{"nodes": [{"key": "Ikhwanpcr", "attributes": {"label": "Ikhwanpcr", "x": 701.3690097776562, "y": 551.4463030221725, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.3205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050739117840122219", "id": "Ikhwanpcr", "source": "retweet-000002", "content": "Saat rupiah lagi terpuruk, IHSG anjlok, daya beli yg drop, ancaman PHK di-mana2, geopolitik global yg memanas, dan pendapat…", "post_id": "2050739117840122219"}}, {"key": "doelpaten", "attributes": {"label": "doelpaten", "x": 170.73444699173623, "y": 853.4308430143286, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 34.6567, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2050739117840122219", "id": "doelpaten", "source": "retweet-000002", "content": "Saat rupiah lagi terpuruk, IHSG anjlok, daya beli yg drop, ancaman PHK di-mana2, geopolitik global yg memanas, dan pendapat…", "post_id": "2050739117840122219"}}, {"key": "kalbarkeras.id", "attributes": {"label": "kalbarkeras.id", "x": 848.3362156446666, "y": 821.1039336171029, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3886727826389973995_70871154267", "id": "kalbarkeras.id", "source": "instagram-000001", "content": "KETAPANG - Kasus dugaan korupsi di  kini memasuki babak yang semakin serius. \n\nPerkara yang awalnya hanya terdengar sebagai isu internal kampus, kini berubah menjadi sorotan publik Kalimantan Barat bahkan berpotensi menyeret nama-nama penting di balik pengelolaan anggaran.\n\nKejaksaan Tinggi Kalimantan Barat tampak tidak main-main. Tim penyidik turun langsung ke Ketapang, memeriksa proyek fisik satu per satu, mencocokkan antara dokumen anggaran dengan kondisi nyata di lapangan. \n\nDari sinilah mulai terkuak indikasi ketidaksesuaian yang mengarah pada dugaan penyimpangan.\n\nTak hanya proyek pembangunan tahun anggaran 2023-2024, penyidik juga membidik kegiatan “napak tilas” yang didanai melalui CSR pada rentang 2022–2024. \n\nDua jalur anggaran berbeda, satu pola yang sama: pertanggung jawaban yang dipertanyakan, Langkah hukum pun bergerak cepat. \n\nPenggeledahan dilakukan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga hingga ke rumah pihak yang diduga terkait. Dokumen keuangan, arsip kegiatan, hingga perangkat elektronik diamankan. \n\nIni bukan lagi tahap awal ini adalah penyidikan yang mulai mengerucut.\n\nDi tengah proses tersebut, satu pertanyaan besar muncul: berapa sebenarnya kerugian dalam kasus ini?\n\nHingga kini, belum ada angka resmi yang dirilis. Namun melihat cakupan proyek dan kegiatan yang diperiksa, taksiran awal yang berkembang mengarah pada potensi kerugian ratusan juta hingga miliaran rupiah. \n\nMeski demikian, angka tersebut masih bersifat indikatif dan menunggu hasil audit resmi dari lembaga berwenang.\n\nYang lebih mengkhawatirkan bukan hanya angka, tetapi pola. \n\nDugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan, potensi mark-up anggaran, hingga laporan yang tidak transparan menjadi sinyal kuat bahwa ini bukan sekedar kesalahan administratif biasa.\n\nNama? Belum ada yang diumumkan sebagai tersangka. Tapi pusaran mulai terlihat.\n\nBendahara kegiatan, pelaksana proyek, hingga pejabat internal kampus masuk dalam radar pemeriksaan. \n\nNamun publik memahami, dalam banyak kasus serupa, mereka kerap hanya bagian dari rantai. Pertanyaan besarnya tetap sama: siapa pengendali sebenarnya? Red/KK**\n\nSelengkapnya di kolom komentar\n#kalbarkeras #ungkapfakta", "post_id": "3886727826389973995_70871154267"}}, {"key": "politapofficial", "attributes": {"label": "politapofficial", "x": 944.9019730363492, "y": 383.1908317885332, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.993, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886727826389973995_70871154267", "id": "politapofficial", "source": "instagram-000001", "content": "KETAPANG - Kasus dugaan korupsi di  kini memasuki babak yang semakin serius. \n\nPerkara yang awalnya hanya terdengar sebagai isu internal kampus, kini berubah menjadi sorotan publik Kalimantan Barat bahkan berpotensi menyeret nama-nama penting di balik pengelolaan anggaran.