{"nodes": [{"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 163.87328829460057, "y": 847.9562240786247, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 857.8609115675928, "y": 314.3062700844589, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 115.8664, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 994.8167245908821, "y": 937.2249433551042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 65.89186122687485, "y": 493.9978692140612, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 115.8664, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 247.2728558690861, "y": 805.0972254834614, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 992.7530250534271, "y": 62.17189803423617, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 115.8664, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1501466428443840", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai, soal keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market berpeluang memperbaiki persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia dan meredakan tekanan jual yang selama ini membayangi pergerakan IHSG.\n\nMeski demikian, Hendra menitiberatkan dampak positif tersebut masih bersifat terbatas karena belum mampu menjawab berbagai tantangan fundamental yang menjadi perhatian investor global. \n\n\"Status Emerging Market memang berhasil dipertahankan, tetapi arah pasar selanjutnya akan lebih ditentukan oleh kondisi fiskal nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, prospek suku bunga global, serta kemampuan pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program strategis nasional,\" urai Hendra kepada iNews Media Group, Rabu (24/6/2026).\n\nMenurut Hendra, tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan status Emerging Market, melainkan mengembalikan kepercayaan investor asing yang hingga kini masih cenderung berhati-hati.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/status-emerging-market-indonesia-berpeluang-redakan-pelemahan-ihsg\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: :iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #emergingmarket #ihsg #pasarmodalindonesia", "post_id": "432781620563594_1501466428443840"}}, {"key": "TribunStyle", "attributes": {"label": "TribunStyle", "x": 756.6661072552441, "y": 139.2567180853306, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6305, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "929934583734808_1448877253944127", "id": "TribunStyle", "source": "facebook-000001", "content": "Pengakuan Ketua BEM FH UBK Temui Gibran Disorot, Pernah Klaim Demo Murni Kini Diduga Terima Suap\n\n*\n\nNama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) kembali menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu.\n\nSebelumnya, ia sempat menyatakan aksi demonstrasi terkait kenaikan BBM hingga program MBG di Jakarta pada Senin (15/6/2026) yang dilakukan murni menyuarakan kepentingan rakyat.\n\nSaat itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) dan sejumlah kampus yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhamad Abdi Maludin, mengatakan pihaknya memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nKini, perwakilan dari BEM UBK itu disorot setelah viral video diduga terima suap. \n\nPadahal dalam pernyataan sebelumnya, Ketua BEM FH UBK sempat menyangkal aksi demonya tidak ditunggangi unsur politik atau murni untuk kepentingan rakyat. \n\n\"Saya tekankan kepada kawan-kawan mahasiswa, seperjuangan, saya pastikan tidak ada desain politik 'settingan', itu murni dari diplomasi kami bersama pihak pihak lebih khusus kepolisian,\" ucapnya dalam Wawancara Eksklusif Tribunnews.\n\n\"Tidak ada settingan, Itu saya pastikan,\" tegas Abdi.\n\nTak hanya sekali, Abdi kembali menegaskan dirinya murni membela kepentingan rakyat saat ditanya isu ada pihak yang menunggangi aksi. \n\n\"Tidak ada settingan, aksi di tanggal 15 hari Senin, saya menjawab tudingan kepada kami, tidak ada unsur yang tunggangi kami, itu murni kepentingan rakyat, itu murni hasil keresahan kami di Universitas Bung Karno,\" ungkapnya. \n\n\"kami ingin membawa harapan besar ya tentunya harapan rakyat untuk membawa hasil kajian kami kepada pihak terkait,\" imbuh Abdi.