{"nodes": [{"key": "Golkar_News", "attributes": {"label": "Golkar_News", "x": 904.2322550471416, "y": 504.79806408933206, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050880692352143538", "id": "Golkar_News", "source": "retweet-000002", "content": "Tak Perlu Izin Baru! Menko Airlangga Pastikan KBLI 2025 Permudah Dunia Usaha\n\nhttps://t.co/8H0ojgN1hE", "post_id": "2050880692352143538"}}, {"key": "politiknesiacom", "attributes": {"label": "politiknesiacom", "x": 970.4295354868003, "y": 588.4255082258005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 38.3553, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2050880692352143538", "id": "politiknesiacom", "source": "retweet-000002", "content": "Tak Perlu Izin Baru! Menko Airlangga Pastikan KBLI 2025 Permudah Dunia Usaha\n\nhttps://t.co/8H0ojgN1hE", "post_id": "2050880692352143538"}}, {"key": "golkarpedia", "attributes": {"label": "golkarpedia", "x": 483.3386182386409, "y": 589.2141393089933, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050849716695634388", "id": "golkarpedia", "source": "retweet-000002", "content": "Tak Perlu Izin Baru! Menko Airlangga Pastikan KBLI 2025 Permudah Dunia Usaha\n\nhttps://t.co/8H0ojgN1hE", "post_id": "2050849716695634388"}}, {"key": "straynekomoto", "attributes": {"label": "straynekomoto", "x": 405.353548048625, "y": 955.6198199807421, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2050864141402018053", "id": "straynekomoto", "source": "retweet-000002", "content": "Kelas menengah digencet mulu padahal yg paling konsumtif.\nGimana mau ada organic growth di dunia usaha?\nM…", "post_id": "2050864141402018053"}}, {"key": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "Ikhwanazis89", "x": 276.4390860821528, "y": 979.7500227122674, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 50.1038, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "2050864141402018053", "id": "Ikhwanazis89", "source": "retweet-000002", "content": "Kelas menengah digencet mulu padahal yg paling konsumtif.\nGimana mau ada organic growth di dunia usaha?\nM…", "post_id": "2050864141402018053"}}, {"key": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "abulmuzaffar10", "x": 475.5536035911634, "y": 991.1164674502929, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 50.1038, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2050864141402018053", "id": "abulmuzaffar10", "source": "retweet-000002", "content": "Kelas menengah digencet mulu padahal yg paling konsumtif.\nGimana mau ada organic growth di dunia usaha?\nM…", "post_id": "2050864141402018053"}}, {"key": "aji_marco", "attributes": {"label": "aji_marco", "x": 580.416385674284, "y": 377.94880271345033, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2050868812627771767", "id": "aji_marco", "source": "retweet-000002", "content": "Kelas menengah digencet mulu padahal yg paling konsumtif.\nGimana mau ada organic growth di dunia usaha?\nM…", "post_id": "2050868812627771767"}}, {"key": "rainyblushing", "attributes": {"label": "rainyblushing", "x": 193.0506296819763, "y": 309.76258715315754, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2050886295870967833", "id": "rainyblushing", "source": "retweet-000002", "content": "Kelas menengah digencet mulu padahal yg paling konsumtif.\nGimana mau ada organic growth di dunia usaha?\nM…", "post_id": "2050886295870967833"}}, {"key": "noma_den", "attributes": {"label": "noma_den", "x": 45.65923922369486, "y": 900.9946986785509, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2050921229830484471", "id": "noma_den", "source": "retweet-000002", "content": "Kelas menengah digencet mulu padahal yg paling konsumtif.\nGimana mau ada organic growth di dunia usaha?\nM…", "post_id": "2050921229830484471"}}, {"key": "kambinguling_", "attributes": {"label": "kambinguling_", "x": 452.79224154063337, "y": 649.6384427604373, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2050967284559298674", "id": "kambinguling_", "source": "retweet-000002", "content": "Kelas menengah digencet mulu padahal yg paling konsumtif.\nGimana mau ada organic growth di dunia usaha?\nM…", "post_id": "2050967284559298674"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 198.1615988926725, "y": 499.44021914103473, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3887301881006553415_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga plastik global kini mulai menekan pelaku usaha kecil di Indonesia, terutama UMKM yang bergantung pada bahan kemasan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sehingga berdampak langsung pada industri petrokimia sebagai bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Kondisi tersebut membuat harga plastik ikut naik dan cepat ditransmisikan ke dalam negeri, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku.\n\nSecara struktural, industri plastik nasional menghadapi ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi domestik. Tingginya permintaan dari sektor kemasan, konstruksi, hingga rumah tangga tidak diimbangi pasokan dalam negeri, sehingga impor masih mendominasi. Data 2025 menunjukkan impor plastik mencapai US$10,4 miliar, jauh di atas ekspor US$2,7 miliar, yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap fluktuasi global.\n\nDampaknya paling terasa di sektor hilir, khususnya UMKM. Kenaikan harga plastik hingga 50% meningkatkan biaya produksi, sementara pelaku usaha kecil memiliki keterbatasan dalam menentukan harga jual. UMKM pun dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung penurunan margin, yang dalam jangka panjang berisiko mengganggu keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi mikro. Lalu, apa solusi jangka panjang agar UMKM bisa bertahan di tengah lonjakan harga plastik dan ketergantungan impor ini?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Direktur Riset bersama Peneliti Visi Teliti Saksama Nugroho Pratomo & Devi Rahmawati hanya di Validnews.id!\n\n  \n\n#krisisplastik #plastik #umkmindonesia #infobisnis #ekonomimakro", "post_id": "3887301881006553415_5593726572"}}, {"key": "nanug.pratomo", "attributes": {"label": "nanug.pratomo", "x": 745.9937365644076, "y": 937.5100159952705, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6068, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887301881006553415_5593726572", "id": "nanug.pratomo", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga plastik global kini mulai menekan pelaku usaha kecil di Indonesia, terutama UMKM yang bergantung pada bahan kemasan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sehingga berdampak langsung pada industri petrokimia sebagai bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Kondisi tersebut membuat harga plastik ikut naik dan cepat ditransmisikan ke dalam negeri, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku.\n\nSecara struktural, industri plastik nasional menghadapi ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi domestik. Tingginya permintaan dari sektor kemasan, konstruksi, hingga rumah tangga tidak diimbangi pasokan dalam negeri, sehingga impor masih mendominasi. Data 2025 menunjukkan impor plastik mencapai US$10,4 miliar, jauh di atas ekspor US$2,7 miliar, yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap fluktuasi global.\n\nDampaknya paling terasa di sektor hilir, khususnya UMKM. Kenaikan harga plastik hingga 50% meningkatkan biaya produksi, sementara pelaku usaha kecil memiliki keterbatasan dalam menentukan harga jual. UMKM pun dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung penurunan margin, yang dalam jangka panjang berisiko mengganggu keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi mikro. Lalu, apa solusi jangka panjang agar UMKM bisa bertahan di tengah lonjakan harga plastik dan ketergantungan impor ini?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Direktur Riset bersama Peneliti Visi Teliti Saksama Nugroho Pratomo & Devi Rahmawati hanya di Validnews.id!\n\n  \n\n#krisisplastik #plastik #umkmindonesia #infobisnis #ekonomimakro", "post_id": "3887301881006553415_5593726572"}}, {"key": "devirhm5", "attributes": {"label": "devirhm5", "x": 248.20686215325048, "y": 63.77114290627961, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6068, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887301881006553415_5593726572", "id": "devirhm5", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga plastik global kini mulai menekan pelaku usaha kecil di Indonesia, terutama UMKM yang bergantung pada bahan kemasan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sehingga berdampak langsung pada industri petrokimia sebagai bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Kondisi tersebut membuat harga plastik ikut naik dan cepat ditransmisikan ke dalam negeri, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku.\n\nSecara struktural, industri plastik nasional menghadapi ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi domestik. Tingginya permintaan dari sektor kemasan, konstruksi, hingga rumah tangga tidak diimbangi pasokan dalam negeri, sehingga impor masih mendominasi. Data 2025 menunjukkan impor plastik mencapai US$10,4 miliar, jauh di atas ekspor US$2,7 miliar, yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap fluktuasi global.