{"nodes": [{"key": "WUching169", "attributes": {"label": "WUching169", "x": 862.6005758795394, "y": 637.0239213316295, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069226542606188934", "id": "WUching169", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069226542606188934"}}, {"key": "NenkMonica", "attributes": {"label": "NenkMonica", "x": 808.1195687429345, "y": 154.63875395945493, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 50.5091, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "2069226542606188934", "id": "NenkMonica", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069226542606188934"}}, {"key": "DenBagus91276", "attributes": {"label": "DenBagus91276", "x": 274.21895769887095, "y": 757.0091535548925, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069445044235575306", "id": "DenBagus91276", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069445044235575306"}}, {"key": "OposanSejati", "attributes": {"label": "OposanSejati", "x": 345.15276632962355, "y": 332.27800327003945, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069226178993680461", "id": "OposanSejati", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069226178993680461"}}, {"key": "AntoniusCDN", "attributes": {"label": "AntoniusCDN", "x": 344.0969782676686, "y": 637.666799351025, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 199.9999, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069270108065915307", "id": "AntoniusCDN", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM.\n\nPresiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069270108065915307"}}, {"key": "irwan_ramali", "attributes": {"label": "irwan_ramali", "x": 640.7427486207218, "y": 57.686133280919314, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069406998572236808", "id": "irwan_ramali", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM\n\n1️⃣ Presiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069406998572236808"}}, {"key": "CakKhum", "attributes": {"label": "CakKhum", "x": 384.36715059273087, "y": 782.3686501967736, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 26.6576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069406998572236808", "id": "CakKhum", "source": "retweet-000002", "content": "Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik, Perluas Pembiayaan untuk UMKM\n\n1️⃣ Presiden Prabowo Subianto meminta bank-…", "post_id": "2069406998572236808"}}, {"key": "SuperSutan", "attributes": {"label": "SuperSutan", "x": 294.65583031272615, "y": 435.27739660620256, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069323736768184433", "id": "SuperSutan", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) akan melaksanakan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026. Program ini merupakan k…", "post_id": "2069323736768184433"}}, {"key": "RRIPrograma3", "attributes": {"label": "RRIPrograma3", "x": 543.5073280612396, "y": 859.0254986526012, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 26.6576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2069323736768184433", "id": "RRIPrograma3", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) akan melaksanakan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026. Program ini merupakan k…", "post_id": "2069323736768184433"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 453.2464981817155, "y": 867.7092000699698, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069303062079172962", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "Himbara ddorong utk mnjdi \"perbankan patriotik\" dgn mnyeimbangkn profitabilitas &pemerataan ekonomi. Himbara diinstruksikn utk tdk hnya mngejar laba, tp juga brpihak pd rkyt dgn mmbrikn suku bunga yg lbh rendah utk UMKM\n\nJgn Lupa  niat yg baik hrus diikuti dgn krj yg baik https://t.co/F3hiTAPxrh", "post_id": "2069303062079172962"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 473.23861094067223, "y": 671.0509608975954, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.6081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069303062079172962", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Himbara ddorong utk mnjdi \"perbankan patriotik\" dgn mnyeimbangkn profitabilitas &pemerataan ekonomi. Himbara diinstruksikn utk tdk hnya mngejar laba, tp juga brpihak pd rkyt dgn mmbrikn suku bunga yg lbh rendah utk UMKM\n\nJgn Lupa  niat yg baik hrus diikuti dgn krj yg baik https://t.co/F3hiTAPxrh", "post_id": "2069303062079172962"}}, {"key": "bankindonesia_lampung", "attributes": {"label": "bankindonesia_lampung", "x": 14.22929975626641, "y": 115.5627913363807, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925109647811881447_3929746556", "id": "bankindonesia_lampung", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama  terus mendorong UMKM naik kelas melalui Program UMKM Go Ekspor Tahun 2026 yang diikuti oleh 24 UMKM unggulan Lampung pada tanggal 17-19 Juni 2026. \n\nMelalui pelatihan dan pendampingan intensif, peserta dibekali berbagai strategi untuk memperkuat kesiapan menembus pasar internasional.