{"nodes": [{"key": "strike653811", "attributes": {"label": "strike653811", "x": 160.96332458422867, "y": 171.15591385439387, "size": 8.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 188.5803, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050934938556567621", "id": "strike653811", "source": "retweet-000002", "content": "Program Pemerintah Berisiko\n➡️ Dampak lintas program: tekanan fiskal, risk premium naik, investor menahan diri.\nKetahanan R…", "post_id": "2050934938556567621"}}, {"key": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "Rahadi0816", "x": 743.3039184094202, "y": 356.22936414560627, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 126.2795, "eigenvector": 434.2582, "in_degree": 8, "out_degree": 2, "degree": 10}, "_id": "2050934938556567621", "id": "Rahadi0816", "source": "retweet-000002", "content": "Program Pemerintah Berisiko\n➡️ Dampak lintas program: tekanan fiskal, risk premium naik, investor menahan diri.\nKetahanan R…", "post_id": "2050934938556567621"}}, {"key": "Rahadi240987455", "attributes": {"label": "Rahadi240987455", "x": 570.8641252532764, "y": 921.2619470043221, "size": 8.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 188.5803, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050935505706184868", "id": "Rahadi240987455", "source": "retweet-000002", "content": "Program Pemerintah Berisiko\n➡️ Dampak lintas program: tekanan fiskal, risk premium naik, investor menahan diri.\nKetahanan R…", "post_id": "2050935505706184868"}}, {"key": "satunusa185593", "attributes": {"label": "satunusa185593", "x": 386.2566580950476, "y": 449.5114218752221, "size": 8.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 188.5803, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050935835927986190", "id": "satunusa185593", "source": "retweet-000002", "content": "Program Pemerintah Berisiko\n➡️ Dampak lintas program: tekanan fiskal, risk premium naik, investor menahan diri.\nKetahanan R…", "post_id": "2050935835927986190"}}, {"key": "prokopimsingkawang", "attributes": {"label": "prokopimsingkawang", "x": 59.369431620121205, "y": 888.858313427468, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888225871522894779_4732535471", "id": "prokopimsingkawang", "source": "instagram-000001", "content": "Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Identifikasi Proyek Investasi Unggulan di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (30/04/2026). \n\nDihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang.\n\nDalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dalam meningkatkan realisasi PAD secara optimal, akuntabel, dan berkelanjutan. \n\nIa meminta seluruh perangkat daerah untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian target, tetapi juga mampu menggali potensi baru yang dapat menjadi sumber pendapatan daerah.\n\nRapat tersebut membahas realisasi PAD tahun berjalan, mengidentifikasi sektor pajak dan retribusi yang belum mencapai target, serta menganalisis berbagai kendala operasional di lapangan. \n\nSelain itu, dilakukan pemetaan potensi PAD yang belum tergali dari berbagai sektor, termasuk pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain pendapatan yang sah.\n\nSelain itu, juga dibahas identifikasi proyek investasi unggulan dari masing-masing perangkat daerah yang berpotensi untuk dikembangkan dan ditawarkan kepada investor. \n\nWali Kota mendorong agar setiap perangkat daerah menyiapkan data dan dokumen pendukung secara matang guna mempercepat realisasi investasi di Kota Singkawang.\n\n📸 : \n\n▶️ Like | Comment | Share\n#prokopimskw #dokpimskw #tjhaichuimie #walikotasingkawang #singkawanghebat #pastikesingkawang #singkawang #pad #pendapatanaslidaerah #investasi #proyekinvestasi", "post_id": "3888225871522894779_4732535471"}}, {"key": "arisfebriramadhan", "attributes": {"label": "arisfebriramadhan", "x": 572.9907844702934, "y": 16.071216070995597, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 59.046, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888225871522894779_4732535471", "id": "arisfebriramadhan", "source": "instagram-000001", "content": "Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Identifikasi Proyek Investasi Unggulan di Ruang Rapat Wali Kota, Kamis (30/04/2026). \n\nDihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang.\n\nDalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dalam meningkatkan realisasi PAD secara optimal, akuntabel, dan berkelanjutan. \n\nIa meminta seluruh perangkat daerah untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian target, tetapi juga mampu menggali potensi baru yang dapat menjadi sumber pendapatan daerah.