\n\nKejaksaan Tinggi Kalimantan Barat tampak tidak main-main. Tim penyidik turun langsung ke Ketapang, memeriksa proyek fisik satu per satu, mencocokkan antara dokumen anggaran dengan kondisi nyata di lapangan. \n\nDari sinilah mulai terkuak indikasi ketidaksesuaian yang mengarah pada dugaan penyimpangan.\n\nTak hanya proyek pembangunan tahun anggaran 2023-2024, penyidik juga membidik kegiatan “napak tilas” yang didanai melalui CSR pada rentang 2022–2024. \n\nDua jalur anggaran berbeda, satu pola yang sama: pertanggung jawaban yang dipertanyakan, Langkah hukum pun bergerak cepat. \n\nPenggeledahan dilakukan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga hingga ke rumah pihak yang diduga terkait. Dokumen keuangan, arsip kegiatan, hingga perangkat elektronik diamankan. \n\nIni bukan lagi tahap awal ini adalah penyidikan yang mulai mengerucut.\n\nDi tengah proses tersebut, satu pertanyaan besar muncul: berapa sebenarnya kerugian dalam kasus ini?\n\nHingga kini, belum ada angka resmi yang dirilis. Namun melihat cakupan proyek dan kegiatan yang diperiksa, taksiran awal yang berkembang mengarah pada potensi kerugian ratusan juta hingga miliaran rupiah. \n\nMeski demikian, angka tersebut masih bersifat indikatif dan menunggu hasil audit resmi dari lembaga berwenang.\n\nYang lebih mengkhawatirkan bukan hanya angka, tetapi pola. \n\nDugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan, potensi mark-up anggaran, hingga laporan yang tidak transparan menjadi sinyal kuat bahwa ini bukan sekedar kesalahan administratif biasa.\n\nNama? Belum ada yang diumumkan sebagai tersangka. Tapi pusaran mulai terlihat.\n\nBendahara kegiatan, pelaksana proyek, hingga pejabat internal kampus masuk dalam radar pemeriksaan. \n\nNamun publik memahami, dalam banyak kasus serupa, mereka kerap hanya bagian dari rantai. Pertanyaan besarnya tetap sama: siapa pengendali sebenarnya? Red/KK**\n\nSelengkapnya di kolom komentar\n#kalbarkeras #ungkapfakta", "post_id": "3886727826389973995_70871154267"}}, {"key": "rayvenkael.real", "attributes": {"label": "rayvenkael.real", "x": 450.41925374723456, "y": 587.9063508704611, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634762679994912021", "id": "rayvenkael.real", "source": "tiktok-000001", "content": "menurut kalian semua gimana🤨? penjelasan👇 Pasar keuangan Indonesia terpuruk pada Kamis (30/4/2026). IHSG anjlok lebih dari 3% ke level 6.887, titik terendah tahun ini. Rupiah melemah ke Rp17.390 per dolar AS dipicu ketidakpastian geopolitik global dan sikap agresif bank sentral AS. Saham besar seperti DSSA dan BREN turut menyeret indeks lebih dalam. (Source :  [IG]) #ihsg #purbaya #rupiah #rupiahmelemah #rayvenkael", "post_id": "7634762679994912021"}}, {"key": "bantenglarimedia", "attributes": {"label": "bantenglarimedia", "x": 470.94433613938537, "y": 989.3383380992466, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 44.993, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634762679994912021", "id": "bantenglarimedia", "source": "tiktok-000001", "content": "menurut kalian semua gimana🤨? penjelasan👇 Pasar keuangan Indonesia terpuruk pada Kamis (30/4/2026). IHSG anjlok lebih dari 3% ke level 6.887, titik terendah tahun ini. Rupiah melemah ke Rp17.390 per dolar AS dipicu ketidakpastian geopolitik global dan sikap agresif bank sentral AS. Saham besar seperti DSSA dan BREN turut menyeret indeks lebih dalam. (Source :  [IG]) #ihsg #purbaya #rupiah #rupiahmelemah #rayvenkael", "post_id": "7634762679994912021"}}, {"key": "timelinesinews", "attributes": {"label": "timelinesinews", "x": 300.29158555343383, "y": 373.35346735630645, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3205, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 0, "out_degree": 17, "degree": 17}, "_id": "7598090929433496840", "id": "timelinesinews", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "listyosigitprabowo", "attributes": {"label": "listyosigitprabowo", "x": 312.1197044558329, "y": 62.70726029837903, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7598090929433496840", "id": "listyosigitprabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "divisihumaspolri", "x": 144.03906103145957, "y": 