\n\nDampaknya paling terasa di sektor hilir, khususnya UMKM. Kenaikan harga plastik hingga 50% meningkatkan biaya produksi, sementara pelaku usaha kecil memiliki keterbatasan dalam menentukan harga jual. UMKM pun dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung penurunan margin, yang dalam jangka panjang berisiko mengganggu keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi mikro. Lalu, apa solusi jangka panjang agar UMKM bisa bertahan di tengah lonjakan harga plastik dan ketergantungan impor ini?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Direktur Riset bersama Peneliti Visi Teliti Saksama Nugroho Pratomo & Devi Rahmawati hanya di Validnews.id!\n\n  \n\n#krisisplastik #plastik #umkmindonesia #infobisnis #ekonomimakro", "post_id": "3887301881006553415_5593726572"}}, {"key": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "visitelitisaksama", "x": 403.8744561948641, "y": 96.24730208028087, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6068, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887301881006553415_5593726572", "id": "visitelitisaksama", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga plastik global kini mulai menekan pelaku usaha kecil di Indonesia, terutama UMKM yang bergantung pada bahan kemasan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia, sehingga berdampak langsung pada industri petrokimia sebagai bahan baku plastik seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Kondisi tersebut membuat harga plastik ikut naik dan cepat ditransmisikan ke dalam negeri, terutama karena Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku.\n\nSecara struktural, industri plastik nasional menghadapi ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi domestik. Tingginya permintaan dari sektor kemasan, konstruksi, hingga rumah tangga tidak diimbangi pasokan dalam negeri, sehingga impor masih mendominasi. Data 2025 menunjukkan impor plastik mencapai US$10,4 miliar, jauh di atas ekspor US$2,7 miliar, yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap fluktuasi global.\n\nDampaknya paling terasa di sektor hilir, khususnya UMKM. Kenaikan harga plastik hingga 50% meningkatkan biaya produksi, sementara pelaku usaha kecil memiliki keterbatasan dalam menentukan harga jual. UMKM pun dihadapkan pada dilema antara menaikkan harga produk atau menanggung penurunan margin, yang dalam jangka panjang berisiko mengganggu keberlanjutan usaha dan stabilitas ekonomi mikro. Lalu, apa solusi jangka panjang agar UMKM bisa bertahan di tengah lonjakan harga plastik dan ketergantungan impor ini?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Direktur Riset bersama Peneliti Visi Teliti Saksama Nugroho Pratomo & Devi Rahmawati hanya di Validnews.id!\n\n  \n\n#krisisplastik #plastik #umkmindonesia #infobisnis #ekonomimakro", "post_id": "3887301881006553415_5593726572"}}, {"key": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "cuap_cuan", "x": 674.8405386923878, "y": 575.7669747366433, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 138.2166, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3886770690994748561_28852138902", "id": "cuap_cuan", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat Cuan...\n\nDi episode Top Women Talk kali ini, kita akan mengupas sisi lain dari perjalanan Diana Dewi sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Mulai dari tantangan yang dihadapi sebagai perempuan di dunia bisnis, momen-momen sulit yang membentuk mentalnya, hingga pandangannya tentang peluang bagi perempuan Indonesia untuk naik kelas di dunia usaha. Seperti apa kisahnya? Dengerin podcastnya hanya di Cuap Cuap Cuan.\n\nSobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG , dan juga subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu di-like, comment, dan share. Salam cuan!", "post_id": "3886770690994748561_28852138902"}}, {"key": "halobandung", "attributes": {"label": "halobandung", "x": 713.7370498850426, "y": 188.58980655680423, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "3888766902655827513_970013332", "id": "halobandung", "source": "instagram-000001", "content": "Gebyar May Day 2026, Kota Bandung Perkuat Kolaborasi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah 🙌🏻✨\n\nSekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain Menghadiri Kegiatan Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tingkat Kota Bandung Tahun 2026, Bertempat di Balaikota, Pada Hari Minggu, 3 Mei 2026\n\nPemkot Bandung menggelar Gebyar May Day 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. \n\nKegiatan ini diikuti sekitar 500 pekerja dari 14 serikat pekerja dengan berbagai rangkaian acara yang menekankan sinergi dan kebersamaan.