{"nodes": [{"key": "SastroMedia", "attributes": {"label": "SastroMedia", "x": 116.45894969263925, "y": 340.5587574938026, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042077850245984556", "id": "SastroMedia", "source": "retweet-000002", "content": "Jangan bandingkan dgn harga konversi mata uang india ke rupiah krn di Indo pajak kendaraan berlapis.\nKunyuk luh... https://t.c…", "post_id": "2042077850245984556"}}, {"key": "embah72", "attributes": {"label": "embah72", "x": 114.72905303507585, "y": 435.5559568698929, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.7185, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2042077850245984556", "id": "embah72", "source": "retweet-000002", "content": "Jangan bandingkan dgn harga konversi mata uang india ke rupiah krn di Indo pajak kendaraan berlapis.\nKunyuk luh... https://t.c…", "post_id": "2042077850245984556"}}, {"key": "nahdiyinbersatu", "attributes": {"label": "nahdiyinbersatu", "x": 942.6638267968981, "y": 25.766685197771256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2044559329626571259", "id": "nahdiyinbersatu", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Mata uang Garuda turun 16 poin atau 0,09…", "post_id": "2044559329626571259"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 547.9111552025571, "y": 812.1852108818566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 47.6284, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "2044559329626571259", "id": "kompascom", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Mata uang Garuda turun 16 poin atau 0,09…", "post_id": "2044559329626571259"}}, {"key": "harapaanpemudi", "attributes": {"label": "harapaanpemudi", "x": 430.6901730117679, "y": 159.74853302343428, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2044566406709346801", "id": "harapaanpemudi", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Mata uang Garuda turun 16 poin atau 0,09…", "post_id": "2044566406709346801"}}, {"key": "pagidanhujan", "attributes": {"label": "pagidanhujan", "x": 753.0138041927576, "y": 696.5946826258531, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2044419736453419412", "id": "pagidanhujan", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Mata uang Garuda turun 16 poin atau 0,09…", "post_id": "2044419736453419412"}}, {"key": "Ari76075141", "attributes": {"label": "Ari76075141", "x": 334.98538018853264, "y": 458.4689570605398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2044553392790638850", "id": "Ari76075141", "source": "tweet-000004", "content": "Buktinya tinggal di kurs Rupiah, jgn berargumen yg lain juga lemah terhadap USD. Mata uang kita melemah lebih berat terhadap mata uang negara tetangga AUD, MYR dan SGD", "post_id": "2044553392790638850"}}, {"key": "RadioElshinta", "attributes": {"label": "RadioElshinta", "x": 314.6422996496356, "y": 297.22390964696643, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2044553392790638850", "id": "RadioElshinta", "source": "tweet-000004", "content": "Buktinya tinggal di kurs Rupiah, jgn berargumen yg lain juga lemah terhadap USD. Mata uang kita melemah lebih berat terhadap mata uang negara tetangga AUD, MYR dan SGD", "post_id": "2044553392790638850"}}, {"key": "ara_sofyan", "attributes": {"label": "ara_sofyan", "x": 789.4964805959467, "y": 225.12199348766293, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2044299436541784245", "id": "ara_sofyan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai mata uang Rupiah di Indonesia sdh dirubah dgn cara digital yg modern mengikuti gaya Barat, Arti K buat orang awam pastinya diartikan yg ber-beda2 seperti K(peler), K(acang) dan K(anjut)", "post_id": "2044299436541784245"}}, {"key": "KucengTerbanggg", "attributes": {"label": "KucengTerbanggg", "x": 999.8881861775885, "y": 749.8852766438296, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2044299436541784245", "id": "KucengTerbanggg", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai mata uang Rupiah di Indonesia sdh dirubah dgn cara digital yg modern mengikuti gaya Barat, Arti K buat orang awam pastinya diartikan yg ber-beda2 seperti K(peler), K(acang) dan K(anjut)", "post_id": "2044299436541784245"}}, {"key": "miripkale", "attributes": {"label": "miripkale", "x": 470.1401482762302, "y": 365.7141915122989, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2044476290456236136", "id": "miripkale", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan mata uang lain yg menguat, tapi rupiah yg melemah. Kerja yg. Bener wok", "post_id": "2044476290456236136"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 280.04268981974013, "y": 631.761651643269, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.7185, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2044476290456236136", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan mata uang lain yg menguat, tapi rupiah yg melemah. Kerja yg. Bener wok", "post_id": "2044476290456236136"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 812.1873079649857, "y": 775.1872542395353, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.7185, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2044476290456236136", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan mata uang lain yg menguat, tapi rupiah yg melemah. Kerja yg. Bener wok", "post_id": "2044476290456236136"}}, {"key": "RyanTama1421160", "attributes": {"label": "RyanTama1421160", "x": 881.5654961993679, "y": 164.1500265780339, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2044411159747731860", "id": "RyanTama1421160", "source": "tweet-000004", "content": "Walaupun berdampak positif jangka pendek terhadap naker bergaji valas,eksportir produk berkomponen bsr bhn/brg lokal,pelaku2 usaha bid pariwisata domestik,tp dlm jgka pjg scr umum/makro ekonomi  & daya beli ya bakal surem,apalagi Rp juga melemah terhdp Ringgit,$Singapura,Yen Jpn.", "post_id": "2044411159747731860"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 748.9624894986607, "y": 295.20844708456093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 101.6058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3876272234013704507_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka naik tipis pada Kamis pagi (16/4/2026) ke Rp17.138 per dolar, sejalan dengan mata uang utama Asia lain yang menguat dipicu harapan meredanya konflik AS-Iran yang akan meningkatkan prospek penurunan suku bunga AS. \n\nNamun penguatan ini masih terbatas karena faktor domestik, sehingga rupiah diperkirakan tetap bergerak lemah di kisaran Rp17.150–Rp17.270 per dolar AS.