{"nodes": [{"key": "KerjaHasil_id", "attributes": {"label": "KerjaHasil_id", "x": 135.17931465924272, "y": 12.014294531170977, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069213619452285007", "id": "KerjaHasil_id", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "BEMUI_Official", "attributes": {"label": "BEMUI_Official", "x": 793.5314592811782, "y": 122.5059620508071, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.6483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069213619452285007", "id": "BEMUI_Official", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "univ_indonesia", "attributes": {"label": "univ_indonesia", "x": 778.7626866842221, "y": 100.23720271498459, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.6483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069213619452285007", "id": "univ_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 411.7321115759282, "y": 961.3711346752594, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 971.3957573210589, "y": 780.1418499401767, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.3855, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 481.98428492267664, "y": 373.8770450415717, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 152.7395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925548207262555034_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah mengumumkan delapan stimulus ekonomi untuk kuartal II dan Semester II-2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perekonomia global masih menghadapi dinamika dan ketidakpastian yang cukup tinggi.\n\nMeskipun konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, dampak yang ditimbulkan masih memengaruhi kondisi ekonomi dan pasar global. \n\nDalam menghadapi situasi tersebut, Pemerintah terus mengambil langkah-langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi kuartal II & Semester II-2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/pemerintah-umumkan-8-stimulus-ekonomi-rp2634-triliun-ini-daftarnya\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stimulus #ekonomiindonesia #stimulusekonomi", "post_id": "3925548207262555034_3310659452"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "attributes": {"label": "suaramuslimahjabar", "x": 218.60130685553202, "y": 932.6826317336225, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1448854383933986", "id": "suaramuslimahjabar", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus\n\nPersatuan Negeri Muslim Adalah Kewajiban, Bukan Pilihan!\n\nPresiden Iran Masoud Pezeshkian meyakini bahwa jika dunia Islam bersatu, Entitas Zion*s tidak akan berani menyerang negeri-negeri Islam. Pernyataan itu disampaikan saat ia menerima kunjungan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi di Teheran, Ahad (17-5-2026).\n\nPezeshkian menegaskan bahwa Iran ingin membangun hubungan yang tulus dan berkelanjutan dengan negeri-negeri Islam di kawasan, khususnya dengan negara tetangga di Teluk Persia. Namun menurutnya, Amerika Serikat (AS) dan Zion*s Yahudi selama ini terus berupaya memecah belah negara-negara Islam melalui proyek-proyek yang menimbulkan ketidakpercayaan satu sama lain.\n\nMengubah Peta Kekuatan\n\nIran secara aktif sedang berupaya mengubah peta kekuatan di Timur Tengah melalui strategi asimetris, perang proksi, dan diplomasi regional. Ambisi utamanya adalah melawan hegemoni AS dan Zion*s Yahudi. Strategi asimetris ditempuh Iran dengan mengandalkan persenjataan yang relatif murah, tetapi efektif seperti drone kamikaze dan rudal balistik, untuk menembus sistem pertahanan musuh. Iran juga mampu menekan ekonomi global dengan menguasai Selat Hormuz\n\nAjakan Presiden Iran agar negara-negara Teluk bersatu merupakan strategi diplomasi untuk memecah aliansi Barat-Arab, mengamankan rezim dari serangan luar, dan mengukuhkan posisi Teheran sebagai kekuatan utama di Timur Tengah. Namun, negara-negara Teluk tetap skeptis karena Iran belum menghentikan dukungan dana dan senjata bagi milisi “Poros Perlawanan” yang kerap mengancam stabilitas internal. \n\nDi sisi lain, AS tidak akan pernah membiarkan sekutunya bekerja sama dengan Iran. Ancaman Trump baru-baru ini untuk menyerang Oman jika berkolaborasi dengan Iran dalam menguasai Selat Hormuz menjadi bukti nyata.\n\nNasionalisme Penghalang Persatuan\n\nNasionalisme berbasis nation-state dirancang penjajah untuk memecah belah dunia Islam. Sejak kekalahan Utsmani dalam Perang Dunia I, lahirlah negara bangsa di Timur Tengah atas dasar nasionalisme. Akibatnya, kaum muslim lebih terikat pada bangsa masing-masing daripada pada Islam. Serangan ke Palestina, Iran, dan Lebanon dianggap persoalan negara, bukan persoalan umat. Kepedulian muncul hanya jika menyangkut kepentingan atau ancaman terhadap negara sendiri.\n\nPara penguasa tunduk pada instruksi Amerika karena takut kehilangan kekuasaan. Akibatnya, AS dan Zion*s leluasa menyerang negeri Islam satu per satu—sesuatu yang sulit dilakukan jika umat Islam bersatu. Para penguasa seharusnya ingat pesan Rasulullah saw. dalam khotbah wadak agar menjaga harta, darah, dan kehormatan kaum muslim. Inilah kelemahan mendasar negara bangsa yang memecah belah umat, melemahkan kekuatan, dan membuat mereka mudah dipermainkan oleh negara adidaya.\n\nWajib Bersatu\n\nDalam pandangan Islam, seluruh negeri muslim di dunia ini merupakan satu wilayah. Dalam kitab Nizham al-Hukmi fi al-Islam subbab “Kesatuan Khilafah” disebutkan, “Kaum muslim di seluruh dunia wajib memiliki hanya satu negara Khilafah. Mereka juga harus memiliki hanya seorang khalifah, tidak lebih. Secara syar’i, haram bagi kaum muslim memiliki lebih dari satu negara dan lebih dari satu khalifah. Wajib pula menjadikan sistem pemerintahan Khilafah dengan sistem kesatuan serta mengharamkan sistem federasi.”\n\nRasulullah saw. mengingatkan bahwa sesama muslim bersaudara seperti satu tubuh. “Perumpamaan kaum mukmin dalam cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh terjaga (tidak bisa tidur) dan merasakan demam.” (HR Muslim).\n\nRasulullah juga bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Janganlah ia menzalimi dan menyerahkan saudaranya (kepada musuh).” (HR Bukhari).\n\nSeharusnya para penguasa muslim bersikap tegas untuk tidak bekerja sama dengan negara-negara penjajah, seperti dalam Abraham Accord atauBoP (Dewan Perdamaian), termasuk menyediakan wilayahnya sebagai pangkalan militer AS. Islam melarang penguasa muslim menyewakan bandara, pelabuhan, wilayah udara, jalur air, dan sejenisnya kepada kaum kafir, terlebih kafir harbi seperti AS dan Zion*s yang jelas memerangi Islam. Allah Taala berfirman,\n”Dan Allah sekali-kali tidak pernah akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisa [4]: 141).