\n\nSelain sebagai ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara musyawarah. \n\nBeragam layanan turut disediakan, mulai dari layanan kependudukan dan ketenagakerjaan, donor darah, santunan anak yatim, hingga hiburan. Kegiatan juga dirangkaikan dengan jalan sehat dan aksi kebersihan melalui gerakan “Bandung Asri”.\n\nSementara itu, Pak Zul, menyampaikan bahwa peringatan May Day menjadi ajang strategis untuk mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan. \n\nPak Zul mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Bandung yang unggul melalui hubungan industrial yang harmonis.\n\nMelalui kolaborasi lintas sektor yang terus dijaga, peringatan May Day 2026 di Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat hubungan industrial yang kondusif serta mendorong kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.\n\n \n \n \n\n📷:  \n\n#GebyarMayDay2026 #BandungUTAMA", "post_id": "3888766902655827513_970013332"}}, {"key": "iskandar5070", "attributes": {"label": "iskandar5070", "x": 345.48714615436427, "y": 529.7364968046908, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1383, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888766902655827513_970013332", "id": "iskandar5070", "source": "instagram-000001", "content": "Gebyar May Day 2026, Kota Bandung Perkuat Kolaborasi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah 🙌🏻✨\n\nSekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain Menghadiri Kegiatan Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tingkat Kota Bandung Tahun 2026, Bertempat di Balaikota, Pada Hari Minggu, 3 Mei 2026\n\nPemkot Bandung menggelar Gebyar May Day 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. \n\nKegiatan ini diikuti sekitar 500 pekerja dari 14 serikat pekerja dengan berbagai rangkaian acara yang menekankan sinergi dan kebersamaan.\n\nSelain sebagai ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara musyawarah. \n\nBeragam layanan turut disediakan, mulai dari layanan kependudukan dan ketenagakerjaan, donor darah, santunan anak yatim, hingga hiburan. Kegiatan juga dirangkaikan dengan jalan sehat dan aksi kebersihan melalui gerakan “Bandung Asri”.\n\nSementara itu, Pak Zul, menyampaikan bahwa peringatan May Day menjadi ajang strategis untuk mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan. \n\nPak Zul mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Bandung yang unggul melalui hubungan industrial yang harmonis.\n\nMelalui kolaborasi lintas sektor yang terus dijaga, peringatan May Day 2026 di Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat hubungan industrial yang kondusif serta mendorong kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.\n\n \n \n \n\n📷:  \n\n#GebyarMayDay2026 #BandungUTAMA", "post_id": "3888766902655827513_970013332"}}, {"key": "tiwie_iqlima", "attributes": {"label": "tiwie_iqlima", "x": 208.20458418540778, "y": 657.3002773194876, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1383, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888766902655827513_970013332", "id": "tiwie_iqlima", "source": "instagram-000001", "content": "Gebyar May Day 2026, Kota Bandung Perkuat Kolaborasi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah 🙌🏻✨\n\nSekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain Menghadiri Kegiatan Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tingkat Kota Bandung Tahun 2026, Bertempat di Balaikota, Pada Hari Minggu, 3 Mei 2026\n\nPemkot Bandung menggelar Gebyar May Day 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. \n\nKegiatan ini diikuti sekitar 500 pekerja dari 14 serikat pekerja dengan berbagai rangkaian acara yang menekankan sinergi dan kebersamaan.\n\nSelain sebagai ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara musyawarah. \n\nBeragam layanan turut disediakan, mulai dari layanan kependudukan dan ketenagakerjaan, donor darah, santunan anak yatim, hingga hiburan. Kegiatan juga dirangkaikan dengan jalan sehat dan aksi kebersihan melalui gerakan “Bandung Asri”.\n\nSementara itu, Pak Zul, menyampaikan bahwa peringatan May Day menjadi ajang strategis untuk mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan. \n\nPak Zul mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Bandung yang unggul melalui hubungan industrial yang harmonis.\n\nMelalui kolaborasi lintas sektor yang terus dijaga, peringatan May Day 2026 di Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat hubungan industrial yang kondusif serta mendorong kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.