{"nodes": [{"key": "frnzgn", "attributes": {"label": "frnzgn", "x": 497.1181386080655, "y": 195.93138187601335, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069212713323229631", "id": "frnzgn", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan Purbaya bicara soal pemotongan anggaran transfer ke daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH).\n\nMenurut Purbaya…", "post_id": "2069212713323229631"}}, {"key": "kumparan", "attributes": {"label": "kumparan", "x": 568.4858290000781, "y": 141.8010649050062, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2069212713323229631", "id": "kumparan", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan Purbaya bicara soal pemotongan anggaran transfer ke daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH).\n\nMenurut Purbaya…", "post_id": "2069212713323229631"}}, {"key": "BorobudurNews_", "attributes": {"label": "BorobudurNews_", "x": 733.4303033027338, "y": 220.99055944605817, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.5617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2069420827142189287", "id": "BorobudurNews_", "source": "retweet-000002", "content": "Kabar yang dinantikan pengguna BBM non-subsidi kembali mencuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut harga BB…", "post_id": "2069420827142189287"}}, {"key": "Ciput84725571", "attributes": {"label": "Ciput84725571", "x": 767.6961920179052, "y": 430.5506263665736, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069247246756118708", "id": "Ciput84725571", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan perekonomian nasional tidak seburuk yang disuarakan di media sosial…", "post_id": "2069247246756118708"}}, {"key": "irwan_ramali", "attributes": {"label": "irwan_ramali", "x": 928.0254885252342, "y": 230.16027513185657, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069304687841759585", "id": "irwan_ramali", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku merasa \"berdosa\" karena telah mengambil kebijakan memangkas dana transfer ke da…", "post_id": "2069304687841759585"}}, {"key": "Metro_TV", "attributes": {"label": "Metro_TV", "x": 842.2968470395427, "y": 960.6544562659446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.4865, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069304687841759585", "id": "Metro_TV", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku merasa \"berdosa\" karena telah mengambil kebijakan memangkas dana transfer ke da…", "post_id": "2069304687841759585"}}, {"key": "kipyiksamgong", "attributes": {"label": "kipyiksamgong", "x": 484.8970042637144, "y": 247.4414452936108, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069205904885723365", "id": "kipyiksamgong", "source": "retweet-000002", "content": "Baca di sini: https://t.co/Xrg3MIhZJ4\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran Indonesia terus menjadi sorotan…", "post_id": "2069205904885723365"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 150.59337655324646, "y": 756.2644096620002, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.027, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "2069205904885723365", "id": "kompascom", "source": "retweet-000002", "content": "Baca di sini: https://t.co/Xrg3MIhZJ4\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran Indonesia terus menjadi sorotan…", "post_id": "2069205904885723365"}}, {"key": "Basuki80844076", "attributes": {"label": "Basuki80844076", "x": 368.4834678226118, "y": 394.754505198623, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069354659249336648", "id": "Basuki80844076", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah anggaran dana transfer ke daerah (TKD) hingga Rp90 triliun pada ta…", "post_id": "2069354659249336648"}}, {"key": "antaranews", "attributes": {"label": "antaranews", "x": 343.9973954295916, "y": 275.18025902522646, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.4865, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069354659249336648", "id": "antaranews", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah anggaran dana transfer ke daerah (TKD) hingga Rp90 triliun pada ta…", "post_id": "2069354659249336648"}}, {"key": "astilov3", "attributes": {"label": "astilov3", "x": 878.388014910087, "y": 836.8172334016846, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069349534581272904", "id": "astilov3", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kasus pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang ki…", "post_id": "2069349534581272904"}}, {"key": "beulangong174", "attributes": {"label": "beulangong174", "x": 418.01728397381345, "y": 530.5219094643825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069358214853083553", "id": "beulangong174", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kasus pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang ki…", "post_id": "2069358214853083553"}}, {"key": "clarafelle", "attributes": {"label": "clarafelle", "x": 231.37274656417105, "y": 512.4417358867795, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069361744539996651", "id": "clarafelle", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kasus pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang ki…", "post_id": "2069361744539996651"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 616.698716641281, "y": 858.9040434415923, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 159.9985, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3925766925049657795_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, tidak akan mengutak atik sumber dana investor yang ditempatkan di Patriot Bond dan Merah Putih Bond.\n\nKedua surat utang itu diterbitkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).\n\n“Yang betul adalah, uang yang dipakai untuk Patriot Bond tidak akan diutak-atik sumbernya dari mana. Tapi kalau dia punya bisnis lain, ya bisa dikejar aja. Tapi uang yang masuk situ (Patriot Bond dan Merah Putih Bond) aman,” ujar Purbaya saat ditemui di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (23/6/2026).\n\nPurbaya memastikan, perlindungan khusus bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond telah memiliki dasar hukum.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/purbaya-pastikan-sumber-dana-patriot-bond-dan-merah-putih-bond-tak-akan-diutak-atik\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #merahputihbond #patriotbond #Danantara", "post_id": "3925766925049657795_3310659452"}}, {"key": "sekitaran_jakut", "attributes": {"label": "sekitaran_jakut", "x": 758.7348223959859, "y": 326.56797943352643, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925815408775186287_51427099589", "id": "sekitaran_jakut", "source": "instagram-000001", "content": "Jaga Industri Tekstil Dalam Negeri: Bea Cukai Priok Gagalkan Penyelundupan 43 Kontainer Balepress Ilegal!