\n\nSebaliknya penguasa muslim wajib memerangi orang-orang kafir itu. Sayangnya, sikap asabiah yang bersemayam di dada para penguasa muslim itu telah meracuni pemikirannya sehingga rela meninggalkan tuntunan agama dalam bernegara, dan mengambil arahan Barat sebagai panduan. Oleh karena itu, umat Islam wajib menyadari bahwa nasionalisme adalah racun yang harus ditinggalkan, dan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan dengan akidah dan syariat yang sama.\n\nUmat Islam laksana satu tubuh, tetapi kesatuan itu hanya akan terwujud ketika ada yang menyatukannya dalam satu negara, yaitu Daulah Khilafah. Negara adidaya global berlandaskan akidah Islam ini akan menyatukan umat di seluruh dunia, serta menyelamatkan Palestina dan negeri-negeri muslim yang tertindas melalui jihad fisabilillah. Di sinilah urgensi umat Islam wajib bersatu di bawah satu kepemimpinan Islam.\n\nKhilafah Wajib Ditegakkan\n\nKewajiban menegakkan Khilafah didasarkan pada Al-Qur’an, Sunah, dan ijmak sahabat, dengan perintah yang tegas. Al-Qur’an memerintahkan untuk mengangkat seorang pemimpin/khalifah. Di antara ayat yang berbicara tentang wajibnya mengangkat seorang khalifah adalah,\n\nيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ\n\n‟Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ululamri di antara kalian.” (QS An-Nisa [4]: 59).\n\nAllah memerintahkan hamba-Nya untuk menaati ululamri. Di sisi lain, Allah tidak pernah memerintahkan taat kepada yang tidak ada. Oleh karenanya, berdasarkan dalalah al-iltizam, perintah menaati ululamri pun merupakan perintah mewujudkannya sehingga kewajiban tersebut terlaksana. Ayat tersebut juga mengandung petunjuk (dalalah), keberadaan ululamri adalah wajib dan wajib pula mengadakan ululamri (khalifah) dan sistem syar’i-nya (Khilafah). Adanya ululamri memiliki konsekuensi tegaknya hukum syarak, dan diam tidak mewujudkan ululamri membawa konsekuensi lenyapnya hukum syarak.\n\nTerkait kewajiban menegakkan Khilafah, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang mati dan di lehernya tidak ada baiat maka dia mati dalam keadaan jahiliah.” (HR Muslim).\n\nHadis ini menunjukkan yang wajib itu adalah adanya baiat di pundak kaum muslim, bukan aktivitas membaiatnya. Baiat akan ada di pundak kaum muslim jika ada khalifah yang memimpin Khilafah. Jika khalifahnya belum tegak, ia wajib untuk ditegakkan.\n\nJika kekhalifahan tegak, khalifah hanya akan mengadopsi dan menerapkan hukum-hukum Islam dalam pemerintahannya. Syariat mewajibkan agar seluruh kaum muslim yang berada di bawah pemerintahannya menaati perintah Khalifah. Kiai Rokhmat S. Labib saat menjelaskan tafsir surah An-Nisa ayat 59 berkenaan dengan ululamri menerangkan bahwa ululamri adalah umara atau khulafa, yang menurut Ibnu ’Athiyah dan Al-Qurthubi ini merupakan pendapat jumhur ulama. Pendapat jumhur ulama ini lebih tepat karena jika dikaitkan dengan asbabunnuzul ayat tersebut turun berkenaan dengan komandan pasukan.\n\nObjek pembahasan ayat ini tidak terlepas dari kepemimpinan, dan kepemimpinan tertinggi dalam Islam adalah khalifah. Rasulullah saw. bersabda, ”Mendengar dan taat terhadap seorang (pemimpin) muslim adalah wajib, baik dalam perkara yang disenangi atau dibenci selama tidak diperintah untuk maksiat. Apabila diperintah untuk maksiat maka tidak boleh mendengar dan taat.” (HR Bukhari).\n\nDalam surah Al-Maidah ayat 49, Allah Taala menyeru Rasulullah memutuskan perkara menurut apa yang Allah turunkan. Seruan ini juga berlaku untuk umatnya sehingga kaum muslim wajib mewujudkan seorang penguasa setelah Rasulullah saw. untuk memutuskan perkara sesuai wahyu Allah.\n\nPerintah dalam ayat ini bersifat tegas karena objek seruannya adalah kewajiban. Hakim yang memutuskan perkara di tengah umat Islam setelah wafatnya Rasulullah adalah khalifah, dengan sistem pemerintahan Khilafah. Oleh karena itu, negeri-negeri muslim harus memiliki visi menyatukan umat di bawah Khilafah.\n\nBersatu di bawah satu kepemimpinan Islam adalah kewajiban, bukan pilihan. Kesatuan ini akan menjadikan kekuatan militer besar, posisi geostrategis, serta sumber daya alam dan manusia melimpah dapat dimanfaatkan untuk mendukung jihad di bawah komando khalifah untuk melawan penjajah dan menebar kebaikan di seluruh dunia.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1448854383933986"}}, {"key": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "zilenialdutaislam", "x": 765.4922224676318, "y": 51.18805901914314, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4026, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "100064283155685_1448854383933986", "id": "zilenialdutaislam", "source": "facebook-000001", "content": "#Fokus\n\nPersatuan Negeri Muslim Adalah Kewajiban, Bukan Pilihan!\n\nPresiden Iran Masoud Pezeshkian meyakini bahwa jika dunia Islam bersatu, Entitas Zion*s tidak akan berani menyerang negeri-negeri Islam. Pernyataan itu disampaikan saat ia menerima kunjungan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi di Teheran, Ahad (17-5-2026).\n\nPezeshkian menegaskan bahwa Iran ingin membangun hubungan yang tulus dan berkelanjutan dengan negeri-negeri Islam di kawasan, khususnya dengan negara tetangga di Teluk Persia. Namun menurutnya, Amerika Serikat (AS) dan Zion*s Yahudi selama ini terus berupaya memecah belah negara-negara Islam melalui proyek-proyek yang menimbulkan ketidakpercayaan satu sama lain.\n\nMengubah Peta Kekuatan\n\nIran secara aktif sedang berupaya mengubah peta kekuatan di Timur Tengah melalui strategi asimetris, perang proksi, dan diplomasi regional. Ambisi utamanya adalah melawan hegemoni AS dan Zion*s Yahudi. Strategi asimetris ditempuh Iran dengan mengandalkan persenjataan yang relatif murah, tetapi efektif seperti drone kamikaze dan rudal balistik, untuk menembus sistem pertahanan musuh. Iran juga mampu menekan ekonomi global dengan menguasai Selat Hormuz\n\nAjakan Presiden Iran agar negara-negara Teluk bersatu merupakan strategi diplomasi untuk memecah aliansi Barat-Arab, mengamankan rezim dari serangan luar, dan mengukuhkan posisi Teheran sebagai kekuatan utama di Timur Tengah. Namun, negara-negara Teluk tetap skeptis karena Iran belum menghentikan dukungan dana dan senjata bagi milisi “Poros Perlawanan” yang kerap mengancam stabilitas internal. \n\nDi sisi lain, AS tidak akan pernah membiarkan sekutunya bekerja sama dengan Iran. Ancaman Trump baru-baru ini untuk menyerang Oman jika berkolaborasi dengan Iran dalam menguasai Selat Hormuz menjadi bukti nyata.