{"nodes": [{"key": "vivianhvgo", "attributes": {"label": "vivianhvgo", "x": 230.51852019372575, "y": 420.56629085447526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2044102836288663572", "id": "vivianhvgo", "source": "retweet-000002", "content": "Nih orang emang gak pernah diskusi dulu apa sebelum ngelakuin hal² penting?? Kita udah krisis ekonomi, rupiah anjlok, si…", "post_id": "2044102836288663572"}}, {"key": "instinct_girl", "attributes": {"label": "instinct_girl", "x": 324.70213246915966, "y": 158.04177894013748, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.0301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2044102836288663572", "id": "instinct_girl", "source": "retweet-000002", "content": "Nih orang emang gak pernah diskusi dulu apa sebelum ngelakuin hal² penting?? Kita udah krisis ekonomi, rupiah anjlok, si…", "post_id": "2044102836288663572"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 105.56981609357396, "y": 894.5984173588625, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.4455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 392.12218509638916, "y": 848.9920346463823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.4455, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "cuap_cuan", "x": 997.251655445017, "y": 562.9045495045735, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 93.7066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3875960826251923764_28852138902", "id": "cuap_cuan", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat Cuan...\n\nRupiah kembali menyentuh level 17.100. Angka yang sempat membuat banyak orang langsung panik dan bertanya-tanya: Harga barang bakal naik gila-gilaan ya? Ekonomi Indonesia sedang ambruk? Rupiah yang melemah ini memang terasa nyata di kantong masyarakat. Tapi, benarkah ini pertanda ekonomi RI makin parah? \n\nTemukan jawabannya hanya di KONEKSI (Konten Ekonomi Seksi) bersama Maria Katarina, Maikel Jefriando selaku Managing Editor CNBC Indonesia dan Feri Sandria selaku Editor Market CNBC Indonesia berikut ini!\n\nSobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG , dan juga subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu di-like, comment, dan share. Salam cuan!", "post_id": "3875960826251923764_28852138902"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 258.119816597653, "y": 74.17947214830689, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 0, "out_degree": 26, "degree": 26}, "_id": "7628910453107723528", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 596.8659676040061, "y": 720.6747072152865, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 519.4211689687056, "y": 307.4294457718879, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 458.83253992201037, "y": 719.3537815511601, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 65.37929088065741, "y": 138.75470164506544, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 565.8937929103638, "y": 224.17686288137028, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 272.7336802737772, "y": 410.3979679251222, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 3.185139959375527, "y": 423.7213052506319, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 152.75260223350918, "y": 424.1217930539905, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 439.1656949547669, "y": 308.2132697471786, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "SUHARNO", "attributes": {"label": "SUHARNO", "x": 443.5825470733968, "y": 574.7745272529438, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "SUHARNO", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "muhyidinsoleh14", "attributes": {"label": "muhyidinsoleh14", "x": 278.38281451551705, "y": 484.99536280625813, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "muhyidinsoleh14", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "pembasmi", "attributes": {"label": "pembasmi", "x": 673.8528401918196, "y": 64.74990405230629, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "pembasmi", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Malayu", "attributes": {"label": "Malayu", "x": 533.7624044736892, "y": 688.4738170193494, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Malayu", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "datuk", "attributes": {"label": "datuk", "x": 216.082528957401, "y": 943.2796672455866, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "datuk", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "aktivisham98", "attributes": {"label": "aktivisham98", "x": 725.465971693365, "y": 254.28744195809006, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "aktivisham98", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "TikTok", "attributes": {"label": "TikTok", "x": 515.993818769391, "y": 146.62330850120875, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "TikTok", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "RYAN", "attributes": {"label": "RYAN", "x": 90.00521175667974, "y": 711.5254957981832, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "RYAN", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "LAMMY", "attributes": {"label": "LAMMY", "x": 