\n\n#BeriMakna bagi langkah UMKM Lampung untuk go global. Bersama Bank Indonesia, produk unggulan daerah semakin siap bersaing di pasar dunia.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3925109647811881447_3929746556"}}, {"key": "akademimudahekspor", "attributes": {"label": "akademimudahekspor", "x": 964.0088335426095, "y": 223.659249212918, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925109647811881447_3929746556", "id": "akademimudahekspor", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama  terus mendorong UMKM naik kelas melalui Program UMKM Go Ekspor Tahun 2026 yang diikuti oleh 24 UMKM unggulan Lampung pada tanggal 17-19 Juni 2026. \n\nMelalui pelatihan dan pendampingan intensif, peserta dibekali berbagai strategi untuk memperkuat kesiapan menembus pasar internasional.\n\n#BeriMakna bagi langkah UMKM Lampung untuk go global. Bersama Bank Indonesia, produk unggulan daerah semakin siap bersaing di pasar dunia.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3925109647811881447_3929746556"}}, {"key": "antarayogyakarta", "attributes": {"label": "antarayogyakarta", "x": 282.6097861519762, "y": 671.6434925152837, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.534, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3925844869696947027_47403026338", "id": "antarayogyakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2026 tumbuh lebih tinggi, yakni sebesar 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) sehingga mencapai Rp10.415,9 triliun.\n\n“Pada Mei 2026, M2 tumbuh sebesar 10,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April 2026 sebesar 9,2 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.415,9 triliun,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.\n\nLebih lanjut disebutkannya, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,0 persen (yoy).\n\nFoto : ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto\nPewarta : Rizka Khaerunnisa\nEditor : Wening Caya Ing Tyas\nPengunggah: Rahid Putra Laksana\n\nTerus ikuti informasi menarik di: jogja.antaranews.com\n\nfollow & Subscribe:\nInstagram: \nTiktok: \nYoutube: antara yogyakarta\n\n#antaranews #antaranewscom #antaranewsyogyakarta", "post_id": "3925844869696947027_47403026338"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 793.9516905266075, "y": 225.68827857626707, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3925502560966548039_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat UMKM, Sampurasun!\n\nDalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI), Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempersembahkan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat x West Java Sharia Economic Festival 2026.\n\nNikmati pengalaman seru menjelajahi beragam produk dan karya terbaik UMKM Jawa Barat, mulai dari fashion, craft, halal lifestyle booth, halal fair, hingga aneka food & beverages. Tak hanya itu, Sobat juga dapat menyaksikan Grand Final Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 serta berbagai talkshow inspiratif bersama para publik figur.\n\nAcara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Rizky Febian () , Sal Priadi () , Charly Vanhoutten () , yang siap memeriahkan akhir pekanmu!\n\n📆 Jumat-Minggu, 26-28 Juni 2026\n📍 Trans Convention Center & Trans Studio Mall, Bandung\n🎟️ GRATIS\n\nSelain berbelanja dan mendapatkan ilmu baru, Sobat juga bisa membawa pulang doorprize dengan menukarkan nominal pembelanjaanmu dengan KKJ Point! Ajak seluruh keluarga, teman, sahabat untuk datang dan meriahkan warisan budaya Jawa Barat. Sampai jumpa!\n\n#KKJ2026\n#KaryaKreatifJawaBarat\n#WJSEF2026\n#JabarWalagri", "post_id": "3925502560966548039_6980760863"}}, {"key": "rizkyfbian", "attributes": {"label": "rizkyfbian", "x": 147.0744615192, "y": 352.1262823644814, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0074, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925502560966548039_6980760863", "id": "rizkyfbian", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat UMKM, Sampurasun!\n\nDalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI), Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempersembahkan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat x West Java Sharia Economic Festival 2026.\n\nNikmati pengalaman seru menjelajahi beragam produk dan karya terbaik UMKM Jawa Barat, mulai dari fashion, craft, halal lifestyle booth, halal fair, hingga aneka food & beverages. Tak hanya itu, Sobat juga dapat menyaksikan Grand Final Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 serta berbagai talkshow inspiratif bersama para publik figur.