713.6693909312264, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7598090929433496840", "id": "divisihumaspolri", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "spripim.polri", "attributes": {"label": "spripim.polri", "x": 388.28788657820826, "y": 867.6677836620761, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7598090929433496840", "id": "spripim.polri", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "kapolda_aceh", "x": 530.6581777850987, "y": 799.4682983721223, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7598090929433496840", "id": "kapolda_aceh", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "bidhumaspoldaaceh", "x": 59.231279830626924, "y": 971.4727290587516, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7598090929433496840", "id": "bidhumaspoldaaceh", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "polisi_peduli", "x": 719.0999668488264, "y": 861.1893792911789, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7598090929433496840", "id": "polisi_peduli", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "spripimpoldaaceh", "attributes": {"label": "spripimpoldaaceh", "x": 207.75314470963568, "y": 63.52651529201092, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7598090929433496840", "id": "spripimpoldaaceh", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "polripresisi", "attributes": {"label": "polripresisi", "x": 190.6534590933884, "y": 979.9365569561254, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7598090929433496840", "id": "polripresisi", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "indonesia_police_", "attributes": {"label": "indonesia_police_", "x": 907.5340755460567, "y": 15.084781979733064, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7598090929433496840", "id": "indonesia_police_", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "polisi_ku", "attributes": {"label": "polisi_ku", "x": 35.316767530176875, "y": 81.23725961367745, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7598090929433496840", "id": "polisi_ku", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "halo_polisi", "attributes": {"label": "halo_polisi", "x": 820.3767910786487, "y": 566.5930295622178, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7598090929433496840", "id": "halo_polisi", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "polisi_indonesia", "attributes": {"label": "polisi_indonesia", "x": 796.4599135934524, "y": 55.20381554739018, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5365, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7598090929433496840", "id": "polisi_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Proyek Irigasi Lawe Harum Rp26 miliar di Aceh Tenggara jadi sorotan. Fakta di lapangan: pekerjaan sudah 30%, tapi disebut-sebut anggaran belum cair 🤔 Lebih mengagetkan, muncul dugaan alat berat menggunakan solar subsidi, padahal proyek bernilai puluhan miliar rupiah. Kalau benar, ini bukan sekadar soal administrasi… Publik kini menunggu: siapa yang bertanggung jawab? Aparat diminta turun tangan, klarifikasi pun dinanti. 👉 Ikuti terus perkembangannya. Baca selengkapnya nya di kolom komentar 👇 : #IrigasiLaweHarum #PolresAcehTenggara #PoldaAceh #MabesPolri #AcehTenggara", "post_id": "7598090929433496840"}}, {"key": "brian.davin.siaha", "attributes": {"label": "brian.davin.siaha", "x": 343.65552672793785, "y": 888.9936346907452, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633810637243583762", "id": "brian.davin.siaha", "source": "tiktok-000001", "content": "Mahfud MD (YT  Keadilan TV) FAJAR.CO.ID - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyoroti adanya masalah serius dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintah saat ini. Mahfud mengungkapkan adanya ketimpangan yang sangat tajam antara total anggaran yang dikeluarkan dengan realisasi dana yang benar-benar digunakan untuk konsumsi masyarakat. KETIMPANGAN OPERASIONAL YANG \"BRUTAL\" Mahfud menyebutkan bahwa dari total anggaran yang mencapai triliunan rupiah, porsi yang benar-benar dialokasikan untuk bahan pangan sangatlah minim. Ia menilai biaya operasional dan logistik pendukung jauh lebih besar