\n\nKini Diduga Terima Suap\n\nSeminggu setelah aksi demo dan menemui Wapres, kini sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) disorot.\n\nVideo pengakuan perwakilan BEM UBK dudga terima suap pun beredar di media sosial.\n\nDi media sosial, beredar cuplikan video dengan narasi bahwa perwakilan BEM UBK yang bertemu Gibran diduga menerima suap, satu di antaranya di Threads, akun \n\nDalam unggahan tersebut, ada salah satu mahasiswa yang diduga merupakan perwakilan BEM UBK mengakui menerima uang sebesar Rp2 juta.\n\nSelain itu, ia menyebut bahwa Wakil Ketua BEM FH UBK, Rafly Maulana Akbar, menerima uang. Namun, ia tidak mengetahui pasti nominal uang yang diterima tersebut.\n\n\"Saya menerima Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH (UBK) sepengetahuan saya menerima. Kalau nominalnya, saya kurang tahu,\" katanya.\n\nSementara itu, ratusan mahasiswa terus mencecar dan meneriaki terduga pelaku.\n\nDalam video lain, terdapat mahasiswa yang turut mengaku telah menerima uang sebesar Rp2,5 juta.\n\nSelain itu, ada video yang memperlihatkan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdi Maludin mengaku salah atas dugaan suap berupa uang yang diterima olehnya dan perwakilan mahasiswa lainnya.\n\n\"Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua,\" ucapnya.\n\nMeski demikian, belum diketahui siapa pihak yang diduga memberikan suap kepada perwakilan BEM UBK itu\n\nTerkait hal tersebut, pihak BEM FH UBK merilis tuntutan mahasiswa buntut kabar udgaan suap pada perwakilan yang bertemu Gibran.\n\nBEM FH UBK mengunggah rilis di akun Instagram resmi, , pada Selasa (23/6/2026).\n\nDalam unggahan, ada 10 tuntutan yang diinginkan oleh mahasiswa agar dikabulkan, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (23/6/2026).\n\n1. Membuat pernyataan sikap dalam bentuk video bahwa pihak yang bersangkutan siap mempertanggungjawabkan konsekuensi akademik dan konsekuensi sosial yang ditetapkan oleh pihak UBK maupun mahasiswa UBK.\n\n2. Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi yaitu:\n\n- Muhamad Abdi Maludin (Ketua BEM FH)\n- Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)\n- Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)\n- Pujiono (Ketua BEM FEB)\n- Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)\n\n3. Bersedia mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus, termasuk kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).\n\n4. Membuat video pernyataan yang mengakui telah menerima suap.\n\n5. Menganulir nilai Ajaran Bung Karno (ABK) 1-4 dan menetapkan nilai E.\n\n6. Membuat pernyataan tertulis yang mengakui kesalahan serta menandatanganinya di atas meterai.\n\n7. Bagi mahasiswa penerima KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang terlibat, diwajibkan mengembalikan dana negara yang telah diterima.\n\n8. Membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.\n\n9. Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi tuntutan.\n\n10. Tuntutan ini bersifat mengikat bagi seluruh pihak terkait dan disaksikan oleh:\n\n- Wakil Rektor III UBK\n- Dekan FH\n- Kaprodi FH\n- Faisyal (Dosen FISIP)\n- Salomon (Staf Kemahasiswaan)\n- Perwakilan mahasiswa UBK yang hadir dalam forum.\n\nIsi Tuntutan Mahasiswa UBK ketika Bertemu Gibran setelah Demo 15 Juni \nPerwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan, Senin (15/6/2026). \n\nMahasiswa yang berorasi di depan Patung Kuda ini, memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nAdapun tuntutan yang disampaikan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. \n\nPara mahasiswa sebelumnya menggelar aksi demo di sejumlah titik di Jakarta, yakni depan gerbang DPR RI, Senayan, dan Patung Kuda.\n\nTak hanya di ibu kota, gelombang demonstrasi juga dilakukan mahasiswa di beberapa daerah, yakni Tasikmalaya, Jawa Barat dan Lampung. Tuntutan serupa disampaikan kepada pemerintah. \n\nSetelah itu, sejumlah mahasiswa yang berdemo di Jakarta menyampaikan tuntutannya kepada Gibran pada Senin malam.