\n. \nSelasa (23/06), #beacukaipriok mendampingi Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Dirjen Bea Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, dalam Konferensi Pers Penindakan _Balepress_ Ilegal di TPS CDC Banda PT MTI, Jakarta Utara. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Pangkolinlamil Laksda TNI Rudhi Aviantara dan Dankodaeral III Laksda Uki Prasetya.\n. \nKeberhasilan penindakan ini merupakan buah dari kerja sama intelijen yang kuat antara #beacukaipriok dan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat, dengan dukungan penuh dari BAIS TNI, Kejaksaan, serta Korwas Penyidik Polri.\n. \nMelalui skema interpretasi di Pelabuhan Tanjung Priok, tim gabungan berhasil mengamankan 43 kontainer dari KM Eden Mas yang memuat estimasi 4.687 bale pakaian bekas ilegal senilai Rp37,5 miliar. Data tersebut langsung dikembangkan oleh tim Kanwil Kalbagbar dan Direktorat P2, hingga berhasil menindak dua gudang penimbunan di Kubu Raya dan Mempawah dengan total amankan 2.060 bale senilai Rp16,48 miliar.\n. \nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penindakan terhadap 43 kontainer di Tanjung Priok serta pengungkapan lokasi penimbunan di Kalimantan Barat menunjukkan efektivitas pengawasan berbasis intelijen dan kolaborasi lintas instansi.\n. \nLangkah tegas ini diambil karena pakaian bekas merupakan komoditas dilarang yang berisiko menyebarkan penyakit, menurunkan citra bangsa, serta merusak industri tekstil nasional. Proses penegakan hukum dipastikan berjalan profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.\n.\nSumber :", "post_id": "3925815408775186287_51427099589"}}, {"key": "beacukaipriok", "attributes": {"label": "beacukaipriok", "x": 764.1989654408278, "y": 917.2090592311204, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925815408775186287_51427099589", "id": "beacukaipriok", "source": "instagram-000001", "content": "Jaga Industri Tekstil Dalam Negeri: Bea Cukai Priok Gagalkan Penyelundupan 43 Kontainer Balepress Ilegal!\n. \nSelasa (23/06), #beacukaipriok mendampingi Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Dirjen Bea Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, dalam Konferensi Pers Penindakan _Balepress_ Ilegal di TPS CDC Banda PT MTI, Jakarta Utara. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Pangkolinlamil Laksda TNI Rudhi Aviantara dan Dankodaeral III Laksda Uki Prasetya.\n. \nKeberhasilan penindakan ini merupakan buah dari kerja sama intelijen yang kuat antara #beacukaipriok dan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat, dengan dukungan penuh dari BAIS TNI, Kejaksaan, serta Korwas Penyidik Polri.\n. \nMelalui skema interpretasi di Pelabuhan Tanjung Priok, tim gabungan berhasil mengamankan 43 kontainer dari KM Eden Mas yang memuat estimasi 4.687 bale pakaian bekas ilegal senilai Rp37,5 miliar. Data tersebut langsung dikembangkan oleh tim Kanwil Kalbagbar dan Direktorat P2, hingga berhasil menindak dua gudang penimbunan di Kubu Raya dan Mempawah dengan total amankan 2.060 bale senilai Rp16,48 miliar.\n. \nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penindakan terhadap 43 kontainer di Tanjung Priok serta pengungkapan lokasi penimbunan di Kalimantan Barat menunjukkan efektivitas pengawasan berbasis intelijen dan kolaborasi lintas instansi.\n. \nLangkah tegas ini diambil karena pakaian bekas merupakan komoditas dilarang yang berisiko menyebarkan penyakit, menurunkan citra bangsa, serta merusak industri tekstil nasional. Proses penegakan hukum dipastikan berjalan profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.\n.\nSumber :", "post_id": "3925815408775186287_51427099589"}}, {"key": "tirtoid", "attributes": {"label": "tirtoid", "x": 34.52951050698416, "y": 46.94609485850876, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925554554646180139_2279778212", "id": "tirtoid", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menunda implementasi penyaluran insentif untuk pembelian sepeda motor listrik selama satu bulan ke depan.\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penundaan dilakukan karena skema insentif masih dalam tahap kajian.\n\n“Insentif sepeda motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (22/6/2026), sebagaimana dikutip Antara.\n\nProgram bantuan fiskal tersebut sebelumnya direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026. Namun, Airlangga menjelaskan pemerintah masih perlu membahas mekanisme pelaksanaan program tersebut dengan matang sebelum resmi diluncurkan.\n\nSebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah sedang menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik.\n\nRencananya, pemerintah akan memberikan insentif untuk masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan sepeda motor listrik pada tahun ini.\n\nUntuk sepeda motor listrik, pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp5 juta per unit.\n\nKata Purbaya, akan ada dua skema pemberian insentif, yaitu PPN DTP sebesar 100 persen dan 40 persen. Nilai suntikan PPN DTP akan bergantung pada jenis baterai pada kendaraan listrik tersebut.\n\nInsentif ini merupakan bagian dari program percepatan adopsi kendaraan listrik. Purbaya berpendapat insentif kendaraan listrik diberikan untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) di tengah harga minyak global yang diperkirakan masih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.\n\n(Andrian Pratama Taher / )\n\n#FlashTirto #MotorListrik #MobilListrik #Insentif #Pajak", "post_id": "3925554554646180139_2279778212"}}, {"key": "Tirto.id", "attributes": {"label": "Tirto.id", "x": 814.740920179214, "y": 425.1489053562346, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925554554646180139_2279778212", "id": "Tirto.id", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menunda implementasi penyaluran insentif untuk pembelian sepeda motor listrik selama satu bulan ke depan.\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penundaan dilakukan karena skema insentif masih dalam tahap kajian.\n\n“Insentif sepeda motor listrik kemarin dikaji lagi, tambahan satu bulan,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (22/6/2026), sebagaimana dikutip Antara.\n\nProgram bantuan fiskal tersebut sebelumnya direncanakan mulai berlaku pada Juni 2026. Namun, Airlangga menjelaskan pemerintah masih perlu membahas mekanisme pelaksanaan program tersebut dengan matang sebelum resmi diluncurkan.\n\nSebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah sedang menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik.\n\nRencananya, pemerintah akan memberikan insentif untuk masing-masing 100 ribu unit mobil listrik dan sepeda motor listrik pada tahun ini.\n\nUntuk sepeda motor listrik, pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp5 juta per unit.\n\nKata Purbaya, akan ada dua skema pemberian insentif, yaitu PPN DTP sebesar 100 persen dan 40 persen. Nilai suntikan PPN DTP akan bergantung pada jenis baterai pada kendaraan listrik tersebut.