\n\nRapat tersebut membahas realisasi PAD tahun berjalan, mengidentifikasi sektor pajak dan retribusi yang belum mencapai target, serta menganalisis berbagai kendala operasional di lapangan. \n\nSelain itu, dilakukan pemetaan potensi PAD yang belum tergali dari berbagai sektor, termasuk pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain pendapatan yang sah.\n\nSelain itu, juga dibahas identifikasi proyek investasi unggulan dari masing-masing perangkat daerah yang berpotensi untuk dikembangkan dan ditawarkan kepada investor. \n\nWali Kota mendorong agar setiap perangkat daerah menyiapkan data dan dokumen pendukung secara matang guna mempercepat realisasi investasi di Kota Singkawang.\n\n📸 : \n\n▶️ Like | Comment | Share\n#prokopimskw #dokpimskw #tjhaichuimie #walikotasingkawang #singkawanghebat #pastikesingkawang #singkawang #pad #pendapatanaslidaerah #investasi #proyekinvestasi", "post_id": "3888225871522894779_4732535471"}}, {"key": "san_suka_mbak.k", "attributes": {"label": "san_suka_mbak.k", "x": 280.96318956938904, "y": 399.6408419395775, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631795190998584597", "id": "san_suka_mbak.k", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia, yaitu lembaga negara yang memiliki peran utama menjaga kestabilan ekonomi, khususnya nilai mata uang rupiah. Bank Indonesia berdiri sebagai lembaga yang independen (tidak dipengaruhi pemerintah dalam mengambil keputusan tertentu) agar kebijakan yang diambil benar-benar fokus pada kepentingan ekonomi negara. Secara umum, tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang negara lain (nilai tukar). Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menjalankan beberapa fungsi penting. Pertama, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Artinya, BI mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dan menentukan suku bunga acuan. Dengan kebijakan ini, BI bisa mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga ekonomi tetap stabil. Kedua, Bank Indonesia mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Contohnya seperti uang tunai, transfer bank, kartu debit, hingga pembayaran digital seperti QRIS. Semua sistem tersebut diawasi agar aman, cepat, dan efisien digunakan oleh masyarakat. Ketiga, Bank Indonesia juga menjaga stabilitas sistem keuangan. BI bekerja sama dengan lembaga lain untuk memastikan perbankan tetap sehat dan tidak mengalami krisis yang bisa merugikan masyarakat. Selain itu, Bank Indonesia memiliki kewenangan khusus seperti mencetak dan mengedarkan uang rupiah, serta menarik uang yang sudah tidak layak pakai dari peredaran. Kesimpulannya, Bank Indonesia adalah lembaga penting yang berperan sebagai “pengatur utama keuangan negara”, bukan tempat untuk menabung seperti bank umum. Keberadaan Bank Indonesia sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. #BINGO2026   Indonesia", "post_id": "7631795190998584597"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 522.9236708284577, "y": 806.0331898454439, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 59.046, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631795190998584597", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia, yaitu lembaga negara yang memiliki peran utama menjaga kestabilan ekonomi, khususnya nilai mata uang rupiah. Bank Indonesia berdiri sebagai lembaga yang independen (tidak dipengaruhi pemerintah dalam mengambil keputusan tertentu) agar kebijakan yang diambil benar-benar fokus pada kepentingan ekonomi negara. Secara umum, tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang negara lain (nilai tukar). Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menjalankan beberapa fungsi penting. Pertama, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Artinya, BI mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dan menentukan suku bunga acuan. Dengan kebijakan ini, BI bisa mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga ekonomi tetap stabil. Kedua, Bank Indonesia mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Contohnya seperti uang tunai, transfer bank, kartu debit, hingga pembayaran digital seperti QRIS. Semua sistem tersebut diawasi agar aman, cepat, dan efisien digunakan oleh masyarakat. Ketiga, Bank Indonesia juga menjaga stabilitas sistem keuangan. BI bekerja sama dengan lembaga lain untuk memastikan perbankan tetap sehat dan tidak mengalami krisis yang bisa merugikan masyarakat. Selain itu, Bank Indonesia memiliki kewenangan khusus seperti mencetak dan mengedarkan uang rupiah, serta menarik uang yang sudah tidak layak pakai dari peredaran. Kesimpulannya, Bank Indonesia adalah lembaga penting yang berperan sebagai “pengatur utama keuangan negara”, bukan tempat untuk menabung seperti bank umum. Keberadaan Bank Indonesia sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. #BINGO2026   Indonesia", "post_id": "7631795190998584597"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 169.76027749799604, "y": 843.6788775823866, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 432.12551408032476, "y": 140.99301193301685, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 59.046, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "@metalsandminers", "attributes": {"label": "@metalsandminers", "x": 385.17864711037663, "y": 128.20852559898043, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1kRqAwjhYrM", "id": "@metalsandminers", "source": "youtube-000001", "content": "CLIVE THOMPSON | Sudah pasti: pengendalian kurva imbal hasil akan segera hadir!