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, menegaskan bahwa pertemuan itu, menghasilkan sejumlah poin penting yang disampaikan ke Wapres. \n\n\"Kawan-kawan mahasiswa pun menyampaikan aspirasi baik keluh kesah mereka dari daerah baik dari keluh kesah skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan langsung Bapak Wapres,\" ucapnya, Senin malam.\n\nSampaikan soal MBG hingga BBM \n\nSejumlah hal turut disampaikan mahasiswa dalam pertemuan tersebut. Mulai dari program MBG, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga soal harga BBM.\n\n\"Memorandum yang kami kajian ini poin-poin yang kesepakatan yang kami di BEM Universitas Bung Karno, tentu poin pertama kluster fiskal dan pendidikan.\"\n\n\"Subpoinnya itu yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit audit transparans,\" ungkap Abdi.\n\nSelanjutnya, sub yang kedua adalah mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau. \n\nNah, itu ada poin ketiga, klaster hukum dan supremasi sipil.\n\n\"Mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap undang-undang POLRI yang baru disahkan, beberapa waktu yang lalu,\" jelas Abdi.\n\nLalu, terkait klaster krisis moneter dan energi. \n\n\"Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat,\" imbuhnya. \n\nUltimatum 5x24 Jam Tuntutan\n\nPara mahasiswa pun memberikan ultimatum ke pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan selama 5x24 jam.\n\nAndi menyebut, pihaknya bakal menggelar aksi berkelanjutan jika pemerintah mengabaikan tuntutan massa.\n\n\"Kami memberikan waktu kepada pemerintah hari ini 5 x 24 jam. \"\n\n\"Apabila dalam waktu 5x24 jam, paling lambat Jumat 19 Juni 2026, pihak dua melanggar mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti progresif atas realisasi memorandum ini, maka pihak satu berhak mengatakan bahwa pihak telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan kami,\" tegasnya. \n\nKetika aspirasi yang disampaikan tidak terealisasi, lanjut Abdi, maka pihaknya akan ada pergerakan aksi jilid-jilid.\n\nSementara itu, dikatakan Abdi, Wapres merespons tuntutan mahasiswa. \n\nMenurutnya, putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Presiden Prabowo Subianto. \n\n“Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji memperbaiki hal-hal yang janggal. Tentunya soal MBG salah satunya,” kata perwakilan mahasiswa itu.\n\nSebelumnya, massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI telah membubarkan diri secara tertib, Senin (15/6/2026) sore.\n\nAksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, berakhir setelah perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap.\n\nSelain di Jakarta, mahasiswa di sejumlah daerah juga menggelar demo di masing-masing wilayah. Seperti demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.\n\nMassa berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura menuju di titik aksi di Balai Kota Tasikmalaya.\n\nAksi bertajuk TASIKUSIK VOL.2 ini, juga berencana ingin menjemput Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.\n\nMassa berencana membawa kedua tokoh tersebut, untuk melakukan aksi bersama di Depot Pertamina.\n\n(Tribunnews.com)\n\nFoto 1: Nama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Muhamad Abdi Maludin menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka pada 15 Juni 2026.  (TribunNetwork)\nFoto 2: Abdi Maludin dan sejumlah perwakilan BEM UBK bertemu Gibran usai demo kenaikan BBM di Jakarta.   (TribunNetwork)\nFoto 3: Dalam pernyataannya, Abdi Maludin sempat klaim aksinya murni, kini ia disorot diduga terima suap. (TribunNetwork)\n\n#BEM #OTK #FakultasHukum #UniversitasBungKarno #UBK #MuhamadAbdiMaludin #Jakarta", "post_id": "929934583734808_1448877253944127"}}, {"key": "arisaaori.", "attributes": {"label": "arisaaori.", "x": 175.73254645903646, "y": 608.0578470210704, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 89.2484, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "929934583734808_1448877253944127", "id": "arisaaori.", "source": "facebook-000001", "content": "Pengakuan Ketua BEM FH UBK Temui Gibran Disorot, Pernah Klaim Demo Murni Kini Diduga Terima Suap\n\n*\n\nNama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) kembali menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu.\n\nSebelumnya, ia sempat menyatakan aksi demonstrasi terkait kenaikan BBM hingga program MBG di Jakarta pada Senin (15/6/2026) yang dilakukan murni menyuarakan kepentingan rakyat.\n\nSaat itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) dan sejumlah kampus yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhamad Abdi Maludin, mengatakan pihaknya memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nKini, perwakilan dari BEM UBK itu disorot setelah viral video diduga terima suap. \n\nPadahal dalam pernyataan sebelumnya, Ketua BEM FH UBK sempat menyangkal aksi demonya tidak ditunggangi unsur politik atau murni untuk kepentingan rakyat. \n\n\"Saya tekankan kepada kawan-kawan mahasiswa, seperjuangan, saya pastikan tidak ada desain politik 'settingan', itu murni dari diplomasi kami bersama pihak pihak lebih khusus kepolisian,\" ucapnya dalam Wawancara Eksklusif Tribunnews.\n\n\"Tidak ada settingan, Itu saya pastikan,\" tegas Abdi.\n\nTak hanya sekali, Abdi kembali menegaskan dirinya murni membela kepentingan rakyat saat ditanya isu ada pihak yang menunggangi aksi. \n\n\"Tidak ada settingan, aksi di tanggal 15 hari Senin, saya menjawab tudingan kepada kami, tidak ada unsur yang tunggangi kami, itu murni kepentingan rakyat, itu murni hasil keresahan kami di Universitas Bung Karno,\" ungkapnya. \n\n\"kami ingin membawa harapan besar ya tentunya harapan rakyat untuk membawa hasil kajian kami kepada pihak terkait,\" imbuh Abdi.\n\nKini Diduga Terima Suap\n\nSeminggu setelah aksi demo dan menemui Wapres, kini sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) disorot.\n\nVideo pengakuan perwakilan BEM UBK dudga terima suap pun beredar di media sosial.\n\nDi media sosial, beredar cuplikan video dengan narasi bahwa perwakilan BEM UBK yang bertemu Gibran diduga menerima suap, satu di antaranya di Threads, akun \n\nDalam unggahan tersebut, ada salah satu mahasiswa yang diduga merupakan perwakilan BEM UBK mengakui menerima uang sebesar Rp2 juta.\n\nSelain itu, ia menyebut bahwa Wakil Ketua BEM FH UBK, Rafly Maulana Akbar, menerima uang. Namun, ia tidak mengetahui pasti nominal uang yang diterima tersebut.\n\n\"Saya menerima Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH (UBK) sepengetahuan saya menerima. Kalau nominalnya, saya kurang tahu,\" katanya.\n\nSementara itu, ratusan mahasiswa terus mencecar dan meneriaki terduga pelaku.\n\nDalam video lain, terdapat mahasiswa yang turut mengaku telah menerima uang sebesar Rp2,5 juta.\n\nSelain itu, ada video yang memperlihatkan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdi Maludin mengaku salah atas dugaan suap berupa uang yang diterima olehnya dan perwakilan mahasiswa lainnya.\n\n\"Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua,\" ucapnya.\n\nMeski demikian, belum diketahui siapa pihak yang diduga memberikan suap kepada perwakilan BEM UBK itu\n\nTerkait hal tersebut, pihak BEM FH UBK merilis tuntutan mahasiswa buntut kabar udgaan suap pada perwakilan yang bertemu Gibran.\n\nBEM FH UBK mengunggah rilis di akun Instagram resmi, , pada Selasa (23/6/2026).\n\nDalam unggahan, ada 10 tuntutan yang diinginkan oleh mahasiswa agar dikabulkan, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (23/6/2026).\n\n1. Membuat pernyataan sikap dalam bentuk video bahwa pihak yang bersangkutan siap mempertanggungjawabkan konsekuensi akademik dan konsekuensi sosial yang ditetapkan oleh pihak UBK maupun mahasiswa UBK.\n\n2. Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi yaitu:\n\n- Muhamad Abdi Maludin (Ketua BEM FH)\n- Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)\n- Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)\n- Pujiono (Ketua BEM FEB)\n- Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)\n\n3. Bersedia mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus, termasuk kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).