\n\nInsentif ini merupakan bagian dari program percepatan adopsi kendaraan listrik. Purbaya berpendapat insentif kendaraan listrik diberikan untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) di tengah harga minyak global yang diperkirakan masih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.\n\n(Andrian Pratama Taher / )\n\n#FlashTirto #MotorListrik #MobilListrik #Insentif #Pajak", "post_id": "3925554554646180139_2279778212"}}, {"key": "infokrw", "attributes": {"label": "infokrw", "x": 510.63339284866174, "y": 262.2835883118544, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925714092228387469_3735465740", "id": "infokrw", "source": "instagram-000001", "content": "Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menggagalkan peredaran pakaian dan tas bekas impor ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok dan Kalimantan Barat. Barang tersebut diduga diimpor secara ilegal dari luar negeri.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penindakan dilakukan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok terhadap 43 peti kemas yang kedapatan telah mengangkut pakaian bekas impor ilegal. Penindakan juga dilakukan di dua lokasi pergudangan di Kalimantan Barat, yang diduga menjadi lokasi penimbunan baju bekas impor ilegal dalam jumlah besar.\n\nPurbaya menjelaskan, penindakan terhadap 43 kontainer ballpress di Tanjung Priok bermula dari informasi yang diterima Bea Cukai pada Rabu 17 Juni 2026 yang lalu. informasi itu mengungkap soal dugaan pengiriman pakaian bekas impor ilegal menggunakan KM Eden Mas dengan rute Pelabuhan Dwikora di Pontianak, menuju Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara.\n\nBerdasarkan hasil pendalaman, kapal tersebut mengangkut total 268 peti kemas, dengan rincian 222 peti kemas kosong. Sementara, 46 peti kemas lainnya disebut memuat mie instan, kargo umum, dan barang pindahan. Setelah dicek ternyata 43 peti kemas di antaranya justru mengangkut baju bekas impor ilegal.\n\n“Hingga tanggal 22 Juni 2026 pemeriksaan terhadap 19 kontainer menemukan 2.067 ballpress berisi pakaian, aksesori pakaian, dan tas bekas. Total muatan pada 43 kontainer diperkirakan mencapai 4.687 ball dengan nilai ekonomi sekitar Rp 37,5 miliar,” ujar Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026).\n\nSumber finance.detik.com | Video  #infokrw #karawang #beacukai #thrifting", "post_id": "3925714092228387469_3735465740"}}, {"key": "vinelsapri_", "attributes": {"label": "vinelsapri_", "x": 527.8542182691212, "y": 529.3302412427763, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654399835172343058", "id": "vinelsapri_", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski rupiah sempat melemah. APBN disebut terus mendukung program prioritas dan stabilitas ekonomi nasional. Sumber:  #PRI #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7654399835172343058"}}, {"key": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "cnbcindonesia", "x": 894.6014389686579, "y": 372.3915882891332, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654399835172343058", "id": "cnbcindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski rupiah sempat melemah. APBN disebut terus mendukung program prioritas dan stabilitas ekonomi nasional. Sumber:  #PRI #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7654399835172343058"}}, {"key": "rahman_priiiii", "attributes": {"label": "rahman_priiiii", "x": 764.2822906277996, "y": 308.05747750084936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654162543581089045", "id": "rahman_priiiii", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026, melampaui rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Di tengah pertumbuhan tersebut, inflasi tetap terjaga pada level 3,08 persen per Mei 2026, mencerminkan stabilitas harga yang terkendali. Purbaya juga menyoroti ketahanan ekonomi nasional yang didukung pengelolaan fiskal prudent, ketahanan energi yang kuat, serta berbagai indikator domestik yang tetap ekspansif. Dari sisi eksternal, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut dengan cadangan devisa mencapai USD144,9 miliar, memperkuat daya tahan ekonomi menghadapi gejolak global. Sc:  #PRI #partairakyatindonesia #tumbuhbersamarakyat #majurakyatnyajagabangsanya #koalisiindonesiamaju", "post_id": "7654162543581089045"}}, {"key": "medkompol", "attributes": {"label": "medkompol", "x": 704.2487551154285, "y": 483.485963872914, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654162543581089045", "id": "medkompol", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026, melampaui rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Di tengah pertumbuhan tersebut, inflasi tetap terjaga pada level 3,08 persen per Mei 2026, mencerminkan stabilitas harga yang terkendali. Purbaya juga menyoroti ketahanan ekonomi nasional yang didukung pengelolaan fiskal prudent, ketahanan energi yang kuat, serta berbagai indikator domestik yang tetap ekspansif. Dari sisi eksternal, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut dengan cadangan devisa mencapai USD144,9 miliar, memperkuat daya tahan ekonomi menghadapi gejolak global. Sc:  #PRI #partairakyatindonesia #tumbuhbersamarakyat #majurakyatnyajagabangsanya #koalisiindonesiamaju", "post_id": "7654162543581089045"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 482.90992258917953, "y": 86.81171756008077, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FqJjYp8vbLI", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA Sebut Nama Sri Mulyani, Merasa Berdosa Soal Aturan ‘Warisan’ Menkeu : Jangan Salahkan Saya\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung nama Sri Mulyani terkait pemotongan dana bagi hasil ke daerah.\n\nPurbaya mengatakan bahwa aturan tersebut merupakan warisan dari Menteri Keuangan sebelumnya Sri Mulyani.\n\nPurbaya menegaskan bahwa memang ada aturan yang memperbolehkan kebijakan ini dalam UU APBN.\n\nEditor Video : Fanry Maulana\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "FqJjYp8vbLI"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 858.8550253352206, "y": 914.1093676052554, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4865, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "FqJjYp8vbLI", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA Sebut Nama Sri Mulyani, Merasa Berdosa Soal Aturan ‘Warisan’ Menkeu : Jangan Salahkan Saya\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung nama Sri Mulyani terkait pemotongan dana bagi hasil ke daerah.\n\nPurbaya mengatakan bahwa aturan tersebut merupakan warisan dari Menteri Keuangan sebelumnya Sri Mulyani.\n\nPurbaya menegaskan bahwa memang ada aturan yang memperbolehkan kebijakan ini dalam UU APBN.\n\nEditor Video : Fanry Maulana\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "FqJjYp8vbLI"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 815.7610083746918, "y": 710.1061854604175, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "oGKc-PZpSwk", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Tak Terduga! Purbaya Blak-blakan Fakta di Balik Penurunan Utang Era SBY: Waktu Zaman Jokowi ...