\n\nDeskripsi:\nClive Thompson, mantan Direktur Pelaksana Manajemen Kekayaan, kembali ke podcast Logam dan Pertambangan pada 30 April untuk wawancara yang lugas dan mendalam tentang lingkungan makro yang kacau di tahun 2026. Mulai dari pengendalian kurva imbal hasil dan utang pemerintah yang meledak hingga emas, perak, valuasi AI, guncangan minyak, dan kisah inflasi sebenarnya yang dilewatkan sebagian besar investor — Clive menyampaikan wawasan institusional selama puluhan tahun dengan kejujuran yang menyegarkan. Ia menjelaskan mengapa pengendalian kurva imbal hasil tidak dapat dihindari, mengapa hal itu akan menjadi katalis utama berikutnya untuk logam mulia, dan mengapa penambang emas dan perak dapat melihat pendapatan dan peringkat ulang yang eksplosif pada tahun 2026. Plus: mengapa jatuhnya pasar saham tidak dijamin, bagaimana melindungi portofolio Anda, dan strategi \"beli sepertiga\" yang telah terbukti dan membutuhkan waktu 18 tahun untuk dikuasainya.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n01:23 – Kekhawatiran Anjloknya Pasar Saham & Volatilitas Pasar Minyak\n02:33 – Harga Minyak, Selat Hormuz & Prospek Inflasi Global\n03:12 – Otomatisasi, AI vs. Inflasi Harga Komoditas\n07:20 – Cara yang Tepat untuk Mengukur Inflasi Riil\n08:58 – “Depresi Minyak Besar 2026” – Peringatan Analis vs. Pasar\n10:30 – Kondisi Pasar Saat Ini: Dow, S&P, VIX, Emas & Obligasi\n11:08 – Mengapa Emas Mengabaikan Peristiwa Geopolitik\n14:53 – Mengapa Pasar Naik Meskipun Ada Semua Risiko\n16:21 – Arus Modal, Defisit & Mengapa Saham Terus Naik\n19:04 – IPO SpaceX, Anthropic & OpenAI – Apa Artinya bagi Pasar\n21:07 – Valuasi AI, Kekhawatiran Profitabilitas & Kapasitas Batasan\n25:43 – Ketua Fed Baru Kevin Warsh & Suku Bunga Lebih Rendah\n30:15 – Pertarungan Kekuatan Inflasi vs Deflasi\n33:44 – Risiko Krisis Pasar Obligasi & Pengendalian Kurva Imbal Hasil\n36:56 – Mengapa Pengendalian Kurva Imbal Hasil Sangat Menguntungkan bagi Emas & Perak\n38:06 – Peluang Besar di Perusahaan Penambang Logam Mulia\n41:56 – Peluang Investasi Terbaik Saat Ini\n43:04 – Aturan Investasi #1 Clive\n50:06 – Kesimpulan Akhir\n\nKutipan Singkat:\n\n“Pengendalian kurva imbal hasil adalah seperti namanya — itu tak terhindarkan.”\n\n“Itulah alasan mengapa emas dan perak akan naik jauh lebih tinggi.”\n\n“Emas adalah aset yang secara tradisional dilindungi dari inflasi… jika kita mengalami krisis nyata, emas akan membawa Anda ke sisi lain.”\n\n“Banyak penambang emas dan perak tidak memiliki utang sama sekali… dan memiliki banyak kas bersih di neraca.”\n\n“Ketika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, jangan langsung melakukannya. Dengan kata lain, lakukan secara bertahap.”\n\n“Beli sepertiga dari apa yang ingin Anda lakukan… Dengan begitu Anda tidak akan pernah mendapatkan harga terbaik, tetapi Anda dijamin tidak akan pernah mendapatkan harga terburuk.”\n\n“Pasar memang harus memberikan penderitaan kepada orang-orang. Mereka harus menyingkirkan para pemegang yang lemah, para pemegang saham yang tidak serius.”\n\n“Tidak ada hukum ekonomi yang mengatakan bahwa ketika kita memasuki resesi, harga saham harus turun.”\n\n“Utang pemerintah sebagian besar meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi.”\n\n“Saya tidak tahu masa depan. Saya hanya memiliki beberapa ide, tetapi tidak setiap ide akan benar.”\n\nPoin-Poin Penting:\n• Pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi — dan akan mendorong harga emas dan perak naik secara signifikan\n• Harga aset menyerap pasokan uang dan pertumbuhan utang yang sangat besar (bukan hanya CPI)\n• Penambang logam mulia berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat (bebas utang + kas yang sangat besar)\n• AI membawa tekanan deflasi, tetapi inflasi komoditas & pengeluaran pemerintah kemungkinan akan menang dalam jangka pendek\n• Jatuhnya pasar saham lebih dikhawatirkan daripada pasti — ekuitas dapat naik dalam resesi\n• Disiplin investasi terbaik: selalu beli dan jual secara bertahap (aturan \"sepertiga\")\n• Literasi keuangan untuk generasi berikutnya penting — lihat seri buku Little Trot karya Clive\n\nIkuti Clive Thompson:\nSitus web: https://www.clivethompson.com\nYouTube:    / -jc9my  \nBuku-buku Clive Thompson: Seri literasi keuangan anak-anak \"Little Trot\" (5 buku)\n→ PDF Gratis Buku 1: https://www.clivethompson.com\n→ Beli semua buku di Amazon: Cari “Little Trot Clive Thompson”\n\nIkuti Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com\nX: https://www.x.com/\n\nTinggalkan Komentar:\nClive percaya bahwa pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi dan merupakan suatu kepastian. Apakah Anda setuju? Tinggalkan komentar di bawah!