490.63365278970275, "y": 454.38528106640905, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "LAMMY", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Nurdin", "attributes": {"label": "Nurdin", "x": 704.7605745488808, "y": 44.334250376020236, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Nurdin", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 967.5813028575835, "y": 620.2176749214865, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "aly", "attributes": {"label": "aly", "x": 780.4226676187812, "y": 237.45484921860736, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "aly", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Man", "attributes": {"label": "Man", "x": 138.66603699517032, "y": 661.0696268361861, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Man", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "jancokkeren232", "attributes": {"label": "jancokkeren232", "x": 475.66150542463083, "y": 612.5619875857255, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "jancokkeren232", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "alfighoni781", "attributes": {"label": "alfighoni781", "x": 588.629247647789, "y": 240.70484331903253, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "alfighoni781", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "keylie", "attributes": {"label": "keylie", "x": 439.15734349765444, "y": 963.2242943958281, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5157, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "keylie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "jayapura.id", "attributes": {"label": "jayapura.id", "x": 972.6993097736582, "y": 165.35055277477517, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628600725580336404", "id": "jayapura.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Penyaluran Dana Otonomi Khusus Tahap I Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua telah mencapai 95 persen dari total 46 daerah.  Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan tim percepatan lintas kementerian.  Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) terus memastikan setiap kendala di daerah dapat diidentifikasi dan diselesaikan dengan cepat, sehingga penyaluran tahap pertama ini dapat segera tuntas dalam waktu dekat.  Perbaikan tata kelola Dana Otsus juga menunjukkan tren positif dari waktu ke waktu.  Ke depan, Wamendagri, Ribka Haluk menekankan pentingnya penguatan koordinasi, peningkatan kualitas laporan yang akuntabel dan terukur, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran.  Dana Otsus harus benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya bagi Orang Asli Papua, melalui sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.  Ia mengajak, mari bersama jaga komitmen bersama untuk memastikan setiap rupiah Dana Otsus berdampak langsung pada percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Repost from : Wamendagri  RIBKA HALUK S.Sos.,M.M  #ribkahaluk #provinsipapua #danaotsus #tanahpapua #ikkj", "post_id": "7628600725580336404"}}, {"key": "Dr.", "attributes": {"label": "Dr.", "x": 892.1397195044536, "y": 198.64730298569177, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0039, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628600725580336404", "id": "Dr.", "source": "tiktok-000001", "content": "Penyaluran Dana Otonomi Khusus Tahap I Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua telah mencapai 95 persen dari total 46 daerah.  Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan tim percepatan lintas kementerian.  Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) terus memastikan setiap kendala di daerah dapat diidentifikasi dan diselesaikan dengan cepat, sehingga penyaluran tahap pertama ini dapat segera tuntas dalam waktu dekat.  Perbaikan tata kelola Dana Otsus juga menunjukkan tren positif dari waktu ke waktu.  Ke depan, Wamendagri, Ribka Haluk menekankan pentingnya penguatan koordinasi, peningkatan kualitas laporan yang akuntabel dan terukur, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran.  Dana Otsus harus benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya bagi Orang Asli Papua, melalui sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.  Ia mengajak, mari bersama jaga komitmen bersama untuk memastikan setiap rupiah Dana Otsus berdampak langsung pada percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Repost from : Wamendagri  RIBKA HALUK S.Sos.,M.M  #ribkahaluk #provinsipapua #danaotsus #tanahpapua #ikkj", "post_id": "7628600725580336404"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 773.560120366693, "y": 374.1617713095465, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "qAkuivVwHzY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Berbalik Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS Meski Dolar Global Melemah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah berbalik melemah pada perdagangan Rabu, meski sempat dibuka menguat dan di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat. Hingga siang hari, rupiah tercatat melemah tipis ke level Rp17.129 per