\n\n4. Membuat video pernyataan yang mengakui telah menerima suap.\n\n5. Menganulir nilai Ajaran Bung Karno (ABK) 1-4 dan menetapkan nilai E.\n\n6. Membuat pernyataan tertulis yang mengakui kesalahan serta menandatanganinya di atas meterai.\n\n7. Bagi mahasiswa penerima KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang terlibat, diwajibkan mengembalikan dana negara yang telah diterima.\n\n8. Membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.\n\n9. Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi tuntutan.\n\n10. Tuntutan ini bersifat mengikat bagi seluruh pihak terkait dan disaksikan oleh:\n\n- Wakil Rektor III UBK\n- Dekan FH\n- Kaprodi FH\n- Faisyal (Dosen FISIP)\n- Salomon (Staf Kemahasiswaan)\n- Perwakilan mahasiswa UBK yang hadir dalam forum.\n\nIsi Tuntutan Mahasiswa UBK ketika Bertemu Gibran setelah Demo 15 Juni \nPerwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan, Senin (15/6/2026). \n\nMahasiswa yang berorasi di depan Patung Kuda ini, memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nAdapun tuntutan yang disampaikan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. \n\nPara mahasiswa sebelumnya menggelar aksi demo di sejumlah titik di Jakarta, yakni depan gerbang DPR RI, Senayan, dan Patung Kuda.\n\nTak hanya di ibu kota, gelombang demonstrasi juga dilakukan mahasiswa di beberapa daerah, yakni Tasikmalaya, Jawa Barat dan Lampung. Tuntutan serupa disampaikan kepada pemerintah. \n\nSetelah itu, sejumlah mahasiswa yang berdemo di Jakarta menyampaikan tuntutannya kepada Gibran pada Senin malam.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, menegaskan bahwa pertemuan itu, menghasilkan sejumlah poin penting yang disampaikan ke Wapres. \n\n\"Kawan-kawan mahasiswa pun menyampaikan aspirasi baik keluh kesah mereka dari daerah baik dari keluh kesah skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan langsung Bapak Wapres,\" ucapnya, Senin malam.\n\nSampaikan soal MBG hingga BBM \n\nSejumlah hal turut disampaikan mahasiswa dalam pertemuan tersebut. Mulai dari program MBG, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga soal harga BBM.\n\n\"Memorandum yang kami kajian ini poin-poin yang kesepakatan yang kami di BEM Universitas Bung Karno, tentu poin pertama kluster fiskal dan pendidikan.\"\n\n\"Subpoinnya itu yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit audit transparans,\" ungkap Abdi.\n\nSelanjutnya, sub yang kedua adalah mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau. \n\nNah, itu ada poin ketiga, klaster hukum dan supremasi sipil.\n\n\"Mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap undang-undang POLRI yang baru disahkan, beberapa waktu yang lalu,\" jelas Abdi.\n\nLalu, terkait klaster krisis moneter dan energi. \n\n\"Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat,\" imbuhnya. \n\nUltimatum 5x24 Jam Tuntutan\n\nPara mahasiswa pun memberikan ultimatum ke pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan selama 5x24 jam.\n\nAndi menyebut, pihaknya bakal menggelar aksi berkelanjutan jika pemerintah mengabaikan tuntutan massa.\n\n\"Kami memberikan waktu kepada pemerintah hari ini 5 x 24 jam. \"\n\n\"Apabila dalam waktu 5x24 jam, paling lambat Jumat 19 Juni 2026, pihak dua melanggar mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti progresif atas realisasi memorandum ini, maka pihak satu berhak mengatakan bahwa pihak telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan kami,\" tegasnya. \n\nKetika aspirasi yang disampaikan tidak terealisasi, lanjut Abdi, maka pihaknya akan ada pergerakan aksi jilid-jilid.\n\nSementara itu, dikatakan Abdi, Wapres merespons tuntutan mahasiswa. \n\nMenurutnya, putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Presiden Prabowo Subianto. \n\n“Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji memperbaiki hal-hal yang janggal. Tentunya soal MBG salah satunya,” kata perwakilan mahasiswa itu.\n\nSebelumnya, massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI telah membubarkan diri secara tertib, Senin (15/6/2026) sore.