{"nodes": [{"key": "magenfoxyta", "attributes": {"label": "magenfoxyta", "x": 554.2432327141689, "y": 326.62321373066925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 38.5356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069355942584754179", "id": "magenfoxyta", "source": "retweet-000002", "content": ">di akhir, artikel bahas masalah rupiah. kalau rupiah sampai tembus 20.000 per dolar, dampaknya berat inflasi naik, utang…", "post_id": "2069355942584754179"}}, {"key": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "Txtdariiugm", "x": 737.8738438146855, "y": 747.4770420608784, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 54.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069355942584754179", "id": "Txtdariiugm", "source": "retweet-000002", "content": ">di akhir, artikel bahas masalah rupiah. kalau rupiah sampai tembus 20.000 per dolar, dampaknya berat inflasi naik, utang…", "post_id": "2069355942584754179"}}, {"key": "budmul80", "attributes": {"label": "budmul80", "x": 378.576529579482, "y": 512.999804514043, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 38.5356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069394935212892256", "id": "budmul80", "source": "retweet-000002", "content": "Ekonom Ferry Latuhihin menilai defisit APBN yang membengkak hingga Rp180,4 triliun dan anggaran MBG Rp272 triliun membuat…", "post_id": "2069394935212892256"}}, {"key": "rujakpolitik", "attributes": {"label": "rujakpolitik", "x": 548.4623444065868, "y": 301.0350791981887, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 54.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069394935212892256", "id": "rujakpolitik", "source": "retweet-000002", "content": "Ekonom Ferry Latuhihin menilai defisit APBN yang membengkak hingga Rp180,4 triliun dan anggaran MBG Rp272 triliun membuat…", "post_id": "2069394935212892256"}}, {"key": "DIDESIGNR2D2", "attributes": {"label": "DIDESIGNR2D2", "x": 578.7697710461603, "y": 923.6235343516922, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.5356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069465254627819837", "id": "DIDESIGNR2D2", "source": "tweet-000004", "content": "Efek inflasi dan perang kak, rupiah melemah", "post_id": "2069465254627819837"}}, {"key": "cayasphere", "attributes": {"label": "cayasphere", "x": 412.4594165015044, "y": 520.5344250560541, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 71.291, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069465254627819837", "id": "cayasphere", "source": "tweet-000004", "content": "Efek inflasi dan perang kak, rupiah melemah", "post_id": "2069465254627819837"}}, {"key": "ruzaldi06", "attributes": {"label": "ruzaldi06", "x": 124.49388779142556, "y": 832.0968024462708, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.5356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069431727249101294", "id": "ruzaldi06", "source": "tweet-000004", "content": "inimah ujungnya hancur bersama, yg nabung kena inflasi yg lg kredit kena hajar kenaikan suku bunga. yg untung yg taruh duit di dollar mlh secara tdk langsung rupiah bener2 ga berguna", "post_id": "2069431727249101294"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 991.6612780777309, "y": 889.811998488462, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 71.291, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069431727249101294", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "tweet-000004", "content": "inimah ujungnya hancur bersama, yg nabung kena inflasi yg lg kredit kena hajar kenaikan suku bunga. yg untung yg taruh duit di dollar mlh secara tdk langsung rupiah bener2 ga berguna", "post_id": "2069431727249101294"}}, {"key": "fsaidhamzah", "attributes": {"label": "fsaidhamzah", "x": 147.75653796000486, "y": 365.8697827093638, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.5356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069356593297477774", "id": "fsaidhamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Memang benar,\nMBG dan KDMP menjadi faktor utama membuat Rupiah melemah.\nDefisit APBN salah satunya disebabkan oleh faktor:\n- Makan Bergizi Gratis (MBG) — kontribusi besar terhadap pelebaran defisit awal tahun.\n- Kenaikan gaji ASN/TNI/Polri.", "post_id": "2069356593297477774"}}, {"key": "satriohendri", "attributes": {"label": "satriohendri", "x": 595.8970571861805, "y": 339.95312719214434, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 54.