dolar AS setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang relatif positif, seiring harapan dibukanya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Namun, tekanan domestik yang lebih dominan membuat rupiah tetap tertekan meskipun dolar AS sedang melemah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qAkuivVwHzY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 942.5505226989613, "y": 347.91847760787806, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9096, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qAkuivVwHzY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Berbalik Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS Meski Dolar Global Melemah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah berbalik melemah pada perdagangan Rabu, meski sempat dibuka menguat dan di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat. Hingga siang hari, rupiah tercatat melemah tipis ke level Rp17.129 per dolar AS setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang relatif positif, seiring harapan dibukanya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Namun, tekanan domestik yang lebih dominan membuat rupiah tetap tertekan meskipun dolar AS sedang melemah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qAkuivVwHzY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 701.3571665527071, "y": 617.2780739325732, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9009, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "qAkuivVwHzY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Berbalik Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS Meski Dolar Global Melemah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah berbalik melemah pada perdagangan Rabu, meski sempat dibuka menguat dan di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat. Hingga siang hari, rupiah tercatat melemah tipis ke level Rp17.129 per dolar AS setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang relatif positif, seiring harapan dibukanya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Namun, tekanan domestik yang lebih dominan membuat rupiah tetap tertekan meskipun dolar AS sedang melemah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qAkuivVwHzY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 529.2894416522976, "y": 398.4209108447676, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9009, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "qAkuivVwHzY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Berbalik Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS Meski Dolar Global Melemah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah berbalik melemah pada perdagangan Rabu, meski sempat dibuka menguat dan di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat. Hingga siang hari, rupiah tercatat melemah tipis ke level Rp17.129 per dolar AS setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang relatif positif, seiring harapan dibukanya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Namun, tekanan domestik yang lebih dominan membuat rupiah tetap tertekan meskipun dolar AS sedang melemah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qAkuivVwHzY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 560.0976346469693, "y": 478.89271064985604, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9009, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "qAkuivVwHzY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Berbalik Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS Meski Dolar Global Melemah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah berbalik melemah pada perdagangan Rabu, meski sempat dibuka menguat dan di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat. Hingga siang hari, rupiah tercatat melemah tipis ke level Rp17.129 per dolar AS setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang relatif positif, seiring harapan dibukanya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Namun, tekanan domestik yang lebih dominan membuat rupiah tetap tertekan meskipun dolar AS sedang melemah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qAkuivVwHzY"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 277.31252690634346, "y": 81.52756933739747, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9009, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "qAkuivVwHzY", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Berbalik Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS Meski Dolar Global Melemah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah berbalik melemah pada perdagangan Rabu, meski sempat dibuka menguat dan di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat. Hingga siang hari, rupiah tercatat melemah tipis ke level Rp17.129 per dolar AS setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang relatif positif, seiring harapan dibukanya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Namun, tekanan domestik yang lebih dominan membuat rupiah tetap tertekan meskipun dolar AS sedang melemah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qAkuivVwHzY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 