\n\nMERDEKA.COM - Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melaksanakan rapat kerja bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN serta Kepala BPS di Ruang GBHN, Jakarta, Senin (22/6).\n\nPurbaya mengungkapkan saat rapat fakta di balik penurunan utang sewaktu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Purbaya juga sempat menyinggung perkembangan utang era Jokowi.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "oGKc-PZpSwk"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 870.791606454591, "y": 707.2863658104153, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1784, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "oGKc-PZpSwk", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "Tak Terduga! Purbaya Blak-blakan Fakta di Balik Penurunan Utang Era SBY: Waktu Zaman Jokowi ...\n\nMERDEKA.COM - Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melaksanakan rapat kerja bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN serta Kepala BPS di Ruang GBHN, Jakarta, Senin (22/6).\n\nPurbaya mengungkapkan saat rapat fakta di balik penurunan utang sewaktu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Purbaya juga sempat menyinggung perkembangan utang era Jokowi.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "oGKc-PZpSwk"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 772.0003406475762, "y": 344.6449146707531, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "qKXY69b30P4", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Kerugian Negara 41 Miliar! Menkeu Purbaya Tindak Tegas Pakaian Bekas Ilegal | BN\n\nMenteri Keuangan, Purbaya, mengumumkan langkah tegas dalam pemberantasan importasi pakaian bekas ilegal. Tindakan ini diambil setelah audit mengungkapkan kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp41 miliar.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: dimas\n\n#BreakingNews #Menkeu #Purbaya #PakaianBekas #KerugianNegara #SindoToday\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "qKXY69b30P4"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 853.7100903702107, "y": 179.12849255035178, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8108, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qKXY69b30P4", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Kerugian Negara 41 Miliar! Menkeu Purbaya Tindak Tegas Pakaian Bekas Ilegal | BN\n\nMenteri Keuangan, Purbaya, mengumumkan langkah tegas dalam pemberantasan importasi pakaian bekas ilegal. Tindakan ini diambil setelah audit mengungkapkan kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp41 miliar.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: dimas\n\n#BreakingNews #Menkeu #Purbaya #PakaianBekas #KerugianNegara #SindoToday\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "qKXY69b30P4"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 688.4488951068445, "y": 86.98173996325941, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8108, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qKXY69b30P4", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Kerugian Negara 41 Miliar! Menkeu Purbaya Tindak Tegas Pakaian Bekas Ilegal | BN\n\nMenteri Keuangan, Purbaya, mengumumkan langkah tegas dalam pemberantasan importasi pakaian bekas ilegal. Tindakan ini diambil setelah audit mengungkapkan kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp41 miliar.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: dimas\n\n#BreakingNews #Menkeu #Purbaya #PakaianBekas #KerugianNegara #SindoToday\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "qKXY69b30P4"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 565.9071562073146, "y": 395.3508679424964, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8108, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qKXY69b30P4", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Kerugian Negara 41 Miliar! Menkeu Purbaya Tindak Tegas Pakaian Bekas Ilegal | BN\n\nMenteri Keuangan, Purbaya, mengumumkan langkah tegas dalam pemberantasan importasi pakaian bekas ilegal. Tindakan ini diambil setelah audit mengungkapkan kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut telah menyentuh angka fantastis, yakni Rp41 miliar.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: dimas\n\n#BreakingNews #Menkeu #Purbaya #PakaianBekas #KerugianNegara #SindoToday\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "qKXY69b30P4"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 668.7754330776921, "y": 141.37015757592897, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 562.1658490840448, "y": 667.1721632809624, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GroVPmfjsXU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Yakin Harga Pertamax akan Segera Turun, Menkeu Purbaya Beberkan Alasannya\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, harga BBM nonsubsidi Pertamax akan segera turun, seiring dengan harga minyak dunia yang mulai terkoreksi.\n\nPurbaya optimistis, terbukanya peluang damai antara AS dan Iran dapat memulihkan harga minyak global.\n\nMenurutnya, penurunan harga global akan membuat harga BBM nonsubsidi kembali stabil.\n\nPurbaya sempat mengaku terpaksa menaikkan harga BBM nonsubsidi, demi memitigasi dampak global.\n\nIa pun menambahkan, kondisi ekonomi Indonesia lambat laun juga menunjukkan perbaikan, salah satunya adalah dengan kembali menguatnya rupiah atas dolar Amerika Serikat.\n\n#menkeu #purbaya #pertamax #nonsubsidi #hargabbm \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "GroVPmfjsXU"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 671.3871181306633, "y": 45.65531647442433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "6Tm6Q_zE1Vc", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "DPD Minta Program MBG Dihentikan, Menkeu Purbaya Jawab Begini\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota DPD RI Habib Ali Alwi melontarkan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan disampaikan Habib dalam rapat Komisi IV DPD RI dengan Menteri Keuangan, Kepala BAPPENAS, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (22/6/2026).\n\nHabib menilai program itu bukan prioritas jika dibandingkan dengan kondisi pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Menurut Habib dana MBG bisa dialihkan ke sana. \n\n\"Makanya saya bilang MBG sudah setop dulu untuk sementara. Bikin kajian ulang lagi yang bagus,\" ungkap Habib Ali (8:32).\n\nMenanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat terbuka terhadap masukan dari legislatif, sembari memberi isyarat bahwa penyesuaian program akan terus disesuaikan dengan realitas ekonomi yang ada.\n\n\"Jadi bapak presiden tidak tertutup kepada masukan-masukan. Jadi kalau selama ini masukan kurang keras, bapak-bapak mungkin kurang keras suaranya. Dikeraskan lagi,\" jawab Purbaya bercanda di ruang rapat.