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069356593297477774", "id": "satriohendri", "source": "tweet-000004", "content": "Memang benar,\nMBG dan KDMP menjadi faktor utama membuat Rupiah melemah.\nDefisit APBN salah satunya disebabkan oleh faktor:\n- Makan Bergizi Gratis (MBG) — kontribusi besar terhadap pelebaran defisit awal tahun.\n- Kenaikan gaji ASN/TNI/Polri.", "post_id": "2069356593297477774"}}, {"key": "YouTube", "attributes": {"label": "YouTube", "x": 324.52109315300584, "y": 695.7663978280244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 54.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069356593297477774", "id": "YouTube", "source": "tweet-000004", "content": "Memang benar,\nMBG dan KDMP menjadi faktor utama membuat Rupiah melemah.\nDefisit APBN salah satunya disebabkan oleh faktor:\n- Makan Bergizi Gratis (MBG) — kontribusi besar terhadap pelebaran defisit awal tahun.\n- Kenaikan gaji ASN/TNI/Polri.", "post_id": "2069356593297477774"}}, {"key": "Dodobasuki", "attributes": {"label": "Dodobasuki", "x": 511.724152622824, "y": 266.1213545547635, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 38.5356, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069216950052675977", "id": "Dodobasuki", "source": "tweet-000004", "content": "Lha? Terus maksudnya? Seanjloknya rupiah sekarang, 500ribu enam tahun lalu apa setara 5juta sekarang? Kan ya gak juga. \nCoba melek dikit hitung pakai\nFuture value. nilainya setara dengan sekitar Rp583.380 saat ini di tahun 2026 akibat akumulasi inflasi. That's the prof smart ass!", "post_id": "2069216950052675977"}}, {"key": "seongeom00", "attributes": {"label": "seongeom00", "x": 925.9532717902971, "y": 191.93700434968198, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 49.4541, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069216950052675977", "id": "seongeom00", "source": "tweet-000004", "content": "Lha? Terus maksudnya? Seanjloknya rupiah sekarang, 500ribu enam tahun lalu apa setara 5juta sekarang? Kan ya gak juga. \nCoba melek dikit hitung pakai\nFuture value. nilainya setara dengan sekitar Rp583.380 saat ini di tahun 2026 akibat akumulasi inflasi. That's the prof smart ass!", "post_id": "2069216950052675977"}}, {"key": "wonfeelmyhear", "attributes": {"label": "wonfeelmyhear", "x": 562.5950689898874, "y": 143.1356432000921, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 49.4541, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069216950052675977", "id": "wonfeelmyhear", "source": "tweet-000004", "content": "Lha? Terus maksudnya? Seanjloknya rupiah sekarang, 500ribu enam tahun lalu apa setara 5juta sekarang? Kan ya gak juga. \nCoba melek dikit hitung pakai\nFuture value. nilainya setara dengan sekitar Rp583.380 saat ini di tahun 2026 akibat akumulasi inflasi. That's the prof smart ass!", "post_id": "2069216950052675977"}}, {"key": "Zeefire02", "attributes": {"label": "Zeefire02", "x": 931.1920095505234, "y": 360.2438666839645, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 49.4541, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069216950052675977", "id": "Zeefire02", "source": "tweet-000004", "content": "Lha? Terus maksudnya? Seanjloknya rupiah sekarang, 500ribu enam tahun lalu apa setara 5juta sekarang? Kan ya gak juga. \nCoba melek dikit hitung pakai\nFuture value. nilainya setara dengan sekitar Rp583.380 saat ini di tahun 2026 akibat akumulasi inflasi. That's the prof smart ass!", "post_id": "2069216950052675977"}}, {"key": "kyroclp", "attributes": {"label": "kyroclp", "x": 252.4309656046765, "y": 571.050114477085, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.5356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "kyroclp", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 625.1682648870093, "y": 233.23840083878576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 71.291, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654453841185754389", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "KAMU MASIH BANGGA JADI NASABAH PRIORITAS? INI KESALAHAN FATAL! ​Banyak orang pamer kartu prioritas, padahal saldo Rp1 Miliar mereka pelan-pelan digerus inflasi. ​Ini yang banyak orang tidak sadar: fasilitas mewah di bank itu cuma umpan agar uangmu tetap mengendap dan mati. ​Berikut 3 realita pahit yang sengaja disembunyikan: 1. ​Magnet Pajak: Begitu saldo menyentuh Rp1 Miliar, rekeningmu otomatis masuk radar pantauan pemerintah. 