\n\n© Metals and Miners", "post_id": "1kRqAwjhYrM"}}, {"key": "clivethompson", "attributes": {"label": "clivethompson", "x": 143.95207582362923, "y": 926.1102805992133, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4813, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1kRqAwjhYrM", "id": "clivethompson", "source": "youtube-000001", "content": "CLIVE THOMPSON | Sudah pasti: pengendalian kurva imbal hasil akan segera hadir!\n\nDeskripsi:\nClive Thompson, mantan Direktur Pelaksana Manajemen Kekayaan, kembali ke podcast Logam dan Pertambangan pada 30 April untuk wawancara yang lugas dan mendalam tentang lingkungan makro yang kacau di tahun 2026. Mulai dari pengendalian kurva imbal hasil dan utang pemerintah yang meledak hingga emas, perak, valuasi AI, guncangan minyak, dan kisah inflasi sebenarnya yang dilewatkan sebagian besar investor — Clive menyampaikan wawasan institusional selama puluhan tahun dengan kejujuran yang menyegarkan. Ia menjelaskan mengapa pengendalian kurva imbal hasil tidak dapat dihindari, mengapa hal itu akan menjadi katalis utama berikutnya untuk logam mulia, dan mengapa penambang emas dan perak dapat melihat pendapatan dan peringkat ulang yang eksplosif pada tahun 2026. Plus: mengapa jatuhnya pasar saham tidak dijamin, bagaimana melindungi portofolio Anda, dan strategi \"beli sepertiga\" yang telah terbukti dan membutuhkan waktu 18 tahun untuk dikuasainya.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n01:23 – Kekhawatiran Anjloknya Pasar Saham & Volatilitas Pasar Minyak\n02:33 – Harga Minyak, Selat Hormuz & Prospek Inflasi Global\n03:12 – Otomatisasi, AI vs. Inflasi Harga Komoditas\n07:20 – Cara yang Tepat untuk Mengukur Inflasi Riil\n08:58 – “Depresi Minyak Besar 2026” – Peringatan Analis vs. Pasar\n10:30 – Kondisi Pasar Saat Ini: Dow, S&P, VIX, Emas & Obligasi\n11:08 – Mengapa Emas Mengabaikan Peristiwa Geopolitik\n14:53 – Mengapa Pasar Naik Meskipun Ada Semua Risiko\n16:21 – Arus Modal, Defisit & Mengapa Saham Terus Naik\n19:04 – IPO SpaceX, Anthropic & OpenAI – Apa Artinya bagi Pasar\n21:07 – Valuasi AI, Kekhawatiran Profitabilitas & Kapasitas Batasan\n25:43 – Ketua Fed Baru Kevin Warsh & Suku Bunga Lebih Rendah\n30:15 – Pertarungan Kekuatan Inflasi vs Deflasi\n33:44 – Risiko Krisis Pasar Obligasi & Pengendalian Kurva Imbal Hasil\n36:56 – Mengapa Pengendalian Kurva Imbal Hasil Sangat Menguntungkan bagi Emas & Perak\n38:06 – Peluang Besar di Perusahaan Penambang Logam Mulia\n41:56 – Peluang Investasi Terbaik Saat Ini\n43:04 – Aturan Investasi #1 Clive\n50:06 – Kesimpulan Akhir\n\nKutipan Singkat:\n\n“Pengendalian kurva imbal hasil adalah seperti namanya — itu tak terhindarkan.”\n\n“Itulah alasan mengapa emas dan perak akan naik jauh lebih tinggi.”\n\n“Emas adalah aset yang secara tradisional dilindungi dari inflasi… jika kita mengalami krisis nyata, emas akan membawa Anda ke sisi lain.”\n\n“Banyak penambang emas dan perak tidak memiliki utang sama sekali… dan memiliki banyak kas bersih di neraca.”\n\n“Ketika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, jangan langsung melakukannya. Dengan kata lain, lakukan secara bertahap.”\n\n“Beli sepertiga dari apa yang ingin Anda lakukan… Dengan begitu Anda tidak akan pernah mendapatkan harga terbaik, tetapi Anda dijamin tidak akan pernah mendapatkan harga terburuk.”\n\n“Pasar memang harus memberikan penderitaan kepada orang-orang. Mereka harus menyingkirkan para pemegang yang lemah, para pemegang saham yang tidak serius.”\n\n“Tidak ada hukum ekonomi yang mengatakan bahwa ketika kita memasuki resesi, harga saham harus turun.”\n\n“Utang pemerintah sebagian besar meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi.”\n\n“Saya tidak tahu masa depan. Saya hanya memiliki beberapa ide, tetapi tidak setiap ide akan benar.”