137.75406371800713, "y": 187.83969581300454, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9009, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "qAkuivVwHzY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Berbalik Melemah ke Rp17.129 per Dolar AS Meski Dolar Global Melemah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah berbalik melemah pada perdagangan Rabu, meski sempat dibuka menguat dan di tengah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat. Hingga siang hari, rupiah tercatat melemah tipis ke level Rp17.129 per dolar AS setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang relatif positif, seiring harapan dibukanya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong minat terhadap aset berisiko. Namun, tekanan domestik yang lebih dominan membuat rupiah tetap tertekan meskipun dolar AS sedang melemah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qAkuivVwHzY"}}, {"key": "@tvOneNews", "attributes": {"label": "@tvOneNews", "x": 117.14107555913999, "y": 952.0883745869912, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "@tvOneNews", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "declandpmusic", "attributes": {"label": "declandpmusic", "x": 45.29371020580375, "y": 757.1446259981282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.0301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "declandpmusic", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 68.84173675064132, "y": 893.3569028718102, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 758.3511256489995, "y": 413.02839262540226, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.0518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 100.17755653560212, "y": 303.9853479541187, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.0518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 231.6226843917355, "y": 193.89598961294553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.0518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 850.6674174380672, "y": 803.7222630611892, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.0518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "@update_apa_aja", "attributes": {"label": "@update_apa_aja", "x": 747.5115664166614, "y": 89.79371628921862, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CEVb3PbdsqQ", "id": "@update_apa_aja", "source": "youtube-000001", "content": "USD Fasad, Hutang & Perang  Indonesia Untung Besar!\n\n‪‬ \n💵 USD naik, perang memanas, tapi Indonesia malah diuntungkan? 🤔\n\nDi video ini kita bahas fakta menarik tentang hubungan antara dolar AS, utang global, dan konflik dunia — serta dampaknya ke Indonesia! 🌏📊\n\nKenapa kondisi global yang tegang justru bisa jadi peluang? Simak penjelasan singkatnya di sini!\n\n👉 Tonton versi lengkapnya di sini:\n   • Jangan Simpan Cash! 3 Aset Ini Justru Naik...  \n\nJangan lupa like & follow untuk insight ekonomi dan investasi lainnya! 🚀\n#Ekonomi #Investasi #USD #Geopolitik #Shorts", "post_id": "CEVb3PbdsqQ"}}, {"key": "TimothyRonald", "attributes": {"label": "TimothyRonald", "x": 15.600456480949433, "y": 940.2171239358361, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0039, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CEVb3PbdsqQ", "id": "TimothyRonald", "source": "youtube-000001", "content": "USD Fasad, Hutang & Perang  Indonesia Untung Besar!\n\n‪‬ \n💵 USD naik, perang memanas, tapi Indonesia malah diuntungkan? 🤔\n\nDi video ini kita bahas fakta menarik tentang hubungan antara dolar AS, utang global, dan konflik dunia — serta dampaknya ke Indonesia! 🌏📊\n\nKenapa kondisi global yang tegang justru bisa jadi peluang? Simak penjelasan singkatnya di sini!\n\n👉 Tonton versi lengkapnya di sini:\n   • Jangan Simpan Cash! 3 Aset Ini Justru Naik...  \n\nJangan lupa like & follow untuk insight ekonomi dan investasi lainnya! 🚀\n#Ekonomi #Investasi #USD #Geopolitik #Shorts", "post_id": "CEVb3PbdsqQ"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 67.45291264492504, "y": 81.0255442739759, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "MjXWUtOK7jo", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menhaj Irfan Sebut Ongkos Penerbangan Haji Bisa Kembali Turun Seiring Penurunan Harga Avtur Global\n\nMenteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan penerbangan haji.\n\nNamun, Irfan menyebut masih ada peluang ongkos penerbangan haji kembali turun seiring dengan penurunan harga avtur dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "MjXWUtOK7jo"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 314.9551661959906, "y": 349.27644467103323, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.0475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MjXWUtOK7jo", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Menhaj Irfan Sebut Ongkos Penerbangan Haji Bisa Kembali Turun Seiring Penurunan Harga Avtur Global\n\nMenteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan penerbangan haji.