2. ​Rupiah Melemah: Menyimpan uang tunai dalam Rupiah membuat daya belimu anjlok akibat pelemahan nilai mata uang. 3. ​Ilusi Kaya: Fasilitas lounge gratis tidak sebanding dengan potensi cuan yang hilang jika uang itu diputar di instrumen lain. ​Jangan mau ditukar kenyamanan semu, sementara asetmu terus menyusut setiap detiknya. ​Menurutmu, mending simpan Rp1 Miliar di bank atau putar di tempat lain? Tulis di kolom komentar! 👇 speak of: A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson #andersonnsteven #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7654453841185754389"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 968.4844092313936, "y": 536.1517229709351, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.5356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Er8YOmCMwLI", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE: Sambutan Mendagri Tito Karnavian, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua 2026\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan sambutan dalam acara apresiasi bagi pemerintah daerah berprestasi di Regional Papua tahun 2026. \n\nDalam kesempatan tersebut, Mendagri memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan daerah, serta inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nMendagri menyoroti lompatan besar dalam program bedah rumah di wilayah Papua. Tahun ini, alokasi anggaran meningkat signifikan, memungkinkan ribuan rumah tidak layak huni direnovasi menjadi hunian yang layak.\n\nMendagri menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data akurat. Ia mengajak pemerintah daerah untuk memanfaatkan data sensus ekonomi dari BPS guna pengambilan keputusan yang terukur, dengan mengutip filosofi bahwa kebijakan tanpa teori/data yang kuat hanyalah perjudian.\n\nBerbeda dengan penghargaan biasanya yang hanya berupa trofi atau sertifikat, kali ini pemerintah memberikan insentif fiskal (dana tunai) bagi daerah dengan kinerja terbaik. Total 64 miliar rupiah telah disiapkan untuk putaran ini, yang akan disalurkan langsung ke rekening APBD.\n\nSistem Kompetisi Regional: Mendagri menjelaskan bahwa penilaian kini dibagi ke dalam enam klaster regional untuk memastikan persaingan yang lebih adil bagi daerah-daerah yang sedang berkembang, termasuk klaster Papua.\n\nFokus utama penilaian meliputi penanggulangan kemiskinan, penanganan pengangguran, pengendalian inflasi, serta kreativitas dalam mencari pendanaan (creative financing).\n\nMendagri menegaskan bahwa tujuan utama pemberian penghargaan ini adalah untuk mendorong iklim kompetitif, memberikan semangat, serta menunjukkan kepada publik bahwa masih banyak kepala daerah yang bekerja dengan dedikasi tinggi.\n\nBagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan pada putaran ini, Mendagri menyampaikan bahwa masih ada dua putaran berikutnya dengan kategori yang berbeda.\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "Er8YOmCMwLI"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 726.4733720254325, "y": 483.830122162533, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Er8YOmCMwLI", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE: Sambutan Mendagri Tito Karnavian, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua 2026\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan sambutan dalam acara apresiasi bagi pemerintah daerah berprestasi di Regional Papua tahun 2026. \n\nDalam kesempatan tersebut, Mendagri memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan daerah, serta inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nMendagri menyoroti lompatan besar dalam program bedah rumah di wilayah Papua. Tahun ini, alokasi anggaran meningkat signifikan, memungkinkan ribuan rumah tidak layak huni direnovasi menjadi hunian yang layak.\n\nMendagri menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data akurat. Ia mengajak pemerintah daerah untuk memanfaatkan data sensus ekonomi dari BPS guna pengambilan keputusan yang terukur, dengan mengutip filosofi bahwa kebijakan tanpa teori/data yang kuat hanyalah perjudian.\n\nBerbeda dengan penghargaan biasanya yang hanya berupa trofi atau sertifikat, kali ini pemerintah memberikan insentif fiskal (dana tunai) bagi daerah dengan kinerja terbaik. Total 64 miliar rupiah telah disiapkan untuk putaran ini, yang akan disalurkan langsung ke rekening APBD.