\n\n#purbaya #menkeu #dpd #mbg \n\nEditor: Novaltri\nProduser: Dian\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "6Tm6Q_zE1Vc"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 353.7570904583279, "y": 382.9833845749402, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7297, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "6Tm6Q_zE1Vc", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "DPD Minta Program MBG Dihentikan, Menkeu Purbaya Jawab Begini\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota DPD RI Habib Ali Alwi melontarkan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan disampaikan Habib dalam rapat Komisi IV DPD RI dengan Menteri Keuangan, Kepala BAPPENAS, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (22/6/2026).\n\nHabib menilai program itu bukan prioritas jika dibandingkan dengan kondisi pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Menurut Habib dana MBG bisa dialihkan ke sana. \n\n\"Makanya saya bilang MBG sudah setop dulu untuk sementara. Bikin kajian ulang lagi yang bagus,\" ungkap Habib Ali (8:32).\n\nMenanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat terbuka terhadap masukan dari legislatif, sembari memberi isyarat bahwa penyesuaian program akan terus disesuaikan dengan realitas ekonomi yang ada.\n\n\"Jadi bapak presiden tidak tertutup kepada masukan-masukan. Jadi kalau selama ini masukan kurang keras, bapak-bapak mungkin kurang keras suaranya. Dikeraskan lagi,\" jawab Purbaya bercanda di ruang rapat.\n\n#purbaya #menkeu #dpd #mbg \n\nEditor: Novaltri\nProduser: Dian\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "6Tm6Q_zE1Vc"}}, {"key": "@tribuntimur", "attributes": {"label": "@tribuntimur", "x": 784.0587663279969, "y": 816.6326534219174, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vKTqa1nTZzo", "id": "@tribuntimur", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Seiring Minyak Dunia Melemah\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\nTRIBUN-TIMUR.COM - Video ini membahas  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal kuat mengenai potensi penurunan harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green 95. \n\nPeluang ini muncul karena melemahnya harga minyak dunia serta mulai stabilnya kondisi ekonomi nasional setelah melewati tekanan geopolitik global yang berat. \n\n“Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,\" ujar Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).\n\nPemerintah meyakini bahwa biaya energi yang lebih rendah akan memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.(TRIBUN-TIMUR.COM)\n\nUpdate info terkini via http://tribun-timur.com/\n\nFollow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks\nYouTube business inquiries: 081144407111\nFollow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur\nFollow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur\n\nSumber: Kompas.com\nYoutube: \nNaskah: Sakinah Sudin\nEditor Video:  Abdul Rahman\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudhiSadewa #KebijakanEkonomi #DPDRI\n#HargaPertamax #BBMTurun #PertamaxTurun #EkonomiIndonesia #BeritaTerkini #Pertamax #PertamaxGreen95 #BBMNonSubsidi #Pertamina #InfoBBM #tribuntimur #tribunviral \n\n\n\nDISCLAIMER: Audio konten ini menggunakan notebooklm", "post_id": "vKTqa1nTZzo"}}, {"key": "tribunnews", "attributes": {"label": "tribunnews", "x": 189.19198059838195, "y": 426.9094765001621, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vKTqa1nTZzo", "id": "tribunnews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Seiring Minyak Dunia Melemah\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\nTRIBUN-TIMUR.COM - Video ini membahas  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal kuat mengenai potensi penurunan harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green 95. \n\nPeluang ini muncul karena melemahnya harga minyak dunia serta mulai stabilnya kondisi ekonomi nasional setelah melewati tekanan geopolitik global yang berat. \n\n“Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat,\" ujar Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).\n\nPemerintah meyakini bahwa biaya energi yang lebih rendah akan memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.(TRIBUN-TIMUR.COM)\n\nUpdate info terkini via http://tribun-timur.com/\n\nFollow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks\nYouTube business inquiries: 081144407111\nFollow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur\nFollow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur\n\nSumber: Kompas.com\nYoutube: \nNaskah: Sakinah Sudin\nEditor Video:  Abdul Rahman\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudhiSadewa #KebijakanEkonomi #DPDRI\n#HargaPertamax #BBMTurun #PertamaxTurun #EkonomiIndonesia #BeritaTerkini #Pertamax #PertamaxGreen95 #BBMNonSubsidi #Pertamina #InfoBBM #tribuntimur #tribunviral \n\n\n\nDISCLAIMER: Audio konten ini menggunakan notebooklm", "post_id": "vKTqa1nTZzo"}}, {"key": "@wartakotaproduction", "attributes": {"label": "@wartakotaproduction", "x": 90.19040131468469, "y": 214.7954306448837, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "gMCruzwZ5kY", "id": "@wartakotaproduction", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Ungkap 43 Kontainer Balpres Ilegal, Pemerintah Kejar Aktor Utama\n\nDownload Aplikasi Berita TribunX di Playstore atau App Store Untuk dapatkan Pengalaman Terbaru\n\nWARTAKOTALIVE.COM, Jakarta - \n\nPemerintah membongkar modus penyelundupan pakaian bekas impor ilegal atau balpres yang selama ini masuk ke Indonesia melalui jalur perbatasan di Kalimantan. Modus tersebut terungkap setelah aparat berhasil menyita 43 kontainer berisi ribuan bal pakaian bekas impor ilegal dengan nilai ekonomi mencapai Rp37,5 miliar.\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama lintas instansi yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, TNI, Kepolisian, serta Kejaksaan dalam upaya memberantas praktik impor ilegal yang merugikan negara dan mengancam industri dalam negeri.\nMenurut Purbaya, hasil investigasi menunjukkan barang-barang tersebut tidak masuk langsung melalui pelabuhan utama. Para pelaku memanfaatkan wilayah perbatasan di Kalimantan sebagai pintu masuk awal sebelum barang dikumpulkan di sejumlah gudang penimbunan.\nDirektur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menjelaskan bahwa pola tersebut sengaja dirancang untuk menghindari pengawasan terhadap barang impor. Dengan memanfaatkan jalur domestik setelah barang berada di dalam wilayah Indonesia, pelaku berupaya menyamarkan asal-usul barang sehingga lebih sulit terdeteksi.