\n\nNasionalisme Penghalang Persatuan\n\nNasionalisme berbasis nation-state dirancang penjajah untuk memecah belah dunia Islam. Sejak kekalahan Utsmani dalam Perang Dunia I, lahirlah negara bangsa di Timur Tengah atas dasar nasionalisme. Akibatnya, kaum muslim lebih terikat pada bangsa masing-masing daripada pada Islam. Serangan ke Palestina, Iran, dan Lebanon dianggap persoalan negara, bukan persoalan umat. Kepedulian muncul hanya jika menyangkut kepentingan atau ancaman terhadap negara sendiri.\n\nPara penguasa tunduk pada instruksi Amerika karena takut kehilangan kekuasaan. Akibatnya, AS dan Zion*s leluasa menyerang negeri Islam satu per satu—sesuatu yang sulit dilakukan jika umat Islam bersatu. Para penguasa seharusnya ingat pesan Rasulullah saw. dalam khotbah wadak agar menjaga harta, darah, dan kehormatan kaum muslim. Inilah kelemahan mendasar negara bangsa yang memecah belah umat, melemahkan kekuatan, dan membuat mereka mudah dipermainkan oleh negara adidaya.\n\nWajib Bersatu\n\nDalam pandangan Islam, seluruh negeri muslim di dunia ini merupakan satu wilayah. Dalam kitab Nizham al-Hukmi fi al-Islam subbab “Kesatuan Khilafah” disebutkan, “Kaum muslim di seluruh dunia wajib memiliki hanya satu negara Khilafah. Mereka juga harus memiliki hanya seorang khalifah, tidak lebih. Secara syar’i, haram bagi kaum muslim memiliki lebih dari satu negara dan lebih dari satu khalifah. Wajib pula menjadikan sistem pemerintahan Khilafah dengan sistem kesatuan serta mengharamkan sistem federasi.”\n\nRasulullah saw. mengingatkan bahwa sesama muslim bersaudara seperti satu tubuh. “Perumpamaan kaum mukmin dalam cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh terjaga (tidak bisa tidur) dan merasakan demam.” (HR Muslim).\n\nRasulullah juga bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Janganlah ia menzalimi dan menyerahkan saudaranya (kepada musuh).” (HR Bukhari).\n\nSeharusnya para penguasa muslim bersikap tegas untuk tidak bekerja sama dengan negara-negara penjajah, seperti dalam Abraham Accord atauBoP (Dewan Perdamaian), termasuk menyediakan wilayahnya sebagai pangkalan militer AS. Islam melarang penguasa muslim menyewakan bandara, pelabuhan, wilayah udara, jalur air, dan sejenisnya kepada kaum kafir, terlebih kafir harbi seperti AS dan Zion*s yang jelas memerangi Islam. Allah Taala berfirman,\n”Dan Allah sekali-kali tidak pernah akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisa [4]: 141).\n\nSebaliknya penguasa muslim wajib memerangi orang-orang kafir itu. Sayangnya, sikap asabiah yang bersemayam di dada para penguasa muslim itu telah meracuni pemikirannya sehingga rela meninggalkan tuntunan agama dalam bernegara, dan mengambil arahan Barat sebagai panduan. Oleh karena itu, umat Islam wajib menyadari bahwa nasionalisme adalah racun yang harus ditinggalkan, dan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan dengan akidah dan syariat yang sama.\n\nUmat Islam laksana satu tubuh, tetapi kesatuan itu hanya akan terwujud ketika ada yang menyatukannya dalam satu negara, yaitu Daulah Khilafah. Negara adidaya global berlandaskan akidah Islam ini akan menyatukan umat di seluruh dunia, serta menyelamatkan Palestina dan negeri-negeri muslim yang tertindas melalui jihad fisabilillah. Di sinilah urgensi umat Islam wajib bersatu di bawah satu kepemimpinan Islam.\n\nKhilafah Wajib Ditegakkan\n\nKewajiban menegakkan Khilafah didasarkan pada Al-Qur’an, Sunah, dan ijmak sahabat, dengan perintah yang tegas. Al-Qur’an memerintahkan untuk mengangkat seorang pemimpin/khalifah. Di antara ayat yang berbicara tentang wajibnya mengangkat seorang khalifah adalah,\n\nيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ\n\n‟Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ululamri di antara kalian.” (QS An-Nisa [4]: 59).\n\nAllah memerintahkan hamba-Nya untuk menaati ululamri. Di sisi lain, Allah tidak pernah memerintahkan taat kepada yang tidak ada. Oleh karenanya, berdasarkan dalalah al-iltizam, perintah menaati ululamri pun merupakan perintah mewujudkannya sehingga kewajiban tersebut terlaksana. Ayat tersebut juga mengandung petunjuk (dalalah), keberadaan ululamri adalah wajib dan wajib pula mengadakan ululamri (khalifah) dan sistem syar’i-nya (Khilafah). Adanya ululamri memiliki konsekuensi tegaknya hukum syarak, dan diam tidak mewujudkan ululamri membawa konsekuensi lenyapnya hukum syarak.\n\nTerkait kewajiban menegakkan Khilafah, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang mati dan di lehernya tidak ada baiat maka dia mati dalam keadaan jahiliah.” (HR Muslim).\n\nHadis ini menunjukkan yang wajib itu adalah adanya baiat di pundak kaum muslim, bukan aktivitas membaiatnya. Baiat akan ada di pundak kaum muslim jika ada khalifah yang memimpin Khilafah. Jika khalifahnya belum tegak, ia wajib untuk ditegakkan.\n\nJika kekhalifahan tegak, khalifah hanya akan mengadopsi dan menerapkan hukum-hukum Islam dalam pemerintahannya. Syariat mewajibkan agar seluruh kaum muslim yang berada di bawah pemerintahannya menaati perintah Khalifah. Kiai Rokhmat S. Labib saat menjelaskan tafsir surah An-Nisa ayat 59 berkenaan dengan ululamri menerangkan bahwa ululamri adalah umara atau khulafa, yang menurut Ibnu ’Athiyah dan Al-Qurthubi ini merupakan pendapat jumhur ulama. Pendapat jumhur ulama ini lebih tepat karena jika dikaitkan dengan asbabunnuzul ayat tersebut turun berkenaan dengan komandan pasukan.\n\nObjek pembahasan ayat ini tidak terlepas dari kepemimpinan, dan kepemimpinan tertinggi dalam Islam adalah khalifah. Rasulullah saw. bersabda, ”Mendengar dan taat terhadap seorang (pemimpin) muslim adalah wajib, baik dalam perkara yang disenangi atau dibenci selama tidak diperintah untuk maksiat. Apabila diperintah untuk maksiat maka tidak boleh mendengar dan taat.” (HR Bukhari).\n\nDalam surah Al-Maidah ayat 49, Allah Taala menyeru Rasulullah memutuskan perkara menurut apa yang Allah turunkan. Seruan ini juga berlaku untuk umatnya sehingga kaum muslim wajib mewujudkan seorang penguasa setelah Rasulullah saw. untuk memutuskan perkara sesuai wahyu Allah.\n\nPerintah dalam ayat ini bersifat tegas karena objek seruannya adalah kewajiban. Hakim yang memutuskan perkara di tengah umat Islam setelah wafatnya Rasulullah adalah khalifah, dengan sistem pemerintahan Khilafah. Oleh karena itu, negeri-negeri muslim harus memiliki visi menyatukan umat di bawah Khilafah.\n\nBersatu di bawah satu kepemimpinan Islam adalah kewajiban, bukan pilihan. Kesatuan ini akan menjadikan kekuatan militer besar, posisi geostrategis, serta sumber daya alam dan manusia melimpah dapat dimanfaatkan untuk mendukung jihad di bawah komando khalifah untuk melawan penjajah dan menebar kebaikan di seluruh dunia.