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#NilaiTukarRupiah #Rupiah #BloombergTechnoz", "post_id": "3876272234013704507_51748745734"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 34.08370327929222, "y": 8.673391398126395, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.5062, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 39.611410750266195, "y": 568.1608558695951, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.5062, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "indonesia.bernarasi", "attributes": {"label": "indonesia.bernarasi", "x": 937.5759125807425, "y": 919.6725539882198, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628921058095058197", "id": "indonesia.bernarasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini, seiring DXY turun 0,18% ke 99,253. Dari 11 mata uang, 7 menguat dipimpin rupiah yang naik 0,47% ke Rp16.895/US$. Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan, rupee India, won Korea, dong Vietnam, ringgit Malaysia, dan yuan China. Sementara itu, 4 mata uang melemah: baht Thailand, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sentimen positif dipicu harapan negosiasi AS–Iran yang menekan dolar dan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap potensi suku bunga tinggi lebih lama dari The Fed. Cr:   #rupiah #matauang #indonesia #keuangan #ekonomiindonesia", "post_id": "7628921058095058197"}}, {"key": "CryptoCentric", "attributes": {"label": "CryptoCentric", "x": 55.13872156074551, "y": 976.5818993987401, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628921058095058197", "id": "CryptoCentric", "source": "tiktok-000001", "content": "Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini, seiring DXY turun 0,18% ke 99,253. Dari 11 mata uang, 7 menguat dipimpin rupiah yang naik 0,47% ke Rp16.895/US$. Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan, rupee India, won Korea, dong Vietnam, ringgit Malaysia, dan yuan China. Sementara itu, 4 mata uang melemah: baht Thailand, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sentimen positif dipicu harapan negosiasi AS–Iran yang menekan dolar dan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap potensi suku bunga tinggi lebih lama dari The Fed. Cr:   #rupiah #matauang #indonesia #keuangan #ekonomiindonesia", "post_id": "7628921058095058197"}}, {"key": "jtv_malang", "attributes": {"label": "jtv_malang", "x": 798.0828469609953, "y": 367.1285172030666, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628509659803979028", "id": "jtv_malang", "source": "tiktok-000001", "content": "Sebuah video yang diunggah warganet memperlihatkan koleksi uang rupiah Indonesia, mulai dari edisi terbaru hingga yang terlama. Dalam tayangan tersebut, terlihat perubahan desain, warna, hingga tokoh yang menghiasi setiap pecahan uang dari masa ke masa. Konten ini pun menarik perhatian karena menggambarkan perjalanan sejarah mata uang Indonesia secara visual. Source : Instagram  #jtvmalangofficial", "post_id": "7628509659803979028"}}, {"key": "vedawsm", "attributes": {"label": "vedawsm", "x": 783.5232612464672, "y": 370.85038659547496, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628509659803979028", "id": "vedawsm", "source": "tiktok-000001", "content": "Sebuah video yang diunggah warganet memperlihatkan koleksi uang rupiah Indonesia, mulai dari edisi terbaru hingga yang terlama. Dalam tayangan tersebut, terlihat perubahan desain, warna, hingga tokoh yang menghiasi setiap pecahan uang dari masa ke masa. Konten ini pun menarik perhatian karena menggambarkan perjalanan sejarah mata uang Indonesia secara visual. Source : Instagram  #jtvmalangofficial", "post_id": "7628509659803979028"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 711.291102277844, "y": 930.7508240159239, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 0, "out_degree": 26, "degree": 26}, "_id": "7628910453107723528", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 973.9147193890626, "y": 978.5887765781852, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 800.4572551205333, "y": 641.4364416978339, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 537.5589866869916, "y": 143.26526339026358, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 126.28946003351726, "y": 20.03050009945739, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 200.87970952134236, "y": 579.1501134760466, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 836.4616411785696, "y": 255.22009366230392, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 696.6502022302005, "y": 301.9935449327269, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 813.6227128900009, "y": 523.7025339370589, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 936.9043860460306, "y": 864.6991328381923, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "SUHARNO", "attributes": {"label": "SUHARNO", "x": 247.88576534550134, "y": 152.2025422529778, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "SUHARNO", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "muhyidinsoleh14", "attributes": {"label": "muhyidinsoleh14", "x": 301.4837243813682, "y": 504.499365701335, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "muhyidinsoleh14", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "pembasmi", "attributes": {"label": "pembasmi", "x": 145.22045489419222, "y": 837.9288151584283, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "pembasmi", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Malayu", "attributes": {"label": "Malayu", "x": 636.4970391796073, "y": 