\n\n \n \n \n\n📷:  \n\n#GebyarMayDay2026 #BandungUTAMA", "post_id": "3888766902655827513_970013332"}}, {"key": "bdg.disnaker", "attributes": {"label": "bdg.disnaker", "x": 283.28714599863605, "y": 109.70819069638604, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1383, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888766902655827513_970013332", "id": "bdg.disnaker", "source": "instagram-000001", "content": "Gebyar May Day 2026, Kota Bandung Perkuat Kolaborasi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah 🙌🏻✨\n\nSekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain Menghadiri Kegiatan Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tingkat Kota Bandung Tahun 2026, Bertempat di Balaikota, Pada Hari Minggu, 3 Mei 2026\n\nPemkot Bandung menggelar Gebyar May Day 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. \n\nKegiatan ini diikuti sekitar 500 pekerja dari 14 serikat pekerja dengan berbagai rangkaian acara yang menekankan sinergi dan kebersamaan.\n\nSelain sebagai ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara musyawarah. \n\nBeragam layanan turut disediakan, mulai dari layanan kependudukan dan ketenagakerjaan, donor darah, santunan anak yatim, hingga hiburan. Kegiatan juga dirangkaikan dengan jalan sehat dan aksi kebersihan melalui gerakan “Bandung Asri”.\n\nSementara itu, Pak Zul, menyampaikan bahwa peringatan May Day menjadi ajang strategis untuk mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan. \n\nPak Zul mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Bandung yang unggul melalui hubungan industrial yang harmonis.\n\nMelalui kolaborasi lintas sektor yang terus dijaga, peringatan May Day 2026 di Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat hubungan industrial yang kondusif serta mendorong kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.\n\n \n \n \n\n📷:  \n\n#GebyarMayDay2026 #BandungUTAMA", "post_id": "3888766902655827513_970013332"}}, {"key": "ryanandrian1102", "attributes": {"label": "ryanandrian1102", "x": 362.86130759609324, "y": 832.329715501349, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1383, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888766902655827513_970013332", "id": "ryanandrian1102", "source": "instagram-000001", "content": "Gebyar May Day 2026, Kota Bandung Perkuat Kolaborasi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah 🙌🏻✨\n\nSekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain Menghadiri Kegiatan Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tingkat Kota Bandung Tahun 2026, Bertempat di Balaikota, Pada Hari Minggu, 3 Mei 2026\n\nPemkot Bandung menggelar Gebyar May Day 2026 sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. \n\nKegiatan ini diikuti sekitar 500 pekerja dari 14 serikat pekerja dengan berbagai rangkaian acara yang menekankan sinergi dan kebersamaan.\n\nSelain sebagai ajang perayaan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara musyawarah. \n\nBeragam layanan turut disediakan, mulai dari layanan kependudukan dan ketenagakerjaan, donor darah, santunan anak yatim, hingga hiburan. Kegiatan juga dirangkaikan dengan jalan sehat dan aksi kebersihan melalui gerakan “Bandung Asri”.\n\nSementara itu, Pak Zul, menyampaikan bahwa peringatan May Day menjadi ajang strategis untuk mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan. \n\nPak Zul mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Bandung yang unggul melalui hubungan industrial yang harmonis.\n\nMelalui kolaborasi lintas sektor yang terus dijaga, peringatan May Day 2026 di Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat hubungan industrial yang kondusif serta mendorong kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.\n\n \n \n \n\n📷:  \n\n#GebyarMayDay2026 #BandungUTAMA", "post_id": "3888766902655827513_970013332"}}, {"key": "modusaceh", "attributes": {"label": "modusaceh", "x": 77.15573276197685, "y": 532.3915339541093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 138.2166, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3888183546406544812_3556192377", "id": "modusaceh", "source": "instagram-000001", "content": "MODUSACEH.CO, Banda Aceh I Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) dan Silaturahmi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh di Gedung Landmark BSI, Banda Aceh, Sabtu, 2 Mei 2026.\n\nKetua Umum KAGAMA Aceh M. Nasir menegaskan, alumni UGM memiliki tanggung jawab moral dan intelektual yang besar. Menurutnya, KAGAMA bukan sekadar wadah temu kangen, melainkan simpul kekuatan pemikiran untuk kemajuan Aceh.\n\n\"Sebaran alumni UGM di berbagai lini, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga akademisi, adalah potensi besar. Kita perlu merajut semangat kolaborasi agar potensi ini bertransformasi menjadi energi kolektif yang mendorong pembangunan Aceh yang mandiri dan berkelanjutan,\" ujar M. Nasir.