\n\nPenulis dan vo        : Joanita Ary\nSumber Video         : Kompas TV\nEditor Video            : Angga Bhagya Nugraha\nUploader                 : Angga Bhagya Nugraha\n\nPantau informasi terupdate melalui sosial kami:\nInstagram:   / wartakotalive  \nTwitter:   / wartakotalive  \nFacebook:   / wartakotalive  \nTikTok :", "post_id": "gMCruzwZ5kY"}}, {"key": "wartakotalive.com", "attributes": {"label": "wartakotalive.com", "x": 836.3760595950831, "y": 264.263947799081, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gMCruzwZ5kY", "id": "wartakotalive.com", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Ungkap 43 Kontainer Balpres Ilegal, Pemerintah Kejar Aktor Utama\n\nDownload Aplikasi Berita TribunX di Playstore atau App Store Untuk dapatkan Pengalaman Terbaru\n\nWARTAKOTALIVE.COM, Jakarta - \n\nPemerintah membongkar modus penyelundupan pakaian bekas impor ilegal atau balpres yang selama ini masuk ke Indonesia melalui jalur perbatasan di Kalimantan. Modus tersebut terungkap setelah aparat berhasil menyita 43 kontainer berisi ribuan bal pakaian bekas impor ilegal dengan nilai ekonomi mencapai Rp37,5 miliar.\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama lintas instansi yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, TNI, Kepolisian, serta Kejaksaan dalam upaya memberantas praktik impor ilegal yang merugikan negara dan mengancam industri dalam negeri.\nMenurut Purbaya, hasil investigasi menunjukkan barang-barang tersebut tidak masuk langsung melalui pelabuhan utama. Para pelaku memanfaatkan wilayah perbatasan di Kalimantan sebagai pintu masuk awal sebelum barang dikumpulkan di sejumlah gudang penimbunan.\nDirektur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menjelaskan bahwa pola tersebut sengaja dirancang untuk menghindari pengawasan terhadap barang impor. Dengan memanfaatkan jalur domestik setelah barang berada di dalam wilayah Indonesia, pelaku berupaya menyamarkan asal-usul barang sehingga lebih sulit terdeteksi.\n\nPenulis dan vo        : Joanita Ary\nSumber Video         : Kompas TV\nEditor Video            : Angga Bhagya Nugraha\nUploader                 : Angga Bhagya Nugraha\n\nPantau informasi terupdate melalui sosial kami:\nInstagram:   / wartakotalive  \nTwitter:   / wartakotalive  \nFacebook:   / wartakotalive  \nTikTok :", "post_id": "gMCruzwZ5kY"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 711.6598583616363, "y": 442.45388983417575, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "QwKHgzQt4E0", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Telusuri Jaringan 43 Kontainer Pakaian Bekas Ilegal di Tanjung Priok\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa proses penegakan hukum tidak berhenti pada tahap penyitaan barang. Pemerintah saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab, mulai dari pengirim, pemilik kontainer, hingga jaringan distribusi di lapangan.\n\nSelain itu, pemerintah juga akan menelusuri kepemilikan gudang penimbunan di Kalimantan Barat serta pihak-pihak yang terkait dengan 43 kontainer yang telah diamankan di Jakarta.\n\n“Keberhasilan pengungkapan ini adalah hasil sinergi Bea Cukai, BAIS, TNI, Kejaksaan, dan Polri. Pengawasan berbasis intelijen ini akan terus diperkuat untuk memutus rantai peredaran barang ilegal,” ujar Purbaya dalam keterangannya.\n\nPemerintah menegaskan seluruh proses penindakan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen negara dalam melindungi industri dalam negeri dari masuknya barang impor ilegal.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#BallpressIlegal #tanjungpriok  #MenkeuPurbaya #beacukai  #SinergiInstansi #PenegakanHukum #ImporIlegal #ekonomi #PerlindunganIndustri #IndonesiaBersihIlegal #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "QwKHgzQt4E0"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 245.4688137211528, "y": 611.716004070422, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QwKHgzQt4E0", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Telusuri Jaringan 43 Kontainer Pakaian Bekas Ilegal di Tanjung Priok\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa proses penegakan hukum tidak berhenti pada tahap penyitaan barang. Pemerintah saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab, mulai dari pengirim, pemilik kontainer, hingga jaringan distribusi di lapangan.\n\nSelain itu, pemerintah juga akan menelusuri kepemilikan gudang penimbunan di Kalimantan Barat serta pihak-pihak yang terkait dengan 43 kontainer yang telah diamankan di Jakarta.\n\n“Keberhasilan pengungkapan ini adalah hasil sinergi Bea Cukai, BAIS, TNI, Kejaksaan, dan Polri. Pengawasan berbasis intelijen ini akan terus diperkuat untuk memutus rantai peredaran barang ilegal,” ujar Purbaya dalam keterangannya.\n\nPemerintah menegaskan seluruh proses penindakan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen negara dalam melindungi industri dalam negeri dari masuknya barang impor ilegal.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#BallpressIlegal #tanjungpriok  #MenkeuPurbaya #beacukai  #SinergiInstansi #PenegakanHukum #ImporIlegal #ekonomi #PerlindunganIndustri #IndonesiaBersihIlegal #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "QwKHgzQt4E0"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 167.2466878728749, "y": 199.66771555557239, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "HuGsEl2JZ1Q", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Ingin Ada Tambahan Layer Cukai Baru Untuk Rokok Ilegal | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikeras untuk menetapkan layer cukai hasil tembakau baru (CHT) yang ditujukan untuk menarik produsen rokok ilegal menjadi legal.Ia pun memastikan, akan melakukan kajian mendalam sebelum mengajukan penetapan layer baru cukai rokok itu ke DPR, sesuai usulan para anggota dewan. Menurutnya, hingga kini Kementerian Keuangan memang belum melakukan rapat konsultasi untuk penetapan layer cukai rokok baru itu ke DPR, karena kajian yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan masih dilakukan.\n\nAnggota Komisi IX DPR RI Nurhadi berpendapat wacana penambahan layer baru cukai hasil tembakau (CHT) untuk mengakomodir rokok ilegal dinilai berisiko memicu distorsi pasar, hingga membuka ruang moral hazard.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "HuGsEl2JZ1Q"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 447.99386462225357, "y": 600.4885784025673, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HuGsEl2JZ1Q", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Ingin Ada Tambahan Layer Cukai Baru Untuk Rokok Ilegal | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikeras untuk menetapkan layer cukai hasil tembakau baru (CHT) yang ditujukan untuk menarik produsen rokok ilegal menjadi legal.Ia pun memastikan, akan melakukan kajian mendalam sebelum mengajukan penetapan layer baru cukai rokok itu ke DPR, sesuai usulan para anggota dewan. Menurutnya, hingga kini Kementerian Keuangan memang belum melakukan rapat konsultasi untuk penetapan layer cukai rokok baru itu ke DPR, karena kajian yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan masih dilakukan.\n\nAnggota Komisi IX DPR RI Nurhadi berpendapat wacana penambahan layer baru cukai hasil tembakau (CHT) untuk mengakomodir rokok ilegal dinilai berisiko memicu distorsi pasar, hingga membuka ruang moral hazard.