\n\nAcara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Rizky Febian () , Sal Priadi () , Charly Vanhoutten () , yang siap memeriahkan akhir pekanmu!\n\n📆 Jumat-Minggu, 26-28 Juni 2026\n📍 Trans Convention Center & Trans Studio Mall, Bandung\n🎟️ GRATIS\n\nSelain berbelanja dan mendapatkan ilmu baru, Sobat juga bisa membawa pulang doorprize dengan menukarkan nominal pembelanjaanmu dengan KKJ Point! Ajak seluruh keluarga, teman, sahabat untuk datang dan meriahkan warisan budaya Jawa Barat. Sampai jumpa!\n\n#KKJ2026\n#KaryaKreatifJawaBarat\n#WJSEF2026\n#JabarWalagri", "post_id": "3925502560966548039_6980760863"}}, {"key": "salpriadi", "attributes": {"label": "salpriadi", "x": 882.4025833026657, "y": 80.44060039105649, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0074, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925502560966548039_6980760863", "id": "salpriadi", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat UMKM, Sampurasun!\n\nDalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI), Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempersembahkan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat x West Java Sharia Economic Festival 2026.\n\nNikmati pengalaman seru menjelajahi beragam produk dan karya terbaik UMKM Jawa Barat, mulai dari fashion, craft, halal lifestyle booth, halal fair, hingga aneka food & beverages. Tak hanya itu, Sobat juga dapat menyaksikan Grand Final Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 serta berbagai talkshow inspiratif bersama para publik figur.\n\nAcara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Rizky Febian () , Sal Priadi () , Charly Vanhoutten () , yang siap memeriahkan akhir pekanmu!\n\n📆 Jumat-Minggu, 26-28 Juni 2026\n📍 Trans Convention Center & Trans Studio Mall, Bandung\n🎟️ GRATIS\n\nSelain berbelanja dan mendapatkan ilmu baru, Sobat juga bisa membawa pulang doorprize dengan menukarkan nominal pembelanjaanmu dengan KKJ Point! Ajak seluruh keluarga, teman, sahabat untuk datang dan meriahkan warisan budaya Jawa Barat. Sampai jumpa!\n\n#KKJ2026\n#KaryaKreatifJawaBarat\n#WJSEF2026\n#JabarWalagri", "post_id": "3925502560966548039_6980760863"}}, {"key": "charly_setiaku", "attributes": {"label": "charly_setiaku", "x": 353.1389416270331, "y": 639.2536113450378, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0074, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925502560966548039_6980760863", "id": "charly_setiaku", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat UMKM, Sampurasun!\n\nDalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI), Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempersembahkan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat x West Java Sharia Economic Festival 2026.\n\nNikmati pengalaman seru menjelajahi beragam produk dan karya terbaik UMKM Jawa Barat, mulai dari fashion, craft, halal lifestyle booth, halal fair, hingga aneka food & beverages. Tak hanya itu, Sobat juga dapat menyaksikan Grand Final Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 serta berbagai talkshow inspiratif bersama para publik figur.\n\nAcara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Rizky Febian () , Sal Priadi () , Charly Vanhoutten () , yang siap memeriahkan akhir pekanmu!\n\n📆 Jumat-Minggu, 26-28 Juni 2026\n📍 Trans Convention Center & Trans Studio Mall, Bandung\n🎟️ GRATIS\n\nSelain berbelanja dan mendapatkan ilmu baru, Sobat juga bisa membawa pulang doorprize dengan menukarkan nominal pembelanjaanmu dengan KKJ Point! Ajak seluruh keluarga, teman, sahabat untuk datang dan meriahkan warisan budaya Jawa Barat. Sampai jumpa!\n\n#KKJ2026\n#KaryaKreatifJawaBarat\n#WJSEF2026\n#JabarWalagri", "post_id": "3925502560966548039_6980760863"}}, {"key": "xeracosmetic", "attributes": {"label": "xeracosmetic", "x": 665.1265692719356, "y": 967.8239323732681, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7567631088642837768", "id": "xeracosmetic", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) terbaru yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri perbankan syariah nasional. Dua aturan itu di antaranya POJK Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), serta POJK Nomor 21 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) bagi BUS. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi M. Ismail Riyadi mengatakan kedua POJK tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur permodalan, likuiditas, dan pendanaan jangka panjang BUS dan UUS agar semakin tangguh, efisien, serta sejalan dengan standar internasional Basel III dan Islamic Financial Services Board (IFSB). Baca selengkapnya di: https://www.idxchannel.com/syariah/perkuat-permodalan-likuiditas-ojk-terbitkan-dua-aturan-baru-bagi-bank-syariah Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7567631088642837768"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 33.23209669235039, "y": 242.55170775176381, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7567631088642837768", "id": "idx_channel", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) terbaru yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri perbankan syariah nasional. Dua aturan itu di antaranya POJK Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), serta POJK Nomor 21 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) bagi BUS. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi M. Ismail Riyadi mengatakan kedua POJK tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur permodalan, likuiditas, dan pendanaan jangka panjang BUS dan UUS agar semakin tangguh, efisien, serta sejalan dengan standar internasional Basel III dan Islamic Financial Services Board (IFSB). Baca selengkapnya di: https://www.idxchannel.com/syariah/perkuat-permodalan-likuiditas-ojk-terbitkan-dua-aturan-baru-bagi-bank-syariah Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7567631088642837768"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 948.2745673007576, "y": 775.4758991779127, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 949.7196993285496, "y": 49.75349384327665, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "attributes": {"label": "dinasperindaglampung", "x": 855.0354317184054, "y": 647.5938367413199, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7654482985634237716", "id": "dinasperindaglampung", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "mirzano", "attributes": {"label": "mirzano", "x": 10.859258451890398, "y": 980.182860959834, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654482985634237716", "id": "mirzano", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "dpmptspprovinsilampung", "attributes": {"label": "dpmptspprovinsilampung", "x": 64.60308504028578, "y": 943.9053715176586, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654482985634237716", "id": "dpmptspprovinsilampung", "source": "tiktok-000001", "content": "“Ini bukan kebetulan. Ini data. Ini kebijakan.” Di kuartal pertama 2026 (Januari sampai Maret), Lampung mencatat 25.141 usaha baru. Sekitar 24 ribu di antaranya adalah usaha mikro. Naik ±5 persen dibanding Q1 2025 yang berada di kisaran 24 ribu usaha baru. (Sumber: Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi Lampung) Lalu muncul pertanyaan penting: apa yang mendorong lonjakan ini? Di tingkat nasional, arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto jelas: membuka jalan selebar-lebarnya bagi UMKM untuk tumbuh. Perizinan disederhanakan. Beban pajak diringankan. Akses pembiayaan mikro diperluas lewat kemitraan perbankan dan pengelolaan dana. Hasilnya satu: pelaku usaha tak lagi takut memulai dan melegalkan usaha. Di Lampung, kebijakan nasional itu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Gubernur  mendorong  bergerak cepat dan responsif. Perizinan usaha mikro dipercepat. UMKM didampingi; dari pelatihan bisnis, pemasaran digital, hingga sertifikasi produk. Produk lokal difasilitasi masuk pameran dan bazar regional, membuka pasar yang lebih luas. Inilah titik temu antara data dan kebijakan. Ketika regulasi memberi ruang, usaha mikro tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. 📊 Bukan narasi kosong. 📈 Angka yang berbicara. 🤝 Kebijakan yang bekerja.", "post_id": "7654482985634237716"}}, {"key": "bangsaonline", "attributes": {"label": "bangsaonline", "x": 410.94503812189834, "y": 535.3860651963082, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 124.7128, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "1012469132100822_1610389034425165", "id": "bangsaonline", "source": "facebook-000001", "content": "BPS Surabaya menargetkan pendataan seluruh skala usaha dalam Sensus Ekonomi 2026, mulai dari usaha besar, menengah, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).\n\nKepala BPS Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menyebutkan terdapat 1.402 usaha besar dengan omzet di atas Rp50 miliar yang menjadi sasaran sensus, sekitar 13.000 usaha menengah, serta kurang lebih 490.000 UMKM di Surabaya. \n\n“Kita akan mendata sebanyak 1.402 usaha besar yang memiliki omzet sekitar Rp50 miliar ke atas. Sekitar 13.000 usaha menengah serta kurang lebih 490.000 itu UMKM yang kecil,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).\n\nPelaksanaan sensus melibatkan 1.980 petugas dan pengawas sejak 1 Mei 2026. Metode door to door dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Arrief menjelaskan, Sensus Ekonomi berbeda dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang lebih berfokus pada aspek sosial.\n\n“Kalau sensus ekonomi seluruh di Indonesia. Ini project 10 tahun sekali,” katanya.\n\nHingga pertengahan Juni, pendataan usaha besar telah menjangkau sekitar 800 perusahaan, termasuk sektor perbankan. Sementara itu, metode door to door berhasil mendata sekitar 8.000 usaha dalam dua hari pertama.