daripada esensi program itu sendiri. \"Berapa uang yang dikeluarkan oleh MBG itu yang triliunan di atas tuh untuk macam-macam, tapi yang untuk makan tuh cuma 34 miliar... biaya mobil, biaya kaos, biaya opreng, biaya ini biaya ini,\" ujar Mahfud dikutip fajar.co.id pada 24 April 2026 dari kanal YouTube Forum Keadilan TV. KEBOCORAN 30 PERSEN DAN RISIKO KERACUNAN  Mahfud juga mengaitkan kondisi ini dengan temuan penelitian Profesor Sumitro Djojohadikusumo mengenai tingkat kebocoran anggaran negara. Ia menduga bahwa dana yang sampai ke tangan rakyat seringkali sudah terpotong sangat jauh dari nilai awalnya. \"Hasil penelitian Pak Sumitro tahun 80 dan itu hasilnya tidak pernah berubah, korupsi itu kan 30% ,dari APBN... rakyat dari 15.000 hanya yang sampai ke tangannya 6.000,\" ungkapnya. Dampak dari tata kelola yang dianggapnya \"amburadul\" ini mulai terlihat di lapangan. Mahfud mengungkapkan adanya laporan mengenai puluhan ribu orang yang mengalami gangguan kesehatan akibat program ini. \"Di daerah-daerah 33.000 orang keracunan tuh diapakan... laporannya gak ada orang dapat MBG di desa-desa dapat daging sapi, dapat lele, dapat tempe, tahu, telur dipotong dan sebagainya,\" lanjutnya. SALAH SASARAN: DARI SEKOLAH ELIT KE WILAYAH 3T Kritik lain yang disampaikan Mahfud adalah mengenai target distribusi makanan yang dianggap tidak tepat sasaran. Ia menyayangkan makanan gratis tersebut justru sempat dibagikan di sekolah-sekolah elit perkotaan daripada difokuskan ke wilayah tertinggal. \"Selain ini kan kelolanya amburadul, orang di SMA Teladan Jogja, orang kaya-kaya, orangnya pejabat dikasih makanan gitu... cucu saya juga sekolah di sekolah internasional tuh dikasih itu, keracunan juga,\" paparnya. HARAPAN PADA PERUBAHAN TATA KELOLA  Meski mengkritik keras, Mahfud menyambut baik kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai mendengarkan kritik publik dan berencana mengubah tata kelola program ini agar lebih efisien dan tepat sasaran bagi warga miskin di daerah 3T (Terluar, Terbelakang, Tertinggal). Namun, ia menekankan perlunya pengawasan hukum yang ketat terhadap aliran dana yang sudah keluar. \"Kapan ini pernah diperiksa? Ini Kejaksaan Agung gak pernah meriksa, KPK gak meriksa, padahal dugaannya itu harus diperiksa kalau sudah seperti itu,\" pungkas Mahfud. Berita selengkapnya simak di: [FAJAR.CO.ID] Hamka  Source: FAJAR.CO.ID | Jumat, 24 April 2026 #CapCut #NewsUpdate #Viralll #VideoPopuler #IlmuPengetahuan", "post_id": "7633810637243583762"}}, {"key": "Forum", "attributes": {"label": "Forum", "x": 609.0121055730356, "y": 965.9146731090383, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 44.993, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633810637243583762", "id": "Forum", "source": "tiktok-000001", "content": "Mahfud MD (YT  Keadilan TV) FAJAR.CO.ID - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyoroti adanya masalah serius dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintah saat ini. Mahfud mengungkapkan adanya ketimpangan yang sangat tajam antara total anggaran yang dikeluarkan dengan realisasi dana yang benar-benar digunakan untuk konsumsi masyarakat. KETIMPANGAN OPERASIONAL YANG \"BRUTAL\" Mahfud menyebutkan bahwa dari total anggaran yang mencapai triliunan rupiah, porsi yang benar-benar dialokasikan untuk bahan pangan sangatlah minim. Ia menilai biaya operasional dan logistik pendukung jauh lebih besar daripada esensi program itu sendiri. \"Berapa uang yang dikeluarkan oleh MBG itu yang triliunan di atas tuh untuk macam-macam, tapi yang untuk makan tuh cuma 34 miliar... biaya mobil, biaya kaos, biaya opreng, biaya ini biaya ini,\" ujar Mahfud dikutip fajar.co.id pada 24 April 2026 dari kanal YouTube Forum Keadilan TV. KEBOCORAN 30 PERSEN DAN RISIKO KERACUNAN  Mahfud juga mengaitkan kondisi ini dengan temuan penelitian Profesor Sumitro Djojohadikusumo mengenai tingkat kebocoran anggaran negara. Ia menduga bahwa dana yang sampai ke tangan rakyat seringkali sudah terpotong sangat jauh dari nilai awalnya. \"Hasil penelitian Pak Sumitro tahun 80 dan itu hasilnya tidak pernah berubah, korupsi itu kan 30% ,dari APBN... rakyat dari 15.000 