{"nodes": [{"key": "RaflieSR88", "attributes": {"label": "RaflieSR88", "x": 42.105170573797594, "y": 254.16504213509538, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 55.2486, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069353704105656445", "id": "RaflieSR88", "source": "retweet-000002", "content": "Kok BI rate naik? karena rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah? karena BI cetak duit. Kemana duitnya? buat u…", "post_id": "2069353704105656445"}}, {"key": "evankun001", "attributes": {"label": "evankun001", "x": 349.04468753821084, "y": 661.8158710162211, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 102.21, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2069353704105656445", "id": "evankun001", "source": "retweet-000002", "content": "Kok BI rate naik? karena rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah? karena BI cetak duit. Kemana duitnya? buat u…", "post_id": "2069353704105656445"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 581.6449360166818, "y": 670.5118097241144, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 102.21, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2069353704105656445", "id": "LambeSahamjja", "source": "retweet-000002", "content": "Kok BI rate naik? karena rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah? karena BI cetak duit. Kemana duitnya? buat u…", "post_id": "2069353704105656445"}}, {"key": "a_mardiansyahh", "attributes": {"label": "a_mardiansyahh", "x": 11.754262920985582, "y": 863.4452137497209, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 55.2486, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069119367229657333", "id": "a_mardiansyahh", "source": "retweet-000002", "content": "Kok BI rate naik? karena rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah? karena BI cetak duit. Kemana duitnya? buat u…", "post_id": "2069119367229657333"}}, {"key": "adi_sujarw84026", "attributes": {"label": "adi_sujarw84026", "x": 487.2801901646431, "y": 583.1331448598619, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 55.2486, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2069126100215853386", "id": "adi_sujarw84026", "source": "retweet-000002", "content": "Kok BI rate naik? karena rupiah melemah. Kenapa rupiah melemah? karena BI cetak duit. Kemana duitnya? buat u…", "post_id": "2069126100215853386"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 910.0062191160155, "y": 659.2412204672489, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 55.2486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069366669504614678", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah kenaikan BI Rate kemarin saya melihat nilai tukar rupiah terhadap USD msh melemah & saham2 perbankan jg melemah. Klu dipertahankan kenaikan BI rate bs membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat & kredit macet alangkah baiknya mending diturunkan keawal cari solusi lain", "post_id": "2069366669504614678"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 494.70572950606027, "y": 953.5957985703437, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 102.21, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069366669504614678", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah kenaikan BI Rate kemarin saya melihat nilai tukar rupiah terhadap USD msh melemah & saham2 perbankan jg melemah. Klu dipertahankan kenaikan BI rate bs membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat & kredit macet alangkah baiknya mending diturunkan keawal cari solusi lain", "post_id": "2069366669504614678"}}, {"key": "fsaidhamzah", "attributes": {"label": "fsaidhamzah", "x": 961.9442489425633, "y": 275.7852304536349, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 55.2486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069348922015801573", "id": "fsaidhamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs USD ke Rupiah tidak akan turun,\nKondisi Rupiah saat ini sedang cenderung melemah,\npara investor asing sudah muak dan tidak percaya dengan kelakuan koeching.\nsaat ini BI hanya membakar devisa saja untuk menguatkan rupiah.\nSepanjang 2026 (Januari–Mei): Cadangan devisa turun https://t.co/yjIQEKDmLQ", "post_id": "2069348922015801573"}}, {"key": "Dara_Cega", "attributes": {"label": "Dara_Cega", "x": 682.6289309297864, "y": 674.7099341614899, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 102.21, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069348922015801573", "id": "Dara_Cega", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs USD ke Rupiah tidak akan turun,\nKondisi Rupiah saat ini sedang cenderung melemah,\npara investor asing sudah muak dan tidak percaya dengan kelakuan koeching.\nsaat ini BI hanya membakar devisa saja untuk menguatkan rupiah.\nSepanjang 2026 (Januari–Mei): Cadangan devisa turun https://t.co/yjIQEKDmLQ", "post_id": "2069348922015801573"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 207.77135130495304, "y": 650.5535785486934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 55.2486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 184.51524036454882, "y": 306.9815230206564, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 102.21, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 377.2219581457711, "y": 701.4376434714909, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 55.2486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 214.22759854014927, "y": 860.7513475914719, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 102.21, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}], "edges": [{"key": "RaflieSR88", "source": "RaflieSR88", "target": "evankun001", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RaflieSR88", "source": "RaflieSR88", "target": "evankun001", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RaflieSR88", "source": "RaflieSR88", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "a_mardiansyahh", "source": "a_mardiansyahh", "target": "evankun001", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "a_mardiansyahh", "source": "a_mardiansyahh", "target": "evankun001", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "a_mardiansyahh", "source": "a_mardiansyahh", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "adi_sujarw84026", "source": "adi_sujarw84026", "target": "evankun001", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "adi_sujarw84026", "source": "adi_sujarw84026", "target": "evankun001", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "adi_sujarw84026", "source": "adi_sujarw84026", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fsaidhamzah", "source": "fsaidhamzah", "target": "Dara_Cega", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}