\n\nM. Nasir memaparkan bahwa, selama ini Kagama Aceh telah aktif memberikan kontribusi langsung di tengah masyarakat. \n\nSalah satu aksi nyata yang disorot adalah peran organisasi dalam tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Aceh. \n\nKata dia, sejak awal Januari 2005, KAGAM juga sudah berada di garda terdepan dalam membantu bencana gempa dan tsunami Aceh. \n\n\"Kagama Aceh tidak hanya hadir lewat gagasan, tetapi juga aksi nyata. Kami terlibat langsung dalam penyaluran bantuan, menjadi relawan, bahkan berkontribusi dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak di Aceh Tamiang,\" ucap M. Nasir.\n\nLink berita selengkapnya ada di bio profil \n\n#modusaceh #berita #beritaaceh #beritanasional", "post_id": "3888183546406544812_3556192377"}}, {"key": "tanjungbalaiinfo", "attributes": {"label": "tanjungbalaiinfo", "x": 891.6216500774899, "y": 572.0746377865539, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 138.2166, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3888477052182173326_39672501831", "id": "tanjungbalaiinfo", "source": "instagram-000001", "content": "MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Dinas Pendidikan Pemerintah Sumut untuk menaikkan gaji guru setiap tahun. Kebijakan ini diutamakan bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) dan Guru Tidak Tetap (GTT).\n\nSaat pengangkatan PPPK PW, Bobby Nasution telah meningkatkan gaji guru PPPK PW sekitar Rp2 juta per bulan, sedangkan honor GTT sebesar Rp90 ribu per jam. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Gebyar Expo Pendidikan 2026 di Lapangan Astaka Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, Sabtu (2/5/2026), ia kembali menegaskan permintaan tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) agar kenaikan dilakukan secara berkala setiap tahun.\n\n“Saya minta kesejahteraan guru diperhatikan sebaik-baiknya, jangan malah yang bukan guru lebih besar gajinya, sesuaikan terutama untuk PPPK Paruh Waktu dan GTT, tolong tahun depan naikkan lagi, tiap tahun meningkat biar guru-guru kita lebih sejahtera,” kata Bobby Nasution.\n\nSelain peningkatan kesejahteraan guru, Bobby juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai. Hal ini dinilai krusial agar siswa di Sumut mampu bersaing dengan sekolah lain yang memiliki sarana lebih baik.\n\n“Saya titip anak-anak kita kepada para guru, pengajar agar dididik dengan baik, Pemprov pastikan fasilitas pembelajaran memadai sehingga anak-anak kita belajar dengan baik, tidak kalah saing dan mampu menjawab tuntutan deep learning yang digaungkan Kementerian Pendidikan,” ujarnya.\n\nUsai upacara Hardiknas, Pemprov Sumut juga menggelar Gebyar Expo Pendidikan 2026 yang diisi dengan peluncuran berbagai program, antara lain Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan dunia usaha dan industri, serta peluncuran aplikasi Sumber Disdik.\n\n📌 Lanjut dikolom komentar ⤵️\n\n#tanjungbalaiinfo #kotakerang #tanjungbalaiasahansumut #asahan #viral \n\nFollow juga IG 👉", "post_id": "3888477052182173326_39672501831"}}, {"key": "aceh.viral", "attributes": {"label": "aceh.viral", "x": 188.2545337629522, "y": 625.2778281022013, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3888169993662089679_6794379056", "id": "aceh.viral", "source": "instagram-000001", "content": "Sekda Aceh Buka Raker Kagama  , Tekankan Peran Alumni dalam Pembangunan Daerah\r\n\r\nBANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir,  secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) dan Silaturahmi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh di Gedung Landmark BSI, Banda Aceh, Sabtu, 2 Mei 2026.\r\n\r\nDalam sambutannya, M. Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA Aceh menegaskan bahwa alumni UGM memiliki tanggung jawab moral dan intelektual yang besar. Menurutnya, KAGAMA bukan sekadar wadah temu kangen, melainkan simpul kekuatan pemikiran untuk kemajuan Aceh.\r\n\r\n\"Sebaran alumni UGM di berbagai lini, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga akademisi, adalah potensi besar. Kita perlu merajut semangat kolaborasi agar potensi ini bertransformasi menjadi energi kolektif yang mendorong pembangunan Aceh yang mandiri dan berkelanjutan,\" ujar M. Nasir.