854.0585778441573, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Malayu", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "datuk", "attributes": {"label": "datuk", "x": 748.1366618513309, "y": 278.8324460869881, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "datuk", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "aktivisham98", "attributes": {"label": "aktivisham98", "x": 152.65458569737822, "y": 651.6892980790527, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "aktivisham98", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "TikTok", "attributes": {"label": "TikTok", "x": 87.75473166793613, "y": 651.589597952822, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "TikTok", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "RYAN", "attributes": {"label": "RYAN", "x": 970.9460679059783, "y": 456.3908257160384, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "RYAN", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "LAMMY", "attributes": {"label": "LAMMY", "x": 88.74817190871586, "y": 433.1576151930209, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "LAMMY", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Nurdin", "attributes": {"label": "Nurdin", "x": 731.2395676149025, "y": 549.6044575440839, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Nurdin", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 760.5289942378897, "y": 432.08192993498886, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "aly", "attributes": {"label": "aly", "x": 9.772662882817084, "y": 724.269027803507, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "aly", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Man", "attributes": {"label": "Man", "x": 591.6762478825392, "y": 947.8843623030067, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Man", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "jancokkeren232", "attributes": {"label": "jancokkeren232", "x": 251.92034010709008, "y": 379.2833470768664, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "jancokkeren232", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "alfighoni781", "attributes": {"label": "alfighoni781", "x": 596.0929552507855, "y": 139.64896992199027, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "alfighoni781", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "keylie", "attributes": {"label": "keylie", "x": 642.860688006124, "y": 91.18788253019716, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7393, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "keylie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "@garismodal", "attributes": {"label": "@garismodal", "x": 769.7922651279985, "y": 465.6658149837833, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "@garismodal", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}, {"key": "cnbc_id", "attributes": {"label": "cnbc_id", "x": 591.5691125307886, "y": 331.19826218970815, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.7185, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "cnbc_id", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}, {"key": "tvrparlemen", "attributes": {"label": "tvrparlemen", "x": 879.444398071157, "y": 803.2457209945825, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.7185, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "tvrparlemen", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}], "edges": [{"key": "SastroMedia", "source": "SastroMedia", "target": "embah72", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SastroMedia", "source": "SastroMedia", "target": "embah72", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "nahdiyinbersatu", "source": "nahdiyinbersatu", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "nahdiyinbersatu", "source": "nahdiyinbersatu", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "harapaanpemudi", "source": "harapaanpemudi", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "harapaanpemudi", "source": "harapaanpemudi", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pagidanhujan", "source": "pagidanhujan", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pagidanhujan", "source": "pagidanhujan", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ari76075141", "source": "Ari76075141", "target": "RadioElshinta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ara_sofyan", "source": "ara_sofyan", "target": "KucengTerbanggg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "miripkale", "source": "miripkale", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "miripkale", "source": "miripkale", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RyanTama1421160", "source": "RyanTama1421160", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "indonesia.bernarasi", "source": "indonesia.bernarasi", "target": "CryptoCentric", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jtv_malang", "source": "jtv_malang", "target": "vedawsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "SUHARNO", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "muhyidinsoleh14", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pembasmi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "datuk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "aktivisham98", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "TikTok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "RYAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "LAMMY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Nurdin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "aly", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Man", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jancokkeren232", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "alfighoni781", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "keylie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garismodal", "source": "@garismodal", "target": "cnbc_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garismodal", "source": "@garismodal", "target": "tvrparlemen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}