\n\nAksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, berakhir setelah perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap.\n\nSelain di Jakarta, mahasiswa di sejumlah daerah juga menggelar demo di masing-masing wilayah. Seperti demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.\n\nMassa berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura menuju di titik aksi di Balai Kota Tasikmalaya.\n\nAksi bertajuk TASIKUSIK VOL.2 ini, juga berencana ingin menjemput Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.\n\nMassa berencana membawa kedua tokoh tersebut, untuk melakukan aksi bersama di Depot Pertamina.\n\n(Tribunnews.com)\n\nFoto 1: Nama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Muhamad Abdi Maludin menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka pada 15 Juni 2026.  (TribunNetwork)\nFoto 2: Abdi Maludin dan sejumlah perwakilan BEM UBK bertemu Gibran usai demo kenaikan BBM di Jakarta.   (TribunNetwork)\nFoto 3: Dalam pernyataannya, Abdi Maludin sempat klaim aksinya murni, kini ia disorot diduga terima suap. (TribunNetwork)\n\n#BEM #OTK #FakultasHukum #UniversitasBungKarno #UBK #MuhamadAbdiMaludin #Jakarta", "post_id": "929934583734808_1448877253944127"}}, {"key": "bemfhubk", "attributes": {"label": "bemfhubk", "x": 70.53815218619597, "y": 240.0592551738724, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 89.2484, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "929934583734808_1448877253944127", "id": "bemfhubk", "source": "facebook-000001", "content": "Pengakuan Ketua BEM FH UBK Temui Gibran Disorot, Pernah Klaim Demo Murni Kini Diduga Terima Suap\n\n*\n\nNama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) kembali menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka, beberapa waktu lalu.\n\nSebelumnya, ia sempat menyatakan aksi demonstrasi terkait kenaikan BBM hingga program MBG di Jakarta pada Senin (15/6/2026) yang dilakukan murni menyuarakan kepentingan rakyat.\n\nSaat itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) dan sejumlah kampus yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhamad Abdi Maludin, mengatakan pihaknya memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nKini, perwakilan dari BEM UBK itu disorot setelah viral video diduga terima suap. \n\nPadahal dalam pernyataan sebelumnya, Ketua BEM FH UBK sempat menyangkal aksi demonya tidak ditunggangi unsur politik atau murni untuk kepentingan rakyat. \n\n\"Saya tekankan kepada kawan-kawan mahasiswa, seperjuangan, saya pastikan tidak ada desain politik 'settingan', itu murni dari diplomasi kami bersama pihak pihak lebih khusus kepolisian,\" ucapnya dalam Wawancara Eksklusif Tribunnews.\n\n\"Tidak ada settingan, Itu saya pastikan,\" tegas Abdi.\n\nTak hanya sekali, Abdi kembali menegaskan dirinya murni membela kepentingan rakyat saat ditanya isu ada pihak yang menunggangi aksi. \n\n\"Tidak ada settingan, aksi di tanggal 15 hari Senin, saya menjawab tudingan kepada kami, tidak ada unsur yang tunggangi kami, itu murni kepentingan rakyat, itu murni hasil keresahan kami di Universitas Bung Karno,\" ungkapnya. \n\n\"kami ingin membawa harapan besar ya tentunya harapan rakyat untuk membawa hasil kajian kami kepada pihak terkait,\" imbuh Abdi.\n\nKini Diduga Terima Suap\n\nSeminggu setelah aksi demo dan menemui Wapres, kini sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) disorot.\n\nVideo pengakuan perwakilan BEM UBK dudga terima suap pun beredar di media sosial.\n\nDi media sosial, beredar cuplikan video dengan narasi bahwa perwakilan BEM UBK yang bertemu Gibran diduga menerima suap, satu di antaranya di Threads, akun \n\nDalam unggahan tersebut, ada salah satu mahasiswa yang diduga merupakan perwakilan BEM UBK mengakui menerima uang sebesar Rp2 juta.\n\nSelain itu, ia menyebut bahwa Wakil Ketua BEM FH UBK, Rafly Maulana Akbar, menerima uang. Namun, ia tidak mengetahui pasti nominal uang yang diterima tersebut.\n\n\"Saya menerima Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH (UBK) sepengetahuan saya menerima. Kalau nominalnya, saya kurang tahu,\" katanya.