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "HuGsEl2JZ1Q"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 495.9258784596046, "y": 302.572271946849, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HuGsEl2JZ1Q", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Ingin Ada Tambahan Layer Cukai Baru Untuk Rokok Ilegal | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikeras untuk menetapkan layer cukai hasil tembakau baru (CHT) yang ditujukan untuk menarik produsen rokok ilegal menjadi legal.Ia pun memastikan, akan melakukan kajian mendalam sebelum mengajukan penetapan layer baru cukai rokok itu ke DPR, sesuai usulan para anggota dewan. Menurutnya, hingga kini Kementerian Keuangan memang belum melakukan rapat konsultasi untuk penetapan layer cukai rokok baru itu ke DPR, karena kajian yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan masih dilakukan.\n\nAnggota Komisi IX DPR RI Nurhadi berpendapat wacana penambahan layer baru cukai hasil tembakau (CHT) untuk mengakomodir rokok ilegal dinilai berisiko memicu distorsi pasar, hingga membuka ruang moral hazard.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "HuGsEl2JZ1Q"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 140.46109006772377, "y": 754.0090520463219, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HuGsEl2JZ1Q", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Ingin Ada Tambahan Layer Cukai Baru Untuk Rokok Ilegal | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikeras untuk menetapkan layer cukai hasil tembakau baru (CHT) yang ditujukan untuk menarik produsen rokok ilegal menjadi legal.Ia pun memastikan, akan melakukan kajian mendalam sebelum mengajukan penetapan layer baru cukai rokok itu ke DPR, sesuai usulan para anggota dewan. Menurutnya, hingga kini Kementerian Keuangan memang belum melakukan rapat konsultasi untuk penetapan layer cukai rokok baru itu ke DPR, karena kajian yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan masih dilakukan.\n\nAnggota Komisi IX DPR RI Nurhadi berpendapat wacana penambahan layer baru cukai hasil tembakau (CHT) untuk mengakomodir rokok ilegal dinilai berisiko memicu distorsi pasar, hingga membuka ruang moral hazard.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "HuGsEl2JZ1Q"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 937.737972743745, "y": 710.7873183269135, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.973, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "DTBDMA3h5wY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Bea Cukai Bongkar Sindikat Balpres Rp37,5 Miliar | IDXC SHORT\n\nDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil membongkar sindikat peredaran pakaian bekas impor ilegal (balpres) jaringan antar-pulau dalam operasi penindakan di Jakarta dan Kalimantan Barat.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hingga 22 Juni 2026 petugas telah memeriksa 19 dari total 43 kontainer yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 2.067 bal berisi pakaian, aksesori, dan tas bekas ilegal.\n\nJika seluruh kontainer selesai diperiksa, jumlah barang selundupan diperkirakan mencapai 4.687 bal dengan nilai ekonomi sekitar Rp37,5 miliar. Sementara itu, operasi lanjutan di Kalimantan Barat juga berhasil menyita 2.060 bal pakaian bekas ilegal senilai Rp16,48 miliar.\n\nPemerintah menegaskan langkah ini merupakan upaya melindungi industri tekstil dalam negeri sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dari risiko barang bekas impor ilegal. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "DTBDMA3h5wY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 263.1608917846093, "y": 276.89238646600126, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5482, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DTBDMA3h5wY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Bea Cukai Bongkar Sindikat Balpres Rp37,5 Miliar | IDXC SHORT\n\nDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil membongkar sindikat peredaran pakaian bekas impor ilegal (balpres) jaringan antar-pulau dalam operasi penindakan di Jakarta dan Kalimantan Barat.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hingga 22 Juni 2026 petugas telah memeriksa 19 dari total 43 kontainer yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 2.067 bal berisi pakaian, aksesori, dan tas bekas ilegal.\n\nJika seluruh kontainer selesai diperiksa, jumlah barang selundupan diperkirakan mencapai 4.687 bal dengan nilai ekonomi sekitar Rp37,5 miliar. Sementara itu, operasi lanjutan di Kalimantan Barat juga berhasil menyita 2.060 bal pakaian bekas ilegal senilai Rp16,48 miliar.\n\nPemerintah menegaskan langkah ini merupakan upaya melindungi industri tekstil dalam negeri sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dari risiko barang bekas impor ilegal. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "DTBDMA3h5wY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 564.0683430092087, "y": 118.31352754561519, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5482, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DTBDMA3h5wY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Bea Cukai Bongkar Sindikat Balpres Rp37,5 Miliar | IDXC SHORT\n\nDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil membongkar sindikat peredaran pakaian bekas impor ilegal (balpres) jaringan antar-pulau dalam operasi penindakan di Jakarta dan Kalimantan Barat.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hingga 22 Juni 2026 petugas telah memeriksa 19 dari total 43 kontainer yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 2.067 bal berisi pakaian, aksesori, dan tas bekas ilegal.\n\nJika seluruh kontainer selesai diperiksa, jumlah barang selundupan diperkirakan mencapai 4.687 bal dengan nilai ekonomi sekitar Rp37,5 miliar. Sementara itu, operasi lanjutan di Kalimantan Barat juga berhasil menyita 2.060 bal pakaian bekas ilegal senilai Rp16,48 miliar.\n\nPemerintah menegaskan langkah ini merupakan upaya melindungi industri tekstil dalam negeri sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dari risiko barang bekas impor ilegal. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "DTBDMA3h5wY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 565.7874689509964, "y": 936.0705443398244, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5482, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "DTBDMA3h5wY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Bea Cukai Bongkar Sindikat Balpres Rp37,5 Miliar | IDXC SHORT\n\nDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil membongkar sindikat peredaran pakaian bekas impor ilegal (balpres) jaringan antar-pulau dalam operasi penindakan di Jakarta dan Kalimantan Barat.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hingga 22 Juni 2026 petugas telah memeriksa 19 dari total 43 kontainer yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 2.067 bal berisi pakaian, aksesori, dan tas bekas ilegal.