pola Sri Gunting, Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan hingga jenjang menengah atas, sekaligus memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal atau putus sekolah di Jakarta Timur.\n\nWalikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha. Ia juga mendorong peran aktif PKK, Dasawisma, dan Bunda PAUD dalam mendata serta mendampingi anak-anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan, guna mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter.\n\nBerikut ulasan lengkapnya ➡\ntimur.jakarta.go.id (link di bio)\n\n   \n\n#JakartaTimur #Pendidikan #WajibBelajar13Tahun #GenerasiMaju", "post_id": "3890210043081459586_5339984848"}}, {"key": "bang.munjirin", "attributes": {"label": "bang.munjirin", "x": 812.3611770518937, "y": 712.3712520572774, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 49.2329, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890210043081459586_5339984848", "id": "bang.munjirin", "source": "instagram-000001", "content": "Hi #SobatJaktim\n\nSosialisasi advokasi dukungan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun digelar di Ruang Pola Sri Gunting, Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan hingga jenjang menengah atas, sekaligus memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal atau putus sekolah di Jakarta Timur.\n\nWalikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha. Ia juga mendorong peran aktif PKK, Dasawisma, dan Bunda PAUD dalam mendata serta mendampingi anak-anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan, guna mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter.\n\nBerikut ulasan lengkapnya ➡\ntimur.jakarta.go.id (link di bio)\n\n   \n\n#JakartaTimur #Pendidikan #WajibBelajar13Tahun #GenerasiMaju", "post_id": "3890210043081459586_5339984848"}}, {"key": "si.rano", "attributes": {"label": "si.rano", "x": 418.84485234644444, "y": 135.72384649440815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 49.2329, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890210043081459586_5339984848", "id": "si.rano", "source": "instagram-000001", "content": "Hi #SobatJaktim\n\nSosialisasi advokasi dukungan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun digelar di Ruang Pola Sri Gunting, Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan hingga jenjang menengah atas, sekaligus memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal atau putus sekolah di Jakarta Timur.\n\nWalikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha. Ia juga mendorong peran aktif PKK, Dasawisma, dan Bunda PAUD dalam mendata serta mendampingi anak-anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan, guna mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter.\n\nBerikut ulasan lengkapnya ➡\ntimur.jakarta.go.id (link di bio)\n\n   \n\n#JakartaTimur #Pendidikan #WajibBelajar13Tahun #GenerasiMaju", "post_id": "3890210043081459586_5339984848"}}, {"key": "pramonoanungw", "attributes": {"label": "pramonoanungw", "x": 247.11939876767286, "y": 519.7588851191662, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 49.2329, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890210043081459586_5339984848", "id": "pramonoanungw", "source": "instagram-000001", "content": "Hi #SobatJaktim\n\nSosialisasi advokasi dukungan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun digelar di Ruang Pola Sri Gunting, Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan hingga jenjang menengah atas, sekaligus memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal atau putus sekolah di Jakarta Timur.\n\nWalikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha. Ia juga mendorong peran aktif PKK, Dasawisma, dan Bunda PAUD dalam mendata serta mendampingi anak-anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan, guna mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter.\n\nBerikut ulasan lengkapnya ➡\ntimur.jakarta.go.id (link di bio)\n\n   \n\n#JakartaTimur #Pendidikan #WajibBelajar13Tahun #GenerasiMaju", "post_id": "3890210043081459586_5339984848"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 102.28239759897106, "y": 965.7375886922114, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.3633, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "dN21IO55EzM", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "FULL Analis Kebijakan Ekonomi Bicara Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "dN21IO55EzM"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 973.607990320173, "y": 36.534478339903195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 70.9721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dN21IO55EzM", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "FULL Analis Kebijakan Ekonomi Bicara Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "dN21IO55EzM"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 938.1932227346838, "y": 299.59798769412004, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.3633, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "42ocjs42hqM", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analis Kebijakan Ekonomi Bicara Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\nContent Creator: Shinta Millenia\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "42ocjs42hqM"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 514.6422717146498, "y": 404.6679213413621, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 70.9721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "42ocjs42hqM", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analis Kebijakan Ekonomi Bicara Potensi Lonjakan PHK & Kekhawatiran Pelaku Usaha di 2026\n\nKOMPAS.TV - Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melesat pada kuartal pertama tahun ini sebesar 5,61 persen, ada hal kontradiktif yang harus dihadapi dunia usaha Indonesia, yakni potensi badai PHK.\n\nBahkan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengingatkan bahwa dalam tiga bulan ke depan ada ancaman PHK terhadap lima sektor usaha, di antaranya tekstil dan produk turunannya, industri plastik, elektronik, otomotif, hingga semen.\n\nKSPI menyebut kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sejumlah pekerja di sektor-sektor tersebut sebagian sudah diajak berdiskusi oleh perusahaannya terkait pemutusan hubungan kerja.\n\nMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang, pun buka suara soal lima sektor yang terancam mengalami PHK massal menurut KSPI. Menanggapi hal ini, Menperin percaya akan resiliensi masing-masing sektor dalam menghadapi kondisi saat ini.\n\nHal itu disampaikan Menperin usai menemui Menteri Keuangan pada Selasa pagi di Ruang Rapat Menteri Keuangan I, Lantai 3, Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.\n\nKalau berbicara soal potensi PHK, kita lihat juga angka pemutusan hubungan kerja pada kuartal pertama tahun ini dalam data berikut.\n\nKementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026.\n\nBerdasarkan laman Satu Data Kemnaker, jumlah tersebut terdiri dari 4.590 orang pada Januari, 3.273 orang pada Februari, dan 526 orang pada Maret 2026.\n\nJika dirinci berdasarkan provinsi, data PHK menunjukkan tekanan ketenagakerjaan masih terjadi di sejumlah daerah.\n\nDi tengah tekanan global dan domestik, seberapa besar potensi lonjakan PHK akan terjadi pada tahun ini? Apa saja yang dikhawatirkan pelaku usaha dengan segala ketidakpastian ini? Kita tanyakan kepada Analis Kebijakan Ekonomi APINDO, Ajib Hamdani.\n\nContent Creator: Shinta Millenia\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "42ocjs42hqM"}}], "edges": [{"key": "infoSumbar", "source": "infoSumbar", "target": "infoSumbar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "indiainmedan", "source": "indiainmedan", "target": "PMOIndia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "indiainmedan", "source": "indiainmedan", "target": "narendramodi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "indiainmedan", "source": "indiainmedan", "target": "MEAIndia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "indiainmedan", "source": "indiainmedan", "target": "DrSJaishankar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "indiainmedan", "source": "indiainmedan", "target": "IndianDiplomacy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "indiainmedan", "source": "indiainmedan", "target": "IndianEmbJkt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "indiainmedan", "source": "indiainmedan", "target": "cgibali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kotajakartatimur", "source": "kotajakartatimur", "target": "bang.munjirin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kotajakartatimur", "source": "kotajakartatimur", "target": "si.rano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kotajakartatimur", "source": "kotajakartatimur", "target": "pramonoanungw", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}