\n\nSementara itu, ratusan mahasiswa terus mencecar dan meneriaki terduga pelaku.\n\nDalam video lain, terdapat mahasiswa yang turut mengaku telah menerima uang sebesar Rp2,5 juta.\n\nSelain itu, ada video yang memperlihatkan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdi Maludin mengaku salah atas dugaan suap berupa uang yang diterima olehnya dan perwakilan mahasiswa lainnya.\n\n\"Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua,\" ucapnya.\n\nMeski demikian, belum diketahui siapa pihak yang diduga memberikan suap kepada perwakilan BEM UBK itu\n\nTerkait hal tersebut, pihak BEM FH UBK merilis tuntutan mahasiswa buntut kabar udgaan suap pada perwakilan yang bertemu Gibran.\n\nBEM FH UBK mengunggah rilis di akun Instagram resmi, , pada Selasa (23/6/2026).\n\nDalam unggahan, ada 10 tuntutan yang diinginkan oleh mahasiswa agar dikabulkan, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (23/6/2026).\n\n1. Membuat pernyataan sikap dalam bentuk video bahwa pihak yang bersangkutan siap mempertanggungjawabkan konsekuensi akademik dan konsekuensi sosial yang ditetapkan oleh pihak UBK maupun mahasiswa UBK.\n\n2. Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalam tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi yaitu:\n\n- Muhamad Abdi Maludin (Ketua BEM FH)\n- Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH)\n- Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH)\n- Pujiono (Ketua BEM FEB)\n- Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB)\n\n3. Bersedia mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus, termasuk kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).\n\n4. Membuat video pernyataan yang mengakui telah menerima suap.\n\n5. Menganulir nilai Ajaran Bung Karno (ABK) 1-4 dan menetapkan nilai E.\n\n6. Membuat pernyataan tertulis yang mengakui kesalahan serta menandatanganinya di atas meterai.\n\n7. Bagi mahasiswa penerima KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) yang terlibat, diwajibkan mengembalikan dana negara yang telah diterima.\n\n8. Membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa.\n\n9. Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi tuntutan.\n\n10. Tuntutan ini bersifat mengikat bagi seluruh pihak terkait dan disaksikan oleh:\n\n- Wakil Rektor III UBK\n- Dekan FH\n- Kaprodi FH\n- Faisyal (Dosen FISIP)\n- Salomon (Staf Kemahasiswaan)\n- Perwakilan mahasiswa UBK yang hadir dalam forum.\n\nIsi Tuntutan Mahasiswa UBK ketika Bertemu Gibran setelah Demo 15 Juni \nPerwakilan mahasiswa yang menggelar aksi demo bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, untuk menyampaikan berbagai tuntutan, Senin (15/6/2026). \n\nMahasiswa yang berorasi di depan Patung Kuda ini, memberikan ultimatum selama 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons dan menindaklanjuti tuntutan yang telah mereka sampaikan.\n\nAdapun tuntutan yang disampaikan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. \n\nPara mahasiswa sebelumnya menggelar aksi demo di sejumlah titik di Jakarta, yakni depan gerbang DPR RI, Senayan, dan Patung Kuda.\n\nTak hanya di ibu kota, gelombang demonstrasi juga dilakukan mahasiswa di beberapa daerah, yakni Tasikmalaya, Jawa Barat dan Lampung. Tuntutan serupa disampaikan kepada pemerintah. \n\nSetelah itu, sejumlah mahasiswa yang berdemo di Jakarta menyampaikan tuntutannya kepada Gibran pada Senin malam.\n\nKetua Umum BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno sekaligus koordinator aksi, Muhammad Abdi, menegaskan bahwa pertemuan itu, menghasilkan sejumlah poin penting yang disampaikan ke Wapres. \n\n\"Kawan-kawan mahasiswa pun menyampaikan aspirasi baik keluh kesah mereka dari daerah baik dari keluh kesah skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan langsung Bapak Wapres,\" ucapnya, Senin malam.\n\nSampaikan soal MBG hingga BBM \n\nSejumlah hal turut disampaikan mahasiswa dalam pertemuan tersebut. Mulai dari program MBG, subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga soal harga BBM.