\n\n=================\n\nRaih amal shalih dengan menyebarkan status ini. \n\n\"Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.\" (HR. Muslim)\n\n====================\nSUARA MUSLIMAH JABAR\n\"Ungkapan Pemikiran Cemerlang Muslimah\"\n\nFollow kami di:\nFP : Suara Muslimah Jabar\nIG : \nThread: \nTiktok:", "post_id": "100064283155685_1448854383933986"}}, {"key": "@oneindia", "attributes": {"label": "@oneindia", "x": 202.79228146887706, "y": 400.09107602406345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9fERBLA7zPU", "id": "@oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "KAMI Akan HANCURKAN Kapal Kalian\": Iran LARANG Kapal Israel Melintasi Hormuz Saat Netanyahu TOLA...\n\nKetegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran telah melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia.\n\nMenurut perkembangan terbaru, para pejabat Iran telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran maritim, mengaitkan langkah tersebut dengan ketegangan regional yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terhenti, dengan Israel dilaporkan menolak untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan meskipun ada tekanan internasional.\n\nSelat Hormuz, yang menangani hampir seperlima pengiriman minyak global, telah menjadi titik api utama dalam kebuntuan geopolitik Iran-Israel-AS yang lebih luas. Gangguan apa pun di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran langsung terhadap keamanan energi global dan stabilitas pelayaran.\n\nVideo ini membahas perkembangan terkini, reaksi politik, dan potensi dampak global dari pembatasan maritim Iran yang dilaporkan dan meningkatnya ketegangan regional.\n\n#Iran #Israel #Hormuz #BeritaTimurTengah #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Geopolitik #SelatHormuz #KonflikIranIsrael #Lebanon #Netanyahu #KrisisPerkapalan #PasarMinyak #BeritaGlobal #BeritaPerang\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.462~GR.506~ED.102~VG.MX~", "post_id": "9fERBLA7zPU"}}, {"key": "oneindia", "attributes": {"label": "oneindia", "x": 866.8380112111133, "y": 533.655836123383, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.3855, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9fERBLA7zPU", "id": "oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "KAMI Akan HANCURKAN Kapal Kalian\": Iran LARANG Kapal Israel Melintasi Hormuz Saat Netanyahu TOLA...\n\nKetegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran telah melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia.\n\nMenurut perkembangan terbaru, para pejabat Iran telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran maritim, mengaitkan langkah tersebut dengan ketegangan regional yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terhenti, dengan Israel dilaporkan menolak untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan meskipun ada tekanan internasional.\n\nSelat Hormuz, yang menangani hampir seperlima pengiriman minyak global, telah menjadi titik api utama dalam kebuntuan geopolitik Iran-Israel-AS yang lebih luas. Gangguan apa pun di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran langsung terhadap keamanan energi global dan stabilitas pelayaran.\n\nVideo ini membahas perkembangan terkini, reaksi politik, dan potensi dampak global dari pembatasan maritim Iran yang dilaporkan dan meningkatnya ketegangan regional.\n\n#Iran #Israel #Hormuz #BeritaTimurTengah #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Geopolitik #SelatHormuz #KonflikIranIsrael #Lebanon #Netanyahu #KrisisPerkapalan #PasarMinyak #BeritaGlobal #BeritaPerang\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.462~GR.506~ED.102~VG.MX~", "post_id": "9fERBLA7zPU"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 193.27448544294978, "y": 530.9605166222788, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 213.85539924944896, "y": 503.27981400866383, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.534, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 148.9283915906614, "y": 633.4153477685651, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.534, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 349.6430781882522, "y": 936.1621215446439, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.534, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "AKEoU-_oclk", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "ISRAEL TOLAK DAMAI! Netanyahu Nekat Serang Lebanon, AS Mengancam Perang Besar! | Breaking News\n\nKetegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa upaya gencatan damai kembali mengalami hambatan. Pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu dikabarkan tetap melanjutkan langkah militer di wilayah Lebanon, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.\n\nDi sisi lain, Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu utama Israel disebut memberikan tekanan dan peringatan keras terkait eskalasi yang terjadi. Situasi ini membuat dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah semakin tidak menentu, dengan potensi konflik yang bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas regional.\n\nDalam video ini, kami membahas kronologi terbaru, latar belakang ketegangan Israel–Lebanon, respons Amerika Serikat, serta analisis dampak geopolitik jika konflik terus meningkat. Apakah situasi ini akan berkembang menjadi perang skala besar, atau masih ada peluang diplomasi yang bisa menahan eskalasi?\n\nSimak ulasan lengkapnya untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terkini yang tengah menjadi sorotan dunia.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 22Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Israel #Lebanon #Netanyahu #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #KonflikTimurTengah #BreakingNews #BeritaDunia #UpdateInternasional #PerangLebanon #Hizbullah #PolitikInternasional #KrisisGlobal #BeritaTerbaru #AnalisisPolitik #NewsUpdate #DuniaHariIni #EskalasiKonflik #DiplomasiGlobal #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AKEoU-_oclk"}}, {"key": "@Firstpost", "attributes": {"label": "@Firstpost", "x": 710.9812407897132, "y": 377.81067550191614, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "atJXrP5LV-0", "id": "@Firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Rencana Perdamaian Iran Trump Picu Pertanyaan Terkait Dana $300 Miliar | Firstpost Live | N18G\n\nKerangka kerja rekonstruksi senilai $300 miliar yang diusulkan untuk Iran muncul sebagai salah satu elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam inisiatif perdamaian terbaru Washington. Sementara para kritikus menggambarkannya sebagai pembayaran besar-besaran Amerika kepada Teheran, pemerintahan Trump bersikeras bahwa tidak ada uang pembayar pajak AS yang terlibat. Sebaliknya, rencana tersebut membayangkan campuran kekayaan negara-negara Teluk, modal global swasta, dan investasi korporasi yang mengalir ke Iran jika sanksi mereda dan stabilitas regional membaik. Menteri Luar Negeri Marco Rubio sekarang sedang melibatkan sekutu-sekutu Teluk karena pertanyaan semakin meningkat tentang siapa yang pada akhirnya akan membiayai proposal ambisius tersebut. Para pendukung menggambarkan angka tersebut sebagai proyeksi investasi jangka panjang, sementara para skeptis menunjuk pada sanksi yang belum terselesaikan, risiko politik, dan kekhawatiran keamanan yang dapat mempersulit masuknya modal dalam skala besar. Daniela Laurel akan memberi tahu Anda lebih lanjut.