\n\nJika seluruh kontainer selesai diperiksa, jumlah barang selundupan diperkirakan mencapai 4.687 bal dengan nilai ekonomi sekitar Rp37,5 miliar. Sementara itu, operasi lanjutan di Kalimantan Barat juga berhasil menyita 2.060 bal pakaian bekas ilegal senilai Rp16,48 miliar.\n\nPemerintah menegaskan langkah ini merupakan upaya melindungi industri tekstil dalam negeri sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dari risiko barang bekas impor ilegal. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "DTBDMA3h5wY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 852.7617226361122, "y": 260.1003596087348, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5482, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DTBDMA3h5wY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Bea Cukai Bongkar Sindikat Balpres Rp37,5 Miliar | IDXC SHORT\n\nDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil membongkar sindikat peredaran pakaian bekas impor ilegal (balpres) jaringan antar-pulau dalam operasi penindakan di Jakarta dan Kalimantan Barat.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hingga 22 Juni 2026 petugas telah memeriksa 19 dari total 43 kontainer yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 2.067 bal berisi pakaian, aksesori, dan tas bekas ilegal.\n\nJika seluruh kontainer selesai diperiksa, jumlah barang selundupan diperkirakan mencapai 4.687 bal dengan nilai ekonomi sekitar Rp37,5 miliar. Sementara itu, operasi lanjutan di Kalimantan Barat juga berhasil menyita 2.060 bal pakaian bekas ilegal senilai Rp16,48 miliar.\n\nPemerintah menegaskan langkah ini merupakan upaya melindungi industri tekstil dalam negeri sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dari risiko barang bekas impor ilegal. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "DTBDMA3h5wY"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 732.3717173196185, "y": 937.8843494379536, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5482, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DTBDMA3h5wY", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Bea Cukai Bongkar Sindikat Balpres Rp37,5 Miliar | IDXC SHORT\n\nDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil membongkar sindikat peredaran pakaian bekas impor ilegal (balpres) jaringan antar-pulau dalam operasi penindakan di Jakarta dan Kalimantan Barat.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hingga 22 Juni 2026 petugas telah memeriksa 19 dari total 43 kontainer yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 2.067 bal berisi pakaian, aksesori, dan tas bekas ilegal.\n\nJika seluruh kontainer selesai diperiksa, jumlah barang selundupan diperkirakan mencapai 4.687 bal dengan nilai ekonomi sekitar Rp37,5 miliar. Sementara itu, operasi lanjutan di Kalimantan Barat juga berhasil menyita 2.060 bal pakaian bekas ilegal senilai Rp16,48 miliar.\n\nPemerintah menegaskan langkah ini merupakan upaya melindungi industri tekstil dalam negeri sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dari risiko barang bekas impor ilegal. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "DTBDMA3h5wY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 573.5957200769683, "y": 432.80653475859265, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5482, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DTBDMA3h5wY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Bea Cukai Bongkar Sindikat Balpres Rp37,5 Miliar | IDXC SHORT\n\nDirektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan berhasil membongkar sindikat peredaran pakaian bekas impor ilegal (balpres) jaringan antar-pulau dalam operasi penindakan di Jakarta dan Kalimantan Barat.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, hingga 22 Juni 2026 petugas telah memeriksa 19 dari total 43 kontainer yang diamankan. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan 2.067 bal berisi pakaian, aksesori, dan tas bekas ilegal.\n\nJika seluruh kontainer selesai diperiksa, jumlah barang selundupan diperkirakan mencapai 4.687 bal dengan nilai ekonomi sekitar Rp37,5 miliar. Sementara itu, operasi lanjutan di Kalimantan Barat juga berhasil menyita 2.060 bal pakaian bekas ilegal senilai Rp16,48 miliar.\n\nPemerintah menegaskan langkah ini merupakan upaya melindungi industri tekstil dalam negeri sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dari risiko barang bekas impor ilegal. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "DTBDMA3h5wY"}}], "edges": [{"key": "frnzgn", "source": "frnzgn", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "frnzgn", "source": "frnzgn", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "BorobudurNews_", "source": "BorobudurNews_", "target": "BorobudurNews_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "BorobudurNews_", "source": "BorobudurNews_", "target": "BorobudurNews_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ciput84725571", "source": "Ciput84725571", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ciput84725571", "source": "Ciput84725571", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irwan_ramali", "source": "irwan_ramali", "target": "Metro_TV", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irwan_ramali", "source": "irwan_ramali", "target": "Metro_TV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kipyiksamgong", "source": "kipyiksamgong", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kipyiksamgong", "source": "kipyiksamgong", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Basuki80844076", "source": "Basuki80844076", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Basuki80844076", "source": "Basuki80844076", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "astilov3", "source": "astilov3", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "astilov3", "source": "astilov3", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "beulangong174", "source": "beulangong174", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "beulangong174", "source": "beulangong174", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "clarafelle", "source": "clarafelle", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "clarafelle", "source": "clarafelle", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sekitaran_jakut", "source": "sekitaran_jakut", "target": "beacukaipriok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tirtoid", "source": "tirtoid", "target": "Tirto.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infokrw", "source": "infokrw", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vinelsapri_", "source": "vinelsapri_", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rahman_priiiii", "source": "rahman_priiiii", "target": "medkompol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntimur", "source": "@tribuntimur", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wartakotaproduction", "source": "@wartakotaproduction", "target": "wartakotalive.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}