\r\n\r\nM. Nasir memaparkan bahwa selama ini Kagama Aceh telah aktif memberikan kontribusi langsung di tengah masyarakat. Salah satu aksi nyata yang disorot adalah peran organisasi dalam tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Aceh. Menurutnya, sejak awal Januari 2005, KAGAM juga sudah berada di garda terdepan dalam membantu bencana gempa dan tsunami Aceh. \r\n\r\n\"Kagama Aceh tidak hanya hadir lewat gagasan, tetapi juga aksi nyata. Kami terlibat langsung dalam penyaluran bantuan, menjadi relawan, bahkan berkontribusi dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak di Aceh Tamiang,\" ucap M. Nasir. \r\n\r\nSelain bidang kemanusiaan, KAGAMA Aceh juga menunjukkan kepedulian di sektor pendidikan. Sejak Agustus 2023, organisasi ini secara konsisten menyalurkan program Beasiswa Asuh kepada sejumlah anak asuh di Aceh sebagai upaya mendukung keberlanjutan generasi muda.\r\n\r\nM. Nasir berharap program yang disusun tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Rapat kerja yang digelar hari ini bertujuan untuk merumuskan arah gerak organisasi agar lebih terukur dan berdaya guna.\r\n\r\nIa juga menekankan pentingnya penguatan fungsi internal organisasi agar semakin solid dan adaptif terhadap dinamika zaman.", "post_id": "3888169993662089679_6794379056"}}, {"key": "kagama.aceh", "attributes": {"label": "kagama.aceh", "x": 562.5035769357158, "y": 983.7461976818706, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.5439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888169993662089679_6794379056", "id": "kagama.aceh", "source": "instagram-000001", "content": "Sekda Aceh Buka Raker Kagama  , Tekankan Peran Alumni dalam Pembangunan Daerah\r\n\r\nBANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir,  secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) dan Silaturahmi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh di Gedung Landmark BSI, Banda Aceh, Sabtu, 2 Mei 2026.\r\n\r\nDalam sambutannya, M. Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA Aceh menegaskan bahwa alumni UGM memiliki tanggung jawab moral dan intelektual yang besar. Menurutnya, KAGAMA bukan sekadar wadah temu kangen, melainkan simpul kekuatan pemikiran untuk kemajuan Aceh.\r\n\r\n\"Sebaran alumni UGM di berbagai lini, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga akademisi, adalah potensi besar. Kita perlu merajut semangat kolaborasi agar potensi ini bertransformasi menjadi energi kolektif yang mendorong pembangunan Aceh yang mandiri dan berkelanjutan,\" ujar M. Nasir.\r\n\r\nM. Nasir memaparkan bahwa selama ini Kagama Aceh telah aktif memberikan kontribusi langsung di tengah masyarakat. Salah satu aksi nyata yang disorot adalah peran organisasi dalam tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Aceh. Menurutnya, sejak awal Januari 2005, KAGAM juga sudah berada di garda terdepan dalam membantu bencana gempa dan tsunami Aceh. \r\n\r\n\"Kagama Aceh tidak hanya hadir lewat gagasan, tetapi juga aksi nyata. Kami terlibat langsung dalam penyaluran bantuan, menjadi relawan, bahkan berkontribusi dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak di Aceh Tamiang,\" ucap M. Nasir. \r\n\r\nSelain bidang kemanusiaan, KAGAMA Aceh juga menunjukkan kepedulian di sektor pendidikan. Sejak Agustus 2023, organisasi ini secara konsisten menyalurkan program Beasiswa Asuh kepada sejumlah anak asuh di Aceh sebagai upaya mendukung keberlanjutan generasi muda.\r\n\r\nM. Nasir berharap program yang disusun tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Rapat kerja yang digelar hari ini bertujuan untuk merumuskan arah gerak organisasi agar lebih terukur dan berdaya guna.\r\n\r\nIa juga menekankan pentingnya penguatan fungsi internal organisasi agar semakin solid dan adaptif terhadap dinamika zaman.", "post_id": "3888169993662089679_6794379056"}}, {"key": "moh.nasir_sjamaun_jacob", "attributes": {"label": "moh.nasir_sjamaun_jacob", "x": 733.6383965006779, "y": 312.20895220393317, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.5439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888169993662089679_6794379056", "id": "moh.nasir_sjamaun_jacob", "source": "instagram-000001", "content": "Sekda Aceh Buka Raker Kagama  , Tekankan Peran Alumni dalam Pembangunan Daerah\r\n\r\nBANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir,  secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) dan Silaturahmi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh di Gedung Landmark BSI, Banda Aceh, Sabtu, 2 Mei 2026.\r\n\r\nDalam sambutannya, M. Nasir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA Aceh menegaskan bahwa alumni UGM memiliki tanggung jawab moral dan intelektual yang besar. Menurutnya, KAGAMA bukan sekadar wadah temu kangen, melainkan simpul kekuatan pemikiran untuk kemajuan Aceh.