\n\n\"Memorandum yang kami kajian ini poin-poin yang kesepakatan yang kami di BEM Universitas Bung Karno, tentu poin pertama kluster fiskal dan pendidikan.\"\n\n\"Subpoinnya itu yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit audit transparans,\" ungkap Abdi.\n\nSelanjutnya, sub yang kedua adalah mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau. \n\nNah, itu ada poin ketiga, klaster hukum dan supremasi sipil.\n\n\"Mengirimkan rekomendasi resmi atas nama pemerintah ke DPR RI untuk melakukan legislatif review terhadap undang-undang POLRI yang baru disahkan, beberapa waktu yang lalu,\" jelas Abdi.\n\nLalu, terkait klaster krisis moneter dan energi. \n\n\"Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat,\" imbuhnya. \n\nUltimatum 5x24 Jam Tuntutan\n\nPara mahasiswa pun memberikan ultimatum ke pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan selama 5x24 jam.\n\nAndi menyebut, pihaknya bakal menggelar aksi berkelanjutan jika pemerintah mengabaikan tuntutan massa.\n\n\"Kami memberikan waktu kepada pemerintah hari ini 5 x 24 jam. \"\n\n\"Apabila dalam waktu 5x24 jam, paling lambat Jumat 19 Juni 2026, pihak dua melanggar mengabaikan atau tidak menunjukkan bukti progresif atas realisasi memorandum ini, maka pihak satu berhak mengatakan bahwa pihak telah cacat legitimasi moral dan mengkhianati kesepakatan kami,\" tegasnya. \n\nKetika aspirasi yang disampaikan tidak terealisasi, lanjut Abdi, maka pihaknya akan ada pergerakan aksi jilid-jilid.\n\nSementara itu, dikatakan Abdi, Wapres merespons tuntutan mahasiswa. \n\nMenurutnya, putra dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu, akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke Presiden Prabowo Subianto. \n\n“Bapak Wapres mencatat apa yang kami sampaikan dan berjanji memperbaiki hal-hal yang janggal. Tentunya soal MBG salah satunya,” kata perwakilan mahasiswa itu.\n\nSebelumnya, massa mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI telah membubarkan diri secara tertib, Senin (15/6/2026) sore.\n\nAksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, berakhir setelah perwakilan mahasiswa membacakan pernyataan sikap.\n\nSelain di Jakarta, mahasiswa di sejumlah daerah juga menggelar demo di masing-masing wilayah. Seperti demo mahasiswa tolak kenaikan harga BBM di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.\n\nMassa berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Sukapura menuju di titik aksi di Balai Kota Tasikmalaya.\n\nAksi bertajuk TASIKUSIK VOL.2 ini, juga berencana ingin menjemput Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim.\n\nMassa berencana membawa kedua tokoh tersebut, untuk melakukan aksi bersama di Depot Pertamina.\n\n(Tribunnews.com)\n\nFoto 1: Nama Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Muhamad Abdi Maludin menjadi sorotan usai pertemuannya dengan Gibran Rakabuming Raka pada 15 Juni 2026.  (TribunNetwork)\nFoto 2: Abdi Maludin dan sejumlah perwakilan BEM UBK bertemu Gibran usai demo kenaikan BBM di Jakarta.   (TribunNetwork)\nFoto 3: Dalam pernyataannya, Abdi Maludin sempat klaim aksinya murni, kini ia disorot diduga terima suap. (TribunNetwork)\n\n#BEM #OTK #FakultasHukum #UniversitasBungKarno #UBK #MuhamadAbdiMaludin #Jakarta", "post_id": "929934583734808_1448877253944127"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 282.9783654183776, "y": 743.2539401727796, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6305, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 786.2882603437484, "y": 236.37843690849758, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.3758, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 473.7439472348693, "y": 242.79792604628048, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.3758, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}], "edges": [{"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "TribunStyle", "source": "TribunStyle", "target": "arisaaori.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "TribunStyle", "source": "TribunStyle", "target": "bemfhubk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}