\n\nNamun, Irfan menyebut masih ada peluang ongkos penerbangan haji kembali turun seiring dengan penurunan harga avtur dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "MjXWUtOK7jo"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 755.9702759316641, "y": 730.9245995354573, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.0475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MjXWUtOK7jo", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menhaj Irfan Sebut Ongkos Penerbangan Haji Bisa Kembali Turun Seiring Penurunan Harga Avtur Global\n\nMenteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan penerbangan haji.\n\nNamun, Irfan menyebut masih ada peluang ongkos penerbangan haji kembali turun seiring dengan penurunan harga avtur dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "MjXWUtOK7jo"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 404.715670783503, "y": 452.29688687597877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.0475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MjXWUtOK7jo", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Menhaj Irfan Sebut Ongkos Penerbangan Haji Bisa Kembali Turun Seiring Penurunan Harga Avtur Global\n\nMenteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan penerbangan haji.\n\nNamun, Irfan menyebut masih ada peluang ongkos penerbangan haji kembali turun seiring dengan penurunan harga avtur dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "MjXWUtOK7jo"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 139.56429325122855, "y": 141.72488542764395, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "JY-f2H9YqAs", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Sinyal Bahaya! IMF Prediksi Ekonomi Makin Memburuk | MILENOMICS\n\nInternational Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa perekonomian global kini mulai bergerak menuju skenario yang lebih buruk. Kondisi ini dipicu oleh berlanjutnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan ketidakpastian ekonomi dunia.\n\nIMF menegaskan bahwa negara berkembang menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi ini. Kerentanan tersebut muncul akibat lonjakan harga minyak global, pelemahan nilai tukar mata uang, serta arus modal yang semakin tidak stabil.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JY-f2H9YqAs"}}, {"key": "@BullionInvestors", "attributes": {"label": "@BullionInvestors", "x": 568.0449109881156, "y": 324.8723026700818, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "qeYZvti8IEg", "id": "@BullionInvestors", "source": "youtube-000001", "content": "MAJU 50X! HENTIKAN SEMUANYA, Jika Anda Memiliki EMAS atau PERAK, Anda Perlu Melihat INI SEKARANG...\n\nBill Holter berpendapat bahwa pelemahan emas dan perak baru-baru ini terutama disebabkan oleh tekanan likuiditas dan pengaruh besar dari pasar berjangka kertas, di mana investor menjual logam untuk mengumpulkan uang tunai meskipun risiko geopolitik meningkat. Holter percaya bahwa indikator teknis sekarang menandakan pemulihan jangka pendek, dengan emas kemungkinan akan menguji kembali level tertinggi di sekitar $5.400–$5.500 dan perak menuju $90–$100, sementara menurut Egon Von Greyerz, dalam jangka panjang, masalah utang yang berkelanjutan, pencetakan uang, dan sistem keuangan yang rapuh dapat mendorong harga emas jauh lebih tinggi, bahkan berpotensi menuju level yang disesuaikan dengan inflasi di sekitar $38.000.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • BONDS AND STOCKS TO ZERO - GOLD AND COWS T...   \n \n   • 🔴 YOU HAVE 6 WEEKS: Bill Holter Issues Hug...   \n \n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya ini bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#egonvongreyerz #billholter #gold #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverpriceanalisis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silveranalisis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "qeYZvti8IEg"}}, {"key": "GoldSwitzerland", "attributes": {"label": "GoldSwitzerland", "x": 298.5481590372969, "y": 249.54394602940832, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qeYZvti8IEg", "id": "GoldSwitzerland", "source": "youtube-000001", "content": "MAJU 50X! HENTIKAN SEMUANYA, Jika Anda Memiliki EMAS atau PERAK, Anda Perlu Melihat INI SEKARANG...\n\nBill Holter berpendapat bahwa pelemahan emas dan perak baru-baru ini terutama disebabkan oleh tekanan likuiditas dan pengaruh besar dari pasar berjangka kertas, di mana investor menjual logam untuk mengumpulkan uang tunai meskipun risiko geopolitik meningkat. Holter percaya bahwa indikator teknis sekarang menandakan pemulihan jangka pendek, dengan emas kemungkinan akan menguji kembali level tertinggi di sekitar $5.400–$5.500 dan perak menuju $90–$100, sementara menurut Egon Von Greyerz, dalam jangka panjang, masalah utang yang berkelanjutan, pencetakan uang, dan sistem keuangan yang rapuh dapat mendorong harga emas jauh lebih tinggi, bahkan berpotensi menuju level yang disesuaikan dengan inflasi di sekitar $38.000.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • BONDS AND STOCKS TO ZERO - GOLD AND COWS T...   \n \n   • 🔴 YOU HAVE 6 WEEKS: Bill Holter Issues Hug...   \n \n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya ini bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#egonvongreyerz #billholter #gold #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverpriceanalisis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silveranalisis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "qeYZvti8IEg"}}, {"key": "capitalcosm", "attributes": {"label": "capitalcosm", "x": 120.24729411959567, "y": 979.6492286709952, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qeYZvti8IEg", "id": "capitalcosm", "source": "youtube-000001", "content": "MAJU 50X! HENTIKAN SEMUANYA, Jika Anda Memiliki EMAS atau PERAK, Anda Perlu Melihat INI SEKARANG...\n\nBill Holter berpendapat bahwa pelemahan emas dan perak baru-baru ini terutama disebabkan oleh tekanan likuiditas dan pengaruh besar dari pasar berjangka kertas, di mana investor menjual logam untuk mengumpulkan uang tunai meskipun risiko geopolitik meningkat. Holter percaya bahwa indikator teknis sekarang menandakan pemulihan jangka pendek, dengan emas kemungkinan akan menguji kembali level tertinggi di sekitar $5.400–$5.500 dan perak menuju $90–$100, sementara menurut Egon Von Greyerz, dalam jangka panjang, masalah utang yang berkelanjutan, pencetakan uang, dan sistem keuangan yang rapuh dapat mendorong harga emas jauh lebih tinggi, bahkan berpotensi menuju level yang disesuaikan dengan inflasi di sekitar $38.000.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • BONDS AND STOCKS TO ZERO - GOLD AND COWS T...   \n \n   • 🔴 YOU HAVE 6 WEEKS: Bill Holter Issues Hug...   \n \n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya ini bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#egonvongreyerz #billholter #gold #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverpriceanalisis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silveranalisis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "qeYZvti8IEg"}}, {"key": "KinesisMoney", "attributes": {"label": "KinesisMoney", "x": 907.3024581522936, "y": 585.0279524488958, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CbvSLXa4DoA", "id": "KinesisMoney", "source": "youtube-000001", "content": "100% PASTI! Andrew Maguire Membagikan Prediksi EMAS yang Mengerikan, ANDA HARUS MELIHAT INI SEKAR...\n\nAndrew Maguire mengatakan bahwa pembeli institusional besar dan bank bullion percaya bahwa emas telah memasuki fase baru yang didorong terutama oleh permintaan bank sentral, pemerintah, dan institusional, bukan oleh hubungannya yang biasa dengan pasar lain. Terlepas dari volatilitas jangka pendek akibat ketidakpastian seputar Selat Hormuz dan harga minyak, Andrew memperkirakan emas akan terus naik, dengan banyak bank besar dilaporkan menargetkan sekitar $5.600 hingga $7.000 per ons pada tahun 2026 seiring dengan menguatnya pembelian aset safe-haven.\n------------------------------------\nSumber:\n   • The Largest Gold De-Dollarisation Event Ev...  \n\n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#andrewmaguire #emas #prediksihargaemas #hargaperak #updatehargaperak #ledakanperak #analisishargaperak #hargaperak #prakiraanhargaperak #prediksihargaperak #hargaperak2026 #hargaperakhariini #prediksiperak #analisisperak #penumpukanperak #logammulia #hargalogammulia #pasarlogammulia #investasilogammulia #saluranlogammulia #logammulia #pasarlogammulia #hargaemas #prediksihargaemas #hargaemashariini #hargaemashariinipergram #updatehargaemas #investoremasbullion\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "CbvSLXa4DoA"}}], "edges": [{"key": "vivianhvgo", "source": "vivianhvgo", "target": "instinct_girl", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "vivianhvgo", "source": "vivianhvgo", "target": "instinct_girl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cuap_cuan", "source": "cuap_cuan", "target": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "SUHARNO", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "muhyidinsoleh14", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pembasmi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "datuk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "aktivisham98", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "TikTok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "RYAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "LAMMY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Nurdin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "aly", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Man", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jancokkeren232", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "alfighoni781", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "keylie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jayapura.id", "source": "jayapura.id", "target": "Dr.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@update_apa_aja", "source": "@update_apa_aja", "target": "TimothyRonald", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "GoldSwitzerland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "capitalcosm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "KinesisMoney", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}