\n\nSistem Kompetisi Regional: Mendagri menjelaskan bahwa penilaian kini dibagi ke dalam enam klaster regional untuk memastikan persaingan yang lebih adil bagi daerah-daerah yang sedang berkembang, termasuk klaster Papua.\n\nFokus utama penilaian meliputi penanggulangan kemiskinan, penanganan pengangguran, pengendalian inflasi, serta kreativitas dalam mencari pendanaan (creative financing).\n\nMendagri menegaskan bahwa tujuan utama pemberian penghargaan ini adalah untuk mendorong iklim kompetitif, memberikan semangat, serta menunjukkan kepada publik bahwa masih banyak kepala daerah yang bekerja dengan dedikasi tinggi.\n\nBagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan pada putaran ini, Mendagri menyampaikan bahwa masih ada dua putaran berikutnya dengan kategori yang berbeda.\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "Er8YOmCMwLI"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 542.6881845876717, "y": 444.1348762443176, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Er8YOmCMwLI", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE: Sambutan Mendagri Tito Karnavian, Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Papua 2026\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan sambutan dalam acara apresiasi bagi pemerintah daerah berprestasi di Regional Papua tahun 2026. \n\nDalam kesempatan tersebut, Mendagri memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan daerah, serta inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nMendagri menyoroti lompatan besar dalam program bedah rumah di wilayah Papua. Tahun ini, alokasi anggaran meningkat signifikan, memungkinkan ribuan rumah tidak layak huni direnovasi menjadi hunian yang layak.\n\nMendagri menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data akurat. Ia mengajak pemerintah daerah untuk memanfaatkan data sensus ekonomi dari BPS guna pengambilan keputusan yang terukur, dengan mengutip filosofi bahwa kebijakan tanpa teori/data yang kuat hanyalah perjudian.\n\nBerbeda dengan penghargaan biasanya yang hanya berupa trofi atau sertifikat, kali ini pemerintah memberikan insentif fiskal (dana tunai) bagi daerah dengan kinerja terbaik. Total 64 miliar rupiah telah disiapkan untuk putaran ini, yang akan disalurkan langsung ke rekening APBD.\n\nSistem Kompetisi Regional: Mendagri menjelaskan bahwa penilaian kini dibagi ke dalam enam klaster regional untuk memastikan persaingan yang lebih adil bagi daerah-daerah yang sedang berkembang, termasuk klaster Papua.\n\nFokus utama penilaian meliputi penanggulangan kemiskinan, penanganan pengangguran, pengendalian inflasi, serta kreativitas dalam mencari pendanaan (creative financing).\n\nMendagri menegaskan bahwa tujuan utama pemberian penghargaan ini adalah untuk mendorong iklim kompetitif, memberikan semangat, serta menunjukkan kepada publik bahwa masih banyak kepala daerah yang bekerja dengan dedikasi tinggi.\n\nBagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan pada putaran ini, Mendagri menyampaikan bahwa masih ada dua putaran berikutnya dengan kategori yang berbeda.\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "Er8YOmCMwLI"}}], "edges": [{"key": "magenfoxyta", "source": "magenfoxyta", "target": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "magenfoxyta", "source": "magenfoxyta", "target": "Txtdariiugm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "budmul80", "source": "budmul80", "target": "rujakpolitik", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "budmul80", "source": "budmul80", "target": "rujakpolitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DIDESIGNR2D2", "source": "DIDESIGNR2D2", "target": "cayasphere", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ruzaldi06", "source": "ruzaldi06", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "satriohendri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "YouTube", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dodobasuki", "source": "Dodobasuki", "target": "seongeom00", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dodobasuki", "source": "Dodobasuki", "target": "wonfeelmyhear", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dodobasuki", "source": "Dodobasuki", "target": "Zeefire02", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kyroclp", "source": "kyroclp", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}