hanya yang sampai ke tangannya 6.000,\" ungkapnya. Dampak dari tata kelola yang dianggapnya \"amburadul\" ini mulai terlihat di lapangan. Mahfud mengungkapkan adanya laporan mengenai puluhan ribu orang yang mengalami gangguan kesehatan akibat program ini. \"Di daerah-daerah 33.000 orang keracunan tuh diapakan... laporannya gak ada orang dapat MBG di desa-desa dapat daging sapi, dapat lele, dapat tempe, tahu, telur dipotong dan sebagainya,\" lanjutnya. SALAH SASARAN: DARI SEKOLAH ELIT KE WILAYAH 3T Kritik lain yang disampaikan Mahfud adalah mengenai target distribusi makanan yang dianggap tidak tepat sasaran. Ia menyayangkan makanan gratis tersebut justru sempat dibagikan di sekolah-sekolah elit perkotaan daripada difokuskan ke wilayah tertinggal. \"Selain ini kan kelolanya amburadul, orang di SMA Teladan Jogja, orang kaya-kaya, orangnya pejabat dikasih makanan gitu... cucu saya juga sekolah di sekolah internasional tuh dikasih itu, keracunan juga,\" paparnya. HARAPAN PADA PERUBAHAN TATA KELOLA  Meski mengkritik keras, Mahfud menyambut baik kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai mendengarkan kritik publik dan berencana mengubah tata kelola program ini agar lebih efisien dan tepat sasaran bagi warga miskin di daerah 3T (Terluar, Terbelakang, Tertinggal). Namun, ia menekankan perlunya pengawasan hukum yang ketat terhadap aliran dana yang sudah keluar. \"Kapan ini pernah diperiksa? Ini Kejaksaan Agung gak pernah meriksa, KPK gak meriksa, padahal dugaannya itu harus diperiksa kalau sudah seperti itu,\" pungkas Mahfud. Berita selengkapnya simak di: [FAJAR.CO.ID] Hamka  Source: FAJAR.CO.ID | Jumat, 24 April 2026 #CapCut #NewsUpdate #Viralll #VideoPopuler #IlmuPengetahuan", "post_id": "7633810637243583762"}}, {"key": "tribunpapuatengah", "attributes": {"label": "tribunpapuatengah", "x": 263.30245557570163, "y": 237.49628602205385, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2966, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "108840628983532_122348757992011940", "id": "tribunpapuatengah", "source": "facebook-000001", "content": "TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Warga Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengeluhkan kondisi Pustu yang dinilai tidak memadai.\nPadahal fasilitas kesehatab tersebut dibangun pemerintah daerah dengan anggaran yang besar.\n\nKaur Pembangunan Pemerintah Kampung Ararau, Ernius Pairi, tak memungkiri bahwa bangunan Pustu yang ada saat ini belum mampu menunjang pelayanan kesehatan secara optimal bagi masyarakat.\n\nBangunan Pustu tersebut katanya sangat kecil sehingga tidak memadai untuk menampung pasien yang hendak berobat. \n\nMenurutnya, fasilitas tersebut tidak dilengkapi ruang yang layak seperti kamar istirahat bagi tenaga kesehatan maupun ruang pelayanan yang memadai bagi pasien.\n\n“Petugas kesehatan yang datang kesulitan tempat tinggal. Sementara masyarakat yang berobat harus berdiri atau duduk di luar karena ruangan tidak cukup,” ujar Ernius, Sabtu (2/5/2026).\n\nErnius juga menyoroti proses pembangunan yang dinilai tidak maksimal, meskipun anggaran yang digelontorkan mencapai miliaran rupiah.\n\nBahkan kata Ernius pihak terkait juga jarang turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai kebutuhan masyarakat.\n\n“Bangunan sudah ada, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik karena tidak memenuhi standar pelayanan,” sebutnya.\n\nBACA BERITA SELENGKAPNYA DISINI: https://papuatengah.tribunnews.com/mimika/5495/fasilitas-tidak-layak-warga-kampung-ararau-mimika-keluhkan-minimnya-pelayanan-kesehatan\npapuatengah.tribunnews.com dan tribunnews.com\n\nFollow us on Social Media:\nInstagram: \nTiktok: \nFacebook: Tribun PapuaTengah\nYoutube: Tribun PapuaTengah\n\n#papua #papuatengah #mimika #timika #nabire #dogiyai #paniai #deiyai #puncak #intanjaya #tribunnews #tribunnetwork #tribunpapua #tribunpapuatengah #tribuntimur #beritaekslusif #ekslusif #multiangle #Meaningful", "post_id": "108840628983532_122348757992011940"}}, {"key": "tribunpapuatengahofficial", "attributes": {"label": "tribunpapuatengahofficial", "x": 640.8957993427579, "y": 501.8332199205301, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2966, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "108840628983532_122348757992011940", "id": "tribunpapuatengahofficial", "source": "facebook-000001", "content": "TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Warga Kampung Ararau, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengeluhkan kondisi Pustu yang dinilai tidak memadai.