\n\n---\n\nPerang AS-Iran | Kesepakatan Perdamaian Iran | Donald Trump | Marco Rubio | Dana 300 Miliar Iran | Selat Hormuz | Firstpost | Firstpost Live\n\n#perangusiran #kesepakatanperdamaianiran #donaldtrump #marcorubio #danairan #firstpost\n\nFirstpost adalah situs berita dan media India. Dapatkan semua opini tajam, analisis mendalam, dan cerita visual lainnya yang penting bagi Anda dan dunia di sini, di saluran ini.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /   \n\nIkuti Firstpost di Situs Web:\nhttps://www.firstpost.com\n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di Facebook:\n  / firstpostin  \n\nIkuti Firstpost di Twitter:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "atJXrP5LV-0"}}, {"key": "firstpost", "attributes": {"label": "firstpost", "x": 182.682537242421, "y": 59.01598501724092, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "atJXrP5LV-0", "id": "firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Rencana Perdamaian Iran Trump Picu Pertanyaan Terkait Dana $300 Miliar | Firstpost Live | N18G\n\nKerangka kerja rekonstruksi senilai $300 miliar yang diusulkan untuk Iran muncul sebagai salah satu elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam inisiatif perdamaian terbaru Washington. Sementara para kritikus menggambarkannya sebagai pembayaran besar-besaran Amerika kepada Teheran, pemerintahan Trump bersikeras bahwa tidak ada uang pembayar pajak AS yang terlibat. Sebaliknya, rencana tersebut membayangkan campuran kekayaan negara-negara Teluk, modal global swasta, dan investasi korporasi yang mengalir ke Iran jika sanksi mereda dan stabilitas regional membaik. Menteri Luar Negeri Marco Rubio sekarang sedang melibatkan sekutu-sekutu Teluk karena pertanyaan semakin meningkat tentang siapa yang pada akhirnya akan membiayai proposal ambisius tersebut. Para pendukung menggambarkan angka tersebut sebagai proyeksi investasi jangka panjang, sementara para skeptis menunjuk pada sanksi yang belum terselesaikan, risiko politik, dan kekhawatiran keamanan yang dapat mempersulit masuknya modal dalam skala besar. Daniela Laurel akan memberi tahu Anda lebih lanjut.\n\n---\n\nPerang AS-Iran | Kesepakatan Perdamaian Iran | Donald Trump | Marco Rubio | Dana 300 Miliar Iran | Selat Hormuz | Firstpost | Firstpost Live\n\n#perangusiran #kesepakatanperdamaianiran #donaldtrump #marcorubio #danairan #firstpost\n\nFirstpost adalah situs berita dan media India. Dapatkan semua opini tajam, analisis mendalam, dan cerita visual lainnya yang penting bagi Anda dan dunia di sini, di saluran ini.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /   \n\nIkuti Firstpost di Situs Web:\nhttps://www.firstpost.com\n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di Facebook:\n  / firstpostin  \n\nIkuti Firstpost di Twitter:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "atJXrP5LV-0"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 156.33171247391496, "y": 815.4202371386177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "xbrUvUlSM3U", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek Agen Bayaran Israel di Gaza Gagal, Hamas Tumbuh Kuat di Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSebuah laporan yang diterbitkan media Zionis mengungkap kenyataan yang bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan Israel di Jalur Gaza. \n\n\nDalam laporan tersebut, diakui bahwa proyek pembentukan dan pengoperasian agen-agen bayaran di Gaza tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. \n\n\nBahkan, lebih dari 99 persen penduduk Gaza disebut masih berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Hamas.\n\n\nLaporan yang dimuat situs berita Zman Israel itu menggambarkan kekecewaan terhadap hasil operasi yang selama ini dijalankan. \n\n\nKelompok kelompok agen yang diharapkan dapat menciptakan tekanan internal terhadap Hamas ternyata gagal membangun ancaman yang signifikan. \n\n\nTidak hanya itu, tujuan operasional mereka dinilai tidak jelas serta tidak memberikan dampak strategis yang berarti.\n\n\nMenurut pengakuan media tersebut, jaringan agen bayaran yang dibentuk Israel tidak mampu mengubah dinamika politik dan sosial di Gaza. \n\n\nUpaya spionase, infiltrasi, maupun sabotase yang dilakukan juga tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi Israel. \n\n\nSebaliknya, berbagai operasi itu justru dianggap membawa konsekuensi yang merugikan kepentingan rezim pendudukan sendiri.\n\n\nKegagalan ini menjadi indikator penting mengenai kuatnya struktur sosial dan politik yang terbentuk di Gaza. \n\n\nDi tengah tekanan militer, blokade, dan berbagai operasi intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat Palestina dinilai tetap menunjukkan tingkat solidaritas dan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai upaya infiltrasi.\n\n\nPengakuan dari media Israel tersebut juga mencerminkan kegagalan strategi intelijen dan keamanan yang dirancang untuk memecah belah masyarakat Palestina dari dalam. \n\n\nHarapan untuk menciptakan konflik internal melalui kolaborator lokal tidak membuahkan hasil sesuai target yang direncanakan.\n\n\nBagi banyak pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa faktor persatuan masyarakat dan dukungan terhadap kelompok perlawanan masih menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas internal Gaza. \n\n\nUpaya-upaya eksternal yang bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan melalui jaringan agen lokal terbukti menghadapi hambatan besar di lapangan.\n\n\nDengan demikian, laporan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kegagalan proyek agen bayaran Israel di Gaza, tetapi juga menggambarkan bagaimana ketahanan sosial dan politik masyarakat Palestina tetap menjadi tantangan utama bagi berbagai strategi yang berupaya melemahkan mereka dari dalam.