\r\n\r\n\"Sebaran alumni UGM di berbagai lini, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga akademisi, adalah potensi besar. Kita perlu merajut semangat kolaborasi agar potensi ini bertransformasi menjadi energi kolektif yang mendorong pembangunan Aceh yang mandiri dan berkelanjutan,\" ujar M. Nasir.\r\n\r\nM. Nasir memaparkan bahwa selama ini Kagama Aceh telah aktif memberikan kontribusi langsung di tengah masyarakat. Salah satu aksi nyata yang disorot adalah peran organisasi dalam tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Aceh. Menurutnya, sejak awal Januari 2005, KAGAM juga sudah berada di garda terdepan dalam membantu bencana gempa dan tsunami Aceh. \r\n\r\n\"Kagama Aceh tidak hanya hadir lewat gagasan, tetapi juga aksi nyata. Kami terlibat langsung dalam penyaluran bantuan, menjadi relawan, bahkan berkontribusi dalam pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak di Aceh Tamiang,\" ucap M. Nasir. \r\n\r\nSelain bidang kemanusiaan, KAGAMA Aceh juga menunjukkan kepedulian di sektor pendidikan. Sejak Agustus 2023, organisasi ini secara konsisten menyalurkan program Beasiswa Asuh kepada sejumlah anak asuh di Aceh sebagai upaya mendukung keberlanjutan generasi muda.\r\n\r\nM. Nasir berharap program yang disusun tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Rapat kerja yang digelar hari ini bertujuan untuk merumuskan arah gerak organisasi agar lebih terukur dan berdaya guna.\r\n\r\nIa juga menekankan pentingnya penguatan fungsi internal organisasi agar semakin solid dan adaptif terhadap dinamika zaman.", "post_id": "3888169993662089679_6794379056"}}], "edges": [{"key": "Golkar_News", "source": "Golkar_News", "target": "politiknesiacom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Golkar_News", "source": "Golkar_News", "target": "politiknesiacom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "golkarpedia", "source": "golkarpedia", "target": "politiknesiacom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "golkarpedia", "source": "golkarpedia", "target": "politiknesiacom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "straynekomoto", "source": "straynekomoto", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "straynekomoto", "source": "straynekomoto", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "straynekomoto", "source": "straynekomoto", "target": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aji_marco", "source": "aji_marco", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aji_marco", "source": "aji_marco", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aji_marco", "source": "aji_marco", "target": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rainyblushing", "source": "rainyblushing", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rainyblushing", "source": "rainyblushing", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rainyblushing", "source": "rainyblushing", "target": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "noma_den", "source": "noma_den", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "noma_den", "source": "noma_den", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "noma_den", "source": "noma_den", "target": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kambinguling_", "source": "kambinguling_", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kambinguling_", "source": "kambinguling_", "target": "Ikhwanazis89", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kambinguling_", "source": "kambinguling_", "target": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "nanug.pratomo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "devirhm5", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cuap_cuan", "source": "cuap_cuan", "target": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "halobandung", "source": "halobandung", "target": "iskandar5070", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "halobandung", "source": "halobandung", "target": "tiwie_iqlima", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "halobandung", "source": "halobandung", "target": "bdg.disnaker", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "halobandung", "source": "halobandung", "target": "ryanandrian1102", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "modusaceh", "source": "modusaceh", "target": "modusaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tanjungbalaiinfo", "source": "tanjungbalaiinfo", "target": "tanjungbalaiinfo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "aceh.viral", "source": "aceh.viral", "target": "kagama.aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "aceh.viral", "source": "aceh.viral", "target": "moh.nasir_sjamaun_jacob", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}