\n\nPoin-Poin Penting:\n• Pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi — dan akan mendorong harga emas dan perak naik secara signifikan\n• Harga aset menyerap pasokan uang dan pertumbuhan utang yang sangat besar (bukan hanya CPI)\n• Penambang logam mulia berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat (bebas utang + kas yang sangat besar)\n• AI membawa tekanan deflasi, tetapi inflasi komoditas & pengeluaran pemerintah kemungkinan akan menang dalam jangka pendek\n• Jatuhnya pasar saham lebih dikhawatirkan daripada pasti — ekuitas dapat naik dalam resesi\n• Disiplin investasi terbaik: selalu beli dan jual secara bertahap (aturan \"sepertiga\")\n• Literasi keuangan untuk generasi berikutnya penting — lihat seri buku Little Trot karya Clive\n\nIkuti Clive Thompson:\nSitus web: https://www.clivethompson.com\nYouTube:    / -jc9my  \nBuku-buku Clive Thompson: Seri literasi keuangan anak-anak \"Little Trot\" (5 buku)\n→ PDF Gratis Buku 1: https://www.clivethompson.com\n→ Beli semua buku di Amazon: Cari “Little Trot Clive Thompson”\n\nIkuti Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com\nX: https://www.x.com/\n\nTinggalkan Komentar:\nClive percaya bahwa pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi dan merupakan suatu kepastian. Apakah Anda setuju? Tinggalkan komentar di bawah!\n\n© Metals and Miners", "post_id": "1kRqAwjhYrM"}}, {"key": "GaryBohm5", "attributes": {"label": "GaryBohm5", "x": 330.7886589168879, "y": 59.088461305044085, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.4813, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1kRqAwjhYrM", "id": "GaryBohm5", "source": "youtube-000001", "content": "CLIVE THOMPSON | Sudah pasti: pengendalian kurva imbal hasil akan segera hadir!\n\nDeskripsi:\nClive Thompson, mantan Direktur Pelaksana Manajemen Kekayaan, kembali ke podcast Logam dan Pertambangan pada 30 April untuk wawancara yang lugas dan mendalam tentang lingkungan makro yang kacau di tahun 2026. Mulai dari pengendalian kurva imbal hasil dan utang pemerintah yang meledak hingga emas, perak, valuasi AI, guncangan minyak, dan kisah inflasi sebenarnya yang dilewatkan sebagian besar investor — Clive menyampaikan wawasan institusional selama puluhan tahun dengan kejujuran yang menyegarkan. Ia menjelaskan mengapa pengendalian kurva imbal hasil tidak dapat dihindari, mengapa hal itu akan menjadi katalis utama berikutnya untuk logam mulia, dan mengapa penambang emas dan perak dapat melihat pendapatan dan peringkat ulang yang eksplosif pada tahun 2026. Plus: mengapa jatuhnya pasar saham tidak dijamin, bagaimana melindungi portofolio Anda, dan strategi \"beli sepertiga\" yang telah terbukti dan membutuhkan waktu 18 tahun untuk dikuasainya.\n\nCap waktu:\n00:00 – Pendahuluan\n01:23 – Kekhawatiran Anjloknya Pasar Saham & Volatilitas Pasar Minyak\n02:33 – Harga Minyak, Selat Hormuz & Prospek Inflasi Global\n03:12 – Otomatisasi, AI vs. Inflasi Harga Komoditas\n07:20 – Cara yang Tepat untuk Mengukur Inflasi Riil\n08:58 – “Depresi Minyak Besar 2026” – Peringatan Analis vs. Pasar\n10:30 – Kondisi Pasar Saat Ini: Dow, S&P, VIX, Emas & Obligasi\n11:08 – Mengapa Emas Mengabaikan Peristiwa Geopolitik\n14:53 – Mengapa Pasar Naik Meskipun Ada Semua Risiko\n16:21 – Arus Modal, Defisit & Mengapa Saham Terus Naik\n19:04 – IPO SpaceX, Anthropic & OpenAI – Apa Artinya bagi Pasar\n21:07 – Valuasi AI, Kekhawatiran Profitabilitas & Kapasitas Batasan\n25:43 – Ketua Fed Baru Kevin Warsh & Suku Bunga Lebih Rendah\n30:15 – Pertarungan Kekuatan Inflasi vs Deflasi\n33:44 – Risiko Krisis Pasar Obligasi & Pengendalian Kurva Imbal Hasil\n36:56 – Mengapa Pengendalian Kurva Imbal Hasil Sangat Menguntungkan bagi Emas & Perak\n38:06 – Peluang Besar di Perusahaan Penambang Logam Mulia\n41:56 – Peluang Investasi Terbaik Saat Ini\n43:04 – Aturan Investasi #1 Clive\n50:06 – Kesimpulan Akhir\n\nKutipan Singkat:\n\n“Pengendalian kurva imbal hasil adalah seperti namanya — itu tak terhindarkan.”\n\n“Itulah alasan mengapa emas dan perak akan naik jauh lebih tinggi.”\n\n“Emas adalah aset yang secara tradisional dilindungi dari inflasi… jika kita mengalami krisis nyata, emas akan membawa Anda ke sisi lain.”\n\n“Banyak penambang emas dan perak tidak memiliki utang sama sekali… dan memiliki banyak kas bersih di neraca.”\n\n“Ketika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, jangan langsung melakukannya. Dengan kata lain, lakukan secara bertahap.”\n\n“Beli sepertiga dari apa yang ingin Anda lakukan… Dengan begitu Anda tidak akan pernah mendapatkan harga terbaik, tetapi Anda dijamin tidak akan pernah mendapatkan harga terburuk.”\n\n“Pasar memang harus memberikan penderitaan kepada orang-orang. Mereka harus menyingkirkan para pemegang yang lemah, para pemegang saham yang tidak serius.”\n\n“Tidak ada hukum ekonomi yang mengatakan bahwa ketika kita memasuki resesi, harga saham harus turun.”\n\n“Utang pemerintah sebagian besar meningkat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi.”\n\n“Saya tidak tahu masa depan. Saya hanya memiliki beberapa ide, tetapi tidak setiap ide akan benar.”