\n\nArrief mengakui masih ada tantangan di lapangan, seperti kejenuhan responden akibat sering menjadi objek pendataan. Kendati demikian, pihaknya optimistis target tercapai berkat pendekatan persuasif dan dukungan Pemkot Surabaya. \n\n“Ada beberapa yang mungkin agak menolak karena respondent burden. Tetapi alhamdulillah dengan pendekatan dan bantuan pemkot, insyaallah nanti kita akan bisa mendapatkan datanya masing-masing,” paparnya. (rom)\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral", "post_id": "1012469132100822_1610389034425165"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 230.06014967455968, "y": 929.3558811301098, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "kau0Vmloy9g", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Peluncuran Buku KSK No.41\n\n#SobatRupiah, perekonomian global tengah dihadapkan pada pergeseran sumber pertumbuhan dunia dan risiko Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) global yang masih tinggi. Meski begitu, Stabilitas sistem keuangan pada Semester I 2023 dan ke depan diyakini akan tetap terjaga dengan intermediasi yang terus meningkat, ketahanan sistem keuangan yang terjaga, serta keuangan inklusif dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang semakin kuat.\n\nBagaimana peran bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga terjaganya sistem keuangan tersebut?\n \nJawabannya terangkum dalam asesmen Bank Indonesia pada Kajian Stabilitas Keuangan No. 41 bertema “Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi Mendorong Intermediasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” yang diluncurkan oleh Deputi Gubernur Juda Agung.\n\nMari #BeriMakna dukung upaya Bank Indonesia perkuat fondasi ekonomi dan sistem keuangan untuk perekonomian yang berkelanjutan.\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "kau0Vmloy9g"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 762.9291898632292, "y": 560.8001565122277, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kau0Vmloy9g", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Peluncuran Buku KSK No.41\n\n#SobatRupiah, perekonomian global tengah dihadapkan pada pergeseran sumber pertumbuhan dunia dan risiko Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) global yang masih tinggi. Meski begitu, Stabilitas sistem keuangan pada Semester I 2023 dan ke depan diyakini akan tetap terjaga dengan intermediasi yang terus meningkat, ketahanan sistem keuangan yang terjaga, serta keuangan inklusif dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang semakin kuat.\n\nBagaimana peran bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga terjaganya sistem keuangan tersebut?\n \nJawabannya terangkum dalam asesmen Bank Indonesia pada Kajian Stabilitas Keuangan No. 41 bertema “Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi Mendorong Intermediasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” yang diluncurkan oleh Deputi Gubernur Juda Agung.\n\nMari #BeriMakna dukung upaya Bank Indonesia perkuat fondasi ekonomi dan sistem keuangan untuk perekonomian yang berkelanjutan.\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "kau0Vmloy9g"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 627.1587452869817, "y": 946.2637031393044, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kau0Vmloy9g", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Peluncuran Buku KSK No.41\n\n#SobatRupiah, perekonomian global tengah dihadapkan pada pergeseran sumber pertumbuhan dunia dan risiko Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) global yang masih tinggi. Meski begitu, Stabilitas sistem keuangan pada Semester I 2023 dan ke depan diyakini akan tetap terjaga dengan intermediasi yang terus meningkat, ketahanan sistem keuangan yang terjaga, serta keuangan inklusif dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang semakin kuat.\n\nBagaimana peran bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga terjaganya sistem keuangan tersebut?\n \nJawabannya terangkum dalam asesmen Bank Indonesia pada Kajian Stabilitas Keuangan No. 41 bertema “Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi Mendorong Intermediasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” yang diluncurkan oleh Deputi Gubernur Juda Agung.\n\nMari #BeriMakna dukung upaya Bank Indonesia perkuat fondasi ekonomi dan sistem keuangan untuk perekonomian yang berkelanjutan.