\nPadahal fasilitas kesehatab tersebut dibangun pemerintah daerah dengan anggaran yang besar.\n\nKaur Pembangunan Pemerintah Kampung Ararau, Ernius Pairi, tak memungkiri bahwa bangunan Pustu yang ada saat ini belum mampu menunjang pelayanan kesehatan secara optimal bagi masyarakat.\n\nBangunan Pustu tersebut katanya sangat kecil sehingga tidak memadai untuk menampung pasien yang hendak berobat. \n\nMenurutnya, fasilitas tersebut tidak dilengkapi ruang yang layak seperti kamar istirahat bagi tenaga kesehatan maupun ruang pelayanan yang memadai bagi pasien.\n\n“Petugas kesehatan yang datang kesulitan tempat tinggal. Sementara masyarakat yang berobat harus berdiri atau duduk di luar karena ruangan tidak cukup,” ujar Ernius, Sabtu (2/5/2026).\n\nErnius juga menyoroti proses pembangunan yang dinilai tidak maksimal, meskipun anggaran yang digelontorkan mencapai miliaran rupiah.\n\nBahkan kata Ernius pihak terkait juga jarang turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai kebutuhan masyarakat.\n\n“Bangunan sudah ada, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik karena tidak memenuhi standar pelayanan,” sebutnya.\n\nBACA BERITA SELENGKAPNYA DISINI: https://papuatengah.tribunnews.com/mimika/5495/fasilitas-tidak-layak-warga-kampung-ararau-mimika-keluhkan-minimnya-pelayanan-kesehatan\npapuatengah.tribunnews.com dan tribunnews.com\n\nFollow us on Social Media:\nInstagram: \nTiktok: \nFacebook: Tribun PapuaTengah\nYoutube: Tribun PapuaTengah\n\n#papua #papuatengah #mimika #timika #nabire #dogiyai #paniai #deiyai #puncak #intanjaya #tribunnews #tribunnetwork #tribunpapua #tribunpapuatengah #tribuntimur #beritaekslusif #ekslusif #multiangle #Meaningful", "post_id": "108840628983532_122348757992011940"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 210.09461940710884, "y": 38.82305212416648, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 539.6243347606423, "y": 368.2076214708789, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 440.2164247375446, "y": 455.52799282458676, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 38.44899452748884, "y": 301.06779274306194, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 304.34540046815283, "y": 289.80514029325843, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 646.7616491234138, "y": 539.9592542436375, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 859.7965050073708, "y": 243.4027562148582, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7971, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "@1M.Pertama", "attributes": {"label": "@1M.Pertama", "x": 476.2352375234422, "y": 106.06197371236037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fyytar8ckcA", "id": "@1M.Pertama", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Drop? Strategi Navigasi Market & Peluang Cuan Komoditas 2026 | \n\nMarket lagi turbulens? Jangan panik! Di video kali ini, CEO Sukor Sekuritas bersama tim ahli membedah tuntas arah ekonomi Global dan Indonesia di tengah ketidakpastian perang US-Iran. Apakah IHSG akan rebound ke 10.000 atau justru makin tertekan?\n\nKami membahas skenario \"Bull Market\" yang diprediksi akan terjadi dalam 20 bulan ke depan. Pelajari mengapa krisis energi dunia justru menjadi angin segar bagi komoditas Indonesia seperti Batubara, CPO, dan Nikel.\n\nApa yang akan Anda pelajari :\n*Energy Shock:* Dampak blokade Selat Hormus terhadap harga minyak dunia ($110/barel).\n*Coal Deficit:* Mengapa Eropa kembali melirik batubara dan potensi harganya melompat ke $167-$250.\n*Fiskal & APBN:* Ancaman defisit APBN di atas 3% dan dampaknya terhadap Rupiah.\n*Prediksi Harga BBM:* Kapan Pertalite & Pertamax berpotensi naik?.\n*Analisis Teknikal:* Area Support & Resisten IHSG serta peluang \"Real Negative Interest Rate\".