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "xbrUvUlSM3U"}}, {"key": "IDF", "attributes": {"label": "IDF", "x": 103.8420674263858, "y": 178.7748496600926, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4026, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xbrUvUlSM3U", "id": "IDF", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek Agen Bayaran Israel di Gaza Gagal, Hamas Tumbuh Kuat di Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSebuah laporan yang diterbitkan media Zionis mengungkap kenyataan yang bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan Israel di Jalur Gaza. \n\n\nDalam laporan tersebut, diakui bahwa proyek pembentukan dan pengoperasian agen-agen bayaran di Gaza tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. \n\n\nBahkan, lebih dari 99 persen penduduk Gaza disebut masih berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Hamas.\n\n\nLaporan yang dimuat situs berita Zman Israel itu menggambarkan kekecewaan terhadap hasil operasi yang selama ini dijalankan. \n\n\nKelompok kelompok agen yang diharapkan dapat menciptakan tekanan internal terhadap Hamas ternyata gagal membangun ancaman yang signifikan. \n\n\nTidak hanya itu, tujuan operasional mereka dinilai tidak jelas serta tidak memberikan dampak strategis yang berarti.\n\n\nMenurut pengakuan media tersebut, jaringan agen bayaran yang dibentuk Israel tidak mampu mengubah dinamika politik dan sosial di Gaza. \n\n\nUpaya spionase, infiltrasi, maupun sabotase yang dilakukan juga tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi Israel. \n\n\nSebaliknya, berbagai operasi itu justru dianggap membawa konsekuensi yang merugikan kepentingan rezim pendudukan sendiri.\n\n\nKegagalan ini menjadi indikator penting mengenai kuatnya struktur sosial dan politik yang terbentuk di Gaza. \n\n\nDi tengah tekanan militer, blokade, dan berbagai operasi intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat Palestina dinilai tetap menunjukkan tingkat solidaritas dan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai upaya infiltrasi.\n\n\nPengakuan dari media Israel tersebut juga mencerminkan kegagalan strategi intelijen dan keamanan yang dirancang untuk memecah belah masyarakat Palestina dari dalam. \n\n\nHarapan untuk menciptakan konflik internal melalui kolaborator lokal tidak membuahkan hasil sesuai target yang direncanakan.\n\n\nBagi banyak pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa faktor persatuan masyarakat dan dukungan terhadap kelompok perlawanan masih menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas internal Gaza. \n\n\nUpaya-upaya eksternal yang bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan melalui jaringan agen lokal terbukti menghadapi hambatan besar di lapangan.\n\n\nDengan demikian, laporan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kegagalan proyek agen bayaran Israel di Gaza, tetapi juga menggambarkan bagaimana ketahanan sosial dan politik masyarakat Palestina tetap menjadi tantangan utama bagi berbagai strategi yang berupaya melemahkan mereka dari dalam.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "xbrUvUlSM3U"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 235.5964772427509, "y": 992.1145984399805, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4026, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xbrUvUlSM3U", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek Agen Bayaran Israel di Gaza Gagal, Hamas Tumbuh Kuat di Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSebuah laporan yang diterbitkan media Zionis mengungkap kenyataan yang bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan Israel di Jalur Gaza. \n\n\nDalam laporan tersebut, diakui bahwa proyek pembentukan dan pengoperasian agen-agen bayaran di Gaza tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. \n\n\nBahkan, lebih dari 99 persen penduduk Gaza disebut masih berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Hamas.\n\n\nLaporan yang dimuat situs berita Zman Israel itu menggambarkan kekecewaan terhadap hasil operasi yang selama ini dijalankan. \n\n\nKelompok kelompok agen yang diharapkan dapat menciptakan tekanan internal terhadap Hamas ternyata gagal membangun ancaman yang signifikan. \n\n\nTidak hanya itu, tujuan operasional mereka dinilai tidak jelas serta tidak memberikan dampak strategis yang berarti.\n\n\nMenurut pengakuan media tersebut, jaringan agen bayaran yang dibentuk Israel tidak mampu mengubah dinamika politik dan sosial di Gaza. \n\n\nUpaya spionase, infiltrasi, maupun sabotase yang dilakukan juga tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi Israel. \n\n\nSebaliknya, berbagai operasi itu justru dianggap membawa konsekuensi yang merugikan kepentingan rezim pendudukan sendiri.\n\n\nKegagalan ini menjadi indikator penting mengenai kuatnya struktur sosial dan politik yang terbentuk di Gaza. \n\n\nDi tengah tekanan militer, blokade, dan berbagai operasi intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat Palestina dinilai tetap menunjukkan tingkat solidaritas dan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai upaya infiltrasi.\n\n\nPengakuan dari media Israel tersebut juga mencerminkan kegagalan strategi intelijen dan keamanan yang dirancang untuk memecah belah masyarakat Palestina dari dalam. \n\n\nHarapan untuk menciptakan konflik internal melalui kolaborator lokal tidak membuahkan hasil sesuai target yang direncanakan.\n\n\nBagi banyak pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa faktor persatuan masyarakat dan dukungan terhadap kelompok perlawanan masih menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas internal Gaza. \n\n\nUpaya-upaya eksternal yang bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan melalui jaringan agen lokal terbukti menghadapi hambatan besar di lapangan.\n\n\nDengan demikian, laporan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kegagalan proyek agen bayaran Israel di Gaza, tetapi juga menggambarkan bagaimana ketahanan sosial dan politik masyarakat Palestina tetap menjadi tantangan utama bagi berbagai strategi yang berupaya melemahkan mereka dari dalam.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "xbrUvUlSM3U"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 159.007946123343, "y": 92.00535285358535, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4026, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xbrUvUlSM3U", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek Agen Bayaran Israel di Gaza Gagal, Hamas Tumbuh Kuat di Palestina\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nSebuah laporan yang diterbitkan media Zionis mengungkap kenyataan yang bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan Israel di Jalur Gaza. \n\n\nDalam laporan tersebut, diakui bahwa proyek pembentukan dan pengoperasian agen-agen bayaran di Gaza tidak berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. \n\n\nBahkan, lebih dari 99 persen penduduk Gaza disebut masih berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Hamas.