\n\nPoin-Poin Penting:\n• Pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi — dan akan mendorong harga emas dan perak naik secara signifikan\n• Harga aset menyerap pasokan uang dan pertumbuhan utang yang sangat besar (bukan hanya CPI)\n• Penambang logam mulia berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat (bebas utang + kas yang sangat besar)\n• AI membawa tekanan deflasi, tetapi inflasi komoditas & pengeluaran pemerintah kemungkinan akan menang dalam jangka pendek\n• Jatuhnya pasar saham lebih dikhawatirkan daripada pasti — ekuitas dapat naik dalam resesi\n• Disiplin investasi terbaik: selalu beli dan jual secara bertahap (aturan \"sepertiga\")\n• Literasi keuangan untuk generasi berikutnya penting — lihat seri buku Little Trot karya Clive\n\nIkuti Clive Thompson:\nSitus web: https://www.clivethompson.com\nYouTube:    / -jc9my  \nBuku-buku Clive Thompson: Seri literasi keuangan anak-anak \"Little Trot\" (5 buku)\n→ PDF Gratis Buku 1: https://www.clivethompson.com\n→ Beli semua buku di Amazon: Cari “Little Trot Clive Thompson”\n\nIkuti Metals and Miners:\nSubstack: https://www.metalsandminers.substack.com\nSitus web: https://www.metalsandminers.com\nX: https://www.x.com/\n\nTinggalkan Komentar:\nClive percaya bahwa pengendalian kurva imbal hasil akan segera terjadi dan merupakan suatu kepastian. Apakah Anda setuju? Tinggalkan komentar di bawah!\n\n© Metals and Miners", "post_id": "1kRqAwjhYrM"}}, {"key": "@bimantara4184", "attributes": {"label": "@bimantara4184", "x": 407.6165690288566, "y": 114.22354839214432, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1ys9Q_f8-Ws", "id": "@bimantara4184", "source": "youtube-000001", "content": "Isu Dana Perbankan ke MBG, Asing Langsung Angkat Kaki?\n\nAsing outflow karena kijakan pemerintah yang seakan akan menghamburkan uang di program yang tidak pro investor #andryhakim ‪‬", "post_id": "1ys9Q_f8-Ws"}}, {"key": "leon.hartono", "attributes": {"label": "leon.hartono", "x": 806.3707925235967, "y": 626.2051111448869, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.046, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1ys9Q_f8-Ws", "id": "leon.hartono", "source": "youtube-000001", "content": "Isu Dana Perbankan ke MBG, Asing Langsung Angkat Kaki?\n\nAsing outflow karena kijakan pemerintah yang seakan akan menghamburkan uang di program yang tidak pro investor #andryhakim ‪‬", "post_id": "1ys9Q_f8-Ws"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 571.1307292668175, "y": 344.16381705128117, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 933.9048006471322, "y": 400.34728171478594, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.046, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}, {"key": "@Equity4keeps", "attributes": {"label": "@Equity4keeps", "x": 872.2474144106227, "y": 422.8377131703279, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "j-YVCsVe3n8", "id": "@Equity4keeps", "source": "youtube-000001", "content": "Saham UAMY: Spekulasi Kenaikan Eksplosif Menuju $20\n\nUAMY - United States Antimony Corp. sedang mengalami peningkatan perhatian pasar yang didorong oleh perannya dalam mengamankan rantai pasokan mineral domestik dan spekulasi aktif di kalangan masyarakat mengenai potensi kontrak pemerintah dan pembaruan produksi. Investor memantau dengan cermat pola volume sambil memperdebatkan posisi saham terhadap perusahaan sejenis di tengah kekhawatiran yang lebih luas tentang manipulasi pasar dan aktivitas penjualan pendek.\n\nPara pedagang secara aktif memantau volume penjualan pendek yang besar dan bertaruh pada pergerakan naik yang eksplosif hingga $20.\nInvestor menyoroti peran penting perusahaan dalam produksi antimon domestik untuk keamanan nasional AS dan pasokan militer.\n\nSaham ini merupakan bagian dari rotasi momentum yang lebih luas ke sumber daya mineral dan logam tanah jarang di tengah pengetatan pasokan.\nPara pedagang aktif menggambarkan saham ini sebagai 'roller coaster' karena seringnya fluktuasi intraday dan pola manipulasi harga yang dapat diprediksi.\nEkspektasi meningkat untuk potensi lonjakan harga saham setelah laporan pendapatan yang akan datang dan data pertumbuhan pendapatan positif baru-baru ini. - https://stocktwits.com/symbol/UAMY\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPertimbangkan untuk mendukung saluran ini melalui PayPal: https://www.paypal.com/donate/?hosted...", "post_id": "j-YVCsVe3n8"}}, {"key": "equity4keeps", "attributes": {"label": "equity4keeps", "x": 118.60348406721866, "y": 257.63719899853055, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 59.046, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "j-YVCsVe3n8", "id": "equity4keeps", "source": "youtube-000001", "content": "Saham UAMY: Spekulasi Kenaikan Eksplosif Menuju $20\n\nUAMY - United States Antimony Corp. sedang mengalami peningkatan perhatian pasar yang didorong oleh perannya dalam mengamankan rantai pasokan mineral domestik dan spekulasi aktif di kalangan masyarakat mengenai potensi kontrak pemerintah dan pembaruan produksi. Investor memantau dengan cermat pola volume sambil memperdebatkan posisi saham terhadap perusahaan sejenis di tengah kekhawatiran yang lebih luas tentang manipulasi pasar dan aktivitas penjualan pendek.