\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "kau0Vmloy9g"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "@Cahya_sigit1710", "x": 442.7610900475799, "y": 127.63436690816654, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "@Cahya_sigit1710", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "mekanikpernexx", "attributes": {"label": "mekanikpernexx", "x": 87.72525082525252, "y": 675.9381211226502, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "mekanikpernexx", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "Cahya_sigit1710", "x": 193.6536640397354, "y": 549.6621467251905, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.6576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM5Zw9SHM9E", "id": "Cahya_sigit1710", "source": "youtube-000001", "content": "Program Indonesia Pintar terus dikawal agar tepat sasaran dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak🇮🇩.\n\nProgram Indonesia Pintar (PIP) harus terus dikawal agar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.\n“Bank Himbara itu kurang lebih nilainya, tadi ditanya satu per satu contohnya seperti Bank Mandiri nilainya kurang lebih Rp450 triliun. Ini berdasarkan market kapitalasi ya di bursa. Kemudian BNI slightly di atas Rp450 triliun, kemudian BNI mungkin di level sekitar hampir Rp200 triliun, kemudian juga BSI dan juga BTN. Jadi kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih tuh Rp1100 triliun yang di mana itu mencerminkan 10% dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia,” tuturnya.\n\nMelihat potensi tersebut, Rosan menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa kehadiran bank Himbara dapat dilihat tidak hanya sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Rosan menyebut di antaranya dapat berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).\n“Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian, persamaan, kesempatan dari segala lapisan dari UMKM, komersial maupun korporasi,” jelas Rosan.\n\nSelain itu, Rosan juga menilai bahwa bank Himbara juga berperan penting dalam mendukung program pemerintah. Namun, Rosan memandang dalam menjalankan peran dan proses bisnisnya, bank Himbara harus memegang asas kehati-hatian dan profesionalitas.\n\n“Yang paling penting bahwa semuanya harus dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional dan kehadiran Himbara ini benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia dengan diberikan kesempatan yang sama.,” tuturnya.\nBerkaitan dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan juga menyampaikan bahwa turunnya harga minyak dunia saat ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. “Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” jelasnya.\n\nDalam kesempatan tersebut, Menteri Rosan juga menyebut bahwa perekonomian Indonesia harus menjadi perkonomian yang berdikari. Oleh karena itu, peran dari pihak perbankan khususnya bank Himbara menjadi penting untuk mendukung perekonomian bangsa.\n\n“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkasnya.\nJakarta, 18 Juni 2026\nBiro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden\n\nWebsite: https://www.presidenri...​\nYouTube: Sekretariat Presiden\n\n‪-6763‬ ‪‬", "post_id": "CM5Zw9SHM9E"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 46.3238941657631, "y": 632.815272659435, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0u9RIgrut7k", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Awas Bocor! Kenapa Belanja Pemerintah & Hobi Impor Kita Malah Bikin Asing Kaya?\n\nDunia sedang tidak baik-baik saja! Di tengah gejolak ekonomi global, perang dagang, dan ketidakpastian internasional, bagaimana nasib ekonomi Indonesia? Apakah kebijakan belanja pemerintah dan pola konsumsi masyarakat kita sudah benar-benar mendukung kemandirian ekonomi nasional? Atau kita justru sedang memperkaya negara asing lewat jalur impor?\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui program transformasi kewirausahaan UMKM. Saat ini, ada lebih dari 65 juta UMKM yang menjadi benteng pertahanan utama Indonesia dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan pasar domestik.\n\nNamun, kritik tajam datang dari pengamat ekonomi YB. Suhartoko. Sebagai small open economy, Indonesia masih sangat rentan terhadap guncangan luar negeri karena hanya bertindak sebagai price taker. Mengapa bahan baku makanan lokal seperti mie (gandum) dan tempe (kedelai) masih didominasi impor? Mengapa anak muda kita lebih memilih konten hiburan luar negeri (Korea, China, Barat) dibanding industri kreatif domestik? Dan yang paling krusial: Apakah belanja pemerintah sudah sepenuhnya berorientasi pada produk dalam negeri?\n\nSimak evaluasi kritis dan tajam mengenai pola konsumsi, investasi, serta belanja pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia seutuhnya di video ini!\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n#koranjakarta #news #EkonomiIndonesia #BelanjaPemerintah #SetopImpor #KemandirianEkonomi #UMKM #BankIndonesia #AnalisisEkonomi #CintaProdukLokal #BeritaEkonomi\n\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "0u9RIgrut7k"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 264.20731366964753, "y": 34.62546495267371, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0u9RIgrut7k", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "Awas Bocor! Kenapa Belanja Pemerintah & Hobi Impor Kita Malah Bikin Asing Kaya?