\n\n📌 *Jangan lupa Subscribe * untuk update market harian!\n💬 *Diskusi di kolom komentar:* Saham komoditas apa yang jadi andalanmu saat ini?\n🚀 Buka Akun RHB Sekuritas Indonesia: https://wa.me/6285706996589\n\n#1MPertama #InvestasiSaham #IHSG #AnalisisEkonomi #SahamBatubara #MarketUpdate #CryptoIndonesia #BelajarSaham #RHBSekuritas #KrisisEnergi\n#ADRO #ITMG #PTBA #HRUM #ANTM #INCO #LSIP #CPIN #BBCA #BBRI #BMRI #BBNI", "post_id": "fyytar8ckcA"}}, {"key": "1M.Pertama", "attributes": {"label": "1M.Pertama", "x": 733.624785462904, "y": 372.40555409651887, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.993, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fyytar8ckcA", "id": "1M.Pertama", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Drop? Strategi Navigasi Market & Peluang Cuan Komoditas 2026 | \n\nMarket lagi turbulens? Jangan panik! Di video kali ini, CEO Sukor Sekuritas bersama tim ahli membedah tuntas arah ekonomi Global dan Indonesia di tengah ketidakpastian perang US-Iran. Apakah IHSG akan rebound ke 10.000 atau justru makin tertekan?\n\nKami membahas skenario \"Bull Market\" yang diprediksi akan terjadi dalam 20 bulan ke depan. Pelajari mengapa krisis energi dunia justru menjadi angin segar bagi komoditas Indonesia seperti Batubara, CPO, dan Nikel.\n\nApa yang akan Anda pelajari :\n*Energy Shock:* Dampak blokade Selat Hormus terhadap harga minyak dunia ($110/barel).\n*Coal Deficit:* Mengapa Eropa kembali melirik batubara dan potensi harganya melompat ke $167-$250.\n*Fiskal & APBN:* Ancaman defisit APBN di atas 3% dan dampaknya terhadap Rupiah.\n*Prediksi Harga BBM:* Kapan Pertalite & Pertamax berpotensi naik?.\n*Analisis Teknikal:* Area Support & Resisten IHSG serta peluang \"Real Negative Interest Rate\".\n\n📌 *Jangan lupa Subscribe * untuk update market harian!\n💬 *Diskusi di kolom komentar:* Saham komoditas apa yang jadi andalanmu saat ini?\n🚀 Buka Akun RHB Sekuritas Indonesia: https://wa.me/6285706996589\n\n#1MPertama #InvestasiSaham #IHSG #AnalisisEkonomi #SahamBatubara #MarketUpdate #CryptoIndonesia #BelajarSaham #RHBSekuritas #KrisisEnergi\n#ADRO #ITMG #PTBA #HRUM #ANTM #INCO #LSIP #CPIN #BBCA #BBRI #BMRI #BBNI", "post_id": "fyytar8ckcA"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 135.65397323805783, "y": 107.93778447788782, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 119.75245503067988, "y": 183.23422021937907, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.993, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}], "edges": [{"key": "Ikhwanpcr", "source": "Ikhwanpcr", "target": "doelpaten", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ikhwanpcr", "source": "Ikhwanpcr", "target": "doelpaten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kalbarkeras.id", "source": "kalbarkeras.id", "target": "politapofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "rayvenkael.real", "source": "rayvenkael.real", "target": "bantenglarimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "listyosigitprabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "spripim.polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "spripimpoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "spripim.polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "polripresisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "indonesia_police_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "polisi_ku", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "halo_polisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "timelinesinews", "source": "timelinesinews", "target": "polisi_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "brian.davin.siaha", "source": "brian.davin.siaha", "target": "Forum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tribunpapuatengah", "source": "tribunpapuatengah", "target": "tribunpapuatengahofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "tribunpapuatengah", "source": "tribunpapuatengah", "target": "tribunpapuatengah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@1M.Pertama", "source": "@1M.Pertama", "target": "1M.Pertama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}