\n\nPara pedagang secara aktif memantau volume penjualan pendek yang besar dan bertaruh pada pergerakan naik yang eksplosif hingga $20.\nInvestor menyoroti peran penting perusahaan dalam produksi antimon domestik untuk keamanan nasional AS dan pasokan militer.\n\nSaham ini merupakan bagian dari rotasi momentum yang lebih luas ke sumber daya mineral dan logam tanah jarang di tengah pengetatan pasokan.\nPara pedagang aktif menggambarkan saham ini sebagai 'roller coaster' karena seringnya fluktuasi intraday dan pola manipulasi harga yang dapat diprediksi.\nEkspektasi meningkat untuk potensi lonjakan harga saham setelah laporan pendapatan yang akan datang dan data pertumbuhan pendapatan positif baru-baru ini. - https://stocktwits.com/symbol/UAMY\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPertimbangkan untuk mendukung saluran ini melalui PayPal: https://www.paypal.com/donate/?hosted...", "post_id": "j-YVCsVe3n8"}}, {"key": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "attributes": {"label": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "x": 848.816143742264, "y": 898.1050312976887, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.9167, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7gWxtdxt670", "id": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Financial Center, Pacu Minat Investor di Bali\n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia , bersama Menko Perekonomian , melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Bali Utara, KEK Kura Kura Bali, dan KEK Sanur (1/5).\n\nKunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) sebagai pusat layanan keuangan terintegrasi berkelas global, sekaligus memperkuat ekosistem investasi nasional.\n\nRangkaian agenda diawali di Bali Utara dengan peninjauan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dilanjutkan ke Sira Village Grand Outlet di KEK Kura Kura Bali sebagai destinasi ritel berkelas dunia.\n\nKunjungan ditutup di Bali International Hospital, KEK Sanur, sebagai pusat layanan kesehatan terintegrasi berstandar global yang memperkuat sektor medical tourism.\n\n**\n\nMinister of Investment and Downstream Industry/Chairman of BKPM & CEO of Danantara Indonesia , together with Coordinating Minister for Economic Affairs , conducted a series of working visits to North Bali, Kura Kura Bali SEZ, and Sanur SEZ (1/5).\n\nThe visit is part of the government’s strategic efforts to advance the Indonesia Financial Center (IFC) as a globally integrated financial hub, while strengthening the national investment ecosystem.\n\nThe agenda began in North Bali with a review of the Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih program, followed by a visit to Sira Village Grand Outlet at Kura Kura Bali SEZ as a world-class retail destination.\n\nThe visit concluded at Bali International Hospital in Sanur SEZ, a globally integrated healthcare facility supporting the growth of medical tourism.\n\n#Investasi\n#Hilirisasi\n#BKPM\n#InvestasiBerdampak", "post_id": "7gWxtdxt670"}}, {"key": "rosanroeslani", "attributes": {"label": "rosanroeslani", "x": 707.4384464209046, "y": 927.9137404065593, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.699, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7gWxtdxt670", "id": "rosanroeslani", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Financial Center, Pacu Minat Investor di Bali\n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia , bersama Menko Perekonomian , melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Bali Utara, KEK Kura Kura Bali, dan KEK Sanur (1/5).\n\nKunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) sebagai pusat layanan keuangan terintegrasi berkelas global, sekaligus memperkuat ekosistem investasi nasional.\n\nRangkaian agenda diawali di Bali Utara dengan peninjauan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dilanjutkan ke Sira Village Grand Outlet di KEK Kura Kura Bali sebagai destinasi ritel berkelas dunia.\n\nKunjungan ditutup di Bali International Hospital, KEK Sanur, sebagai pusat layanan kesehatan terintegrasi berstandar global yang memperkuat sektor medical tourism.