\n\nDunia sedang tidak baik-baik saja! Di tengah gejolak ekonomi global, perang dagang, dan ketidakpastian internasional, bagaimana nasib ekonomi Indonesia? Apakah kebijakan belanja pemerintah dan pola konsumsi masyarakat kita sudah benar-benar mendukung kemandirian ekonomi nasional? Atau kita justru sedang memperkaya negara asing lewat jalur impor?\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui program transformasi kewirausahaan UMKM. Saat ini, ada lebih dari 65 juta UMKM yang menjadi benteng pertahanan utama Indonesia dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan pasar domestik.\n\nNamun, kritik tajam datang dari pengamat ekonomi YB. Suhartoko. Sebagai small open economy, Indonesia masih sangat rentan terhadap guncangan luar negeri karena hanya bertindak sebagai price taker. Mengapa bahan baku makanan lokal seperti mie (gandum) dan tempe (kedelai) masih didominasi impor? Mengapa anak muda kita lebih memilih konten hiburan luar negeri (Korea, China, Barat) dibanding industri kreatif domestik? Dan yang paling krusial: Apakah belanja pemerintah sudah sepenuhnya berorientasi pada produk dalam negeri?\n\nSimak evaluasi kritis dan tajam mengenai pola konsumsi, investasi, serta belanja pemerintah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia seutuhnya di video ini!\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n#koranjakarta #news #EkonomiIndonesia #BelanjaPemerintah #SetopImpor #KemandirianEkonomi #UMKM #BankIndonesia #AnalisisEkonomi #CintaProdukLokal #BeritaEkonomi\n\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "0u9RIgrut7k"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "attributes": {"label": "@OpenDialogueByAxis", "x": 44.088498436077536, "y": 609.8947873128808, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7071, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "@OpenDialogueByAxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "opendialoguebyaxis", "x": 795.4937098917293, "y": 246.70893659236813, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6081, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "opendialoguebyaxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}], "edges": [{"key": "WUching169", "source": "WUching169", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "WUching169", "source": "WUching169", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DenBagus91276", "source": "DenBagus91276", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DenBagus91276", "source": "DenBagus91276", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "OposanSejati", "source": "OposanSejati", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "OposanSejati", "source": "OposanSejati", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AntoniusCDN", "source": "AntoniusCDN", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AntoniusCDN", "source": "AntoniusCDN", "target": "NenkMonica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irwan_ramali", "source": "irwan_ramali", "target": "CakKhum", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irwan_ramali", "source": "irwan_ramali", "target": "CakKhum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SuperSutan", "source": "SuperSutan", "target": "RRIPrograma3", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SuperSutan", "source": "SuperSutan", "target": "RRIPrograma3", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "source": "AirinDatangLagi", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bankindonesia_lampung", "source": "bankindonesia_lampung", "target": "akademimudahekspor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "antarayogyakarta", "source": "antarayogyakarta", "target": "antarayogyakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "antarayogyakarta", "source": "antarayogyakarta", "target": "antarayogyakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "rizkyfbian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "salpriadi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "charly_setiaku", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "xeracosmetic", "source": "xeracosmetic", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "source": "dinasperindaglampung", "target": "mirzano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dinasperindaglampung", "source": "dinasperindaglampung", "target": "dpmptspprovinsilampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "source": "@Cahya_sigit1710", "target": "mekanikpernexx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cahya_sigit1710", "source": "@Cahya_sigit1710", "target": "Cahya_sigit1710", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "source": "@OpenDialogueByAxis", "target": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}