\n\n\nLaporan yang dimuat situs berita Zman Israel itu menggambarkan kekecewaan terhadap hasil operasi yang selama ini dijalankan. \n\n\nKelompok kelompok agen yang diharapkan dapat menciptakan tekanan internal terhadap Hamas ternyata gagal membangun ancaman yang signifikan. \n\n\nTidak hanya itu, tujuan operasional mereka dinilai tidak jelas serta tidak memberikan dampak strategis yang berarti.\n\n\nMenurut pengakuan media tersebut, jaringan agen bayaran yang dibentuk Israel tidak mampu mengubah dinamika politik dan sosial di Gaza. \n\n\nUpaya spionase, infiltrasi, maupun sabotase yang dilakukan juga tidak menghasilkan keuntungan nyata bagi Israel. \n\n\nSebaliknya, berbagai operasi itu justru dianggap membawa konsekuensi yang merugikan kepentingan rezim pendudukan sendiri.\n\n\nKegagalan ini menjadi indikator penting mengenai kuatnya struktur sosial dan politik yang terbentuk di Gaza. \n\n\nDi tengah tekanan militer, blokade, dan berbagai operasi intelijen yang berlangsung selama bertahun-tahun, masyarakat Palestina dinilai tetap menunjukkan tingkat solidaritas dan kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai upaya infiltrasi.\n\n\nPengakuan dari media Israel tersebut juga mencerminkan kegagalan strategi intelijen dan keamanan yang dirancang untuk memecah belah masyarakat Palestina dari dalam. \n\n\nHarapan untuk menciptakan konflik internal melalui kolaborator lokal tidak membuahkan hasil sesuai target yang direncanakan.\n\n\nBagi banyak pengamat, situasi ini menunjukkan bahwa faktor persatuan masyarakat dan dukungan terhadap kelompok perlawanan masih menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas internal Gaza. \n\n\nUpaya-upaya eksternal yang bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan melalui jaringan agen lokal terbukti menghadapi hambatan besar di lapangan.\n\n\nDengan demikian, laporan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas kegagalan proyek agen bayaran Israel di Gaza, tetapi juga menggambarkan bagaimana ketahanan sosial dan politik masyarakat Palestina tetap menjadi tantangan utama bagi berbagai strategi yang berupaya melemahkan mereka dari dalam.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "xbrUvUlSM3U"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 108.23016376419558, "y": 459.0537304420047, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 518.6024513020383, "y": 186.78527647064814, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8384, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 493.02581995453596, "y": 757.0347430098332, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8384, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 293.12468370272336, "y": 372.84370245725876, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8384, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 270.8848083180641, "y": 395.5656838431185, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8384, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 879.4878549289756, "y": 585.7716057597617, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8384, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 350.5919607833018, "y": 944.5801098145017, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.8384, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zIWBs9SMenU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS! Iran Tegaskan Tak Akan Abaikan Lebanon dalam Diplomasinya dengan AS | IDXC UPDATE\n\nKetua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Teheran tidak akan berhenti memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon meski pertempuran telah mereda. Pernyataan ini muncul setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Swiss yang diklaim menghasilkan kemajuan signifikan menuju penyelesaian konflik. Dengan dukungan mediasi Pakistan dan Qatar, kedua pihak kini menargetkan kesepakatan final dalam 60 hari, termasuk langkah untuk menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang menjadi jalur energi strategis dunia.                                                                                                                      #idxcupdate #iran #lebanon \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zIWBs9SMenU"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 729.3519716684746, "y": 29.741082019799414, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7FGJYmA5lAE", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "India Nyatakan Optimisme Berhati-hati Terkait MOU AS-Iran di Pertemuan BRICS | DRM News | AC1F\n\nPenasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval, menyambut baik nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran selama pertemuan penasihat keamanan nasional BRICS di New Delhi. Doval menyatakan optimisme yang hati-hati tentang perjanjian tersebut, mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan memperkuat keamanan energi, meningkatkan kebebasan navigasi, mengurangi hambatan rantai pasokan, dan mengurangi kekurangan komoditas utama seperti pupuk dan bahan kimia. Ia juga mendesak negara-negara BRICS untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mempromosikan stabilitas global di tengah meningkatnya tantangan geopolitik. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nAjit Doval, Kesepakatan India-AS-Iran, Perjanjian AS-Iran, Pembukaan Kembali Selat Hormuz, Pertemuan BRICS di New Delhi, Pidato Ajit Doval, Keamanan Energi India, Penasihat Keamanan Nasional BRICS, Sergei Shoigu India, Pertemuan Wang Yi BRICS, Kebijakan Luar Negeri India, Rantai Pasokan Global, Kebebasan Navigasi, Negara-negara BRICS, DRM News\n\n#India #AjitDoval #KesepakatanAS-Iran #Iran #AmerikaSerikat #BRICS #NewDelhi #SelatHormuz #KeamananEnergi #BeritaDunia #Geopolitik #Diplomasi #PerdaganganGlobal #BeritaTerbaru #DRMNews\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, pendapat Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "7FGJYmA5lAE"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 134.9913868115584, "y": 418.15458658813196, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.3855, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7FGJYmA5lAE", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "India Nyatakan Optimisme Berhati-hati Terkait MOU AS-Iran di Pertemuan BRICS | DRM News | AC1F\n\nPenasihat Keamanan Nasional India, Ajit Doval, menyambut baik nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran selama pertemuan penasihat keamanan nasional BRICS di New Delhi. Doval menyatakan optimisme yang hati-hati tentang perjanjian tersebut, mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan memperkuat keamanan energi, meningkatkan kebebasan navigasi, mengurangi hambatan rantai pasokan, dan mengurangi kekurangan komoditas utama seperti pupuk dan bahan kimia. Ia juga mendesak negara-negara BRICS untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mempromosikan stabilitas global di tengah meningkatnya tantangan geopolitik. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nAjit Doval, Kesepakatan India-AS-Iran, Perjanjian AS-Iran, Pembukaan Kembali Selat Hormuz, Pertemuan BRICS di New Delhi, Pidato Ajit Doval, Keamanan Energi India, Penasihat Keamanan Nasional BRICS, Sergei Shoigu India, Pertemuan Wang Yi BRICS, Kebijakan Luar Negeri India, Rantai Pasokan Global, Kebebasan Navigasi, Negara-negara BRICS, DRM News\n\n#India #AjitDoval #KesepakatanAS-Iran #Iran #AmerikaSerikat #BRICS #NewDelhi #SelatHormuz #KeamananEnergi #BeritaDunia #Geopolitik #Diplomasi #PerdaganganGlobal #BeritaTerbaru #DRMNews\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, pendapat Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "7FGJYmA5lAE"}}, {"key": "@inconnectnews", "attributes": {"label": "@inconnectnews", "x": 601.8925190468207, "y": 155.41290305731005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "@inconnectnews", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}, {"key": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "inconnectnew...", "x": 376.11737304169435, "y": 585.7867909962423, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4026, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "inconnectnew...", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}, {"key": "inconnectnews", "attributes": {"label": "inconnectnews", "x": 216.79568872145816, "y": 735.5629578304544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.4026, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "s7oKcBFdroU", "id": "inconnectnews", "source": "youtube-000001", "content": "Hubungan India-Bangladesh di Titik Nadir | Migran, Minoritas & Keamanan yang Hilang | Berita Terkini\n\nKrisis Perbatasan India-Bangladesh: Minoritas Hindu Terancam | India vs Bangladesh | Berita Pertahanan |\nSeiring meningkatnya ketegangan perbatasan India-Bangladesh, ribuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka, meneriakkan \"Jai Shri Ram\" dan menuntut keadilan setelah adanya tuduhan bahwa patung Dewa Ram dinodai dan ancaman dilayangkan terhadap proyek patung Ram setinggi 81 kaki. Pada saat yang sama, ketegangan perbatasan India-Bangladesh meningkat setelah BSF dilaporkan menggagalkan upaya infiltrasi baru di Malda. Namun, India masih memasok 5.000 ton solar ke Bangladesh melalui Pipa Persahabatan. Dapatkah Dhaka melindungi minoritas Hindu dan mengamankan perbatasannya? Saksikan laporan lengkap Inconnect News dan putuskan sendiri.\n\n#India #Berita #BeritaTerbaru #IndiaBangladesh #IndiavsBangladesh #PerbatasanIndiaBangladesh #SIR #BengalBarat #EksodusBangladesh #ImigranIlegal #Modi #PMModi #LOC #IndiaPakistan #IndiavsPakistan #PerangIndiaPakistan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nHubungan India-Bangladesh di Ambang Kehancuran | Migran, Minoritas & Kurangnya Keamanan |\nRibuan umat Hindu membanjiri jalanan Dhaka dalam salah satu demonstrasi terbesar yang terlihat dalam beberapa waktu terakhir, menuntut keadilan dan perlindungan setelah tuduhan bahwa gambar Dewa Ram dinodai selama protes terhadap usulan patung Ram di Bangladesh. Seiring meningkatnya ketegangan, kekhawatiran baru muncul mengenai hak-hak minoritas, keamanan perbatasan, dan masa depan hubungan India-Bangladesh.\n\nSementara itu, laporan mengklaim bahwa BSF (Pasukan Keamanan Perbatasan) menggagalkan upaya infiltrasi baru di perbatasan India-Bangladesh di Malda, Bengal Barat. Warga setempat menuduh bahwa puluhan warga negara Bangladesh mencoba menyeberang ke India melalui bagian perbatasan yang tidak berpagar sebelum dipukul mundur oleh pasukan keamanan dan penduduk desa. Insiden ini telah menghidupkan kembali perdebatan tentang imigrasi ilegal, pagar perbatasan, dan pentingnya strategis Koridor Siliguri.\n\nPerkembangan ini telah menyoroti hubungan India-Bangladesh. Sementara New Delhi telah menyatakan keprihatinan atas serangan terhadap minoritas dan keselamatan umat Hindu di Bangladesh, India juga telah setuju untuk memasok 5.000 ton diesel ke Dhaka melalui Pipa Persahabatan. Para kritikus sekarang mempertanyakan apakah tindakan yang lebih kuat diperlukan untuk keamanan perbatasan dan migrasi ilegal.\n\nKontroversi ini muncul pada saat PM Modi dan pemerintah Modi terus fokus pada stabilitas regional dan kesiapan pertahanan. Tentara India dan badan-badan keamanan tetap waspada karena ketegangan India vs Bangladesh dipantau secara ketat bersamaan dengan tantangan strategis lainnya, termasuk LAC (Garis Kontrol Aktual) dan dinamika India vs Pakistan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelajaran dari Operasi Sindoor dan perkembangan berita pertahanan terkini akan membentuk kebijakan di masa depan.\n\nTetap ikuti Inconnect News dan Inconnect News Insights untuk Berita Terbaru, Berita Dunia, Berita India, Berita India-Bangladesh, Berita India-Pakistan, pembaruan UPSC, analisis pertahanan, dan berita terkini tentang India, Hindu Bangladesh, dan geopolitik regional.\n\nIkuti Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nBisakah Dhaka Melindungi Umat Hindunya?\n\nApakah Bangladesh Kehilangan Kendali?\n\nHaruskah India Bertindak Lebih Tegas?\n\nAkankah Ketegangan Perbatasan Meningkat?\n\nBisakah Dhaka Menghentikan Ekstremisme?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "s7oKcBFdroU"}}], "edges": [{"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "BEMUI_Official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "univ_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "suaramuslimahjabar", "source": "suaramuslimahjabar", "target": "zilenialdutaislam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@oneindia", "source": "@oneindia", "target": "oneindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Firstpost", "source": "@Firstpost", "target": "firstpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Firstpost", "source": "@Firstpost", "target": "firstpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "IDF", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}