\n\n**\n\nMinister of Investment and Downstream Industry/Chairman of BKPM & CEO of Danantara Indonesia , together with Coordinating Minister for Economic Affairs , conducted a series of working visits to North Bali, Kura Kura Bali SEZ, and Sanur SEZ (1/5).\n\nThe visit is part of the government’s strategic efforts to advance the Indonesia Financial Center (IFC) as a globally integrated financial hub, while strengthening the national investment ecosystem.\n\nThe agenda began in North Bali with a review of the Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih program, followed by a visit to Sira Village Grand Outlet at Kura Kura Bali SEZ as a world-class retail destination.\n\nThe visit concluded at Bali International Hospital in Sanur SEZ, a globally integrated healthcare facility supporting the growth of medical tourism.\n\n#Investasi\n#Hilirisasi\n#BKPM\n#InvestasiBerdampak", "post_id": "7gWxtdxt670"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 970.0803276100145, "y": 568.902198258323, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.699, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7gWxtdxt670", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Financial Center, Pacu Minat Investor di Bali\n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia , bersama Menko Perekonomian , melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Bali Utara, KEK Kura Kura Bali, dan KEK Sanur (1/5).\n\nKunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mendorong pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) sebagai pusat layanan keuangan terintegrasi berkelas global, sekaligus memperkuat ekosistem investasi nasional.\n\nRangkaian agenda diawali di Bali Utara dengan peninjauan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dilanjutkan ke Sira Village Grand Outlet di KEK Kura Kura Bali sebagai destinasi ritel berkelas dunia.\n\nKunjungan ditutup di Bali International Hospital, KEK Sanur, sebagai pusat layanan kesehatan terintegrasi berstandar global yang memperkuat sektor medical tourism.\n\n**\n\nMinister of Investment and Downstream Industry/Chairman of BKPM & CEO of Danantara Indonesia , together with Coordinating Minister for Economic Affairs , conducted a series of working visits to North Bali, Kura Kura Bali SEZ, and Sanur SEZ (1/5).\n\nThe visit is part of the government’s strategic efforts to advance the Indonesia Financial Center (IFC) as a globally integrated financial hub, while strengthening the national investment ecosystem.\n\nThe agenda began in North Bali with a review of the Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih program, followed by a visit to Sira Village Grand Outlet at Kura Kura Bali SEZ as a world-class retail destination.\n\nThe visit concluded at Bali International Hospital in Sanur SEZ, a globally integrated healthcare facility supporting the growth of medical tourism.\n\n#Investasi\n#Hilirisasi\n#BKPM\n#InvestasiBerdampak", "post_id": "7gWxtdxt670"}}], "edges": [{"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi240987455", "source": "Rahadi240987455", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi240987455", "source": "Rahadi240987455", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "satunusa185593", "source": "satunusa185593", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "satunusa185593", "source": "satunusa185593", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi0816", "source": "Rahadi0816", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi0816", "source": "Rahadi0816", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "prokopimsingkawang", "source": "prokopimsingkawang", "target": "arisfebriramadhan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "san_suka_mbak.k", "source": "san_suka_mbak.k", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@metalsandminers", "source": "@metalsandminers", "target": "clivethompson", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metalsandminers", "source": "@metalsandminers", "target": "GaryBohm5", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@bimantara4184", "source": "@bimantara4184", "target": "leon.hartono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Equity4keeps", "source": "@Equity4keeps", "target": "equity4keeps", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "source": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "target": "rosanroeslani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "source": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "target": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "source": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "target": "rosanroeslani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "source": "@KemenInvestasiHilirisasiBKPM", "target": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}